25.4 C
Pare-Pare
Minggu, Mei 31, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 633

Raih 3 Penghargaan Pasa HUT Fajar, TP Minta SKPD Jadikan Sebagai Motivasi

0

MAKASSAR, RADIOMESRA. COM –Pada Resepsi HUT ke-40 Harian Fajar yang digelar di Hotel Gammara, Kota Makassar, Sabtu malam, (30/10/21) Pemkot Parepare diganjar 3 penghargaan sekaligus. Atas Penghargaan tersebut lewat akun media sosialnya senin (01/11/21) Wali kota parepare menulis rasa sykur atas capaian tersebut

“Alhamdulillah pada acara resepsi HUT Harian Fajar yang ke- 40 tahun, Pemkot Parepare diganjar 3 penghargaan sekaligus yakni inovasi berdaya srikandi untuk srikandi, juara 1 lomba video pariwisata, serta pelajar SMAN 3 Parepare yang memenangkan lomba menulis untuk Gubernur Sulsel.”Tulis Wali kota berlatar belakang praktisi Hukum tersebut.

Lanjut tulis ketua DPD I Partai Golkar ini, ia menyampaikan jika Penghargaan ini menjadi cambuk agar seluruh OPD di lingkup Kota Parepare terus berinovasi dan memberikan yang terbaik untuk kesejahteraan masyarakat.

“Harian Fajar sendiri senantiasa menjadi mitra bagi Pemkot Parepare dalam menyebar luaskan informasi mengenai perkembangan Kota Parepare kepada masyarakat luas. Semoga kedepan, kerjasama ini tetap terjalin dengan baik. Aamiin.” Jelas Anggota Dewan Penasehat APEKSI Tersebut.

KNPI Siap Perjuangkan Potensi Besar Pemuda Pada Pemerintah

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Ketua KNPI Kota Parepare Muh. Ramdan menegaskan jika Kegiatan KNPI selama ini berjalan berdasarkan usulan dari para anggota itu merupakan ide pemikiran dari OKP yang terhimpun di KNPI. Tugas ketua KNPI itu tanda tangan stempel dan laksanakan kegiatan KNPI hanya mewadahi apa yang menjadi pemikiran OKP. Peryataan tersebut ditegaskan Ramdan pada program IBH sabtu (30/10/21).

Dialog IBH Sabtu tersebut merupakan edisi khusus dalam rangka Hari Sumpah Pemuda dengan tema “peran pemuda di era sekarang” dengan menghadirkan narasumber dari KNPI, Mappancas dan Pemuda Pancasila Kota parepare.

“Terkait dengan pembinaan kewirausahaan ini juga sebagai pengejawantahan amanat undang-undang kepemudaan. bahwa pembinaan wirausaha muda merupakan amanat dari undang-undang nomor 40 tentang pembinaan kepemudaan. Kami berjuang untuk meyakinkan Pemkot dalam hal ini digawangi oleh dinas Pemuda olahraga dan pariwisata. Kami sering sampaikan bahwa kepemudaan ini harus mendapat perhatian lebih besar karena disana ada olahraga dan pariwisata. Kami berusaha meyakinkan bahwa energi potensi Pemuda kota Parepare jangan dianggap remeh, tokoh besar ini banyak lahir di parepare dan mereka adalah kader yang perlu di siapkan. Kami tidak ragu menyampaikan ke pemerintah kota bapak walikota bahwa potensi Pemuda Parepare sangat besar untuk diperhatikan dorong dan beri ruang.” Kata Ramdan.

Lanjut Ramdan perjuangan KNPI dalam rangka mengakselerasi, mendinamisasi organisasi kepemudaan KNPI akan menjembatani apakah itu dari pemerintah atau OKP termasuk Brand Youth Competition itu dari di laporkan semua khususnya melalui kepala bagian ekonomi untuk diberikan program yang bersifat berkelanjutan bukan hanya bersifat kompetisi.

“Kami ada pendamping, Fasilitas modal usaha termasuk tempat untuk melakukan praktek itu sudah kita siapkan rancang ke situ. Kami tetap yakin pada idealisme Pemuda sebagai Pemuda Bugis ada satu peribahasa yang menginspirasi kami bahwa lele bulu tellele abiasan abiasangpa palelei artinya idealisme itu harus ditumbuhkan. berbicara pragmatisme itu sesuatu yang harus kita hadapi. untuk itu selagi muda kita mengharapkan OKP ini pemuda pancasila Pemuda Muhammadiyah dan yang lainnya mari kita maksimalkan potensi dan waktu untuk menyiapkan generasi generasi yang siap secara mental, intelektual, spiritual untuk memasuki era yang realistis.” Jelas Ramdan

Tambahnya, ia itu tetap optimis bahwa idealisme ini harus dirawat dibangun dijaga agar ketika menghadapi situasi bersifat kompleks, praktis sudah ada modal tidak terjerumus serta memiliki pemikiran-pemikiran jenius yang betul-betul lahir dari kepemudaan.

Aktivis LSM Temukan Banyak Beredar Tabung Tak Layak Pakai

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Indonesia Care (InCare), kembali menemukan banyaknya beredar di pangkalan pada wilayah Kota Parepare, tabung gas khususnya gas 3 Kg yang sudah layak untuk di perbaiki, namun tidak di perbaiki, Jumat (29/10/2021).

Hal tersebut di ungkapkan oleh Anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Indonesia Care (InCare), Ricki Kadafy saat tim liputan radiomesra.com sabtu (30/10/21) mengatakan, dari hasil pantauan mereka di lapangan, banyak di temukan gas 3 Kg yang sudah layak untuk di perbaiki, tetapi tidak di perbaiki oleh pihak pertamina. Seharusnya pihak pertamina harus jeli melihat kondisi tabung gas LPG 3 kg, untuk segera memperbaikinya.

Selain itu, Ricki Kadafy menambahkan, meminta pihak Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) PT Luwu Raya Petroleum, untuk turun mengecek kondisi gas LPG 3 Kg di setiap pangkalan yang berada di wilayah Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

“Dari hasil pantauan kami di lapangan banyak ditemukan tabung gas 3kg yang sudah layak untuk diperbaiki, tetapi tidak diperbaiki oleh pihak Pertamina. Seharusnya pihak Pertamina harus lebih jeli melihat kondisi tabung gas elpiji 3 kg untuk segera memperbaikinya. Kami meminta pihak SPBE PT Luwu Raya Petroleum untuk turun mengecek kondisi tabung gas elpiji 3 kg di setiap pangkalan yang ada di kota Parepare. kami mengkhawatirkan jika pihak SPBE beserta mitranya tidak aktif melakukan penarikan dan perbaikan terhadap tabung melon ini, jika suatu saat menimbulkan masalah di masyarakat akibat kondisi tabung yang tidak layak edar karena kondisi tidak layak pakai tetapi masih tetap digunakan oleh masyarakat.” Terang Ricky Kadafi

Lomba Inovasi Daerah Kota Parepare 2021 Masuki Babak 10 Besar

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Lomba Inovasi Daerah Kota Parepare Tahun 2021 sudah memasuki babak 10 besar. 24 inovasi dari 10 SKPD dan 3 UPTD Pemkot Parepare yang berkompetisi kini mengerucut menjadi 10 besar.

Tahapan 10 besar sudah dilalui yakni verifikasi lapangan langsung oleh tim penilai dari Pusat Pelatihan dan Pengembangan (Puslatbang) dan Kajian Manajemen Pemerintahan (KMP) Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Makassar.

Mewakili Kepala Bappeda Samsuddin Taha Sekertaris Bappeda Zulkarnaen Nasrun pada tim liputan radiomesra.com ahad (31/10/21) mengatakan lomba inovasi SKPD kota Parepare sudah berjalan sesuai dengan tahapan setelah sebelumnya secara resmi walikota Dr. HM., Taufan Pawe SH., MH telah membuka rangkain salah satu acara presentasi inovasi.

“Sekaitan dengan pelaksanaan lomba inovasi daerah kota Parepare tahun 2021 ini. Alhamdulillah sudah berjalan sesuai dengan tahapan dan tanggal 25 kemarin secara resmi bapak walikota telah membuka rangkaian salah satu acara presentasi inovasi yang dihadiri langsung oleh Puslatbang KMP LAN Makassar sebagai penilai dan beberapa timnya dan dihadiri oleh para inovator dan kepala SKPD yang ikut lomba inovasi pada tahun 2021.” Kata Zulkarnaen

Lanjut Zulkarnaen, ini adapun rangkaian pelaksanaan kegiatan presentasi dalam rangka inovasi ini terdiri dari dua tahap, yaitu tahap presentasi yang sudah dilakukan dimakasar kampus LAN, dan kemarin tahap kedua juga sudah dilaksanakan di parepare yaitu kunjungan langsung atau verifikasi lapangan langsung oleh tim penilai dan mendatangi semua inovator atau SKPD yang dimaksud yang masuk 10 besar.

“Alhamdulillah rangkaian dari lomba inovasi ini berjalan. Insya Allah hasil yang diharapkan bahwa lomba inovasi daerah menjadi terobosan penting dalam menciptakan inovasi yang akan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. dan Di harapkan juga inovasi ini akan menjadi budaya kerja yang terus ditumbuhkan, sistem kerja yang dilakukan harus terus diperbaharui untuk dapat memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.” Ungkap Zulkarnaen.

Zulkarnaen Menambahkan wali kota Pareoare dari awal sudah membangun pola pikir dan budaya kerja para ASN agar lebih inovatif. dan menjadi langkah awal bagi seluruh ASN dikota parepare untuk menggerakkan gerbong reformasi birokrasi di kota Parepare. dan Inovasi yang dilahirkan dari pelaksanaan lomba ini diharapkan mampu berbicara banyak di tingkat nasional sehingga nantinya Parepare akan menjadi kiblat inovasi di Indonesia.

“Dapat diwujudkan bila ada keseriusan dari semua aparat dan masyarakat kota Parepare. dan dukungan penuh dari Puslatbang KMP LAN dalam penguatan inovasi dikota parepare akan berharap selalu menjadi bersinergitas bekerjasama dengan pemkot parepare. Alhamdulillah beberapa inovasi yang menjadi penilaian dari LAN Makassar akan diumumkan nanti pemenangnya tanggal 8 direncanakan bersamaan dengan 8 tahun kepemimpinan Bapak wali kota dan 3 tahun bersama bapak Pangeran Rahim. Di harapkan juga bahwa inovasi yang yang diarahkan nanti merupakan inovasi-inovasi yang bisa langsung dimanfaatkan oleh SKPD untuk dirasakan masyarakat.” Jelas Zulkarnaen.

10 Besar Inovasi dalam Lomba Inovasi Daerah Kota Parepare 2021:

  1. Inovasi Mappadeceng (Melayani Penerbitan Dokumen Adminduk Secara Terintegrasi dan Membahagiakan) dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil)
  2. Inovasi Siap Menanti (Sistem Aplikasi Media Pelayanan dan Informasi) dari UPTD Penerangan Jalan Umum (PJU)
  3. Inovasi Pengaduan Dalam Genggaman (e- Pengaduan) dari Inspektorat
  4. Inovasi Semut Merah (Sehat Murah dengan Meramu Rempah) dari UPTD Puskesmas Lapadde
  5. Inovasi I’M Yours dari Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar)
  6. Inovasi Kamasutra (Kerjasama Sistem Pemanfaatan Data Kependudukan Terpadu) dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil)
  7. Inovasi Slogan 3R atau Sampah Olah dengan Reuse, Reduce dan Recycle (pemanfaatan sampah organik sisa-sisa sayur-sayuran dan buah-buahan para pedagang/penjual di Pasar Lakessi menjadi pupuk kompos) dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH)
  8. Inovasi Peduli PNS (Program Edukasi dan Layanan Administrasi Kepegawaian Pegawai Negeri Sipil) dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD)
  9. Inovasi Lancar HD (Layanan Antar Jemput Cuci Darah Pasien Hemodialisis) dari RSUD Andi Makkasau
  10. Inovasi Karampa Baca dari Kecamatan Bacukiki

Taufan Pawe Hadiri HUT Fajar, Kota Parepare Raih 3 Penghargaan Sekaligus

0

MAKASSAR, RADIOMESRA. COM  – Masyarakat Kota Parepare patut berbangga. Betapa tidak, Parepare meraih tiga penghargaan sekaligus pada Resepsi HUT ke-40 Harian Fajar yang digelar di Hotel Gammara, Kota Makassar, Sabtu malam, (30/10/21).

Penghargaan pertama diraih Wali Kota Parepare Taufan Pawe, atas Inovasi Berdaya Srikandi Untuk Srikandi yang diserahkan langsung Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Penghargaan kedua datang dari pelajar SMAN 3 Kota Parepare yang memenangkan lomba menulis untuk Gubernur Sulsel.

Namun yang paling patut dibanggakan, Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Parepare berhasil meraih juara satu lomba video pariwisata. Sementara juara dua diraih Kabupaten Wajo dan Kabupaten Sinjai juara tiga.

“Ini membuktikan Kota Parepare cukup diperhitungkan. Kemungkinan Parepare satu-satunya daerah dari 24 kabupaten meraih tiga penghargaan sekaligus,” kata Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Parepare, Amarun Agung Hamka.

Dirinya berharap, Harian Fajar yang memasuki usia empat dekade terus menjaga sinergitas dengan Pemkot Parepare yang selama ini telah memberikan kontribusi positif bagi pemerintah, masyarakat, dan pembangunan.

“Kita berharap Fajar tetap terus bekerjasama dengan pemerintah Kota Parepare, ikut serta dalam pembangunan Kota Parepare sebagai wajah terdepan Sulsel,” pungkasnya.

Wali Kota Parepare Taufan Pawe turut didampingi Asisten I Sitti Aminah Amin, Asisten II Suriani, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Budi Rusdi.

Fokus Sayangkan Narasumber Utama Diskusi Pendidikan LAPEKOM Tidak Hadir

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Dewan Penasehat LSM Fokus H. Andi Abd. Rahman Saleh menyesalkan banyaknya Narasumber Utama yang tidak bisa hadir pada dialog pendidikan yang di gekar LSM Lapekom di kafe lago’ta Kamis (28/20/21).Hal tersebut di ungkapkan Rahman Saleh pada program obras radio mesra jumat (29/10/21).

“Banyaknya narasumber yang semestinya hadir itu justru tidak hadir Saya kira ini suasana yang kurang baik bagi perkembangan kota Parepare karena pihak-pihak yang diharapkan menjalankan fungsinya memberikan pencerahan dan penjelasan kepada masyarakat itu justru mangkir dan pernah saya sarankan kepada lapekom waktu dialog dulu bahwa kalau diskusi kurang menarik karena itu tergantung pada wali kota mungkin juga kadis pendidikan dan tidak hadir dan PSDM tidak hadir itu mungkin kita bisa pahami karena kalau hadir pasti menjadi sasaran.” Kata Arsal Panggilan lainnya.

Menurut politisi PBB ini, karena yang menyebabkan begitu bukan mereka. banyak cara menyampaikan aspirasi bisa melalui diskusi dengan pendapat atau demonstrasi dinas pendidikan dan PKSDM.

“kami sayangkan tidak hadir Jadi kalau situasi seperti ini jangan salahkan kalau banyak aksi demonstrasi unjuk rasa karena sumbatan komunikasi itu sengaja diciptakan Saya kira kalau lapekom mau tetap eksis sampaikan protes ke pemerintah kota bahwa telah lalai dari tanggung jawabnya boleh dikatakan ini bentuk pelecehan hak-hak masyarakat hak-hak organisasi jangan kita berpangku tangan menghadapi apalagi yang dibahas masalah ijazah mengenai kepala sekolah yang PLT sampai demikian banyak bagaimana dampaknya ke siswa yang mau menandatangani ijazahnya di akhir pelajaran tentu tidak bisa mereka yang bertandatangan terlalu banyak yang dikorbankan kalau begini terus banyak fungsi pemerintahan yang terlalaikan jangan sampai sudah dibangun ini itu saya kira tugas pemerintah tidak sesempit itu kalau untuk membangun fisik seperti itu ya cukup kepala PU saja ini yang harus dipahami semua.

Dirinya berharap LSM fokus berupaya kembali karena banyak lagi masalah carut-marut dunia pendidikan pembelajaran tatap muka sampai hari ini juga tidak jelas LSM fokus sudah menyampaikan Hearing tapi tidak ada tanggapan sehingga ia berpandangan memang pemerintah kota ini tidak memberlakukan PTM diduga hanya ingin mensukseskan pembangunan covid center

RS HAH Penuhi Syarat Kerjasama Dengan BPJS Kesehatan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – BPJS Kesehatan kembali mendapatkan 1 penambahan rumah sakit rujukan yang akan bekerjasama dengan BPJS kesehatan. Hal tersebut di ungkapkan Kepala BPJS Kesehatan Natalia Pengelo setelah RS. dr HAH melakukan penandatanganan MoU dengan BPJS Kesehatan pada Kamis (28/10/21).

“Proses kerjasama ini membutuhkan waktu yang cukup panjang. mulai dari surat-menyurat yang dimulai di awal September kemudian koordinasi sampai dengan tanggal 13 Oktober atau 14 Oktober. Kemudian baru bisa diputuskan oleh tim kredensialing BPJS kesehatan baik kantor cabang Parepare dan tim predingsialin kedutian wilayah Sulawesi Selatan Sulawesi barat Sulawesi tenggara dan Ambon. Bahwa rumah sakit asri Ainun Habibie sudah memenuhi syarat untuk bekerjasama dengan BPJS kesehatan, prosesnya cukup panjang namun membuahkan hasil yang membahagiakan karena nilai minimal kredensialing secara nasional yang bisa bekerjasama dengan BPJS kesehatan sebetulnya adalah 75 poin dan untuk rumah sakit asri Ainun  mendapatkan poin sebanyak 81,4 poin, ” Jelas Natalia

Natalia Mengurai prosesnya berlangsung cukup panjang, karena dirinya ingin memastikan tim yang ada di BPJS kesehatan harus memastikan bahwa kerjasama ini benar-benar sesuai dengan regulasi yang ada. Jadi tidak ada regulasi yang tidak ada, sehingga Ini bisa memberikan pelayanan yang terbaik dan juga aman dari Sisi audit, baik itu audit dari di rumah sakit, di BPJS kesehatan dan audit Pemda.

“Kami tidak bisa memutuskan sendiri di kantor cabang ada beberapa hal yang harus kami diskusikan, dengan tim kedeputian wilayah dan pada akhirnya bisa dinyatakan bahwa sudah memenuhi kriteria. dan prosesnya cukup panjang tetapi di BPJS kesehatan sudah memiliki SLA (Servis Letter Agrement)  berapa lama proses predensialis itu berlangsung di rumah sakit jadi waktunya sama di seluruh Indonesia waktunya adalah Yang memiliki SLA adalah ketika rumah sakit sudah bisa mengakses aplikasi APIS Mulai memasukkan data datanya memasukkan permohonan sampai dengan data-data diisi maksimal 30 hari kalender dari pengajuan itu BPJS kesehatan harus menutuskan tanggapan terhadap pengajuan pihak suatu rumah sakit, Semoga ini kita bisa terapkan sebelum 30 hari, ” Terang Natalia.

Tp Ubah Wajah RSAM Semakin Paripurna

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Rumah sakit Andi Makkasau sekarang ini kurang lebih 5 sampai 6 tahun lalu sudah dengan tampilan dengan wajah yang berbeda. Demikian di jelaskan Wali kota Parepare dalam sambutannya pada kegiatan penandatanganan Mou RS Regional HAH dan BPJS kesehatan Kamis (20/10/21) di Longge Habibie Rujab Wali kota Jl. Lasiming.

“Walaupun secara internal tidak sedikit kasus yang terjadi pada waktu itu sebelum dokter Renny menerima amanah sebagai direktur defisit pada waktu itu kurang lebih 24 M. tapi tidak membuat semangat saya bahwa kita ini pelayan masyarakat. sederhana password yang saya berikan ke manajemen rumah sakit. Saya ingin fungsi pelayanan di rumah sakit Andi Makkasau ibarat pasien dalam pelayanan perbankan. Saya mau prima pun saya paksa waktu itu bahwa kita akan melahirkan SIM (sistem informasi manajemen) pemikiran sederhana itu tapi faktual sehingga menjadi semangat untuk kita mencari solusi yang terbaik sekarang ada keluarga yang ke rumah sakit Andi Makkasau pasti pelayanannya Paripurna.” Kata Wali kota Berlatar Belakang Hukum.

Lanjut Anggota Dewan Penasehat Apeksi ini, inilah yang membuat dirinya berpikir realistis . realitas dengan kondisi seperti itu semangatnya tidak pernah padam rumah sakit umum Andi makasau terus dilengkapi dengan berbagai alat canggih untuk perawatan pasien sehingga tidak perlu lagi Jauh jauh ke makassar.

“Saat ini apa yang tidak ada pertama saya mau adakan CT Scan luar biasa perjuangannya. Terakhir hadir MRI tidak pernah lagi ke Makassar. Sekarang Dengan hadirnya MRI dan teknologi kedokteran maka tuntutan kita sekarang adalah SDM. di sini dokter ahli syaraf minim dan sebagainya kita juga hadirkan  tetleg tidak perlu lagi ke Makassar untuk memasang stent cincin apabila dapat serangan jantung. kita juga sudah hadirkan sistem radiologi dan lain-lain.” Ungkap Ketua Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel.

Monev Pembangunan Parepare Triwulan III, Dishub Progres Kinerja dan Keuangan Tertinggi

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Kinerja kegiatan pembangunan rata-rata Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau SKPD lingkup Pemkot Parepare sudah berada di atas angka 70 persen memasuki triwulan III 2021. Bahkan ada yang sudah menyentuh di atas angka 80 persen. Meski ada juga yang berada di bawah 70 persen.

Laporan Kepala Bappeda Kota Parepare, Samsuddin Taha dalam Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pembangunan Parepare Triwulan III Tahun 2021, di Auditorium BJ Habibie, Komplek Rumah Jabatan Wali Kota Parepare, Kamis, (28/10/21), menyebutkan Dinas Perhubungan (Dishub) Parepare tercatat sebagai SKPD dengan kinerja tertinggi dari 33 SKPD di Parepare.

Dishub Parepare pada triwulan III mencatatkan progres capaian kinerja fisik tertinggi yakni 84,66 persen. Disusul progres capaian kinerja fisik tertinggi kedua adalah Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Parepare, dengan angka 80,14 persen. Dan tertinggi ketiga, Satpol PP Parepare dengan progres 79,68 persen.

Dishub juga tercatat sebagai SKPD dengan progres realisasi keuangan tertinggi pada triwulan III yakni mencapai 79,9 persen. Kembali disusul Dinas PPKB tertinggi kedua dengan progres 79,21 persen. Serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan tertinggi ketiga dengan progres 76,52 persen.

Selain itu, Samsuddin Taha juga melaporkan SKPD dengan progres kinerja terendah. Yakni Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan dengan progres 68,8 persen, Dinas Kesehatan dengan progres 68,90 persen, dan Dinas Sosial dengan progres 68,94 persen.

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan juga tercatat sebagai SKPD dengan progres realisasi keuangan terendah yakni hanya 28,55 persen. Disusul Dinas Perdagangan dengan progres 31,71 persen, dan Dinas Sosial dengan progres 33,53 persen.

“Jadi berdasarkan uraian tersebut, maka dari 33 OPD yang ada, rata-rata persentase capaian kinerja untuk triwulan III per 28 Oktober sebesar 75,08 persen dan penyerapan anggaran 52,43 persen,” ungkap Samsuddin dalam laporan di hadapan Wali Kota Parepare Dr HM Taufan Pawe dan jajaran SKPD Pemkot Parepare.

Samsuddin mengemukakan, permasalahan umum yang menjadi kendala SKPD dalam pencapaian penyerapan anggaran kurang dari 75 persen yakni banyak kegiatan yang sedang dalam tahap pertanggung jawaban, dan kegiatan kegiatan yang sifatnya sosialisasi sementara sedang berjalan. Kegiatan-kegiatan ini sempat ditunda akibat kondisi daerah berada pada Level 4 penyebaran Covid-19.

Karena itu, Samsuddin meminta kepada para Kepala SKPD selaku Pengguna Anggaran untuk senantiasa melakukan percepatan pelaksanaan kegiatan pembangunan dalam rangka penyelesaian pekerjaan sesuai dengan waktu yang direncanakan pada kontrak masing-masing pekerjaan. “Kami minta Kepala SKPD untuk aktif melakukan pemantauan dan pengendalian terhadap pelaksanaan kegiatan pembangunan pada masing-masing SKPD yang dipimpinnya,” pinta Samsuddin. (*)

Kinerja SKPD Parepare sampai triwulan III per 28 Oktober 2021:

1. Dinas Pendidikan dengan capaian kinerja pembangunan 70,06 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 57,69 persen;

2. Dinas Kesehatan dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 68,90 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 48,77 persen;

3. Rumah Sakit Umum Andi Makkasau dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 77,14 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 63,55 persen,

4. Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang dengan capaian kinerja pembangunan hanya 70,06 persen dan realisasi penyerapan anggaran hanya 40,50 persen;

5. Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman Dan Pertanahan dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 68,80 persen dan realisasi penyerapan anggaran hanya 28,55 persen;

6. Satuan Polisi Pamong Praja dengan capaian kinerja pembangunan 79,68 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 69,89 persen;

7. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 77,26 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 76,52 persen;

8. Badan Penanggulangan Bencana Daerah dengan capaian kinerja pembangunan 76,64 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 66,44 persen;

9. Dinas Sosial dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 68,94 persen dan realisasi penyerapan anggaran hanya 33,53 persen;

10. Dinas Tenaga Kerja dengan capaian kinerja pembangunan 77,51 persen dan realisasi penyerapan anggaran hanya 53,16 persen;

11. Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 78,57 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 49,66 persen;

12. Dinas Ketahanan Pangan dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 77,13 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 64,97 persen;

13. Dinas Lingkungan Hidup dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 73,80 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 50,57 persen;

14. Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil dengan capaian kinerja pembangunan 72,35 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 53,93 persen;

15. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 80,14 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 79,21 persen;

16. Dinas Perhubungan dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 84,66 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 79,90 persen;

17. Dinas Komunikasi Dan Informatika dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 76,81 persen, dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 51,70 persen;

18. Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 70,05 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 59,54 persen;

19. Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 75,32 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 46,67 persen;

20. Dinas Perpustakaan dengan capaian kinerja pembangunan 74,04 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 67,90 persen;

21. Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan dengan capaian kinerja pembangunan hanya 75,00 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 43,73 persen,

22. Dinas Perdagangan dengan capaian kinerja pembangunan 70,80 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 31,71 persen;

23. Sekretariat Daerah Kota dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 73,06 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 58,91 persen;

24. Sekretariat DPRD dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 75,12 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 60,87 persen;

25. Inspektorat dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 76,15 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 66,26 persen;

26. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dengan capaian kinerja pembangunan 79,63 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 49,50 persen;

27. Badan Keuangan Daerah dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 77,21 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 43,71 persen;

28. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 78,37 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 45,63 persen;

29. Kecamatan Bacukiki dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 75,58 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 67,35 persen;

30. Kecamatan Bacukiki Barat dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 74,51 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 67,62 persen;

31. Kecamatan Soreang dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 77,14 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 70,51 persen;

32. Kecamatan Ujung dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 77,06 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 68,62 persen;

33. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dengan capaian kinerja pembangunan sebesar 76,89 persen dan realisasi penyerapan anggaran sebesar 64,31 persen.

Kinerja Pembangunan Parepare Terus Meningkat, Triwulan III 2021 Progres Capai 75,08Persen

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM– Kinerja pembangunan Kota Parepare terus menunjukkan tren positif setiap tahunnya. Kinerja tahun ini hingga memasuki triwulan III lebih tinggi dibanding periode sama tahun lalu.

Buktinya, pada triwulan III tahun ini realisasi capaian kinerja kegiatan pembangunan Parepare per 28 Oktober 2021 sudah mencapai 75,08 persen.

Tahun lalu pada triwulan III, realisasi fisik capaian kinerja pembangunan hanya 71,04 persen. Demikian juga dengan penyerapan anggaran atau realisasi keuangan, lebih tinggi triwulan III tahun ini dibanding tahun lalu.

Tahun ini serapan anggaran hingga triwulan III sudah mencapai 52,43 persen. Tahun lalu pada triwulan III realisasi penyerapan keuangan baru di angka 45,69 persen.

Kepala Bappeda Parepare, Samsuddin Taha mengatakan, dari data-data itu terlihat bahwa realisasi fisik dan keuangan 2021 masih lebih tinggi dibanding realisasi fisik dan keuangan 2020.

“Kami juga laporkan bahwa terjadi peningkatan capaian kinerja fisik sebesar 21,66 persen pada triwulan III, jika dibandingkan capaian triwulan II yang realisasi fisiknya 53,42 persen. Dan juga terjadi peningkatan realisasi keuangan sebesar 22,30 persen pada triwulan III, jika dibandingkan realisasi keuangan pada triwulan II 30,13 persen,” ungkap Samsuddin Taha dalam laporan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pembangunan Triwulan III di Auditorium BJ Habibie, Komplek Rumah Jabatan Wali Kota Parepare, Kamis, (28/10/21).

Monev dihadiri langsung Wali Kota Parepare Dr HM Taufan Pawe, Inspektur Kota Parepare HM Husni Syam, Asisten, para Kepala SKPD, Camat, dan Lurah lingkup Pemkot Parepare.

Secara umum, Samsuddin Taha memaparkan bahwa belanja dalam APBD Parepare pada triwulan III hingga Oktober tahun anggaran 2021 senilai Rp1.009.205.071.281, untuk membiayai 161 program, 436 kegiatan dan 1390 sub kegiatan pembangunan Parepare yang tersebar di 33 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkot Parepare.

Penyerapan anggaran pada triwulan III Oktober tahun anggaran 2021 senilai Rp529.100.820.559, atau sama dengan 52,43 persen dari APBD Perubahan Parepare. Sedangkan realisasi capaian kinerja Kegiatan pembangunan tingkat kota pada triwulan III per 28 Oktober 2021 adalah sebesar 75,08 persen.

Samsuddin menekankan, rapat koordinasi Monev ini penting dilakukan untuk mengetahui progres pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan di Parepare yang dibiayai melalui dana DAU dan DAK, serta permasalahan-permasalahan apa saja yang menjadi kendala dalam pelaksanaannya. Rapat Monev ini merumuskan upaya antisipasi yang harus dilakukan untuk penyelesaian pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut.

Dalam Monev, Samsuddin juga melaporkan rekapitulasi pelaksanaan pengadaan barang dan jasa mulai Januari hingga 22 Oktober 2021. Di antaranya jumlah paket pekerjaan yang telah selesai diproses melalui Bagian Pengadaan Barang dan Jasa sebanyak 661 paket dengan nilai pagu Rp187.883.172.784. Itu dengan rincian pekerjaan kontruksi 166 paket senilai Rp163.908.216.074, pengadaan barang 294 paket senilai Rp12.313.316.419, jasa konsultansi 194 paket senilai Rp10.624.432.291, dan jasa lainnya 7 paket senilai Rp1.037.172.784. (*)

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare