PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Kelangkaan gas Elpiji tabung 3 kilogram (gas melon) di Kota Parepare kian meresahkan warga. Meski PT Pertamina (Persero) mengklaim telah melakukan extra dropping atau penyaluran tambahan, masyarakat di lapangan mengaku kesulitan menemukan pasokan gas tersebut di pangkalan.
Hal ini memicu gelombang protes dari warga, salah satunya dikeluhkan oleh Ibu Handayani, seorang ibu rumah tangga di lompoe Parepare. Dalam sebuah program gelar wicara (talkshow) bertajuk “Obras” di Radio Mesra, ia meluapkan kekesalannya terkait simpang siurnya informasi mengenai tambahan kuota gas tersebut.
“Katanya ada tambahan kuota dari Pertamina, tapi di mana tambahannya? Kami dari kemarin tidak pakai gas, terpaksa memasak pakai kayu bakar sampai anak-anak menangis karena asap,” keluh Handayani dengan nada kecewa saat menghubungi studio via telepon.
Ia menambahkan, keluhan serupa juga ramai diperbincangkan di berbagai grup media sosial masyarakat Parepare. Warga merasa klaim penambahan kuota oleh Pertamina tidak sesuai dengan realitas di lapangan. Saat dirinya mendatangi pangkalan terdekat, pihak pangkalan justru mengaku tidak menerima tambahan pasokan.
“Saya tanya ke pangkalan, mereka bilang tidak ada tambahan. Malah kuota di pangkalan dikurangi lima tabung. Jadi kami bingung, Pertamina ini bohong atau bagaimana? Tolong pertanggungjawabannya,” tegasnya.
Menanggapi keluhan tersebut, pihak Radio Mesra mengonfirmasi bahwa berdasarkan rilis resmi Pertamina, memang ada penyaluran ekstra sebanyak 406.000 tabung secara nasional, serta tambahan khusus untuk wilayah Sulawesi Selatan berkisar 205.000 tabung dengan extra dropping mencapai 135.000 tabung.
Meski demikian, masyarakat mendesak pihak Pertamina dan instansi terkait untuk memperketat pengawasan distribusi. Warga berharap pasokan gas Elpiji 3 kg dapat segera kembali normal agar mereka tidak perlu lagi kembali menggunakan cara tradisional seperti kayu bakar untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga.




















