25.4 C
Pare-Pare
Minggu, Mei 31, 2026
spot_img
Beranda blog

Jadi Satu-satunya yang Kantongi Sertifikat Kemenkumham di Parepare, Ini Rahasia Eksistensi LKM Usaha Bersama Ujung Lare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Di tengah tumbangnya sejumlah Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) di berbagai daerah, LKM Usaha Bersama Kelurahan Ujung Lare justru menorehkan prestasi gemilang. Lembaga ini disinyalir menjadi satu-satunya LKM di Kota Parepare yang berhasil memperoleh sertifikat hukum resmi dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI.

Anggota LKM Usaha Bersama, M. Haruji Hafid, menceritakan bahwa perjalanan lembaga ini sangat panjang. Dibentuk pertama kali pada tahun 2008 di era Pemerintahan SBY-Boediono dengan nama PNPM Mandiri, lembaga ini sempat bertransformasi menjadi program “Kotaku” di bawah naungan Kementerian PUPR.

Namun, sejak tahun 2023, Kementerian PUPR tidak lagi menempatkan fasilitator pendamping untuk membina LKM di daerah. Kondisi ini sempat membuat banyak LKM vakum dan ambruk.

“Karena dalam tiga tahun terakhir tidak ada lagi fasilitator dari PU, kami berpikir untuk berinisiatif mengajukan legalitas organisasi ke Kesbangpol agar bebas bergerak. Namun, kami diarahkan langsung ke pusat, hingga akhirnya kini kita kemungkinan besar menjadi satu-satunya LKM di Parepare yang mendapat sertifikat hukum dari Kemenkumham,” ujar M. Haruji Hafid, Sabtu (30/05/26).

Saat ditanya mengenai resep utama LKM Usaha Bersama bisa tetap bertahan dan mengelola dana bergulir di saat lembaga lain gulung tikar, Haruji menegaskan bahwa kuncinya adalah kepercayaan masyarakat dan fleksibilitas.

Dana bantuan modal usaha yang disalurkan—meski nominalnya kecil sekitar Rp3 juta per nasabah—dikelola dengan sistem yang sangat fleksibel dan menyasar langsung para pelaku UMKM atau pedagang kecil.

“Faktor utama adalah kepercayaan masyarakat, walau bantuannya kecil tapi dana bergulir kita itu fleksibel. Selain itu, ada kecintaan masyarakat terhadap LKM, di mana para penjual atau pelaku UMKM jika butuh modal pasti larinya ke LKM. Di situlah kami hadir membantu,” tambahnya.

Terkait risiko kredit macet pada bantuan tanpa agunan ini, Haruji menjelaskan bahwa sembilan orang pengurus pimpinan kolektif terpilih memiliki tugas ketat untuk menyeleksi dan menilai rekam jejak (goodwill) serta perilaku setiap calon peminjam sebelum dana dicairkan.

Pemilihan Anggota LKM Usaha Bersama Ujung Lare Periode 2026-2030 Masuki Tahap Akhir, Sembilan Nama Terpilih Ditetapkan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Proses pemilihan anggota Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Usaha Bersama Kelurahan Ujung Lare periode 2026-2030 kini telah memasuki babak akhir. Pemilihan yang berlangsung secara bertahap ini berhasil menyaring sembilan nama dengan perolehan suara tertinggi untuk menjadi pengurus pimpinan kolektif.

Ketua Panitia Pelaksana Pemilu LKM Usaha Bersama Ujung Lare, Daniar Damis, menjelaskan bahwa proses penjaringan dilakukan secara berjenjang dari tingkat paling bawah.

“Mekanismenya bertahap. Pertama, pemilihan dilakukan di tingkat RT di mana masing-masing RT mengusulkan tiga nama. Setelah itu, nama-nama yang terjaring dipilah lagi di tingkat RW hingga terkumpul total 33 nama bakal calon yang bersedia,” ujar Daniar saat ditemui pada Sabtu (30/05/26).

Dari 33 nama bakal calon tersebut, proses pemungutan suara akhir dilakukan di tingkat kelurahan untuk memilih sembilan orang formatur. Sembilan nama dengan peringkat suara tertinggi inilah yang ditetapkan sebagai pimpinan kolektif LKM Usaha Bersama.

Daniar menambahkan, di dalam struktur LKM sebenarnya tidak menggunakan istilah kaku seperti ketua, sekretaris, atau bendahara secara personal, melainkan sistem kepemimpinan kolektif. Sembilan orang terpilih ini nantinya akan berkoordinasi untuk menentukan pembagian tugas, termasuk posisi sekretaris dan Unit Pengelola Keuangan (UPK).

“Strukturnya terdiri dari sembilan orang koordinator, di mana delapan orang sebagai pimpinan kolektif, satu orang sekretaris, dan di bawahnya ada unit-unit pengelola seperti UPK untuk simpan pinjam,” tambahnya.

Sebagai informasi, LKM Usaha Bersama ini menghimpun masyarakat dari 5 RW dan 15 RT di Kelurahan Ujung Lare. Sejak dibentuk pada tahun 2008 yang awalnya bernama PNPM, LKM ini berfokus pada tiga pilar utama: pengentasan kemiskinan, perbaikan infrastruktur, dan pemberian keterampilan bagi masyarakat.

Hingga tahun 2026 ini, dana bergulir yang dikelola oleh UPK LKM Usaha Bersama terus berkembang pesat dari modal awal Rp140 juta kini telah mencapai kisaran hampir Rp400 juta. Daniar berharap kepengurusan yang baru ini, yang mengombinasikan wajah lama dan baru, dapat membawa antusiasme tinggi untuk terus memandirikan masyarakat.

Awali Tahun 2026 dengan Kinerja Solid, Telkom Buktikan Komitmen Disiplin Operasional dan Eksekusi Transformasi

0

_● Pendapatan perseroan tumbuh 1,5% YoY menjadi Rp37,2 triliun._

_● Pendapatan Segmen B2C tumbuh 1,3% YoY, mobile ARPU meningkat 6,4% YoY._
_● Momentum transformasi pacu pertumbuhan di Segmen B2B Infrastructure._
_● Eksekusi transformasi berjalan sesuai rencana dan prioritas strategis._

JAKARTA, RADIOMESRA. COM – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengumumkan kinerja keuangan kuartal pertama tahun 2026 dengan mencatat pertumbuhan yang progresif pada sebagian segmen bisnis. Di tengah kondisi ketidakpastian makroekonomi, capaian ini mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menerapkan disiplin operasional seraya mengakselerasi eksekusi strategi transformasi TLKM 30.

Mengawali tiga bulan pertama 2026, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp37,2 triliun atau tumbuh 1,5% YoY. EBITDA tercatat sebesar Rp18,0 triliun dengan EBITDA margin pada 48,3%. Perseroan juga mencatat laba bersih sebesar Rp4,3 triliun dengan margin laba bersih pada 11,7%. Sedangkan untuk laba bersih yang dinormalisasi sebesar Rp5,1 triliun dengan margin laba bersih yang dinormalisasi 13,8%. Kontraksi pada laba bersih terutama dipengaruhi oleh dampak lanjutan dari percepatan depresiasi dan proses normalisasi bisnis selama fase transformasi. Namun demikian, tekanan ini bersifat transisional dan non-cash, sementara secara fundamental kinerja operasional tetap terjaga. Arus kas operasional perseroan juga tumbuh 3,1% YoY menjadi Rp17,3 triliun, didorong oleh implementasi program efisiensi TOTEX serta disiplin penagihan yang semakin baik.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan, Tahun ini, Telkom akan semakin gencar dalam mengakselerasi eksekusi strategi TLKM 30 demi menciptakan value yang optimal dan memastikan keberlangsungan perusahaan yang semakin solid ke depannya.

“Kinerja kuartal pertama tahun 2026 ini menjadi awal yang baik dan motivasi bagi TelkomGroup untuk dapat terus melakukan perbaikan secara bertahap guna memberikan pencapaian dan kontribusi terbaik bagi perusahaan, pelanggan, masyarakat dan negara.” kata Dian

*Mendorong Pertumbuhan Berkelanjutan di Tengah Perbaikan Pasar B2C*

*Pada segmen B2C (Mobile dan Fixed Broadband),* Telkomsel membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp27,6 triliun atau tumbuh 1,3% YoY, didorong oleh pendapatan bisnis digital. Payload data juga meningkat 2,3% YoY, didukung upaya perseroan memperkuat kualitas dan ekspansi jaringan melalui investasi yang disiplin dan berkelanjutan. Strategi dalam menerapkan disiplin harga, penyederhanaan produk, serta menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih baik berhasil mendorong pertumbuhan ARPU menjadi Rp45.100 atau naik 6,4% YoY. Hal ini mencerminkan inisiatif perbaikan pasar yang semakin sehat serta kondisi industri yang lebih stabil dan rasional. Telkomsel akan terus fokus menjaga ARPU melalui peningkatan produktivitas pelanggan dan inovasi layanan digital lifestyle yang selaras dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.

Dian menambahkan Dari sisi pasar, industri telekomunikasi masih prospektif karena konektivitas dan internet saat ini sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir pun kami melihat kebutuhan terhadap layanan internet terus tumbuh dan belum menunjukkan adanya tren penurunan. Kami optimistis untuk memperkuat ekosistem mobile dan fixed broadband secara berkelanjutan dengan tetap mengutamakan customer experience yang baik.

*Momentum Transformasi Pacu Pertumbuhan di Segmen B2B Infrastructure*

*Segmen B2B Infrastructure* menunjukkan kinerja positif dengan pendapatan sebesar Rp2,4 triliun atau tumbuh 6,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini ditopang oleh ekspansi berkelanjutan bisnis Fiber-to-the-Tower (FTTT).

Pada bisnis menara telekomunikasi dan FTTT yang digawangi oleh Mitratel, perseroan membukukan pendapatan Rp2,3 triliun atau tumbuh 1,4% YoY, dengan Tower Leasing dan Tower-Related Business tetap menjadi kontributor utama penopang stabilitas pendapatan. Berkat efektivitas pengelolaan biaya serta fundamental bisnis yang kuat, Mitratel berhasil menjaga EBITDA margin tetap stabil di 82,7%.

Sebagai upaya untuk terus menjadi pemimpin pasar menara telekomunikasi di Asia Tenggara, Mitratel juga memperkuat strategi portofolio pada aset fiber optic. Sepanjang periode kuartal pertama, Mitratel melakukan ekspansi sepanjang 1.080 km fiber optic yang menjadikan total kepemilikan mencapai 58.279 km. Strategi ekspansi berkelanjutan tersebut berhasil mendorong pertumbuhan bisnis FTTT yang cukup baik sekaligus memperkuat kapabilitas Mitratel sebagai Next-Gen Tower Company yang terintegrasi.

Pada bisnis data center, pendapatan diperoleh dari fasilitas data center dan colocation data center yang dimiliki oleh NeutraDC Group, serta fasilitas edge data center NeuCentrIX yang saat ini masih berada di bawah kendali operasional Telkom. Data center menjadi salah satu platform digital dengan permintaan yang terus meningkat seiring berkembangnya aktivitas pelaku industri digital. Melihat potensi tersebut, inisiatif konsolidasi akan menjadi langkah strategis untuk menjadikan NeutraDC pengelola keseluruhan aset data center secara lebih fokus. Pendekatan ini akan mampu membuka peluang perluasan layanan, monetisasi aset, serta pertumbuhan bisnis melalui kolaborasi dengan mitra strategis.

Pada unit Wholesale & International Service, pendapatan tercatat Rp2,8 triliun, dengan pertumbuhan layanan interkoneksi 18,9% QoQ berkat meningkatnya aktivitas international wholesale voice business.

*Selanjutnya, pada segmen B2B ICT,* perseroan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp3,1 triliun. Di tengah proses restrukturisasi yang sedang berlangsung pada segmen ini, aktivitas bisnis cenderung melandai seiring pendekatan yang lebih disiplin dan selektif dalam penjajakan kerja sama baru. Meskipun berdampak pada perlambatan jangka pendek, langkah restrukturisasi tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan untuk mendorong margin yang lebih sehat, menghilangkan tumpang tindih penawaran produk, serta memperkuat posisi kompetitif di pasar dalam jangka panjang.

*Eksekusi Transformasi Berjalan Sesuai Rencana dan Prioritas Strategis*

Pencapaian positif segmen B2C dan B2B Infrastructure Telkom pada periode ini tidak lepas dari keberhasilan transformasi dan percepatan eksekusi strategi TLKM 30. Realisasi belanja modal mencapai Rp4,9 triliun atau 13,2% dari pendapatan. Sebanyak 99% dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur di segmen inti B2C, B2B Infrastructure, dan International, serta sisanya untuk pengembangan platform digital secara disiplin. Efisiensi operasional terus diciptakan melalui inisiatif streamlining dan penataan portofolio bisnis berbasis HoldCo-OpCo, termasuk divestasi, merger, maupun likuidasi entitas non-core.

Salah satu progress streamlining yang berjalan adalah divestasi AdMedika Group kepada investor strategis dengan proses divestasi yang ditargetkan selesai pada akhir semester pertama 2026. Divestasi ini diharapkan dapat membuka peluang pertumbuhan dan inovasi bagi AdMedika Group serta menghadirkan kualitas layanan yang semakin baik untuk masyarakat Indonesia maupun kawasan Regional.

Di sisi unlock value, Telkom juga berada dalam fase persiapan pemisahan bisnis dan aset wholesale fiber connectivity tahap kedua kepada InfraNexia yang ditargetkan rampung pada kuartal ketiga tahun ini. Proses ini turut mempertimbangkan evaluasi terhadap prioritas inisiatif guna memastikan implementasi yang lebih optimal. Secara keseluruhan proses pemisahan berjalan sesuai rencana dan menjadi bagian dari strategi Telkom dalam mendorong pengelolaan aset fiber yang lebih tangkas dan efisien serta membuka peluang bisnis lebih luas ke depan.

Inisiatif tersebut sejalan dengan fokus transformasi Telkom dalam mendorong pertumbuhan melalui monetisasi aset dan infrastruktur ke pasar eksternal. Dengan penguatan di segmen B2B, khususnya InfraNexia yang diproyeksikan sebagai motor pertumbuhan baru, TelkomGroup dapat membuka peluang peningkatan pendapatan eksternal sekaligus memperkuat fundamental bisnis perusahaan. Saat ini kontribusi bisnis fiber masih berada di kisaran 15% dan ditargetkan meningkat menjadi sekitar 25% seiring optimalisasi utilisasi infrastruktur, penyelesaian transfer aset, dan operasional yang berjalan penuh. Telkom juga memperkuat bisnis B2B ICT dan International guna menangkap potensi kebutuhan industri yang terus berkembang di tengah pesatnya adopsi teknologi berbasis AI. Ke depan, langkah ini diharapkan dapat menciptakan komposisi pendapatan segmen B2C dan B2B TelkomGroup yang lebih seimbang.

“Tahun 2026 menjadi periode yang penuh peluang sekaligus tantangan bagi TelkomGroup. Karena itu, kami akan terus mempercepat eksekusi strategi transformasi TLKM 30 dengan tetap mengutamakan prinsip disiplin operasi untuk memperkuat keberlanjutan bisnis, menghadirkan layanan yang semakin inklusif, serta membangun ekosistem digital yang mampu menciptakan dampak lebih luas,” tutup Dian

*#ElevatingYourFuture*

Pertamina Pastikan Stok LPG 3 Kg di Parepare Aman Jelang Iduladha, Pasokan Ditambah 4,75%

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM– PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan pasokan LPG subsidi 3 kilogram untuk masyarakat Kota Parepare dalam kondisi aman dan terus diperkuat menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Langkah ini diambil guna mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat selama momentum hari besar tersebut.

Sebagai bentuk antisipasi, Pertamina telah menambah pasokan LPG 3 kg sebanyak 7.840 tabung. Jumlah tersebut setara dengan 4,75 persen dari total alokasi bulanan untuk Kota Parepare. Tambahan pasokan ini sudah mulai disalurkan sejak 25 Mei 2026 melalui agen dan pangkalan resmi.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menjelaskan bahwa operasional penyaluran LPG akan tetap berjalan normal meskipun pada hari H Iduladha dan masa libur bersama.

“Kami memprioritaskan penyaluran di beberapa wilayah, salah satunya Kecamatan Bacukiki Barat dan sekitarnya, untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan masyarakat di daerah yang mengalami peningkatan permintaan,” ujar Lilik, Jumat (29/5/2026).

Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean LPG di sejumlah pangkalan saat ini sudah mulai berangsur normal seiring dengan distribusi tambahan yang terus mengalir. Pertamina mengimbau masyarakat untuk membeli LPG 3 kg sesuai kebutuhan dan tidak melakukan aksi panic buying agar distribusi tetap merata dan tepat sasaran.

Masyarakat juga diharapkan membeli LPG di pangkalan resmi Pertamina untuk mendapatkan harga yang sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku. Jika menemukan kendala distribusi atau indikasi penyalahgunaan LPG bersubsidi, warga dapat langsung melaporkannya ke Pertamina Contact Center di nomor 135.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Melalui IT Bitung Dorong Kemandirian Kelompok Binaan Lewat Pelatihan Kreasi Dekorasi Acara

0

BITING, RADIOMESRA. COM – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Integrated Terminal (IT) Bitung terus memperkuat program pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan keterampilan kreatif bagi kelompok binaan Rumah Anak Pesisir (RASI). Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Usaha Kreatif Pengajar RASI: Kreasi Kerajinan Dekorasi Acara dan Pesta yang dilaksanakan di Aula Kantor Pertamina Patra Niaga IT Bitung. Jumat (29/05/26)

Kegiatan yang berlangsung selama enam jam ini diikuti oleh delapan pengajar Rumah Anak Pesisir dan menghadirkan dua pemateri dari jasa dekorasi Wyvonca, yakni Erny Pelafu dan Marchel. Pelatihan dirancang dalam konsep teori dan praktik agar peserta tidak hanya memahami dasar dekorasi, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan yang memiliki nilai ekonomis dan peluang usaha.

Peserta mendapatkan materi mulai dari pengenalan konsep estetika dekorasi, alat dan bahan, teknik penataan dan layouting, hingga praktik langsung membuat berbagai elemen dekorasi acara. Dalam sesi praktik, peserta dibimbing membuat dekorasi panel, gerbang balon, dekorasi dua layer, tulisan berbahan styrofoam, serta berbagai kreasi dekoratif lainnya yang dapat dikembangkan menjadi produk jasa maupun usaha mandiri.

Integrated Terminal Manager Bitung, Arman Prastiono, mengatakan bahwa penguatan kapasitas masyarakat perlu diarahkan pada keterampilan yang aplikatif dan relevan dengan peluang ekonomi di lingkungan sekitar.

“Pelatihan ini menjadi salah satu langkah untuk membuka ruang tumbuh bagi kelompok binaan agar memiliki keterampilan kreatif yang dapat dikembangkan menjadi usaha produktif dan berkelanjutan. Kami berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat memberi dampak ekonomi sekaligus memperkuat keberlanjutan program Rumah Anak Pesisir,” ujar Arman.

Sementara itu, Community Development Officer Pertamina Patra Niaga IT Bitung, Shafira Zulfa Ramadhani, menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari proses pemberdayaan masyarakat yang menekankan penguatan kapasitas individu dan kelompok binaan.

“Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga diharapkan mampu membangun pola pikir produktif, menumbuhkan keberanian untuk memulai usaha, serta memperkuat semangat kolaborasi secara kreatif di lingkungan kelompok binaan,” jelas Shafira.

Program pemberdayaan ini juga selaras dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 tentang Quality Education atau Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan kapasitas masyarakat, poin 8 mengenai Decent Work and Economic Growth atau Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penciptaan peluang usaha kreatif, poin 10 tentang Reduced Inequalities atau Berkurangnya Kesenjangan, serta poin 17 terkait Partnerships for the Goals melalui kolaborasi bersama berbagai pihak dalam mendukung pemberdayaan masyarakat.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan bahwa pemberdayaan masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan membuka ruang pengembangan keterampilan yang dapat memberikan dampak ekonomi nyata bagi kelompok binaan.

“Pertamina terus mendorong program pemberdayaan yang berorientasi pada peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu tumbuh lebih mandiri dan produktif. Melalui pelatihan ini, kami berharap lahir lebih banyak inisiatif usaha kreatif yang dapat berkembang dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar,” ujar Lilik.

Melalui kegiatan ini, Pertamina Patra Niaga IT Bitung berharap Rumah Anak Pesisir tidak hanya berkembang sebagai ruang pembinaan sosial dan pendidikan anak pesisir, tetapi juga menjadi wadah lahirnya pelaku usaha kreatif baru yang mampu menciptakan peluang ekonomi di lingkungan masyarakat.

Komisi I DPRD Parepare Minta Aturan Pemilihan Ketua LPMK Dipertegas untuk Hindari Konflik

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  — Ketua Komisi I DPRD Kota Parepare, Dr. H. Kamaluddin Kadir, menyoroti pentingnya kejelasan regulasi dalam proses pemilihan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK). Hal ini guna meminimalisasi potensi sengketa dan konflik di tengah masyarakat kelurahan.

Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Ujung Kota Parepare ini menjelaskan bahwa mekanisme pemilihan sebenarnya sudah diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 33 Tahun 2020, khususnya pada Pasal 14. Dalam aturan tersebut, pemilihan ketua LPMK wajib mengedepankan forum musyawarah kelurahan yang dihadiri oleh unsur-unsur seperti Lurah, Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan, Ketua RW, Ketua RT, hingga Ketua Karang Taruna.

“Semua unsur tersebut harus diundang. Forum musyawarah dinyatakan sah apabila dihadiri minimal dua per tiga dari jumlah undangan yang ada,” ujar Kamaluddin saat berbicara dalam program siaran Obras di Radio Mesra, Jumat (29/05/26).

Lebih lanjut, politisi senior ini menjabarkan jika kuorum tersebut tidak tercapai, Pasal 14 telah mengatur mekanisme penundaan (skorsing) waktu. Apabila setelah penundaan tetap tidak mencapai kesepakatan lewat musyawarah mufakat, barulah diperbolehkan melakukan upaya pemungutan suara atau voting.

Kamaluddin juga mengungkapkan bahwa pihaknya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) sebelumnya sudah mengingatkan pemerintah daerah terkait adanya salah satu calon yang dianggap tidak memenuhi persyaratan berdasarkan Pasal 13 Perwali tersebut. Komisi I bahkan telah menagih surat edaran yang diharapkan bisa menjadi panduan teknis yang lebih rinci.

“Kami sudah ingatkan dan menagih surat edaran tersebut. Kami ingin menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, yang ternyata sekarang justru banyak terjadi komplain di lapangan,” ketusnya.

Ia menilai, pemerintah daerah awalnya mengira konflik seperti ini tidak akan muncul, sehingga aturan teknis yang lebih detail belum sempat dibuat. Oleh karena itu, Komisi I juga telah mengundang bagian hukum untuk merumuskan aturan yang lebih rinci ke dalam Perwali agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

“Pemilihan LPMK, RT, maupun RW ini bukan ajang politik praktis. Kalau terjadi sengketa, tidak ada lembaga khusus tempat mengadu seperti halnya Pemilu yang memiliki KPU, Bawaslu, atau Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Makanya, aturan di Perwali harus selalu mengedepankan musyawarah mufakat dan dituangkan secara lebih rinci serta jelas sesuai regulasi yang ditetapkan,” pungkasnya.

Lapas Parepare Laksakan Wisuda Purnabakti Sekaligus Pelepasan Pindah Tugas Pegawai

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Parepare melaksanakan kegiatan Wisuda Purnabakti sekaligus pelepasan pegawai pindah tugas yang berlangsung penuh haru dan kekeluargaan. Jumat (29/05/26)

Dalam kegiatan tersebut, Bahri, S.Sos., M.H., resmi memasuki masa purnabakti setelah mengabdi selama 36 tahun sebagai Aparatur Sipil Negara di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Selain itu, kegiatan juga dirangkaikan dengan pelepasan Andi Abdillah, anggota regu pengamanan yang mendapatkan mutasi tugas ke Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Sengkang.

Acara dihadiri oleh seluruh jajaran pegawai Lapas Parepare, para purnabakti Lapas Parepare, serta ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Lapas Parepare yang turut memberikan dukungan dan penghormatan dalam momentum tersebut.

Suasana haru semakin terasa saat Mustafa, salah satu purnabakti Lapas Parepare yang telah memasuki masa pensiun sekitar 10 tahun lalu, menyampaikan ucapan terima kasih dan kenangannya terhadap Lapas Parepare.

“Saya sangat rindu suasana Lapas, tempat yang telah menjadi bagian dari perjalanan pengabdian dan keluarga bagi kami,” ungkapnya.

Selain itu, pesan dan kesan pegawai juga disampaikan oleh Abdul Rahman sebagai perwakilan pegawai Lapas Parepare. Dalam penyampaiannya, Abdul Rahman mengungkapkan rasa hormat dan terima kasih atas pengabdian serta keteladanan yang telah diberikan oleh Bahri selama bertugas. Ia juga menyampaikan bahwa sosok Bahri menjadi panutan bagi pegawai dalam menjalankan tugas dengan disiplin, tanggung jawab, dan penuh dedikasi.

Kepala Lapas Kelas IIA Parepare, Marten, Bc.IP., S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi serta pengabdian yang telah diberikan oleh Bahri maupun Andi Abdillah selama bertugas.

“Pengabdian bukan hanya tentang lamanya bekerja, tetapi tentang ketulusan dalam menjalankan amanah. Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi, loyalitas, dan kontribusi yang telah diberikan untuk Lapas Parepare. Semoga silaturahmi dan kebersamaan ini tetap terjaga,” ujar Kalapas.

Sementara itu, Bahri, S.Sos., M.H., dalam penyampaian pesan dan kesannya mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh keluarga besar Lapas Parepare atas kebersamaan selama menjalankan tugas.

“Saya merasa bangga pernah menjadi bagian dari Lapas Parepare. Banyak suka dan duka yang telah dilalui bersama, dan semua itu menjadi kenangan berharga yang tidak akan saya lupakan. Saya berharap Lapas Parepare terus maju dan tetap solid dalam menjalankan tugas,” ungkap Bahri dengan penuh haru.

Kegiatan ditutup dengan pemberian cenderamata, doa bersama, serta sesi foto bersama sebagai bentuk penghormatan dan kenang-kenangan atas pengabdian dan kebersamaan yang telah terjalin selama ini.

Gerindra Parepare Luruskan Isu Sapi Kurban Presiden Prabowo: Bantuan Kemasyarakatan, Bukan Atas Nama Pribadi

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Ketua Harian DPC Partai Gerindra Kota Parepare, Dr. H. Kamaluddin Kadir, memberikan klarifikasi terkait beredarnya foto sapi kurban bertuliskan nama “Prabowo” di media sosial. Hal ini disampaikan Kamaluddin saat merespons pertanyaan dari warga bernama Bang One dalam program obrolan radio (Obras) di Radio Mesra. Jumat (29/05/26).

Kamaluddin menegaskan bahwa bantuan sapi kurban dari Presiden Prabowo Subianto yang disalurkan ke masyarakat, termasuk di Kota Parepare, menggunakan skema bantuan kemasyarakatan.

“Kurban itu jumlahnya kalau tidak salah 1.098 (atau 1.080) ekor. Itu memang disalurkan melalui bantuan kemasyarakatan, bukan atas nama pribadi Bapak Prabowo,” ujar Kamaluddin.

Mengenai foto sapi kurban bertuliskan nama “Prabowo” yang sempat beredar, Kamaluddin meluruskan bahwa foto tersebut merupakan dokumentasi lama.

“Foto yang beredar dengan tulisan Prabowo itu adalah bantuan sapi pada tahun 2024, sebelum beliau menjadi Presiden, meski saat itu sudah terpilih. Kebiasaan Pak Prabowo memberikan kurban itu sudah dilakukan setiap tahun,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan bahwa mekanisme ini sama dengan yang dilakukan oleh presiden-presiden terdahulu, seperti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi). Sebagai bukti, spanduk yang terpasang di lokasi penyerahan kurban di Parepare pun bertuliskan “Bantuan Kemasyarakatan Kurban oleh Bapak Presiden,” tanpa mencantumkan nama pribadi.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya menyasar wilayah tertentu, bantuan kurban kali ini didistribusikan secara masif ke 514 kabupaten/kota dan puluhan provinsi di seluruh Indonesia, serta menyasar berbagai lembaga dan kelompok organisasi masyarakat. Pihak DPP Partai Gerindra juga menegaskan telah melakukan klarifikasi resmi untuk meluruskan kesalahpahaman informasi ini di masyarakat.

RPH Parepare Perketat SOP Pemotongan Hewan, Jamin Daging di Pasar Aman dan Halal

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan Kota Parepare menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas dan kehalalan daging yang beredar di masyarakat. Hal ini dilakukan melalui pengawasan ketat terhadap seluruh Standar Operasional Prosedur (SOP) pemotongan hewan di RPH. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala UPTD RPH, Rika Aprianti, dalam kegiatan “Ngopi Berjamaah” yang berlangsung pada Jumat (22/5/2026).

Menurut Rika, setiap hewan yang masuk ke RPH wajib melalui pemeriksaan kesehatan yang ketat. Proses ini dibuktikan dengan adanya Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) resmi yang dikeluarkan oleh dokter hewan.

“Untuk hewan yang masuk itu harus ada dokumennya, ada SKKH dari dokter hewan,” ujar Rika.

Selain dokumen kesehatan, RPH Parepare juga memastikan bahwa proses penyembelihan dilakukan sesuai dengan syariat Islam dan regulasi yang berlaku. Saat ini, RPH Parepare telah memiliki empat orang juru sembelih halal (Juleha) yang telah tersertifikasi resmi.

“Pemotongan itu harus ada sertifikat Juleha-nya, Juru Sembelih Halal. Jadi di Parepare ini sudah ada sekitar empat pemotong harian yang kami berikan sertifikat Juleha. Dua orang di antaranya dari dinas. Jadi wajib yang memotong itu harus bersertifikat Juleha,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rika menjelaskan bahwa pengawasan tidak berhenti pada proses penyembelihan saja. Dokter hewan di RPH akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, baik sebelum pemotongan (ante-mortem) maupun setelah pemotongan (post-mortem).

Setelah dipastikan sehat dan higienis, barulah daging, tulang, dan jeroan dipisahkan untuk didistribusikan ke pasar-pasar tradisional. Guna memberikan rasa aman bagi konsumen, daging yang berasal dari RPH akan diberi label khusus sebagai bukti bahwa produk tersebut telah melalui proses yang legal, sehat, dan halal.

“Kami ada label khusus untuk yang memotong di RPH, bahwa daging ini berasal dari pemotongan RPH yang sudah bersertifikat halal, baru didistribusikan ke pasar,” pungkas Rika.

Warga Parepare Pertanyakan Tambahan Kuota Gas Elpiji 3 Kg yang Dinilai Gaib

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Kelangkaan gas Elpiji tabung 3 kilogram (gas melon) di Kota Parepare kian meresahkan warga. Meski PT Pertamina (Persero) mengklaim telah melakukan extra dropping atau penyaluran tambahan, masyarakat di lapangan mengaku kesulitan menemukan pasokan gas tersebut di pangkalan.

Hal ini memicu gelombang protes dari warga, salah satunya dikeluhkan oleh Ibu Handayani, seorang ibu rumah tangga di lompoe Parepare. Dalam sebuah program gelar wicara (talkshow) bertajuk “Obras” di Radio Mesra, ia meluapkan kekesalannya terkait simpang siurnya informasi mengenai tambahan kuota gas tersebut.

“Katanya ada tambahan kuota dari Pertamina, tapi di mana tambahannya? Kami dari kemarin tidak pakai gas, terpaksa memasak pakai kayu bakar sampai anak-anak menangis karena asap,” keluh Handayani dengan nada kecewa saat menghubungi studio via telepon.

Ia menambahkan, keluhan serupa juga ramai diperbincangkan di berbagai grup media sosial masyarakat Parepare. Warga merasa klaim penambahan kuota oleh Pertamina tidak sesuai dengan realitas di lapangan. Saat dirinya mendatangi pangkalan terdekat, pihak pangkalan justru mengaku tidak menerima tambahan pasokan.

“Saya tanya ke pangkalan, mereka bilang tidak ada tambahan. Malah kuota di pangkalan dikurangi lima tabung. Jadi kami bingung, Pertamina ini bohong atau bagaimana? Tolong pertanggungjawabannya,” tegasnya.

Menanggapi keluhan tersebut, pihak Radio Mesra mengonfirmasi bahwa berdasarkan rilis resmi Pertamina, memang ada penyaluran ekstra sebanyak 406.000 tabung secara nasional, serta tambahan khusus untuk wilayah Sulawesi Selatan berkisar 205.000 tabung dengan extra dropping mencapai 135.000 tabung.

Meski demikian, masyarakat mendesak pihak Pertamina dan instansi terkait untuk memperketat pengawasan distribusi. Warga berharap pasokan gas Elpiji 3 kg dapat segera kembali normal agar mereka tidak perlu lagi kembali menggunakan cara tradisional seperti kayu bakar untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga.

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare