PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Kota Parepare periode 2026–2031 diharapkan menjadi momentum kebangkitan kaum intelektual di daerah. Harapan besar ini disampaikan oleh tokoh masyarakat, H. Andi Abdul Rahman Saleh, S.E., usai menghadiri kegiatan tersebut pada Sabtu (20/06/2026).
Andi Abdul Rahman menekankan bahwa cendekiawan memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk menyuarakan kebenaran dan memberikan pencerahan kepada masyarakat. Ia mengkritik fenomena kaum intelektual saat ini yang dinilainya cenderung berdiam diri di ‘Menara Gading’ saat bangsa sedang menghadapi berbagai persoalan.
“Melihat kondisi bangsa hari ini yang diliputi banyak masalah, kelihatan cendekiawan kita tidak hadir. Justru yang muncul adalah aktivis gerakan perubahan. Padahal, jika para profesor dan guru besar mau berkumpul dan bersuara mengevaluasi jalannya pemerintahan, dampaknya akan sangat besar,” ujar Andi Abdul Rahman.
Secara khusus, Andi Abdul Rahman menyoroti ketimpangan sosial yang terjadi dalam realisasi program-program strategis nasional, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mengaku miris melihat nasib guru honorer yang masih menerima upah sangat minim di tengah besarnya anggaran proyek baru pemerintah.
“Perasaan saya campur aduk. Bayangkan, para guru honorer hanya diberikan Rp400 ribu, itu pun diperjuangkan oleh cendekiawan, bukan inisiatif pemerintah. Sementara di program MBG, pencuci piring bisa mendapat gaji Rp2,5 juta, supir Rp3 juta, dan pegawainya mencapai Rp6 juta per bulan. Di mana bentuk penghargaan kita kepada guru?” tegasnya penuh prihatin.
Menyikapi hal tersebut, ia mendesak kepengurusan baru ICMI Orda Parepare agar tidak sekadar terjebak dalam euforia pelantikan, melainkan berani melahirkan hasil nyata dan rekomendasi kritis demi kepentingan rakyat.
“Saya meminta ICMI mengeluarkan rekomendasi untuk mengevaluasi program-program pemerintahan Prabowo yang berpotensi hanya menjadi ladang korupsi atau sekadar berorientasi proyek. Cendekiawan itu orang cerdas, jangan mau dibodoh-bodohi,” tambahnya.
Ia juga berpesan agar kepengurusan ICMI periode 2026–2031 ini diisi oleh orang-orang yang memiliki keberanian.
“Harus punya nyali. Jangan jadi cendekiawan kalau tidak punya nyali dan hanya mencari zona nyaman,” pungkasnya.




















