25.4 C
Pare-Pare
Sabtu, Mei 30, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 646

BKD Siapakan Aplikasi Pembayaran PBB Digital

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Pemerintah kota Parepare saat ini sedang merancang dan melakukan kerjasama dengan Bank BPD sulselbar untuk pembayaran PBB ke depan itu bisa dibayar secara online. Hal tersebut di tegaskan oleh Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) kota Pareparr H. Jamaluddin Achmad pada tim liputan radiomesra.com Selasa (29’09/21).

“Tujuannya adalah untuk memudahkan masyarakat dalam pembayaran PBB dan menghindari kebocoran kebocoran yang ada. Jadi dengan pembayaran berbasis online ini masyarakat bisa membayar PBB di mana saja jadi tidak perlu lagi datang ke Badan Keuangan Daerah untuk membayar tidak perlu antri di loket-loket sekarang ini.” Kata H. Jamal.

Lanjut H. Jamaluddin pihaknya telah memberikan database kepada bank Sulselbar untuk dikelola. Terkait dengan hal tersebut pertama sebenarnya kekuatirannya bahwa kalau itu dibayar melalui online ada masalah bahwa yang dibayar adalah tahun bersangkutan tahun berjalan.

“Kita tidak tahu ada beberapa wajib pajak yang menunggak misalnya. misalnya tahun 2021 yang dibayar ada tunggakan untuk 2020,2019, 2018 ini yang tidak bisa kita deteksi. tetapi tidak ada persoalan itu kami akan lakukan bahwa untuk pembayaran PBB ke depan berbasis online. Jadi bukan saja untuk PBB ada 10 mata pajak yang kami kelola di badan keuangan daerah itu nanti akan pembayarannya melalui online.” Jelas H. Jamaluddin.

Sekarang ini tambahnya untuk restoran rumah makan dan lain-lain itu sekarang sudah ada aplikasi Qris orang bisa melakukan itu. bahkan juga nanti retribusi retribusi akan melakukan hal yang sama itu berbasis online ini. nanti pihaknya melakukan itu untuk memudahkan masyarakat dan mengurangi kebocoran kemunculan yang ada.

“Jadi insya Allah tahun 2022 kami akan mulai pembayaran pajak PBB dan lain-lain ya melalui aplikasi. Alhamdulillah sekarang ini kami sudah melakukan kerjasama dengan bank BPD Sulawesi Selatan itu yang kami lakukan saat ini. kita berdoa supaya nanti 2022 ini sudah bisa diwujudkan di kota Parepare karena nanti wajib pajak yang ada di Makassar di Makassar tidak perlu ke parepare atau di mana saja itu bisa dibayar PBB dan pajak pajak lain yang kami akan lakukan untuk tahun 2022.” Tutup H. Jamaluddin.

Dishub Perbaiki Traffick Light Ujung Bulu

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Dinas Perhubungan Kota Parepare melalui Bidang Prasarana dan Keselamatan Rabu (29/9/2021) melakukan Pergantian Mesin Traffic Light baru untuk Persimpangan Jl. Agussalim – Jl. Usman Djafar (SPBU Ujung Bulu).

Kepala Dinas Perhubungan Kota H.M Iskandar Nusu S.Stp pada tim liputan radiomesra.com mengatakan traffick light tersebut selama ini menjadi keluhan masyarakat pengguna jalan.

“Dinas perhubungan melalui bidang prasarana melaksanakan perbaikan dan pergantian alat atau mesin di SPBU persimpangan-persimpangan jl Karaeng burane dan jl Agus salim. yang mana kita ketahui trafik light ini beberapa hari yang lalu mengalami kerusakan. Alhamdulillah atas perhatian Pemkot Parepare, akhirnya pada hari ini untuk menanggapi keluhan masyarakat maka kami melaksanakan kegiatan sebagai respon yang cepat untuk menciptakan keselamatan kelancaran ketertiban lalu lintas di kota Parepare.” Kata Iskandar.

Mantan kadis infokom kota parepare ini juga berpesan kepada para pengguna kalan untuk Tetaplah tertib dalam berlalu lintas untuk keselematan bersama sebagai pengguna jalan.

Disporarpar Dukung PARFI Buat Film Bertema Budaya

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM- Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Cabang Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), dalam waktu dekat ini akan memproduksi film yang akan mengusung tema budaya dan pariwisata Kota Parepare.

Hal ini terungkap saat sejumlah pengurus PARFI Cabang Parepare, melakukan audience dengan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Parepare, Amarun Agung Hamka, pada Rabu (29/09/21) siang.

Film produksi perdana PARFI Cabang Kota Parepare yang bekerja sama dengan komunitas Parepare Indie ini, akan mendaulat Sahran Himamaru sebagai sutradara yang akan banyak menyorot tema tradisi budaya khususnya di Bacukiki.

Menurut Sahran, dalam film ini nanti akan tergambar jelas bagaimana masyarakat Bacukiki tetap mempertahankan tradisi budaya mereka yang menjadi identitas aslinya di tengah pesatnya era modernisasi sekarang ini.

“Jadi dalam film ini nantinya akan kami gambarkan kisah drama romansa, dan juga fokus cerita mengarah pada nilai pelestarian tradisi dan budaya, dimana karakter pemeran perempuan bernama Cenning di film ini, sangat mewakili watak perempuan Bugis yang menjunjung tinggi harga dirinya sebagai perempuan Bugis seutuhnya,” jelas Sahran, yang juga pernah menyutradarai pagelaran teater kolosal pembantain pasukan Westerling di Parepare ini.

Sahran juga mengatakan, yang akan terlibat pada penggarapan film ini, semuanya berasal dari Parepare, mulai dari penulis naskah, sutradara, aktor maupun aktris, serta crew kameramen, editor, audio, dan penggarapan soundtracknya nanti.

Senada dengan Sahran, Abdillah.MS, penulis script atau naskah serta ide cerita film bergendre drama tentang Bacukiki ini mengungkapkan, film ini akan banyak mengeksplorasi tentang wilayah Bacukiki, yang juga mengandung pesan-pesan moral bermuatan kearifan lokal. Misalnya, tentang budaya siri, dan petuah-petuah orang-orang Bugis terdahulu akan tertuang pada dialog-dialog di film ini.

“Pemilihan tema Bacukiki dalam film ini, tidak serta merta muncul begitu saja, akan tetapi tetap diawali dengan tahapan riset dan pelibatan beberapa penduduk asli Bacukiki dalam memberikan saran tentang gambaran Bacukiki masa lalu dan sekarang,” jelas Abdi sapaan akrabnya.

Lebih lanjut dikatakan, pada film ini juga mengangkat budaya ‘Siri na Pesse’ dari perspektif perempuan. Siri berarti rasa malu atau harga diri, sedangkan Pesse yang berarti pedas atau keras, kokoh pendirian. Jadi Pesse berarti semacam kecerdasan emosional dalam mempertahankan kebenaran.

“Bagi perempuan Bugis “Siri na Pesse” merupakan kehormatan, harga diri serta martabat bagi dirinya dan juga keluarga. Sementara cinta bagi perempuan Bugis ialah harus mencintai harga diri, menjaga martabat dan kehormatannya,” jelasnya.

Meskipun karakter Cenning pada film ini sebagai peran pendamping, akan tetapi menjadi penentu alur dalam ceritanya.

Ada pun gambaran sinopsis pada film ini lanjutnya, sosok Anton adalah seorang mahasiswa semester akhir di sebuah perguruan tinggi dan sekaligus sebagai seorang jurnalis magang di perusahaan media ternama. Ia kemudian ditugaskan untuk meliput satu wilayah yang ada di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, yakni Bacukiki.

Saat sedang menggarap liputan di Bacukiki, Anton kemudian mendengar kabar ada pengusaha yang hendak membangun sebuah cafe di Bacukiki. Dimana lokasi  pembangunan cafe itu, akan menghilangkan sebuah situs bersejarah berupa batu besar yang dikenal oleh masyarakat setempat dengan nama “Batu Makkiki’E” yang sangat disakralkan oleh penduduk setempat, karena batu itulah menjadi awal kenapa wilayah itu diberi nama Bacukiki.

Hingga pada satu kesempatan Anton secara tidak sengaja bertemu dengan seorang gadis bernama Cenning yang merupakan anak dari tokoh masyarakat setempat yang sangat getol ingin mempertahankan identitas kampung halamannya. Pertemuan Anton dan anak dari tokoh masyarakat yang ingin mempertahankan identitas  kampung halamannya ini, menjadi batu sandungan bagi sang pengusaha, sehingga Anton terlibat pada konflik kepentingan tersebut.

Sementara itu, Kadisporapar Kota Parepare, Amarun Agung Hamka mengungkapkan, sangat menyambut baik rencana penggarapan film ini, apalagi temanya juga mengambil gambar beberapa icon kota serta objek wisata yang ada di Kota Parepare.

“Jadi perlu saya sampaikan bahwa fokus kami di Disporapar Parepare saat ini, memang sedang mengusung pelestarian nilai-nilai tradisi budaya yang bisa menunjang sektor pariwisata yang ada di sini,” kata Hamka.

Dirinya berharap, meski pun hal ini adalah rencana produksi perdana dari PARFI Cabang Parepare, akan tetapi diharapkan dapat berjalan lancar dan maksimal, yang tentunya akan juga bisa mengangkat nama Kota Parepare ke depan.

“Tentu kami juga mensupport baik moril mau pun bentuk pelibatan lainnya,” imbuhnya.

Menuju Wistara Keempat, Parepare Diverifikasi Lapangan Kota Sehat Tingkat Nasional

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Kota Parepare tengah diverifikasi lapangan untuk penyelenggaraan Kota Sehat tingkat nasional 2021. Tim Verifikasi Nasional dari pusat berada di Parepare untuk melakukan verifikasi lapangan selama tiga hari, Rabu hingga Jumat, 29 September-1 Oktober 2021.

Tim Verifikasi Nasional yang turun itu masing-masing Nevy Rinda Nugraini selaku Koordinator Tim, serta Carolina Rusdi Akib dan Rahmat Wibisono, Anggota Tim.

Hari pertama, Rabu, 29 September 2021, tim turun melakukan verifikasi lapangan dengan Lokasi Fokus (Lokus) Sekolah Sehat di SDN 28 Parepare, kemudian memverifikasi produk kuliner lokal Abon Bunda yang merupakan inovasi Berdaya Srikandi Oleh Srikandi, dan Monumen Cinta Sejati Habibie Ainun, terkait Car Free Day Cinta.

Pada hari kedua, Kamis, 30 September 2021, tim rencananya akan diterima resmi oleh Pemkot Parepare dalam hal ini Wali Kota Parepare yang diwakili Wakil Wali Kota H Pangerang Rahim dan Sekda H Iwan Asaad di Ruang Pola Kantor Wali Kota Parepare.

Selanjutnya menuju Lokus Sekolah Adiwiyata SMPN 2 Parepare, Sekolah Generasi SB3, Rumah Impian, Hutan Kota, Callnak, TPA Aloppoe. Kemudian ke Kelurahan Tangguh Lapadde, Forum Kelurahan Sehat Lemoe, Pasar Sumpang Minangae, dan berakhir di Tonrangeng Riverside.

Hari terakhir, Jumat, 1 Oktober 2021, Lokus tim adalah inovasi Jet Star, Bank Sampah Peduli, Forum Kecamatan Sehat di Kecamatan Ujung, Forum Kota Sehat, Puspaga Peduli Ta, Peduli Covid-19 Bola Ewako, Bengkel Raya Motor, inovasi Biduan di Kelurahan Tirosompe, uji emisi kendaraan, Kantor Pelayanan Pajak Pratama, RSUD Andi Makkassu, dan Tim Pembina Kota Sehat.

Anggota Tim Pembina Kota Sehat Parepare Dede Alamsyah Wakkang atas nama Ketua Tim Pembina Kota Sehat Parepare Samsuddin Taha mengungkapkan, Lokus-lokus yang dikunjungi tim itu masuk dalam tujuh tatanan atau indikator penilaian Kota Sehat. Yakni Kawasan Pemukiman, Sarana, dan Prasarana Umum Sehat. Kemudian, Kawasan Sarana Lalu Lintas dan Pelayanan Transportasi Sehat, Kawasan Industri dan Perkantoran Sehat, Kawasan Pariwisata Sehat, Ketahanan Pangan dan Gizi, Kehidupan Masyarakat Sehat Mandiri, serta Kehidupan Masyarakat Sosial yang Sehat.

“Kita berharap Parepare mendapatkan hasil maksimal pada verifikasi lapangan tingkat nasional ini, sehingga kita bisa meraih Wistara keempat kalinya atau penghargaan Kota Sehat tertinggi,” harap Dede yang juga Kabid Perencanaan SDM dan Sosbud Bappeda Parepare.

Sebelumnya, Parepare sukses meraih penghargaan Kota Sehat tertinggi, Swasti Saba Wistara tiga kali berturut-turut. Masing-masing pada 2015, 2017, dan 2019. Bahkan pada 2019, Parepare masuk dalam jajaran enam besar peraih Wistara terbaik di Indonesia. Kini Parepare menanti penghargaan Kota Sehat tertinggi untuk keempat kalinya pada 2021. (*)

KNPI Gelar Forum Perempuan Bertema Wirausaha

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – KNPI kota Parepare menggelar kegiatan Forum Perempuan Parepare, Acara yang di gelar di hotel parewisata sabtu (25/09/21). Wakil ketua DPD KNPI kota Parepare membidangi bidang Ekrap Muh. Haedar Hasan pada radiomesra.com yang membuka kegiatan tersebut ahad (26/09/21) mengatakan mengangkat tema wirausaha perempuan peluang dan tantangannya.

“Saya selaku wakili ketua DPD KNPI kota Parepare membidangi bidang ekrap dan pariwisata diberi mandat oleh bung ketua KNPI kota Parepare untuk membuka acara teman yang OKP perempuan yaitu Srikandi Pemuda Pancasila, Kohati dan teman teman OKP perempuan lain membuat acara yang namanya Forum perempuan Parepare gimana hari ini berkesempatan mengangkat tema wirausaha perempuan peluang dan tantangannya.” Jelas Haedar.

Lanjut Owner Olahan Buah Segar Haeju ini, menambahkan kegiatan ini juga dihadiri beberapa materi pengusaha perempuan di kota Parepare salah satunya itu ketua TDA perempuan kota Parepare Resti untuk memberikan motivasi memberikan pengalaman.

“Bagaimana beliau membangun usahanya, bagaimana beliau melihat peluang tantangan walaupun perempuan beliau juga mampu untuk bertahan. Apalagi ditengah pandemi ini jadi output kegiatan ini yaitu bagaimana membuka mindset teman teman OKP perempuan bahwa perempuan juga bisa berwirausaha.” terang Haedar.

Kegiatan ini di ikuti 30 peserta dari masing OKP perempuan yang berada pada naungan DPD KNPI parepare. Kegiatan Forum Perempuan Parepare Kolaborasi Srikandi PP, KNPI, Komunitas TDA dan Fatayat NU.

Pemerintah Siapkan Kawasan Industri Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Kepala Bagian Ekonomi Sekertariat Daerah Kota Parepare Basuki Busrah pada IBH Radio Mesra Sabtu (25/09/21) mengatakan Dari sisi pemerintah ingin menjaga estetika kota supaya orang itu tetap berdatangan di spot tidak terganggu dengan kondisi kondisi UKM yang mungkin kurang estetika. itu juga dampaknya ke UkM Kalau pengunjung tidak mau datang lagi maka perputaran ekonomi itu tidak ada

“Soal desain pemulihan ekonomi APBD itu berkisar hampir 1 triliun. kisaran belanja modal itu sekitar 600 miliar. ada riset yang menunjukkan bahwa APBD masih menjadi dominator stimulus ekonomi. jadi dominasi APBD itu sangat mewarnai Jadi kalau APBD kita turun berarti alat yang dipakai menstimulus juga turun. Sekedar indikasi bahwa memang APBD kita lagi turun PAD juga turun, sektor kesehatan yang tadinya tumbuh 10% sekarang mulai turun lagi ada budget constraint ada batas-batas pembiayaan ini terjadi di semua daerah.” Jelas Basuki.

Lanjut Basuki, hikmah yang ambil di situ adalah memang dibutuhkan strategi-strategi pemerintah kalau di dikatakan semua berawal dari dan bersumber kemudian dipertanggungjawabkan wali kota, dirinya melihat karena ada di dalam wali kota cukup egaliter melihat dan menerima masukan.

“Kami sering diskusi bahwa parepare ini kalau ibarat kue-kuenya kecil. Pengusaha makin lama makin banyak. kue ini semakin banyak pengusaha yang memperebutkan. Maka pengusaha yang tadinya mengambil banyak akhirnya harus dibagi-bagi. Ketika kue ini merasa kecil baginya ia merasa omsetnya turun atau ada masalah soal pandemi. Kami memberi masukan ke wali kota bahwa harus bisa tidak bisa tidak dibuka kue yang baru. Apa itu kue yang baru ya itu setelah kita cermati dan analisa itu adalah kawasan industri dan pergudangan.” Terang Basuki.

Ketua Komisi II Nilai Peran Pemerintah Belum Terlalu Bagi UMK Di Masa Pandemi

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Di masa pandemi ini ada 3 indikator yang sebenarnya harus kedepankan. Ketiga hal tersebut yakni adaptasi, berinovasi serta berkolaborasi. Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi II DPRD kota Parepare Dr. Kamaluddin Kadir pada bincang Heboh sabtu (25/09/21).

“Dimasa pandemi ini kita lihat dari pemerintah peran pemerintah belum terlalu karena pemerintah sekarang ini masih berharap apa yang sudah diberikan pemerintah pusat. yang kedua keterlibatan para UMKM ini tumbuh sendiri sebenarnya. pemerintah sangat berterima kasih kepada UMKM karena tanpa upaya dia sudah bisa beradaptasi, berinovasi dan berkolaborasi sehingga mereka tumbuh sendiri.” kata Dr. Kamaluddin.

Lanjut Aleg Dapil ujung ini, sekarang jika APBD 1Trilyun sekarang kalau berskala sekarang ini fisik dan nonfisik di kota Parepare masih berbanding infrastruktur yang paling banyak. kebijakan pemerintah pemerintah setiap dana transfer daerah tujuan utamanya itu untuk pemulihan ekonomi dan pencegahan covid.

“Kalau kita kembali ke APBD struktur APBD kita masih 60 40, 30 atau 70 Saya yakin bahwa keterlibatan pemerintah dalam membina UMKM ini mau dikatakan ada tapi tidak ada begitu juga sebaliknya. Kalau kita kembali ke persoalan data soal kemiskinan kalau angka kemiskinan kita berbicara makro dan mikro kalau makro itu biasa di pakai BPS dengan menggunakan 4 indikator evaluasinya BPS ketika menentukan angka kemiskinan itu dalam rangka evaluasi pembangunan. tapi kalau kita melihat angka kemiskinan secara mikro yang dipakai kementerian sosial melalui data di DTKS.” Jelas Dr. Kamaluddin.

Prof Husain Syam Apresiasi Wali Kota Parepare Taufan Pawe Realisasikan ITH

0

MAKASSAR, RADIOMESRA. COM – Pembukaan Institute Teknologi Habibie (ITH) di Kota Parepare terus disiapkan. Kali ini, Wali Kota Parepare, Taufan Pawe (TP) menghadiri Rapat Koordinasi Teknis Persiapan Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) Titik Lokasi Mandiri Sulsel Tahun 2021.

Rakor ini digelar di Ruang Rapat Pimpinan Gedung Menara Pinisi Universitas Negeri Makassar (UNM), Senin, (27/09/21).

Tak hanya Taufan Pawe, Rakor ini turut dihadiri pimpinan instansi dari Balai Besar Cagar Budaya Sulsel, Lembaga Layanan Dikti Wilayah IX, Politeknik Negeri Ujung Pandang, dan Politeknik Pertanian Negeri Pangkep.

Rektor UNM, Prof Husain Syam dalam sambutannya mengapresiasi, perjuangan Wali Kota Parepare Taufan Pawe sehingga Institut Teknologi Habibie (ITH) di Kota Parepare terealiasi. Bagaimana tidak, Prof Husain tahu betul perjuangan TP melahirkan salah satu institut teknologi yang ada di luar pulau Jawa yang bakal menjadi kebanggaan masyarakat Sulsel.

“Bapak Taufan hadir sebagai kapasitasnya penanggung jawab ITH. Kenapa Pak TP hadir langsung. Karena saya tahu betul bapak orang memiliki andil besar terhadap hadirnya ITH di Kota Parepare. Sehingga ini bukan hanya tanggung jawab sebagai kepala daerah tetapi tanggung jawab pribadi yang berjuang, melahirkan, dan mengawal langsung ITH hingga betul-betul terwujud sampai saat ini,” puji Prof Husain saat membuka rakor itu.

Prof Husain menambahkan, UNM telah ditunjuk sebagai koordinator pelaksanaan SKD CPNS Kemdikbudristek tahun 2021 titik lokasi mandiri Sulsel. Sehingga rakor kolaborasi ini bertujuan untuk menyatukan persepsi agar pelakasanaan SKD CPNS ini berjalan lancar dan sukses.

“Secara keseluruhan jumlah yang akan tes disini dengan tiga sesi perhari selama 11 hari itu sekira 8.000 pelamar. Termasuk formasi enam instansi kita semua. Ini semua yang akan kita kelola secara bersama-sama,” ungkapnya.

Sementara Wali Kota Parepare Taufan Pawe mengatakan dalam tata kelola pendidikan, eksistensinya adalah menjadikan lembaga pendidikan itu sebagai jembatan untuk menuju peradaban yang lebih baik. Olehnya itu, sejak pertama kali dirinya dilantik Oktober 2013 silam, inspirasinya dalam membangun Kota Parepare yakni BJ Habibie. Salah satunya hadirkan Institut Teknologi Habibie (ITH).

“ITH dalam perjalanannya sangat luar biasa tantangannya. Sempat dibujuk untuk mengalah agar dijadikan kampus swasta, bahkan politeknik. Saya mengatakan saya tidak bergeser, saya pertaruhkan jabatan saya demi hadirnya ITH negeri di Parepare. Apalagi semangat saya sudah diapresiasi langsung BJ Habibie,” ungkapnya.

Dewan Pengawas APEKSI itu menjelaskan, dalam memajukan kesejahteraan masyarakat Kota Parepare, dirinya menggunakan teori telapak kaki. Dirinya menargetkan, telapak kaki bisa hadir di kota kelahirannya di atas 500 ribu. Mengingat jumlah penduduk Parepapare hanya 157 ribu.

Kepala daerah berlatar belakang profesional hukum ini melanjutkan, konsep visi misinya adalah mewujudkan Parepare kota industri tanpa cerobong asap dengan mengandalkan tiga sektor. Pertama pendidikan, kesehatan, dan kepariwisataan.

“Saya sudah berkomitmen mensejahterakan masyarakat saya berkelanjutan. Saya berkeyakinan, ITH bisa melahirkan ekonomi-ekonomi baru atau multiplier efek bagi kesejahteraan masyarakat Kota Parepare,” pungkasnya.

Diketahui, Kemdikbudristek telah membuka penerimaan CPNS Dosen untuk ITH di Kota Parepare. Penerimannya yakni 15 CPNS Dosen dan delapan orang staf atau tata usaha (TU). 23 kuota yang disiapkan Kemendikbud itu untuk sembilan formasi berbasis teknologi informasi. (Hms/Propim)

Anugerah Parahita Ekapraya, Parepare Naik Tingkat Kategori Utama

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe resmi menerima piala penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) kategori Utama, pada Senin 27 September 2021.

Anugerah Parahita Ekapraya adalah penghargaan yang diberikan kepada Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah yang telah berkomitmen mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender melalui strategi pengarusutamaan gender (PUG).

Parepare naik tingkat dari sebelumnya APE kategori Madya kini menjadi kategori Utama.

Kepastian itu berdasarkan Surat Keputusan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Nomor 66 tahun 2021 tentang Penerimaan Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya tahun 2020 kategori utama.

Sebelumnya, Bappeda Kota Parepare selaku Ketua Pokja Pengarusutamaan Gender Parepare, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Parepare, Hj Andi Rusia, Kepala Bidang Kesetaraan Gender, Sriyanti Ambar sebagai Sekretaris Pokja PUG, juga selaku leading sektor PUG, serta Focal Point Kecamatan menjemput langsung piala dan piagam penghargaan APE di Kementerian P3A, Jakarta pada Jumat, 24 September 2021.

Kepala DP3A Parepare Hj Andi Rusia mengaku bersyukur Parepare berhasil naik tingkat dari Madya pada 2018 ke Utama pada 2020. Hal itu, kata dia, tidak terlepas dari dukungan dan komitmen Wali Kota Parepare Taufan Pawe, Wakil Wali Kota H Pangerang Rahim, Sekda H Iwan Asaad.

“Alhamdulillah kita bisa naik tingkat dari Madya ke Utama. Hal itu karena dukungan dari berbagai pihak, utamanya Bapak Wali Kota Parepare,” ungkap Andi Rusia.

Asisten Deputi Perlindungan Khusus Anak dari Kekerasan Kementerian P3A RI, Ciput Eka Purwianti, di hadapan Kepala DP3A Parepare, Andi Rusia dan Kabid Kesetaraan Gender, Sriyanti Ambar memberi ucapan selamat kepada Parepare, Provinsi Sulsel atas naiknya tingkat penghargaan APE dari Madya ke Utama. “Selamat kepada Parepare sudah naik kelas jadi Utama,” pujinya.

Ciput mengakui, Parepare yang dia kenal waktu masih tangani Gender pada 2014, itu memang sudah menunjukkan komitmen luar biasa untuk pelaksanaan Pengarustamaan Gender.

“Driver (Penggerak) Perencanaan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) di sana juga sangat kompak. Jadi saya percaya sih penilaian Utama ini memang hasik kerja keras semua Pokja PUG di Kota Parepare, dan khsusnya Sekretariat Pokja PUG dari DP3A Parepare, serta di bawah pimpinan Kepala Bappaeda Kota Parepare. Selamat, Luar Biasa,” tandas Ciput. (*)

HIPMI Inginkan Kemitraan Pelaku Usaha dan Pemerintah

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Ketua Umum BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Parepare Sjamsul Rijal Madani Hadir Sebagai Salah satu Narasumber Pada program Ini Bincang Heboh (IBH) Edisi Sabtu (25/09/21) di Radio Mesra 102’8 Mhz.

Rijal yang juga Owner Kaosta tersebut mengatakan dirinya sebagai ketua HIPMI parepare ingin agar bagaimana memperbaiki sistem tata kelola bisnis teman-teman nantinya bagaimana menjadi lebih baik namun tidak pernah menutup diri.,

“Bahwa peran peserta dari legalitas pemerintahan ini harus ada peran disitu. jujur salah satu visi misi kami adalah bagaimana peran serta kemitraan ini. bahwa mitra Mitra ada win win solution antara pelaku usaha dengan pemerintahan bagaimana bisa terjalin harmonisasi yang aktif sehingga bagaimana teman-teman pelaku usaha ini tersentuh oleh program yang sifatnya boleh kena. kalau kita di TDA sering melakukan kolaborasi dengan pemerintah kota dalam kaitan untuk bagaimana stimulus bagaimana sih pelaku usaha ini bisa menjadi suporting.” Jelas Rijal

Lanjut mantan Ketua TDA parepare ini, kaitanya dengan HIPMI ini agak berbeda domainnya lebih besar jadi memang ada skala yang mereka berpikir juga bahwa di mana titik temunya HIPMI dan pemerintah nanti yang bisa secara global berpengaruh besar terhadap kejadian.

“Contoh kasus yang kami harapkan ketika perputaran dana APBD kurang lebih 1 triliun. Salah satu harapan kami minimal belanja daerah ini tidak keluar. Jadi berputar harapan Kita pelaku usaha adalah bagaimana dana yang ada di daerah ini berputar di daerah juga sebelum kita mengambil dana dari luar. jangan justru dana yang ada itu keluar. mudah-mudahan ada titik temu nanti pemerintah dan pelaku usaha supaya perputaran ini benar-benar dinikmati warga Parepare khususnya para pengusaha.,” Urai Rijal

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare