25.4 C
Pare-Pare
Minggu, Mei 31, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 4

Bawaslu Parepare dan HMI Jalin Kerja Sama Pengawasan Partisipatif untuk Perkuat Demokrasi

0

PAREPARE, RASIOMESRA. COM — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Parepare bersama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Parepare resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di Sekretariat Bawaslu Kota Parepare, Senin (25/05/26).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Bawaslu Kota Parepare Muh. Zainal Asnun, Anggota Bawaslu Kota Parepare Susilawati, Koordinator Sekretariat Bawaslu Kota Parepare Handayani beserta staf. Dari pihak HMI Parepare hadir Ketua HMI Muh. Ilham bersama jajaran pengurus dan anggota HMI lainnya.

Ketua Bawaslu Kota Parepare, Muh. Zainal Asnun, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penandatanganan kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat pengawasan partisipatif dalam menghadapi Pemilu mendatang.

“Kolaborasi ini menjadi langkah bersama dalam menata demokrasi ke depan. Tantangan besar yang kita hadapi di Kota Parepare adalah praktik politik uang yang mulai dianggap sebagai hal biasa bahkan dipandang sebagai rezeki oleh sebagian masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap sinergi bersama organisasi kepemudaan seperti HMI dapat menjadi perpanjangan tangan Bawaslu dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya mahasiswa, agar turut aktif mengawal demokrasi yang bersih dan berintegritas.

Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (HPPH) Bawaslu Kota Parepare, Susilawati, menegaskan bahwa menjaga integritas demokrasi bukan hanya menjadi tugas Bawaslu semata, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

“Pemilu bukan hanya tugas Bawaslu, tetapi tugas bersama seluruh masyarakat. Kami berharap ke depan kita dapat bersama-sama melakukan pengawasan untuk memastikan Pemilu berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran mahasiswa dalam menyampaikan edukasi politik yang benar di lingkungan sekitar, terutama dalam mencegah praktik politik uang yang selama ini telah menjadi budaya di tengah masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi bersama kalangan akademisi dapat diwujudkan melalui literasi demokrasi, seperti penulisan karya ilmiah maupun edukasi melalui media massa.

Di sisi lain, Ketua HMI Parepare, Muh. Ilham, menyampaikan apresiasi atas sambutan dan kerja sama yang dibangun bersama Bawaslu Kota Parepare. Ia menilai isu kepemiluan dan praktik politik uang menjadi tantangan besar yang harus dihadapi bersama.

“Budaya politik uang sering dianggap sebagai rezeki, padahal hal tersebut merupakan ancaman bagi kualitas demokrasi. Karena itu, kami ingin turut membantu Bawaslu dalam mengedukasi masyarakat dan mahasiswa agar lebih memahami pentingnya pengawasan partisipatif,” katanya.

Ia menambahkan bahwa HMI siap menjadi mitra strategis Bawaslu dalam menyampaikan edukasi kepemiluan secara persuasif dan meluas kepada generasi muda.

Gelar Kemah Penggalang Tanpa Anggaran Khusus, Kwarcab Pramuka Parepare Buktikan Modal ‘Nekat’ Karena Cinta

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Keterbatasan finansial terbukti tidak menjadi penghalang bagi Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Parepare untuk terus bergerak. Melalui semangat gotong royong yang kuat, Kemah Penggalang dalam rangka seleksi menuju Jambore Nasional 2026 resmi dibuka di Lapangan Upacara Jalur Dua, Kota Parepare, pada Jumat (22/05/26).

Kegiatan yang diikuti oleh ratusan Pramuka Penggalang ini dibuka langsung oleh Walikota Parepare, H. Tasming Hamid, dan dihadiri oleh jajaran pengurus Kwarcab Parepare.

Dalam sambutannya, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Parepare, Amarun Agung Hamka, mengungkapkan rasa bangganya atas terselenggaranya kegiatan ini secara mandiri tanpa sokongan dana khusus dari pemerintah.

“Kegiatan ini dilaksanakan tanpa anggaran khusus. Kegiatan ini lahir dari semangat kebersamaan… nekat yang baik,” ujar Amarun Agung Hamka. “Nekat karena cinta kepada Pramuka, nekat karena peduli kepada anak-anak kita, dan nekat karena Parepare tidak boleh absen dalam seleksi menuju Jambore Nasional.”

Melihat antusiasme dan komitmen yang luar biasa dari para pengurus dan peserta, wacana besar pun muncul dalam perkemahan tersebut. Lapangan Upacara Jalur Dua yang menjadi pusat kegiatan diusulkan untuk dialihnamakan menjadi Lapangan Pramuka.

Aspirasi ini direspon positif oleh pihak pemerintah kota. Walikota Parepare, H. Tasming Hamid, bahkan sempat berdiskusi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Parepare terkait peluang perubahan nama fasilitas publik tersebut sebagai bentuk apresiasi bagi perkembangan kepanduan di Kota Parepare.

“Bahkan kemarin sempat Pak Sekda—eh, Kakak Sekda—Ketua Kwarcab bilang, boleh tidak lapangan ini diganti namanya jadi Lapangan Pramuka?” ungkap Hamka, menirukan obrolan mengenai dukungan penuh pemerintah daerah terhadap eksistensi Pramuka di Parepare.

Dengan adanya dukungan moral yang kuat dari Walikota H. Tasming Hamid dan jajaran pemerintah kota, kontingen Pramuka Parepare diharapkan mampu tampil tangguh, sejahtera, mandiri, dan membawa hasil terbaik dalam seleksi Jambore Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Tegaskan Informasi dan Narasi Larangan Pertalite untuk Kendaraan Merk Tertentu per 1 Juni 2026 Tidak Benar

0

JAKARTA, RADIOMESRA. COM -Pertamina Patra Niaga, menanggapi beredarnya informasi di media sosial mengenai daftar merk kendaraan yang disebut tidak diperbolehkan menggunakan Pertalite mulai 1 Juni 2026, menegaskan hingga saat ini belum ada, baik itu rencana ataupun arahan dari Pemerintah terkait hal mengenai pembatasan Pertalite berdasarkan merk kendaraan tertentu maupun berdasarkan kapasitas mesin kendaraan sebagaimana tercantum dalam unggahan yang beredar di media sosial.

“Informasi mengenai daftar merk kendaraan tertentu yang disebut tidak boleh membeli Pertalite mulai 1 Juni 2026 dipastikan tidak benar karena sampai saat ini tidak ada rencana ataupun arahan dari Pemerintah dan regulator. Masyarakat kami imbau untuk tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi,” ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun.

“Pertamina Patra Niaga menjalankan mandat distribusi energi dan akan mengikuti kebijakan resmi Pemerintah. Sekali lagi kami tekankan, hingga saat ini tidak ada aturan atau arahan dari pemerintah terkait pembatasan Pertalite berdasarkan merk kendaraan tertentu maupun berdasarkan kapasitas mesin kendaraan.” tambahnya.

Saat ini, layanan distribusi dan penyaluran Pertalite tetap berjalan normal. Program Subsidi Tepat yang dijalankan merupakan bagian dari upaya mendukung tata kelola distribusi energi agar lebih tepat sasaran, dan tidak dapat disamakan dengan informasi viral berupa daftar kendaraan tertentu yang dilarang membeli BBM.

Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi pemerintah, regulator, maupun Pertamina sebelum membagikan ulang informasi di ruang digital agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Untuk informasi lebih lanjut terkait produk dan layanan Pertamina Patra Niaga, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.

Media Contact :
Lilik Hardiyanto
Area Manager Communication, Relation, & CSR
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi

Antisipasi Virus Hanta, RSUD Andi Makkasau Parepare Perketat Skrining Pasien

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau Kota Parepare bergerak cepat melakukan langkah pengetatan dan pencegahan terhadap potensi penyebaran virus Hanta (Hantavirus). Pihak manajemen rumah sakit kini mewajibkan proses skrining yang lebih ketat bagi setiap pasien yang masuk, terutama bagi mereka yang menunjukkan gejala-gejala klinis yang mengarah pada infeksi virus tersebut.

Plt. Direktur RSUD Andi Makkasau, dr. Muliana, menjelaskan bahwa langkah proaktif ini diambil mengingat karakteristik virus Hanta yang cukup berbahaya dan bermanifestasi dalam dua tipe serangan utama pada tubuh manusia.

“Kita diharapkan untuk tetap melakukan skrining-skrining karena virus Hanta ini efeknya ada dua. Ada tipe yang menyerang pernapasan, kemudian ada tipe yang menyerang ke ginjal. Jadi itu semua berupa sindrom,” ujar dr. Muliana saat memberikan keterangan kepada media.

Lebih lanjut, dr. Muliana memaparkan bahwa kedua tipe serangan tersebut bermanifestasi dalam bentuk sindrom klinis yang penanganannya membutuhkan deteksi sedini mungkin. Oleh karena itu, seluruh jajaran medis di RSUD Andi Makkasau telah diinstruksikan untuk jeli melihat tanda-tanda awal pada pasien.

“Sehingga yang kami lakukan di rumah sakit adalah melakukan skrining pada saat pasien-pasien masuk yang ada gejala-gejala yang mengarah ke penyakit-penyakit Hanta ini,” tambahnya.

Masyarakat pun diimbau untuk tidak panik namun tetap waspada, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala gangguan pernapasan akut atau gangguan fungsi ginjal yang mencurigakan.

DPKP Parepare Minta Pengurus Masjid dan Pedagang Terbuka Soal Data Pemotongan Sapi Jelang Iduladha

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  — Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (DPKP) Kota Parepare mengimbau seluruh pengurus masjid dan pedagang hewan kurban untuk bersikap terbuka dalam memberikan informasi mengenai aktivitas penjualan dan pemotongan sapi menjelang Hari Raya Iduladha.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Bidang Peternakan DPKP Kota Parepare, Luqman Hasan, S.Pt., dalam kegiatan “Ngopi Berjamaah” yang berlangsung di halaman Masjid Raya Parepare, Jumat (22/5/2026).

Menurut Luqman, keterbukaan data dari semua pihak sangat penting agar tim kesehatan hewan dari DPKP dapat menyasar seluruh titik pemotongan tanpa ada yang terlewatkan.

“Kami berharap kerja sama dari bapak-bapak sekalian, baik pengurus masjid maupun pedagang. Semua harus terbuka memberikan informasi kepada kami bahwa ada penjualan atau pemotongan sapi di tempat tersebut. Jika semua mengonfirmasi, insyaallah tidak akan ada yang kami sisakan untuk pemeriksaan kesehatan,” ujar Luqman.

Ia tidak menampik adanya kekhawatiran dari sebagian pedagang atau pengurus yang enggan melapor karena takut dianggap melakukan pelanggaran ilegal. Namun, Luqman meluruskan bahwa pemeriksaan ini murni demi kemaslahatan umat dan memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat aman serta sehat.

Saat ini, DPKP telah meminta jajarannya untuk mengumpulkan data dari seluruh masjid yang akan melaksanakan penyembelihan. Data tersebut nantinya akan diakumulasikan dan dicocokkan dengan jumlah stok sapi yang terjual di Kota Parepare.

Lebih lanjut, Luqman juga menyarankan masyarakat untuk memprioritaskan pembelian sapi lokal yang ada di Parepare. Selain wilayah jelajah yang mudah dipantau, jaminan kesehatan hewannya jauh lebih aman karena keterbatasan personel DPKP untuk mengawasi hewan kurban yang masuk dari luar daerah secara mendadak (H-1 atau hari H).

“Sapi di Parepare ini di beli memang dipicu di Parepare. Jadi kalau beli di sini, aman. Insyaallah kami akan turun memeriksa. Mohon maaf, tenaga kami terbatas, sehingga sulit bagi kami untuk menyasar hewan yang baru masuk dari luar pada hari H atau H-1,” pungkasnya.

Parepare Waspada Penyebaran Virus Melalui Tikus, Dinkes Maksimalkan Sistem Surveilans

0

PAREPARE, RADIOMESRA..COM – Dinas Kesehatan Kota Parepare bergerak cepat mengantisipasi potensi penyebaran penyakit yang disebabkan oleh virus bawaan tikus. Hingga saat ini, pihak Dinas Kesehatan masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut dari Kementerian Kesehatan RI terkait langkah-langkah penanganan yang harus diterapkan di daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Parepare, Ilham Willem, menegaskan bahwa secara teori dan keilmuan, sistem kedaruratan di jajarannya sudah siap. Pemerintah Kota Parepare juga telah mengaktifkan sistem surveilans penyakit yang berjalan ketat di seluruh fasilitas kesehatan (faskes) setiap harinya.

“Kami masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari Kementerian. Tetapi secara teori, ilmu yang kita sudah miliki bahwa kita sekarang waspada dengan itu. Makanya ada sistem surveilans yang berjalan di seluruh fasilitas kesehatan yang setiap harinya melaporkan kondisi penyakit ke Dinas Kesehatan,” ujar Ilham Willem saat memberikan keterangan.

Hingga saat ini, Ilham memastikan belum ada laporan atau indikasi kasus penyakit akibat virus tersebut yang ditemukan di Kota Parepare. Melalui sistem pelaporan real-time ini, Dinas Kesehatan dapat memantau fluktuasi kondisi kesehatan masyarakat secara berkala untuk mendeteksi potensi ancaman sedini mungkin.

Lebih lanjut, Ilham menjelaskan bahwa virus ini bersifat carrier atau pembawa pada tikus, sehingga tidak semua tikus otomatis memiliki atau menyebarkan penyakit tersebut. Hal ini serupa dengan nyamuk perantara malaria atau demam berdarah. Meski demikian, sistem pengawasan di pintu masuk daerah seperti pelabuhan juga tetap diperketat untuk memantau keberadaan tikus di kapal-kapal yang bersandar.

Masyarakat Kota Parepare pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik secara berlebihan. Upaya terbaik yang bisa dilakukan saat ini adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri serta memastikan tikus tidak masuk ke dalam rumah.

“Masyarakat diimbau untuk tidak panik. Yang terpenting sekarang adalah tetap memperhatikan kebersihan lingkungan, bagaimana caranya agar tikus tidak ada dan tidak masuk ke dalam rumah,” pungkasnya

DPRD Parepare Sebut Event Kreatif Jadi Ruang Hidup UMKM dan Penggerak Roda Ekonomi

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Parepare, Suyuti, SE., memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan berbagai kegiatan dan event di Kota Parepare. Menurutnya, rentetan acara tersebut menjadi salah satu instrumen efektif dalam memutar roda perekonomian daerah serta memberikan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk terus berkembang.

Suyuti menegaskan, secara prinsip tidak ada persoalan dalam penyelenggaraan berbagai event di Parepare. Terlebih lagi, setiap penyelenggara kegiatan juga ikut memberikan kontribusi nyata terhadap penanganan kebersihan di lokasi acara.

“Penyelenggaraan event-event ini sebenarnya tidak ada masalah untuk dilaksanakan. Kegiatan-kegiatan seperti ini justru menjadi salah satu cara agar uang bisa berputar di Parepare, sekaligus memberikan ruang bagi UMKM kita untuk hidup,” ujar Suyuti saat memberikan keterangan beberapa waktu lalu.

Meski demikian, legislator Parepare ini tidak menampik adanya tantangan terkait mobilitas pengangkutan sampah pasca-acara yang membutuhkan waktu proses. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Suyuti mendorong adanya penambahan armada pengangkut serta tenaga kebersihan agar pelayanan tetap optimal tanpa memunculkan alasan keterlambatan.

Berita baiknya, penanganan kebersihan di Kota Parepare kini semakin ditunjang oleh fasilitas yang memadai. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, Pemerintah Kota Parepare telah menerima bantuan berupa kendaraan pengangkut sampah melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Alhamdulillah, kurang lebih satu tahun ini kita sudah mendapatkan dua unit kendaraan CSR untuk mobil sampah. Bantuan tersebut masing-masing berasal dari Bank Sulselbar dan juga dari pihak pengembang atau developer,” pungkas Suyuti.

Lapas Parepare Bersama Puskesmas Lompoe Gelar Sosialisasi Pencegahan Hanta Virus bagi Petugas dan WBP

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Parepare bekerja sama dengan Puskesmas Lompoe melaksanakan sosialisasi pengenalan, penyebab, serta pencegahan Hanta Virus kepada petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kegiatan ini diawali dengan senam bersama yang menghadirkan instruktur profesional sebagai bentuk upaya menjaga kebugaran dan kesehatan seluruh peserta kegiatan.

Setelah kegiatan senam, sosialisasi kesehatan disampaikan langsung oleh dr. Alysa Ahadyah Pratama Putri yang memaparkan mengenai pengenalan Hanta Virus, penyebab penularan, gejala yang ditimbulkan, hingga langkah-langkah pencegahan yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya menjaga kebersihan lingkungan dan pola hidup sehat.

Dalam penyampaiannya, dr. Alysa juga menegaskan bahwa Hanta Virus perlu diwaspadai karena telah menjadi salah satu virus berbahaya di dunia kesehatan, baik secara global maupun di Indonesia. Oleh karena itu, diharapkan meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Puskesmas Lompoe, Haerul, S.ST., Ns., M.Biomed, yang memberikan sambutan dan motivasi terkait pentingnya menjaga kesehatan. Kepala Lapas Kelas IIA Parepare, Marten, Bc.IP., S.H., M.H., juga memberikan sambutan sekaligus mengajak seluruh petugas dan warga binaan untuk terus menjaga kebersihan lingkungan hunian dan aktif mengikuti program kesehatan yang diberikan.

Selain itu, salah satu warga binaan berinisial H.A. turut memberikan tanggapan positif terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Dalam penyampaiannya, H.A. mengaku bersyukur dan berterima kasih atas perhatian serta edukasi kesehatan yang diberikan kepada warga binaan. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan karena sangat bermanfaat dalam menambah wawasan dan meningkatkan kesadaran hidup sehat di lingkungan Lapas.

Kalapas Parepare menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Lapas Parepare dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan edukasi bagi petugas maupun warga binaan.

“Kami berharap melalui sosialisasi ini, seluruh peserta dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan Lapas,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dengan tertib, interaktif, dan mendapat antusias dari para peserta yang mengikuti sosialisasi tersebut.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Salurkan 1.000 Paket Sembako untuk Masyarakat Pra Sejahtera di Kecamatan Maesa Bitung

0

BITUNG, RADIOMESRA. COM – Sebagai bentuk kepedulian sosial dan komitmen terhadap masyarakat di wilayah operasional perusahaan, dilaksanakan kegiatan Pasar Murah sebanyak 1.000 paket sembako bagi masyarakat pra sejahtera di Kecamatan Maesa, Kota Bitung. Kegiatan ini difokuskan bagi masyarakat ring 1 wilayah operasional perusahaan, khususnya di Kelurahan Bitung Barat I dan Kelurahan Bitung Tengah.

Program pasar murah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat sekaligus memperkuat hubungan harmonis dengan lingkungan sekitar operasional perusahaan. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memperoleh paket sembako dengan harga terjangkau di tengah meningkatnya kebutuhan ekonomi masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Camat Maesa, Bapak Yukhrestan Ferdy Janis, SE mewakili Camat Maesa, Kepala Dinas Sosial Kota Bitung Ibu Leddy Ambat, SSTP, Lurah Bitung Barat I Ibu Endalita Ch Kansil, SAP, Lurah Bitung Tengah Ibu Tity Ahmad, S.Sos, Area Manager Communication, Relation & CSR Regional Sulawesi Bapak Lilik Hardiyanto, Integrated Terminal Manager Bitung Bapak Arman Prastiono, Perwakilan Masjid Jami Al Muhajirin Bapak Zulkarnain Sururama, serta Perwakilan Panti Asuhan Bahasa Kasih Bitung Ibu Feybe Lakaoni. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi bentuk dukungan bersama terhadap pelaksanaan program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Dalam sambutannya, Sekretaris Camat Maesa Bapak Yukhrestan Ferdy Janis, SE menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada perusahaan atas pelaksanaan pasar murah yang dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya warga pra sejahtera di Kecamatan Maesa. Ia menyampaikan bahwa program seperti ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat di tengah kebutuhan pokok yang terus meningkat, sekaligus menjadi bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekitar.

Sementara itu, Integrated Terminal Manager Bitung Bapak Arman Prastiono menyampaikan bahwa pelaksanaan pasar murah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus hadir dan tumbuh bersama masyarakat sekitar wilayah operasional. Menurutnya, program ini tidak hanya bertujuan membantu kebutuhan pokok masyarakat, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.

Menariknya, hasil penjualan dari pasar murah tersebut turut didonasikan kepada Panti Asuhan Bahasa Kasih Bitung dan Masjid Jami Al Muhajirin sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungan sekitar.

Pemerintah Kecamatan Maesa serta para lurah yang hadir mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap sinergi antara perusahaan dan masyarakat dapat terus terjalin melalui program-program yang memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Melalui kegiatan pasar murah ini, perusahaan berharap dapat terus hadir dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya di wilayah ring 1 operasional perusahaan, sekaligus mendorong semangat berbagi dan kepedulian sosial secara berkelanjutan. Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 1 Tanpa Kemiskinan, Tujuan 2 Tanpa Kelaparan, serta Tujuan 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung kesejahteraan sosial secara berkelanjutan.

Media Contact :
Lilik Hardiyanto
Area Manager Communication, Relation, & CSR
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi

Wakil Ketua Komisi II DPRD Parepare Soroti Ketimpangan Fasilitas Sekolah dan Pemotongan Anggaran

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Parepare, Sappe, S.H., menyoroti pentingnya pemerataan fasilitas di setiap satuan pendidikan. Menurut politisi PKS dari Dapil Bacukiki Barat ini, kesenjangan fasilitas antar-sekolah di tingkat SD dan SMP masih kerap memicu polemik saat momen Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

“Kami sudah sampaikan ke pemerintah bahwa tolong setiap status sekolah itu fasilitasnya harus sama dan memadai. Jangan sampai ada perbedaan mencolok, sehingga setiap penerimaan siswa baru tidak menjadi polemik lagi. Kita ingin semua sekolah bisa menjadi sekolah rujukan atau sekolah favorit,” ujar Sappe saat berbicara dalam program Obras Radio Mesra, Sabtu (23/05/26).

Selain persoalan fasilitas penunjang, Sappe juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi fisik bangunan sekolah di Parepare. Berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan komisi II, ditemukan banyak bangunan SD yang sudah tidak layak dan rawan roboh.

Ia menyayangkan langkah Pemerintah Kota Parepare yang menunda (hold) anggaran renovasi sekolah yang sebelumnya telah disepakati bersama pada tahun 2025.

“Jangankan fasilitas, bangunannya saja banyak yang sudah mau roboh. Kami dulu meminta melakukan renovasi di tahun 2025, tapi pemerintah kota—kami juga tidak tahu alasannya—kenapa di-hold? Kenapa tidak dilaksanakan? Padahal sudah disepakati bersama,” kritiknya.

Lebih lanjut, Sappe menjelaskan bahwa tantangan penganggaran pendidikan di Kota Parepare pada tahun anggaran 2026 ini dipastikan semakin berat. Hal itu terjadi lantaran adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pusat yang memotong dana transfer ke daerah.

“Untuk tahun 2026 ini, ini tampaknya yang terpotong. Karena APBD kita berkurang akibat adanya pemotongan dari APBN, efisiensi anggaran kurang lebih 160 miliar rupiah,” pungkasnya.

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare