27.4 C
Pare-Pare
Jumat, Oktober 30, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 100

Berlangsung Semarak dan Minim Seremonial, PDA Parepare Rayakan Milad ke-108 Aisyiyah dengan Segudang Inovasi

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Pimpinan Daerah Aisyah (PDA) Kota Parepare sukses menggelar perayaan Milad ke-108 Aisyah di Gedung Aisyah Kota Parepare pada Ahad (21/6/2026). Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, perayaan kali ini dikemas lebih kasual, menggembirakan, dan memangkas prosesi seremonial formal demi efisiensi waktu.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Parepare yang mewakili Wali Kota Parepare karena adanya agenda mendadak. Kendati demikian, kehadiran jajaran pemerintah kota tetap disambut penuh rasa syukur oleh seluruh kader.

Ketua PDA Kota Parepare, Haniarti, M.Kes., mengungkapkan bahwa Milad ke-108 ini mengusung misi penguatan gerakan dari akar rumput melalui 11 ranting dan 6 cabang yang kini aktif bergerak secara satu komando di Kota Parepare.

“Kami berharap Aisyiyah di usia ke-108 ini semakin eksis dan menjadi perempuan berkemajuan yang selalu bermanfaat untuk masyarakat luas. Ujung tombak pergerakan kita ada di ranting, makanya misi utama kita ke depan adalah memperbanyak ekspansi ranting di tingkat kelurahan dan kecamatan,” ujar Haniarti saat ditemui usai acara, Ahad (21/06/26).

Berkat berbagai langkah progresifnya, PDA Kota Parepare kini diperhitungkan di tingkat wilayah dan kerap menjadi *role model* (percontohan) bagi daerah lain di Sulawesi Selatan. Dua inovasi sosial-kemanusiaan yang paling disorot adalah

ia baru ada sekitar 116 yang terbentuk, dan Parepare kini menyusul hadir untuk memberikan pelayanan bantuan hukum gratis bagi masyarakat. Rumah Gizi kita juga menjadi pionir yang diapresiasi oleh pimpinan wilayah,” tambah Haniarti.

Kemeriahan Milad ke-108 ini juga menjadi momen PDA Parepare memberikan penghargaan kepada majelis dan lembaga teraktif. Tak kalah menyentuh, penghargaan khusus juga diberikan kepada para guru TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) yang telah mengabdi lebih dari 20 tahun.

“Tadi kita saksikan bersama pemberian penghargaan kepada guru-guru di 5 TK ABA. Perjuangan mereka luar biasa, mendampingi sekolah dari nol, menjadi tenaga honorer, hingga akhirnya tersertifikasi. Ini bentuk penghormatan kami atas dedikasi mereka,” jelasnya.

Selain itu, acara ini juga merayakan kelulusan 62 alumni Sekolah Wirausaha Aisyiyah (SWA) yang dibina langsung oleh Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan di bawah koordinator Ibu Eka. Sebelum acara puncak hari ini, PDA Parepare juga telah sukses menggelar serangkaian kegiatan menyambut milad, mulai dari menghadiri Milad Aisyiyah se-Sulsel di Kabupaten Pinrang yang diikuti 2.000 peserta pada akhir Mei lalu, hingga menggelar jalan santai yang melibatkan warga Muhammadiyah dan masyarakat umum di Kota Parepare.

Launching Rumah Gizi Aisyiyah Parepare, Sri Tanti Nasrah Dorong Kolaborasi Data Stunting dengan PKK

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Parepare sekaligus Ketua Pokja 1 Tim Penggerak PKK Kota Parepare, Hj. Sri Tanti Nasrah, menyambut baik inovasi pimpinan daerah Aisyiyah Kota Parepare yang meresmikan program “Rumah Gizi”. Program ini dinilai menjadi angin segar dan sangat membantu pemerintah dalam mengintervensi masalah kesehatan di masyarakat.

Agar dampaknya lebih luas dan tepat sasaran, Sri Tanti menyarankan kepada Ketua Daerah Aisyiyah Parepare, Ibu Hj. Hardiyanti, untuk segera membangun kolaborasi dengan PKK Kota Parepare, khususnya melalui Pokja 4 yang membidangi sektor kesehatan.

“Program Rumah Gizi ini sangat membantu. Makanya saya sarankan kepada Ketua Aisyiyah, Ibu Hj. Haniarti, agar bisa berkolaborasi dengan PKK. Di PKK itu ada Pokja 4 yang memang fokus mengurusi bidang kesehatan,” ungkap legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Ujung ini.

Sri Tanti menambahkan, salah satu nilai tambah dari Rumah Gizi Aisyiyah ini adalah metodenya yang bergerak langsung ke lapangan (on the spot atau OTS) ke rumah-rumah penduduk. Aksi nyata ini tidak hanya berupa penyuluhan gizi, tetapi juga intervensi pemberian makanan tambahan seperti telur untuk anak-anak terindikasi stunting.

Namun, ia menggarisbawahi pentingnya sinkronisasi data agar bantuan tersebut tepat sasaran. Menurutnya, Aisyiyah memerlukan suplai data valid mengenai sebaran stunting di tingkat akar rumput yang selama ini dimiliki secara berkala oleh kader PKK di setiap Posyandu dan Kelurahan.

“Saya meminta kepada Ketua Aisyiyah agar ketika Rumah Gizi mengadakan kegiatan, pihak PKK turut diundang. Aisyiyah mungkin belum memiliki data stunting mendetail di setiap Posyandu. Nah, lewat kolaborasi ini, PKK siap menyuplai data tersebut karena kader kami di hampir seluruh kelurahan dan Posyandu memegang data yang lengkap,” jelas Sri Tanti.

Menutup pernyataannya di momentum Milad ke-108 Aisyiyah ini, legislator perempuan tersebut menyampaikan harapannya sebagai wakil rakyat agar sinergitas antara organisasi perempuan keagamaan dan lembaga kemitraan pemerintah terus diperkuat demi kesejahteraan dan peningkatan kualitas kesehatan anak-anak di Kota Parepare.

Hadiri Milad ke-108 Aisyiyah, Ketua DPRD Parepare Kaharuddin Kadir Puji Kontribusi dan Dorong Cabang Soreang ke Tingkat Nasional

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Parepare, Ir. H. Kaharuddin Kadir, M.Si., menghadiri perayaan Milad ke-108 Aisyiyah yang digelar di Gedung Aisyiyah Kota Parepare, Ahad (21/06/26). Dalam momen tersebut, keluarga besar Muhammadiyah dan Aisyiyah tampak kompak membersamai perayaan yang dirangkaikan dengan peluncuran berbagai program strategis.

Sejumlah program yang resmi diluncurkan (launching) dalam perayaan ini di antaranya adalah Pos Bakum (Pos Bantuan Hukum), Rumah Gizi, serta pemberian penghargaan kepada tokoh-tokoh yang dinilai berjasa besar bagi perkembangan Aisyiyah di Kota Parepare.

Saat diwawancarai mengenai kontribusi organisasi perempuan ini, Kaharuddin Kadir menegaskan bahwa eksistensi Aisyiyah merupakan pilar penting yang tidak bisa dipisahkan dari kebesaran Muhammadiyah.

“Saya kira Muhammadiyah itu besar karena ada Aisyiyah di dalamnya. Aisyiyah ini bagian dari penggerak utama Muhammadiyah. Perlu dipahami agar tidak salah paham, Aisyiyah bukanlah organisasi yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah,” ujar Kaharuddin.

Legislator senior Parepare ini juga menaruh harapan besar agar ke depan Aisyiyah semakin eksis dan terus melahirkan program-program inovatif yang menyentuh masyarakat. Salah satu program unggulan yang siap dibentuk dalam waktu dekat adalah kolaborasi Tim Reaksi Cepat Tanggap Darurat antara Aisyiyah dan Muhammadiyah.

Selain itu, Kaharuddin memberikan dukungan penuh terhadap langkah Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah Parepare yang mengusulkan Cabang Soreang sebagai cabang unggulan untuk didorong ke tingkat nasional.

“Setiap daerah memang diinstruksikan memiliki cabang unggulan untuk dimasukkan dalam program Pimpinan Pusat dan dilombakan di tingkat nasional. Kita memilih Soreang karena di sana sangat lengkap; mulai dari TK ABA, SD, SMP, hingga perguruan tinggi. Banyaknya Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di Soreang menjadikannya modal kuat untuk bersaing di tingkat nasional nanti,” pungkasnya.

Milad Aisyiyah di Parepare, Ketua PDM Optimis Anak-Anak TK Jadi Pemimpin Masa Depan di Tahun Emas 2045

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Perayaan Milad Aisyiyah di Kota Parepare berlangsung semarak dan penuh optimisme. Acara yang dibuka dengan penampilan tarian anak-anak Taman Kanak-Kanak (TK) tersebut memantik harapan besar bagi keberlanjutan kaderisasi persyarikatan di masa depan.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Parepare, Prof. Dr. KH. Masyar Idris, M.Ag., dalam sambutannya mengaku sangat terkesan dengan potensi yang ditunjukkan oleh generasi muda Aisyiyah sejak dini. Menurutnya, mempersiapkan kader sebaya di tingkat anak-anak bukanlah perkara mudah dan membutuhkan kerja keras dari para pengurus Aisyiyah.

“Melihat anak-anak kita tadi, memberi semangat besar bagi kita bahwa ternyata di Aisyiyah itu muda. Tidak gampang menyediakan calon kader sebaya seperti itu, pasti Ibu-ibu telah bekerja keras,” ujar Prof. Masyar Idris.

Beliau memproyeksikan bahwa saat Indonesia mencapai usia emas pada tahun 2045 atau 2046 mendatang, anak-anak yang tampil hari ini akan tumbuh menjadi para pemimpin, baik di tingkat organisasi maupun institusi pendidikan tinggi seperti Universitas Muhammadiyah Parepare (Umpar).

Secara khusus, Prof. Masyar menyoroti salah seorang anak berpakaian hitam yang tampil menyanyi dalam acara tersebut.

“Untuk tahun 2045, yang Indonesia sebut Tahun Emas, pastikan dialah yang menjadi Ketua Aisyiyah pada saat itu. Sangat boleh jadi ada yang menjadi Rektor atau Wakil Rektor di Umpar,” tambahnya optimis.

Dorong Reputasi Amal Usaha Muhammadiyah

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Masyarl Idris juga menceritakan upayanya untuk terus mendorong nama baik Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), khususnya Umpar, agar semakin dipercaya oleh masyarakat.

Ia sempat berencana menempatkan Rektor Umpar sebagai narasumber utama dalam forum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) untuk membangun citra bahwa Umpar layak mencerahkan masyarakat. Namun, karena rektor berhalangan hadir akibat urusan keluarga di Makassar, posisi tersebut akhirnya diisi oleh Rektor Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie (ITH).

Mereaktualisasikan Gerakan Berkemajuan

Menutup sambutannya, Ketua PDM Parepare ini mengingatkan agar momentum Milad Aisyiyah dijadikan ajang untuk saling mengingatkan dalam mereaktualisasikan gerakan “Muhammadiyah Berkemajuan”.

Ia menekankan pentingnya memahami 5 karakter Muhammadiyah Berkemajuan yang telah digaungkan selama 10 tahun terakhir, di mana karakter pertamanya adalah ketauhidan yang kuat.

Kejar Target PAD Rp500 Miliar, Ketua Komisi I DPRD Parepare Desak Digitalisasi Parkir Tepi Jalan dan QRIS Kios

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Parepare mendorong pemerintah kota untuk memperluas jangkauan digitalisasi sektor pendapatan daerah. Tidak hanya terbatas di lingkungan rumah sakit, sistem pembayaran digital kini didorong untuk diterapkan pada area parkir tepi jalan umum serta pelaku UMKM guna menekan angka kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Komisi I DPRD Kota Parepare, Dr. H. Kamaluddin Kadir, saat mengudara dalam program dialog ‘Obras’, Sabtu (20/06/26). Ia menyebut langkah ini krusial di tengah pengetatan anggaran dari pemerintah pusat.

“Kami menyambut baik digitalisasi parkir di dua rumah sakit, tetapi kami meminta agar sistem digitalisasi ini juga diberlakukan di tepi-tepi jalan yang dikelola juru parkir (jukir). Begitu pula dengan pedagang kios-kios, semua mesti menggunakan QRIS untuk meminimalisir potensi kebocoran pendapatan,” ujar Kamaluddin Kadir.

Politisi dari Fraksi Gerindra ini membeberkan bahwa berdasarkan kalkulasi internal fraksinya, potensi riil PAD Kota Parepare sebenarnya jauh melampaui angka yang tertera dalam APBD saat ini jika tata kelola penagihan dimaksimalkan melalui teknologi.

“Kalau mau dimaksimalkan, proyeksi pendapatan kita itu sebenarnya bisa menyentuh angka Rp500 miliar, walaupun yang tertulis di APBD sekarang baru sebesar Rp312 miliar. Selisih ini yang harus kita kejar lewat optimalisasi potensi daerah,” jelasnya.

Berkah Piala Dunia, Penjualan Jersey di Kaosta Melonjak 50 Persen, Negara Ini Paling Laris

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Demam Piala Dunia membawa berkah tersendiri bagi pelaku usaha konveksi dan pakaian. Salah satunya dirasakan oleh Kaosta, yang mencatat lonjakan penjualan jersey atau baju negara kontestan Piala Dunia hingga mencapai 50 persen dibanding hari biasa.

Manager Sales Kaosta, Rini Yuriska, mengungkapkan bahwa momen Piala Dunia mengubah pola pembelian konsumen secara drastis. Jika biasanya konsumen hanya membeli pakaian dalam satuan kecil, kini pesanan datang dalam jumlah besar.

 “Sebelumnya mungkin yang beli baju umum atau santai hanya satu-dua *pieces*. Tapi menjelang Piala Dunia ini, imbasnya lumayan terasa. Konsumen bisa langsung memesan dalam hitungan lusinan hingga puluhan baju,” ujar Rini Yuriska saat dikonfirmasi.

Rini menambahkan, lonjakan ini semakin terasa signifikan sejak Kaosta menggelar program promosi khusus yang dimulai sejak satu minggu lalu. Dari sekian banyak negara peserta, ada tiga negara yang menjadi favorit utama para pencinta bola di tempatnya.

“Kebetulan pada saat kita buka promo kemarin, yang paling cepat laku itu jersey negara Brazil. Terus ada Argentina juga yang langsung habis, menyusul Portugal,” bebernya.

Untuk memanjakan para penggemar sepak bola, Kaosta memangkas harga jersey mereka secara besar-besaran. Dalam masa promo yang menyisakan waktu hingga esok hari tersebut, harga jersey dipotong hampir setengah harga.

“Harga normalnya itu Rp115.000 sampai Rp125.000, tergantung modelnya. Tapi karena sekarang lagi ada promo, harganya turun menjadi Rp65.000 saja. Tapi promonya hanya sampai besok,” kata Rini mengingatkan.

Bagi konsumen yang ingin melakukan pemesanan dalam jumlah banyak (lusinan), Rini memastikan proses pengerjaan di Kaosta terbilang cepat. Jika memesan pada masa ini, waktu produksi hanya memakan waktu beberapa hari saja.

“Prosesnya bisa cepat, sekitar 3 sampai 4 hari. Namun, kalau jumlah pesanannya memang sangat banyak, paling lama selesai dalam waktu seminggu,” pungkasnya.

Sebut Penangkapan Aktivis Sebagai Kriminalisasi, KMBP Parepare: Ini Bisa Jadi Pemicu Revolusi

0

PAREPARE, RADIOMESRA..COM – Penangkapan terhadap dua tokoh aktivis nasional baru-baru ini menuai reaksi keras dari daerah. Aktivis Koalisi Masyarakat Peduli Bangsa (KMBP) Kota Parepare, H. Andi Abdul Rahman Saleh, S.E., menilai tindakan aparat tersebut sebagai bentuk kriminalisasi nyata yang sengaja dilakukan oleh pihak-masing tertentu.

Menurut Andi Abdul Rahman, penangkapan ini justru akan menjadi blunder bagi pemerintah karena berpotensi memantik gelombang perlawanan yang lebih besar dari masyarakat dan elemen mahasiswa.

“Kami menilai ini adalah bentuk kriminalisasi. Namun, kami berharap dengan ditangkapnya dua tokoh ini, hal tersebut justru menjadi semangat kebangkitan dan perlawanan terhadap kezaliman penguasa. Saya yakin mereka yang ditangkap pun akan semakin semangat,” ujar Andi Abdul Rahman saat memberikan keterangan pada Sabtu (20/06/26).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa penangkapan tersebut tidak menyurutkan nyali para pejuang demokrasi. Sebaliknya, konsolidasi di tingkat pusat terus berjalan dan semakin solid untuk merespons tindakan represif tersebut.

“Teman-teman aktivis di Jakarta saat ini sudah melakukan konsolidasi menyikapi kejadian ini. Kejadian penangkapan ini justru bisa menjadi pemicu revolusi, apalagi sekarang gerakan mahasiswa juga sudah mulai bergerak,” tegasnya.

Andi Abdul Rahman juga menyayangkan sikap tegas dan restu yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto terkait penahanan para aktivis tersebut. Ia menilai langkah tersebut sebagai keputusan yang kurang cermat dalam membaca situasi psikologis massa.

“Saya pikir ini langkah yang ceroboh sebenarnya, di mana Prabowo mengizinkan (penangkapan/pengiriman) itu ke sana. Pemerintah harusnya berhati-hati merespons gerakan kritis masyarakat,” pungkas Aktivis KMBP Parepare tersebut.

Akhir Pekan Tetap Kawal BPJS Warga, Ketua Komisi I DPRD Parepare Beberkan Progres Ranperda di Banggar

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Meskipun tidak ada agenda kedewanan resmi di kantor pada hari Sabtu, anggota DPRD Kota Parepare dipastikan tetap aktif menyerap dan mengawal aspirasi masyarakat. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Komisi I DPRD Kota Parepare, Dr. H. Kamaluddin Kadir, saat menjadi narasumber dalam program dialog ‘Obras’, Sabtu (20/06/26).

Kamaluddin mengungkapkan, hingga paruh hari saja, dirinya telah menerima puluhan aduan warga yang masuk melalui saluran telepon maupun pesan singkat WhatsApp.

“Hari Sabtu memang tidak ada aktivitas formal di kantor, tetapi sebagai anggota DPRD kami tetap menerima aspirasi. Hari ini saja sudah ada 23 aspirasi yang saya terima lewat telepon dan WA. Mayoritas terkait kepesertaan BPJS Kesehatan warga yang senantiasa kita kawal dan fasilitasi. Ada dua warga dari Kecamatan Soreang dan Bacukiki Barat yang hari ini langsung kita bantu fasilitasi,” ujar Kamaluddin Kadir.

Selain mengawal urusan pelayanan kesehatan warga, legislator senior ini juga membeberkan perkembangan terkini terkait tahapan pembahasan anggaran dan kebijakan daerah di tingkat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Parepare.

Sesuai tahapan yang ditetapkan Badan Musyawarah (Bamus), proses telah melewati penyampaian oleh Wali Kota, pandangan umum fraksi, hingga jawaban Wali Kota. Mulai esok hari, pembahasan akan bergeser ke tingkat komisi secara lebih spesifik.

“Sesuai hasil rapat Banggar kemarin, agar pembahasan lebih teknis dan ada pencermatan yang mendalam, maka disepakati pembahasan dibawa ke komisi masing-masing. Hari Minggu dan Senin besok, kami di komisi-komisi akan memanggil masing-masing SKPD atau mitra kerja untuk melakukan bedah anggaran secara mendetail,” jelasnya.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Salurkan Santunan bagi Anak Yatim dan Dhuafa Lintas Agama di Makassar

0

MAKASSAR, RADIOMESRA. COM  – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Integrated Terminal (IT) Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan Berkah Santunan Anak Yatim dan Dhuafa Lintas Agama yang dilaksanakan di Yayasan (LKSA) Al Ikhlas, Kota Makassar.

Kegiatan yang mengusung nilai kepedulian sosial dan semangat berbagi tersebut diawali dengan doa bersama yang melibatkan pengurus yayasan, anak-anak binaan, serta pekerja Pertamina. Pada kesempatan tersebut, Pertamina menyalurkan santunan senilai Rp10.000.000 yang akan digunakan untuk mendukung kegiatan pembinaan serta pengembangan fasilitas yayasan yang saat ini membina 45 anak yatim, piatu, dan dhuafa.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Integrated Terminal Manager Makassar, Andhita Dodi Risnata, bersama tim HSSE IT Makassar kepada Ketua Yayasan Al Ikhlas, H. Abd. Rahman Syam, di kawasan Jalan Kandea, Kelurahan Bunga Eja Beru, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.

Kegiatan ini turut berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tujuan pengentasan kemiskinan (Goal 1), pengurangan kesenjangan (Goal 10), serta kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (Goal 17).

Integrated Terminal Manager Makassar, Andhita Dodi Risnata, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Pertamina berupaya menghadirkan kontribusi sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin mendukung proses pembinaan yang dilakukan yayasan sekaligus mempererat hubungan baik dengan lingkungan sekitar. Semoga bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi anak-anak yang berada dalam asuhan Yayasan Al Ikhlas,” ujar Andhita.

Mewakili pengurus yayasan, Faridah menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan Pertamina kepada anak-anak binaan Yayasan Al Ikhlas.

“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan Pertamina Patra Niaga. Bantuan ini sangat berarti bagi yayasan dan rencananya akan kami gunakan sebagai modal renovasi asrama putri agar anak-anak memiliki fasilitas yang lebih nyaman untuk belajar dan beraktivitas sehari-hari,” ungkap Faridah.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan bahwa kegiatan sosial seperti ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat.

“Pertamina terus mendorong berbagai program yang memberikan manfaat sosial secara langsung. Dukungan kepada lembaga sosial dan kelompok masyarakat yang membutuhkan merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menciptakan nilai bersama serta memperkuat keberlanjutan sosial di wilayah operasional,” ujar Lilik.

Lilik menambahkan bahwa Pertamina akan terus menghadirkan program-program sosial yang selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan di berbagai daerah di Sulawesi.

*Media Contact*

Lilik Hardiyanto
Area Manager Communication, Relation, & CSR
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi

Kritisi Program MBG dan Nasib Guru Honorer, H. Andi Abdul Rahman Saleh Minta ICMI Parepare Jadi Cendekiawan yang Bernyali

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Kota Parepare periode 2026–2031 diharapkan menjadi momentum kebangkitan kaum intelektual di daerah. Harapan besar ini disampaikan oleh tokoh masyarakat, H. Andi Abdul Rahman Saleh, S.E., usai menghadiri kegiatan tersebut pada Sabtu (20/06/2026).

Andi Abdul Rahman menekankan bahwa cendekiawan memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk menyuarakan kebenaran dan memberikan pencerahan kepada masyarakat. Ia mengkritik fenomena kaum intelektual saat ini yang dinilainya cenderung berdiam diri di ‘Menara Gading’ saat bangsa sedang menghadapi berbagai persoalan.

“Melihat kondisi bangsa hari ini yang diliputi banyak masalah, kelihatan cendekiawan kita tidak hadir. Justru yang muncul adalah aktivis gerakan perubahan. Padahal, jika para profesor dan guru besar mau berkumpul dan bersuara mengevaluasi jalannya pemerintahan, dampaknya akan sangat besar,” ujar Andi Abdul Rahman.

Secara khusus, Andi Abdul Rahman menyoroti ketimpangan sosial yang terjadi dalam realisasi program-program strategis nasional, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mengaku miris melihat nasib guru honorer yang masih menerima upah sangat minim di tengah besarnya anggaran proyek baru pemerintah.

“Perasaan saya campur aduk. Bayangkan, para guru honorer hanya diberikan Rp400 ribu, itu pun diperjuangkan oleh cendekiawan, bukan inisiatif pemerintah. Sementara di program MBG, pencuci piring bisa mendapat gaji Rp2,5 juta, supir Rp3 juta, dan pegawainya mencapai Rp6 juta per bulan. Di mana bentuk penghargaan kita kepada guru?” tegasnya penuh prihatin.

Menyikapi hal tersebut, ia mendesak kepengurusan baru ICMI Orda Parepare agar tidak sekadar terjebak dalam euforia pelantikan, melainkan berani melahirkan hasil nyata dan rekomendasi kritis demi kepentingan rakyat.

“Saya meminta ICMI mengeluarkan rekomendasi untuk mengevaluasi program-program pemerintahan Prabowo yang berpotensi hanya menjadi ladang korupsi atau sekadar berorientasi proyek. Cendekiawan itu orang cerdas, jangan mau dibodoh-bodohi,” tambahnya.

Ia juga berpesan agar kepengurusan ICMI periode 2026–2031 ini diisi oleh orang-orang yang memiliki keberanian.

“Harus punya nyali. Jangan jadi cendekiawan kalau tidak punya nyali dan hanya mencari zona nyaman,” pungkasnya.

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare