30.9 C
Pare-Pare
Rabu, Oktober 28, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 728

Dua Atlit Takraw Indonesia Bermain Eksebisi Dalam Pembukaan Kejuaraan dan Pra Porda Sepak Takraw Wilayah ll

0

Pengurus KONI Parepare Absen

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Dua atlit takraw Indonesia Herdiansyah dan Novrizal ikut bermain eksebisi dalam pembukaan kejuaraan dan Pra Porda Sepak Takraw Wilayah ll, Sabtu (18/12/21) di Gedung Olahraga Bulog Parepare.

Dua atlit takraw yang pernah meraih medali emas di Asian Games dan Seagames tersebut adalah Hardiansyah dan Novrisal. Kedua atlit tersebut berhadapan dengan atlit peraih medali emas di PON Papua yakni Rusdi dan Taufik.

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana Abdul Salam Latief mengatakan, pelantikan pengurus PSTI dirangkai pembukaan Pra Porda sepak takraw wilayah ll Sulsel, yang diikuti kontingen Makassar, Maros, Pangkep, Barru, Parepare, Pinrang dan Sidrap.

“Terima kasih kami apresiasi tinggi dan support kepada Ketua PSTI Parepare kita bisa melaksanakan Pra Porda mulai tanggal 18 sampai 22 Desember, bila selama pembukaaan acara hingga penutupan pelayanan kurang maksimal dan kondisi tuan rumah kurang kami memohon maaf,” kata Salam Latief.

Ketua PSTI Kota Parepare H. Suryanto sangat bangga dengan semangat para atlit. Apalagi panitia mengundang penerima medali emas Sea Games dan peraih medali emas di PON Papua. “Bukan hanya tingkat nasional namun ada juga penerima medali emas di Filipina dan akan mengikuti Sea Games di Vietnan ada di ruangan ini, supaya memberikan semangat dan spirit kepada atlit muda,” kata H. Suryanto.

Atlit-atlit asal Sulsel ini telah membawa nama harum Sulsel dan Indonesia. Ketua PMI Parepare ini juga menjelaskan, kenapa Parepare ditunjuk tuan rumah pelaksana Pra Porda wilayah ll, karena pertimbangan manajer tim takraw Sulsel adalah orang Parepare. “Saya adalah manager tim takraw Sulsel yang membawa Sulsel juara umum di tingkat nasional, PSTI Sulsel memberikan apresiasi kepada Kota Parepare sebagai tuan rumah, karena kebetulan manajernya berasal dari Parepare,” jelasnya.

H. Suryanto juga menggaransi Parepare akan menjadi tuan rumah yang amanah dan bisa dipercaya serta tidak akan main curang, karena kita ingin menjunjung sportifitas dan kualitas. “Kalau selama ini dalam setiap olahraga ada isu sogok supaya ikut Pelatnas, di Parepare tidak ada seperti itu. Kami betul-betul mensupport anak anak agar bisa menjunjung tinggi sportifitas supaya bisa mendapat kualitas,” katanya.

Untuk itu panitia mendatangkan wasit dan pelatih nasional, provinsi dan kabupaten kota. “Kami berharap semua tim bertanding dengan semangat menjunjung sportifitas, Parepare adalah tuan rumah yang amanah,” tegasnya.

Ketua PSTI Wilayah Sulsel Drs Kadir Halid M.RE, mengatakan, pengurus PSTI yang baru dilantik diharap menyusun program tidak muluk-muluk melalui rapat kerja, setelah itu pelaksanannya program itu akan dibuktikan di lapangan.

Menurut Kadir Halid, Parepare menjadi tuan rumah Pra Porprov setelah, Bantaeng untuk wilayah I dan wilayah III Toraja Utara. Ketua Harian Golkar Sulsel ini mengatakan, prestasi Takraw Sulsel baru muncul dua tahun terakhir, setelah meraih dua emas di Asian Games. Atlit asal Sulsel banyak masuk Pelatnas dan yang mewakili tingkat nasional dari Sulsel.

Kadir juga optimis PSTI Parepare akan melahirkan banyak atlit yang akan mewakili Sulsel, nasional maupun tingkat Asia. Sementara Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Adi Hidayah S.STp yang mewakili Wali kota Parepare mengatakan, pengurus yang dilantik diharapkan menjalankan amanah sesuai tujuan dan program organisasi. “Tentunya melalui pembinaan atlit di usia dini akan melahirkan bibit atlit muda yang handal dan menjadi kebanggaan Parepare,” kata Adi Hidayah.

Usai pembukaan Pra Porda Takraw dilanjutkan pertandingan eksebisi yang dimainkan oleh dua atlit takraw Pelatnas Hardiansyah, Novrisal, dan atlit PON Sulsel Rusdi dan Taufik. Ironisnya, pembukaan Pra Porda tersebut tidak dihadiri pengurus KONI Parepare. Yang hadir justru pengurus KONI Sulsel dan Kota Makassar.

Panitia Penyelenggara menyesalkan ketidak hadiran perwakilan Komite Olahraga Nasional (KONI) Parepare sebagai induk olahraga di Kota Parepare. “Kami menyesalkan ketidakhadiran satu pun pengurus KONI Parepare. Padahal kami sudah mengundang dan bersurat secara resmi. Kontak melalui telpon juga, tapi mereka saling tunjuk. Kami sudah hubungi Ketua KONI pertelpon untuk mendelegasikan ke pengurus lain, tapi sampai selesai acara tidak ada satu pun pengurus KONI yang hadir,” kata Salam Latief.

Ketua PI Temui Kepala BTN Bahas Subsidi 200.000 Unit Rumah

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Ketua pengembang Indonesia (PI) wilayah Indonesia Timur Ahmad Yasin temui Kepala Cabang Bank BTN Muh Taufiq dalam rangka HUT KPR Bank BTN, Sabtu (18/12/21). Pada kesempatan itu, Muh Taufiq menyebut Kouta subsidi untuk THN 2022 sebanyak 200.000 unit. Dia menambahkan, Untuk pemenuhan kouta ini tentunya diharapkan kerjasama semua pihak.

Sementara, ketua pengembang indonesia (PI) wilayah Indonesia Timur Ahmad Yasin mengatakan, pengembang Indonesia siap bersinergi Bank BTN untuk memenuhi kouta subsidi. PI mengharapkan dengan naiknya status Bank BTN Parepare jadi cabang, maka pelayanan lebih efesien dalam proses KPR.

“Kami juga mengharapkan agar Bank BTN memperhatikan mitra kerjanya yang punya kredit konstruksi sehingga pembayaran kredit bisa berjalan lancar,”ujarnya.(*)

Satgas PPMI Disnaker Parepare Raih IMWA 2021

0

CIREBON, RADIOMESRA. COM – Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) Dinas Tenaga Kerja Kota Parepare berhasil meraih penghargaan Indonesian Migrant Worker Awards (IMWA) tahun 2021. Penghargaan ini diserahkan langsung Menteri Ketenagakerjaan RI, Hj. Ida Fauziah di Hotel Aston Cirebon, Sabtu (18/12/21).

Penghargaan dalam rangka peringatan Hari Migran Internasional itu, diterima oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Parepare, Abd Latif, didampingi Kepala Bidang Penempatan dan Pelatihan Ketenagakerjaan Kota Parepare, La Ode Arwah Rahman.

Di hubungi tim liputan jelajah kota Ahad (19/12/21) Kepala Bidang Penempatan dan Pelatihan Ketenagakerjaan Kota Parepare, La Ode Arwah Rahman mengatakan bersyukur kota Parepare untuk pertama kalinya mendapatkan anugerah penghargaan yang luar biasa dibidang ketenegakerjaan yaitu anugrah Indonesia migran worker Award 2021

“Alhamdulillah kota Parepare untuk pertama kalinya mendapatkan anugerah penghargaan yang luar biasa dibidang ketenegakerjaan yaitu anugrah Indonesia migran worker Award 2021. Penghargaan ini diserahkan langsung Menteri ketenagakerjaan RI Ida Fauziah dihotel aston Cirebon bertepatan dengan peringatan hari migran Internasional pada hari Sabtu 18 Desember 2021. Apresiasi yang diberikan kota Parepare tentu oleh pemerintah pusat sebagai bentuk penghargaan atas kerja kerja satuan tugas pekerja migra Indonesia atau satgas PMI kota Parepare.” Kata La Ode.

Lanjut La Ode, satgas PMI kota Parepare selama ini dinilai telah menunjukkan kinerja terbaik nya dalam penanganan PMI atau TKI dikota pare-pare selaku daerah Embarkasi debarkasi PMI khususnya yang kemalaysia timur.

“Penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi kerja kerja satgas dalam memberikan perlindungan atau hal hal yang berkaitan dengan penanganan PMI yang memang merupakan salah satu tugas dari dinas tenaga kerja kota Parepare.” Harapnya.

Ada 15 penghargaan dan 12 kategori yang diserahkan pada kesempatan ini untuk perorangan dan lembaga. Salah satunya adalah Satgas PPMI terbaik kategori kabupaten kota yang diraih oleh Satgas PPMI Kota Parepare.

Kategori lainnya adalah SKPD tingkat provinsi terbaik dalam memberikan pelayanan penempatan dan pelindungan PMI yang diraih oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur. Sementara untuk kabupaten kota kantong PMI terbaik diraih oleh Kabupaten Cirebon Jawa Barat.

Airlangga dan TP Bantu Korban Gempa di Pasilambena dan Pasimarannu Selayar

0

SELAYAR, RADIOMESRA. COM  – Sesuai instruksi dari Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Taufan Pawe, hari ini kader-kader Golkar langsung memberikan bantuan sosial kepada masyarakat di Kabupaten Selayar, Jum’at (17/12/21) di Kecamatan Pasilambena dan Pasimarannu.

Bantuan sosial tersebut antara lain 1 ton beras, puluhan dos mie instan, perlengkapan bayi, pakaian untuk anak-anak maupun dewasa dan masih banyak lagi.

Seperti diketahui, Kabupaten Selayar terkena dampak bencana gempa bumi yang sebelumnya berpusat di 112 km arah barat laut dari Larantuka, NTT, pada kedalaman 12 km, pada hari Selasa, (14/12/21).

Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,4 di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Setidaknya 230 rumah di Kabupaten Selayar dilaporkan rusak akibat gempa tersebut.

Tepat sehari setelah gempa bumi terjadi, kader-kader Golkar telah berangkat ke Selayar untuk memberikan langsung bantuan sosial. Namun, di tengah perjalanan kapal yang digunakan mengalami kerusakan mesin sehingga harus kembali untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan.

Hal itu dibenarkan oleh Wakil Sekretaris Bidang Komunikasi Publik DPD I Partai Golkar Sulsel Zulham Arief. Menurutnya, kerusakan mesin yang dialami kapal yang ditumpangi akibat ombak yang begitu besar.

“Sebelumnya karena kapal yang ditumpangi kader Golkar untuk menuju lokasi gempa itu sempat rusak ditengah jalan sehingga harus kembali lagi untuk mengganti kapal,” jelasnya.

Apalagi akses ke Kecamatan Pasilambena dan Pasimarannu cukup memakan waktu yang lama. Sehingga membutuhkan kapal dengan kondisi yang baik.

“Memang kendala di lapangan adalah lokasi pulau atau tempat kejadian gempa bumi di Selayar yang memang cukup jauh dari pusat kota Selayar,” tambah Zulham Arief.

Bagaimana tidak, Pasilambena merupakan kecamatan yang memiliki 6 desa dan 2 desa terpisah dari kecamatan. Sedangkan Pasimarannu terpisah dengan kecamatan Pasilambena sehingga membutuhkan waktu sekitar 9 jam.

“Namun itu tidak mengurungkan semangat dari kader Golkar untuk membawa bantuan kepada korban terdampak di lokasi bencana. Bantuan ini wujud daripada kepedulian Partai Golkar dalam hal ini Bapak Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua DPD I Taufan Pawe terhadap masyarakat yang terdampak. Ini merupakan wujud kepedulian kita antar sesama manusia,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kabupaten Selayar Devi Zukifli sangat berterima kasih dengan bantuan yang diberikan oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua DPD I Golkar Sulsel Taufan Pawe.

“Terima kasih banyak kepada Pak Airlangga maupun Pak Taufan Pawe atas bantuan yang diberikan. inshaAllah ini meringankan beban masyarakat yang terkena musibah di kecamatan terluar Selayar,” imbuhnya.

Sedangkan Bupati Kabupaten Selayar Basli Ali sangat berterima kasih kepada Airlangga Hartarto dan Taufan Pawe yang sangat peduli terhadap masyarakatnya.

“Saya sangat berterima kasih sekali atas bantuan dari Bapak Airlangga dan Bapam Taufan Pawe. Ini adalah salah satu bentuk kepedulian yang patut dicontoh oleh beberapa pejabat karena langsung bergerak cepat. Bantuan ini juga telah kami terima dan telah disalurkan ke masyarakat yang terkena bencana gempa bumi,” tutupnya.

Transmisi Seksual Kembali Mendominasi Penularan HIV/AIDS di Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Pemerhati HIV/AIDS Surianti Akkas dari YPKDS Parepare mengungkapkan jika Belakangan ini faktor depresi sudah bergeser pada faktor penularan HIV kembali lagi ke tranmisi seksual. Ternyata yang banyak kasus penyebaran di usia muda 30 tahun ke bawah ini menjadi catatan penting buat kita bahwa ternyata faktor resiko seksualnya di situ sangat berperan penting di dalam mendominasi

“kenapa stigma masyarakat kita itu ini diluar stigma layanan medis saya tahu karena saya sudah hampir 20 tahun di HIV. Hampir 10 tahun belakangan ini saya mengapresiasi ke teman-teman layanan di rumah sakit, Puskesmas, dinas kesehatan hampir semua layanan itu sudah tidak ada diskriminasi teman-teman odha. Yang paling penting yang mesti dibangun di tengah-tengah masyarakat juga terkait diskriminasi di keluarga masyarakat.” Kata Surianti

Lanjut Surianti, kenapa banyak odha yang tidak mau buka status. malu untuk mengakui karena pandangan masyarakat selalu tersibukkan bahwa ini adalah perilaku seksual.

“Tapi tidak semua sama ada juga kasus misalnya ibu rumah tangga yang tidak tahu apa-apa tertular dari suami. anak yang positif. stigma Itu sebenarnya harus dibuang. mari kita sama-sama mendukung teman-teman odha karena saya yakin keluarga lingkungan sosial masyarakat yang paling mereka butuhkan itu, untuk obat HIV itu sebenarnya hanya penyerta yang paling penting dukungan menset mentalitas mereka.” Terang Surianti

Basuki Busrah Urai Strategi Pemerintah Lewat Konsep Industri Tanpa Cerobong Asap

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Sekretaris Daerah Kota Parepare (Setdako) Basuki Busrah mengakui jika kebijakan prioritas Pemerintah kota Parepare tidak semua menguntungkan. Hal tersebut di sampaikan Basuki pada dialog politik kesejahteraan yang di Gelar PBB belum lama ini di Lagota Kafe dan Resto.

“Kita di pemerintahan selalu punya prioritas. prioritas ini menguntungkan yang lain mungkin merugikan sebagian. pilihannya seperti itu. visi bapak walikota menjadikan kota Parepare sebagai kota industri tanpa cerobong asap makna sederhananya adalah, bagaimana kota ini berkembang di sektor jasa mendatangkan banyak orang supaya datang kesini ke sini kalau banyak yang datang ke sini menginap makanan kita yang laku kita hotel dan kos-kosan kita dan seterusnya” Kata Basuki.

Basuki mencontohkan kehadiran ITH sebagai sektor pendidikan supaya banyak orang yang datang ke sini Yogyakarta punya mahasiswa 700.000 kalau di kirim uang satu juta 1 bulan dan jumlahnya milyaran buat biaya makan biaya kos, dan lain-lainnya. itu menjadi multiplayer yang besar itu yang dimaksud bagaimana mendatangkan orang banyak di sini tetapi harus ada pemicunya bisa ke pariwisata atau pendidikan.

“Karena daerah kita ini tidak punya sumberdaya alam sebenarnya kita punya laut siapa sangka angin yang lewat ini ditangkap oleh baling-baling yang bisa menghasilkan listrik. Kita tidak pernah pikirkan seperti itu karena yang kita maksud sumber daya alam yang tumbuh di atas tanah yang ada di bawah tanah. lokasi kita tidak pernah dipertimbangkan sebagai SDA, laut yang ada di depan kita, laut, angin dan sebagainya. Soal data banyak masyarakat yang sudah didata pas keluar bantuan tidak dapat bantuan. karakteristik data itu tidak semua diberi bantuan tapi dipilih-pilih karena datanya terbatas.” Jelas Basuki.

 

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Dr. Kamaluddin Sarankan PDAM Modifikasi Bak Penampungan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Ketua Komisi II DPRD kota Parepare yang juga ketua Pansus Perumda Tirta Karajae Dr. Kamaluddin Kadir Mm menyarankan PDAM memodifikasi pintu monyet Tangkapan air yang ada di sumber supaya ketika terjadi luapan air yang lebih ketika musim hujan itu bisa diminimalisir. Saran tersebut di sampaikannya pada program dialog khusus bersama dirut PDAM Rabu (15/12/21).

“Saya menyarankan saja karena kalau melihat kondisi PDAM yang sekarang ini dari tahun ke tahun kita tahu bahwa setiap akhir tahun kita di posisi ekstrim mau tidak mau pasti di hadapi dan di lewatai. Mungkin langkah cepat dan murah selain membuat bak, baiknya kita sedikit memodifikasi pintu monyet istilahnya pintu monyet di PDAM itu tangkapan air yang ada di sumber. supaya ketika terjadi luapan air yang lebih ketika musim hujan itu bisa diminimalisir. jangan sampai semua endapan sampah atau potongan kayu itu masuk ke sumuran sehingga sumuran tidak bisa berfungsi karena sudah tertekan oleh sampah atau endapan dalam sumuran.” Kata Dr. Kamaluddin

Lanjut Sekertaris Fraksi Gerindra tersebut, kalau tahun depan memasuki musim ekstrem seperti ini bisa sedikit menangani itu kalau sudah memodifikasi mungkin tetap beroperasi walau agak kurang paling tidak tidak mati.

“Terkait penguras atau washout di setiap ujung-ujung pipa pelanggan yang ada di pinggir Jadi mesti memang cocok. ketika air sudah berfungsi kembali karena memakan waktu 8-10 jam untuk bisa mengisi full IPA. Karena mengoperasikan air masuk di pipa induk baik sekunder maupun primer jaringan pipa utama dan lainnya makan waktu dan harus dibuang angin-anginnya supaya kecepatan air masuk ke pipa pelanggan lebih cepat itu fungsi utama membuang endapan sehingga nanti pelanggan ketika memutar keran air tidak lagi menerima air keruh atau kotoran.” Jelas Dr. Kamaluddin.

Dr. Kamaluddin berharap petugas-petugas yang bertugas di sana bisa diaktifkan pada musim ekstrim supaya ada koordinasi dari sumber menuju tempat pengolahan IPA menuju ke produksi kemudian ke Bak yang siap untuk disebarkan ke pelanggan supaya ada koordinasi yang terarah.

“mari kita bantu pak direktur secara keseluruhan supaya apa yang kita inginkan bersama khususnya perumda yang ada di parepare bisa berjalan dan bisa mandiri. sebagaimana perda yang baru kita keluarkan kita sahkan menjadi pedoman PDAM ke depan sehingga PDAM bisa mandiri dan bisa berkontribusi memberikan PAD kepada daerah.” Tutup Dr. Kamaluddin

Tindak Lanjut Kerja Sama Pemkot Parepare dan Unhas, Dua Guru Besar Diseminasikan Hasil Penelitian

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM.  — Dua guru besar asal Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar hadir di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Parepare, Kamis, (16/12/21).

Dua guru besar itu adalah Prof Dr Ir Budimawan DEA, dan Prof Dr Ir Metusalach MSc. Keduanya juga merupakan peneliti dari LPPM Unhas.

Keduanya melakukan Diseminasi/Sosialisasi Hasil Penelitian di ruang rapat Bappeda Parepare.

Sekretaris Bappeda Parepare, Zulkarnaen Nasrun mewakili Kepala Bappeda Parepare, Samsuddin Taha mengatakan, diseminasi ini adalah tindak lanjut dari MoU Pemkot Parepare dengan Unhas dalam hal kerja sama penelitian dan pengembangan.

“Jadi Pak Prof Dr Ir Budimawan DEA, judul penelitian adalah pendekatan teknometrik dalam UKM produk olahan perikanan/suplay chain bahan baku perikanan. Dan Prof Dr Ir Metusalach MSc, judulnya introduksi konsentrat protein ikan dalam rangka perikanan asupan protein dan pencegahan stunting,” terang Zulkarnaen.

Zulkarnaen mengemukakan, salah satu arah kebijakan kegiatan penelitian dan pengembangan Bappeda Parepare ke depannya adalah penguatan kelembagaan kelitbangan dengan membangun sinergitas dan kolaborasi dalam pelaksanaan kelitbangan dengan penghasil produk pengetahuan baik itu dari perguruan tinggi dan lembaga riset dalam pemanfaatan hasil-hasil kelitbangan dalam perumusan kebijakan publik.

“Sebagai langkah awal dalam membangun kolaborasi dan sinergitas tersebut, Pemerintah Kota Parepare telah menandatangani MoU dengan perguruan tinggi dan telah ditandatangani pula perpanjangan MoU Pemerintah Kota Parepare dengan Universitas Hasanuddin dan salah satu poin yang termuat dalam MoU tersebut adalah kerja sama dalam bidang penelitian dan pengembangan,” ungkap Zulkarnaen.

Berdasarkan MoU itulah yang ditindaklanjuti oleh Bappeda Parepare mengundang Prof Budimawan dan Prof Metusalach, yang merupakan peneliti dan dosen di Universitas Hasanuddin untuk melakukan diseminasi atau sosialisasi hasil penelitian yang telah dilakukan. Yakni bagaimana Pendekatan Teknometrik dalam UKM Produk Olahan Perikanan/Suplay Chain Bahan Baku Perikanan dan Introduksi Konsentrat Protein Ikan dalam Rangka Perbaikan Asupan Protein dan Pencegahan Stunting.

“Diharapkan dengan diseminasi ini dapat membuka wawasan kita terutama untuk pengembangan usaha jika memang memungkinkan. Dan diharapkan dengan dilakukannya diseminasi hasil penelitian ini, maka informasinya dapat disebarluaskan atau dipublikasikan kepada stakeholder sehingga dapat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Kota Parepare,” harap Zulkarnaen.

Diseminasi dihadiri Bappeda Parepare, Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan(PKP) Parepare, Dinas KesehatanParepare, Dinas PPKB Parepare, Dinas PerdaganganParepare, UPTD Puskesmas se-Parepare, dan pelaku IKM/UMKM di Parepare. (*)

#LPPMUniversitasHasanuddinMakassar
#BappedaKotaParepare
#KotaIndustriTanpaCerobongAsap

BTN Cabang Parepare Tantang Pengembang Akad Massal

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Bank Tabungan Negara Parepare yang awalnya berstatus Kantor Cabang Pembantu (KCP) pertanggal 29 November lalu resmi ditingkatkan menjadi kantor cabang sendiri. Hal itu diungkap Branch Manager Bank BTN Parepare, Muhammad Taufiq saat silaturahmi dengan pengembang di wilayah Ajatappareng, Luwu Raya dan Wajo, Rabu (15/12/21) di Warkop LHR, Jalan Baso Daeng Patompo.

Taufiq mengungkap, alasan peningkatan status KCP Parepare menjadi cabang karena manajemen kantor pusat menganggap potensi Parepare dan sekitarnya sampai Palopo sangat besar khususnya di Sulsel. Dengan berubahnya status tersebut diyakini akan semakin mempercepat pelayanan kepada developer.

“Dengan demikian pengambilan keputusan tidak terlalu lama, karena selama ini segala sesuatunya diputuskan di Makassar, sekarang sudah menjadi wewenang penuh Parepare. Kantor Cabang Makassar terlalu besar wilayah kerjanya, dan status KCP terbatas kewenangannya. Insya Allah dengan status cabang Parepare akan jauh lebih baik saat masih menjadi KCP,” katanya.

Taufiq juga berkomitmen untuk rutin menjalin silaturahmi dan diskusi dengan developer di wilayah BTN Cabang Parepare. Rencananya, akan roadshow ke outlet  BTN Cabang Parepare yakni Sengkang , Palopo dan Malili.

“Kami akan buka ajang komunikasi sebulan sekali dan mudah- mudahan terlaksana baik, setiap masalah akan ada solusi melalui komunikasi,” kata mantan Branch Manager BTN Banjar Baru Kalsel ini.

Melalui komunikasi semua akan dibicarakan, khususnya terkait potensi FLPP untuk disegerakan. Termasuk apa-apa yang harus dipersiapkan developer. Apalagi BTN punya potensi besar dalam kredit kepemilikan rumah.

“BTN sudah kerjasama KPR dan punya produk namanya Tapera, sama dengan program rumah subsidi dulu suku bunga 4 persen sampai 5 persen, Tapera banyak peminat karena suku bunganya bunga 5 persen.Keuntungannya single account bagi calon user dengan 6 juta penghasilan. Tahun depan FLPP kemungkinan diambilalih Tapera bukan lagi FLPP. Meski pun Tapera saat ini masih menyasar kalangan PNS,  tapi ke depan wiraswasta dan karyawan BUMN, boleh nikmati Tapera,” kata Taufiq.

Bank BTN juga sudah kerjasama dengan TNI AD yang ditandatangani Kepala Staf Angkatan Darat.Kerjasama mulai untuk rumah subsidi dan non subsidi dengan bunga 5,25 persen (komersil) dan maksimal KPR 250 juta melalui produk kredit tanpa agunan bagi prajurit TNI AD.

Selain itu, BTN sudah kerjasama dengan Polri untuk anggota Polri dapat fasilitas uang muka bisa 2 persen dan sampai 0 persen. Termasuk kerjasama untuk produk KPR BPJS, dimana subsidi bunga sampai 6-7 persen dan untuk non subsidi 9 sampai 10 persen bagi peserta BPJS.
Selain itu, developer bisa diberikan kredit konstruksi melalui fasilitas KPR BPJS dengan syarat semua anggota perusahaan harus sudah menjadi anggota BPJS.

“Intinya fasilitas bunga yang diberikan juga menarik, BTN dan teman-teman developer maju bersama. Kita ingin menjalin komunikasi yang baik dengan pengembang.Kita akan road show, untuk diskusi apa yang perlu dan perbaiki, misalnya percepatan proses KPR,” katanya.

Ketua Apersi Sulsel Ir H. Yasser Latief yang ikut hadir dalam silaturahmi berharap di tangan pemimpin cabang dan dukungan tim terbaik akan sukses melaksanakan tugas.Tentu keberhasilan tersebut juga akan menjadi keberhasilan pengembang.

“BTN dan pengembang adalah rumah kita bersama, hanya memang karena kurang komunikasi, sehingga terjadi gave, tetapi dengan sering komunikasi hati akan terhubung, sehingga bagaimana pengembang sejahtera dan bank sukses mencapai target,” ungkap Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kota Parepare ini.

YL mengimbau pengembang untuk menjaga bagaimana komitmem akad yang betul-betul dipertanggungjawabkan.Meski pun pengalaman sebelumnya di BTN itu kadang kambing hitamnya adalah sistem. Padahal dibalik sistem itu ada manusia dan ada pemimpin.

“Inilah diharapkan pemimpin membuat kebijakan khusus, siapa-siapa yang bisa akad dengan catatan sama- sama komitmem yang akan diakadkan tidak membuat bapak- bapak kita di BTN menjadi celaka. Developer juga harus komitmem dengan akad, jangan setelah akad larinya ke bank lain.

Sehingga BTN dan pengembang sama sejahtera dan tumbuh bersama, kuncinya adalah komunikasi. Dan komunikasi terbangun tidak perlu formal, cukup di warkop,” kata YL.

Ketua Forum Pengembang Ajatappareng (FPA) Andi Abraham Umar menaruh harapan besar dengan perubahan BTN Parepare dari KCP menjadi cabang akan mengoptimalkan pelayanan kepada developer. ” Jika dulu harus ke Makassar, kita sekarang bisa menghemat waktu perjalanan 150 kilometer,” katanya.

Abe berharap dengan produk BTN Parepare kan membawa prospek lebih luas lagi, khususnya bagi developer. “Mudah mudahan prospek ini lebih bisa dioptimalkan.BTN dan pengembang ibarat dua sisi mata uang, developer tanpa BTN sulit.Intinya bagaimana membangun hubungan kerjasama yang saling menguntungkan antara BTN dengan developer. Developer butuh Kredit konstruksi, BTN butuh WBK.Skema kerjasamanya yakni, kami didukung dan kami akan dukung BTN,” kata Founder Abe Properti ini.

Sementara itu dalam sesi dialog dengan pengembang, Branch Manager BTN Parepare, Muhammad Taufiq menantang developer di wilayah Parepare sekitarnya, Luwu Raya dan Sengkang untuk akad massal. Minimal tiga bulan sekali.

“Pengalaman saya di Kalimantan, kami sudah minta kuota dan sudah dibreakdown, kuota jor-joran, tapi jangan sampai kuota tersisa.Kami minta kuota banyak di pusat, tapi tidak mampu terpenuhi kami yang susah bahasakan ke pusat.Kalau memang ada komitmem kami akan minta kuota banyak dan komitmen pengembang membawa user yang sudah lengkap berkas. Apalagi kita sudah cabang, bukan lagi KCP. Mungkin ada proyeksi pertahun berapa dan berapa pertriwulan,” katanya.

Menanggapi tantangan itu Sekretaris FPA Ashari Abdullah ST menyatakan developer di wilayah Ajatappareng, Luwu Raya dan Sengkang siap akad massal. ” Kalau perlu setiap bulan kita akad massal. Kami siap menerima tantangan dari BTN,” kata mantan Ketua KNPI Parepare ini.

Media Terverifikasi Bukan Syarat Kerjasama Dengan Pemerintah

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Dalam memeriahkan konferkab PWI Parepare Barru, Radio Mesra Kota Parepare, Ahad, (12/12/21), menghadirkan tokoh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel.

Narasumber yang dihadirkan dalam program bincang khusus yakni, Ketua Bidang Pendidikan PWI Sulsel yang juga Direktur SDM PT Fajar Holding dan Assesor Dewan Pers, serta mantan Ketua PWI Ajatappareng, H Suwardi Thahir, mantan Kepala Stasiun TVRI sekaligus pelatih jurnalitik online dan televisi, H Ismail Asnawi dan, mantan Ketua Bidang Organisasi PWI Sulsel yang juga Direktur Harian Parepos, H Mappiar HS.

Bincang khusus akan dipandu, Bagus Oramahi bersama Dimas Akbar. Tema yang akan diangkat terkait peranan PWI dalam pengembangan SDM para wartawan di Era Digitalisasi.

Ketua Bidang Pendidikan PWI Sulsel yang juga Direktur SDM PT Fajar Holding dan Assesor Dewan Pers, serta mantan Ketua PWI Ajatappareng, H Suwardi Thahir Mengatakan perlunya media terverifikasi karena dengan verifikasi tersebut dapat menghindarkan jika kelak di kemudian hari ada masalah.

“Media sudah sertifikasi faktual dewan pers pernah bilang kalau anda mau berkontrak dengan media yang belum terverifikasi potensi bermasalah di kemudian hari ada potensi media itu tidak punya wartawan bagus ada potensi administrasi perusahaan itu tidak bagus sehingga ketika ada masalah ditelusuri ternyata ada kerjasama dengan nya media ini dicari tiba-tiba hilang karena tidak terverifikasi karena kalau sudah terverifikasi jelas semua alamat dan penanggung jawabnya.” Kata H. Suwardi Thahir.

H. Suwardi Thahir menambahkan jika aturan itu tergantung dari persepsi masing-masing bidang BPK tidak mau ambil resiko jelas BPK memilih media yang potensi tidak bermasalah

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare