26.5 C
Pare-Pare
Selasa, Oktober 27, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 751

LAPEKOM Energi Baru Lahir Kembali

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – LSM Lembaga Pengkajian Edukasi Komunikas dan Masyarakat (LAPEKOM) Kembali hadir di tengah masyarakat. Hal Tersebut di tegaskan Ketua Umum LAPEKOM Zaid Zainal, S.Pd.,M.Pd.,Ph.D dan Pembina LAPEKOM sekaligus merupakan Eks Ketua LAPEKOM Dr. Parman Parid, MM. Saat mengikuti Bincang Heboh di Radio Suara Mesra Kota Parepare. Sabtu (09/20/21).

“Dua minggu lalu kami melakukan rapat kerja dan tema yang kami usung pertama Dan itu harapan kami ke depan adalah “energi baru mengawal pendidikan berkualitas di parepare”. energi baru maksudnya pengurus baru sendiri di samping pembina seperti Dr. Parman Parid profesor Siri Dangga dan lain-lain mereka punya komitmen rekor yang sampai sekarang masih bisa di banggakan.” Kata Dr. Zaid Zainal.

Lanjut Dr. Zaid, Mereka terpilih beberapa pengurus mereka dari nama energi baru karena disana bergabung orang-orang muda yang diambil di situ ada akademisi dan praktisi ada Doctor dari umpar dari IAIN dan lain-lain. Energi baru memberi warna baru dengan warna yang kekinian artinya mengikuti kondisi sekarang yang serba digital.

“Yang kedua mengenai pendidikan yang berkualitas kami pakai istilah mengawal karena disitu kita hanya mau mengkritisi kebijakan pemerintah dan kami berusaha mendampingi pemerintah untuk pendidikan yang berkualitas kami juga berusaha membuat action sendiri dalam rangka kualitas pendidikan. yang kami istilahkan mengkritisi apabila ada kebijakan kebijakan dari pemerintah atau stakeholder yang lain yang tidak mengarah ke peningkatan berkualitas pendidikan maka kami akan diskusikan dan akan merekomendasikan kepada yang berwenang. kalau masih belum lagi maka kami akan menuntut jalur lain.” Urai Dr. Zaid

Tambah Dr. Zaid, dari dulu LSM lapekom tidak pernah seperti LSM lain makanya mereka tidak memakai istilah lapekom saja karena mereka adalah LSM tidak pernah ada minta proyek atau semacamnya. kedepan Lapekom akan mencari Founding kegiatan pendampingan pendidikan kalau kebijakan pemerintah itu dalam bidang pendidikan berjalan lurus maka lapekom akan terus berjalan beriringan.

“Yang ketiga action artinya kami akan membuat kegiatan kegiatan yang bisa mendukung kualitas pendidikan. dan insya Allah dananya kita tidak ke pemerintah. implementasi tadi mengkritisi kami akan berdiskusi setiap ada masalah Kami punya halaman media sosial untuk masyarakat dan para guru siapapun boleh menyampaikan keluhannya. Hasil keluhan akan kami diskusikan. yang kedua Kami mau melaksanakan bimbingan kepada guru kepala sekolah tentu kami akan berusaha dari founding founding luar negeri supaya untuk melakukan pendamping pelatihan sendiri untuk peningkatan SDM guru.” Dr. Zaid

Tim Monitoring Bappeda Propinsi Ke kota Parepare Monitoring Evaluasi Kegiatan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Tim monitoring Bappeda propinsi Sulawesi Selatan turun ke kota Parepare dalam rangka monitoring evaluasi kegiatan-kegiatan yang didanai oleh APBN, DAK dan bantuan provinsi. Hal tersebut di katakan Kepala BKD H. Jamaluddin Achmad pada tim liputan radiomesra.com Jumat (08/10/21).

Lanjut H. Jamaluddin, Beberapa hal yang muncul bahwa ada beberapa yang ditanyakan oleh Bappeda provinsi terkait dengan dana DAK yang turun ke SMA, pihak SMA sampai sekarang ini belum ada konfirmasi dari provinsi terkait DAK yang dikelola oleh masing-masing SMA

“Saya berkesimpulan kalau sampai saat ini belum ada konfirmasi dari provinsi terkait DAK yang diterima oleh masing-masing SMA berarti menurut saya agak Sulit lagi bisa dikatakan bahwa DAK untuk pendidikan menengah itu bisa turun ke parepare. karena sampai triwulan keempat sedangkan kalau ada dialokasikan untuk kota Parepare pasti butuh proses harus ada kontrak dan sebagainya.” Kata H. Jamaluddin.

Kepala BKD Parepare ini menambahkan sedangkan untuk pengelolaan DAK dari pusat tanggal 21 Oktober harus masuk semua ke kas umum dan daerah atau masing-masing kesekolah, selanjutnya ada juga bantuan untuk mesjid ada beberapa mesjid yang ditanyakan, tetapi yang pasti mesjid attawaun yang ditonrangan itu kalau tidak salah dapat bantuan untuk tahun 2022 sekitar 150 juta karena tahun 2021 mereka mendapat bantuan 100 juta tetapi tidak diambil oleh pengurus masjid karena merasa anggaran yang di siapkan itu belum cukup untuk mendanai anggaran yang diperlukan.

“Untuk tahun 2021 ini sudah ada konfirmasi dari pengurus masjid bahwa untuk 2022 masjid attawaun dapat 150 juta. yang dievaluasi oleh tim provinsi adalah bantuan keuangan provinsi untuk kota Parepare. kami jelaskan bahwa untuk bantuan keuangan itu ada 10 M. yang terdiri dari dua kegiatan, yang pertama 9,850 M adalah pembangunan jalan suaka alam lestari sedangkan yang 150 jt adalah untuk stunting. kami Minggu lalu sudah mengirim surat pernyataan dan kwitansi untuk pencarian anggaran dimaksud.” Jelas H.Jamaluddin.

Mulai Senin 11 Oktober, SMP 2 Parepare Sudah PTM terbatas Dengan Prokes Ketat

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Beberapa sekolah SD dan SMP di Kota Parepare akan memulai pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas, Senin, 11 Oktober 2021.

Di antaranya UPTD SMPN 2 Parepare, SMPN 4 Parepare. Serta ada empat SD, di antaranya SDN 3 Parepare dan SDN 5 Parepare.

SMPN 2 Parepare yang menjadi pilot project atau percontohan PTM terbatas menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) ketat, mulai dari siswa masuk sekolah hingga pulang sekolah.

Kepala SMPN 2 Parepare, Dra Hj Sri Enyludfiah MPd mengatakan, berdasarkan hasil rapat pada 8 Oktober 2021 yang dipimpin Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parepare, PTM terbatas di SMPN 2 dimulai 11 Oktober 2021.

“Dalam PTM terbatas ini kapasita siswa yang masuk belajar tatap muka di kelas hanya 30 persen. Kami sudah siapkan SOP, yang menjadi panduan secara ketat. Kami persilakan siswa dan orang tua siswa melihat panduan itu di web resmi sekolah, klik link https: //sirekap.smpn2-parepare.sch.id/ptmt,” ungkap Sri Enyludfiah, Ahad, (10/10/21).

Berikut SOP PTM Terbatas di SMPN 2 Parepare:

SOP KEDATANGAN
Sebelum ke sekolah, peserta didik wajib sarapan di rumah masing-masing
Peserta didik datang diantar langsung oleh orang tua / wali masing-masing
Di pintu gerbang peserta didik diukur suhu tubuhnya.
Peserta didik mengucapkan salam dan menghormati guru yang menyambutnya dengan tangan bersedekap bukan dengan berjabat tangan.
Peserta didik diarahkan oleh guru piket ke kelas masing-masing.
Peserta didik menuju ke ruang kelas masing-masing, sebelum masuk siswa wajib mencuci tangan pada wastafel kelas yang sudah disediakan, setelah mencuci tangan siswa mengeringkan tangannya dengan menggunakan sapu tangan yang dibawa dari rumah
Peserta didik diarahkan untuk memasuki kelas oleh guru mata pelajaran yang mengajar di kelas tersebut.

Catatan:
Sebelum memulai pembelajaran guru Mapel masing-masing menyemprot ruangan dengan cairan disinfektan.

SOP PROSES PEMBELAJARAN
Peserta didik duduk pada kursi yang mejanya telah disekat
Pembelajaran dimulai pukul 08.00 Wita
Pembelajaran dilaksanakan selama 3 jam
a. Mata pelajaran I selama 2 x 45 menit
b. Mata pelajaran II selama 2 x 45 menit
Tidak dibolehkan melaksanakan pembelajaran berkelompok
Peserta didik tidak diperkenankan bertukar meja, tempat duduk dan meminjamkan alat tulis sesama teman di kelas.
Peserta didik yang izin ke toilet harus mencuci tangan di depan kelas setelah kembali ke kelas
Proses pembelajaran berakhir pukul 11.00 Wita
Selama berada di sekitar lingkungan Sekolah, Peserta didik dilarang jajan.
Peserta didik harus selalu memakai masker dan menjaga jarak.

Catatan:
Setelah selesai melakukan pembelajaran ruangan disemprot kembali dengan desinfektan

SOP KEPULANGAN
Peserta didik dipulangkan dengan cara bergilir.
Peserta didik dijemput oleh orang tua masing-masing di pintu kepulangan.

Pemkot-BPJS Ketenagakerjaan Parepare Kembali Berikan Santunan Jaminan Kematian kepada Pesertanya

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kota Parepare kembali memberikan santunan jaminan kematian kepada pesertanya.

Pemberian santunan ini diserahkan langsung Walikota Parepare HM Taufan Pawe yang didampingi Kepala BPJS Ketenaga Kerjaan, Arfiany dan Wakil Walikota Parepare H Pangerang Rahim, saat penyaluran Bantuan Perahu di Cempae Kecamatan Soreang, Jumat (08/10/21).

Kepala BPJS Ketenaga Kerjaan Parepare, Arfiany mengatakan pemberian santunan ini diberikan kepada ahli waris Hartono Dahlan Kelompok masyarakat pesisir Lumpue.

“Ini diserahkan santunan kematian kepada ahli waris Almarhum Bapak Hartono sebesar Rp 42 juta karena Almarhum telah terdaftar Menjadi peserta BPJS Ketenaga kerjaan dan telah terlindungi program masyarakat pesisir Kota Parepare,”Jelas Arfiany.

Kepesertaan ini lanjutnya telah dibiayai oleh APBD Kota Parepare, dan telah terdaftar sejak bulan Juli lalu.

Sementara Walikota Parepare HM Taufan Pawe mengatakan, bahwa asuransi bagi Tani dan Nelayan suatu pertanggungan dari Pemerintah Kota Parepare untuk melindungi peserta BPJS yang meninggal karen sakit. Lain juga apabila ada nelayan yang meninggal di laut atau kecelakaan di laut tetap disantuni oleh BPJS Ketenaga kerjaan,”tandas Walikota bergelar Doktor Hukum ini.

Sementara ahli Waris Istri Almarhum Hartono, Hasnadia mengucapkan terimakasih Kepada Pemerintah Kota yang telah mendaftarkan masyarakat pesisir untuk menjadi peserta BPJS Ketenaga Kerjaan.

“Terimakasih Pemerintah Kota Parepare dan BPJS Ketenaga Kerjaan. Santunan ini akan saya gunakan untuk Biaya Sekolah 3 anak saya. Saya sisihkan juga untuk usaha modal,”ucapnya.

140 Siswa MA Pontren DDI Ikut PEMIRA OSIM

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Sebanyak 140 Siswi Madrasah Aliyah (MA) Pondok Pesantren Darus Da’wah Wal-Irsyad (Pontren DDI) Ikut Pemilihan Raya Organisasi Siswa Intra Madrasah (PEMIRA OSIM) di Aula Pontren, Kamis (07/10/21).

PEMIRA OSIM tersebut layaknya pemilihan umum (Pemilu) yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) seperti memakai bilik suara serta memperlihatkan jumlah suara secara transparansi.

Selain itu, PEMIRA OSIM ini digelar tetap mematuhi protokol kesehatan seperti yang dikatakan oleh Kepala MA, Herfina, menyampaikan sebelum memasuki gedung Aula terlebih dahulu mengecek suhu tubuh, lalu cuci tangan, memakai masker serta jaga jarak.

“Kegiatan pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS pada madrasah Aliyah DDI lilbanat ini dipondok pasantren DDI ujung lare dilaksanakan sekali setahun dalam 1 periode anak-anak kita masa jabatannya dalam tenggang waktu 1 Tahun setiap selesai periodenya masa ada pergantian OSIS untuk selanjutnya seperti yang dilaksanakan hari ini adalah pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS masa bakti 2021-2022 kegiatan ini kita laksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan sebelum masuk ruangan ada pengatur suhu vuci tangan memakai masker dan jaga jarak.” Kata Herfina.

Pada pemilihan tersebut terdapat 3 pasang calon dan yang berhasil terpilih yaitu pasangan Andi Fatimah Azzahra dan Kirei Nur Anisa.

Pasangan Andi Fatimah Azzahra dan Kirei Nur Anisa berharap dengan terpilihnya sebagai Pengurus OSIM akan menjadi teladan bagi Madrasah khususnya di MA DDI Lil Banat Kota Parepare.

“Insya Allah pada kesempatan ini saya menyampaikan apa harapan kami sebagai ketua OSIS 2021-2022 untuk OSIS dan anggota OSIS bahwa kita akan menjadi kan OSIS sebagai teladan untuk para senior dan yunior bukan hanya osis kita akan menjadikan.. kita sebagai teladan kita menunjukkan kita bisa diteladani sebagai senior atau seleting kita yang bangga akan sopan santun sebagi visi kita yaitu menerapkan budaya 5 S, senyum sapa sopan santun dan dan salam.” Jelas Andi Fatimah

Parepos Siap Gelar FGD Kepelabuhanan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Pemerintah Kota Parepare bersama PT Pelindo IV yang diinisiasi oleh Harian Parepos akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait kepelabuhanan. FGD akan diisi oleh sejumlah narasumber kompeten diantaranya, Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe SH MH, Kapolres Parepare, AKBP Welly Abdillah SH SIK, GM Pelindo IV Kota Parepare, Sardi ST serta Komisaris PT Pelindo Jasa Maritim, Dr Sukriansyah S. Latief SH MH.

Direktur Harian Parepos di hubungi tim liputan radiomesra.com Kamis (07/10/21) mengatakan FGD ini di laksanakan dalam rangka memperingati 8 tahun pengabdian Wali kota Parepare Dr. HM. Taufan Pawe SH., MH., dan 3 tahun bersama dengan Drs H. Andi Pangeran Rahim

“FGD ini di laksanakan dalam rangka memperingati 8 tahun pengabdian bapak walikota Parepare dan 3 tahun bersama dengan bapak Drs H. Pangeran Rahim. kegiatan ini merupakan dalam bentuk diskusi yang insya Allah akan menghadirkan bapak wali kota Parepare Dr Taufan Pawe SH MH kemudian komisaris Pelindo yaitu Bapak Dr H Supriyansa Latif SH MH yang juga merupakan staf ahli dr wakil presiden bapak profesor Ma’ruf Amin. ” Kata Mappiar.

Lanjut H. Mappiar, FGD akan dilaksanakan pada tanggal 21 September 2021 diparepare. FGD ini sangat menarik di ikuti karena akan membahas berbagai langkah strategis dalam upaya meningkatkan perekonomian khususnya di kota Parepare dan program yang kini gencar dilaksanakan oleh PT pelindo.

“Dalam hal digitalisasi pelayanan kepelabuhanan serta pentingnya pelabuhan kita diparepare untuk mengelola peti kemas. ini semua akan akan kita bahas dalam FGD ini dan insya Allah para pembicara telah menyatakan kesiapannya untuk hadir. termasuk bapak kapolrers Parepare Bapak AKBP Willy Abdullah SH dan GM Pelindo kota Parepare bapak Sardi ST yang mudah dan sangat energik ini sangat sesuai dengan tantangan yang dihadapi dikota Parepare.” Tutup Mappiar.

Bappelitbangda Sulsel turun, Ini yang Di Sampaikan Bappeda

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Tim dari Pemerintah Provinsi Sulsel dalam hal ini Bappelitbangda Sulsel turun melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program dan Kegiatan Pembangunan Sulsel, APBN/PLHN, DAK, dan APBD Triwulan II dan Triwulan III TA 2021 di Kota Parepare.

Tim yang terdiri dari Aisyah, Henny A Rachim, Perencana Madya Bappelitbangda Sulsel, beserta anggota tim lainnya diterima Kepala Bappeda Kota Parepare Samsuddin Taha yang diwakili Sekretaris Bappeda Zulkarnaen Nasrun di Paputo Beach Parepare, Kamis, (07/10/21).

“Kemarin kami melaksanakan Pendampingan bersama dengan Bappeada provinsi yang secara langsung datang ke kota Parepare untuk melaksanakan monitoring dan evaluasi terkait penggunaan dan pemanfaatan dana APBD provinsi Sulawesi Selatan yang ada di parepare dan DAK provinsi yang ada dipare pare yang hadir pada acara tersebut berlangsung dari Tim monitoring dari yang hadir 2 orang dari perencana madya hadir dari SKPD yang diundang yaitu UPT dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi Sulawesi Selatan.” Kata Zulkarnaen.

Lanjut Sekertaris Bappeda tersebut, khusus untk SMK SMA yang hadir kepala sekolah SMA 3, 4 dan SMA 5 yang dimonitoring para penerima hibah bantuan sosial dari kesra bantuan mesjid yang dimonitoring juga sudah terlaksana atau belum begitu juga bantuan provinsi.

“Alhamdulillah pada tahun 2021 ini Pemkot Parepare menerima bantuan keuangan provinsi sebesar 10 M yang terdiri dari 2 kegiatan yaitu pembangunan jalan akses yang di jalur 2 tapi untuk tahun ini kita hanya 1jalur yang anggarannya 9 M lebih selebihnya itu 150 Jt untuk stunting selain diskusi tentang hal tersebut beberapa kendala yang disampaikan terkait pencarian keuangan disampaikan bahwa bantuan keuangan disampaikan oleh kepala BKD bahwa bantuan keuangan tersebut belum sesuai.” Jelas Zul.

Zulkarnaen menambahkan apa yang pemda parepare butuhkan karena sangat jauh dari apa yang diinginkan tapi sudah bersyukur sudah turun tahap awal mudah mudahan tahun 2022 akan ada lanjutan.

“Selanjutnya setelah rapat koordinasi dilakukan kunjungan lapangan melihat mesjid yang akan diberikan bantuan didaerah lumpue mesjid attaun dikunjungi juga adalah pembangunan jalan akses Alhamdulillah Sudah terlaksana walaupun baru 10% dari pembangunan fisiknya sudah dilihat dan dicatat terkait karena sampai sekarang belum juga cair bantuan provinsi sementara dalam proses.” Tutup Zulkarnaen.

Menuju Sulsel Bebas Korupsi, Wali Kota Parepare Support Aplikasi Lapor Korupsi

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe diwakili Plt Kepala Dinas Kominfo Parepare, Amarun Agung Hamka menghadiri launching aplikasi Lapor Korupsi yang dirangkai penanda tanganan perjanjian kerja sama proyek perubahan “Optimalisasi Pengawasan Tipikor Melalui Kebijakan dan Sistem Terintegrasi Menuju Provinsi Sulsel Bebas dari Korupsi”.

Kegiatan berlangsung di ruang Reskrim Polres Parepare, yang dibuka secara virtual oleh Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam, Kamis, (07/10/21). Hadir secara terbatas Forkopimda Parepare, Inspektur Kota Parepare, dan sejumlah pejabat Polres Parepare.

Aplikasi Lapor Korupsi ini merupakan proyek perubahan dari Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sulsel, Kombes Pol Widoni Fedri.

Hamka, sapaan akrab Plt Kadis Kominfo Parepare menyampaikan permohonan maaf oleh Wali Kota Parepare karena berhalangan mengikuti launching secara langsung.

Hamka mengungkapkan pesan dari Wali Kota bahwa Pemkot Parepare mengapresiasi dan bangga terhadap polisi yang menghadirkan inovasi baru yakni aplikasi Lapor Korupsi.

“Pemerintah Kota Parepare sangat mengapresiasi acara launching aplikasi Lapor Korupsi ini. Mohon maaf Bapak Wali Kota tidak sempat hadir secara langsung,” kata Hamka.

Hamka mengemukakan, hadirnya aplikasi Lapor Korupsi sebagai suatu bukti lembaga Kepolisian berkomitmen tinggi dalam upaya penguatan pemberantasan korupsi.

“Pemkot Parepare sangat mendukung. Itu sebagai komitmen kami mendukung lembaga Kepolisian dalam hal penguatan pencegahan tindak pidana korupsi,” ungkap Hamka.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam mengatakan, tingginya tindak pidana korupsi berdampak kepercayaan kepada aparat penegak hukum sehingga dibutuhkan perhatian khusus dalam memberikan pencegahan terhadap penangangan korupsi salah satunya melalui aplikasi ini.

“Kita telah melakukan beberapa langkah antisipasi seperti penyuluhan, kerja sama, lintas sektoral, dan penindakan hukum Tipikor namun korupsi di negara kita masih kerap terjadi,” kata Kapolda.

Karena itu, dia berharap melalui aplikasi ini yang merupakan pertama kali dibuat di jajaran Polda memberikan kontribusi dalam meminimalisir terjadinya korupsi dan bisa diikuti jajaran Polda se-Indonesia. (Hms/Propim)

Sulbar Studi Banding Terkait Kota Layak Anak ke Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Inovasi dan keberhasilan Kota Parepare pada beberapa sektor menarik banyak daerah lain bahkan hingga luar Provinsi Sulawesi Selatan untuk datang berguru.

Kini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) yang datang melakukan studi banding atau kaji banding terkait Kota Layak Anak (KLA). Keberhasilan Parepare menjadi KLA predikat Nindya menjadi alasan Pemprov Sulbar untuk mencontoh Parepare.

Rombongan Pemprov Sulbar dipimpin Kepala Dinas P3AP2KB Sulbar, Jamilah Haruna, bersama sejumlah SKPD Sulbar, SKPD Mamuju Tengah (Mateng), bahkan Ketua TP PKK Mateng diterima oleh jajaran Pemkot Parepare di Balai Ainun Habibie, Parepare, Jumat, (07/10/21).

Di antaranya yang menerima rombongan Pemprov Sulbar, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Parepare, Hj Andi Rusia, Sekretaris Bappeda Parepare, Zulkarnaen Nasrun yang mewakili Kepala Bappeda Samsuddin Taha, Kepala Dinas Kependudukan dan Capil Parepare Adi Hidayah Saputra, SKPD terkait lainnya, dan Forum Anak Kota Parepare.

“Kami datang berkoordinasi dan berkonsultasi terkait predikat Nindya Kota Layak Anak yang diraih Parepare, karena Provinsi Sulbar juga berharap bisa meraih predikat yang sama. Makanya perlu ada pembanding sehingga predikat itu bisa dicapai oleh Provinsi Sulbar,” ungkap Jamilah Haruna.

Dirinya berharapkan agar Pemerintah Kota Parepare dapat memberikan ilmunya tanpa ada yang ditutup tutupi.

Kepala DP3A Parepare, Andi Rusia mengemukakan, untuk mencapai KLA kategori Nindya diperlukan koordinasi kolaborasi yang terintegrasi pada semua stakeholder. Semua SKPD harus terlibat langsung.

“Hal terpenting, dibutuhkan kerja-kerja tim dan terintegrasi dari SKPD-SKPD, serta dukungan pimpinan daerah dalam hal ini Wali Kota untuk mewujudkan Kota Layak Anak. Inilah salah satu poin penting sehingga Kota Parepare bisa mencapai predikat Nindya,” papar Andi Rusia.

Senada dengan itu, Sekretaris Bappeda Parepare, Zulkarnaen mengungkapkan bahwa untuk memperoleh predikat Kota Layak Anak, setiap kegiatan harus ada payung hukumnya seperti Perda atau Perwali serta inovasi inovasi terkait keterlibatan anak.

“Di Parepare ini kita libatkan anak dalam pembangunan, seperti Musrenbang Anak dan kegiatan kegiatan lainnya yang melibatkan peran anak anak,” terang Zulkarnaen.

Zulkarnaen menjelaskan, KLA adalah kota dengan sistem pembangunan berbasis komitmen terhadap perlindungan dan pemenuhan hak anak terintegrasi.

Parepare pada 2017 dan 2018 dalam penilaian Kota Layak Anak meraih predikat Pratama, kemudian pada 2019 meraih predikat Madya, dan pada 2020 menjadi Nindya.

Komitmen Pemkot Parepare terhadap perlindungan dan pemenuhan hak anak terintegrasi diwujudkan dalam regulasi Perda Nomor 12 Tahun 2015 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak, Rancangan Perda Kota Layak Anak (KLA) dalam tahap Ranperda dan telah uji publik, serta adanya Perwali tentang Rencana Aksi Daerah (RAD) KLA 2020 sampai dengan 2023.

Kemudian menetapkan Klaster Kota Layak Anak yang meliputi Hak Sipil dan Kebebasan, Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif, Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan, Pemanfaatan Waktu Luang dan Pengasuhan Alternatif, dan Perlindungan Khusus.

Parepare juga melibatkan lembaga masyarakat di antaranya Tim Penggerak PKK dan Bhayangkari. Juga ada dukungan dari dunia usaha. Tidak kalah pentingnya dukungan media massa cetak, online, dan elektronik dalam menyebarluaskan informasi tentang KLA. Di samping itu, Parepare mengoptimalkan peran Forum Anak.

“Inovasi dari setiap SKPD juga mendukung Kota Layak Anak. Seperti inovasi Dinas Dukcapil bernama Adidaya. Inspirasi Sekolah Anak Pasar. Inovasi Kelas Ibu Hamil di Sekitar Pantai. Inovasi Ocday, Sehari Belajar di Luar Kelas. Dan inovasi Odha oleh Puskesmas Madising Na Mario,” tandas Zulkarnaen. (*)

Pemkot -Unhas Sosialisasi Tepung Telur Kaya Antioksida

0

PAREPARE, RADAIOMESRA. COM — Pemerintah Kota Parepare melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar memanfaatkan hasil-hasil penelitian.

Salah satunya penelitian produk telur menjadi tepung kaya antioksidan yang diseminasikan atau sosialisasikan di Balai Ainun Habibie Parepare, Senin, (04/10/21).

Produk tersebut merupakan hasil penelitian dari Unhas yang disosialisasikan ke beberapa SKPD di Parepare melalui Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Parepare.

Dosen Unhas yang menjadi narasumber, Dr Nahariah mengatakan, produk tersebut sebagai bahan pangan fungsional.

“Dan bisa menjadi lebih ekonomis dan efisien jika sudah menjadi industri. Hal ini diharapkan menjadi solusi ketika harga telur tengah berfluktuasi,” kata Nahariah.

Nahariah mengungkapkan, ada banyak manfaat dari tepung telur ini. Berbeda dari tepung pada umumnya. Telur bubuk tersebut mengandung antioksidan tinggi. Meskipun berubah bentuk dari telur menjadi tepung, namun tidak merubah fungsinya.

“Produk ini tentunya diharapkan agar bisa direalisasikan oleh peserta khususnya pada SKPD terkait yang telah mendapatkan informasi terkait bahan pangan fungsional ini,” harap Nahariah.

Peserta sosialisasi di antaranya Dinas Perdagangan (Disdag), Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan (PKP), Dinas Kesehatan, Tim Penggerak PKK, dan UMKM.

Kepala Bidang Litbang Bappeda Parepare, Andi Pangurisan Walinono mengemukakan, Bappeda melalui Bidang Litbang saat ini tengah melakukan kerja sama dengan kampus-kampus salah satunya Unhas untuk pemanfaatan hasil-hasil penelitian.

“Salah satunya kerja sama dengan Unhas untuk desiminasi bagaimana telur menjadi tepung untuk bahan pangan fungsional ini. Jadi kami terbuka bekerja sama dengan kampus-kampus untuk pemanfaatan hasil-hasil penelitian. Sehingga hasil penelitian itu bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, dan bahkan bisa bernilai ekonomis,” ungkap Pangurisan. (*)

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare