31.1 C
Pare-Pare
Selasa, Oktober 27, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 68

Polda Sulsel Gelar TOT Program Paham AI, Perkuat Literasi Digital Pelajar di Sulsel

0

MAKASSAR, RADIOMESRA. COM – Sulsel, Polda Sulawesi Selatan melalui Biro SDM menggelar Training of Trainers (ToT) Program Paham Artificial Intelligence (AI) Tahun 2026 di Ballroom Hotel Harper Makassar, Rabu (05/08/26).

Kegiatan dihadiri Dirreskrimsus, Dirbinmas Kabidhumas, Kabid TIK, Kabagbinkar Biro SDM Polda Sulsel.

Kegiatan ini juga adalah langkah awal Polda Sulsel memperkuat literasi digital sekaligus menyiapkan trainer untuk mengedukasi pelajar agar mampu memanfaatkan AI secara aman, etis, dan bertanggung jawab serta akuntabel.

Sebanyak 125 Personel Polda Sulsel selaku peserta yang merupakan calon Trainer, terdiri dari 5 personel perwakilan Polres dari 25 Polres jajaran Polda Sulsel yang akan mengikuti pelatihan selama 2 hari. Para trainer dibagi menjadi 2 kelompok yakni 100 orang kelompok 1 dan 25 orang kelompok 2, nantinya para peserta trainer ini akan memperluas edukasi Program Paham AI hingga tingkat Polres dan Polsek

Kabagbinkar Biro SDM Polda Sulsel AKBP Dr. Fantry Taherong saat menyampaikan Laporan Ketua Panitia mengatakan, bahwa edukasi AI penting dilakukan karena pelajar saat ini telah menggunakan teknologi tersebut secara mandiri.

”Tujuan pelatihan ToT ini untuk memberikan pelatihan kepada para calon trainer tingkat polres agar mampu melaksanakan tugas sebagai trainer dalam memberikan pembelajaran tentang paham Ai kepada para pelajar di wilayah polres masing-masing dan juga terbentuknya trainer program paham Ai bersertifikat di seluruh polres jajaran polda sulawesi selatan, yang menguasai modul pembelajaran, mampu mengoperasikan platform senopati academy, dan siap melaksanakan edukasi program paham Ai kepada pelajar SMA/SMK/MA/sederajat di wilayah masingmasing (indikator 9.2). Ungkapnya.

Ia menambahkan, Polda Sulsel menargetkan Program Paham AI dapat menjangkau hingga Ratusan tibu pelajar melalui pelaksanaan secara bertahap dan kolaborasi dengan Kemendikdasmen serta pemangku kepentingan pendidikan lainnya.

“Target kita kepada seluruh pelajar di wilayah Sulawesi Selatan, kita ingin sebanyak mungkin, bahkan kita targetkan secara kuantitatif itu setidaknya ribuan,” Tambahnya.

Untuk mencapai target tersebut, Polda Sulsel menekankan pentingnya kolaborasi dengan Kemendikdasmen dan pemangku kepentingan lainnya. Edukasi AI dinilai tidak dapat dilakukan secara parsial karena sekolah, guru, orang tua, dinas pendidikan, dan berbagai pihak terkait memiliki peran penting dalam membentuk ekosistem digital yang sehat bagi generasi muda.

“Kita tidak bergerak sendiri. Kita bermitra dengan Kementerian Pendidikan. Tidak mungkin polisi akan dapat jalan sendiri, kita bermitra sama-sama,” Tutup AKBP Dr. Fantry.

Sementara itu, Karo SDM Polda Sulsel Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, SIK, MH mengatakan bahwa kegiatan ini bentuk komitmen Polda Sulsel dalam mencetak pelajar yang paham tekhnologi.

“Melalui kegiatan ini, saya berharap Bapak dan Ibu dapat sungguh-sungguh mengikuti seluruh rangkaian materi, mulai dari pemahaman dasar kecerdasan buatan, etika penggunaannya, cara mengenali dan melawan hoaks, hingga praktik langsung menggunakan platform pembelajaran Senopati Academy”. Terang Karo SDM.

Ilmu yang Bapak dan Ibu peroleh hari ini bukan untuk disimpan sendiri, melainkan untuk diteruskan dan diajarkan kembali kepada rekan-rekan di Polres masing-masing dan pada akhirnya kepada para pelajar di wilayah hukum kita, agar mereka mampu memanfaatkan teknologi AI secara aman, etis, dan bertanggung jawab. Saya juga berpesan, jadikan kegiatan ini bukan sekadar seremoni administratif, tetapi benar-benar sebagai bekal kompetensi yang akan menentukan keberhasilan program ini di lapangan.

Keberhasilan Program Paham AI di Sulawesi Selatan sangat bergantung pada kesungguhan Bapak dan Ibu sebagai Trainer dalam menyerap dan meneruskan ilmu ini. Tutupnya.

Para trainer akan menerima materi diantaranya Introduction to AI, Echtical Use of AI, Fighting Hoax with Ai, Ai Prompts 101 dan Kejahatan siber yang materi dibawakan oleh para trainer yang telah mengikuti pelatihan di Jakarta pada bulan Juli 2026

Sinergi Jaga Kondusivitas Kota, Kapolres Parepare Baru Kunjungi Kantor DPRD

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Kapolres Parepare, AKBP Phunky Mahendra Borniawan, melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Parepare pada Rabu (05/08/26). Kunjungan ini digelar sebagai langkah awal perkenalan sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian, legislatif, dan pemerintah daerah.

Dalam keterangannya, AKBP Phunky Mahendra Borniawan menyampaikan komitmennya sebagai warga baru di Kota Parepare untuk terus membangun kolaborasi demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Kami sebagai warga baru tentunya permisi untuk berkenalan kepada jajaran pimpinan dan anggota DPRD. Ke depan, kami berkomitmen untuk bersinergi antara Polri, legislatif, pemerintah, serta instansi terkait agar senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban Kota Parepare,” ujar AKBP Phunky.

Ia menambahkan, rasa aman dan nyaman adalah hak masyarakat, sehingga kekompakan antarinstansi menjadi kunci utama terciptanya suasana daerah yang kondusif.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Parepare, Ir. H. Kaharuddin Kadir, menyambut positif kunjungan silaturahmi tersebut. Menurutnya, koordinasi ini sangat penting mengingat kepolisian dan DPRD berada dalam satu Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

“Kunjungan ini dalam rangka memperkenalkan diri sekaligus mengajak bersinergi untuk mengawal masyarakat Parepare agar tetap berada dalam suasana yang aman dan nyaman,” tutur Kaharuddin.

Kaharuddin juga mengusulkan agar program-program yang langsung menyentuh masyarakat, seperti Jumat Curhat, tetap dilanjutkan oleh Kapolres yang baru. Selain itu, DPRD Parepare turut mengundang Kapolres untuk hadir memaparkan materi dalam agenda Konsultasi Publik yang melibatkan Ketua LPMK, lurah, hingga tokoh masyarakat.

“Parepare terkenal sebagai kota yang aman. Kami berharap Kapolres yang baru dapat menjaga suasana ini tetap kondusif serta mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat,” pungkasnya.

Pertamina Respons Cepat Tambah Pasokan LPG 3 Kg, Kondisi Penyaluran di Sulawesi Selatan Berlangsung Kondusif

0

MAKASSSAR, RADIOMESRA. COM – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi merespons cepat peningkatan kebutuhan LPG subsidi 3 kilogram dengan menambah pasokan (extra dropping) sebanyak 2.131 tabung atau setara 34% dari rerata penyaluran harian di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan. Langkah antisipatif tersebut dilakukan di Kabupaten Bone, Sidenreng Rappang (Sidrap), Soppeng, dan Wajo melalui koordinasi intensif bersama pemerintah daerah, Hiswana Migas, agen, serta pangkalan resmi guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

Penambahan pasokan tersebut merupakan bagian dari upaya Pertamina dalam menjaga kelancaran distribusi LPG 3 kg di wilayah yang mengalami peningkatan kebutuhan. Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, langkah cepat yang dilakukan Pertamina memberikan hasil positif, di mana kondisi penyaluran di wilayah tersebut berangsur semakin kondusif, stok di pangkalan kembali terjaga, dan masyarakat semakin mudah memperoleh LPG 3 kg melalui pangkalan resmi.

Pertamina bersama pemerintah daerah, Hiswana Migas, agen, dan pangkalan resmi terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan penyaluran di lapangan untuk memastikan distribusi LPG 3 kg tetap berjalan optimal, tepat sasaran, serta mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang berhak.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan bahwa Pertamina akan terus melakukan evaluasi dan penyesuaian penyaluran apabila terjadi dinamika kebutuhan di wilayah Sulawesi.

“Saat melihat adanya peningkatan kebutuhan di beberapa daerah, Pertamina segera menambah pasokan LPG 3 kg sebesar 34% dari rerata penyaluran harian di wilayah tersebut agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Berdasarkan hasil monitoring, kondisi penyaluran kini berangsur semakin baik. Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Hiswana Migas, agen, dan pangkalan untuk memastikan distribusi tetap lancar sehingga masyarakat tidak perlu melakukan panic buying,” ujar Lilik.

Lilik mengimbau masyarakat agar membeli LPG 3 kg di pangkalan resmi sehingga memperoleh harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Lilik juga mengingatkan bahwa LPG 3 kg merupakan barang bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak sesuai ketentuan pemerintah. Sesuai Surat Edaran Direktur Jenderal Migas Nomor B-2461/MG.05/DJM/2022, LPG 3 kg tidak diperuntukkan bagi usaha restoran, hotel, laundry, batik, peternakan, jasa las, serta usaha pertanian di luar ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. Pertamina mengajak masyarakat yang mampu untuk menggunakan LPG Non Subsidi agar penyaluran LPG 3 kg tetap tepat sasaran dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang benar-benar berhak.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, Hiswana Migas, agen, dan pangkalan resmi untuk memastikan penyaluran LPG 3 kg tetap optimal serta kebutuhan energi masyarakat di Sulawesi Selatan terus terjaga.

Masyarakat juga dapat memanfaatkan aplikasi MyPertamina untuk memperoleh informasi mengenai produk dan layanan Pertamina. Apabila membutuhkan informasi lebih lanjut maupun ingin menyampaikan pengaduan terkait layanan LPG, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Customer Solution (PCS) 135 yang siap melayani selama 24 jam.

Media Contact

Lilik Hardiyanto
Area Manager Communication, Relations & CSR
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi

DPRD Parepare Tegaskan Tetap Turun Lapangan Awasi LPG, Andi Fudail: Kami Langsung Koordinasi ke SKPD

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Anggota DPRD Kota Parepare dari Fraksi PKB yang juga bertugas di Komisi III, Andi Muhammad Fudail, menegaskan bahwa legislator terus bergerak di lapangan dalam mengawasi berbagai persoalan masyarakat, termasuk alur distribusi gas LPG.

Pernyataan ini disampaikan Andi Fudail guna merespons pandangan publik yang menilai legislatif kurang sigap dalam menangani masalah pendistribusian gas di Kota Parepare, Selasa (04/08/26).

Menurut Andi Fudail, DPRD memang tidak melakukan penindakan langsung secara terbuka di lapangan karena hal tersebut merupakan ranah eksekutif dan instansi teknis. Pola kerja DPRD difokuskan pada pemantauan serta koordinasi intensif bersama instansi terkait.

“DPR itu selalu memantau dan turun ke lapangan. Namun, kami tidak menindaklanjuti secara langsung di tempat, melainkan berkoordinasi dengan instansi terkait. Kami laporkan jika ada temuan agen atau mobilisasi distribusi yang bermasalah,” ujar Andi Fudail.

Ia menambahkan, langkah koordinasi tertutup yang dilakukan DPRD terbukti efektif mendorong Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk segera mengambil tindakan tegas di lapangan. Bahkan pada Selasa pagi, pihak Komisi III kembali menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan pelanggaran penyaluran gas oleh oknum agen.

“Pagi ini ada laporan masuk mengenai agen yang melakukan langkah-langkah kurang simpatik dalam penyalurannya. Kami sedang menunggu informasi dan respons dari instansi terkait. Jadi kami terus berkoordinasi dan bekerja, bukan diam,” tegasnya.

Andi Fudail memastikan Komisi III DPRD Parepare akan terus mengawal laporan masyarakat hingga instansi teknis menyelesaikan akar permasalahan distribusi gas secara tuntas. *(TIM)*

Sambangi PT Telkom, Satbinmas Polres Parepare Perkuat Profesionalisme Satpam Demi Kamtibmas Kondusif

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Satuan Binmas Polres Parepare melaksanakan kegiatan pembinaan keamanan swakarsa dengan mengunjungi langsung kantor PT. Telkom yang terletak di Jalan Andi Isa Kelurahan Ujung Sabbang Kecamatan Ujung Kota Parepare, Selasa (04/08/26).

Kanit Binkamsa, Muhammad Saleh, S.H., M.H mengungkapan bahwa pembinaan satpam ini untuk meningkatkan kewaspadaan para anggota Satpam dalam menjalankan tugas pengamanan di objek atau perusahaan dalam wilayah kerjanya masing – masing.

” Hari ini kami melakukan sambang dan pembinaan kepada petugas Satpam di PT. Telkom,” ujarnya

Dirinya menjelaskan bahwa, selain melaksanakan tugas rutin berpatroli di objek vital untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan konkdusif, juga untuk melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap Satpam di lokasi tersebut.

“Kami melakukan pembinaan terhadap petugas Satpam, mulai dari pengecekan penggunaan seragam yang harus sesuai dengan waktu dinas baik siang maupun malam, pengecekan kelengkapan dan penggunaan perlengkapan Satpam, serta pengecekan buku mutasi,” jelas Aipda Muhammad Saleh

Sementara itu, Kasat Binmas Polres Parepare Akp Anwar, S.H mengatakan bahwa pembinaan Satpam ini rutin dilakukan, baik di perusahaan BUMN maupun swasta, dengan harapan agar Satpam dapat bekerja secara profesional dan menjadi penggerak dalam perpolisian masyarakat (Polmas).

Hal ini dilakukan agar Satpam dapat membantu tugas Polri secara maksimal dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Menanggapi kegiatan pembinaan ini, seluruh Satpam yang bertugas di PT. Telkom Kota Parepare, menyambut baik dan bertekad menjadi mitra Polri dalam membantu tugas tugas Polri untuk menciptakan kamtibmas yang aman dan kondusif. (Humas Polres Parepare)

Staf Ahli Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Tinjau Fasilitas dan Kualitas Layanan Lapas Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Parepare menerima kunjungan kerja Staf Ahli Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bidang Hubungan Antar Lembaga, Anggiat Napitupulu, pada Selasa (04/08/26). Dalam kunjungan tersebut, Anggiat didampingi oleh Tenaga Ahli Menteri, Yan Sutra I dan Eding Sungkana, serta Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Mulyadi, Bc.IP., S.H., M.Si.

Kunjungan kerja ini bertujuan untuk meninjau secara langsung kondisi sarana dan prasarana serta kualitas penyelenggaraan layanan di Lapas Kelas IIA Parepare. Kepala Lapas Parepare, Marten, Bc.IP., S.H., M.H., beserta jajaran mendampingi rombongan selama pelaksanaan peninjauan.

Rombongan melakukan peninjauan ke berbagai fasilitas, di antaranya ruang layanan terpadu, dapur, Klinik Pratama Pengayoman, blok hunian warga binaan, area pembinaan, serta fasilitas pendukung lainnya. Selain melihat kondisi fisik sarana dan prasarana, rombongan juga memastikan bahwa pelayanan kepada masyarakat dan warga binaan telah berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Dalam arahannya, Anggiat Napitupulu memberikan apresiasi atas kondisi Lapas Parepare yang dinilai telah menunjukkan perkembangan yang baik, baik dari sisi kebersihan, penataan fasilitas, maupun pelaksanaan layanan. Namun demikian, beliau juga memberikan beberapa catatan dan masukan sebagai bahan evaluasi agar kualitas layanan dan pengelolaan satuan kerja dapat terus ditingkatkan.

“Secara umum kondisi Lapas Parepare sudah baik dan menunjukkan komitmen dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat maupun warga binaan. Namun, masih terdapat beberapa hal yang perlu dibenahi agar kualitas pelayanan semakin optimal. Jadikan setiap masukan sebagai motivasi untuk terus berbenah dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan,” ujar Anggiat Napitupulu.

Sementara itu, Kalapas Parepare, Marten, menyampaikan bahwa seluruh arahan dan masukan yang diberikan akan segera ditindaklanjuti oleh jajaran sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan arahan yang diberikan. Evaluasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperbaiki sarana dan prasarana, serta memberikan pelayanan pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” ungkap Marten.

Melalui kunjungan kerja ini, Lapas Kelas IIA Parepare menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan secara berkelanjutan dalam rangka mewujudkan layanan pemasyarakatan yang profesional, berintegritas, humanis, dan sesuai dengan arah kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Sidak LPG 3 Kg, Sekda Parepare Ungkap Penyebab Kelangkaan Hingga Skema Penjualan Pangkalan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Pemerintah Kota Parepare bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait isu kelangkaan gas LPG 3 kilogram. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Parepare, Amarun Agung Hamka, mengarahkan tim untuk turun langsung melakukan pengawasan ke bawah demi memetakan rantai distribusi mulai dari SPBE, agen, pangkalan, hingga masyarakat. Selasa (04/08/26)

Dari hasil penelusuran di lapangan, Hamka mengungkapkan bahwa stok gas LPG 3 kg di tingkat pangkalan sebenarnya dalam kondisi aman dan mencukupi. Ia menilai isu kelangkaan yang beredar belakangan ini lebih dipicu oleh kepanikan warga dalam membeli (panic buying).

“Setiap musim kemarau memang ada kecenderungan isu gas langka, ditambah lagi ada rumor LPG 3 kg digunakan untuk pompa air persawahan di beberapa daerah. Namun dari pantauan langsung kami di pangkalan, stok tersedia dan tidak ada antrean panjang,” ujar Amarun Agung Hamka.

Untuk memastikan pemerataan distribusi, Hamka mengapresiasi inovasi sejumlah pangkalan yang menerapkan sistem pencatatan warga lokal. Langkah ini dilakukan agar satu orang tidak bisa membeli gas setiap hari.

“Pangkalan mensiasati dengan menjatah pembelian per berapa hari sekali untuk warga sekitar. Jadi patut dicurigai kalau ada warga yang beli gas setiap hari. Inovasi ini bagus agar semua masyarakat sekitar pangkalan bisa kebagian,” jelasnya.

Mengenai harga, Hamka menegaskan bahwa pangkalan di Parepare masih mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp18.500 per tabung. Adapun nominal Rp19.000 yang sering dijumpai di lapangan biasanya terjadi karena kendala pengembalian uang kembalian pecahan Rp500.

Terkait harga gas di tingkat pengecer atau kios yang melambung hingga Rp25.000–Rp30.000, Sekda menegaskan batas kewenangan pemerintah daerah hanya sampai pada tingkat pangkalan.

 “Intervensi Pemkot berada di tingkat pangkalan. Jika ada pangkalan yang menjual di atas ketentuan, kami bisa rekomendasikan ke Pertamina dan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk ditindaki. Namun untuk tingkat pengecer, itu di luar kewenangan intervensi kami,” pungkasnya.

Untuk mengoptimalkan pengawasan secara berkelanjutan, Pemkot Parepare juga mengaktifkan kembali Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan LPG. *(TIM)*

Silaturahmi Kapolres dengan Ketua MUI Terpilih Parepare Perkuat Kolaborasi Ulama dan Umara

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Ketua Terpilih Majelis Ulama Indonesia (MUI) Parepare, Prof. Kyai Hannani menerima kunjungan silaturahmi Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan, Selasa (04/08/26).

Pertemuan berlangsung santai di Warung Kopi (Warkop) RUTE, Jalan H. Andi Muh Arsyad, Kecamatan Soreang, Kota Parepare.

Dalam pertemuan tersebut, Kyai Hannani didampingi langsung Ketua Tanfidziyah terpilih PCNU Kota Parepare, Sabuddin.

Silaturahmi ini menjadi ajang penguatan sinergi antara kepolisian dengan kepengurusan baru MUI dan PCNU Parepare.

Sejumlah isu strategis dibahas dalam pertemuan ini, mulai dari pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), penguatan ukhuwah, hingga moderasi beragama.

Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan menegaskan komitmennya untuk terus bermitra dengan para tokoh agama.

“Sinergi yang kuat antara kepolisian dan para ulama merupakan modal penting dalam menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif,” kata Phunky.

Menanggapi hal itu, Kyai Hannani menyambut baik kunjungan Kapolres dan jajarannya.

Ia menegaskan bahwa pihak ulama siap mendukung kepolisian dalam menjaga keharmonisan di Kota Parepare.

“MUI dan PC Nahdlatul Ulama siap menjadi mitra strategis pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga persatuan umat, Kami juga berkomitmen memperkuat nilai-nilai kebangsaan serta menghadirkan kesejukan di tengah kehidupan masyarakat,” imbuhnya.

Kegiatan silaturahmi juga sebagai bentuk komitmen kolaborasi antara ulama dan umara di Kota Parepare.

Kunjungi FKUB Parepare, Kapolres AKBP Phunky Mahendra Dorong Sinergitas dan ‘Soft Approach’ Jaga Toleransi*

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Mengawali masa tugasnya di Kota Parepare, Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan, S.I.K., M.H., melakukan kunjungan silaturahmi ke Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Parepare, Selasa (04/08/26). Kunjungan ini digelar guna memperkuat sinergitas dalam menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama di kota yang multikultural.

Kapolres Parepare, AKBP Phunky Mahendra Borniawan menegaskan pentingnya peran FKUB sebagai mitra strategis kepolisian untuk menciptakan suasana kota yang harmonis, aman, dan kondusif bagi masyarakat, wisatawan, maupun investor.

“Kota Parepare ini multikultur dan multi-agama. Untuk menjaga toleransi dan keberagaman, kita harus memperkuat peran FKUB dan sinergitas dengan kepolisian. Jika kota ini nyaman dan harmonis, para investor, wisatawan, dan warga tentu merasa aman,” ujar AKBP Phunky.

AKBP Phunky menambahkan, pihaknya saat ini fokus “belanja masalah” guna memetakan potensi persoalan di masyarakat dari akar rumput. Dalam penanganannya, Polres Parepare mengedepankan pendekatan secara humanis (*soft approach*) serta berkolaborasi bersama unsur Forkopimda.

“Kita ingin mencari akar permasalahannya agar penyelesaiannya lebih efektif. Pendekatan yang kita gunakan adalah *soft approach* melalui koordinasi dan gagasan kegiatan konkret bersama instansi terkait,” tambahnya

Sementara itu, Ketua FKUB Kota Parepare, Drs. H. Zainal Arifin, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kunjungan silaturahmi jajaran kepolisian. Pihaknya siap bersinergi untuk mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat (Kambtibmas).

“FKUB siap menjadi mitra strategis untuk menjaga kerukunan di Kota Parepare. Kalau Kamtibmas berjalan baik, cita-cita Kota Parepare yang sejahtera dan maju tentu akan terwujud,” ungkap H. Zainal Arifin.

Zainal juga mengungkapkan bahwa para tokoh agama, mulai dari pendeta hingga pastor, menyambut baik komitmen Kapolres baru yang berencana melakukan kunjungan langsung ke tempat-tempat ibadah secara informal guna memberikan rasa aman dan menyerap aspirasi jamaah secara langsung. *(TIM)*

Opini : Serakah Tanpa Batas: Ketika Pakan Satwa Pun Jadi Ajang Korupsi

0

Oleh: Amalia Rahmadhani (Mahasiswa Kriminologi Institut Andi Sapada Kota Parepare)

Skandal penyelewengan dana operasional Kebun Binatang Surabaya (KBS) senilai Rp 10,2 miliar yang menjerat mantan direktur utamanya adalah potret paling kelam dari rakusnya kejahatan kerah putih. Ketika korupsi di instansi lain biasanya menggerogoti proyek infrastruktur atau fasilitas publik, kasus di KBS justru menyasar jatah pakan bagi ribuan satwa.

Fenomena ini memperlihatkan betapa hilangnya nilai kemanusiaan dan etika moral ketika hak hidup makhluk yang tak bersuara pun nekat dirampas demi kepentingan pribadi.

Dalam kajian kriminologi hijau (Green Criminology), peristiwa ini bukan sekadar tindak pidana korupsi biasa yang diukur dari laporan keuangan. Ini adalah kejahatan terhadap satwa (non-human victims) yang menciptakan penderitaan nyata (social harm). Hewan di dalam kandang berada dalam posisi yang sangat rentan karena mereka menggantungkan seluruh hidupnya pada pengelola.

Ketika anggaran pakannya dipangkas atau dimanipulasi lewat laporan fiktif, dampaknya langsung berujung pada penurunan mutu pakan, penurunan kesehatan satwa, hingga ancaman kepunahan dan kematian. Hal yang lebih memprihatinkan adalah bagaimana praktik penyimpangan ini bisa bertahan dalam rentang waktu yang sangat panjang, dari 2016 hingga 2024.

Fenomena ini mengindikasikan lemahnya fungsi pengawasan (absence of capable guardian) serta buruknya sistem akuntabilitas di lembaga konservasi publik. Pembenahan kasus ini tidak boleh berhenti hanya pada proses hukum bagi sang mantan Dirut, tetapi harus memicu audit nasional terhadap seluruh manajemen kebun binatang di Indonesia agar nasib satwa tidak terus-menerus dijadikan ladang eksploitasi di balik jeruji besi.

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare