24.8 C
Pare-Pare
Sabtu, Oktober 24, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 31

Pertamina Parepare Tegaskan Tidak Ada Aturan Ganjil-Genap untuk Pengisian BBM di SPBU

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Fuel Terminal Manager Pertamina Parepare, Muhammad Agung Adrian, menegaskan bahwa pihak Pertamina tidak pernah mengeluarkan instruksi atau aturan mengenai pembatasan plat nomor ganjil-genap bagi kendaraan yang ingin mengisi BBM di SPBU wilayah Kota Parepare.

Hal tersebut disampaikannya menyikapi kesimpangsiuran informasi terkait dugaan penerapan skema ganjil-genap di tengah situasi antrean kendaraan di sejumlah SPBU, Selasa (15/09/26).

“Dari Pertamina, khususnya Fuel Terminal Parepare, tidak ada mengeluarkan instruksi pelayanan ganjil-genap. Kalau saya pribadi, tidak ada batasan soal ganjil-genap itu,” tegas Muhammad Agung Adrian.

Ia menambahkan, kebijakan ganjil-genap merupakan kewenangan pemerintah, bukan ranah operasional Pertamina. Hingga saat ini, pihak Pertamina Parepare juga belum menerima instruksi atau regulasi resmi dari pemerintah daerah terkait skema pembatasan tersebut.

Terkait maraknya kasus penyalahgunaan BBM subsidi yang tengah ditangani pihak kepolisian, Pertamina menyatakan dukungan penuh terhadap proses hukum oleh Aparat Penegak Hukum (APH). Pertamina juga menyiapkan sanksi berjenjang bagi SPBU yang terbukti melanggar.

“Jika dari hasil pemeriksaan resmi ada pelanggaran di SPBU, tentu akan kami tindak. Sanksinya bertingkat, mulai dari pembinaan, sanksi ke operator, hingga yang paling berat pemutusan hubungan usaha atau pencabutan izin,” jelasnya.

Di sisi lain, Agung memastikan pasokan BBM di Kota Parepare dalam kondisi aman tanpa ada pengurangan kuota ke SPBU. Untuk menjaga ketahanan stok, Fuel Terminal Pertamina Parepare bahkan telah beroperasi 24 jam sejak 11 September lalu. Pertamina menerima pasokan BBM via kapal tanker berupa 2.300 kiloliter (KL) Pertamax serta 3.000 KL Pertalite guna mengantisipasi kebutuhan masyarakat.

Polres Parepare Bongkar Penimbunan BBM Subsidi Modus Tangki Modifikasi dan Belasan Barcode

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Kepolisian Resor (Polres) Parepare membongkar praktik penyalahgunaan pengangkutan dan niaga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite bersubsidi di wilayah Kota Parepare. Pengungkapan kasus tersebut dipaparkan langsung oleh Kapolres Parepare, AKBP Phunky Mahendra Borniawan, dalam konferensi pers di Lobi Polres Parepare, Jalan Andi Mappatola, Selasa (15/09/26) pagi.

Langkah tegas ini diambil menyikapi maraknya antrean panjang kendaraan masyarakat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Sulawesi Selatan, khususnya Kota Parepare.

AKBP Phunky Mahendra Borniawan menjelaskan, jajarannya telah melakukan langkah pencegahan berupa imbauan kamtibmas, patroli rutin personel berseragam di tujuh titik SPBU, hingga pengaturan lalu lintas guna mengurai kemacetan. Selain upaya preventif, tindakan hukum (represif) diterapkan untuk memberikan efek jera bagi para pelaku yang mengambil keuntungan pribadi dari BBM subsidi.

“Dari penindakan hukum yang kami lakukan, petugas mengamankan dua orang pelaku dengan modus operandi yang berdedikasi memanipulasi sistem pengisian BBM di SPBU,” ujar AKBP Phunky.

Kasus pertama melibatkan tersangka berinisial D (49), seorang wirausaha. Modus yang digunakan yakni melintasi sejumlah SPBU dari Kabupaten Pinrang, Kota Parepare, hingga Kabupaten Barru menggunakan 18 barcode MyPertamina berbeda. Setiap pengisian bernilai Rp400 ribu, BBM dipindahkan dari tangki mobil menggunakan pompa kecil ke dalam jeriken.

Petugas menyita barang bukti berupa satu unit mobil Toyota Avanza hitam, STNK, kunci kontak, 18 jeriken berisi total 578 liter Pertalite, serta 18 lembar barcode. BBM tersebut rencananya akan dibawa dan dijual kembali ke Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Sementara itu, kasus kedua menjerat tersangka berinisial T (50). Pelaku berulang kali mengisi Pertalite di SPBU Ujung Bulu, Kota Parepare, dengan mengendarai mobil ber-tangki modifikasi serta menggunakan barcode yang tidak sesuai dengan kendaraannya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 55 UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana diubah dalam Pasal 40 angka 9 UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Pelaku terancam hukuman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda maksimal Rp60 miliar.

“Terhadap barang bukti BBM subsidi jenis Pertalite ini, kami berkoordinasi dengan ahli migas dan melakukan proses lelang melalui KPKNL Parepare,” pungkasnya.

Kondisi Angin Kencang Belakangan Ini, Kapolsek Ujung Imbau Warga Waspadai Bahaya Kebakaran

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Kondisi angin kencang yang melanda dalam beberapa hari terakhir mendapat perhatian dari jajaran Polsek Ujung Polres Parepare. Kapolsek Ujung AKP Sukri Abdullah mengingatkan seluruh personelnya untuk meningkatkan kewaspadaan serta menyampaikan imbauan keselamatan kepada masyarakat guna mencegah terjadinya kebakaran.

Penekanan tersebut disampaikan AKP Sukri Abdullah kepada seluruh personel Polsek Ujung pada Selasa (15/09/26) sekitar pukul 09.00 WITA.

Kapolsek meminta jajarannya untuk secara aktif mengingatkan masyarakat mengenai potensi bahaya kebakaran, baik kebakaran lahan maupun kebakaran rumah, khususnya di tengah kondisi angin yang cukup kencang dan cuaca panas.

“Kondisi angin kencang beberapa hari terakhir cukup mengkhawatirkan. Kondisi ini dapat memicu terjadinya kebakaran, baik itu kebakaran lahan maupun kebakaran rumah. Saya minta kepada setiap personel Polsek Ujung untuk menyampaikan kepada keluarga di rumah, kerabat, tetangga, handai taulan, sahabat, maupun warga yang ditemui untuk selalu bersikap waspada,” kata AKP Sukri kepada jajarannya.

Selain meningkatkan kewaspadaan, AKP Sukri juga meminta personelnya mengingatkan warga agar tidak bermain api serta menghindari aktivitas membakar sampah, terutama di kawasan permukiman.

Menurutnya, kondisi angin kencang dapat menyebabkan api yang awalnya kecil dengan cepat membesar dan merambat ke lingkungan sekitar apabila tidak segera dikendalikan.

“Tolong sampaikan kepada warga kita untuk tidak membiarkan siapa pun bermain dengan api. Hindari membakar sampah di tengah permukiman tanpa kesiapan penanggulangan. Angin kencang ini dapat membuat api yang kecil menjadi besar dan cepat menyebar. Tolong sampaikan,” pinta AKP Sukri.

Ia menekankan bahwa kewaspadaan masyarakat menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah terjadinya kebakaran, terlebih kondisi cuaca dalam beberapa hari terakhir ditandai dengan angin yang cukup kencang disertai panas terik matahari.

Situasi tersebut dinilai dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran apabila masyarakat tidak berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berkaitan dengan penggunaan api.

Polsek Ujung Polres Parepare pun kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, tidak bermain api, serta tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan, khususnya di tengah permukiman.

Melalui imbauan tersebut, jajaran Polsek Ujung berharap masyarakat dapat lebih waspada dan berhati-hati serta bersama-sama melakukan langkah pencegahan guna mengantisipasi terjadinya kebakaran di lingkungan masing-masing.

Polisi hadir bukan hanya saat terjadi gangguan keamanan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah potensi bahaya sejak dini.

Pertamina Patra Niaga Memahami & Mendengar Aspirasi Masyarakat, Layanan SPBU diperkuat

0

MAKASSAR, RADIOMESRA. COM – Pertamina Patra Niaga memahami kesulitan dan aspirasi masyarakat terkait layanan BBM di sejumlah SPBU di Kota Makassar. Perusahaan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat dalam beberapa hari terakhir. Pertamina Patra Niaga terus melakukan berbagai langkah pemulihan untuk memastikan kebutuhan BBM masyarakat dapat terpenuhi dan layanan di SPBU kembali berjalan optimal.

Sebagai bagian dari upaya recovery, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi telah melakukan sejumlah langkah untuk meningkatkan kapasitas pelayanan di SPBU. Upaya tersebut meliputi penambahan jam operasional SPBU, penguatan dan penambahan pasokan BBM, penambahan jumlah nozzle dan operator di sejumlah SPBU, serta penambahan Outlet Satgas Pelayanan BBM. Berbagai langkah ini dilakukan untuk mempercepat pelayanan sekaligus mengurai kepadatan antrean yang terjadi di lapangan.

Dalam pelaksanaannya, Pertamina Patra Niaga juga terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Daerah, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan terkait melalui Satgas Gabungan. Satgas Gabungan melakukan pemantauan dan pengawasan secara langsung di lapangan, termasuk membantu pengaturan dan penguraian antrean di SPBU serta memastikan pelayanan BBM berjalan tertib dan tepat sasaran. Sinergi ini menjadi bagian penting dalam mempercepat pemulihan sekaligus menjaga kelancaran distribusi BBM kepada masyarakat.

Selain melakukan penanganan di lapangan, Pertamina Patra Niaga juga terus membuka informasi kepada publik melalui akun media sosial resmi Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Instagram @pertaminasulawesi. Informasi terkait kondisi layanan dan operasional SPBU disampaikan secara berkala agar masyarakat dapat memperoleh informasi yang aktual, mudah diakses, dan transparan mengenai perkembangan layanan BBM di Makassar.

“Pertamina Patra Niaga memahami kesulitan dan aspirasi masyarakat. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Berbagai langkah recovery telah kami lakukan dan terus kami perkuat, termasuk bersama Satgas Gabungan di lapangan. Kami melihat kondisi antrean di sejumlah SPBU Makassar saat ini sudah berangsur membaik, dengan layanan yang semakin normal,” ujar Deny Sukendar, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi.

Saat ini, layanan BBM di SPBU wilayah Makassar telah berangsur normal dan kondisi antrean semakin membaik. Pertamina Patra Niaga akan terus memastikan ketersediaan pasokan, kesiapan sarana dan pelayanan SPBU, serta memperkuat koordinasi bersama Satgas Gabungan dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kelancaran layanan.

Pertamina Patra Niaga mengapresiasi kesabaran, pengertian, serta masukan yang disampaikan masyarakat selama proses pemulihan. Perusahaan berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas pelayanan BBM di Makassar agar kebutuhan energi masyarakat dapat dilayani dengan semakin baik.

Modus Tangki Modifikasi dan Barcode Ganda, Polres Parepare Bongkar Penimbunan BBM Subsidi

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  — Kepolisian Resor (Polres) Parepare membongkar praktik penyalahgunaan pengangkutan dan niaga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Pengungkapan kasus ini dipaparkan langsung dalam konferensi pers di Lobi Polres Parepare, Jalan Andi Mappatola, Selasa (15/09/26) pagi.

Kapolres Parepare, AKBP Phunky Mahendra Borniawan, menjelaskan bahwa pelaku menjalankan aksinya dengan cara memodifikasi tangki kendaraan dan membuat banyak barcode Pertamina untuk mengelabui petugas di lapangan.

“Modus operandi pelaku yaitu berniat memperoleh keuntungan pribadi. Pelaku memodifikasi tangki kendaraan dan membuat barcode dalam jumlah banyak. Barcode tersebut digunakan secara berulang kali untuk mengisi BBM subsidi dengan cara berkeliling ke berbagai SPBU, baik di wilayah Parepare maupun luar Parepare,” ujar AKBP Phunky Mahendra Borniawan.

Setelah mengumpulkan BBM subsidi dari berbagai SPBU, pelaku kemudian menjual kembali BBM tersebut ke konsumen di luar SPBU dengan harga yang lebih tinggi.

Saat ini, pihak Polres Parepare masih mendalami keterlibatan pihak lain serta menghitung total kerugian dan barang bukti yang diamankan dari aksi penimbunan tersebut.

Dirut PLN Tinjau PLTU Jeneponto, Perkuat Sistem Kelistrikan Sulbagsel di Tengah Dampak El Nino

0

JENEPONTO, RADIOMESRA.COM — Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo, didampingi jajaran Direksi PLN Group, melakukan peninjauan langsung ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeneponto milik swasta.

Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya PLN memperkuat dan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel), di tengah tekanan terhadap pasokan listrik akibat menurunnya kemampuan sejumlah pembangkit hidro.

Dalam keterangan yang disampaikan PLN, kondisi hidrologi yang dipengaruhi fenomena El Nino menyebabkan produksi sejumlah pembangkit listrik tenaga air mengalami penurunan.

Beberapa pembangkit yang terdampak antara lain PLTA Poso, PLTA Bakaru dan PLTA Malea, serta sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM).

Darmawan mengatakan PLN mengambil sejumlah langkah secara simultan untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan listrik di sistem Sulbagsel.

“PLN terus melakukan langkah-langkah penguatan sistem kelistrikan Sulbagsel. Selain mempercepat perbaikan pembangkit, kami juga mengoptimalkan pembangkit yang tersedia dan menyiapkan tambahan kapasitas pembangkit untuk menjaga keandalan pasokan listrik.” kata Darmawan Prasodjo

Menurutnya, peninjauan langsung ke pembangkit menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapan pembangkit sekaligus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia.

“Kami terus mengoptimalkan seluruh pembangkit yang tersedia agar sistem kelistrikan tetap andal. Penambahan kapasitas dan percepatan pemulihan pembangkit menjadi bagian dari langkah PLN menghadapi kondisi sistem saat ini.” ungkap Darmawan Prasodjo

Penurunan debit air pada sejumlah pembangkit hidro menjadi salah satu tantangan bagi sistem kelistrikan Sulbagsel. Karena itu, PLN melakukan optimalisasi berbagai sumber pembangkit untuk menjaga pasokan listrik.

PLTU Jeneponto menjadi salah satu pembangkit yang ditinjau untuk memastikan kesiapan dan kontribusinya terhadap sistem kelistrikan Sulbagsel.

PLN juga terus melakukan koordinasi dan pengelolaan sistem secara menyeluruh agar pasokan listrik kepada masyarakat tetap terjaga.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat keandalan sistem kelistrikan Sulbagsel sekaligus meminimalkan dampak terhadap masyarakat akibat berkurangnya daya mampu sejumlah pembangkit hidro.

Ketua Yayasan Amal Jariyah Indonesia Terima SK Kemenag RI Nomor 1040 Tahun 2026 yang diserahkan langsung Oleh Menteri Agama RI

0

JAKARTA, RADIOMESRA. COM  — Langkah besar dalam pengembangan perguruan tinggi Al Qur’an resmi dimulai. Yayasan Amal Jariyah Indonesia menerima Surat Keputusan (SK) Pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Amal Jariyah sekaligus izin penyelenggaraan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.

SK tersebut diterima langsung oleh Ketua Yayasan Amal Jariyah Indonesia H. Ardian Kamal dalam prosesi penyerahan yang berlangsung di Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia, Jakarta, Senin (14/09/26).

Penyerahan SK dilakukan langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A , Kemudian Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat PTKI KEMENAG. RI. Bapak Dr.H. Ahmad Mahfud Arsyad , M.Ag. Momentum tersebut menjadi tonggak penting bagi Yayasan Amal Jariyah Indonesia dalam mewujudkan komitmennya menghadirkan perguruan tinggi Al Qur’an dan menjadi pusat pendidikan serta pengkajian Al Qur’an di Sulawesi Selatan.

Dengan diterimanya SK Kementerian Agama RI Nomor 1040 Tahun 2026, STIQ Amal Jariyah resmi hadir di Kota Parepare dengan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.

Ketua Yayasan Amal Jariyah Indonesia H. Ardian Kamal menyampaikan rasa syukur atas terbitnya izin perguruan tinggi tersebut. Ia menyebut kehadiran STIQ Amal Jariyah sebagai momentum penting bagi Kota Parepare, wilayah Ajatappareng, dan masyarakat Sulawesi Selatan.

“Alhamdulillah, telah terbit izin perguruan tinggi baru di Kota Parepare, Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Amal Jariyah, SK Kementerian Agama RI Nomor 1040 Tahun 2026 dengan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir,” ujar Ketua Yayasan Amal Jariyah Indonesia.

Menurutnya, hadirnya STIQ Amal Jariyah memiliki makna tersendiri karena Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir tersebut disebut menjadi program studi pertama untuk bidang Al-Qur’an dan Tafsir di wilayah Ajatappareng.

“Ini merupakan program studi pertama untuk bidang Al-Qur’an dan Tafsir di wilayah Ajatappareng dan merupakan perguruan tinggi Al-Qur’an satu-satunya di Sulawesi Selatan,” lanjutnya.

Ia berharap keberadaan STIQ Amal Jariyah dapat memberikan manfaat yang luas, tidak hanya bagi masyarakat Kota Parepare dan wilayah Ajatappareng, tetapi juga bagi masyarakat Sulawesi Selatan secara keseluruhan.

“Semoga menjadi berkah bagi Kota Parepare dan seluruh masyarakat Sulawesi Selatan. Aamiin,” harapnya.

Terbitnya SK pendirian STIQ Amal Jariyah dan izin Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir menjadi tonggak penting bagi Yayasan Amal Jariyah Indonesia dalam mengembangkan perguruan tinggi berbasis Al-Qur’an.

Kehadiran STIQ Amal Jariyah diharapkan dapat membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk menempuh pendidikan dan memperdalam ilmu Al-Qur’an dan Tafsir secara akademik.

Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir juga diharapkan mampu melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi keilmuan Al-Qur’an, wawasan keislaman, serta kemampuan untuk mengabdikan ilmu di tengah masyarakat.

Bagi Kota Parepare, hadirnya STIQ Amal Jariyah menjadi tambahan penting dalam ekosistem perguruan tinggi di daerah tersebut. Sementara bagi wilayah Ajatappareng dan Sulawesi Selatan, kehadirannya diharapkan dapat memperkuat pengembangan kajian Al-Qur’an dan Tafsir.

Penyerahan SK di Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia, Jakarta, Senin 14 September 2026, menjadi penanda babak baru perjalanan Yayasan Amal Jariyah Indonesia.

Dengan diterimanya SK Kementerian Agama RI Nomor 1040 Tahun 2026, Yayasan Amal Jariyah Indonesia mengemban amanah untuk mengembangkan STIQ Amal Jariyah sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada penguatan keilmuan Al-Qur’an dan kemaslahatan masyarakat.

Momentum tersebut sekaligus menjadi awal dari sebuah cita-cita besar: menghadirkan Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Amal Jariyah di Kota Parepare sebagai perguruan tinggi yang diharapkan mampu menjadi pusat pengembangan ilmu Al-Qur’an dan Tafsir serta melahirkan generasi Qur’ani yang memberikan kontribusi bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.

Dari Jakarta, sebuah amanah baru resmi diterima. Dari Kota Parepare, diharapkan lahir generasi Qur’ani yang membawa keberkahan bagi Sulawesi Selatan.

Realisasi Bantuan Pangan Parepare Capai 37 Persen, Bulog Optimis Tuntas Akhir September

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Penyaluran bantuan pangan untuk alokasi Juli, Agustus, dan September di Kota Parepare saat ini telah mencapai realisasi sebesar 37 persen dari total target 303 ton. Bulog Cabang Parepare optimis penyaluran bantuan pangan periode ini akan selesai tepat waktu pada akhir bulan.

Wakil Pemimpin Cabang (Waka Pincab) Bulog Parepare, Fajrin Ardinata, mengungkapkan bahwa saat ini penyaluran telah merambah dua kecamatan, yaitu Kecamatan Bacukiki Barat dan Soreang. Selanjutnya, tim akan menyisir dua kecamatan tersisa, yakni Bacukiki dan Ujung.

“Semoga penyaluran di Kecamatan Ujung dan Bacukiki bisa segera mendongkrak persentase realisasi secara keseluruhan,” ujar Fajrin pada Senin (14/09/26).

Mengenai hambatan di lapangan, Fajrin menyebut masalah klasik terkait sinkronisasi data masih menjadi tantangan utama. Data agregat yang diturunkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) maupun BPS Pusat kerap kali tidak pas dengan kondisi riil di lapangan. Kendati demikian, seluruh proses di lapangan tetap berjalan aman karena mengacu pada petunjuk teknis (juknis) dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Guna mengantisipasi kendala serupa pada alokasi berikutnya (Oktober, November, dan Desember), Fajrin mengimbau pihak kelurahan di empat kecamatan untuk mulai membenahi dan memperbarui data warga penerima manfaat.

“Ini menjadi PR kita bersama. Kelurahan perlu memperbarui data warga yang seharusnya masuk dalam Desil 1 hingga 4 agar tidak menimbulkan gejolak atau riak di masyarakat,” tegasnya.

Pihaknya menargetkan seluruh penyaluran bantuan pangan alokasi Juli–September rampung pada 30 September 2026. Penuntasan target ini krusial agar Bulog dapat segera menyiapkan stok komoditi bantuan pangan untuk periode selanjutnya.

Antisipasi Potensi Kekeringan, PAM Tirta Karajae Imbau Warga Hemat Air dan Laporkan Kebocoran

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Perusahaan Daerah Air Minum (PAM) Tirta Karajae Kota Parepare mengimbau masyarakat untuk mulai mengantisipasi dampak perubahan cuaca dan potensi kekeringan mendalam. Warga diminta mempergunakan air bersih secara bijak serta menyiapkan penampungan cadangan.

Direktur PAM Tirta Karajae, Dr. Abdul Azis, menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat apabila kemarau memanjang hingga melampaui bulan November.

“Pertama, kami meminta masyarakat agar bijak dalam menggunakan air. Kedua, persiapkan diri dan sediakan wadah penampungan air untuk mengantisipasi jika perubahan cuaca ini terus berlanjut tanpa hujan hingga lewat bulan November,” ujar Dr. Abdul Azis pada Senin (14/09/26).

Selain kesiapsiagaan mandiri, pihak manajemen juga meminta peran aktif pelanggan dan masyarakat luas untuk segera melaporkan jika menemukan kendala distribusi maupun kerusakan jaringan perpipaan di wilayahnya.

“Bilamana mendapatkan gangguan aliran atau melihat adanya kebocoran pipa di jalan maupun area pemukiman, mohon segera disampaikan ke kami agar dapat secepatnya ditindaklanjuti dan diantisipasi,” tambahnya.

Untuk pengaduan dan layanan informasi, masyarakat dapat menghubungi nomor layanan resmi Call Center PAM Tirta Karajae di 0811-421-6500.

Atasi Dampak Kemarau, Brimob Danyon B Pelopor Salurkan 15 Kubik Air Bersih di Sapada

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kemarau panjang di wilayah Sapada, Sabtu (12/09/26).

Komandan Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Sulsel, Kompol Dr. Ramli, menyatakan bahwa krisis air bersih mulai dirasakan warga akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Guna meringankan beban masyarakat, pihaknya mengarahkan armada tangki ke lokasi terdampak.

“Hari ini kami membagikan bantuan air bersih untuk warga yang mulai terdampak kekeringan akibat kemarau panjang. Saat ini kami menyisir tiga titik lokasi di kawasan Sapada,” ujar Kompol Dr. Ramli di lokasi penyaluran, Sabtu (12/09/26).

Penyaluran bantuan ini dilakukan bekerja sama dengan pihak terkait. Total bantuan air bersih yang dikerahkan dalam aksi sosial ini mencapai 15 kubik.

“Suplai air yang kami bagikan hari ini menggunakan tiga unit armada tangki. Masing-masing tangki berkapasitas kurang lebih 5 kubik, sehingga total air bersih yang disalurkan mencapai 15 kubik,” jelasnya.

Aksi sosial ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan harian air bersih bagi warga setempat selama musim kemarau berlangsung.

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare