24.6 C
Pare-Pare
Rabu, Oktober 28, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 743

Fokus Sayangkan Narasumber Utama Diskusi Pendidikan LAPEKOM Tidak Hadir

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Dewan Penasehat LSM Fokus H. Andi Abd. Rahman Saleh menyesalkan banyaknya Narasumber Utama yang tidak bisa hadir pada dialog pendidikan yang di gekar LSM Lapekom di kafe lago’ta Kamis (28/20/21).Hal tersebut di ungkapkan Rahman Saleh pada program obras radio mesra jumat (29/10/21).

“Banyaknya narasumber yang semestinya hadir itu justru tidak hadir Saya kira ini suasana yang kurang baik bagi perkembangan kota Parepare karena pihak-pihak yang diharapkan menjalankan fungsinya memberikan pencerahan dan penjelasan kepada masyarakat itu justru mangkir dan pernah saya sarankan kepada lapekom waktu dialog dulu bahwa kalau diskusi kurang menarik karena itu tergantung pada wali kota mungkin juga kadis pendidikan dan tidak hadir dan PSDM tidak hadir itu mungkin kita bisa pahami karena kalau hadir pasti menjadi sasaran.” Kata Arsal Panggilan lainnya.

Menurut politisi PBB ini, karena yang menyebabkan begitu bukan mereka. banyak cara menyampaikan aspirasi bisa melalui diskusi dengan pendapat atau demonstrasi dinas pendidikan dan PKSDM.

“kami sayangkan tidak hadir Jadi kalau situasi seperti ini jangan salahkan kalau banyak aksi demonstrasi unjuk rasa karena sumbatan komunikasi itu sengaja diciptakan Saya kira kalau lapekom mau tetap eksis sampaikan protes ke pemerintah kota bahwa telah lalai dari tanggung jawabnya boleh dikatakan ini bentuk pelecehan hak-hak masyarakat hak-hak organisasi jangan kita berpangku tangan menghadapi apalagi yang dibahas masalah ijazah mengenai kepala sekolah yang PLT sampai demikian banyak bagaimana dampaknya ke siswa yang mau menandatangani ijazahnya di akhir pelajaran tentu tidak bisa mereka yang bertandatangan terlalu banyak yang dikorbankan kalau begini terus banyak fungsi pemerintahan yang terlalaikan jangan sampai sudah dibangun ini itu saya kira tugas pemerintah tidak sesempit itu kalau untuk membangun fisik seperti itu ya cukup kepala PU saja ini yang harus dipahami semua.

Dirinya berharap LSM fokus berupaya kembali karena banyak lagi masalah carut-marut dunia pendidikan pembelajaran tatap muka sampai hari ini juga tidak jelas LSM fokus sudah menyampaikan Hearing tapi tidak ada tanggapan sehingga ia berpandangan memang pemerintah kota ini tidak memberlakukan PTM diduga hanya ingin mensukseskan pembangunan covid center

RS HAH Penuhi Syarat Kerjasama Dengan BPJS Kesehatan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – BPJS Kesehatan kembali mendapatkan 1 penambahan rumah sakit rujukan yang akan bekerjasama dengan BPJS kesehatan. Hal tersebut di ungkapkan Kepala BPJS Kesehatan Natalia Pengelo setelah RS. dr HAH melakukan penandatanganan MoU dengan BPJS Kesehatan pada Kamis (28/10/21).

“Proses kerjasama ini membutuhkan waktu yang cukup panjang. mulai dari surat-menyurat yang dimulai di awal September kemudian koordinasi sampai dengan tanggal 13 Oktober atau 14 Oktober. Kemudian baru bisa diputuskan oleh tim kredensialing BPJS kesehatan baik kantor cabang Parepare dan tim predingsialin kedutian wilayah Sulawesi Selatan Sulawesi barat Sulawesi tenggara dan Ambon. Bahwa rumah sakit asri Ainun Habibie sudah memenuhi syarat untuk bekerjasama dengan BPJS kesehatan, prosesnya cukup panjang namun membuahkan hasil yang membahagiakan karena nilai minimal kredensialing secara nasional yang bisa bekerjasama dengan BPJS kesehatan sebetulnya adalah 75 poin dan untuk rumah sakit asri Ainun  mendapatkan poin sebanyak 81,4 poin, ” Jelas Natalia

Natalia Mengurai prosesnya berlangsung cukup panjang, karena dirinya ingin memastikan tim yang ada di BPJS kesehatan harus memastikan bahwa kerjasama ini benar-benar sesuai dengan regulasi yang ada. Jadi tidak ada regulasi yang tidak ada, sehingga Ini bisa memberikan pelayanan yang terbaik dan juga aman dari Sisi audit, baik itu audit dari di rumah sakit, di BPJS kesehatan dan audit Pemda.

“Kami tidak bisa memutuskan sendiri di kantor cabang ada beberapa hal yang harus kami diskusikan, dengan tim kedeputian wilayah dan pada akhirnya bisa dinyatakan bahwa sudah memenuhi kriteria. dan prosesnya cukup panjang tetapi di BPJS kesehatan sudah memiliki SLA (Servis Letter Agrement)  berapa lama proses predensialis itu berlangsung di rumah sakit jadi waktunya sama di seluruh Indonesia waktunya adalah Yang memiliki SLA adalah ketika rumah sakit sudah bisa mengakses aplikasi APIS Mulai memasukkan data datanya memasukkan permohonan sampai dengan data-data diisi maksimal 30 hari kalender dari pengajuan itu BPJS kesehatan harus menutuskan tanggapan terhadap pengajuan pihak suatu rumah sakit, Semoga ini kita bisa terapkan sebelum 30 hari, ” Terang Natalia.

Tp Ubah Wajah RSAM Semakin Paripurna

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Rumah sakit Andi Makkasau sekarang ini kurang lebih 5 sampai 6 tahun lalu sudah dengan tampilan dengan wajah yang berbeda. Demikian di jelaskan Wali kota Parepare dalam sambutannya pada kegiatan penandatanganan Mou RS Regional HAH dan BPJS kesehatan Kamis (20/10/21) di Longge Habibie Rujab Wali kota Jl. Lasiming.

“Walaupun secara internal tidak sedikit kasus yang terjadi pada waktu itu sebelum dokter Renny menerima amanah sebagai direktur defisit pada waktu itu kurang lebih 24 M. tapi tidak membuat semangat saya bahwa kita ini pelayan masyarakat. sederhana password yang saya berikan ke manajemen rumah sakit. Saya ingin fungsi pelayanan di rumah sakit Andi Makkasau ibarat pasien dalam pelayanan perbankan. Saya mau prima pun saya paksa waktu itu bahwa kita akan melahirkan SIM (sistem informasi manajemen) pemikiran sederhana itu tapi faktual sehingga menjadi semangat untuk kita mencari solusi yang terbaik sekarang ada keluarga yang ke rumah sakit Andi Makkasau pasti pelayanannya Paripurna.” Kata Wali kota Berlatar Belakang Hukum.

Lanjut Anggota Dewan Penasehat Apeksi ini, inilah yang membuat dirinya berpikir realistis . realitas dengan kondisi seperti itu semangatnya tidak pernah padam rumah sakit umum Andi makasau terus dilengkapi dengan berbagai alat canggih untuk perawatan pasien sehingga tidak perlu lagi Jauh jauh ke makassar.

“Saat ini apa yang tidak ada pertama saya mau adakan CT Scan luar biasa perjuangannya. Terakhir hadir MRI tidak pernah lagi ke Makassar. Sekarang Dengan hadirnya MRI dan teknologi kedokteran maka tuntutan kita sekarang adalah SDM. di sini dokter ahli syaraf minim dan sebagainya kita juga hadirkan  tetleg tidak perlu lagi ke Makassar untuk memasang stent cincin apabila dapat serangan jantung. kita juga sudah hadirkan sistem radiologi dan lain-lain.” Ungkap Ketua Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel.

Monev Pembangunan Parepare Triwulan III, Dishub Progres Kinerja dan Keuangan Tertinggi

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Kinerja kegiatan pembangunan rata-rata Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau SKPD lingkup Pemkot Parepare sudah berada di atas angka 70 persen memasuki triwulan III 2021. Bahkan ada yang sudah menyentuh di atas angka 80 persen. Meski ada juga yang berada di bawah 70 persen.

Laporan Kepala Bappeda Kota Parepare, Samsuddin Taha dalam Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pembangunan Parepare Triwulan III Tahun 2021, di Auditorium BJ Habibie, Komplek Rumah Jabatan Wali Kota Parepare, Kamis, (28/10/21), menyebutkan Dinas Perhubungan (Dishub) Parepare tercatat sebagai SKPD dengan kinerja tertinggi dari 33 SKPD di Parepare.

Dishub Parepare pada triwulan III mencatatkan progres capaian kinerja fisik tertinggi yakni 84,66 persen. Disusul progres capaian kinerja fisik tertinggi kedua adalah Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Parepare, dengan angka 80,14 persen. Dan tertinggi ketiga, Satpol PP Parepare dengan progres 79,68 persen.

Dishub juga tercatat sebagai SKPD dengan progres realisasi keuangan tertinggi pada triwulan III yakni mencapai 79,9 persen. Kembali disusul Dinas PPKB tertinggi kedua dengan progres 79,21 persen. Serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan tertinggi ketiga dengan progres 76,52 persen.

Selain itu, Samsuddin Taha juga melaporkan SKPD dengan progres kinerja terendah. Yakni Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan dengan progres 68,8 persen, Dinas Kesehatan dengan progres 68,90 persen, dan Dinas Sosial dengan progres 68,94 persen.

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan juga tercatat sebagai SKPD dengan progres realisasi keuangan terendah yakni hanya 28,55 persen. Disusul Dinas Perdagangan dengan progres 31,71 persen, dan Dinas Sosial dengan progres 33,53 persen.

“Jadi berdasarkan uraian tersebut, maka dari 33 OPD yang ada, rata-rata persentase capaian kinerja untuk triwulan III per 28 Oktober sebesar 75,08 persen dan penyerapan anggaran 52,43 persen,” ungkap Samsuddin dalam laporan di hadapan Wali Kota Parepare Dr HM Taufan Pawe dan jajaran SKPD Pemkot Parepare.

Samsuddin mengemukakan, permasalahan umum yang menjadi kendala SKPD dalam pencapaian penyerapan anggaran kurang dari 75 persen yakni banyak kegiatan yang sedang dalam tahap pertanggung jawaban, dan kegiatan kegiatan yang sifatnya sosialisasi sementara sedang berjalan. Kegiatan-kegiatan ini sempat ditunda akibat kondisi daerah berada pada Level 4 penyebaran Covid-19.

Karena itu, Samsuddin meminta kepada para Kepala SKPD selaku Pengguna Anggaran untuk senantiasa melakukan percepatan pelaksanaan kegiatan pembangunan dalam rangka penyelesaian pekerjaan sesuai dengan waktu yang direncanakan pada kontrak masing-masing pekerjaan. “Kami minta Kepala SKPD untuk aktif melakukan pemantauan dan pengendalian terhadap pelaksanaan kegiatan pembangunan pada masing-masing SKPD yang dipimpinnya,” pinta Samsuddin. (*)

Kinerja SKPD Parepare sampai triwulan III per 28 Oktober 2021:

1. Dinas Pendidikan dengan capaian kinerja pembangunan 70,06 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 57,69 persen;

2. Dinas Kesehatan dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 68,90 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 48,77 persen;

3. Rumah Sakit Umum Andi Makkasau dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 77,14 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 63,55 persen,

4. Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang dengan capaian kinerja pembangunan hanya 70,06 persen dan realisasi penyerapan anggaran hanya 40,50 persen;

5. Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman Dan Pertanahan dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 68,80 persen dan realisasi penyerapan anggaran hanya 28,55 persen;

6. Satuan Polisi Pamong Praja dengan capaian kinerja pembangunan 79,68 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 69,89 persen;

7. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 77,26 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 76,52 persen;

8. Badan Penanggulangan Bencana Daerah dengan capaian kinerja pembangunan 76,64 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 66,44 persen;

9. Dinas Sosial dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 68,94 persen dan realisasi penyerapan anggaran hanya 33,53 persen;

10. Dinas Tenaga Kerja dengan capaian kinerja pembangunan 77,51 persen dan realisasi penyerapan anggaran hanya 53,16 persen;

11. Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 78,57 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 49,66 persen;

12. Dinas Ketahanan Pangan dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 77,13 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 64,97 persen;

13. Dinas Lingkungan Hidup dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 73,80 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 50,57 persen;

14. Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil dengan capaian kinerja pembangunan 72,35 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 53,93 persen;

15. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 80,14 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 79,21 persen;

16. Dinas Perhubungan dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 84,66 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 79,90 persen;

17. Dinas Komunikasi Dan Informatika dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 76,81 persen, dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 51,70 persen;

18. Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 70,05 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 59,54 persen;

19. Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 75,32 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 46,67 persen;

20. Dinas Perpustakaan dengan capaian kinerja pembangunan 74,04 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 67,90 persen;

21. Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan dengan capaian kinerja pembangunan hanya 75,00 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 43,73 persen,

22. Dinas Perdagangan dengan capaian kinerja pembangunan 70,80 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 31,71 persen;

23. Sekretariat Daerah Kota dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 73,06 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 58,91 persen;

24. Sekretariat DPRD dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 75,12 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 60,87 persen;

25. Inspektorat dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 76,15 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 66,26 persen;

26. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dengan capaian kinerja pembangunan 79,63 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 49,50 persen;

27. Badan Keuangan Daerah dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 77,21 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 43,71 persen;

28. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 78,37 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 45,63 persen;

29. Kecamatan Bacukiki dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 75,58 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 67,35 persen;

30. Kecamatan Bacukiki Barat dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 74,51 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 67,62 persen;

31. Kecamatan Soreang dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 77,14 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 70,51 persen;

32. Kecamatan Ujung dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 77,06 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 68,62 persen;

33. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 76,89 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 64,31 persen.

Kinerja Pembangunan Parepare Terus Meningkat, Triwulan III 2021 Progres Capai 75,08Persen

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM– Kinerja pembangunan Kota Parepare terus menunjukkan tren positif setiap tahunnya. Kinerja tahun ini hingga memasuki triwulan III lebih tinggi dibanding periode sama tahun lalu.

Buktinya, pada triwulan III tahun ini realisasi capaian kinerja kegiatan pembangunan Parepare per 28 Oktober 2021 sudah mencapai 75,08 persen.

Tahun lalu pada triwulan III, realisasi fisik capaian kinerja pembangunan hanya 71,04 persen. Demikian juga dengan penyerapan anggaran atau realisasi keuangan, lebih tinggi triwulan III tahun ini dibanding tahun lalu.

Tahun ini serapan anggaran hingga triwulan III sudah mencapai 52,43 persen. Tahun lalu pada triwulan III realisasi penyerapan keuangan baru di angka 45,69 persen.

Kepala Bappeda Parepare, Samsuddin Taha mengatakan, dari data-data itu terlihat bahwa realisasi fisik dan keuangan 2021 masih lebih tinggi dibanding realisasi fisik dan keuangan 2020.

“Kami juga laporkan bahwa terjadi peningkatan capaian kinerja fisik sebesar 21,66 persen pada triwulan III, jika dibandingkan capaian triwulan II yang realisasi fisiknya 53,42 persen. Dan juga terjadi peningkatan realisasi keuangan sebesar 22,30 persen pada triwulan III, jika dibandingkan realisasi keuangan pada triwulan II 30,13 persen,” ungkap Samsuddin Taha dalam laporan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pembangunan Triwulan III di Auditorium BJ Habibie, Komplek Rumah Jabatan Wali Kota Parepare, Kamis, (28/10/21).

Monev dihadiri langsung Wali Kota Parepare Dr HM Taufan Pawe, Inspektur Kota Parepare HM Husni Syam, Asisten, para Kepala SKPD, Camat, dan Lurah lingkup Pemkot Parepare.

Secara umum, Samsuddin Taha memaparkan bahwa belanja dalam APBD Parepare pada triwulan III hingga Oktober tahun anggaran 2021 senilai Rp1.009.205.071.281, untuk membiayai 161 program, 436 kegiatan dan 1390 sub kegiatan pembangunan Parepare yang tersebar di 33 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkot Parepare.

Penyerapan anggaran pada triwulan III Oktober tahun anggaran 2021 senilai Rp529.100.820.559, atau sama dengan 52,43 persen dari APBD Perubahan Parepare. Sedangkan realisasi capaian kinerja Kegiatan pembangunan tingkat kota pada triwulan III per 28 Oktober 2021 adalah sebesar 75,08 persen.

Samsuddin menekankan, rapat koordinasi Monev ini penting dilakukan untuk mengetahui progres pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan di Parepare yang dibiayai melalui dana DAU dan DAK, serta permasalahan-permasalahan apa saja yang menjadi kendala dalam pelaksanaannya. Rapat Monev ini merumuskan upaya antisipasi yang harus dilakukan untuk penyelesaian pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut.

Dalam Monev, Samsuddin juga melaporkan rekapitulasi pelaksanaan pengadaan barang dan jasa mulai Januari hingga 22 Oktober 2021. Di antaranya jumlah paket pekerjaan yang telah selesai diproses melalui Bagian Pengadaan Barang dan Jasa sebanyak 661 paket dengan nilai pagu Rp187.883.172.784. Itu dengan rincian pekerjaan kontruksi 166 paket senilai Rp163.908.216.074, pengadaan barang 294 paket senilai Rp12.313.316.419, jasa konsultansi 194 paket senilai Rp10.624.432.291, dan jasa lainnya 7 paket senilai Rp1.037.172.784. (*)

Kapolres Beri Ucapan Selamat Hari Jadi Pemuda Pancasil

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Kapolres Parepare Akbp Welly Abdillah Sik membuat ucapan selamat hari jadi untuk ormas Pemuda Pancasila (PP) yang jatuh pada tiap tanggal 28 oktober, sedangkan tahun ini pemuda pancasila berusia ke 62.

Ucapan yang di unggah di fanpage MPC Pemuda pancasila tersebut, Mantan kapolres Barru Sulsel ini kembali mengajak sejumlah kader Pemuda Pancasila untuk merawat dan menjaga Pancasila dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila pada kehidupan sehari-hari. Kamis (28/10/21).

“Pancasila selaku ideologi bangsa perlu kita rawat dan kita jaga merawat dan menjaga Pancasila dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila pada kehidupan sehari-hari. Pemuda Pancasila selaku ormas yang bersendikan Pancasila di usia yang ke 62 harus tetap bisa memastikan bahwa nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari saya selaku Kapolres Parepare mengucapkan dirgahayu ke-62 Pemuda Pancasila Pancasila abadi salam persisi.” Kata Kapolres.

Untuk perayaan puncak sendiri Majelis Pengurus Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Parepare, melaksanakan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemuda Pancasila yang ke 62 tahun, yang digelar di Hilal Poin Kota Parepare, yang dirangkaikan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Kamis 28 Oktober 2021.

Pada puncak pelaksanaan HUT tersebut, MPC Pemuda Pancasila Kota Parepare juga menyerahkan kartu keanggotaan kepada Wali Kota Parepare, Taufan Pawe sebagai Ketua Majelis Pembina Organisasi (MPO) Pemuda Pancasila Kota Parepare, dan Kapolres Kota Parepare AKBP Welly Abdillah, dengan menyerahkan cendera mata dan juga syal berlambangkan Pemuda Pancasila oleh Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Parepare, Fadly Agus Mante.

Pemkot Parepare Lakukan Penandatangan Kerjasama antara BPJS Kesehatan dengan RS dr. Hasri Ainun

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare melakukan penandatangan kerjasama antara BPJS Kesehatan dengan Rumah Sakit dr. Hasri Ainun Habibie tentang pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan bagi peserta program jaminan kesehatan.

Kegiatan yang digelar di Auditorium Bj Habibie dihadiri Wali Kota Parepare, Taufan Pawe, Ketua DPRD Nurhatina Tipu, Kepala BPJS Kesehatan, Plt Direktur RS dr HAH dan Sejumlah Kepala SKPD lingkup Pemkot Parepare.

Plt Direktur Rumah Sakit dr. Hasri Ainun Habibie Parepare dr. Mahyudin mengatakan, Rumah Sakit Ainun berusia satu setengah tahun Kamis (28/10/21). Tapi kini Rumah Sakit Hasri Ainun Habibie akan melakukan sebuah babak baru dimana akan bekerja sama dengan institusi yang menjadi penjamin kesehatan mayoritas pasien rumah sakit Ainun dalam pengembangan fungsi dan pelayanan sebagai rumah sakit.

“Insya’a Allah rumah sakit Hasri Ainun Habibie akan melakukan sebuah babak baru. Dimana akan bekerja sama dengan institusi yang menjadi penjamin kesehatan mayoritas pasien. mungkin Rumah sakit Ainun  kalau boleh dikatakan masih bayi tapi masih dalam pengembangan fungsi dan pelayanan sebagai rumah sakit akan terus berkelanjutan. penandatanganan MOU hari ini adalah sebenarnya melalui sebuah rangkaian yang lumayan panjang kami harus menandatangani dan harus melengkapi form kredinsialin di mana sekitar 260 item yang menjadi persyaratan diman setiap item di nilai dan berbobot.” Kata dr Mahyuddin.

Lanjut dr. Mahyuddin, dimana setiap item itu dinilai dan mengandung bobot-bobot inilah nanti akan dikumpulkan dengan 75 buah baru kemudian bisa melakukan kerjasama atau mendapatkan rekomendasi.

“Alhamdulillah mendapatkan poin 81,40 penilaian dari BPJS. Di dalam proses kerja sama ini juga kami harus menginput hampir 700 item alat-alat kesehatan yang nantinya bisa diharapkan berfungsi maksimal sebagai Rumah Sakit rujukan provinsi. bahkan ke depan kami berharap kami juga dalam proses menunggu legalisasi dari kementerian kesehatan sebagai Rumah Sakit rujukan. rumah sakit daerah hasilnya akan mengembangkan sistem smart hospital di mana di dalamnya kami harus melengkapi SIM RS sistem online di mana seluruh Indonesia bisa menginput bisa melihat alat-alat kesehatan apa saja yang ada di rumah sakit Ainun maupun ketenagaannya.” Jelas dr. Mahyuddin.

Wali kota Kembali Tegaskan Komitmen Melayani Masyarakat

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Wali kota Parepare Dr. HM., Taufan Pawe kembali menegaskan komitmenya dalam melayani kebutuhan masyarakat parepare dan sekitarnya. Wali kota 2 periode ini menegaskan masyarakat punya hak dasar di bidang kesehatan pendidikan sandang dan pangan itulah sebabnya untuk menghadirkan sebagai bukti nyata hak dasar masyarakat dalam hal kesehatan.

Hal tersebut diungkapkan TP saat memberi sambutan pada saat penandatangan Mou Antara BPJS Kesehatan Parepare dan RS dr. Hasri Ainun Habibie di Longge Habibie Rujab Wali kota Kamis (28/10/21) kegiatan yang juga di hadiri ketua DPRD kota Parepare Hj. Andi Nurhatina Tipu serta jajaran Forkopinda kota Parepare

“Salah satu hak masyarakat kalau kita melihat sistim tata kelola pemerintahan yang bersifat konkuren yaitu urusan wajib dan urusan pilihan. Urusan wajib itu masyarakat punya hak dasar di bidang kesehatan, pendidikan, sandang dan pangan. Itulah yang menyebabkan bagi saya bahwa untuk menghadirkan sebagai bukti nyata hak masyarakat, hak dasar masyarakat dalam hal kesehatan. bukannya saya tidak percaya dengan rumah sakit 2013 kami pada waktu itu itu kalau sudah BLUD/ BUMN tapi keluhan dimana-mana , Air Tidak ada.” Kata Taufan.

Lanjut Ketua DPD I Partai Golkar te sebut, dirinya kemudian mengelola keprihatinan itu dengan baik sehingga lahir call center 112. Dengan Call Center 112 ia ingin menjemput bola kepada masyarakat yang butuh pelayanan kesehatan 2014 sudah di hadir.

“2015 kami hadirkan lagi sistem Jumat peduli call center 112 yang punya dokter lengkap datang setiap hari Jumat peduli call center 112 menyisir warga masyarakat yang butuh sentuhan pelayanan kesehatan karena saya pikir siapa tahu ada warga yang butuh pelayanan tapi tidak punya uang ojek dan sebagainya. Alhamdulillah fungsi fungsi dan peran call center 112 sulit kita hitung penghargaan yang didapatkan dari kementerian kesehatan, Karena Kami Bawa hati kami, Kami bawa Komitmen kami” Tetang Wali kota

24 Inovasi SKPD Bersaing di Lomba Inovasi, Puslatbang KMP LAN RI: Bukti Parepare Tiada Henti Berinovasi

0

MAKASSAR, RADIOMESRA. COM — Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) se-Kota Parepare masing-masing menampilkan inovasi terbaiknya di ajang Lomba Inovasi Daerah Kota Parepare 2021.

Lomba yang diadakan Pemerintah Kota Parepare melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) ini berlangsung dua hari, Senin dan Selasa, 25-26 Oktober 2021 di Pusat Pelatihan dan Pengembangan dan Kajian Manajemen Pemerintahan (Puslatbang KMP) Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Makassar.

Lomba Inovasi dibuka langsung Wali Kota Parepare Dr HM Taufan Pawe. Hadir Kepala Puslatbang KMP LAN RI Makassar Dr Andi Taufik dan jajaran.

Dari Pemkot Parepare, hadir Wakil Wali Kota H Pangerang Rahim, Sekda H Iwan Asaad, Asisten, para Kepala SKPD, dan jajaran pejabat Pemkot Parepare.

Kepala Bappeda Parepare Samsuddin Taha diwakili Sekretaris Bappeda Parepare Zulkarnaen Nasrun dalam laporan mengungkapkan, ada 24 inovasi dari 10 SKPD dan 3 UPTD yang berkompetisi pada Lomba Inovasi tahun ini.

Rata-rata SKPD dan UPTD mengirim satu inovasi untuk dilombakan, kecuali Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Parepare yang mengirim 11 inovasi dan Dinas Kesehatan Parepare dua inovasi.

“Lomba Inovasi Kota Parepare Tahun 2021, dilaksanakan untuk lebih meningkatkan kemampuan aparat dalam menciptakan inovasi dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih optimal di Kota Parepare,” ungkap Zulkarnaen Nasrun dalam laporan.

Zulkarnaen mengemukakan, Lomba Inovasi ini bertujuan untuk mendorong semangat berinovasi dalam upaya peningkatan pelayan publik. Kemudian memacu dan memotivasi OPD/SKPD Pemkot Parepare untuk meningkatkan inovasi dan kreativitas sesuai dengan bentuk inovasi. Serta memberikan apresiasi dan penghargaan bagi para inovator.

Tahapan pelaksanaan lomba dimulai dari tahap presentasi dari masing-masing inovator dan selanjutnya akan dilakukan verifikasi lapangan.

“Semoga kegiatan ini memberikan hasil yang baik untuk peningkatan semangat inovasi Pemerintah Kota Parepare dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas,” harap Zulkarnaen.

Kepala Puslatbang KMP LAN Makassar, Andi Taufik mengapresiasi bahwa inovasi-inovasi yang disodorkan oleh setiap SKPD membuktikan bahwa inovasi tiada henti di Parepare.

Andi Taufik menilai, inovasi dari setiap SKPD itu bukti bahwa Wali Kota Parepare Taufan Pawe sudah menanamkan semangat inovasi kepada jajarannya. Inovasi ini berbanding lurus dengan kemajuan Parepare, dan peningkatan pelayanan publik.

“Sebelum Wali Kota dijabat oleh Pak TP (Taufan Pawe), Kota Parepare minim inovasi. Kita lihat sekarang setalah beliau (Taufan Pawe) memimpin, dari waktu ke waktu inovasi terus tumbuh dan ada di mana-mana,” tandas Andi Taufik.

Dalam kesempatan itu, Andi Taufik bersama Wakil Wali Kota Pangerang Rahim, Sekda Iwan Asaad, para Asisten, dan Kepala BKPSDMD Parepare Gustam Kasim meninjau proses presentasi Lomba Inovasi oleh setiap SKPD. (*)

Peserta Lomba Inovasi Pemkot Parepare

1. Satu Inovasi dari Sekretariat Daerah yaitu Bagian Kesra
2. Satu Inovasi dari RSUD Andi Makkasau
3. Satu Inovasi dari Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata
4. Satu Inovasi dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan
5. Satu Inovasi dari Dinas Pekerjaan Umum yaitu UPTD Penerangan Jalan Umum
6. Satu Inovasi dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
7. Satu Inovasi dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah
8. Satu Inovasi dari Kecamatan Bacukiki
9. Satu Inovasi dari UPTD SD Negeri 24
10. Satu Inovasi dari UPTD Puskesmas Lapadde
11. Satu Inovasi dari UPTD Puskesmas Lumpue
12. Dua Inovasi dari Dinas Kesehatan
13. Sebelas Inovasi dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Pemkot Fokus Kembangkan Ekonomi Kreatif

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Perbaikan ekonomi sebenarnya kalau di Parepare adalah ekonomi kreatif. Hal tersebut di pertegas Kabag ekonomi setdako Parepare Basuki Busrah pada kegiatan YBC yang di selenggaran KNPI kota Parepare belum lama ini.

“kita tidak punya sumber daya alam sebenarnya punya cuma mungkin tidak kelihatan. kita punya angin yang dimanfaatkan UPC PLTA Bayu kita punya garis pantai semuanya potensi pariwisatanya sangat kuat tetapi satu hal satu sisi yang paling penting adalah ekonomi kreatif makanya kami undang adik-adik TDA.” kata Basuki.

Lanjut Basuki kenapa bicara ekonomi kreatif pada saat yang sebenarnya ketika bicara soal bisnis soal usaha, karena juga bicara soal pengembangan diri. Dirinya melihat dari TDA atau Komunitas bisnis lainnya itu adalah pikiran positif kalau anak-anak muda sudah bisa di ajak berpikiran positif berarti masalah narkoba sudah selesai..

“Masalah pengangguran sudah selesai. kami di pemerintahan segmen yang paling Kami ingin tembak memang adalah segmen ekonomi kreatif kalau kita bicara ekonomi kreatif pasti kita bicara ke generasi yang muda -muda yang ada adalah anak muda yang kreatif dari pertumbuhan ekonomi di Parepare itu adalah ekonomi kreatif. sehingga semua rumusan  kebijakan dari pemerintahan itu ujung tombaknya ekonomi kreatif.” Jelas Basuki.

Dirinya mengakui sering bicara sama pada wali kota soal momen ini sekarang pejabat di pemerintahan yang naik dan sudah naik itu anak muda semua ini bukan tanpa diskusi ini melalui diskusi karena yang ingin di tembak pertumbuhan ekonomi dari sisi generasi anak-anak muda ini sangat serius.

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare