28 C
Pare-Pare
Sabtu, Oktober 24, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 777

Konsisten Perjuangkan Aspirasi Masyarakat, Warganet Puji Komitmen Koalisi Nasdem-Gerindra-PDIP di Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COMĀ  — Masyarakat Parepare memuji sikap komitmen koalisi tiga partai di DPRD. Yakni Partai Nasdem, Gerindra, dan PDIP.Ā Koalisi itu mencuat lewat aksinya memboikot rapat paripurna persetujuan laporan pertanggungjawaban (LPJ) APBD) 2020, Kamis (08/07/21).

Pujian masyarakat berdatangan lewat media sosial. Mereka mendukung aksi boikot yang dilakukan delapan legislator. “Kalau memang ada yang tidak benar, kenapa mau terima LPJ-nya. Saya jempol partai yang menolak,” tulis Amiruddin Tino di kolom komentar Facebook.

Sementara itu, salah seorang dengan nama akun Facebook Bustam Husain juga memuji perjuangan koalisi yang komitmen memboikot paripurna itu.Ā “Itu baru wakil rakyat jika ada ‘counter and balance’ dengan eksekutif. Jangan semua jadi yes man!,” ujarnya.

Atas komitmen delapan Legislator itu, Tak sedikit masyarakat yang menghaturkan doa. Salah satunya, Suaib Mansur lewat kolom komentar Facebook.Ā “Selamat menjalankan amanah rakyat pak. Semoga sehat dan bahagia selalu. Amiin,” tulisnya.

Salahsatu Warga Parepare, M Haris Syah menyampaikan kebanggaannya, sebab koalisi Nasdem-Gerindra-PDIP betul-betul memperjuangkan apa yang jadi aspirasi warga.Ā Penganggaran TPP bagi ASN, bantuan bahan pokok bagi warga terdampak Covid, bantuan modal bagi UMKM, hingga realisasi usulan musrenbang, semuanya sangat mewakili keinginan pelbagai lapisan masyarakat Parepare.

“Kita pasti mencatat dan mengingat wakil rakyat yang memperjuangkan semua ini. Juga tentu tidak akan lupa mereka yang mengkhianati suara kami. Termasuk suara kami untuk salah satu legislator PPP di Bacukiki, ” tegas mantan jurnalis FAJAR dan Tribun Timur ini.

Adapun 8 anggota DPRD tergabung dalam koalisi itu yakni Yasser Latief, Tasming Hamid, Asmawati, dan Suyuti dari fraksi Nasdem. Selanjutnya Kamaluddin Kadir, Yusuf Lapanna dan Andi Amir Mahmud dari Gerindra. Serta Legislator PDIP Apriyani Djamaluddin.

Sebelumnya Ketua Fraksi Nasdem DPRD Parepare Yasser Latief mengatakan, aksi boikot itu, kata dia, dipicu ketidakpuasan DPRD terhadap keengganan Walikota menganggarkan TPP bagi PNS, tak memprioritaskan bantuan Covid-19 untuk masyarakat, dan hasil musrenbang dan reses DPRD yang kurang diperhatikan.

Ranperda LPJ Wali kota Akhirnya Di Sahkan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Aksi Boikot Paripurna Laporan Pertanggungjawaban APBD Parepare tahun 2020 terhenti. Itu setelah tiga legislator keluar dari koalisi yang memboikot paripurna.

Setelah Legislator Perindo Hariani dan Hermanto dari Partai Hanura ikut paripurna, kini legislator Partai Bulan Bintang (PBB) Sudirman Tansi juga keluar dari koalisi sembilan anggota DPRD yang sempat memboikot paripurna LPJ APBD 2020.

Alhasil, rapat paripurna tersebut memenuhi syarat atau kuorum untuk dilanjutkan. Ketua DPRD kota Parepare A. Nurhatina Tipu pada Awak media usai rapat paripurna mengatakan rapat paripurna persetujuan bersama terhadap rancangan peraturan daerah dan pelaksanaan pertanggungjawaban APBD tahun anggaran 2020 ini sudah melalui beberapa tahapan

“Rapat paripurna yang dilaksanakan pada hari ini adalah rapat paripurna persetujuan bersama terhadap rancangan peraturan daerah dan pelaksanaan pertanggungjawaban APBD tahun anggaran 2020. ini sudah melalui beberapa tahapan yaitu pandangan umum fraksi, kemudian jawaban wali kota dan pendapat akhir fraksi. kemudian pada hari ini ditetapkan menjadi peraturan daerah. itu sudah diatur dalam UU no 23 bahwa setiap enam bulan setelah berakhir tahun anggaran itu harus dilaksanakan atau dibuat per tanggung jawaban pelaksanaan APBD yang ditetapkan dalam peraturan daerah setelah dilakukan audit oleh BPK perwakilan sulsel. jadi ini waktunya sudah tepat 6 bulan sudah ditetapkan berakhir tahun anggaran dan sudah di lakukan diaudit BPK.” Kata Mantan Camat bacukiki tersebut.

Hanya saja, sesaat rapat paripurna dibuka, Sudirman Tansi meninggalkan ruang rapat. Meski begitu, ia tetap menyetujui LPJ APBD Parepare itu untuk ditetapkan menjadi perda.

Terkait Idul Adha, Wali kota Belum Menentukan Kebijakan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Wali kota parepare Dr. HM., Taufan Pawe mengungkapkan jika tim Gugus dan OPD terkait sudah membahas kondisi menjelang idul Adha. Hal tersebut di ungkapkan Taufan pawe saat menjadi Nara Sumber Tunggal. Pada dialog khusus bersama Radio Mesra, Radio Peduli dan TV peduli Rabu (07/07/21).

“Kemarin kami sudah membahas dan kami belum mau bersikap. pada kesempatan ini saya ingin sampaikan menjelang pelaksanaan idul Adha percayalah kami tidak izinkan yang namanya takbir keliling. yang diizinkan itu takbir dalam ruangan itu pun tidak bisa lari 15 menit. yang kedua pelaksanaan idul Adha nanti mungkin H-3 atau H-2 baru saya memberikan sikap atau keputusan apakah bisa dilaksanakan di lapangan terbuka atau cukup di masjid dengan beberapa persyaratan.” KataTaufan

Lanjut ketua tim gugas penangan covid19 tersebut menjelaskan demikian pula dengan kelanjutan pelaksanaan idul Adha yaitu hari-hari tasyrik yaitu memotong kurban sedapat mungkin dilaksanakan dengan menggunakan fasilitas tempat pemotongan hewan tapi jika seandainya pelaksanaannya itu penyembelihan hewan qurban dilaksanakan di daerah terbuka itu mungkin tapi tidak boleh ada kerumunan.

“Dibentuk panitia untuk mengantar hewan-hewan qurban kepada masyarakat penerima qurban. jadi penting disampaikan kepada masyarakat agar mereka yang melakukan perenungan begitu pentingnya mengikuti aturan-aturan yang kami buat karena semua itu demi kemaslahatan demi kepentingan rakyat. Percayalah kondisi parepare saat ini sangat memprihatinkan mudah-mudahan perkembangan masyarakat yang terdampak covid 19 ini cukup sampai disini. dan beri kesempatan kepada nakes kami untuk menyembuhkan mereka yang terkonfirmasi baik yang dirawat maupun yang proses isolasi mandiri.” Terang Ketua DPD I Partai Golkar tersebut.

Pengurus DPD PKS Parepare Silaturahim Pemerintah Kota Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Pengurus DPD PKS Kota Parepare mengelar Silaturahim Pemerintah Kota Parepare di Ruang Rapat Kantor Wali kota rabu (07/07/21). Pertemuan tersebut juga dihadiri langsung oleh Bapak Wali kota DR. HM. Taufan Pawe SH. MH , Asisten 1 & 2, Kepada BKD, Kepala Bappeda, serta Kadis Pemuda dan Olahraga sekaligus PLT kadis Kominfo.

Ketua DPD PKS Muh. Samsir Husain Mengatakan pada tim liputan radiomesra.com beberapa program kerja DPD PKS Parepare seperti setiap hari Ahad itu mengadakan senam senam Nusantara.

“Kami juga sampaikan ke Walikota Parepare menyamikan langsung bahwa DPD PKS kota Parepare setiap hari Ahad itu mengadakan senam. senam Nusantara untuk bagaimana supaya masyarakat kita sehat bugar dan panjang usia dan juga sering kami juga membagikan suplemen multivitamin dapat pemeriksaan kesehatan agar badan kami dan juga masyarakat di kota Parepare yang selalu menggunakan taman mattirotasi yang selalu menggunakan untuk olahraga agar terbebas dari covid19. kami juga adalah bagian dalam pencegahan namanya covid-19 yang melanda negeri kita khususnya kota Parepare. semoga kedepan bebas dari covid dan kami mensuport walikota Parepare HM. Taufan Pawe sucses selalu dalam mengawal parepare lebih baik serta bebas dari covid19,” Terang Samsir.

Tambah Samsir Walikota Parepare Sebagai Pembina Partai Politik di Kota Parepare DPD PKS Kota Parepare, meminta arahan dan petunjuk sekaligus menyampaikan struktur dan kepengurusan baru serta hasil musyawarah kerja daerah (Rakerda) DPD PKS pada tanggal 04 Juli 2021 Hotel Pare Beach lalu.

Sehubungan dengan kondisi Kota Parepare kembali ke zona merah, maka silaturahim ini terbatas dan hadir dari perwakilan PKS yaitu, Ketua Muh.Samsir Husain, Sekum Muhammad Arsyad Anwar, Kabid BP3 Jusvari Genda, Kabid Humas Dedi Jumardin, Kabid Kepemudaan Andi Eqhy, Wakabid BPU. Hajji Mappaturung, Kabid Bidpuan Umi Aliya, Ketua Kajian dan Bayan DED PKS HM.Wandy Nawawi SE.

Paripurna LPJ APBD Parepare, 3 Legislator Memilih Tinggalkan Koalisi

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Aksi Boikot Paripurna Laporan Pertanggungjawaban APBD Parepare tahun 2020 terhenti. Itu setelah tiga legislator keluar dari koalisi yang memboikot paripurna.

Setelah Legislator Perindo Hariani dan Hermanto dari Partai Hanura ikut paripurna, kini legislator Partai Bulan Bintang (PBB) Sudirman Tansi juga keluar dari koalisi sembilan anggota DPRD yang sempat memboikot paripurna LPJ APBD 2020.

Alhasil, rapat paripurna tersebut memenuhi syarat atau kuorum untuk dilanjutkan.

Hanya saja, sesaat rapat paripurna dibuka, Sudirman Tansi meninggalkan ruang rapat. Meski begitu, ia tetap menyetujui LPJ APBD Parepare itu untuk ditetapkan menjadi perda.

“Saya ini diculik pagi-pagi. Jadi saya hadir disini. Saya mengatakan menyetujui terlebih dahulu. Saya mohon maaf karena harus meninggalkan ruang rapat ini,” ujar dia, Kamis (08/07/21).

Anggota DPRD Fraksi Gerindra Yusuf Lapanna menanggapi tiga legislator yang meninggalkan koalisi. “Biarkan masyarakat yang menilai. Partai kami tetap dan selalu memprioritaskan kepentingan masyarakat yang utama dalam penggunaan APBD,” ujar dia.

Legislator Nasdem Suyuti (SYT) yang ikut memboikot mengatakan dirinya bersama Partai Nasdem tak goyah. Sebab, kata dia, yang diperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Kepentingan masyarakat di atas segala-galanya. Itu yang kami perjuangkan di Nasdem bersama teman-teman,” ujarnya.

Koalisi yang solid memboikot tersisa 8 anggota DPRD. Yakni Yasser Latief, Tasming Hamid, Asmawati, dan Suyuti dari fraksi Nasdem. Selanjutnya Kamaluddin Kadir, Yusuf Lapanna dan Andi Amir Mahmud dari Gerindra. Serta Legislator PDIP Apriyani Djamaluddin.

Sementara itu, 17 anggota DPRD yang menghadiri rapat tersebut yakni dari fraksi Golkar Andi Nurhatina, Kaharuddin Kadir, Indriasari Husni, Suleman, dan Mulyadi.

Kemudian dari fraksi Demokrat, Rahmat Sjamsu Alam, Bambang Nasir, dan Yangsmid Rahman. Dari Partai Amanat Nasional (PAN), Ibrahim Suanda dan Musdalifah Pawe. Dua legislator PPP juga hadir, Namri Nasir dan Rudy Najamuddin.

Selanjutnya, hadir pula Legislator PKB Andi Fudail, Hermanto (Hanura), Hariani (Perindo), Satriya (PDIP) dan Sudirman Tansi (PBB).

Sebelumnya Ketua Fraksi Nasdem DPRD Parepare Yasser Latief mengatakan, aksi boikot itu, kata dia, dipicu ketidakpuasan DPRD terhadap abainya Walikota menganggarkan TPP.

“Ini merupakan kelalaian Pemkot untuk menyejahterakan warganya. Saat ini hanya Kota Parepare di Sulsel yg belum memberikan TPP. Di sisi lain uang makan minum bagi ASN juga sudah ditiadakan,” beber YL -sapaanya-, Rabu (07/07/21).

Selain itu, Yasser menilai kinerja Pemkot dalam penanganan Covid-19 sekadar seremonial belaka. Kata dia, tidak memprioritaskan kebutuhan masyarakat yang ekonomi sulit akibat pembatasan aktivitas.

“Padahal seharusnya masyarakat dibantu dengan kebutuhan pokok berupa sembako, sebagai kompensasi pelarangan beraktivitas. Juga bantuan modal kepada pelaku UMKM,” pinta YL.

Alasan ketiga, sambungnya, pihaknya menyayangkan aspirasi masyarakat dari reses dan musrenbang tak direspons dengan baik. Malahan memprioritaskan pembangunan fisik.

“Hasil musrenbang dan aspirasi masyarakat melalui reses anggota DPRD kurang diakomodir. Bahkan cenderung diabaikan,” pungkasnya.

Wali kota Siapkan Gelora Mandiri Pusat Isolasi Mandiri

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Mengantisipasi meningkatnya jumlah pasien isolasi mandiri sekaligus menjawab pertanyaan penelpon di program dialog khusus bersama wali kota dan radio mesra rabu (07/07/21) terkait kondisi terkini perkembangn penyebaran virus covid19, walikota parepare Dr., HM., Taufan Pawe SH., MH., berencana menggunakan Gedung olahraga (Gelora) Mandiri menjadi Pusat isolasi mandiri untuk kota parepare.

“saya ada ide di evaluasi oleh sekda wawali dan jajarannya. ide saya ini saya ingin menggunakan gedung olahraga kami untuk menjadi pusat Isolasi mandiri dengan mengoptimalisasikan sarana-sarana yang ada, hiburan hiburan yang ada agar semua pasien isman ini imumnya terjaga dengan baik karena suasana batinnnya terjaga di tempat itu Ini baru pemikiran saya mudah-mudahan dapat dikaji dan dilaksanakan.” Jelas Taufan

Lanjut ketua DPDI Golkar Sulsel tersebut, karena gedung olahraga bisa menampung kurang lebih 5000 orang kalau ada kegiatan olahraga kalau 100 atau 200 dan seterusnya di buatkan bilik dan disiapkan sarana.

“Kita Siapkan Sarana Ada televisi ada videotron ada mungkin karaoke dan sebagainya kita jamin makanannya. karena pasien ini hanya butuh 10 hari setelah 10 hari di anggap bisa terbebas dari penyebaran virus Corona ini. kami tidak pernah diam percayalah kami tidak pernah diam kamu tidak pernah tidak berpikir tidak pernah putus semangat untuk melindungi masyarakat saya.” Terang Politisi berlatar hukum tersebut.

Wali kota Berharap Lebih Banyak Lagi “Tangan Di Atas” Muncul di Kota Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Wali kota Parepare Dr. H., M Taufan Pawe Sah., MH., Membuka pestawira usaha parepare 2021 yang dilaksanakan oleh TDA Parepare di Balai Ainun. Wali kota mengaku Sangat senang dan bangga rasanya kepada para wirausaha muda yang pada kegiatan ini membawa misi gotong royong pemulihan ekonomi Kota Parepare. Rabu (07/07/21)

Menurut Wali kota dua periode ini, Pemerintah Kota Parepare tidak boleh menjadi “one man show” dalam misi ini, harus bersama-sama dengan seluruh sektor, siapa kerja apa dan siapa kerja bagaimana. Salah satu mitra strategis yaitu TDA Parepare. Maka dari itu dirinya telah memberikan instruksi kepada Bank Sulselbar untuk mempermudah pemberian Kredit Usaha Rakyat kepada pelaku-pelaku usaha, termasuk yang tergabung dalam TDA, dan alhamdulillah hal itu telah tertuang dalam MoU yang dilakukan pada pembukaan acara tersebut.

“Segala aktifitas aktifitas ekonomi dunia usaha kita disegala sektor pare-pare bisa menjadi wajah terdepan disulawesi selatan.” Jelas Taufan

Ketua DPD I Golkar tersebut berharap lebih banyak lagi “Tangan Di Atas” yang muncul di Kota ini, mengajak semua untuk berbergotong royong untuk membangkitkan ekonomi di Kota ini.

Talkshow Bersama Radio Mesra Wali kota Beberkan Kondisi Terkini Penanganan Covid19

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Pemkot Parepare kembali menggelar siaran bersama Radio Mesra, TV Peduli dan Radio Peduli yang juga di ikuti sejumlah OPD lewat Aplikasi Zoom dan juga di siarkan langsung oleh Radio Mesra Parepare Lewat Frekuensi 102’8 Mhz dan Juga Channel youtube Radio Mesra Parepare.

Dalam sambutan pembukanya, Taufan Pawe menjelaskan kondisi terkini kasus terkonfirmasi covid saat ini. Wali kota mengingatkan untuk mewaspadai apa yang terjadi pada saat sekarang ini di berbagai daerah apalagi dihantui dengan berita-berita bahwa virus Corona ini sudah ada penyebaran varian baru yang dikenal dengan delta.

“Di kota Parepare saat ini data up date hampir saya sampaikan bahwa sudah 112 yang positif terkonfirmasi virus Corona. Dari 112 ini ada 7 pasien yang dirawat di rumah sakit Andi Makkasau, 4 di rumah sakit Sumantri, dan 12 di rumah sakit Fatima. Ini artinya dari jumlah yang sementara dirawat di rumah sakit ini ini tentu kondisinya memprihatinkan dan ada 89 pasien dalam status isolasi mandiri. pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan bahwa kita tidak boleh menganggap remeh situasi dan keadaan ini.” KataTaufan

Taufan Lanjut menjelaskan jika dirinya sudah menanda tangami Surat edaran kemarin yang sesuai instruksi menteri. Lanjutnya Di era pengelolaan pemerintahan sekarang ini eksistensi otonomi daerah tidak boleh diabaikan dalam arti ada kearifan lokal yang harus di cermati parepare adalah kota jasa bisa dikatakan sebagai sebagian besar warganya bergerak di dunia usaha.

“Kiita tidak punya sumber daya alam. sangat minim sumber daya daya alam kami. tidak bisa diandalkan sebagai penopang untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. olehnya itu masyarakat silakan jalankan aktivitasnya Saya tidak melarang tapi saya hanya membatasi dan saya butuh partisipasi dunia usaha, perdagangan cafe, atau restoran, pedagang kaki lima, silakan. tetapi saya butuh dukungan dari saudara-saudara dalam kondisi ini tidak ada pilihan lain saya akan menggunakan kewenangan saya sebagai kepala daerah walikota dan tim gugus untuk menjalankan tata kelola penegakan covid 19 penanganan covid 19 di kota Parepare dengan tegasĀ  tanpa pandang bulu apabila ditemukan pelanggaran proses yang merugikan masyarakat umum kami akan ambil tindakan tegas tentu upaya ini amat identik dengan upaya-upaya sebelumnya dan pada akhirnya kita kembali pada zona hijau.” Jelasnya

Wali kota Lanjutkan PPKM, Aktivitas Ibadah dan Ekonomi Tetap Berjalan Tapi Di Batasi

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Wali kota Parepare Dr., HM. Taufan Pawe SH., MH., Mewakili Satgas Penanganan Covid-19 Kota Parepare, memohon maaf sekaligus mengimbau kepada masyarakat , agar kiranya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat khususnya pada tempat yang menimbulkan kerumunan seperti rumah makan, tempat perbelanjaan, dan warkop hanya sampai pada pukul 21.00 WITA, dilanjutkan layanan pesan-antar hingga pukul 22.00 WITA. Hal tersebut di tulisnya lewat Akun Media Sosialnya Rabu (07/07/21).

“Begitupun untuk kegiatan yang menggunakan media ruang di gedung dan sebagainya, hanya membatasi kapasitas ruangan sebanyak 25%. Dapat diterapkan metode hybrid (luring-daring), atau buka-tutup pintu masuk.” Tulis Anggota Dewan Penasehat APEKSI tersebut.

Lanjut Tulisnya, Tempat ibadah tetap dibuka. Dimohon kepada pengurus masjid, dan perangkat setempat, agar senantiasa mengawasi penegakan protokol kesehatan. Dimohon kepada jamaah agar tetap patuh, menjaga jarak, dan menggunakan masker.

“Kepada para petugas dilapangan, agar mengedepankan edukasi dan patroli yang humanis, sehingga tercipta rasa aman dan nyaman diantara kita. Mari gotong royong, berperan aktif dalam penegakan protokol kesehatan, kita halau bersama penyebaran Covid-19 di Kota Parepare. Semoga kita selalu dalam lindungan-Nya.” Jelasnya.

Dirinya juga mengajak warga parepare untuk tetap Jaga jarak’, pakai masker’, cuci tangan.

UPTD Parkir Siapkan Pelatihan Jukir Tahun depan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Kepala UPTD Parkir Dinas Perhubungan Kota Parepare Aryun Handayana kembali merespon keluhan pendengar obras terkait status Jalan Bau Massepe yang menjadi lahan parkir di sejumlah titik. Selasa (06/07/21).

“Terkait status jalan bau massepe ini status jalan ini adalah jalan nasional tapi mengingat kondisi lahan parkir kita kurang atau bahkan tidak ada, makanya kami Fungsikan di sekitar rumah ini makanya kami fungsikan sebagai lahan parkir tepi jalan umum dan untuk jukir yang Ibu tadi bilang kurang ajar Saya mau wakili Bu sebagai kepala pengelola perparkiran saya mohon maaf kalau ada tindakan dari jukir kami yang tidak mengenakkan.”: Kata Aryun.

Lanjut Aryun, UPTD parkir tetap akan terus melakukan pembinaan dan imbauan kepada para juru parkir dan merencanakan melakukan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan para jukir dalam melaksanakan tugasnya sebagai tukang parkir.

“Insya Allah kami terus mengimbau kepada jukir kami dan untuk tahun depan Bu akan adakan pelatihan kepada jukir kami. Dan memang yang selama ini belum pernah ada sentuhan-sentuhan pelatihan dan pembinaan kepada jukir kami. makanya tahun depan kami adakan pelatihan tersebut. dan untuk masalah pasar sumpang yang dikatakan ada jukir yang membawa pentungan mohon maaf Pak itu bukan jukir kami itu adalah pihak keamanan pasar yang terkadang membantu konsumen atau pembeli yang sedang menyeberang dari tempat parkir mau ke pasar itu kan ada pihak keamanan pasar yang membantu untuk menyebrang.”Terang Aryun.

Terkait masalah yang di belakang pasar, UPTD pasar sudah berulang kali menyampaikan untuk juga melakukan pelatihan terhadap jukir yang di Rencanakan pada tahun depan.

“Dan untuk belakang pasar lakessi kami berulang sudah sampaikan bahwa Insya Allah untuk teknis perparkiran yang dilakukan sendiri ini kami akan adakan pelatihan. karena memang selama ini untuk pembinaan kami lakukan secara face to face yang terkait pandemi ini Jadi kami belum bisa adakan pelatihan tahun ini. Insya Allah tahun depan akan kami adakan terima kasih banyak dengan keluhan dan masukan dari bapak ibu kami dari pengelola perparkiran akan berbenah dengan adanya laporan laporan dari masyarakat.” Tutup Aryun

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare