28.6 C
Pare-Pare
Senin, Juni 22, 2026
spot_img

Perempuan Berdaya, Demokrasi Terjaga: Bawaslu Parepare Ajak Kaum Perempuan Kawal Pemilu Bersih

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Bawaslu Kota Parepare menggelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif pada Ahad  (21/06/26) di Kose Cafe, Jalan Matahari, Kota Parepare. Kegiatan tersebut dilaksanakan setelah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Bawaslu Kota Parepare dan DPC Perempuan Indonesia Maju (PIM) Kota Parepare.

Sosialisasi menghadirkan Anggota Bawaslu Kota Parepare, Dr. Susilawati Muharram, sebagai narasumber yang membawakan materi Perempuan Berdaya, Pemilu Bersih dengan tema “Peran Strategis Ibu-Ibu dan Organisasi Perempuan dalam Mengawal Demokrasi dari Rumah dan Lingkungan.”

Dalam pemaparannya, Dr. Susilawati menjelaskan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam menjaga integritas dan kualitas demokrasi. Menurutnya, perempuan bukan hanya sebagai pemilih, tetapi juga agen perubahan yang mampu menggerakkan pengawasan partisipatif mulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat.

“Perempuan memiliki kekuatan sosial yang sangat besar melalui jaringan organisasi, kelompok pengajian, PKK, arisan, hingga komunitas di lingkungan sekitar. Potensi ini dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi positif sekaligus mencegah terjadinya pelanggaran pemilu,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa perempuan memiliki kepekaan sosial yang tinggi sehingga dapat menjadi garda terdepan dalam mendeteksi praktik-praktik yang berpotensi mencederai demokrasi, seperti politik uang maupun penyebaran informasi yang menyesatkan.

Dalam materi tersebut juga disampaikan bahwa setiap kebijakan yang lahir dari proses pemilu akan berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat. Oleh karena itu, keterlibatan perempuan dalam mengawasi jalannya pemilu menjadi sangat penting untuk memastikan lahirnya pemimpin dan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan publik.

Selain memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengawasan partisipatif, Susilawati juga mengedukasi peserta terkait mekanisme pelaporan dugaan pelanggaran pemilu. Peserta diajak memahami langkah-langkah pelaporan, mulai dari mengamankan bukti, mencatat kronologi kejadian, hingga menyampaikan laporan kepada Bawaslu secara langsung maupun melalui kanal daring.

“Ketika perempuan berani melapor dan aktif mengawasi, maka ruang terjadinya pelanggaran pemilu akan semakin sempit. Demokrasi yang jujur dan berintegritas membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk perempuan,” katanya.

Dr. Susilawati menambahkan bahwa perempuan memiliki posisi strategis sebagai penggerak di lingkungan keluarga dan masyarakat. Dengan kemampuan membangun komunikasi yang luas, perempuan dapat menjadi ujung tombak dalam menyebarluaskan nilai-nilai demokrasi dan mendorong lahirnya pemilu yang bersih serta berintegritas.

Di akhir kegiatan, Dr. Susilawati mengajak seluruh peserta untuk menjadi pelopor pengawasan partisipatif di lingkungan masing-masing.

“Perempuan bukan sekadar pelengkap dalam demokrasi, melainkan penentu arah masa depan daerah. Jika perempuan cerdas memilih dan aktif mengawasi, maka kualitas pemilu akan semakin baik dan demokrasi akan semakin kuat,” tutupnya.

Most Popular

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare