PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (DPKP) Kota Parepare mengimbau seluruh pengurus masjid dan pedagang hewan kurban untuk bersikap terbuka dalam memberikan informasi mengenai aktivitas penjualan dan pemotongan sapi menjelang Hari Raya Iduladha.
Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Bidang Peternakan DPKP Kota Parepare, Luqman Hasan, S.Pt., dalam kegiatan “Ngopi Berjamaah” yang berlangsung di halaman Masjid Raya Parepare, Jumat (22/5/2026).
Menurut Luqman, keterbukaan data dari semua pihak sangat penting agar tim kesehatan hewan dari DPKP dapat menyasar seluruh titik pemotongan tanpa ada yang terlewatkan.
“Kami berharap kerja sama dari bapak-bapak sekalian, baik pengurus masjid maupun pedagang. Semua harus terbuka memberikan informasi kepada kami bahwa ada penjualan atau pemotongan sapi di tempat tersebut. Jika semua mengonfirmasi, insyaallah tidak akan ada yang kami sisakan untuk pemeriksaan kesehatan,” ujar Luqman.
Ia tidak menampik adanya kekhawatiran dari sebagian pedagang atau pengurus yang enggan melapor karena takut dianggap melakukan pelanggaran ilegal. Namun, Luqman meluruskan bahwa pemeriksaan ini murni demi kemaslahatan umat dan memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat aman serta sehat.
Saat ini, DPKP telah meminta jajarannya untuk mengumpulkan data dari seluruh masjid yang akan melaksanakan penyembelihan. Data tersebut nantinya akan diakumulasikan dan dicocokkan dengan jumlah stok sapi yang terjual di Kota Parepare.
Lebih lanjut, Luqman juga menyarankan masyarakat untuk memprioritaskan pembelian sapi lokal yang ada di Parepare. Selain wilayah jelajah yang mudah dipantau, jaminan kesehatan hewannya jauh lebih aman karena keterbatasan personel DPKP untuk mengawasi hewan kurban yang masuk dari luar daerah secara mendadak (H-1 atau hari H).
“Sapi di Parepare ini di beli memang dipicu di Parepare. Jadi kalau beli di sini, aman. Insyaallah kami akan turun memeriksa. Mohon maaf, tenaga kami terbatas, sehingga sulit bagi kami untuk menyasar hewan yang baru masuk dari luar pada hari H atau H-1,” pungkasnya.




















