27.4 C
Pare-Pare
Jumat, Oktober 30, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 99

Efek KUHP Baru, Tren Perkara Pidana di PN Parepare Menurun Berkat Restorative Justice

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Pengadilan Negeri (PN) Parepare mencatat adanya tren penurunan jumlah perkara pidana biasa sepanjang semester pertama tahun 2026. Penurunan ini dinilai sebagai dampak positif dari penerapan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Hukum Acara Pidana baru yang gencar mendorong mekanisme keadilan restoratif (restorative justice).

Hakim sekaligus Juru Bicara PN Parepare, Romi Hardhika, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 lalu, PN Parepare menangani total 237 perkara pidana biasa dan 584 perkara pelanggaran lalu lintas. Sementara itu, untuk tahun 2026 dari periode Januari hingga 23 Juni, perkara pidana biasa yang diterima tercatat sebanyak 75 perkara.

“Jika kita bandingkan secara semester to semester, ada tren penurunan yang cukup signifikan. Pada enam bulan pertama tahun 2025, rata-rata perkara mencapai 102 kasus, sedangkan di periode yang sama tahun ini hanya 75 perkara,” ujar Romi Hardika saat ditemui di PN Parepare, Selasa (23/06/26).

Romi menjelaskan, penurunan ini erat kaitannya dengan implementasi regulasi baru yang mewajibkan penegak hukum mengupayakan perdamaian atau penyelesaian di luar persidangan sejak tahap penyidikan dan penututan.

“Jadi, kasus yang sampai ke pengadilan itu benar-benar perkara yang memang sudah tidak bisa lagi diselesaikan di tingkat bawah,” tambahnya.

Sepanjang tahun 2026 ini, mayoritas kasus yang ditangani didominasi oleh perkara narkotika, kejahatan terhadap harta benda seperti pencurian, serta kasus pencabulan yang mayoritas korbannya adalah anak di bawah umur.

Putusan Menonjol: Rehabilitasi Narkotika dan Pengamatan Hakim

Dari sekian banyak perkara yang telah diputus tahun ini, Romi membeberkan dua kasus menonjol yang menyita perhatian publik. Kasus pertama adalah penerapan keadilan restoratif perdana di PN Parepare untuk pengguna narkotika atas nama terdakwa Umroah.

“Melalui aturan baru di tahun 2026, kita wajib mengupayakan restorative justice bagi pengguna. Karena barang buktinya sangat kecil (0,13 gram) dan terdakwa murni pengguna mandiri, majelis hakim menjatuhkan putusan pidana rehabilitasi, bukan penjara,” jelas Romi.

Kasus menonjol kedua adalah perkara pencabulan anak  dengan terdakwa bernama Basri. Romi menceritakan, meski terdakwa tidak mengakui perbuatannya dan hasil visum hanya membuktikan adanya kekerasan tanpa langsung menunjuk pelaku, majelis hakim berhasil mematahkan alibi terdakwa menggunakan instrumen pengamatan hakim.

“Hakim melihat ada mens rea atau niat jahat saat terdakwa membawa anak tersebut ke rumahnya yang kosong tanpa ada orang lain. Lewat keyakinan dari pengamatan hakim, didukung visum, hasil asesmen, serta keterangan saksi anak dan keluarga, majelis hakim tetap menjatuhkan putusan bersalah,” pungkas Romi Hardika.

Aksi Sosial PDIP Parepare: Ziarah Makam Pahlawan Hingga Aksi Lingkungan DI Wisata Ladoma

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM –Keluarga besar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Parepare menggelar serangkaian aksi sosial dan nasionalisme pada Ahad (21/06/26). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua DPC partai PDIP sekaligus Anggota DPRD Kota Parepare, Apriyani Djamaluddin, didampingi Sekretaris DPC PDIP, Asrul, serta diikuti oleh jajaran pengurus dan kader partai.

Mengawali agenda, rombongan PDIP Parepare melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) di Kelurahan Sumpang Minangae, Kecamatan Bacukiki Barat. Agenda ziarah ini digelar sebagai bentuk penghormatan, rasa terima kasih, serta untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur membela Tanah Air.

Setelah berziarah, aksi berlanjut ke kawasan Wisata Ladoma di Kelurahan Watang Bacukiki, Kecamatan Bacukiki. Di lokasi wisata alam ini, keluarga besar PDIP turun langsung melakukan penanaman pohon dan memungut sampah yang berpotensi mencemari lingkungan.

Sekretaris DPC PDIP Parepare, Asrul, menegaskan bahwa kegiatan peduli lingkungan ini rutin dilakoni untuk merangsang kesadaran masyarakat agar ikut bersama-sama menjaga kebersihan Kota Parepare.

“Kami keluarga besar PDIP selalu menjunjung tinggi nilai-nilai budaya bangsa dan sangat mengapresiasi jasa para pahlawan yang telah gugur memperjuangkan Indonesia. Sebagai generasi penerus, kami berkomitmen melanjutkan perjuangan mereka dengan menjaga dan merawat negeri ini. Salah satu contoh kecilnya adalah dengan memperhatikan lingkungan di sekitar kita,” ujar Asrul di sela-sela aksi penanaman pohon.

Melalui aksi nyata ini, jajaran pengurus PDIP Parepare berharap seluruh rangkaian kegiatan tersebut dapat menjadi contoh teladan yang baik bagi masyarakat luas dalam menjaga harmoni sosial dan kelestarian alam di Kota Parepare.

DPC PDIP Parepare Dilantik, Apriyani Djamaluddin Harap Pengurus Solid Hadapi Pemilu 2030

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Sebanyak total 43 Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-P Parepare, dilantik.

Pengurus dilantik oleh Wakil Ketua Bidang Keanggotaan dan Organisasi DPD PDI Sulawesi Selatan (Sulsel), yang juga Anggota DPRD Sulsel, Alimuddin, di Balai Ainun, Jumat (19/06/26).

Pelantikan tersebut dihadiri jajaran pengurus DPD PDIP Sulsel, anak ranting serta KSB dan organisasi sayap.

Ketua DPC PDIP Parepare, Apriyani Djamaluddin mengatakan, setelah Konfere Cabang yang dilakukan 2025 lalu, pihaknya bergerak cepat mencari figur maupun tokoh-tokoh yang bersedia dan ingin bergabung di PDIP.

“Sebelum bergabung, mereka telah mengikuti uji kapatutan dan kelayakan serta berkomitmen untuk memenangkan PDIP di wilayahnya masing-masing,” ungkap Anggota DPRD Parepare tiga periode ini.

Oleh karena itu, setelah pelantikan tersebut, pihaknya akan membentuk struktur kepengurusan pada 22 kelurahan dan 154 RW. Totalnya, kata dia, diperkirakan mencapai 919 orang.

“Setelah pelantikan ini, tentunya kami lebih intens lagi bekerja untuk sebagai bentuk keseriusan kami dalam menghadapi even-even politik ke depannya,” tegasnya.

Sebagai partai ‘Wong Cilik’ yang mengedepankan Politik Kemanusiaan, pihaknya terus berkomitmen untuk mengedepankan kepentingan masyarakat.

“Mari bersama-sama dari sekarang kita mulai turun ke masyarakat menjemput aspirasi dan mendengarkan permasalahan yang mereka hadapi, untuk kita selesaikan bersama-sama,” pungkasnya.

Meriah! CFD SOLID Lelang 118 di Parepare Berhasil Galang Dana Amal Rp7,63 Juta untuk SLB Negeri 1

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Semangat kolaborasi, edukasi, dan kepedulian sosial menyatu dalam kegiatan Sosialisasi dan Edukasi (SOLID) Lelang yang digelar oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Parepare. Acara yang dikemas dalam rangka Peringatan 118 Tahun Lelang Indonesia ini memadati area Car Free Day (CFD) di Lapangan Andi Makkasau, Kota Parepare, pada ahad (21/06/26) pagi.

Mengusung tema “Lelang Dekat, Ekonomi Bergerak”, kegiatan ini sukses menarik perhatian ratusan warga yang tengah berolahraga. Acara ini terselenggara atas kolaborasi apik antara KPKNL Parepare, Pemerintah Kota Parepare, SLB Negeri 1 Parepare, serta tiga bank BUMN besar, yakni Bank Mandiri, Bank BRI, dan Bank BTN.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Parepare, H. Hermanto Pasennangi, yang hadir membacakan sambutan tertulis Wali Kota Parepare. Dalam pesannya, Pemkot Parepare memberikan apresiasi tinggi kepada KPKNL atas inisiatif menjemput bola mengedukasi masyarakat di ruang publik.

 “Lelang tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang rumit, eksklusif, atau hanya diperuntukkan bagi kalangan tertentu. Melalui transformasi digital dan platform *lelang.go.id*, masyarakat kini dapat mengakses layanan lelang secara mudah, transparan, dan akuntabel,” ujar Hermanto membacakan sambutan Wali Kota.

Edukasi Interaktif dan Pameran Kendaraan Dinas

Dimulai sejak pukul 06.00 WITA, stan SOLID Lelang langsung diserbu warga. Petugas KPKNL dengan telaten memberikan edukasi mulai dari tata cara pembuatan akun di aplikasi/situs resmi, langkah penawaran daring, jenis lelang, hingga tips menghindari modus penipuan berkedok lelang pemerintah.

Tidak hanya edukasi, Pemkot Parepare juga memanfaatkan momen ini untuk memamerkan produk Lelang Non Eksekusi Wajib, yaitu rencana lelang Barang Milik Daerah (BMD). Sebanyak 1 unit mobil dinas dan 4 unit sepeda motor dinas dipajang sebagai *show unit*.

Perwakilan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Parepare, Andi Abdillah—yang akrab disapa Pak Abe—mengungkapkan bahwa pameran ini baru sebagian kecil dari rencana penghapusan aset pemkot yang mencakup ratusan kendaraan dinas tak terpakai namun masih bernilai ekonomis.

Kami berharap adanya show unit ini dapat memperluas pangsa pasar calon peserta lelang. Dengan semakin banyak peminat yang menawar, harga laku lelang dapat menjadi lebih optimal dan kas daerah yang masuk juga semakin besar,” jelas Pak Abe. Bagi warga yang berminat melihat unit lebih lengkap, dapat langsung berkunjung ke Kantor Wali Kota Parepare di Jalan Jenderal Sudirman.

Serunya Lelang Amal Mulai Rp118,- Demi Anak Disabilitas

Puncak keseruan terjadi saat dibukanya sesi Lelang Amal bertajuk *All Items Start From Rp118,-“. Berbagai barang donasi dari pihak perbankan serta produk kerajinan tangan hasil karya kreatif siswa-siswi SLB Negeri 1 Parepare ditawarkan dengan harga pembukaan super murah, yakni Rp118 saja.

Tepuk tangan dan sorak sorai warga pecah setiap kali pejabat lelang mengetok palu menentukan pemenang. Banyak warga yang mengaku terkejut dan baru mengetahui bahwa mengikuti lelang resmi ternyata sangat mudah.

Dari hasil kegembiraan lelang amal tersebut, panitia berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp7.630.000,-. Seluruh dana tersebut langsung diserahkan secara simbolis kepada pihak SLB Negeri 1 Parepare di lokasi acara. Momen haru ini membuktikan bahwa instrumen lelang tidak melulu soal transaksi ekonomi, melainkan juga bisa menjadi wadah inklusi sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Di sela acara, pihak perbankan turut memanjakan pengunjung dengan berbagai program menarik. Bank BTN menawarkan program angsuran KPR khusus untuk pemenang lelang properti, sementara Bank Mandiri gencar memasarkan produk Tabungan Pendidikan dan Deposito.

Melalui agenda SOLID Lelang 118 ini, KPKNL Parepare berharap tingkat kepercayaan masyarakat terhadap platform lelang.go.id semakin meningkat, sekaligus menegaskan peran lelang dalam memutar kembali aset tidak produktif menjadi penggerak roda ekonomi daerah.

Kritik Kabinet Gemuk Prabowo-Gibran hingga Isu MBG, Aliansi Mahasiswa Parepare Geruduk Kantor DPRD

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Gelombang protes mahasiswa kembali bergeliat di daerah. Sejumlah elemen mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Parepare menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Parepare pada Senin (22/06/26) sore.

Aksi gabungan yang melibatkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari kampus ITH, UNM Parepare, Institut Andi Sapada (IAS), serta organisasi Cipayung seperti PMII dan HMI ini, membawa rapor merah bagi tata kelola pemerintahan pusat di bawah rezim Prabowo-Gibran.

Dalam orasinya, Koordinator Aksi sekaligus Aktivis PMII, Agung Arra, menegaskan bahwa aksi ini lahir dari kegelisahan terhadap kondisi krisis nasional yang kian mengkhawatirkan. Ia menyoroti melemahnya kedaulatan ekonomi dan pembengkakan struktur kabinet saat ini.

“Rezim Prabowo-Gibran inilah yang hari ini paling banyak dengan kabinet yang paling gemuk. Hal ini berimbas pada tata kelola pemerintahan yang tidak efisien,” kritik Agung di hadapan massa aksi.

Selain masalah kabinet, mahasiswa juga membawa Manifesto Aliansi Mahasiswa Parepare yang menuntut evaluasi total terhadap tiga kebijakan krusial nasional:

 1. Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Yang dinilai masih problematik dalam implementasinya.

 2. Sektor Koperasi: Khususnya nasib program Kopdes Merah Putih.

 3. Kesejahteraan Guru (SDM Pendidikan): Menuntut jaminan kualitas hidup bagi tenaga pendidik sebagai penopang dasar SDM bangsa.

Massa aksi ditemui langsung oleh Ketua DPRD Kota Parepare, Ir. H. Kaharuddin Kadir, bersama jajaran Wakil Ketua, Muhammad Suyuti (Nasdem) dan Muhammad Yusuf Lapana (Gerindra), serta sejumlah anggota dewan lainnya.

Kaharuddin menyampaikan apresiasinya terhadap mahasiswa yang menyampaikan aspirasi dengan santun dan tertib, meski sempat diwarnai aksi bakar ban di jalanan. Menyadari bahwa substansi tuntutan berskala nasional, pihak DPRD langsung mengambil langkah taktis.

“Tadi pagi begitu mendapat informasi, kami segera rapat pimpinan. Kami sudah ambil kesimpulan bahwa secepat mungkin aspirasi ini akan kami tindaklanjuti. Kalau perlu besok kami langsung antarkan ke Jakarta,” tegas Kaharuddin Kadir.

Untuk meyakinkan para mahasiswa, Kaharuddin berjanji akan mendistribusikan berkas tersebut ke instansi terkait: isu umum ke Sekretariat Negara dan DPR RI, isu MBG ke Badan Gizi Nasional, serta isu koperasi ke Kementerian Koperasi.

Sebagai jaminan transparansi agar tidak ada dusta di antara mereka, DPRD Parepare meminta nomor kontak perwakilan mahasiswa guna mengirimkan bukti dokumentasi berupa foto dan video saat penyerahan berkas secara langsung di Jakarta esok hari.

Satu-satunya SMP, Kepala SMP 5 Parepare Terpilih Ikuti ToT Fasilitator PM Angkatan I

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  — Kepala UPTD SMP Negeri 5 Parepare, Rahmaniar, terpilih mengikuti Training of Trainers (ToT) Fasilitator Pembelajaran Mendalam bagi Guru yang diselenggarakan oleh Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan ini berlangsung pada 21–24 Juni 2026 di BBGTK Sulawesi Selatan.

Pada angkatan pertama ToT ini, Rahmaniar menjadi satu-satunya peserta dari jenjang SMP yang terpilih, sekaligus mewakili Kota Parepare bersama tiga peserta lainnya, yakni tiga orang pengawas atas nama Enceng, Bahriah, Fitriani, serta satu guru SD, Sulham.

Kepala BBGTK Sulawesi Selatan, Dr Arman Agung, saat membuka kegiatan pada Minggu (21/6) menyampaikan bahwa peserta yang terpilih merupakan sosok pilihan dengan rekam jejak dan kecakapan yang telah teruji, khususnya saat bertugas sebagai Pengajar Pembelajaran Mendalam pada tahun 2025.

“Para peserta yang hadir merupakan figur yang telah melalui proses seleksi dan memiliki pengalaman dalam implementasi pembelajaran mendalam di satuan pendidikan masing-masing,” ujarnya.

Lebih lanjut, Arman Agung menegaskan bahwa para peserta ToT akan menjalankan tugas sebagai fasilitator di daerah mulai Juli hingga November 2026 melalui tujuh siklus kegiatan pada komunitas belajar yang menjadi sasaran dan direkomendasikan oleh Dinas Pendidikan setempat.

Ia juga berharap agar para peserta dapat memanfaatkan momentum pelatihan ini untuk memperdalam kompetensi, khususnya dengan belajar langsung dari fasilitator nasional, mengingat peran strategis mereka ke depan sebagai fasilitator daerah.

Di Kota Parepare, terpilihnya Rahmaniar menjadi perhatian tersendiri mengingat dirinya baru menjabat lebih dari empat bulan sebagai Kepala UPTD SMP Negeri 5 Parepare. Meski demikian, ia dipercaya sebagai Pengajar Pembelajaran Mendalam Bagi Guru SMP pada 2025 lalu.

Kegiatan ToT ini diharapkan menjadi ruang penguatan kapasitas bagi para pendidik dan tenaga kependidikan dalam mendorong transformasi pembelajaran yang lebih bermakna dan berpusat pada murid di daerah masing-masing. (*)

Heboh Aturan Busana di Pengadilan Agama, Panitera Tegaskan: Wajib Sopan, Bukan Wajib Jilbab

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Pihak Pengadilan Agama (PA) memberikan klarifikasi terkait kesalahpahaman informasi yang beredar di masyarakat mengenai aturan berpakaian bagi pengunjung. Aturan yang diperketat belakangan ini murni untuk menegakkan ketertiban dan marwah persidangan, bukan pembatasan ideologis.

Panitera Pengadilan Agama Parepare, Abdul Rahim, S.Ag., M.H., menegaskan bahwa tidak ada aturan yang mewajibkan pengunjung perempuan untuk mengenakan jilbab saat datang ke pengadilan.

“Saya secara tegas mengatakan tidak ada kewajiban orang yang berkunjung ke pengadilan harus pakai jilbab. Itu salah informasi. Yang diwajibkan dalam undang-undang dan aturan adalah berpakaian sopan dan rapi, terutama bagi pihak yang ingin masuk ke ruang sidang,” ujar Abdul Rahim saat ditemui pada Senin (22/06/26).

Menurut Abdul Rahim, penertiban ini dilakukan karena pimpinan pengadilan melihat banyaknya pengunjung yang masuk tanpa identitas yang jelas serta abai dalam cara berpakaian. Selama ini, pihak pengadilan dinilai masih longgar, bahkan sering kali memaklumi pengunjung yang datang menggunakan celana pendek dengan meminjamkan sarung dari musala. Namun, toleransi tersebut kini tidak lagi diberlakukan demi menjaga wibawa lembaga peradilan.

Kriteria Pakaian yang Dilarang Masuk Ruang Sidang

 Celana Pendek:Pengunjung akan diminta keluar oleh hakim untuk mengganti pakaian.

 Celana Panjang Robek-Robek: Dinilai tidak memenuhi kategori sopan dan rapi.

 Sandal Jepit: Pengunjung persidangan diminta untuk menggunakan alas kaki yang layak (sepatu atau sandal yang rapi).

 Atribut Kesatuan (TNI/Polri): Anggota aktif tidak diperkenankan menggunakan atribut kesatuan saat mengikuti persidangan.

Abdul Rahim menambahkan bahwa aturan ini sebenarnya sudah lama diterapkan di seluruh lembaga peradilan di Indonesia, termasuk di Pengadilan Negeri (PN), dan sudah dipublikasikan melalui situs resmi pengadilan.

“Ruang sidang itu harus kita hargai dan hormati bersama. Siapa lagi yang mau menghormati pengadilan kalau bukan masyarakat sendiri?” pungkasnya.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Salurkan Santunan dan Pererat Toleransi di Poso

0

POSO, RADIOMESRA..COM – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Fuel Terminal (FT) Poso menyalurkan santunan senilai Rp10.000.000 kepada Panti Sosial Terpadu Bina Tunas Harapan yang berada di bawah naungan Yayasan Diakonia Harapan Pinedapa, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program *Pertamina Berkah: Melayani Sepenuh Hati* yang dilaksanakan serentak oleh Pertamina Group sebagai wujud kepedulian sosial kepada masyarakat lintas agama.

Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung oleh PJS Fuel Terminal Manager Poso, Mubdy Andi Muh. Azis, yang juga menjabat sebagai Supervisor II Receiving, Storage & Distribution FT Poso, kepada Pimpinan Yayasan Diakonia Harapan Pinedapa, Ruth Febe Ngguso, A.Md. Kegiatan diawali dengan doa bersama yang diikuti oleh pekerja Pertamina, pengurus yayasan, serta anak-anak binaan dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.

Program ini turut mendukung pencapaian *Sustainable Development Goals (SDGs)*, khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan), Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), Tujuan 10 (Berkurangnya Kesenjangan), serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

PJS Fuel Terminal Manager Poso, Mubdy Andi Muh. Azis, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk terus hadir dan berbagi manfaat kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Melalui program ini, Pertamina ingin memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial kepada sesama. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat mendukung kebutuhan yayasan dalam membina anak-anak yatim, dhuafa, serta sahabat disabilitas sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih baik,” ujar Mubdy.

Ia menambahkan, selain menjalankan tugas menjaga ketahanan energi, Pertamina juga berupaya menghadirkan manfaat sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan dan kepedulian sosial.

Pimpinan Yayasan Diakonia Harapan Pinedapa, Ruth Febe Ngguso, A.Md., menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan Pertamina kepada anak-anak binaan di yayasan tersebut.

“Kami sangat bersyukur atas kepedulian yang diberikan Pertamina Patra Niaga. Bantuan ini menjadi dukungan yang sangat berarti bagi yayasan dalam memenuhi kebutuhan pembinaan anak-anak serta mendukung berbagai program yang kami jalankan. Semoga sinergi dan kepedulian seperti ini terus berlanjut dan membawa manfaat bagi lebih banyak masyarakat,” ungkap Ruth.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyampaikan bahwa kegiatan sosial lintas agama menjadi salah satu bentuk nyata komitmen perusahaan dalam mempererat hubungan harmonis dengan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

“Pertamina percaya bahwa keberadaan perusahaan harus mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Melalui program sosial seperti ini, kami ingin terus menumbuhkan semangat gotong royong, kepedulian, dan toleransi yang menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan sosial yang lebih baik,” jelas Lilik.

Lilik juga menyampaikan doa dan harapan bagi seluruh anak-anak binaan, pengurus yayasan, serta masyarakat yang terus berjuang menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

“Semoga bantuan yang diberikan dapat membawa keberkahan, memberikan semangat baru bagi anak-anak dan pengurus yayasan, serta menjadi penguat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Pertamina akan terus berupaya menghadirkan program-program yang memberi dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tutupnya.

*Media Contact*

Lilik Hardiyanto
Area Manager Communication, Relation, & CSR
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi

Perempuan Berdaya, Demokrasi Terjaga: Bawaslu Parepare Ajak Kaum Perempuan Kawal Pemilu Bersih

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Bawaslu Kota Parepare menggelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif pada Ahad  (21/06/26) di Kose Cafe, Jalan Matahari, Kota Parepare. Kegiatan tersebut dilaksanakan setelah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Bawaslu Kota Parepare dan DPC Perempuan Indonesia Maju (PIM) Kota Parepare.

Sosialisasi menghadirkan Anggota Bawaslu Kota Parepare, Dr. Susilawati Muharram, sebagai narasumber yang membawakan materi Perempuan Berdaya, Pemilu Bersih dengan tema “Peran Strategis Ibu-Ibu dan Organisasi Perempuan dalam Mengawal Demokrasi dari Rumah dan Lingkungan.”

Dalam pemaparannya, Dr. Susilawati menjelaskan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam menjaga integritas dan kualitas demokrasi. Menurutnya, perempuan bukan hanya sebagai pemilih, tetapi juga agen perubahan yang mampu menggerakkan pengawasan partisipatif mulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat.

“Perempuan memiliki kekuatan sosial yang sangat besar melalui jaringan organisasi, kelompok pengajian, PKK, arisan, hingga komunitas di lingkungan sekitar. Potensi ini dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi positif sekaligus mencegah terjadinya pelanggaran pemilu,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa perempuan memiliki kepekaan sosial yang tinggi sehingga dapat menjadi garda terdepan dalam mendeteksi praktik-praktik yang berpotensi mencederai demokrasi, seperti politik uang maupun penyebaran informasi yang menyesatkan.

Dalam materi tersebut juga disampaikan bahwa setiap kebijakan yang lahir dari proses pemilu akan berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat. Oleh karena itu, keterlibatan perempuan dalam mengawasi jalannya pemilu menjadi sangat penting untuk memastikan lahirnya pemimpin dan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan publik.

Selain memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengawasan partisipatif, Susilawati juga mengedukasi peserta terkait mekanisme pelaporan dugaan pelanggaran pemilu. Peserta diajak memahami langkah-langkah pelaporan, mulai dari mengamankan bukti, mencatat kronologi kejadian, hingga menyampaikan laporan kepada Bawaslu secara langsung maupun melalui kanal daring.

“Ketika perempuan berani melapor dan aktif mengawasi, maka ruang terjadinya pelanggaran pemilu akan semakin sempit. Demokrasi yang jujur dan berintegritas membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk perempuan,” katanya.

Dr. Susilawati menambahkan bahwa perempuan memiliki posisi strategis sebagai penggerak di lingkungan keluarga dan masyarakat. Dengan kemampuan membangun komunikasi yang luas, perempuan dapat menjadi ujung tombak dalam menyebarluaskan nilai-nilai demokrasi dan mendorong lahirnya pemilu yang bersih serta berintegritas.

Di akhir kegiatan, Dr. Susilawati mengajak seluruh peserta untuk menjadi pelopor pengawasan partisipatif di lingkungan masing-masing.

“Perempuan bukan sekadar pelengkap dalam demokrasi, melainkan penentu arah masa depan daerah. Jika perempuan cerdas memilih dan aktif mengawasi, maka kualitas pemilu akan semakin baik dan demokrasi akan semakin kuat,” tutupnya.

Perempuan Ambil Peran, Bawaslu Parepare dan PIM Bangun Gerakan Pengawasan Partisipatif

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Bawaslu Kota Parepare dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perempuan Indonesia Maju (PIM) Kota Parepare resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (MoU) pada Ahad (21/06/26).

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Bawaslu Kota Parepare Muh. Zainal Asnun, Anggota Bawaslu Kota Parepare, Susilawati, Ketua DPC Perempuan Indonesia Maju Kota Parepare, Rezki Anugrah Azis, beserta jajaran pengurus dari kedua lembaga.

Perjanjian kerja sama tersebut bertujuan membangun sinergi dalam pelaksanaan pendidikan politik bagi masyarakat, pengawasan partisipatif, peningkatan kesadaran demokrasi, serta penguatan peran perempuan dalam mendukung penyelenggaraan pemilu dan pemilihan yang berkualitas.

Ketua DPC Perempuan Indonesia Maju Kota Parepare, Reski Anugrah Azis, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bawaslu Kota Parepare atas terjalinnya kerja sama tersebut.

“Apresiasi dan ungkapan terima kasih kami sampaikan kepada Bawaslu Kota Parepare. Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat bersinergi satu sama lain untuk menciptakan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Parepare, Muh. Zainal Asnun, menegaskan bahwa kerja sama yang dibangun bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya bersama untuk memperkuat demokrasi sejak di luar tahapan pemilu.

“Apa yang kita lakukan hari ini adalah niat mulia untuk negara, termasuk yang dilakukan oleh para perempuan yang ingin turut memajukan bangsa. Kerja sama ini bukan sekadar seremonial, tetapi komitmen bersama untuk membangun kesadaran politik yang baik sejak non-tahapan,” katanya.

Menurutnya, sosialisasi pengawasan partisipatif memiliki tantangan tersendiri, namun menjadi langkah penting dalam membangun budaya demokrasi yang sehat.

“Melakukan sosialisasi pengawasan partisipatif memang tidak mudah, tetapi itulah tantangan yang harus kita hadapi untuk membangun jiwa dan niat berpolitik yang baik di tengah masyarakat,” tambahnya.

Zainal juga menekankan bahwa Bawaslu tidak dapat bekerja sendiri dalam menjalankan fungsi pengawasan, pencegahan, dan penindakan pelanggaran pemilu sehingga membutuhkan dukungan berbagai elemen masyarakat.

“Bawaslu tidak bisa maju sendiri. Karena itu, kami sangat membutuhkan kolaborasi dengan berbagai organisasi masyarakat, termasuk Perempuan Indonesia Maju. Kehadiran mereka menjadi energi baru dalam memperkuat pengawasan partisipatif,” jelasnya.

Ia menilai program-program yang dimiliki DPC Perempuan Indonesia Maju, khususnya kegiatan edukasi ke sekolah-sekolah, sejalan dengan program pengawasan partisipatif yang selama ini dijalankan Bawaslu.

“Saat audiensi sebelumnya, kami mendengar adanya program PIM yang menyasar sekolah-sekolah. Program tersebut sangat sejalan dengan upaya Bawaslu dalam memberikan pendidikan demokrasi dan pengawasan partisipatif. Ke depan, kami berharap dapat melaksanakan kegiatan bersama,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Ketua Bawaslu Kota Parepare menyampaikan apresiasi atas komitmen DPC Perempuan Indonesia Maju yang bersedia menjadi mitra strategis dalam penguatan demokrasi.

“Kami mengucapkan terima kasih karena Perempuan Indonesia Maju menjadi salah satu organisasi yang memiliki komitmen untuk bekerja sama dengan Bawaslu. Semoga sinergi ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan kemajuan demokrasi di Kota Parepare,” tutupnya.

Melalui kerja sama ini, Bawaslu Kota Parepare dan DPC Perempuan Indonesia Maju berharap dapat memperluas jangkauan pendidikan politik dan pengawasan partisipatif, sekaligus mendorong keterlibatan perempuan dalam mengawal demokrasi yang lebih berkualitas.

Setelah penandatanganan MoU, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi Pengawasan Partisipatif yang diikuti oleh jajaran pengurus DPC Perempuan Indonesia Maju Kota Parepare. Dalam kesempatan tersebut, Bawaslu Kota Parepare memberikan pemahaman mengenai pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawasi setiap proses demokrasi guna mencegah terjadinya pelanggaran pemilu dan pemilihan.

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare