24.9 C
Pare-Pare
Jumat, Oktober 23, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 4

Lindungi Pejalan Kaki, Prioritas Pelayanan Pagi Unit Lantas Polsek Ujung Polres Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Memberikan rasa aman dan menjamin keselamatan pengguna jalan bukan hanya tentang mengatur arus kendaraan, tetapi juga memastikan pejalan kaki dapat menyeberang dengan aman. Prinsip inilah yang ditunjukkan personel Unit Lalu Lintas (Lantas) Polsek Ujung Polres Parepare dalam pelaksanaan pelayanan pagi, Senin (19/10/26).

Sejak pagi, personel Polsek Ujung diterjunkan ke sejumlah ruas jalan raya untuk melakukan pengaturan dan pengendalian arus lalu lintas, khususnya pada titik-titik yang mengalami peningkatan volume kendaraan.

Unit Lantas Polsek Ujung yang dipimpin Kanit Lantas AKP Samsidi Baco bersama personel Aiptu Adi dan Aipda Herman juga turun melakukan pengaturan arus kendaraan diruas – ruas jalan padat kendaraan dipagi hari, seperti jalan Jend. Ahmad Yani.

Di tengah padatnya arus kendaraan di Jalan Jenderal Ahmad Yani, salah satu personil yang bersama Kanit Lantas, Aipda Herman tidak hanya fokus mengatur pergerakan kendaraan. Ia juga terlihat kerap membantu warga yang hendak menyeberang jalan, termasuk seorang perempuan lanjut usia yang dibimbing dengan sabar hingga dapat menyeberang dengan aman

Polisi Peduli Pendidikan, Kapolsek Ujung Pembina Upacara di SMAN 4, Serukan Hindari Tawuran dan Perundungan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Kapolsek Ujung Polres Parepare AKP. Sukri Abdullah menyerukan jauhi kebiasaan melakukan tawuran, melakukan balapan liar, dan praktek perundungan (bullying) kepada sesama pelajar. Seruan ini disampaikan AKP. Sukri saat bertindak selaku Pembina Upacara pengibaran bendera merah putih di UPT SMA Negeri 4 Parepare. Senin (19/10/26) pagi.

Berdiri di hadapan para siswa yang berjumlah sekitar 700 orang, disaksikan oleh Kepala UPT SMA Neg. 4 Parepare Hamzah Wakkang, serta perangkat tenaga pendidik, Kapolsek AKP. Sukri memimpin penghormatan saat bendera merah putih di kibarkan.

Penghormatan ini merupakan pembinaan kecintaan kepada bangsa dan negara sejak dini kepada para pelajar.

Saat memberikan amanat, AKP. Sukri mengingatkan para pelajar untuk menghindari kebiasaan – kebiasaan yang dapat merusak masa depan, dan juga praktek – praktek tindak pidana.

” Generasi pelajar adalah generasi cerdas anak bangsa yang di didik di sekolah untuk dipersiapkan meneruskan perjuangan membangun bangsa ini, disekolah itu tidak pernah diajari untuk melakukan tawuran perkelahian antar pelajar, melakukan balapan liar, melakukan perundungan kepada sesama pelajar, dan juga kebiasaan melakukan pelanggaran – pelanggaran lalu lintas “. Kata amanat Kapolsek mengingatkan pada peran dan tugasnya seorang pelajar.

Kata amanatnya lebih lanjut mengingatkan agar setiap pelajar menghindari penggunaan narkotika.

” Hindari Narkotika, jauhi barang terlarang ini, narkotika itu merusak masa depan dari generasi cerdas seperti adek – adek yang ada di SMA 4 ini, sayangi diri dan masa depan, kalau perlu laporkan kepada polisi jika ada indikasi peredaran narkotika di lingkungan sekolah kita, jangan ragu, rahasia pelapor terjaminkan “. Seru AKP. Sukri.

Sejumlah pesan kepolisian yang sifatnya mendidik dan peduli juga di sampaikan olehnya, seperti selalu membiasakan diri untuk bersikap disiplin dalam segala hal, menghormati orang tua dan para guru yang mendidik, dan bersikap menjaga nama baik sekolah, orang tua dan diri sendiri.

Pesan yang paling penting, kata Kapolsek adalah taat beribadah kepada Allah SWT.

” Dalam mengejar ilmu jangan lupa taat beribadah kepada Allah SWT, apapun agama adek – adek jangan lupa taat beribadah, rajin belajar yang disertai dengan doa, semoga cita – cita di masa depan dapat terwujud “. Pesan Kapolsek akhiri amanatnya.

Pada kegiatan yang bertajuk polisi peduli pendidikan ini, Kapolsek Ujung didampingi oleh Kanit Lantas AKP. Samsidi Baco, Aiptu Muhiddin dan Bhabinkamtibmas Aipda Mustaming.

Kapolsek juga di daulat untuk menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah pelajar yang berhasil menorehkan prestasi juara pada ajang lomba studi pendidikan sebelumnya, seremoni ini menjadi pelengkap kegiatan Polisi Peduli Pendidikanbdi SMA Negeri 4 Parepare.

Pertamina Patra Niaga AFT Hasanuddin Perkuat Konservasi Kebun Raya Pucak melalui Pencegahan Karhutla dan Inovasi Auksin Alami

0

MAROS, RADIOMESRA. COM  – Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin terus memperkuat komitmen pelestarian lingkungan melalui program Hutan Pertamina di Kebun Raya Pucak, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Bersama Manggala Agni Daops I Sulawesi, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Selatan, pengelola Kebun Raya Pucak, serta masyarakat Desa Tompobulu, Pertamina melaksanakan kegiatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus mengembangkan inovasi ramah lingkungan berupa pemanfaatan bawang merah sebagai bahan dasar auksin alami pada Senin (12/10/26).

Kegiatan ini menggabungkan upaya perlindungan kawasan konservasi dengan peningkatan kapasitas masyarakat dalam menjaga lingkungan. Melalui edukasi dan praktik langsung, peserta mendapatkan pengetahuan mengenai pencegahan kebakaran, kesiapsiagaan, deteksi dini, serta langkah awal dalam merespons potensi karhutla.

Sebanyak 15 pengelola UPT Kebun Raya Pucak dan 16 perwakilan masyarakat Desa Tompobulu mengikuti kegiatan yang dipandu Manggala Agni Daops I Sulawesi. Pelibatan masyarakat diharapkan dapat memperkuat pengawasan lingkungan di sekitar kawasan sekaligus meningkatkan kesiapan dalam menghadapi risiko kebakaran, terutama pada periode rawan karhutla.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyampaikan bahwa keberlanjutan kawasan konservasi memerlukan kolaborasi yang konsisten antara perusahaan, pemerintah, tenaga teknis, dan masyarakat.

“Melalui program Hutan Pertamina di Kebun Raya Pucak, kami ingin mendukung upaya pelestarian lingkungan yang memberikan manfaat nyata bagi kawasan dan masyarakat sekitarnya. Pencegahan karhutla menjadi langkah penting untuk melindungi keanekaragaman hayati, sementara pengembangan auksin alami membuka ruang bagi masyarakat untuk mengenal dan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar secara lebih produktif. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak berkelanjutan,” ujar Lilik.

Dalam kegiatan tersebut, Manggala Agni Daops I Sulawesi memberikan pemahaman teknis mengenai faktor penyebab kebakaran, langkah pencegahan, dan pentingnya respons cepat ketika ditemukan indikasi kebakaran. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting karena warga yang tinggal di sekitar kawasan memiliki peran strategis dalam mengenali potensi ancaman dan melaporkannya sejak dini.

Sudarwanto dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sulawesi, Seksi Wilayah I Makassar/Manggala Agni Daops I Sulawesi, menyampaikan bahwa kesiapsiagaan masyarakat merupakan salah satu kunci dalam mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan.

“Pencegahan merupakan langkah paling penting dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat memiliki peran yang sangat strategis karena berada di sekitar kawasan. Dengan pengetahuan dan kesiapsiagaan yang baik, potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani lebih awal sehingga dampaknya dapat diminimalkan,” ungkap Sudarwanto.

Selain pencegahan karhutla, kegiatan ini juga memperkenalkan pemanfaatan bawang merah sebagai bahan dasar auksin alami atau zat pengatur tumbuh (ZPT). Inovasi ini dikembangkan sebagai alternatif bahan pendukung pertumbuhan tanaman, terutama untuk membantu proses perbanyakan dan pemeliharaan koleksi tanaman di Kebun Raya Pucak.

Pemanfaatan bahan alami yang mudah diperoleh tersebut menjadi bagian dari pengembangan praktik pengelolaan lingkungan yang dapat dipelajari dan diterapkan masyarakat. Melalui kegiatan ini, peserta diperkenalkan pada potensi pemanfaatan sumber daya lokal untuk mendukung perawatan tanaman sekaligus memperluas pengetahuan mengenai budidaya yang lebih ramah lingkungan.

Ketua UPT Kebun Raya Pucak, Thamrin, mengapresiasi kolaborasi yang terbangun melalui program tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat memperkuat fungsi Kebun Raya Pucak sebagai kawasan konservasi, pusat edukasi lingkungan, sekaligus ruang pengembangan inovasi yang melibatkan masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada sosialisasi dan pelatihan, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi gerakan bersama dalam menjaga Kebun Raya Pucak. Pengetahuan mengenai pencegahan kebakaran dan pemanfaatan auksin alami diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk mendukung pemeliharaan koleksi tanaman sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap konservasi,” ungkap Thamrin.

Program Hutan Pertamina di Kebun Raya Pucak sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 15 tentang Ekosistem Daratan melalui upaya perlindungan kawasan dan keanekaragaman hayati. Kegiatan ini juga mendukung SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim melalui peningkatan kesiapsiagaan dan pencegahan karhutla, SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui edukasi lingkungan, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara Pertamina, pemerintah, tenaga teknis, pengelola kawasan, dan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pertamina Patra Niaga AFT Hasanuddin berharap Kebun Raya Pucak dapat terus berkembang sebagai kawasan konservasi yang terjaga, sekaligus menjadi ruang pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat. Sinergi antara perlindungan lingkungan, peningkatan kapasitas masyarakat, dan pengembangan inovasi ramah lingkungan diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program Hutan Pertamina dalam jangka panjang.

Media Contact:

Lilik Hardiyanto
Area Manager Communication, Relations, & CSR
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi

Pandangan APBD 2027: Fraksi Golkar Soroti Efisiensi Anggaran dan Prioritas Kesejahteraan Masyarakat Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Parepare menggelar rapat paripurna terkait penyerahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2027. Dalam agenda tersebut, Fraksi Partai Golkar yang dibacakan oleh H. Kadarusman Mangurusi menegaskan bahwa alokasi anggaran harus berpedoman ketat pada dokumen perencanaan pembangunan daerah.

Dalam pemaparannya, H. Kadarusman Mangurusi menekankan bahwa penyusunan APBD tidak boleh dipandang sebatas prosedur administratif semata, melainkan harus berdampak langsung pada masyarakat.

“Penyusunan APBD tidak boleh hanya dipandang sebagai instrumen administratif untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, tetapi harus menjadi instrumen kebijakan yang mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat. Setiap program dan kegiatan harus memiliki sasaran yang jelas, indikator kinerja yang terukur, serta manfaat yang dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat Kota Parepare,” tegas H. Kadarusman Mangurusi saat membacakan pandangan fraksi.

Selain itu, Fraksi Golkar juga menyoroti pentingnya keakuratan data penerima jaminan kesehatan serta efisiensi anggaran di sektor pendidikan dan infrastruktur.

Menanggapi pandangan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Parepare, Amarun Agung Hamka, yang membacakan jawaban resmi Wali Kota Parepare, menyampaikan apresiasi atas masukan dan saran dari Fraksi Golkar. Pihak pemerintah kota menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kelancaran pelayanan publik dan akuntabilitas anggaran.

 “Penegasan Fraksi Partai Golkar merupakan komitmen kami bahwa perubahan struktur organisasi tidak boleh mengakibatkan terhambatnya pelayanan publik, terputusnya pelaksanaan program prioritas, maupun timbulnya duplikasi kewenangan dan pemborosan anggaran,” ujar Amarun Agung Hamka.

Ia menambahkan bahwa pihak eksekutif menyambut baik usulan rekonsiliasi angka-angka anggaran bersama legislatif agar APBD 2027 tersusun secara realistis.

“Kami sependapat dengan Fraksi Partai Golkar bahwa angka-angka dalam RAPBD Tahun Anggaran 2027 perlu dilakukan rekonsiliasi secara menyeluruh dalam pembahasan bersama Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD),” pungkasnya.

Personil Polsek Ujung Laksanakan Minggu Kasih, Sampaikan Pesan Bahaya Narkoba

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Sebanyak 6 (enam) Personil Polsek Ujung, Polres Parepare, yang menganut agama Nasrani melaksanakan kegiatan Minggu Kasih. Pelaksanaannya di masing – masing gereja tempat mereka melakukan ibadah hari Minggu.

Salah satunya adalah Ipda Deddy Pareanto, yang kesehariannya menjabat Kanit Propam Polsek Ujung. Perwira Pertama ini melaksanakan Minggu Kasih di Gereja Toraja Jemaat Parepare, yang letaknya di Jalan Muh. Arsyad, Jembatan Merah, Kelurahan Lakessi, Kota Parepare, Ahad (18/12/26) sekitar pukul 08.00 wita.

Dihadapan para jemaat yang berjumlah sekitar 50 orang, Ipda Deddy menyampaikan pesan Kamtibmas tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Ia pun menyerukan Tolak Narkoba.

“!Katakan TIDAK pada narkoba! Lindungi diri, keluarga, dan generasi muda dari bahaya narkoba. Mari kita wujudkan lingkungan gereja dan masyarakat yang aman, sehat, damai, serta bebas dari narkoba,” serunya

Kegiatan Minggu Kasih ini Polsek Ujung melibatkan 2 (dua) personil Perwira Pertama dan 4 (empat) Bintara. Hal ini dibenarkan oleh Kapolsek Ujung AKP. Sukri Abdullah.

” Iya hari ini di Minggu Kasih kita libatkan 6 Anggota, 2 perwira pertama dan 4 Bintara, diutus untuk menyampaikan pesan Kamtibmas, hadir dengan menggunakan pakaian dinas sebagai implementasi dari program Polisi Bersama Masyarakat “. Kata Kapolsek .

Lebih lanjut Kapolsek menjelaskan, melalui kegiatan tersebut, kepolisian tidak hanya menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, tetapi juga hadir untuk memberikan rasa aman kepada jemaat serta membangun kedekatan antara polisi dan masyarakat.

“Sejatinya, anggota yang hadir di gereja selain menyampaikan pesan kamtibmas, juga memberikan rasa aman kepada jemaat, membiasakan jemaat dengan sosok polisi, juga anggota ikut beribadah sambil menggunakan pakaian dinasnya. Ini berdampak pada pencegahan gangguan prosesi ibadah yang sedang berlangsung. Seperti itulah kira-kira maksud dan tujuannya,” pungkas AKP Sukri Abdullah.

Melalui Minggu Kasih, Kapolsek Ujung berharap terjalin hubungan yang semakin erat antara kepolisian dan masyarakat, sekaligus meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, serta melindungi generasi muda dari bahaya narkoba.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Tambah Operator dan Perpanjang Jam Operasional SPBU di Sulawesi Utara

0

MANADO, RADIOMESRA. COM – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di tengah antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Utara. Upaya ini dilakukan melalui penambahan operator SPBU serta penyesuaian jam operasional sejumlah SPBU agar masyarakat memiliki lebih banyak waktu untuk mendapatkan layanan pengisian BBM.

Saat ini, empat SPBU di Sulawesi Utara dioperasikan selama 24 jam, yaitu SPBU COCO dengan nomor 7195103 di Kota Manado, SPBU Paal 2 dengan nomor 7495119 di Kota Manado, SPBU 7495710 di Boroko, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, serta SPBU 7495305 di Matani Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan.

Selain itu, Pertamina melakukan penyesuaian jam operasional pada sejumlah SPBU lainnya dengan memperpanjang waktu pelayanan hingga pukul 00.00 WITA. Langkah ini diharapkan dapat memberikan alternatif waktu pengisian BBM bagi masyarakat sekaligus membantu mengurai antrean kendaraan pada jam-jam tertentu.

Penambahan operator juga dilakukan untuk mendukung proses pelayanan di SPBU agar berjalan lebih optimal. Dengan dukungan petugas tambahan dan penyesuaian waktu operasional, Pertamina berupaya menjaga kelancaran pelayanan serta memastikan masyarakat dapat mengakses BBM dengan lebih tertib.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam merespons kebutuhan masyarakat di Sulawesi Utara.

“Kami terus melakukan penyesuaian operasional di lapangan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal. Sejumlah SPBU kami operasikan selama 24 jam, sementara sejumlah SPBU lainnya memperpanjang jam pelayanan hingga pukul 00.00 WITA. Penambahan operator juga dilakukan untuk membantu mempercepat pelayanan kepada konsumen. Kami berharap langkah ini dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan BBM,” ujar Lilik.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendukung kelancaran operasional SPBU dan menjaga ketertiban antrean kendaraan. Masyarakat diimbau untuk mengikuti arahan petugas di lapangan, tetap tertib saat mengantre, serta melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan.

Apabila mengalami kendala pelayanan atau menemukan indikasi pelanggaran dalam penyaluran BBM, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center (PCC) 135.

Media Contact:

Lilik Hardiyanto
Area Manager Communication, Relations, & CSR
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi

Puncak Dies Natalis ke-5 ITH: Menatap Masa Depan Lewat Pembangunan Kampus 3 dan Penguatan Inovasi

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie (ITH) menggelar puncak perayaan Dies Natalis ke-5 di Aula Kampus ITH, Sabtu (17/10/26). Momen peringatan ini menjadi ajang refleksi atas capaian pesat kampus berbasis inovasi benua maritim tersebut sejak resmi beroperasi.

Rektor ITH, Prof. Ansar Suyuti, mengungkapkan perkembangan pesat kampus sejak awal berdiri yang hanya dikelola oleh rektor seorang diri tanpa staf. Saat ini, ITH telah berkembang pesat dengan memiliki 19 program studi yang diikuti mahasiswa dari 30 provinsi di Indonesia.

“Pada tahun 2026 ini, mahasiswa kami penerima Beasiswa KIP mencapai 473 orang dan program ADik sebanyak 10 orang. Bahkan lebih dari 50 persen mahasiswa kami berasal dari luar Kota Parepare,” ujar Prof. Ansar Suyuti saat memberikan sambutan.

Prof. Ansar menambahkan, ITH terus menorehkan prestasi, salah satunya dengan meraih dana hibah penelitian senilai Rp1,87 miliar tahun ini. Selain itu, ITH telah mewisuda 79 alumni pertama dan melepas 240 mahasiswa untuk mengikuti program Praktik Kerja Lapangan (PKL) di berbagai instansi pemerintah serta industri.

Menatap masa depan, ITH tengah mempersiapkan pembangunan Kampus 3 di atas lahan hibah seluas 34 hektar. Pembangunan ini didukung oleh hibah jalan akses dari Pemerintah Kota Parepare. Ditargetkan pada tahun 2027, tiga gedung utama sudah siap digunakan untuk menampung aktivitas akademik yang semakin berkembang.

Sementara itu, Walikota Parepare, H. Tasming Hamid, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kontribusi ITH bagi kemajuan pendidikan dan perekonomian di Kota Parepare.

“Atas nama Pemerintah Kota Parepare, saya mengucapkan selamat Dies Natalis ke-5 kepada ITH. Ditengah sulitnya perguruan tinggi saat ini mendapatkan mahasiswa, ITH justru tumbuh luar biasa. Keberadaan ITH sangat strategis dalam mencetak generasi muda yang kompeten, berkarakter, dan siap menjawab tantangan zaman,” puji H. Tasming Hamid.

Pemerintah Kota Parepare menegaskan komitmennya untuk terus mendukung dan berkolaborasi dengan ITH, termasuk dalam memperluas akses infrastruktur serta mendorong inovasi daerah.

Polisi Atur Lalu Lintas Dies Natalis ITH Parepare, Jalan Pemuda Tetap Terkendali

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Perayaan Dies Natalis ke-5 Institut Teknologi Habibie (ITH) membuat arus kendaraan di Jalan Pemuda, Kota Parepare, meningkat pada Sabtu (17/10/26) siang. Untuk mengantisipasi kepadatan di sekitar kampus, lima personel Sat Lantas Polres Parepare disiagakan mengatur kendaraan dan mengarahkan pengunjung menuju area parkir.

Sejak sekitar pukul 13.00 WITA, kendaraan mulai berdatangan membawa keluarga mahasiswa, orang tua, dan tamu undangan. Mobil pribadi, sepeda motor, hingga kendaraan sewaan memadati akses masuk kampus. Sebagian pengunjung juga mencari tempat parkir di sekitar lokasi sehingga arus di Jalan Pemuda sempat melambat.

Situasi tersebut membutuhkan pengaturan agar kendaraan yang menuju kampus tidak menghambat pengguna jalan lain. Personel Sat Lantas Polres Parepare berjaga sejak acara berlangsung untuk menjaga akses utama tetap bisa dilalui.

Dua petugas, Aiptu Ilyas Alam dan Aiptu Haidir L, ditempatkan di dekat pintu masuk utama kampus. Sementara itu, Aipda Hamzah, Aipda Haekhal Prasetyo, dan Bripka Andi Supriagus DJ menyebar di sejumlah titik yang berpotensi mengalami kepadatan.

Mereka mengarahkan kendaraan yang hendak masuk, membantu menertibkan kendaraan yang berhenti di bahu jalan, serta mengarahkan pengunjung ke tempat parkir yang tersedia. Pengaturan ini juga ditujukan untuk mencegah antrean kendaraan meluas ke ruas jalan utama.

Kepadatan meningkat sekitar pukul 14.00 WITA. Pada saat itu, kendaraan yang hendak memasuki kampus dan kendaraan yang keluar berpotensi bertemu di akses yang sama.

Untuk mengurangi penumpukan, petugas menyesuaikan pola arus kendaraan. Pengunjung yang hendak masuk kampus diarahkan memutar, sedangkan kendaraan yang keluar diarahkan melalui jalur berbeda agar tidak saling menghambat di pintu masuk.

Salah seorang petugas menjelaskan bahwa pemisahan arus membantu mempercepat penguraian kendaraan.

“Cara begitu lebih cepat urainya. Kalau semua numpuk di depan gerbang, yang belakang pasti macet sampai ke jalan besar,” kata salah satu petugas di lokasi.

Pola tersebut membantu mengurangi pertemuan kendaraan pada satu titik. Selain itu, petugas tetap memantau kendaraan yang berhenti untuk menurunkan penumpang maupun mencari tempat parkir.

Pengaturan sejak awal menjadi langkah penting untuk menjaga akses kampus tetap terbuka bagi pengguna jalan yang tidak menghadiri perayaan. Dengan begitu, peningkatan aktivitas di sekitar ITH tidak sepenuhnya membebani arus lalu lintas di Jalan Pemuda.

Kehadiran petugas di sejumlah titik turut membantu pengguna jalan yang melintas di sekitar kampus. Meski volume kendaraan meningkat, pengendara masih dapat melewati kawasan tersebut dengan mengikuti arahan petugas.

Seorang pengendara yang melintas mengaku sempat memperkirakan akan terjadi kemacetan panjang. Namun, keberadaan personel yang mengatur kendaraan membuat arus tetap bergerak.

“Lumayan ramai memang, tapi masih bisa lewat. Ada polisi yang atur jadi tidak buntu,” ujarnya.

Pengaturan lalu lintas di kawasan yang ramai pengunjung tidak hanya berkaitan dengan kendaraan yang masuk ke lokasi acara. Petugas juga perlu memastikan kendaraan yang melintas tetap memperoleh ruang, terutama ketika bahu jalan mulai dipenuhi kendaraan pengunjung.

Karena itu, penempatan personel di pintu masuk dan titik rawan kepadatan membantu petugas merespons perubahan arus dengan lebih cepat. Pengunjung pun perlu mengikuti arahan serta menggunakan area parkir yang telah disiapkan agar tidak mempersempit ruang gerak kendaraan lain.

Di dalam kampus, perayaan Dies Natalis ke-5 ITH berlangsung dengan sejumlah agenda, termasuk orasi ilmiah dan penampilan mahasiswa. Acara tersebut menarik kedatangan keluarga mahasiswa serta tamu undangan dari berbagai daerah.

Bertambahnya jumlah pengunjung turut meningkatkan aktivitas kendaraan di sekitar Jalan Pemuda. Kondisi ini menunjukkan bahwa acara kampus dengan jumlah peserta yang besar membutuhkan pengaturan akses dan parkir yang memadai, terutama ketika lokasinya berada di kawasan yang juga digunakan masyarakat untuk beraktivitas.

Hingga sore hari, berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, arus kendaraan di sekitar kampus tetap terkendali. Tidak dilaporkan adanya kecelakaan selama pengaturan berlangsung.

Kelancaran lalu lintas saat acara berlangsung tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga pada kepatuhan pengunjung terhadap aturan parkir dan arahan di lapangan. Kendaraan yang diparkir sembarangan atau berhenti terlalu lama di akses masuk dapat memicu antrean meskipun personel telah berjaga.

Pengunjung karena itu perlu mengutamakan keselamatan, tidak memaksakan kendaraan masuk ketika akses sedang padat, dan mengikuti jalur yang diarahkan petugas.

Perayaan Dies Natalis ke-5 ITH menjadi momentum bagi kampus untuk menandai perjalanan pendidikannya. Pada saat yang sama, meningkatnya kunjungan membawa tantangan tersendiri bagi lalu lintas di sekitar lokasi.

Bagi pengguna Jalan Pemuda, kelancaran akses menjadi hal penting agar kegiatan di kampus tidak menghambat mobilitas masyarakat lainnya. Pengaturan kendaraan, penempatan petugas pada titik strategis, dan penggunaan area parkir yang tepat dapat membantu mengurangi risiko penumpukan.

Dalam situasi seperti ini, kehadiran lima personel Sat Lantas Polres Parepare menjadi bagian dari upaya menjaga arus kendaraan tetap bergerak di tengah meningkatnya aktivitas di sekitar kampus.

Pengalaman tersebut juga menegaskan pentingnya koordinasi antara penyelenggara acara, pengunjung, dan petugas di lapangan. Perencanaan parkir serta pengaturan keluar-masuk kendaraan sejak awal dapat membantu mencegah kepadatan meluas ke jalan utama.

Dengan arus yang tetap terkendali, perayaan kampus dapat berlangsung tanpa mengabaikan kebutuhan pengguna jalan lainnya.

*250 Jemaat Ibadah di Gereja Toraja Sion, Polsek Soreang Jaga Sejak Pagi

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Sejak pagi, personel Polsek Soreang sudah berdiri di sekitar Gereja Toraja Jemaat Sion, Jalan Industri Kecil, Bukit Indah, Sabtu (17/10/26).

Pagi itu gereja sedang menggelar ibadah penting. Sekitar 250 jemaat hadir untuk mengikuti penguraian Pdt. Adolfina Leppe Mombala, M.Th. dan peneguhan Pdt. Norista Tappo, S.Th.

Di dalam gereja prosesi berlangsung khidmat, di luar, polisi memastikan semua berjalan tanpa gangguan.

Kapolsek Soreang AKP Amir Usman memimpin langsung pengamanan. Total 14 personel disiagakan. Mereka tidak membuat barikade atau penjagaan yang berlebihan. Polanya sederhana, hadir, terlihat, dan memastikan jemaat merasa aman saat beribadah.

“Kami tempatkan personel di titik-titik yang memang perlu dijaga. Tujuannya supaya jemaat bisa fokus ibadah, tidak khawatir soal keamanan di luar,” kata Amir.

Pengamanan rumah ibadah memang menjadi salah satu perhatian Polsek Soreang. Apalagi ketika jemaat yang datang ratusan orang seperti hari itu. Parkiran penuh, kendaraan keluar masuk, dan aktivitas warga di sekitar jalan tetap berjalan.

Petugas mengatur kendaraan jemaat agar tidak menumpuk di depan gereja, menjaga akses jalan tetap terbuka, dan memantau lingkungan sekitar selama ibadah berlangsung lebih dari empat jam.

Di dalam, ibadah berjalan dengan rangkaian yang panjang, mulai dari prosesi masuk pelayan, votum, pemberitaan firman, hingga momen inti yakni penguraian dan peneguhan yang diiringi Mazmur 134 ayat 3.

Bagi Polsek, tugasnya bukan menilai jalannya ibadah, melainkan memastikan ruang itu tetap aman untuk siapa saja yang ingin menjalankan keyakinannya.

“Kami ingin semua warga Soreang bisa beribadah dengan tenang. Mau di masjid, mau di gereja, prinsipnya sama, harus aman,” ujar Amir.

Jemaat mulai keluar dari gereja pukul 1 siang. Beberapa masih bertahan untuk bersalaman dengan kedua pendeta. Di luar, personel masih berjaga hingga jemaat terakhir pulang dan arus di Jalan Industri Kecil kembali normal. (*)

Akses Kebun Warga Lompoe Diperbaiki, Bhabinkamtibmas Ingatkan Pentingnya Gotong Royong

0

PAREPARE, RADIOMESRA..COM — Perbaikan akses pertanian tidak hanya memudahkan mobilitas warga, tetapi juga membuka peluang bagi aktivitas ekonomi yang lebih lancar. Hal itu terlihat dalam peresmian jalan tani di Jalan Liu Buloe RT 02 RW 03, Kelurahan Lompoe, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, Sabtu (17/10/26).

Jalan tani yang dibangun mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar tersebut sebelumnya menjadi keluhan warga. Kondisinya rusak, becek ketika hujan, dan berdebu saat kemarau sehingga menyulitkan petani menuju kebun maupun mengangkut hasil panen.

Setelah diperbaiki, akses tersebut kini dapat dilalui sepeda motor dan pejalan kaki dengan lebih aman. Kehadiran jalan yang lebih layak diharapkan membantu aktivitas harian warga, khususnya mereka yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Lompoe, Aipda Harmansyah tidak sekadar hadir mengikuti peresmian, tetapi juga berinteraksi langsung dengan warga, mendengarkan cerita mereka, serta mengingatkan pentingnya menjaga fasilitas yang telah dibangun.

Menurut Harmansyah, kedekatan dengan masyarakat merupakan bagian penting dari tugas Bhabinkamtibmas. Melalui kegiatan sambang, polisi dapat mengetahui kondisi lingkungan sekaligus membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan warga.

“Saya memang rutin sambang ke sini. Kalau ada kegiatan warga, kami usahakan hadir. Supaya warga tahu, polisi itu ada di dekat mereka,” ujarnya.

Kehadiran tersebut memperlihatkan bahwa pelayanan kepolisian di tingkat kelurahan tidak selalu berkaitan dengan penanganan perkara atau pengamanan kegiatan. Mendengar keluhan, menjaga komunikasi, dan hadir dalam aktivitas masyarakat juga menjadi bagian dari upaya memelihara keamanan dan ketertiban.

Bagi petani, akses menuju kebun merupakan bagian penting dari kegiatan produksi. Jalan yang sulit dilalui dapat menghambat pengangkutan hasil panen, menambah beban pekerjaan, dan menyulitkan mobilitas sehari-hari.

Karena itu, perbaikan jalan tani Liu Buloe memiliki arti langsung bagi warga yang menggunakannya. Meski demikian, manfaat jangka panjangnya juga bergantung pada pemeliharaan jalan serta kepedulian masyarakat terhadap fasilitas bersama.

Harmansyah pun mengingatkan warga agar menjaga jalan tersebut sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam waktu lama. Infrastruktur yang sudah dibangun perlu dirawat bersama agar tidak kembali rusak dan menghambat aktivitas pertanian.

Warga menyambut positif kehadiran Bhabinkamtibmas yang selama ini rutin menyambangi lingkungan mereka. Hubungan yang terbangun melalui interaksi sehari-hari membuat komunikasi antara polisi dan masyarakat terasa lebih dekat.

“Pak Bhabin memang sering datang. Kadang cuma lewat, tanya-tanya kabar. Jadi warga sudah tidak canggung lagi,” kata salah seorang warga.

Peresmian jalan tani berlangsung sederhana. Warga dan mahasiswa Unhas yang membangun jalan tersebut saling menyampaikan apresiasi, sebelum masyarakat mencoba akses baru itu menggunakan sepeda motor untuk menunjang aktivitas menuju kebun.

Kegiatan ini menunjukkan bagaimana keterlibatan mahasiswa dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan masyarakat. Namun, keberlanjutan manfaat pembangunan tetap memerlukan perhatian bersama, mulai dari pemeliharaan infrastruktur hingga memastikan akses tersebut dapat digunakan warga secara optimal.

Di sisi lain, kehadiran Bhabinkamtibmas menjadi pengingat bahwa keamanan lingkungan juga tumbuh melalui hubungan sosial yang baik. Ketika warga memiliki akses yang lebih layak, komunikasi berjalan terbuka, dan fasilitas bersama dijaga, kehidupan masyarakat dapat berlangsung lebih tertib.

Bagi Aipda Harmansyah, tugasnya tidak berhenti ketika acara peresmian selesai. Yang lebih penting ialah memastikan komunikasi dengan warga tetap terjaga dan masyarakat dapat memanfaatkan jalan tani tersebut dengan aman.

Jalan tani Liu Buloe kini menjadi akses baru yang diharapkan mempermudah aktivitas warga Lompoe. Tantangan berikutnya adalah menjaga kualitas jalan agar manfaat pembangunan tidak berhenti pada seremoni peresmian, tetapi terus dirasakan masyarakat.

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare