27.9 C
Pare-Pare
Minggu, November 1, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 632

Atalia Resmikan Rumah Belajar Batik Tasikmalaya

0

TASIKMALAYA, RADIOMESRA. COM — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Jawa Barat Atalia Praratya Kamil meresmikan Rumah Belajar Batik Tasikmalaya di Kelurahan Mulyasari, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Sabtu (20/08/22).

Rumah Belajar Batik Tasikmalaya didirikan lewat kolaborasi Dekranasda Jabar dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) dan Bank HSBC.

Di rumah ini sebanyak 3.200 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Tasikmalaya akan diberikan pengetahuan lengkap membatik yang dipandu oleh perajin batik kenamaan Komar selama satu tahun.

“Ini satu hal yang sangat kita tunggu karena kita tak ingin warisan budaya batik ini hilang karena tak ada regenerasi,” kata Atalia.

“Jadi warisan budaya batiknya lestari, kesejahteraan warga juga meningkat,” ucap Atalia.

Atalia, istri Gubernur Jawa Barat  Ridwan Kamil ini mengungkapkan pula, sebanyak 58.000 UMKM di Jabar terdampak pandemi COVID-19, dan di Kota Tasikmalaya tercatat 6.900 UMKM yang rata-rata sektor kerajinan dan fesyen pendapatannya menurun tajam.

Ia berharap, hadirnya Rumah Belajar Batik Tasikmalaya mampu mendongkrak perekonomian mereka bahkan bisa lebih meningkat.

“Mereka kita tingkatkan pengetahuannya, keterampilan membatiknya, hingga bagaimana pemasaran yang baik melalui digital untuk meningkatkan kesejahteraan sampai akhirnya terwujud kemandirian ekonomi,” tutur Atalia.

Rumah Belajar Batik Tasikmalaya lokasinya berada di pusat Kota Tasikmalaya, tepatnya di Jalan Perintis Kemerdekaan persis di samping Kerabat Store di komplek Lingkung Industri Kerajinan. Di rumah belajar batik ini terdapat ruangan untuk membuat pola batik, mencanting, menjahit, dan ruang belajar kewirausahaan.

“Ada ruang-ruang belajar yang sangat sesuai dengan kebutuhan, ruang membuat pola, mencanting, menjahit bahkan belajar kewirausahaan, bagaimana cara pemasaran baik langsung, maupun digital,” sebut Atalia.

Di rumah belajar batik ini juga terdapat area pengelolaan limbah batik, sehingga aspek lingkungan tetap terjaga.

“Di tempat ini juga diajari bagaimana mengelola limbahnya. Jadi tak hanya memikirkan karya dan keuntungan, tapi juga bagaimana dampaknya terhadap lingkungan yang harus tetap diperhatikan,” ujarnya.

Atalia berharap rumah belajar batik kerja sama dengan YCAB dan HSBC ini hadir di 27 kabupaten/ kota di Jabar karena potensi batik Jabar sangat tinggi terlihat dari ragam motif batik yang berbeda-beda di tiap wilayah.

“27 kabupaten/ kota mempunyai motif batik masing-masing, tapi sayangnya tak banyak yang memiliki kemampuan untuk membatiknya. Jadi saya harap rumah belajar batik ini hadir tak hanya di Tasikmakaya, tapi se-Jabar,” harap Atalia.

Rumah belajar batik ini juga rencananya akan menyasar warga disabilitas agar terwujud inklusivitas ekonomi dan pendidikan.

“Kita juga mau menjangkau masyarakat disabilitas ke depannya agar inklusif dan edukatif, serta menyejahterakan,” ujar Veronica.

Satgas TMMD ke-114 Kodim 1405/Parepare Sasar Sekolah, Ini Tujuannya…

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Satuan Tugas (Satgas) TMMD ke-114 Kodim 1405/Parepare menyasar sekolah-sekolah. Kali ini, Satgas TMMD ini menyasar pelajar SMA Negeri 5 Parepare dalam memberikan latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB), Jumat (19/08/202)

Satgas TMMD juga memberikan materi wawasan kebangsaan kepada siswa. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian TMMD ke-114 TA. 2022 Kodim 1405/Parepare yang dipusatkan di Kelurahan bumi harapan kecamatan bucukiki barat kota Parepare.

Letda Arh Aldy Sassena, S. Tr. (Han). Danton III Raimer A Yon Arhanud 16/SBC/3/Kostrad menyampaikan, latihan ini bertujuan untuk membentuk karakter para siswa-siswi agar lebih disiplin dan memupuk jiwa nasionalisme.

‘Kegiatan siang hari ini merupakan kegiatan TMMD TMMD ada dua yaitu sasaran fisik dan non fisik salah satu salah satunya non fisik yaitu kegiatan mengajarkan PBB pada siswa-siswi SMA 5 untuk kegiatannya ini mengajarkan PBB dasar contohnya sikap sempurna sikap istirahat penghormatan dan jalan di tempat.” Jelas Aldy.

Dalam kegiatan ini, Serda Pebrian dari berigif 11/BS memberi materi teori dan praktek peraturan baris berbaris serta wawasan kebangsaan dan kedisiplinan kepada pelajar.

Derap langkah yang tegas dan kompak akan sangat mempengaruhi jiwa dan semangat para pelajar untuk melaksanakan latihan, kekompakan mereka tercermin dari sikap disiplin dalam melaksanakan baris berbaris dan membentuk formasi.

Kemenag Gelar Rapat Mantapkan Persiapan Karnaval Merdeka Toleransi

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Parepare menggelar rapat pemantapan persiapan kegiatan Karnaval Merdeka Toleransi di Aula Kemenag Kota Parepare, Kamis (18/08/22).

Dalam rapat tersebut dijelaskan bahwa Karnaval Merdeka Toleransi mengusung tema yang telah ditetapkan oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan yaitu “Merdeka dalam Keberagaman, Toleran dalam Perbedaan”, yang akan digelar pada tanggal 20 Agustus 2022 di Alun-alun Kota Parepare.

Rapat dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Parepare, H. Fitriadi, Kepala Subbagian TU, para Kepala Seksi dan Penyelenggara pada Kantor Kemenag Parepare, Kepala KUA se-Kota Parepare, Kepala Madrasah se-Kota Parepare, Pengawas Madrasah, serta Panitia Penyelenggara.

Kepala Subbagian TU Kemenag Parepare Syaiful Mahsan menyampaikan jika kegiatan Karnaval Merdeka Toleransi merupakan rangakaian kegiatan dari program Pekan Merdeka Toleransi yang digelar oleh Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan.

“Kita telah melaksanakan rapat koordinasi terakhir pemantapan untuk pelaksanaan kegiatan karnaval merdeka toleransi yang dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan pekan merdeka toleransi yang dilaksanakan Kemenag provinsi Sulawesi Selatan. Beberapa kegiatan telah berjalan dengan baik termasuk kemah toleransi yang dilaksanakan oleh kanwil dipakatto gowa” Kata Syaiful

Lanjut Syaiful, untuk Parepare sendiri melaksanakan kegiatan karnaval merdeka toleransi kegiatan yang dipusatkan di Makassar untuk kegiatan karnaval ini dihadiri semua stakeholder keagamaan termasuk ormas keagamaan.

“Baik dari Islam, Kristen, Katolik, Budha dan Kongfucu. Kongfucu salah satu tim termasuk barongsai bagian dari umat kristen yang akan turun juga ada sekolah Fatima dan ini sangat diminati mudah-mudahan kegiatan ini bisa berjalan sesuai yang kita harapkan. Inti dari kegiatan ini bagaimana memupuk rasa toleransi yang tinggi, rasa kebersamaan untuk masyarakat kota Parepare sehingga toleransi bukan bagian suatu masalah tapi sebagai kekuatan mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat untuk umat beragama.” Terang Syaiful

Wali kota Ungkap Jasa Puang Tina Lewat Jl. Jendral Sudirman

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Wali kota Parepare DR. HM. Taufan Pawe SH., MH mengungkapkan Hj. Andi Nurhatina Tipu berjasa pada masyarakat kota Parepare banyak berpartisipasi dan pencapaian pembangunan di kota Parepare. Hal tersebut di sampaikannya saat melepas jenazah Ketua DPRD kota Parepare tersebut ketempat Peristirahatan terakhirnya, Jumat (19/08/22).

Bagaimana tidak, perempuan pertama yang jabat Ketua DPRD Parepare itu memiliki banyak jasa atas kemajuan Kota Parepare. Salah satunya Jalan Jendral Sudirman yang kini memiliki dua jalur.

“Almarhumah berjasa pada masyarakat kota Parepare banyak berpartisipasi dan pencapaian pembangunan di kota Parepare. Luar biasa amal jariyah bagi almarhumah Andi nurhatina tipu kita tidak akan merasakan jalan jendral Sudirman menjadi dua jalur, Saya tahu persis, kami mengalami kendala lebih 800 KK yang melakukan penolakan, Beliau sebagai kepala pemerintahan waktu itu tanpa mengenal lelah secara aktif mendekati masyarakat begitu pentingnya pembangunan dua jalur jalan jendral Sudirman.” Ungkap Taufan.

Lanjut Ketua DPD Golkar Sulsel ini, Dirinya menilai secara pribadi Hj. Nurhatina wanita yang tangguh Kokoh loyalitas yang tinggi kepada pimpinan selalu melaporkan kondisi perkembangan yang ada.

“Alhamdulillah akhirnya selesai dengan tuntas kita nikmati semua bukan hanya masyarakat Parepare tapi juga masyarakat Sulawesi Selatan yang melintas di jalan jalur 2 jendral Sudirman luar biasa. Di situlah saya berpikir beliau sebagai aparatur sipil negara sungguh punya jiwa patriotisme, nasionalisme beliau punya jiwa kemasyarakatan yang kuat tangguh. Saya berinisiasi memberi kesempatan memimpin Bacukiki ini sebagai camat. Saya punya pemikiran lebih lanjut lagi bahwa jiwa kemasyarakatan almarhumah ini tidak ada duanya. Karir politik almarhum sangat melenjit sebagai anggota DPRD yang baru, langsung saya mengusulkan dia sebagai ketua DPRD dan terbukti.” Jelas Taufan

Ketua Golkar Sulsel itu mengatakan, masyarakat Kota Parepare dan kader Golkar Sulsel sulit melepas sosok seperti Puang Tina. Dirinya menilai, Puang Tina perempuan tangguh, beretika, penyejuk, humoris dan tauladan bagi setiap orang.

Tangis Haru Taufan Pawe Melepas Almarhumah Ketua DPRD Parepare Puang Tina

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Wali Kota Parepare, Taufan Pawe (TP) tak kuasa menahan tangisnya saat melepas jenazah Ketua DPRD Kota Parepare Hj. Andi Nuhartina Tipu.

TP bertindak sebagai inspektur upacara pelepasan jenazah almarhumah di rumah duka, Jalan Arung Tarumpu Lumpue, Jumat, (19/08/22)

Dalam sambutannya, wali kota Parepare dua periode ini mengenang ketua DPRD dan juga politisi Golkar tersebut sebagai orang yang ceria humoris dan selalu menghargai sesama.

“Almarhumah Andi Nurhatina tipu adalah salah satu Putri terbaik bangsa kota Parepare kepergian almarhumah untuk selama-lamanya meninggalkan rasa duka yang mendalam bukan hanya kepada keluarga tapi masyarakat kota Parepare almarhumah orang yang ceria, humoris dan selalu menghargai sesama,” ucap Taufan Pawe dengan tangisan.

Wali Kota Parepare dua periode ini mengungkapkan, kepergian Puang Tina tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, namun juga masyarakat Kota Parepare.

Usai pelepasan jenazah, TP kemudian menuju Masjid Rahmatan Lumpue untuk mensalatkan Puang Tina.

Kemudian TP bergabung dengan masyarakat berjalan kaki sejauh 2 kilo meter lebih menuju tempat peristirahatan terakhir almarhumah, di pemakaman keluarga, Pekkae Lumpue.

Wali Kota Parepare, Taufan Pawe (TP) tak kuasa menahahan tangisnya saat melepas jenazah Ketua DPRD Kota Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Wali Kota Parepare, Taufan Pawe (TP) tak kuasa menahahan tangisnya saat melepas jenazah Ketua DPRD Kota Parepare Andi Nuhartina Tipu.

TP bertindak sebagai inspektur upacara pelepasan jenazah almarhumah di rumah duka, Jalan Arung Tarumpu Lumpue, Jumat, (19/08/22).

“Selamat jalan sahabatku, selamat jalan kakaku, selamat jalan sosok pribadi yang tangguh dan santun. Banyak suri tauladan yang kita dapatkan dari almarhumah,” ucap Taufan Pawe dengan tangisan.

Wali Kota Parepare dua periode ini mengungkapkan, kepergian Puang Tina tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, namun juga masyarakat Kota Parepare.

Bagaimana tidak, perempuan pertama yang jabat Ketua DPRD Parepare itu memiliki banyak jasa atas kemajuan Kota Parepare. Salah satunya Jalan Jendral Sudirman yang kini memiliki dua jalur.

“Waktu itu 800 KK (Kepala Keluarga) lebih melakukan penolakan perluasan jalan Jendral Sudirman. Puang Tina pada waktu itu menjabat kepala bagian pemerintahan tanpa mengenal lelah secara aktif mendekati masyarakat sampai mereka paham,” ungkap TP.

Lanjutnya, Saat ini Jalan Jendral Sudirman yang sudah dua jalur sudah rasakan manfaatnya. Bukan hanya masyarakat Kota Parepare, tetapi masyarakat Sulsel juga yang melintas.

Disalurkan, Puluhan Ribu Bibit Cabai dan Bawang Merah

0

RADIOMESRA. COM – Pemda Provinsi Jabar bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jabar mengajak masyarakat untuk mandiri pangan, khususnya sayuran. Bertepatan dengan peringatan HUT ke-77 Jabar, BI Jabar memberikan puluhan ribu bibit cabai dan bawang merah, Jumat (19/08/22).

BI Jabar bersama Ngabaraya Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Jabar menyalurkan bantuan bibit hortikultura yang terdiri dari 15.600 bibit cabai dan 66.000 bibit bawang merah kepada masyarakat di Kota Bandung, Kota Depok, Kabupaten Bogor, dan Kota Cimahi.

Kepala Kantor Perwakilan BI Jabar Herawanto mengatakan, pemberian bibit merupakan langkah strategis pengendalian harga pangan yang dilakukan melalui pengembangan urban farming guna mendukung kemandirian dan ketahanan pasokan pangan.

Upaya tersebut semakin melengkapi seluruh langkah sigap Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Barat serta kab/kota dalam mengendalikan inflasi di antaranya penyelenggaraan High Level Meeting (HLM) hingga operasi pasar (OP).

Ke depan, Bank Indonesia Jawa Barat bersinergi dengan Pemda Provinsi Jawa Barat dan pemda kabupaten/kota, serta instansi vertikal terkait lainnya dalam kerangka TPID, akan terus secara konsisten melakukan berbagai upaya perluasan dalam mendukung Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Berbagai penguatan tersebut menjadi langkah yang sangat strategis, dalam upaya mewujudkan ekosistem ketahanan pangan yang terintegrasi di Jawa Barat sesuai kerangka GNPIP sehingga mampu menciptakan daya saing unggul yang dapat memberikan andil pada terjaganya ketahanan pangan dan terkendalinya tingkat inflasi.

Ragam Budaya Hadir Pada Peringatan HUT Jabar ke-77

0

BANDUNG, RADIOMESRA. COM — Keragaman dan kentalnya nuasa budaya hadir dalam kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Jawa Barat ke-77, di kawasan Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (19/08/20).

Pertunjukan seni dari tiga wilayah kebudayaan Priangan, Betawi dan Cirebonan hadir sejak upacara peringatan HUT Jabar dan juga pengantar sidang paripurna HUT Jabar di Gedung DPRD Jabar.

Tak sampai di sana, penampilan tiga kebudayaan pun memeriahkan Festival Kuliner Jabar di depan Jalan Diponegoro atau Lapangan Gasibu Bandung. Puncaknya, tarian Ketuk Tilu yang dipimpin oleh penari senior Ine Arini Bastaman yang diikuti oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil beserta istri Atalia Praratya, para perangkat daerah, forkopimda dan bupati dan wali kota di Jabar.

Mereka menari sambil diiringi alunan musik terompet Sunda dan gebukan kendang, diikuti ribuan penonton yang hadir ditambah para penari dari berbagai daerah di bawah panggung utama.

Ine mengatakan, jumlah penari yang dikerahkan kurang lebih mencapai 1.000 orang yang di antaranya berasal dari Garut dan Tasikmalaya.

Menurutnya, tarian kolosal Ketuk Tilu merupakan kelanjutan tari Ketuk Tilu yang pernah dilakukan serentak oleh 1.500 orang pada tahun 2019 di Kota Bandung.

Dalam petuahnya, Ifa mengatakan 23 tahun dari sekarang warga Indonesia maupun Jabar akan dipertemukan dengan 100 tahun kemerdekaan dan Hari Jadi Jabar ke -100. Melalui Ketuk Tilu memiliki makna agar generasi saat ini turut mempersiapkan masa depan Indonesia dan Jabar.

“Bagaimana kalau anak cucu kita tidak bisa menyaksikan indahnya tatar Priangan yang teduh dan lindung. Jangan sampai mereka merasakan Jabar nu hareudang (gerah) karena kerusakan alam dan adanya kehidupan yang tidak rukun sesama warganya,” ucap dia.

Untuk mengantisipasi hal itu, kata dia, semua perlu kembali pada kearifan lokal dengan saling mengingatkan dalam kebaikan. Dengan demikian, kebudayaan Jabar akan terjaga.

“Tong nepi pareum obor kusabab leungit adat adab karuhun (jangan sampai obor semangat padam karena tidak menerapkan adat dan adab nenek moyang),”ucapnya.

Ifa pun berpesan agar warga Jabar bersyukur hidup di Jabar yang memiliki kekayaan alam melimpah. Dengan demikian, kekayaan alam tersebut perlu dijaga dan dilestarikan.

“Kaduhung mah engke, teu meunang nyapirakeun eta benteng terakhir ngajaga lemah cai,”ucapnya.

Menurut dia, itulah yang menjadi semangat Ketuk Tilu yang menunjukkan semangat mengembalikan budaya lokal dan kerukunan antar warga.

Luncurkan Kabayan Milenial The Series, Ridwan Kamil: Kebanggaan Jawa Barat

0

BANDUNG, RADIOMESRA. COM — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meluncurkan Kabayan Milenial The Series di Aula Barat Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (19/08/22). Ia berharap dengan peluncuran serial tersebut, ekonomi kreatif di Jabar kembali bergairah usai terpukul pandemi COVID-19.

“Kabayan Milenial kebanggaan Jawa Barat karena ada kearifan lokal yang dibikin kontemporer. Oleh karena itu, kita berharap warga Jabar, yang penduduknya 50 juta, bisa dimotivasi, diberitakan oleh media, untuk menonton di TVRI per 1 September,” kata Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil.

Kang Emil menuturkan, Kabayan Milenial The Series bisa menggelorakan semangat pelaku perfilman dan pelaku ekonomi kreatif lainnya untuk melahirkan karya-karya yang mengandung nilai-nilai dan kearifan Jabar.

“Jabar terus mengemuka sebagai kebangkitan industri hiburan. Di Jabar seiring dengan yang kita saksikan mulai dari 17-an sampai sekarang, euforia warga ingin berinteraksi, nonton konser, nonton film, tinggi sekali. Yang penting, sudah pada divaksin dan jaga diri secara baik-baik. Insyaallah itu adaptasi kita menghadapi ekonomi baru,” ucapnya.

Kabayan Milenial The Series diproduksi oleh Aria Production. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar pun turut mendukung proses produksi serial tersebut. Ada 12 episode yang akan tayang di TVRI, mulai 1 September mendatang.

Executive Produser Aria Production Pamriadi mengatakan, Kabayan Milenial The Series mengandung khasanah budaya Jawa Barat, termasuk melestarikan cerita rakyat tentang Kabayan. Menurutnya, dalam serial tersebut, karakter Kabayan dikemas berbeda.

Pamriadi menambahkan, ada sejumlah artis profesional dan senior yang terlibat dalam Kabayan Milenial The Series, seperti Ki Daus dan Ceu Edoh. Selain itu, ada juga artis muda bertalenta, seperti Farihin dan Andini. Adapun sutradara serial tersebut yakni Dicky Chandra.

“Pak Ridwan Kamil juga ikut main menjadi pemain dan Bu Atalia ikut. Betul-betul mendorong dan mendukung program yang berbasis budaya. (Ini) merupakan pemulihan dalam ekonomi kreatif. Mudah-mudahan Kabayan ini menjadi tontonan yang sangat menarik bagi masyarakat,” ucapnya

Jawa Barat adalah Produk Perjuangan

0

BANDUNG, RADIOMESRA. COM — Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja mengemukakan, Provinsi Jawa Barat adalah produk perjuangan dalam mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Jawa Barat lahir setelah Indonesia melakukan Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Setelah itu, pada 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) menetapkan Undang Undang Dasar 1945, serta dipilihnya Soekarno dan Mohammad Hatta atau Bung Hatta  sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI.

Selain itu dibentuk pula Panitia Kecil yang dikepalai oleh Otto Iskandar Dinata, dan pada 19 Agustus 1945, Panitia Kecil menyampaikan empat usulan masalah, yaitu urusan rakyat, pemerintah daerah, Pimpinan Kepolisian, dan Tentara Kebangsaan.

Keempat usulan tersebut kemudian dirundingkan dalam sidang PPKI pada 19 Agustus 1945.

Untuk daerah Jawa Barat, saat itu R. Sutarjo Kartohadikusumo ditunjuk sebagai Gubernur Jabar pertama.

Ia diangkat oleh Presiden RI Soekarno berdasarkan surat keputusan PPKI tanggal 19 Agustus 1945.

“Dengan demikian Provinsi Jabar lahir pada 19 Agustus 1945. Gubernur Jawa Barat pertama saat itu masih berkedudukan di Jakarta. Kemudian pada bulan September 1945, Gubernur Jabar pindah ke Bandung, sehingga Bandung menjadi pusat pemerintahan Provinsi Jabar,” kata Setiawan pada Rapat Paripurna Hari Jadi Ke-77 Provinsi Jawa Barat di Gedung DPRD Jabar, Jumat (19/08/22).

Selanjutnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jabar dan Pemda Provinsi Jabar menetapkan hari jadi Jabar melalui Perda Nomor 26 Tahun 2010 tentang Hari Jadi Provinsi Jawa Barat berdasarkan aspek legalitas, historis, dan simbolis.

Dari segi legalitas, papar Setiawan, PPKI saat itu sederajat dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang waktu itu belum dibentuk. Dengan demikian keputusannya memiliki kekuatan hukum yang sama dengan ketetapan MPR.

Dilihat dari aspek historis, istilah Jabar secara faktual baru muncul dalam Surat Keterangan PPKI per tanggal 19 Agustus 1945.

 

Sedangkan dari aspek simbolis, penetapan tanggal 19 Agustus memberikan kebanggaan bagi warga Jabar karena wilayah administrasi dibentuk dalam konteks NKRI.

“Jadi eksistensi Provinsi Jabar bukan dipandang sebagai produk kolonial, melainkan sebagai produk perjuangan dalam upaya memperjuangkan dan mempertahankan kedaulatan NKRI,” ungkap Setiawan.

“Pengambilan tanggal lahir Provinsi Jabar setelah Proklamasi juga menunjukan, bahwa masyarakat Jabar guyub dengan masyarakat dari provinsi lainnya yang juga memilih hari jadi mereka setelah Proklamasi,” pungkasnya.

Saat ini masyarakat Jawa Barat setiap tahun merayakan hari jadi daerahnya pada 19 Agustus,  dan di tahun ini Jabar genap berusia 77 tahun sama halnya dengan usia Republik Indonesia.

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare