24.8 C
Pare-Pare
Sabtu, Oktober 24, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 30

Bantuan Revitalisasi Sekolah 2026 di Parepare Diduga Sarat Intervensi dan Menyimpang dari Juknis

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Pelaksanaan program bantuan revitalisasi sekolah tahun 2026 di Kota Parepare diterpa isu tak sedap.

Berdasarkan hasil investigasi awal Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) FOKUS, pelaksanaan proyek bantuan pendidikan tersebut disinyalir kuat sarat intervensi dan menyimpang dari petunjuk teknis (juknis) yang berlaku.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua  LSM FOKUS, Mu’tashim Ary Fasieh, pada Rabu (16/9/2026). Ia menyebutkan bahwa dugaan penyimpangan ini makin menguat setelah timnya mencermati berbagai indikasi serta fakta di lapangan.

Menurut Mu’tashim, salah satu indikasi penyimpangan yang sangat krusial terletak pada proses pembentukan Panitia Pembangunan Sekolah (P2SP). Pembentukan panitia tersebut dinilai jauh dari kehendak aturan dan tidak transparan.

“Pembentukan P2SP ini sangat menyimpang dari juknis. Imbasnya sangat merugikan masyarakat sekitar sekolah. Sejatinya, warga lokal diharapkan dapat menjadi pelaku atau pelaksana dalam pekerjaan fisik ini agar memperoleh pendapatan ekonomi secara langsung. Namun yang terjadi di lapangan, masyarakat justru hanya menjadi penonton di kawasannya sendiri,” ujar Mu’tashim Ary Fasieh, Rabu (16/09/26).

Kualitas Konstruksi Diragukan dan Indikasi Penggelembungan Anggaran
Tak hanya persoalan kelembagaan panitia, tim investigasi LSM FOKUS yang turun langsung ke sejumlah titik sekolah penerima bantuan juga menemukan indikasi pelanggaran standar teknis pengerjaan fisik.

Dari hasil pantauan lapangan, mutu serta kualitas material barang yang digunakan disinyalir berada di bawah standar. Selain itu, pengerjaan konstruksi terkesan dilakukan asal jadi tanpa memperhatikan aspek kerapian maupun estetika bangunan.

“Beberapa pekerjaan terkesan asal-asalan dan tidak memperhatikan kaidah serta standar konstruksi yang benar. Dengan kualitas barang yang rendah dan mutu pengerjaan yang diragukan, kami menduga kuat ada praktik penggelembungan anggaran (mark-up) dalam proyek ini,” tegasnya.

Siapkan Laporan Resmi ke APH dan Dirjen Pendidikan

Saat ini, tim investigasi LSM FOKUS tengah mempelajari lebih dalam seluruh temuan lapangan dan memfinalisasi berkas laporan pengaduan.

Mu’tashim menegaskan, pihak LSM FOKUS tidak akan tinggal diam dan siap meneruskan temuan ini ke instansi serta aparat penegak hukum (APH) terkait.

“Laporan sedang kami rampungkan. Dalam waktu dekat, hasil temuan ini akan resmi kami serahkan kepada pihak-pihak yang berwenang sebagaimana diatur dalam juknis, seperti Inspektorat dan Kejaksaan Republik Indonesia, serta kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Direktorat Jenderal Pendidikan yang membidangi program ini,” pungkas Mu’tashim.

Kebakaran Lahan di Lapadde Parepare, Polsek Ujung dan Damkar Bergerak Cepat

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Kobaran api membakar lahan kosong yang dipenuhi alang-alang dan pohon jati kering di Jalan Sejahtera, RT 003/RW 003, Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Selasa (15/09/26) malam. Melihat api mulai membesar, warga langsung menghubungi pemadam kebakaran untuk mencegah kobaran meluas.

Ketua RW 003, Syahruddin (55), mengatakan kebakaran terjadi di lahan kosong milik H. Jasmin yang berada tidak jauh dari lapangan voli.

Menurut Syahruddin, api mulai terlihat sekitar pukul 18.45 Wita. Kobaran kemudian membakar alang-alang kering dan beberapa pohon yang berada di dalam lahan.

Melihat kobaran api semakin membesar, Syahruddin langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran dan Polsek Ujung.

“Begitu saya lihat api membesar, saya langsung telepon pemadam,” kata Syahruddin.

Laporan tersebut kemudian direspons cepat. Kurang dari 10 menit setelah laporan diterima, petugas Damkar bersama personel Polsek Ujung tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya penanganan.

Sebanyak 10 personel Damkar dengan tiga unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi. Petugas Damkar kemudian bersama personel kepolisian dan warga berjibaku memadamkan kobaran api yang membakar vegetasi kering.

Penanganan dari pihak kepolisian dipimpin Panit II Sabhara Polsek Ujung Aiptu Irwan, S.H. bersama personel piket fungsi.

Selain membantu proses pemadaman, Unit Lantas Polsek Ujung turut melakukan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga situasi tetap aman sekaligus membantu memberikan ruang bagi kendaraan pemadam kebakaran agar dapat bergerak dan melakukan penanganan secara maksimal.

Aipda Herman dari Unit Lantas Polsek Ujung mengatakan personel tidak hanya membantu petugas Damkar dalam penanganan kebakaran, tetapi juga mengatur lalu lintas di sekitar lokasi.

“Kami membantu petugas Damkar di lokasi sekaligus melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar kejadian. Ini untuk memastikan situasi tetap aman dan kendaraan pemadam bisa keluar masuk lokasi dengan lancar,” kata Aipda Herman.

Pengaturan lalu lintas dilakukan selama proses pemadaman berlangsung. Di sisi lain, petugas Damkar terus melakukan penyemprotan pada titik-titik api untuk mencegah kobaran kembali meluas.

Upaya pemadaman berlangsung lebih dari satu jam sejak api mulai dilaporkan. Setelah dilakukan penanganan bersama, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan.

Kapolsek Ujung AKP Sukri Abdullah, S.H., M.H., mengatakan respons cepat masyarakat dan petugas menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran meluas.

>“Kami mengapresiasi respons cepat masyarakat yang segera melaporkan kejadian. Personel Polsek Ujung langsung mendatangi lokasi dan membantu Damkar bersama warga sampai api benar-benar padam,” ujar Sukri.

Menurutnya, personel kepolisian juga memastikan situasi di sekitar lokasi tetap kondusif selama proses pemadaman berlangsung.

“Yang paling penting, api dapat segera ditangani dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiel,” katanya.

Kebakaran tersebut **tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiel**. Api berhasil dipadamkan sebelum meluas ke area lain di sekitar lokasi.

Peristiwa ini sekaligus menunjukkan pentingnya kecepatan laporan masyarakat ketika menemukan titik api. Dalam kondisi lahan dipenuhi alang-alang dan vegetasi kering, keterlambatan penanganan dapat membuat api lebih mudah menjalar.

Dirut PLN Pimpin Langsung Peningkatan Pasokan Sistem Kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan

0

JENEPONTO, RADIOMESRA. COM – Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo memimpin langsung upaya peningkatan pasokan pada sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel). Upaya tersebut dilakukan melalui inspeksi pada sejumlah unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan pada Senin (14/09/26).

Dalam inspeksi tersebut, Darmawan meninjau proses perbaikan PLTU Jeneponto berkapasitas 2 x 100 megawatt (MW) milik swasta yang terkendala oleh gangguan teknis sehingga menyebabkan pasokan listrik berkurang. Perseroan juga turut mendukung percepatan perbaikan agar PLTU tersebut dapat segera kembali memasok listrik ke sistem Sulbagsel.

“Setiap megawatt sangat berarti dalam kondisi seperti ini. Karena itu, kami membantu mempercepat perbaikan PLTU Jeneponto agar dapat segera kembali masuk ke sistem. Bersamaan dengan itu, kami terus mengoptimalkan pembangkit yang tersedia dan menyiapkan tambahan pasokan,” ujar Darmawan.

Dalam kesempatan yang sama, Darmawan menjelaskan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, sistem kelistrikan Sulbagsel juga menghadapi tekanan seiring menurunnya daya mampu sejumlah pembangkit hidro. Kondisi hidrologi yang dipengaruhi fenomena El Niño menyebabkan produksi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso, Bakaru, Malea, serta sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) menurun.

Dirinya merinci, daya mampu agregat pembangkit hidro turun dari sekitar 850 MW menjadi 250 MW, atau berkurang sekitar 600 MW. Kondisi ini menambah tekanan terhadap keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik di Sulbagsel.

Untuk meningkatkan pasokan, PLN menjalankan sejumlah langkah secara simultan. Selain mempercepat perbaikan pembangkit, PLN mengoptimalkan pembangkit yang tersedia dan menyiapkan tambahan kapasitas pembangkit hingga 627 MW.

PLN juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk meningkatkan potensi ketersediaan air bagi pembangkit hidro. Namun, kondisi atmosfer yang sangat kering membuat ketersediaan awan yang dapat disemai masih terbatas.

“Seluruh langkah ini kami jalankan secara paralel. Kami menargetkan pada akhir September 2026 pasokan dan kebutuhan listrik Sulbagsel dapat berangsur seimbang kembali. Prosesnya kami kawal dan evaluasi dari hari ke hari,” kata Darmawan.

Untuk jangka panjang, PLN juga menyiapkan penguatan sistem Sulbagsel agar lebih beragam, fleksibel, dan resilien menghadapi dinamika pasokan. Sesuai arahan Presiden melalui program PLTS 100 gigawatt (GW), PLN akan memperkuat sistem Sulbagsel dengan sekitar 5,2 GWp Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan 8,2 gigawatt hour (GWh) _Battery Energy Storage System_ (BESS).

“PLTS akan menambah pasokan dari sumber yang tidak bergantung pada air, sementara BESS menjadi penyangga ketika produksi hidro turun. Kombinasi ini akan membuat sistem Sulbagsel lebih beragam, fleksibel, dan resilien,” pungkas Darmawan.

*Narahubung*
Gregorius Adi Trianto
Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN
Tlp. 021 7261122
Faks. 021 7227059

_*Sekilas Tentang PLN*_
_PT PLN (Persero) adalah BUMN kelistrikan yang terus berkomitmen dan berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan. PLN mengusung agenda Transformasi 2.0 dengan visi menjadi Top 500 Global Company dan menjadi pilihan nomor 1 bagi pelanggan untuk Solusi Energi melalui upaya pertumbuhan usaha, implementasi digitalisasi secara end to end, menjalankan transisi energi untuk mendukung tercapainya Net Zero Emissions (NZE), serta menghadirkan proses bisnis dengan SDM berkelas dunia._

Kordinator FPU Parepare Soroti Krisis Fiskal dan Imbau Kesadaran Politik Masyarakat dalam Memilih Pemimpin

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Kesulitan ekonomi, ketimpangan sosial, hingga kerumitan masalah krisis BBM yang dialami masyarakat saat ini dinilai bukan sekadar takdir yang harus diterima begitu saja, melainkan dampak langsung dari pilihan politik dan kebijakan nasional.

Hal tersebut ditegaskan oleh Koordinator Forum Peduli Ummat (FPU) Kota Parepare, H. Andi Abd. Rahman Saleh, saat menjadi narasumber dalam program dialog Obras di Radio Mesra Parepare, Senin (14/09/26).

Andi Rahman menepis pandangan bahwa kondisi krisis yang terjadi belakangan ini hanya perlu ditanggapi dengan kepasrahan. Menurutnya, takdir buruk terkait kondisi sosial-ekonomi sebenarnya dapat diubah melalui ikhtiar dan keberanian masyarakat dalam menentukan sosok pemimpin yang tepat.

“Apa yang kita rasakan saat ini—kesulitan BBM, ketimpangan, hingga tekanan ekonomi—akar masalahnya ada pada kesalahan dalam memilih pemimpin. Ketika yang terpilih hanya memikirkan kelompoknya, distribusi kekayaan dan kedaulatan negara jadi terbengkalai. Ini pelajaran besar bagi masyarakat,” ujar Andi Rahman.

Ia juga menyoroti kondisi keuangan negara yang dinilainya sedang mengalami krisis fiskal akibat beban pembiayaan dan utang yang lebih besar daripada pendapatan. Situasi tersebut ibarat rumah tangga yang mengalami “besar pasak daripada tiang.”

Andi Rahman menyerukan perlunya kesadaran bersama dan perbaikan tata kelola pemerintahan secara mendasar dari tingkat pusat hingga daerah guna mencegah keterpurukan ekonomi yang lebih dalam.

“DPR yang seharusnya mengawasi pergerakan pemerintah juga tidak berjalan optimal. Kalau kondisi anggaran terus defisit dan beban pembiayaan menumpuk, kita berada dalam ancaman krisis hebat. Jalan keluarnya adalah evaluasi total dan kepedulian bersama,” pungkasnya.

Rencana Pembangunan PLTS 100 MWp di Parepare dan Sidrap Terkendala Lahan 100 Hektare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COMM— Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 Megawatt-peak (MWp) di wilayah kerja PLN UP3 Parepare masih menghadapi kendala ketersediaan lahan. Proyek yang masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) sejak 2023 tersebut membutuhkan pembebasan lahan seluas 100 hektare.

Manager PLN UP3 Parepare, Muh. Akbar, menjelaskan bahwa program PLTS ini merupakan bagian dari alokasi nasional pemerintah pusat. Kendati alokasi kapasitas untuk wilayah PLN UP3 Parepare sudah didapatkan, penentuan lokasi tapak proyek masih digodok.

“Syarat utama PLTS ini harus terinterkoneksi langsung ke sistem kelistrikan Sulbagsel melalui Gardu Induk (GI) terdekat, yaitu GI Parepare atau GI Sidrap. Masalah utamanya ada pada kebutuhan lahan 100 hektare untuk pemasangan panel surya,” ujar Akbar pada Senin (14/09/26).

Akbar mengungkapkan, pencarian lahan di area sekitar GI Parepare relatif sulit untuk memenuhi luasan 100 hektare. Oleh karena itu, opsi lokasi mulai digeser ke wilayah Kabupaten Sidrap yang berada dekat dengan jaringan GI setempat.

Namun, opsi di Sidrap juga memiliki tantangan tersendiri karena mayoritas lahan potensial merupakan kawasan persawahan aktif. Sementara pemanfaatan area danau atau perairan setempat juga terkendala aturan teknis.

“Kami terus berkoordinasi dan menawarkan peluang kerja sama ini ke pemerintah daerah setempat untuk mencari solusi pemenuhan lahan yang sesuai kriteria teknis sistem kelistrikan,” pungkasnya.

DPRD dan Pemkot Parepare Sepakati KUA-PPAS 2027, APBD Diproyeksi Defisit Rp 24 Miliar

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  — Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare bersama DPRD Kota Parepare resmi menandatangani Nota Kesepakatan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna di Ruang Rapat DPRD Kota Parepare, Senin (14/09/26). Penandatanganan ini merupakan tahapan strategis dalam proses perencanaan pembangunan daerah demi memastikan kesinambungan program prioritas.

Hadir mewakili Wali Kota Parepare Tasming Hamid, Wakil Wali Kota H. Hermanto menyampaikan bahwa kesepakatan ini menjadi landasan penting dalam menyamakan persepsi terkait prioritas pembangunan daerah.

“Hari ini kita telah sampai pada tahapan akhir pembahasan Rancangan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027. Kesepakatan ini menggambarkan pentingnya menyamakan persepsi tentang prioritas pembangunan, dengan harapan apa yang disepakati merupakan hasil terbaik bagi masyarakat Kota Parepare,” ujar Hermanto saat membacakan sambutan.

Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara eksekutif, legislatif, dan seluruh elemen masyarakat demi kelancaran pembangunan di Kota Parepare. Menurutnya, tata kelola pemerintahan tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan bersama.

“Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan petunjuk-Nya kepada kita semua dalam upaya mewujudkan Kota Parepare sebagai kota terbaik, sejahtera, dan maju,” lanjutnya.

Di sisi lain, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Parepare Tahun Anggaran 2027 diproyeksikan mengalami defisit sebesar Rp 24 miliar.

Defisit tersebut terjadi karena alokasi belanja daerah ditetapkan sebesar Rp 986,07 miliar, sementara target pendapatan daerah berada di angka Rp 961,57 miliar.

Wakil Ketua DPRD Kota Parepare, Yusuf Lapanna, membenarkan adanya selisih porsi tersebut usai rapat paripurna penetapan. Menurutnya, ketimpangan antara porsi belanja dan pendapatan menjadi penyebab utama munculnya defisit anggaran dalam rancangan tersebut.

Sisir 6 Titik Rawan Hingga Pemukiman, Sat Samapta Polres Parepare Gencarkan Patroli Dialogis Demi Rasa Aman Warga

0

4 personel turun langsung ke jalan, pasar, dan tempat keramaian. Warga diajak jadi “mata dan telinga” jaga kamtibmas

PAREPARE, RADIOMESRA. COM -;Suasana sore di sejumlah ruas jalan utama Kota Parepare terlihat berbeda. Kehadiran personel berseragam Sat Samapta Polres Parepare menyapa warga dari Jl. Andi Makkasau hingga Jl. Jend. Ahmad Yani.

Sat Samapta Polres Parepare kembali menggelar patroli dialogis. Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, atau kamtibmas, di wilayah hukum Polres Parepare.

Kegiatan tersebut melibatkan 4 personel. Patroli dipimpin oleh Danru Aiptu Jamaluddin. Tiga anggota lainnya yang ikut dalam tim yakni Aipda Asri Hamzah, Bripda Muh Anwar, dan Bripda Randy Habi.

Berbeda dengan patroli rutin yang hanya melintas, kali ini tim Sat Samapta menyasar titik-titik yang selama ini dianggap memiliki kerawanan.

Enam ruas jalan menjadi fokus utama. Di antaranya Jl. Andi Makkasau, Jl. Veteran, Jl. Andi Isa, Jl. Pemuda, Jl. H.A.M Arsyad, dan Jl. Jend. Ahmad Yani. Keenam jalan ini merupakan jalur yang padat aktivitas warga, baik siang maupun malam.

Tak berhenti di jalan raya. Tim juga menyambangi tempat-tempat yang menjadi pusat kegiatan masyarakat. Mulai dari lokasi keramaian, kawasan pemukiman warga, hingga pusat perbelanjaan.

Tujuannya jelas. Memastikan seluruh aktivitas masyarakat berjalan aman, dan kehadiran polisi dapat dirasakan langsung oleh warga.

Di setiap titik, personel tidak hanya duduk di atas kendaraan dinas. Mereka turun, menghampiri warga, pedagang, hingga pengunjung pusat perbelanjaan.

Pendekatan humanis menjadi kunci dalam kegiatan ini. Anggota Sat Samapta membuka percakapan dengan warga. Membahas situasi lingkungan, hingga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.

“Intinya kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungannya masing-masing,” demikian isi imbauan yang disampaikan personel di lapangan.

Model patroli dialogis ini sengaja dipilih. Harapannya, tembok pemisah antara polisi dan masyarakat bisa semakin tipis. Warga tidak canggung untuk menyampaikan informasi, dan polisi bisa lebih cepat mengetahui potensi masalah di lapangan.

Kasat Samapta Polres Parepare AKP Muh. Habir, S.H menegaskan, patroli dialogis adalah salah satu strategi utama satuan yang dipimpinnya untuk menciptakan situasi aman.

“Kegiatan ini kami lakukan untuk memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Selain memantau, personel juga berdialog dan memberikan imbauan kepada warga agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungannya,” ujar AKP Muh. Habir, S.H.

Menurutnya, mencegah lebih baik daripada menindak. Dengan hadir lebih awal di tengah masyarakat, potensi gangguan bisa diminimalisir sejak dini.

“Kami akan terus gencarkan patroli dialogis secara rutin, terutama di jam-jam dan lokasi yang rawan. Tujuannya agar masyarakat merasa aman dalam beraktivitas,” lanjutnya.

Pernyataan ini sejalan dengan arahan pimpinan Polri yang mendorong anggota untuk lebih dekat dengan masyarakat melalui kegiatan yang menyentuh langsung.

Setelah menyisir sejumlah lokasi selama beberapa jam, situasi di lapangan berjalan sesuai harapan. Aktivitas masyarakat terpantau berlangsung tertib dan aman. Tidak terlihat adanya kerumunan yang berpotensi memicu gangguan.

Kabar baik juga datang dari sisi lalu lintas. Arus kendaraan di enam ruas jalan yang menjadi sasaran patroli dilaporkan berjalan tertib dan lancar. Tidak ada kemacetan ataupun kejadian yang menghambat mobilitas warga.

Patroli dialogis ini menjadi bukti bahwa tugas menjaga keamanan tidak hanya dilakukan lewat penindakan. Terkadang, secangkir obrolan dan imbauan langsung di tengah warga justru menjadi cara paling efektif untuk menjaga Parepare tetap aman.

KAHMI Desak Badko Tunjuk Plt Ketua Cabang

0

PAREPARE, RADIOMESRA..COM —Sejumlah pengurus majelis daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Parepare mendesak pengurus Badko Sulsel segera menunjuk pelaksana tugas Ketua Cabang HMI Parepare yang sudah berakhir masa jabatannya.

Wanhat KAHMI Parepare yang juga mantan Ketua Pengurus Besar HMI, Drs Nur Azis Talib, Selasa (15/09/26) menegaskan,  secara yuridis dan konstitusional kepengurusan HMI Cabang Parepare sudah berakhir karena terpilih di Konfercab 5 Juli 2024 kemudian dilantik tanggal 24 Desember 2024.

“Secara yuridis dan konstitusional sudah berakhir dan tidak ada lagi yang berhak mengklaim sebagai pengurus.Termasuk ikut Kongres karena periode sudah berakhir alias melewati batas kepengurusan,” tegasnya.

Mantan Ketua Badko Indonesia Timur ini mengatakan, kalau ada yang ikut Kongres yang mengatasnamakan HMI Cabang Parepare berarti sama dengan rombongan liar. Untuk itu, Nur Azis Talib mendesak Badko Sulsel segera menunjuk Plt Ketua Cabang yang akan mempersiapkan Konfercab.

Sekretaris Dewan Pakar KAHMI Parepare HA Rahman Saleh SE turut prihatin dengan kondisi kepengurusan Cabang Parepare. Sebab masa jabatan kepengurusan sudah hampir dua tahun dan minim kegiatan yang menjalankan fungsi dan peran mahasiswa sebagai agen perubahan, kontrol sosial.

“Jika berdasar AD/ART HMI masa jabatan kepengurusan hanya satu tahun.Berarti masa kepengurusan sekarang sudah kedaluwarsa karena hampir dua tahun,” kata Rahman Saleh.

Langkah penunjukan Plt Ketua Cabang untuk menyelamatkan proses kaderisasi dan regenerasi kader HMI di Parepare yang terkesan stagnan.HMI kata Rahman sebagai organisasi pengkaderan harus mengutamakan regenerasi untuk kelangsungan HMI sebagai mata air pengkaderan.

“Mestinya sudah ada kepengurusan baru, makanya Badko harus segera menunjuk Plt untuk mempersiapkan pelaksanaan Konferensi agar, konsolidasi dan kelangsungan kaderisasi bisa berjalan,”kata mantan Sekretaris Badko Sulawesi ini.

Sementara tokoh KAHMI lainnya Fandy Bilal menegaskan, sudah saatnya pengurus Cabang legowo untuk meletakkan jabatan yang sudah berakhiri dengan melaksanakan Konfercab sehingga estafet cabang berkelanjutan.

“Tidak ada alasan untuk menunda Konfercab, karena kalau seorang organisatoris pasti tahu, AD/ART itu adalah kitab suci bagi semua kader, makanya harus legowo memberikan kesempatan kader-kader muda untuk memimpin cabang,”tegasnya.

Fandy Bilal menilai konsolidasi dan koordinasi pengurus Cabang seakan tidak efektif.Terbukti setiap agenda dan isu-isu penting baik lokal dan nasional tidak disikapi.Mulai dari kelangkaan BBM dan elpiji, isu-isu korupsi hingga masalah-masalah sosial di masyarakat.Roh HMI sebagai organisasi yang kritis dan punya kepedulian terhadap kondisi sosial sama sekali tidak ada.

“Mahasiswa sebagai agent of change, kontrol sosial dan menyuarakan aspirasi rakyat sama sekali tidak tercermin.Termasuk koordinasi
ke pengurus KAHMI.Pengurus cabang sekarang seolah-olah tidak punya empati dengan kondisi sosial,”pungkasnya.(rls)

Langkah Preventif Jaga Keamanan, Lapas Parepare Mengganti Seluruh Gembok Kamar Hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP)

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Parepare melaksanakan kegiatan pergantian gembok sebagai salah satu langkah penguatan keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas Parepare dan menjadi bagian dari upaya memastikan sarana pengamanan tetap berfungsi dengan baik.

Kegiatan pergantian gembok dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Kamtib) bersama sejumlah pegawai Lapas Parepare. Pelaksanaan dilakukan secara terkoordinasi dengan memperhatikan aspek keamanan selama proses pergantian berlangsung.

Pergantian seluruh gembok dilakukan sebagai langkah preventif untuk mendukung sistem pengamanan dan mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Pemeriksaan dan penggantian sarana pengamanan secara berkala menjadi bagian penting dalam memastikan perangkat keamanan tetap dalam kondisi layak dan dapat digunakan secara optimal.

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pengecekan terhadap seluruh gembok yang digunakan serta menggantinya dengan gembok baru yang telah disiapkan. Proses tersebut dilakukan secara teliti dan terarah agar fungsi pengamanan tetap berjalan dengan baik setelah pergantian.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk perhatian jajaran Lapas Parepare terhadap aspek pengamanan yang merupakan salah satu prioritas utama dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan. Penguatan sarana keamanan diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan Lapas yang aman, tertib, dan kondusif.

Kasi Kamtib menegaskan bahwa pengamanan membutuhkan perhatian dan pemeliharaan secara berkelanjutan. Pergantian gembok merupakan salah satu langkah sederhana namun penting untuk memastikan sarana pengamanan tetap dapat mendukung pelaksanaan tugas secara optimal.

“Melalui kegiatan tersebut, Lapas Parepare terus berkomitmen memperkuat sistem keamanan dan ketertiban dengan melakukan langkah-langkah preventif serta memastikan sarana pengamanan berada dalam kondisi yang baik. Upaya ini diharapkan dapat mendukung terciptanya situasi Lapas Parepare yang tetap aman dan kondusif.” Jelasnya

Pertamina Apresiasi Sinergi Pemerintah, Penyaluran Energi di Makassar Semakin Kondusif

0

MAKASSSAR, RADIOMESRA. COM – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengapresiasi sinergi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan stakeholder terkait dalam penanganan dinamika penyaluran BBM di Kota Makassar. Berbagai langkah bersama yang dilakukan di lapangan mulai menunjukkan hasil positif, dengan kondisi sejumlah SPBU yang berangsur semakin kondusif pada Minggu (13/09/26).

Dinamika penyaluran BBM yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Kondisi geopolitik di Timur Tengah turut berdampak terhadap dinamika harga energi dan meningkatkan disparitas harga antara BBM Subsidi dan Non Subsidi. Kondisi tersebut mendorong pergeseran permintaan konsumen dari BBM Non Subsidi ke BBM Subsidi, khususnya Pertalite, sehingga terjadi peningkatan antrean di sejumlah SPBU.

Selain itu, beredarnya disinformasi di tengah masyarakat juga menimbulkan keresahan dan mendorong peningkatan permintaan BBM. Peningkatan permintaan tersebut bahkan tercatat lebih tinggi dibandingkan periode Ramadan dan Idul Fitri, sehingga turut memberikan tekanan terhadap pelayanan dan penyaluran BBM di lapangan.

Untuk merespons kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga bersama Pemerintah Daerah dan stakeholder terkait terus melakukan berbagai langkah penguatan. Dari sisi suplai, Pertamina meningkatkan penerimaan BBM dari kapal ke depot serta memperkuat distribusi dengan menambah 17 mobil tangki. Penyaluran dari depot juga dioperasikan dengan ekstra jam operasional untuk mempercepat distribusi ke lembaga penyalur.

Dari sisi pelayanan, Pertamina melakukan ekstra jam operasional serta melakukan rekonfigurasi jalur pelayanan dengan menambah jalur khusus Pertalite di sejumlah SPBU. Pertamina juga membuka titik tambahan melalui Satgas Layanan BBM dengan mengoperasikan SPBU Modular di kawasan Center Point of Indonesia (CPI) sebagai alternatif titik pengisian bagi masyarakat.

Pengaturan pelayanan di lapangan juga dilakukan melalui penerapan sistem ganjil-genap sesuai arahan Dinas ESDM. Pertamina bersama Satgas Daerah dan aparat penegak hukum (APH) terus melakukan koordinasi untuk memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai ketentuan, sekaligus memperkuat pengamanan di lembaga penyalur.

Pjs. Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya Wibowo, mengatakan sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan stakeholder terkait menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran penyaluran BBM kepada masyarakat.

“Kami mengapresiasi dukungan dan sinergi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama seluruh stakeholder dalam menangani dinamika penyaluran BBM di Makassar. Berbagai langkah telah kami lakukan, mulai dari penguatan suplai dan distribusi, penambahan jam operasional SPBU, rekonfigurasi jalur pelayanan, hingga penambahan titik layanan melalui SPBU Modular di Wilayah Center Point of Indonesi (CPI). Alhamdulillah, pada Minggu kemarin kondisi di sejumlah SPBU sudah mulai kondusif dan kami terus melakukan pemantauan serta evaluasi di lapangan,” ujar Okky.

Pertamina juga memastikan penyaluran LPG 3 Kg di wilayah Makassar dan sekitarnya tetap berjalan aman. Untuk menjaga ketersediaan di masyarakat, Pertamina telah menambah distribusi melalui extra dropping sebesar 50 persen dari rata-rata penyaluran normal harian.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Satgas Daerah, dan APH akan terus melakukan pemantauan serta evaluasi terhadap kondisi penyaluran BBM dan LPG di lapangan. Langkah penyesuaian akan dilakukan sesuai perkembangan kondisi untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi dengan baik.

Pertamina mengimbau masyarakat untuk melakukan pembelian energi sesuai kebutuhan serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Informasi maupun laporan terkait pelayanan dan penyaluran BBM dan LPG dapat disampaikan melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135.

Media Contact:

Okky Aditya Wibowo
Pjs. Area Manager Communication, Relation, & CSR
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare