27.2 C
Pare-Pare
Senin, Oktober 26, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 753

ITH Gelar Tes Seleksi Kompetensi Dasar Mulai Senin 04 Oktober

0

MAKASSAR, RADIOMESRA. COM — Pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk penempatan di Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie (ITBH) Kota Parepare, akan mengikuti tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) mulai Senin, (04/10/21).

Tes akan berlangsung hingga 14 Oktober 2021 di Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM). UNM ditunjuk menjadi titik lokasi mandiri tes SKD CPNS di Sulsel oleh Kemendikbudristek RI.

Hasil rapat koordinasi Tim SKD CPNS Kemendikbudristek titik lokasi mandiri UNM memutuskan Pemkot Parepare bersama UNM, Politeknik Negeri Ujung Pandang, Politeknik Pertanian Negeri Pangkep, LLDikti Wilayah IX, dan Balai Besar Cagar Budaya Sulsel masing-masing menugaskan 6-8 personelnya untuk bertugas saat tes SKD di UNM.

Sekretaris BKPSDMD Parepare, Adriani Idrus dari Pemkot Parepare ditugasi menjadi penanggung jawab lokasi bersama lima perwakilan instansi lainnya.

Adriani Idrus mengungkapkan, pada setiap titik lokasi dibentuk kepanitiaan yang ditetapkan dengan SK koordinator dalam hal ini UNM di Sulsel.

“Jadi dari hasil rapat koordinasi, jumlah panitia untuk 50 peserta SKPD per sesi, masing-masing satu orang penanggung jawab lokasi, satu petugas verifikasi, satu petugas penitipan barang, dua petugas pemberian PIN registrasi 1, dua petugas pemeriksaan fisik, pria dan wanita, dan satu petugas keamanan,” ungkap Adriani.

Terkait penerimaan CPNS di ITBH ini, sebelumnya Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe (TP) telah menghadiri Rapat Koordinasi Teknis Persiapan Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) Titik Lokasi Mandiri Sulsel di UNM.

Peserta yang akan mengikuti tes SKD CPNS di UNM berjumlah 8.000 orang. Para peserta melamar pada formasi enam instansi tersebut termasuk ITBH Parepare. Tes akan berlangsung 11 hari, dengan tiga sesi per hari.

Kemdikbudristek membuka penerimaan untuk 23 CPNS tenaga pendidikan dan tenaga kependidikan di ITBH, tahun ini. Itu dengan kualifikasi masing-masing 15 untuk tenaga pendidikan atau dosen dan delapan tenaga kependidikan atau staf. Kuota itu untuk mengisi sembilan formasi berbasis teknologi informasi di ITBH. (Hms/Propim)

Isi Akhir Pekan, Wali kota Bersepeda Tinjau Sejumlah Proyek

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Wali Kota Parepare, Taufan Pawe memanfaatkan akhir pekannya dengan berolahraga sepeda, Ahad (03/10/21). Tak hanya berolahraga pagi, pria berakronim TP ini turut memantau pembangunan sejumlah proyek di Kota Parepare. Diantaranya Masjid Terapung BJ Habibie, Museum BJ Habibie, dan Lapangan Andi Makassau.

Dalam perjalanannya bersama sejumlah pejabat Pemkot Parepare, beberapa kali TP menepihkan sepedanya untuk turun menyapa masyarakat. Seperti di Taman Mattirotasi, warga memanfaatkan kehadiran Wali Kota Parepare dua periode itu untuk bersilaturahmi dan berfoto bersama.

Di Lapangan Andi Makassau, TP memantau perkembangan pengerjaan lapangan yang dipersiapkan untuk PSM Makassar. Saat ini, progres pengerjaan telah sampai penggalian untuk pipa saluran air. Hal tersebut dapat mengurangi resiko air tergenang di lapangan ketika hujan.

“Alhamdulilah melihat kondisi pembangunan revitalisasi lapangan alun-alun kota, sudah persiapan pipanisasi. Ini berguna agar genangan air berkurang. Sehingga ketika hujan deras, pemain PSM masih bisa bermain. Insyallaah kita hadirkan lapangan berstnbdar nasional,” kata Taufan Pawe.

Dewan Pengawas APEKSI ini berharap, rehabilitasi Lapangan Andi Makkassau berjalan lancar. Mengingat, lapangan tersebut akan memenuhi standar sepak bola liga satu Indonesia. Seperti menggunakan rumput berjenis Zoysia Matrella atau Rumput Manilla. Rumput ini sama persis digunakan Stadion GBK Jakarta.

“Mari kita pecinta sepak bola, khususnya para suporter PSM Makassar yang menjadi kebangaan masyarakat Sulsel berdoa, akhir tahun ini kita wujudkan lapangan tempat latihan yang memenuhi standar. Begitupun Stadion Gelora BJ Habibie yang jadi tempat pertandingan resmi PSM,” harapnya.

Sebagai penggemar sepak bola dan pecinta PSM, TP antusias menyambut kehadiran Pasukang Ramang. Kepala daerah berlatar belakang profesional hukum itu bergerak cepat merenovasi dua stadion sepak bola di Parepare sesuai regulasi Liga 1. Stadion Andi Makkasau diperuntukkan untuk latihan. Sementara Stadion BJ Habibie untuk pertandingan kandang PSM Makassar.

Bagaimana tidak, industri persepakbolaan sejalan dengan visi misinya membangun Kota Parepare sebagai kota industri tanpa cerobong asap. Sebagai kota jasa, PSM Makassar bermarkas di Kota Parepare akan menimbulkan multiplier efek yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Kota Parepare.

“Pak Appi mengatakan, Industri sepak bola ini sangat menjanjikan. Seperti inilah yang saya maksud. Dengan semangat ini, saya meyakini pada sektor kepariwisataan Kota Parepare bakal meningkat. Karena industri sepak bola memiliki multiplier efek yang positif bagi perekonomian masyarakat,” pungkasnya. (Hms/Propim)

Tim Verifikasi Nasional Puji Sekolah Adiwiyata dan Kebun Raya Jompie, Perkuat Parepare Menuju Wistara Keempat

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Hari kedua, Kamis, 30 September 2021, Tim Verifikasi Nasional Penyelenggaraan Kota Sehat kembali turun tinjau Lokus yang masuk dalam tujuh tatanan indikator penilaian Kota Sehat di Parepare. Di antaranya yang dikunjungi adalah Sekolah Adiwiyata, SMPN 2 Parepare, dan Kebun Raya Jompie Parepare.

Di SMPN 2 Parepare, Tim Verifikasi Nasional yang beranggotakan Nevy Rinda Nugraini (Ketua Tim), Carolina Rusdi Akib, dan Rahmat Wibisono memuji Sekolah Adiwiyata dan juga berlabel Sekolah Sehat itu.
Mereka mengapresiasi pengelolaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) SMPN 2 yang begitu memadai dan nyaman, ditambah pengelolaan Bank Sampah, yang tidak hanya mengedukasi siswa bersih lingkungan, tapi juga bernilai ekonomis.

“Jadi Bank Sampah ini menabung sampah, dan bisa menghasilkan uang. Bagus sekali. Mengedukasi siswa untuk bersih lingkungan, sekaligus memiliki nilai ekonomis,” puji Nevy Rinda Nugraini mendengar pemaparan tim pengelola Bank Sampah SMPN 2.

Tim secara umum puas dengan penjelasan Kepala SMPN 2 Parepare Hj Sri Enyludfiah MPd, apalagi sekolah ini sudah menerapkan protokol kesehatan dengan sangat baik. Terbukti SMPN 2 dipilih menjadi pilot project atau percontohan di Parepare, untuk Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

Beralih ke Kebun Raya Jompie, tim juga memuji penataan dan pengelolaan Hutan Kota itu yang dinilai sudah baik dan representatif. Kebun Raya Jompie ini termasuk salah satu kebun raya di Indonesia yang memiliki kawasan hutan kota alami. Di Indonesia, hanya ada dua kota yang memiliki kawasan hutan kota alami yang luas, yaitu Bogor dan Parepare. Karena itu, Kebun Raya Jompie disebut Hutan Kota terbaik di Sulsel.

Kebun Raya Jompie ini masuk dalam tatanan pariwisata sehat dan sarana prasarana umum sehat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Parepare, Budi Rusdi, Plt Kepala Dinas Kesehatan Parepare, Rahmawaty Natsier, Ketua Forum Kota Sehat Parepare, H Minhajuddin Ahmad, Tim Pembina Kota Sehat, Tim Teknis Kota Sehat, Forum Kota Sehat Kecamatan, Camat, Lurah, hingga Satgas Pariwisata Parepare intens mendampingi tim verifikasi selama kunjungan Lokus.

Budi Rusdi berharap apresiasi tim verifikasi terhadap Sekolah Adiwiyata, Kebun Raya Jompie, dan tatanan Kota Sehat lainnya, akan semakin menguatkan Parepare menuju penghargaan Kota Sehat tertinggi, Swasti Saba Wistara untuk keempat kalinya berturut-turut. “In Syaa Allah, kita bisa mempertahankan predikat Kota Sehat tertinggi untuk keempat kalinya,” kata Budi Rusdi.

Usai dari Kebun Raya Jompie, tim verifikasi menuju Bappeda Parepare yang menjadi Sekretariat Tim Pembina Kota Sehat Parepare. Di Bappeda, tim memverifikasi dokumen setiap tatanan penilaian Kota Sehat.

Kepala Bappeda Parepare selaku Ketua Tim Pembina Kota Sehat Parepare, Samsuddin Taha berharap, verifikasi dokumen berjalan baik dan lancar, sehingga semakin menunjung nilai Kota Sehat Parepare. “Verifikasi dokumen baik. Semua dokumen yang diperlukan ada dan siap. In Syaa Allah Parepare akan mempertahankan Kota Sehat keempat kalinya,” harap Samsuddin.

Tim verifikasi akan mengakhiri rangkaian verifikasinya pada Jumat, 1 Oktober 2021. Di antaranya yang akan diverifikasi pada Jumat, 1 Oktober 2021, adalah inovasi Jet Star, Bank Sampah Peduli, Forum Kecamatan Sehat di Kecamatan Ujung, Forum Kota Sehat, Puspaga Peduli Ta, Peduli Covid-19 Bola Ewako, Bengkel Raya Motor, inovasi Biduan di Kelurahan Tirosompe, uji emisi kendaraan, Kantor Pelayanan Pajak Pratama, RSUD Andi Makkassu, dan Tim Pembina Kota Sehat. (*)

Kabag Ekonomi Ungkap Alasan Pemerintah Lebih Banyak Ke Jasa Kontruksi

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Kebijakan ekonomi itu lahir bukan hanya dari wali kota tapi ada aspirasi masyarakat ada lembaga legislatif semuanya itu muaranya di kebijakan politik yang diakomodir menjadi kebijakan ekonomi. Hal tersebut di tegaskan Kabag Ekonomi Setdako Kota Parepare Basuki Busrah saat hadir sebagai narasumber pada IBH belum lama di radio Mesra Parepare.

“Jadi yang mendrive kebijakan ini adalah kebijakan politik wali kota dipilih oleh masyarakat jadi output dari semua itu adalah tanggung jawab kita bersama kalau dikatakan bahwa wali kota bertanggung jawab penuh bertindak sendiri Saya kira itu tidak benar kami di bidang ekonomi sangat rajin memproduksi nota pertimbangan ke beliau ada yang ditolak ada yang diterima.” Kata Basuki.

Lanjut Basuki kebijakan tersebut merupakan bagian dari visi walikota dan keinginan ada batasan pembiayaan untuk itu tidak semua yang di inginkan itu bisa diakomodir.

“Pertanyaannya kenapa mesti ke kontruksi karena data menunjukkan bahwa data konstruksi itu menunjukkan memberi multiplayer 30% kita tidak bisa memberi uang kepada orang yang tidak bisa belanja misalkan uang Rp 600 Milyar kalau misalnya uang 600 miliar dikasih kuliner sanggup tidak menjual omset sampai 600 M uang itu harus disimpan di sebuah laci yang menimbulkan multi player besar dari data kontruksi itu menyumbang multiplayer 30% dari pertumbuhan ekonomi kita jadi kalau cepat pertumbuhan ekonomi kita ya disimpan disektor kontruksi.” Jelas Basuki.

Basuki Menambahkan cuma mungkin memang analisanya perlu lebih dalam bahwa kontruksi apa melibatkan banyak tenaga kerja atau tidak disitu pointnya karena misalnya yang dibangun adalah ikon ikon kota Parepare itu bagian dari LPJM visi walikota yang disetujui oleh legislatif

KPU Gelar Pleno Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan September

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – KPU kota Parepare melaksanakan kegiatan rapat pleno terkait dengan penetapan hasil pemutakhiran data pemilih berkelanjutan untuk periode bulan September tahun 2021. Hal tersebut di tegaskan Divisi Perencanaan, Data dan Informasi Mursalin Muslimin Saat di hubungi tim liputan radiomesra.com Jumat (01/10/21)

“Selanjutnya kami akan menyampaikan yang telah dicapai dari kegiatan pemutaran tersebut sampai dengan priode bulan September 2021 terdata sebanyak 98.672 pemilih dengan rincian yang terdiri dari laki-laki sebanyak 47.534 dan pemilih perempuan sebanyak 51.138 ke semua pemilih ini tersebar di 4 kecamatan pada 22 kelurahan dalam wilayah kota Parepare kami sampaikan bahwa pemilih baru yang terdata itu sebanyak 24 pemilih serta pemilih yang tidak memenuhi syarat lain sebanyak 8 pemilih dan tidak ada pemilih melakukan ubah data sampai dengan periode bulan September 2021 ini data tersebut bersumber dari hasil pengawasan Bawaslu kota Parepare tanggapan dan masukan masyarakat serta temuan KPU kota Parepare yang sebelumnya telah dikoordinasikan dengan pihak terkait.” Kata Mursalim

Lanjut Mursalim, saat ini di jadwalkan untuk mengkoordinasikan berbagai hal terkait dengan berbagai potensi yang bisa berpengaruh terhadap data pemilih berkelanjutan diantaranya akan berkoordinasi dengan Madrasah Aliyah baik negeri maupun swasta se kota Parepare.

“Sebelumnya pada tanggal 23 September kemaren atas Fasilitasi kepala kantor kementerian agama kita dipertemukan dengan para kepala madrasah Aliyah negeri swasta se kota Parepare untuk membicarakan teknis bagaimana kita akan melakukan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan untuk siswa madrasah tersebut yang telah cukup umur 17 tahun dan tentunya telah melakukan perekaman KTP untuk selanjutnya kita daftar sebagai pemilih pemula selanjutnya kita juga akan berkoordinasi dengan polres Parepare dan kodim 1405 Mallusetasi ini terkait dengan potensi pemilih pemula yang dalam hal ini baru akan menggunakan hak konstitusi nya karena yang bersangkutan anggota TNI polri ini telah memasuki masa pensiun.” Terang Mursalin.

Tambah Mursalin KPU akan berkoordinasi dengan dinas kesehatan dan beberapa kelurahan tentunya di kota Parepare yang koordinasikan dengan kedua institusi ini dinas kesehatan dan kelurahan ini adalah terkait dengan pemilih yang tidak memenuhi syarat lagi itu disebabkan karena yang bersangkutan meninggal dunia dan pindah domisili keluar dari kota Parepare.

Rapat pleno terkait dengan penetapan hasil pemutakhiran data pemilih berkelanjutan untuk periode bulan September tahun 2021 disaksikan dan diikuti lengkap oleh seluruh komisioner KPU Parepare termasuk Ketua dan Anggota KPU kota Parepare serta dihadiri juga oleh para kepala sub bagian dalam lingkup KPU kota Parepare dan operator Datin KPU kota Parepare

PJU Rampungkan Penggantian Puluhan Lampu Aksesoris Kota

0

PAREPARE RADIOMESRA. COM – Pemerintah Kota Parepare melalui unit pelayanan terpadu daerah (UPTD) Penerangan Jalan Umum (PJU) Dinas PUPR telah merampungkan penggantian puluhan lampu aksesoris kota yang berlokasi di jalan Mattirotasi, Kota Parepare.

Kepala UPTD PJU Dinas PUPR, Burhanuddin pada tim liputan radiomesra.com (01/10/21) menyebutkan, sejumlah alasan yang menjadi pertimbangan dilakukannya penggantian puluhan lampu aksesoris kota tersebut.

Di antaranya kondisi lampu aksesoris kota yang sudah tidak layak pakai dan sebagai salah satu upaya menambah nilai estetika kota.

“Kami dari UPTD penerangan jalan umum terus berupaya mengadakan pembenahan dan penggantian aksesoris kota dalam hal ini lampu-lampu yang merupakan lampu hias dan lampu taman ini sebagai upaya untuk memastikan agar semua aksesoris kota ini berfungsi normal pergantian bentuk atau model juga kita lakukan untuk menciptakan perubahan-perubahan supaya kota Parepare yang kita banggakan ini terlihat lebih indah sebagai kota tujuan.” ujar Burhanuddin. (1/10/2021)

Burhanuddin juga menjelaskan, meski desain, bahan, serta percahayaan yang jauh lebih baik dari lampu aksesoris kota sebelumnya, namun daya listrik yang digunakan tetap sama dan hemat.

Dalam kesempatan itu, Burhanuddin juga mengimbau masyarakat agar turut serta menjaga dan memelihara lampu aksesoris kota karena aksesoris kota ini merupakan salah satu penunjang dalam mewujudkan teori telapak kaki yang digaungkan wali kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe.

Proses penggantian lampu aksesoris kota sejumlah 66 titik ini berhasil dirampungkan tim UPTD PJU kota Parepare dalam jangka waktu tiga bulan. (*)

Prodi Departemen Patologi Anatomi FK Unhas bersinergi dengan Pemkot Parepare melalui kegiatan bakti sosial vaksinasi dan penyuluhan Covid-19

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Ibarat gayung bersambut. Pemerintah Kota Parepare yang tengah giatnya mengoptimalisasikan vaksinasi Covid-19, terbantu dengan hadirnya vaksinasi gratis oleh Prodi Departemen Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Prodi Departemen Patologi Anatomi FK Unhas bersinergi dengan Pemkot Parepare melalui kegiatan bakti sosial vaksinasi dan penyuluhan Covid-19 di Rumah Sakit dr Hasri Ainun Habibie Parepare, Jumat, (01/10/21).

Dewan Penasihat Kawasan Karantina Covid-19 Sulawesi Selatan, Prof Dr dr Andi Asadul Islam dan dr Andi Ihwan bersama para relawan yang turun langsung memimpin vaksinasi menyasar 400 orang. Namun karena tingginya antusias masyarakat untuk divaksin, relawan pun meminta tambahan 200 dosis vaksin ke Dinas Kesehatan Sulsel. Sehingga keseluruhan menjadi 600 dosis vaksin

Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe mengemukakan, hadirnya bakti sosial vaksinasi ini betul-betul gayung bersambut. Karena Pemkot Parepare lagi giat-giatnya mengoptimalisasikan agar seluruh masyarakat Parepare dapat divaksin.

“Cuma kendalanya kita terbatas vaksin. Alhamdulillah, dengan kehadiran Prof Asadul dan rombongan sebagai relawan ini berikan bantuan vaksin 400, dan kenyataannya masyarakat sangat responsif menjadi 600, sehingga In Syaa Allah beliau bisa memenuhi,” ungkap Taufan Pawe (TP) di sela kegiatan vaksinasi di RS dr Hasri Ainun Habibie.

Wali Kota Parepare dua periode ini mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan oleh relawan Covid-19 Sulsel khususnya FK Unhas melalui program percepatan vaksinasi ini.

“Ini sebuah langkah maju dalam mengatasi pandemi Covid-19,” puji Taufan Pawe.

Taufan Pawe menekankan, dalam upaya mensukseskan program vaksinasi pemerintah membutuhkan dukungan dari seluruh pihak.

“Kami berharap seluruh stakeholder mendukung pemerintah dalam percepatan vaksinasi. Hari ini relawan Covid-19 Sulsel telah menjadi contoh yang baik bagi kelompok lainnya dalam upaya percepatan vaksinasi. Kami bangga,” tegas Dewan Pengawas APEKSI ini.

Selain program percepatan vaksinasi, kata Taufan, pemulihan ekonomi juga harus mendapat dukungan terutama dukungan dari sektor swasta dan pemangku kepentingan.

Karena menurut Taufan, sektor swasta memiliki peran sangat penting dalam mensukseskan dan memperkuat kemitraan dengan pemerintah.

“Oleh karena itulah, kami berharap kegiatan vaksinasi ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Saya melihat masyarakat Parepare memiliki antusiasme yang tinggi dalam pelaksanaan vaksinasi. Kita juga harap program vaksinasi ini tuntas dalam waktu tidak terlalu lama,” harap Wali Kota peraih 198 penghargaan ini.

Prof Asadul Islam menambahkan jenis vaksin adalah Sinovac, dan menyasar dosis pertama dan dosis kedua untuk 600 orang. “Sasarannya adalah masyarakat umum termasuk mahasiswa dan siswa SMP,” kata Prof Asadul.

Selain vaksinasi dan penyuluhan, kegiatan bakti sosial juga menjadi kreatif dan menarik karena adanya games. Wali Kota Taufan Pawe yang memandu langsung games memberikan pertanyaan tentang apa tujuan dan manfaat dari vaksinasi. Yang menjawab benar mendapatkan hadiah bingkisan.

“Vaksinasi bertujuan untuk meningkatkan imun tubuh,” jawab Melinda, seorang peserta vaksinasi, mahasiswa IAIN Parepare, yang tinggal di Jalan Agussalim, Parepare. Dia pun mendapatkan hadiah.

Beberapa remaja juga menjawab pertanyaan Taufan Pawe. Dan mendapatkan hadiah bingkisan.

Plt Direktur RS Hasri Ainun Habibie, dr Mahyuddin, Direktur RSUD Andi Makkasau, dr Hj Renny Anggraeny Sari, Wakil Direktur RSUD Andi Makkasau, dr Ibrahim Kasim, dan jajaran pejabat Pemkot Parepare ikut mendampingi selama kegiatan para relawan yang merupakan dokter ahli beda saraf FK Unhas ini. (Hms/Propim)

Terima Tim Verifikasi Nasional, Pemkot Parepare Terus Lakukan Terobosan Pertahankan Kota Sehat

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Pemerintah Kota Parepare resmi menerima Tim Verifikasi Nasional Penyelenggaraan Kota Sehat 2021. Tim diterima oleh Wakil Wali Kota Parepare H Pangerang Rahim atas nama Wali Kota Parepare Dr HM Taufan Pawe di Ruang Pola Kantor Wali Kota Parepare, Kamis, 30 September 2021.

Bersama Wakil Wali Kota, turut menerima, Sekda Parepare H Iwan Asaad, para Kepala SKPD, Camat, dan Lurah lingkup Pemkot Parepare.

Tim Verifikasi Nasional yang turun ke Parepare adalah Nevy Rinda Nugraini dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, selaku Ketua Tim, Carolina Rusdi Akib dan Rahmat Wibisono dari Kementerian Kesehatan, anggota tim.

“Selamat datang Tim Verifikasi Nasional Penyelenggaraan Kota Sehat di Kota Parepare. Kota tempat kelahiran Presiden ke-3 RI BJ Habibie, yang menjadi sumber inspirasi pembangunan di Parepare,” kata Wawali Pangerang Rahim di awal sambutannya.

Di hadapan Tim Verifikasi Nasional, Pangerang mengemukakan, Parepare yang sudah tiga kali berturut-turut mendapatkan penghargaan Kota Sehat kategori tertinggi, Swasti Saba Wistara, siap terus melakukan terobosan untuk mempertahankan predikat Kota Sehat tertinggi itu.

“Kami berkomitmen untuk mempertahankan Kota Sehat Swasti Saba Wistara. Berbagai upaya kami lakukan untuk tingkatkan derajat kualitas hidup masyarakat kami,” ungkap Pangerang.

Di antara upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat di Parepare adalah pembangunan bidang kesehatan melalui penataan sarana dan prasarana permukiman sehat.
Penataan kawasan transportasi dan tertib lalu lintas, kawasan industri dan perkantoran sehat, penataan kawasan pariwisata sehat, ketahanan pangan dan gizi, kehidupan sehat mandiri dan kehidupan sosial sehat.

“Penataan sarana dan prasarana permukiman melalui program Peduli Lorong dan Peduli Lingkungan. Penataan kawasan industri dan perkantoran dilakukan dengan pendekatan ramah lingkungan dan menggunakan teknologi Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL). Tidak ada pembangunan di Kota Parepare yang tidak ramah lingkungan,” terang Pangerang.

Penataan kawasan pariwisata sehat, kata Pangerang, yakni tempat-tempat wisata harus bersih dan indah karena hal itu menjadi daya tarik kunjungan.

“Kami tidak berhenti berpikir agar pembangunan yang dilakukan tetap pada konsep kota sehat dengan pendekatan empiris serta pelibatan masyarakat,” tegas Pangerang.

Pemkot Parepare, kata Pangerang, juga terus mengkampanyekan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas). Tujuannya mengajak serta memotivasi agar masyarakat terlibat aktif sehingga memiliki kebiasaan dan perilaku hidup yang sehat.

“Hal ini diharapkan mampu mewujudkan budaya hidup sehat secara konsisten dalam mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan. Kami juga mengharapkan kepada Tim Verifikasi Penilaian Kota Sehat untuk dapat memberikan bimbingan dan arahan serta pembinaan kepada Kota Parepare, agar kekurangan-kekurangan yang ada dapat diperbaiki demi peningkatan kualitas penyelenggaraan kota sehat tersebut,” harap Pangerang.

Pangerang berharap dengan verifikasi ini, Parepare meraih nilai maksimal, sehingga kembali mendapatkan penghargaan Kota Sehat tertinggi untuk keempat kalinya berturut-turut. Parepare mendapatkan penghargaan Kota Sehat Swasti Saba Wistara masing-masing pada 2015, 2017, 2019.

Ketua Tim Verifikasi Nasional Penyelenggaraan Kota/Kabupaten Sehat, Nevy Rinda Nugraini menjelaskan, penyelenggaraan kota sehat bertujuan untuk menciptakan daerah yang bersih, nyaman, aman, dan layak huni bagi masyarakat.

“Ini sebagai upaya meningkatkan kesehatan masyarakat dengan terciptanya kualitas lingkungan, fisik, dan sosial sesuai dengan kebutuhan wilayah. Program Kabupaten Kota Sehat (KKS) ini dilaksanakan setiap dua tahun sekali,” ujar Nevy.

Nevy mengingatkan, penyelenggaraan kota sehat memiliki peran dalam pembangunan daerah, dengan melihat potensi dan permasalahan agar dapat ditemukan arah, sasaran, tujuan, dan hal lainnya.

“Untuk tahun ini ada tujuh tatanan yang jadi indikator penilaian, termasuk penanganan Covid-19. Di Parepare, Lokus verifikasi di antaranya Hutan Kota, SMPN 2, SDN 28, TK Kartika. Kita juga akan lakukan pengecekan di beberapa tempat, termasuk tempat wisata, apakah kunjungan ada peningkatan atau tidak,” tandas Nevy. (*)

Fokus Apresiasi Fraksi yang Tolak Bahas Ranperda APBD Perubahan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – DPRD Kota Parepare bersama Pemerintah Kota Parepare menyepakati bersama Ranperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021 untuk ditetapkan menjadi Perda. Kesepakatan itu terungkap dalam rapat paripurna di DPRD Parepare, Selasa, (28/09/21)

Dalam rapat paripurna terungkap, empat Fraksi menyetujui penetapan Ranperda APBD Perubahan. Dan dua Fraksi menolak.

Dewan Pembina LSM Fokus di program obras radio mesra kamis (30/0921) H. Andi Abd. Rahman Saleh mengatakan LSM Fokus memberi dukungan terhadap 2 fraksi Di DPRD kota Parepare karena sudah mengambil tindakan tegas dengan menolak Ranperda APBD perubahan dan dirinya berharap LSM Fokus Perlu mendorong kedua partai tersebut untuk membantu menjadi kontrol DPRD agar anggaran sesuai sasaran bukan bancakan oligarki

“Kenapa kita kemarin Dan juga ini kita melihat ada sesuatu yang baik dari DPRD seperti dari partai Nasdem diikuti Gerindra menggunakan fungsi pengawasannya. tidak mau ikut. pihak LSM fokus kemarin rapat berupaya untuk membangun komunikasi dengan Nasdem dan Gerindra untuk bagaimana agar pembahasan APBD itu lebih efektif dan efisien tidak sama lagi tahun lalu hanya formalitas untuk palu dan dengan tempo pembahasan yang singkat sekira itu bentuk apresiasi kita .”Terang Arsal

Berikut hasil pembahasan Ranperda tentang Perubahan APBD 2021 yang telah disepakati menjadi Peraturan Daerah Kota Parepare.

Pertama, pada sisi pendapatan daerah yang terdiri atas Pendapatan Asli Daerah, Pendapatan Transfer dan Lain-lain Pendapatan yang sah yang mana direncanakan pada Perubahan APBD tahun anggaran 2021 menjadi sebesar Rp 976,03 miliar lebih atau bertambah sebesar Rp50,24 miliar lebih atau 5,43% bila dibandingkan dengan anggaran pokok 2021.

Kedua, untuk anggaran belanja daerah yang terdiri atas belanja operasi, belanja modal dan belanja tidak terduga yang mana direncanakan dalam Perubahan APBD tahun anggaran 2021 ini adalah sebesar Rp 1,00 triliun lebih atau bertambah sebesar Rp 57,42 miliar lebih atau sebesar 6,03% bila dibandingkan dengan anggaran pokok tahun anggaran 2021.

Dan ketiga, anggaran penerimaan pembiayaan adalah Rp 41,18 miliar lebih atau bertambah sebesar Rp 7,18 miliar lebih atau 21,14% dibandingkan anggaran pokok tahun anggaran 2021. Sedangkan anggaran pengeluaran pembiayaan adalah sebesar Rp8,01 miliar lebih, tidak mengalami perubahan

Tim Assessment Tinjau Kesiapan Sekolah Laksanakan PTM

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Tim Assessment yang terdiri dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parepare, Dinas Kesehatan Parepare, Dinas Perhubungan Parepare, Satpol PP Parepare, Dinas Kominfo Parepare ditambah Dewan Pendidikan Kota Parepare dan Tenaga Ahli Pendidikan Parepare, turun meninjau kesiapan sekolah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Selasa, (28/09/21).

Tim turun atas perintah langsung Wali Kota Parepare Dr HM Taufan Pawe untuk melakukan assessment memastikan sekolah-sekolah khususnya pilot project benar-benar siap melaksanakan PTM terbatas. Itu karena direncanakan awal Oktober 2021 atau tepatnya Senin, 4 Oktober 2021, sekolah pilot project sudah mulai PTM terbatas.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parepare, Arifuddin Idris mengatakan, Tim Assessment tidak hanya meninjau kesiapan fisik sekolah untuk PTM terbatas, tapi lebih teknis dan mendetail hingga standar operasional prosedur (SOP) yang spesifik di sekolah.

Arifuddin mengungkapkan, ada 60 SD dan SMP di Parepare yang memasukkan permohonan untuk melaksanakan PTM terbatas. Inilah yang ditinjau kesiapannya dalam beberapa hari ini.

Bukan sekadar melaksanakan PTM harus siap tapi setelah ini dinas dan dewan pendidikan hasilnya nanti akan sodorkan ke pimpinan melalui sekda bahwa ada sekolah yang usulkan menjadi pilot project, pilot project ini akan berjalan apakah 1 minggu atau 2 minggu atau 1 bulan terserah nanti hasilnya pantau.

Lanjut Arifuddin, tidak terlalu banyak pilot project dulu dipantau setiap hari apa yang terjadi apa saja kekurangannya diperbaiki selama masih bisa diperbaiki.

“kalau memang bahkan bisa saja tapi mudah-mudahan tidak terjadi mungkin sekolah setelah kita secara acak lalu ada temuan pasti kita tuntut. Makanya saya imbau kepada sekolah jangan sekedar mau tapi betul betul karena terkadang konsep bagus tapi aplikasi penerapannya ada kendala-kendala yang tidak sesuai dengan konsep. fakta ini yang perlu dan mudah-mudahan berjalan dengan lancar semuanya kan kita minta dukungan masyarakat terutama orang tua siswa.” Terang Arifuddin

Ada tujuh sekolah yang ditinjau pada Selasa, 28 September 2021. Masing-masing SDN 1, SDN 3, SDN 5, SDN 55, dan SDN 71 Parepare untuk jenjang sekolah dasar. Serta SMPN 1 dan SMPN 2 Parepare untuk sekolah menengah pertama.

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare