24.8 C
Pare-Pare
Sabtu, Oktober 24, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 32

Warga Parepare Keluhkan Aturan Ganjil-Genap BBM di SPBU: Minim Sosialisasi dan Resah Aturan Sisa Bar

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  — Penerapan skema ganjil-genap untuk pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah SPBU kawasan Sulawesi Selatan, khususnya Kota Parepare, memicu keraguan di tengah masyarakat. Warga menilai aturan tersebut masih minim sosialisasi dan memiliki banyak batasan yang membingungkan. Hal ini mengemuka dalam program radio Obras di Radio Mesra Parepare, Senin (14/09/26).

Salah satu penelpon, Ahmad Hale, menyampaikan kebingungannya terkait teknis penentuan nomor pelat ganjil atau genap. Ia mempertanyakan apakah penilaian didasarkan pada angka terakhir pelat nomor atau hasil penjumlahan seluruh angka.

“Ini perlu diperjelas ke masyarakat. Apakah yang dilihat itu angka terakhir pelat kendaraan atau jumlah total angkanya? Jangan sampai timbul perselisihan di lapangan antara petugas dan warga,” ujar Ahmad.

Ahmad juga menyoroti ketiadaan diskresi untuk kondisi darurat (emergency), seperti warga daerah tetangga yang hendak berobat ke Makassar namun terhalang aturan tanggal ganjil-genap. Selain itu, ia mengkritik kabar mengenai adanya syarat kendaraan harus menyisakan satu bar (balok) indikator BBM sebelum boleh mengisi ulang.

Penelpon lain, Umar, warga Soreang , mengonfirmasi bahwa patokan ganjil-genap yang beredar di media sosial memang merujuk pada angka paling terakhir dari pelat nomor kendaraan.

Umar mengeluhkan antrean panjang di beberapa SPBU aktif, seperti SPBU Cappa Galung dan Soreang, akibat tutupnya SPBU Lumpue dan SPBU Kilometre 1 pada hari sebelumnya. Mengenai pembatasan pengisian berdasarkan sisa bar BBM, Umar menilai kebijakan tersebut tidak praktis dan justru berpotensi memicu kecurangan.

“Kalau harus tunggu sisa satu bar baru bisa isi, itu fatal. Orang yang tadinya tidak berniat menimbun malah bisa terdorong melakukan hal negatif. Pengisian saat sisa 2 atau 3 bar itu prosesnya lebih cepat dan mencegah antrean menumpuk,” tegas Umar.

Masyarakat berharap Pertamina bersama pihak terkait segera meluruskan informasi mengenai tata cara skema ganjil-genap, kejelasan regulasi sisa bar, serta mekanisme khusus bagi kendaraan dalam situasi darurat.

Antrean BBM Subsidi Makassar Semakin Landai, 80 Persen SPBU Semakin Kondusif

0

MAKASSSAR, RADIOMESRA. COM – Kondisi antrean BBM Subsidi di Kota Makassar semakin landai. Dari total 45 SPBU yang melayani masyarakat, lebih dari 35 SPBU atau sekitar 80 persen telah menunjukkan kondisi antrean yang semakin kondusif. Seiring dengan membaiknya kondisi tersebut, waktu tunggu masyarakat untuk mendapatkan BBM juga semakin singkat.

Perbaikan kondisi antrean ini merupakan hasil dari upaya koordinasi dan kolaborasi yang dilakukan antara Patra Niaga bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan dan mengatur penyaluran BBM Subsidi di lapangan.

Sejumlah upaya telah dilakukan, antara lain penambahan operator dan jalur pelayanan BBM Subsidi di sejumlah SPBU, pengoperasian 25 SPBU selama 24 jam, serta penambahan titik penyaluran melalui SPBU Modular di Center Point of Indonesia (CPI). Langkah-langkah tersebut dilakukan untuk menambah kapasitas pelayanan sekaligus memberikan alternatif titik pengisian bagi masyarakat.

Selain langkah yang telah dilakukan, sejumlah upaya masih terus berjalan dan dioptimalkan. Pengoperasian SPBU selama 24 jam, penambahan operator dan jalur pelayanan, serta operasional SPBU Modular di CPI terus dipantau untuk memastikan kapasitas tambahan dapat dimanfaatkan secara optimal. Pengaturan sistem ganjil-genap juga masih diterapkan sesuai ketentuan untuk membantu menjaga kelancaran dan ketertiban pelayanan di SPBU.

Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya Wibowo, mengatakan semakin landainya antrean di mayoritas SPBU merupakan hasil dari sinergi dan evaluasi yang terus dilakukan bersama Pemerintah Daerah.

“Dari total 45 SPBU di Kota Makassar, lebih dari 35 SPBU atau sekitar 80 persen sudah menunjukkan kondisi antrean yang semakin kondusif. Waktu tunggu masyarakat juga semakin singkat. Berbagai langkah yang telah kami lakukan masih terus berjalan dan kami optimalkan bersama Pemerintah Daerah agar kondisi pelayanan BBM Subsidi terus membaik,” ujar Okky.

Pertamina terus memastikan pelayanan BBM Subsidi berjalan secara optimal dengan memperkuat kapasitas di lapangan. Pemantauan terhadap kondisi antrean juga dilakukan secara berkala untuk melihat kebutuhan di masing-masing SPBU dan menentukan penyesuaian yang diperlukan.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama Pemerintah Daerah akan terus melakukan evaluasi terhadap kondisi antrean dan pelayanan BBM Subsidi di Kota Makassar. Upaya perbaikan dan penyesuaian akan terus dilakukan sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

Pertamina mengimbau masyarakat untuk melakukan pengisian BBM sesuai kebutuhan, mengikuti ketentuan yang berlaku, serta tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Informasi dan pengaduan terkait produk maupun layanan Pertamina dapat disampaikan melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135 yang melayani pelanggan selama 24 jam.

Media Contact

Okky Aditya Wibowo
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi

Bawaslu Parepare Peringati Maulid Nabi, Perkuat Integritas dan Amanah dalam Pengawasan Pemilu

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Parepare menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW sebagai Landasan Penguatan Integritas dan Amanah dalam Pengawasan Pemilu yang Berkeadilan”, Senin, (14/09/26), di Kantor Sekretariat Bawaslu Kota Parepare.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wali Kota Parepare yang diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Parepare, Ketua dan Anggota KPU Kota Parepare, Sekertaris Disdukcapil, Camat Bacukiki Barat, perwakilan Kementerian Agama Kota Parepare, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII, jajaran sekretariat Bawaslu Kota Parepare, serta mahasiswa IAIN Parepare yang sedang melaksanakan kegiatan di Bawaslu Kota Parepare.

Ketua Bawaslu Kota Parepare, Muh. Zainal Asnun, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk mengingat dan meneladani sosok Rasulullah SAW sebagai teladan bagi seluruh umat manusia.

“ Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengingat, merayakan, dan memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW yang menjadi teladan bagi kita semua,” ujar Zainal.

Menurutnya, terdapat banyak keteladanan Rasulullah SAW yang relevan untuk diterapkan dalam menjalankan tugas sebagai pengawas pemilu, khususnya dalam menjaga integritas dan netralitas.

“Sebagai pengawas pemilu, tentunya ada hal-hal yang dapat kita ambil dari sifat beliau, yaitu sifat yang berintegritas dan bernetralitas,” lanjutnya.

Zainal menilai keteladanan Rasulullah SAW dalam menjalankan amanah kepemimpinan juga memiliki relevansi dengan tugas penyelenggara dan pengawas pemilu. Kepemimpinan Rasulullah SAW menunjukkan pentingnya kejujuran, amanah, keadilan, serta konsistensi dalam menjalankan tanggung jawab.

Ia berharap nilai-nilai tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Maulid, tetapi dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari oleh seluruh jajaran Bawaslu Kota Parepare.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan hikmah Maulid yang disampaikan oleh Dr. Zulfajar Najib Haddade, M.Sos. Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam kehidupan, termasuk dalam menjalankan pekerjaan dan amanah yang diberikan.

Salah satu nilai yang disampaikan adalah pentingnya kareso atau kerja keras. Menurutnya, akhlak Rasulullah SAW menunjukkan bahwa doa dan tawakal kepada Allah SWT harus berjalan beriringan dengan ikhtiar dan kerja nyata.

“Kalau mau melihat etos kerja Nabi Muhammad SAW, beliau memang meminta dan berdoa kepada Allah SWT, tetapi Nabi tetap bekerja. Beliau pernah menjadi penggembala. Artinya, doa harus disertai dengan usaha dan kerja,” jelasnya.

Nilai kareso tersebut dinilai relevan dengan pelaksanaan tugas jajaran Bawaslu. Menurutnya, setiap amanah membutuhkan kesungguhan, ketekunan, dan etos kerja yang baik agar dapat dilaksanakan secara maksimal.

Selain kareso, hikmah Maulid juga mengingatkan pentingnya nilai kejujuran, amanah, tanggung jawab, dan keteladanan dalam menjalankan peran di tengah masyarakat. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pribadi yang berintegritas sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga.

Dalam konteks pengawasan pemilu, nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW menjadi relevan untuk memperkuat komitmen jajaran pengawas dalam menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, dan netral. Meskipun tahapan pemilu tidak selalu berlangsung setiap saat, etos kerja dan kesiapan jajaran pengawas tetap harus dijaga.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Bawaslu Kota Parepare diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi momentum untuk memperkuat budaya kerja yang berlandaskan integritas, amanah, kejujuran, kerja keras, serta kepedulian terhadap sesama.

Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu Kota Parepare juga memperkuat silaturahmi dan sinergi bersama pemerintah daerah, penyelenggara pemilu, instansi terkait, serta masyarakat sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan pengawasan pemilu yang berintegritas dan demokrasi yang berkeadilan.

Stok BBM di SPBU Soreang Parepare Masih Aman, Polsek Soreang Pastikan Pelayanan Normal

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di SPBU 7491154 Soreang, Kota Parepare, masih dalam kondisi aman. Polisi memastikan pelayanan pengisian BBM kepada masyarakat berjalan normal saat melakukan pemantauan pada Senin (14/09/26).

Pemantauan dilakukan sekitar pukul 10.50 WITA di SPBU yang berada di Jalan H.A.M. Arsyad, Kelurahan Watang Soreang, Kecamatan Soreang, Parepare.

Petugas Polsek Soreang datang untuk melihat langsung kondisi pelayanan sekaligus berkoordinasi dengan pihak pengelola SPBU mengenai ketersediaan stok BBM.

Hasil pemantauan menunjukkan aktivitas pengisian BBM berlangsung seperti biasa. Tidak ditemukan gangguan berarti dalam pelayanan kepada masyarakat.

Berdasarkan data yang diperoleh saat pemantauan pada pukul 10.55 WITA, stok BBM di SPBU 7491154 Soreang masih tersedia untuk sejumlah jenis bahan bakar.

Stok tersebut meliputi Pertalite sebanyak 13,903 ton, Biosolar 15,772 ton, Pertamax 8,464 ton, serta Dexalite 1,800 ton**.

Ketersediaan tersebut menjadi salah satu hal yang dipastikan polisi untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

Selain memantau stok, petugas juga berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk mengetahui kondisi pelayanan dan situasi di lokasi.

Di tengah aktivitas masyarakat yang membutuhkan BBM, pelayanan di SPBU Soreang terpantau berjalan normal dan lancar.

Pengisian BBM juga mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk penerapan sistem ganjil-genap untuk layanan jenis BBM tertentu.

Polisi melakukan pemantauan sebagai langkah antisipasi sekaligus memastikan situasi di sekitar SPBU tetap kondusif.

Pemantauan seperti ini menjadi penting karena SPBU merupakan salah satu fasilitas pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Kapolsek Soreang AKP Amir Usman, S.E, mengatakan pemantauan dilakukan untuk memastikan ketersediaan BBM sekaligus menjaga agar aktivitas pelayanan kepada masyarakat berlangsung aman dan tertib.

“Kami melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak SPBU untuk memastikan ketersediaan BBM serta kondisi pelayanan kepada masyarakat. Dari hasil pemantauan, stok masih aman dan pelayanan berjalan normal,” ujar Amir.

Ia menambahkan, kepolisian akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan, khususnya pada lokasi yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat tetap mengikuti ketentuan yang berlaku saat melakukan pengisian BBM. Yang paling penting, pelayanan berjalan tertib dan situasi tetap kondusif,” katanya.

Dengan kondisi stok yang masih tersedia dan pelayanan yang berjalan normal, masyarakat tetap dapat memperoleh BBM di SPBU Soreang sesuai ketentuan yang berlaku.

Pertamina Patra Niaga Tambah SPBU Modular di CPI, Antrean BBM Makassar Semakin Landai

0

MAKASSAR, RADIOMESRA. COM  – Kondisi antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Makassar semakin landai seiring berbagai langkah penguatan pelayanan dan distribusi BBM yang dilakukan Pertamina Patra Niaga bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Sebagai salah satu upaya memperluas akses pelayanan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Satgas Layanan BBM menempatkan tiga SPBU modular di kawasan Center Point of Indonesia (CPI), sekitar Masjid 99 Kubah, Makassar. Penempatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk menambah titik pelayanan dan membantu mengurai konsentrasi kendaraan di SPBU eksisting.

Satgas Layanan BBM di CPI melayani Pertalite khusus kendaraan roda dua. Untuk kendaraan roda dua umum, diberlakukan sistem ganjil-genap berdasarkan nomor polisi kendaraan. Khusus kendaraan ojek online (OJOL), tidak diberlakukan sistem ganjil-genap. Setiap kendaraan dapat melakukan pengisian maksimal 3 liter dengan pembayaran melalui EDC maupun tunai.

Selain penambahan SPBU modular, Pertamina Patra Niaga terus memperkuat pelayanan melalui rekonfigurasi SPBU, penambahan nozzle dan operator, serta pengoperasian 25 SPBU selama 24 jam. Distribusi BBM juga terus dilakukan setiap hari untuk menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran pelayanan kepada masyarakat.

Pjs. Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya Wibowo, mengatakan kondisi antrean di sejumlah SPBU Makassar menunjukkan perkembangan yang semakin baik.

“Kami melihat kondisi antrean di sejumlah SPBU Makassar hari ini semakin landai. Kami terus memperkuat pelayanan melalui penambahan titik pengisian, pengoperasian SPBU 24 jam, penambahan nozzle dan operator, serta memastikan distribusi BBM terus berjalan. Kami juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan masyarakat yang bersama-sama mengikuti pengaturan di lapangan,” ujar Okky.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri turut hadir langsung di Makassar untuk memastikan berbagai langkah penanganan dan penguatan pelayanan berjalan di lapangan. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari penguatan pengawasan dan memastikan kebutuhan penanganan dapat segera ditindaklanjuti bersama stakeholder di daerah.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas ESDM terus mendukung langkah penanganan di lapangan, termasuk dalam penyediaan lokasi dan fasilitas pendukung untuk titik pelayanan tambahan.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi akan terus memantau kondisi SPBU dan melakukan evaluasi terhadap pelayanan serta distribusi BBM sesuai perkembangan di lapangan. Bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan stakeholder terkait, Pertamina berkomitmen terus memperkuat pelayanan agar masyarakat dapat memperoleh BBM dengan lebih lancar dan menjalankan aktivitas sehari-hari.

Masyarakat dapat memperoleh informasi maupun menyampaikan laporan terkait pelayanan dan penyaluran BBM melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135.

Media Contact:

Okky Aditya Wibowo
Pjs. Area Manager Communication, Relation, & CSR
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi

Polda Sulsel Gelar Konferensi Pers Penegakan Hukum Penyalahgunaan BBM Bersubsidi

0

MAKASSAR, RADIOMESRA. COM – Polda Sulawesi Selatan bersama Polres jajaran menunjukkan komitmen tegas dalam mengawal penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Sepanjang periode Agustus hingga September 2026, jajaran Polda Sulsel berhasil mengungkap sebanyak 10 perkara tindak pidana penyalahgunaan BBM bersubsidi dengan mengamankan 17 orang tersangka.

Pengungkapan tersebut disampaikan Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., dalam konferensi pers yang digelar di Aula Mappaoddang Mapolda Sulsel, Minggu (13/9/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Selatan Andi Kasman dan Executive General Manager Regional Sulawesi Selatan PT Pertamina Patra Niaga Deny Sukendar, sebagai bentuk sinergi dalam pengawasan dan penanganan penyalahgunaan BBM bersubsidi di wilayah Sulawesi Selatan.

Kapolda Sulsel menjelaskan, pengungkapan tersebut merupakan hasil kerja jajaran Ditreskrimsus Polda Sulsel, Ditpolairud Polda Sulsel, serta Polres jajaran yang secara intensif melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi.

“Polda Sulawesi Selatan beserta jajaran telah menganalisis situasi yang terjadi. Kami mengambil langkah-langkah, yang pertama secara preemtif kami turunkan di seluruh jajaran, termasuk dari Polda dan Polres jajaran, untuk melaksanakan pengamanan terhadap objek-objek, khususnya SPBU,” ujar Kapolda Sulsel.

Dari 10 perkara yang diungkap, Polda Sulsel dan jajaran mengamankan barang bukti berupa 12.542 liter Biosolar, 6.363 liter Pertalite, 12 unit kendaraan roda empat, 1 unit truk tangki, 27 drum berkapasitas 200 liter, 397 jerigen, 21 barcode, serta 2 unit mesin pompa hisap.

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku menggunakan berbagai modus operandi, mulai dari menggunakan kendaraan dengan tangki yang telah dimodifikasi, menggunakan pelat nomor palsu, menggunakan barcode yang tidak sesuai dengan nomor kendaraan, menyalahgunakan surat rekomendasi, hingga melakukan kegiatan niaga dan pengangkutan BBM bersubsidi tanpa izin.

Ditreskrimsus Polda Sulsel sendiri menangani 2 laporan polisi dengan 2 orang tersangka. Para pelaku menggunakan tangki modifikasi pada kendaraan untuk mengambil BBM bersubsidi dari SPBU, kemudian BBM tersebut dijual kembali kepada konsumen dengan harga yang lebih tinggi. Dari perkara tersebut diamankan barang bukti berupa 2 unit mobil, 46 jerigen berisi 1.472 liter solar, 1 tangki modifikasi berisi 220 liter solar, 6 pelat nomor kendaraan, 1 unit pompa sedot, serta 3 barcode.

Sementara itu, Ditpolairud Polda Sulsel mengungkap 2 laporan polisi dengan 4 orang tersangka. Para pelaku melakukan penyalahgunaan BBM bersubsidi dengan cara menampung dalam jumlah besar untuk kemudian dijual kembali tanpa izin kepada konsumen yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Barang bukti yang diamankan berupa 8 drum berisi 1.600 liter solar, 15 jerigen berisi 450 liter solar, 1 jerigen berisi 20 liter Pertalite, 158 jerigen berisi 4.740 liter Pertalite, serta 5 drum berisi 1.000 liter solar.

Di wilayah hukum Polres Parepare, jajaran mengungkap 2 laporan polisi dengan 2 orang tersangka. Modus yang dilakukan yakni menggunakan mobil dengan tangki yang telah dimodifikasi untuk membeli atau mengangkut BBM bersubsidi, kemudian menjualnya kembali kepada konsumen dengan harga lebih tinggi. Barang bukti yang diamankan berupa 2 unit mobil, 18 jerigen berisi 578 liter Pertalite, 1 tangki modifikasi berisi 120 liter Pertalite, serta 18 barcode.

Selanjutnya, Polres Toraja Utara mengungkap 1 laporan polisi dengan 1 orang tersangka. Pelaku melakukan pengangkutan BBM tanpa izin menggunakan mobil tangki untuk kemudian dijual kembali kepada konsumen yang tidak berhak, termasuk untuk kebutuhan tambang ilegal. Dalam perkara tersebut diamankan 1 unit mobil tangki berisi 4.000 liter solar.

Polres Wajo juga mengungkap 1 laporan polisi dengan 6 orang tersangka. Para pelaku diduga melakukan penyalahgunaan niaga dan/atau pembelian BBM bersubsidi untuk ditampung dan kemudian dijual kembali kepada pihak yang tidak berhak, termasuk untuk kebutuhan tambang ilegal. Barang bukti yang diamankan berupa 7 unit mobil, 42 jerigen berisi 450 liter solar, 3 jerigen berisi 60 liter Pertalite, 6 pelat nomor, serta 1 unit mesin pompa hisap.

Sementara itu, Polres Bulukumba mengungkap 1 laporan polisi dengan 1 orang tersangka. Modus yang dilakukan yaitu menampung dan mengangkut BBM tanpa izin untuk kemudian dijual kembali kepada pihak yang tidak berhak. Dari perkara tersebut diamankan 1 unit mobil, 25 jerigen berisi 825 liter Pertalite, 25 jerigen berisi 750 liter solar, 2 jerigen berisi 20 liter Pertalite, 53 jerigen kosong, serta 1 alat penghisap BBM.

Adapun Polres Selayar mengungkap 1 laporan polisi dengan 1 orang tersangka dengan modus menampung BBM bersubsidi dalam jumlah besar untuk kemudian dijual kembali tanpa izin kepada konsumen yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Barang bukti yang diamankan berupa 1 unit mobil tangki berisi 4.000 liter solar.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 55 Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana diubah dengan Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja juncto Pasal 56 KUHP. Para tersangka terancam pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp60 miliar.

Selain melakukan pengungkapan perkara, Polda Sulsel dan jajaran hingga saat ini masih terus melakukan langkah-langkah preventif dengan menempatkan personel di sejumlah SPBU selama 24 jam untuk melaksanakan pemantauan dan pengamanan.

“Manakala masih kita temukan pelanggaran-pelanggaran, kita akan melaksanakan upaya penegakan hukum. Maksud dan tujuan kami tetap menjaga situasi kamtibmas yang tetap kondusif,” tegas Kapolda.

Polda Sulsel juga terus memperkuat koordinasi dan sinergi bersama pemerintah daerah, PT Pertamina, TNI, serta stakeholder terkait dalam menyikapi situasi yang berkembang di tengah masyarakat, khususnya berkaitan dengan ketersediaan dan distribusi BBM.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Selatan Andi Kasman menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian dan seluruh stakeholder yang telah bersama-sama menangani berbagai persoalan terkait distribusi BBM di Sulawesi Selatan.

“Kami dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus berkoordinasi dengan kepolisian dan Pertamina. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada jajaran kepolisian serta seluruh stakeholder yang terkait dalam penanganan persoalan, khususnya di Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Executive General Manager Regional Sulawesi Selatan PT Pertamina Patra Niaga Deny Sukendar. Ia menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Sulsel dan seluruh jajaran atas upaya penegakan hukum, khususnya di bidang minyak dan gas bumi.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Sulsel dan seluruh jajaran di Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan atas upaya-upaya penegakan hukum, khususnya di bidang migas. Kami berkoordinasi selama ini dan bersinergi, khususnya dalam penyaluran BBM dan juga LPG di wilayah Sulawesi Selatan,” ungkapnya.

Deny menambahkan, BBM dan LPG merupakan komoditas yang sangat penting bagi masyarakat sehingga penyalurannya menjadi tanggung jawab bersama agar dapat diterima masyarakat secara tepat.

Di akhir keterangannya, Polda Sulawesi Selatan mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying atau pembelian BBM secara berlebihan akibat adanya informasi maupun isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Wujudkan Lingkungan Pemasyarakatan yang Sehat, Lapas Parepare kembali Gelar Program Rutin Cek Kesehatan Gratis

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Parepare kembali melaksanakan program rutin Cek Kesehatan Gratis sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap kesehatan di lingkungan pemasyarakatan. Kegiatan dilaksanakan di Tribun Lapas Parepare dan diikuti oleh petugas Lapas Parepare, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), serta pengunjung atau pembesuk.

Pelaksanaan cek kesehatan gratis dilakukan oleh perawat dari Klinik Pratama Pengayoman Lapas Parepare dan peserta maganghub kemnaker yang bertugas sebagai perawat, perawat kesehatan, psikologi, dan psikiater. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara langsung sebagai langkah deteksi dini sekaligus mengetahui kondisi kesehatan masing-masing.

Program ini dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari upaya preventif dan promotif Klinik Pratama Pengayoman dalam mendukung pemenuhan hak kesehatan di lingkungan Lapas Parepare. Tidak hanya ditujukan kepada WBP, layanan ini juga menyasar petugas dan pengunjung pembesuk sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat dan peduli terhadap kesehatan.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan dengan mekanisme pelayanan yang teratur. Peserta datang ke lokasi pemeriksaan di Tribun Lapas Parepare, kemudian mendapatkan pelayanan dari petugas kesehatan sesuai kebutuhan pemeriksaan. Perawat juga memberikan arahan dan informasi kesehatan kepada peserta sebagai bagian dari edukasi untuk menjaga kondisi tubuh dan menerapkan pola hidup sehat.

Kepala Lapas Kelas IIA Parepare, Marten, Bc.IP., S.H., M.H., menyampaikan bahwa kesehatan merupakan salah satu aspek penting yang harus mendapatkan perhatian dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan pemasyarakatan.

“Program cek kesehatan gratis ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap kesehatan seluruh pihak yang berada di lingkungan Lapas Parepare. Kami berharap kegiatan rutin ini dapat membantu mendeteksi kondisi kesehatan lebih awal sekaligus meningkatkan kesadaran petugas, warga binaan, dan pengunjung untuk selalu menjaga kesehatan,” ujar Kalapas.

Lebih lanjut, Kalapas mengapresiasi jajaran Klinik Pratama Pengayoman yang secara konsisten melaksanakan program kesehatan bagi warga binaan maupun pihak lainnya. Menurutnya, pelayanan kesehatan yang mudah diakses menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan Lapas yang aman, sehat, dan kondusif.

Melalui pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis secara rutin, Lapas Parepare terus berupaya menghadirkan pelayanan yang humanis dan responsif. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dalam mengetahui kondisi kesehatan peserta, tetapi juga mendorong terbentuknya kesadaran bersama bahwa menjaga kesehatan merupakan tanggung jawab setiap individu.

PAM Tirta Karajae Siap Distribuasikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak, Ini Cara Cek Kebocoran Mandiri

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Perusahaan Daerah Air Minum (PAM) Tirta Karajae Kota Parepare menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. PAM Tirta Karajae memastikan siap mengantarkan pasokan air bersih langsung kepada pelanggan yang mengalami gangguan distribusi.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur PAM Tirta Karajae Kota Parepare, Dr. Abdul Azis, S.E., M.Ak., saat menjadi narasumber dalam kegiatan dialog publik “Ngopi Berjamaah” di Parepare, Jumat (04/09/26).

“Silakan berkabar, nanti akan kami antarkan kepada mereka yang terdampak. Pelaporannya silakan menghubungi nomor layanan pelanggan,” ujar Abdul Azis.

Selain menjamin kesiapan distribusi air, Abdul Azis juga membagikan tips sederhana bagi pelanggan untuk mendeteksi secara mandiri apakah terdapat kebocoran pipa di area rumah.

Langkah pertama, pelanggan diimbau untuk menutup seluruh kran air yang berada di dalam rumah setelah melewati meteran air. Setelah itu, buka kran air yang berada tepat di depan meteran.

“Ketika jarum atau angka di meteran air tetap berputar saat kran dalam rumah ditutup, maka hampir pasti ada kebocoran pada instalasi pipa di dalam rumah. Itu cara sederhana untuk mengetahuinya,” pungkasnya.

Masyrakat yang mengalami kendala distribusi air diimbau segera melapor melalui kontak layanan pelanggan resmi PAM Tirta Karajae agar bantuan air bersih dapat segera diproses.

Bulog Parepare Pastikan Stok dan Harga Beras Stabil Lewat SPHP serta Bantuan Pangan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Perum Bulog Kantor Cabang Parepare menegaskan komitmennya dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pangan pokok di wilayah Kota Parepare. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan *Ngopi Berjamaah* yang berlangsung pada Jumat (11/09/26) malam.

Wakil Pemimpin Cabang (Waka Pincab) Perum Bulog Parepare, Muhammad Fadrin Ardinata, hadir mewakili Pemimpin Cabang yang tengah menghadiri rapat koordinasi terkait ketersediaan stok di Kantor Wilayah Makassar.

Dalam pemaparannya, Fadrin menjelaskan realisasi penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta program bantuan pangan gratis dari pemerintah pusat yang tengah berjalan. Penyaluran ini merujuk pada instruksi Badan Pangan Nasional (Bapanas).

“Beras SPHP berperan penting untuk menstabilkan harga di pasaran. Sementara itu, program bantuan pangan yang dibagikan secara gratis kepada warga terdata bertujuan untuk menjaga kebutuhan pangan rumah tangga,” ujar Fadrin.

Ia menambahkan, intervensi ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam menekan angka inflasi, khususnya dari komoditas beras, sehingga kebutuhan harian masyarakat tetap terpenuhi dengan baik.

Daya Mampu Menurun dan Beban Puncak Tinggi, PLN Ungkap Alasan Pemadaman Bergilir 4 Jam di Sulbagsel

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Sistem kelistrikan di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara (Sulbagsel) saat ini tengah mengalami tekanan berat akibat defisit daya operasional. Hal ini berdampak pada dilakukannya manajemen beban atau pemadaman listrik secara bergilir di berbagai daerah, termasuk Kota Parepare.

Assistant Manager Jaringan dan Konstruksi PLN, Andi Selle, menjelaskan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara total daya terpasang dengan daya mampu riil pembangkit di lapangan. Secara akumulatif, daya terpasang di sistem Sulbagsel mencapai sekitar 2.900 Megawatt (MW), namun daya mampu riilnya saat ini turun menjadi hanya sekitar 1.800 MW.

“Ibarat sepeda motor, di spidometer tertulis bisa lari hingga 200 km/jam, tetapi di lapangan paling hanya bisa sampai 120 km/jam. Seperti itulah daya mampu kita. Daya terpasang kita di seluruh Sulbagsel sebenarnya ada 2.900 MW, namun daya mampunya saat ini hanya sekitar 1.800 MW,” ujar Andi Selle, Kamis (10/09/26).

Di sisi lain, tingkat konsumsi masyarakat atau beban puncak listrik di wilayah Sulbagsel kini melonjak tinggi hingga mencapai 1.829 MW. Angka ini telah melampaui batas daya mampu sistem, di mana lonjakan beban puncak kini terjadi merata sepanjang hari.

“Saat ini beban puncak kita sudah sangat tinggi, mencapai 1.829 MW. Dulu beban puncak hanya terjadi pada malam hari, tetapi sekarang siang maupun malam kondisinya sama-sama tinggi,” ungkapnya.

Kondisi ini makin diperberat dengan adanya penurunan kapasitas (derating) pada beberapa pembangkit utama akibat faktor cuaca. Salah satunya adalah PLTA Poso yang kapasitasnya menurun dari 500 MW menjadi hanya 300 MW. Manajemen air terpaksa dilakukan pada siang hari untuk menampung pasokan agar bisa memenuhi kebutuhan beban puncak pada malam hari. Meskipun perbaikan pada sistem Jeneponto sebesar 250 MW telah rampung pada 5 September lalu, kendala debit air di PLTA Bakaru juga turut memengaruhi stabilitas pasokan.

Terkait durasi pemadaman bergilir yang berlangsung hingga 4 jam, Andi Selle menegaskan bahwa manajemen PLN sejatinya telah berupaya menawar agar durasi pemadaman bisa dipangkas.

“Sebenarnya kami dan General Manager (GM) sangat ngotot meminta agar pemadaman cukup 2 jam saja. Namun, sistem kita ini terinterkoneksi ke seluruh wilayah Sulbagsel, mulai dari Kendari, Mamuju, hingga wilayah selatan. Parepare mendapatkan kuota pemadaman beban sekitar 3,5 MW per hari,” jelas Andi Selle.

Ia mengungkapkan, jika opsi 2 jam dipaksakan dengan kuota beban yang ada, pelanggan di penyulang yang sama berisiko mengalami pemadaman hingga dua kali dalam sehari (pagi/siang dan malam). Hal tersebut dinilai akan makin menyulitkan dan memperkeruh aktivitas masyarakat.

“Kalau dibuat 2 jam, pelanggan bisa kena dua kali pemadaman dalam sehari—pagi kena, malam kena lagi. Itu tentu makin memperkeruh suasana dan memberatkan masyarakat. Maka dari itu, skema 4 jam sekali padam merupakan pilihan yang paling optimal untuk membagi beban secara adil,” pungkasnya.

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare