25.9 C
Pare-Pare
Sabtu, Oktober 24, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 29

Pohon Tumbang Ganggu Jalan di Lapadde, Polsek Ujung Pastikan Penanganan Cepat

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Sebuah pohon tumbang menutup badan Jalan Ambo Matti, Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, , Rabu (16/09/26).

Pohon yang melintang di badan jalan tersebut sempat menghambat arus kendaraan dan menyebabkan akses pengguna jalan terganggu. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Informasi mengenai pohon tumbang diketahui setelah seorang warga, Sahid (49), melihat batang pohon melintang ketika hendak melintas di lokasi sekitar.

Menurut keterangan warga di lokasi, kondisi pohon sebelumnya sudah cukup rapuh. Bagian akar dinilai tidak lagi mampu menopang batang, sehingga menjadi rawan tumbang ketika diterpa angin kencang.

Respons terhadap kejadian tersebut berlangsung cepat. Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Parepare langsung melakukan evakuasi.

Petugas memotong batang serta membersihkan dahan yang menutup badan jalan menggunakan tiga mesin pemotong. Langkah tersebut dilakukan agar akses kendaraan dapat kembali digunakan dengan aman.

Penanganan kemudian berlanjut pada jaringan penerangan. Tim UPTD PJU Kota Parepare tiba di lokasi untuk menangani kabel dan lampu yang terdampak pohon tumbang.

Akibat kejadian itu, satu tiang lampu penerangan peduli lingkungan patah. Selain itu, satu tiang beton milik PLN mengalami kemiringan.

Kerugian materi akibat insiden tersebut diperkirakan mencapai Rp1 juta. Namun, tidak ada laporan korban meninggal dunia maupun luka-luka.

Kapolsek Ujung AKP Sukri Abdullah mengatakan pihaknya melakukan pemantauan bersama instansi terkait hingga kondisi di lokasi kembali aman.

“Kami memastikan penanganan pohon tumbang dilakukan dengan cepat agar akses jalan kembali normal dan masyarakat dapat melintas dengan aman,” ujar Sukri.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di kawasan yang memiliki pepohonan tua atau berpotensi tumbang, terutama ketika kondisi cuaca disertai angin kencang.

Masyarakat juga dapat melaporkan pohon yang dinilai membahayakan lingkungan atau pengguna jalan kepada pihak terkait sebelum berpotensi menimbulkan gangguan maupun kerusakan.

Bhabinkamtibmas Kampung Pisang Melayat Warga, Polisi Hadir di Tengah Duka Masyarakat

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak selalu berbicara soal penanganan gangguan keamanan. Dalam suasana duka, kepedulian dan empati juga menjadi bagian dari pelayanan kepada warga.

Hal itu ditunjukkan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Pisang, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, Aipda Abbas, saat melayat ke rumah salah satu warga binaannya yang meninggal dunia karena sakit, Kamis (17/09/26).

Aipda Abbas mendatangi rumah duka di Jalan Surya Manggu, RT 01/RW 05, Kelurahan Kampung Pisang, sekitar pukul 09.30 WITA. Kedatangannya untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan moral kepada keluarga yang sedang berduka.

Almarhum diketahui bernama Ruslan bin Antong. Di tengah suasana kehilangan, kehadiran Bhabinkamtibmas menjadi bentuk kepedulian Polri terhadap warga yang selama ini menjadi bagian dari wilayah binaannya.

Selain menyampaikan ucapan duka, Aipda Abbas turut mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Pendekatan semacam ini menjadi bagian dari pola komunikasi Bhabinkamtibmas dengan masyarakat. Polisi tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan keamanan, tetapi juga berusaha membangun kedekatan melalui interaksi langsung dalam berbagai situasi sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Aipda Abbas juga membuka ruang komunikasi dengan keluarga dan warga yang hadir. Masyarakat dapat menyampaikan informasi, saran maupun persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban lingkungan.

Kehadiran polisi di tengah warga diharapkan membuat komunikasi antara masyarakat dan kepolisian berjalan lebih terbuka. Dengan begitu, berbagai potensi gangguan keamanan dapat diketahui lebih awal dan ditangani secara bersama-sama.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Nusantara IPTU Suardi, SE, mengatakan kehadiran personel di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya membangun hubungan yang dekat antara Polri dan warga.

“Polri harus hadir sebagai sahabat dan teman masyarakat. Bukan hanya ketika ada persoalan, tetapi juga saat warga membutuhkan dukungan dan kepedulian,” ujar IPTU Suardi.

Menurutnya, komunikasi langsung dengan masyarakat juga penting untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif. Masukan dari warga dapat menjadi bahan evaluasi bagi kepolisian dalam meningkatkan kualitas pelayanan.

Pendekatan kepada masyarakat dinilai penting karena keamanan lingkungan tidak hanya bergantung pada keberadaan polisi. Partisipasi warga dalam menjaga ketertiban menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

Karena itu, dalam interaksi dengan warga, Bhabinkamtibmas juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan lingkungan dan memperhatikan aktivitas di sekitar tempat tinggal.

Pesan tersebut disampaikan secara persuasif agar warga tetap memiliki kepedulian terhadap kondisi lingkungan masing-masing.

Kehadiran Aipda Abbas di rumah duka pun memperlihatkan sisi lain tugas Bhabinkamtibmas. Di balik seragam kepolisian, ada ruang untuk membangun hubungan sosial, mendengar warga, sekaligus menjaga komunikasi agar tetap terbuka.

Bagi keluarga yang sedang kehilangan, kehadiran sederhana seperti menyampaikan belasungkawa dan doa dapat menjadi bentuk dukungan moral yang berarti.

Sementara bagi kepolisian, kedekatan tersebut menjadi modal sosial untuk membangun keamanan dari lingkungan paling dekat dengan masyarakat.

“Ketika komunikasi antara polisi dan masyarakat terjalin baik, berbagai informasi mengenai situasi lingkungan akan lebih mudah diterima. Itu yang terus kami dorong,” kata IPTU Suardi.

Bukan Sekadar Polisi, Aiptu Arif Ikut Bersihkan Masjid Bersama komunitas Bersih-bersih Masjid

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Ada yang menarik di balik rutinitas membersihkan Masjid Baitul Jamil, Jalan Bau Massepe, Sumpang Minangae, Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat, Parepare, Sabtu (12/09/26) pagi.

Di antara para relawan yang datang membawa perlengkapan kebersihan, tampak Aiptu Muhammad Arif, PS Kanit Propam Polsek Soreang Polres Parepare. Ia ikut menyapu, mengepel lantai, merapikan karpet hingga membersihkan mimbar kayu tempat khatib menyampaikan khutbah.

Bagi Aiptu Arif, aktivitas tersebut bukan kegiatan yang baru dikenalnya. Ia telah ikut dalam gerakan Bersih-Bersih Masjid bersama komunitas tersebut selama kurang lebih empat tahun.

Selama itu pula, ia menjadi bagian dari aktivitas sosial yang digelar rutin setiap Sabtu pagi. Kali ini, kegiatan memasuki pekan ke-366 dengan Masjid Baitul Jamil sebagai sasaran.

“Kurang lebih sudah empat tahun saya ikut bersama komunitas ini. Bagi saya, kegiatan seperti ini sederhana, tetapi manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Aiptu Muhammad Arif.

Ia mengatakan, membersihkan masjid bukan semata-mata pekerjaan fisik. Ada kepedulian dan kebersamaan yang ikut dibangun ketika masyarakat bersama-sama merawat rumah ibadah.

Menurut Aiptu Arif, keterlibatan dalam kegiatan sosial seperti ini juga menjadi cara untuk membangun kedekatan dengan masyarakat di luar tugas kepolisian sehari-hari.

“Kita tidak hanya hadir ketika ada persoalan. Kalau ada kegiatan positif di tengah masyarakat, tentu kita juga ingin ikut mengambil bagian,” katanya.

Ia berharap kegiatan Bersih-Bersih Masjid dapat terus berjalan dan semakin banyak masyarakat yang terlibat.

Komunitas Bersih-Bersih Masjid Kota Parepare telah menjalankan kegiatan tersebut hingga pekan ke-366.

Setiap Sabtu mulai pukul 07.30 Wita, para relawan secara bergiliran mendatangi masjid-masjid di Kota Parepare, termasuk sejumlah masjid di wilayah perbatasan.

Jargon “Bersih Masjidnya, Bersih Hatinya” menjadi semangat yang dibawa dalam kegiatan tersebut.

Pekan ke-366 kali ini berlangsung di Masjid Baitul Jamil. Tidak ada pekerjaan yang terlalu kecil. Menyapu lantai, mengepel, merapikan karpet hingga membersihkan mimbar menjadi bagian dari upaya bersama menjaga kenyamanan rumah ibadah.

Konsistensi selama ratusan pekan membuat gerakan ini tidak lagi sekadar kegiatan bersih-bersih biasa. Ia telah menjadi kebiasaan sosial yang mempertemukan relawan dari berbagai latar belakang untuk melakukan hal sederhana dengan manfaat yang langsung dirasakan.

Bagi Aiptu Arif, empat tahun keterlibatan tersebut menjadi pengingat bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu harus dilakukan melalui pekerjaan besar.

Kadang, cukup dengan datang pada Sabtu pagi, memegang sapu, mengangkat karpet, atau membersihkan bagian masjid yang luput dari perhatian.

“Selama masih diberi kesempatan dan kemampuan, insyaallah saya akan terus ikut. Yang penting masjid bersih, jemaah nyaman, dan kegiatan ini bisa terus berjalan,” ujarnya.

Dari Masjid Baitul Jamil, gerakan itu kembali meninggalkan hasil yang sederhana tetapi nyata: ruang ibadah yang lebih bersih dan nyaman, serta semangat gotong royong yang terus dijaga hingga pekan ke-366.

Bawaslu Parepare Hadiri Bedah Buku Seri I, Ketua Soroti Kompleksitas Regulasi Pemilu

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Ketua Bawaslu Kota Parepare, Muh. Zainal Asnun, bersama Anggota Bawaslu Kota Parepare, Susilawati, menghadiri kegiatan Bedah Buku Seri I yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Parepare di Media Center KPU Kota Parepare, Kamis (17/09/26). Sementara itu, Anggota Bawaslu Kota Parepare, Fadly Azis, mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom.

Kegiatan bedah buku tersebut mengangkat buku berjudul Kerumitan Teknis Pemilu di Indonesia, karya Rusdianto Sudirman, S.H., M.H., akademisi dan praktisi hukum tata negara yang aktif dalam penelitian serta advokasi isu kepemiluan di Indonesia.

Dalam diskusi tersebut, Ketua Bawaslu Kota Parepare, Muh. Zainal Asnun, menyampaikan pandangannya mengenai regulasi kepemiluan yang masih memerlukan berbagai penyempurnaan. Menurutnya, sejumlah ketentuan dalam undang-undang pemilu perlu dikaji kembali agar dapat mendukung pelaksanaan pengawasan dan penanganan pelanggaran secara lebih efektif.

“Regulasi undang-undang pemilu masih banyak yang perlu diperbaiki, seperti waktu untuk penanganan pelanggaran, pasal-pasal pidana, serta kerumitan aturan terkait data pemilih,” ujar Zainal Asnun dalam tanggapannya.

Ia menyoroti sejumlah aspek regulasi, khususnya batas waktu penanganan pelanggaran yang perlu menjadi perhatian, ketentuan pidana pemilu, serta aturan mengenai data pemilih yang memiliki kompleksitas tersendiri dalam pelaksanaannya.

Persoalan tersebut menjadi bagian dari dinamika penyelenggaraan pemilu yang memerlukan perhatian dan evaluasi secara berkelanjutan. Penyempurnaan regulasi diharapkan dapat memberikan kejelasan hukum serta mendukung pelaksanaan tugas penyelenggara pemilu, termasuk dalam aspek pengawasan dan penanganan pelanggaran.

Rusdianto Sudirman, S.H., M.H. dikenal sebagai akademisi dan praktisi hukum tata negara yang aktif meneliti serta memberikan advokasi dalam isu-isu kepemiluan di Indonesia. Saat ini, ia mengajar di STAIN Parepare dan terlibat dalam berbagai diskusi serta penelitian hukum terkait pemilu dan demokrasi. Tulisan-tulisannya juga telah dimuat di media nasional dan jurnal akademik.

Melalui kegiatan bedah buku ini, peserta memperoleh ruang untuk mendiskusikan berbagai persoalan hukum dan teknis kepemiluan, termasuk tantangan dalam penerapan regulasi. Kehadiran Bawaslu Kota Parepare menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan serta membangun dialog antarlembaga dan pemangku kepentingan kepemiluan.

DPRD dan Pemkot Parepare Sepakati Nota Kesepakatan KUA-PPAS TA 2027, Proyeksi Belanja Capai Rp986 Miliar

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — DPRD Kota Parepare resmi menyetujui dan menandatangani Nota Kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027 bersama Pemerintah Kota Parepare. Kesepakatan tersebut disahkan dalam Rapat Paripurna yang digelar di Ruang Rapat DPRD Kota Parepare, Senin (14/09/26).

Laporan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Parepare dibacakan langsung oleh Wakil Ketua II DPRD Kota Parepare, Muh. Yusuf Lapanna. Dalam pemaparannya, Yusuf menekankan pentingnya menjaga konsistensi pelaksanaan pembangunan agar target RPJMDR 2025–2030 dapat tercapai.

“Konsistensi pelaksanaan pembangunan perlu dijaga untuk memastikan tercapainya target yang telah ditetapkan, terutama pencapaian program kerja prioritas dalam RPJMD Kota Parepare 2025–2030,” ujar Yusuf Lapanna.

Dalam struktur rancangan KUA-PPAS TA 2027, Pendapatan Daerah diproyeksikan sebesar Rp961.575.176.659. Angka tersebut bersumber dari:

Pendapatan Asli Daerah (PAD): Rp335.456.558.999

Pajak Daerah: Rp81.406.311.800

Retribusi Daerah: Rp11.594.980.000

Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan: Rp10.100.000.000

Lain-lain PAD yang Sah: Rp232.355.267.199

Pendapatan Transfer: Rp626.118.617.660

Transfer Pemerintah Pusat: Rp517.199.009.000

Transfer Antardaerah: Rp108.919.608.660

Sementara itu, Belanja Daerah diproyeksikan mencapai Rp986.075.176.659, yang dialokasikan untuk:

Belanja Operasi: Rp865.279.551.073

Belanja Modal: Rp106.247.390.389

Belanja Tidak Terduga: Rp10.000.000.000

Dengan selisih antara pendapatan dan belanja daerah, postur anggaran mengalami defisit sebesar Rp24,5 miliar. Defisit tersebut rencananya akan ditutupi secara penuh melalui pembiayaan netto daerah, di mana Penerimaan Pembiayaan diproyeksikan sebesar Rp25 miliar dan Pengeluaran Pembiayaan sebesar Rp500 juta.

Banggar DPRD Kota Parepare memberikan sejumlah catatan strategis bagi Pemerintah Kota Parepare, di antaranya:

Prinsip Pengelolaan Keuangan: Pengelolaan belanja daerah wajib menerapkan asas tahunan, universalitas, kesatuan, dan spesialitas, serta akuntabilitas berbasis kinerja.

Akselerasi PAD: Pemkot diminta segera melakukan akselerasi digitalisasi retribusi dan intensifikasi pajak sesuai Perda No. 12 Tahun 2023 untuk meminimalkan kebocoran anggaran.

Pengawalan SiLPA: Mengawal realisasi SiLPA tahun berjalan agar target penerimaan pembiayaan Rp25 miliar dapat terpenuhi secara riil untuk menutup defisit.

Koordinasi Alokasi Dana: Mendorong koordinasi aktif dengan Pemerintah Pusat dan Provinsi terkait kepastian alokasi DAK serta Dana Bagi Hasil (DBH).

Parepare Bersiap Jadi Lokomotif Perubahan Lewat Dialog Kebangsaan

0

PAREPARE, RADIOMESRA — Aliansi Masyarakat Sipil menggelar rapat pemantapan persiapan Dialog Nasional sekaligus peringatan Milad ke-60 di D’Lima Cafe, Parepare, Rabu (16/09/26). Kegiatan berskala nasional ini rencananya dilaksanakan pada 26 September mendatang di Hotel Bugis, Parepare.

Ketua Panitia Dialog Kebangsaan, H. Muhlis Abdullahi, menjelaskan bahwa forum ini diinisiasi sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi bangsa yang dinilai sedang tidak baik-baik saja. Dialog ini dirancang untuk menghimpun elemen masyarakat sipil, LSM, akademisi, hingga mahasiswa.

“Kami kumpul hari ini untuk mempermantap persiapan. Isu utama yang akan dibahas mengusung tema Mengurai Kegelapan untuk Indonesia Baru. Ini berangkat dari keprihatinan kita terhadap maraknya korupsi dan persoalan tata kelola kepemimpinan saat ini,” ujar Muhlis.

Dialog Kebangsaan tersebut dijadwalkan menghadirkan empat tokoh sebagai narasumber, yaitu Said Didu, Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung, praktisi podcast Sukur Mandar, serta Ketua Presidium KAHMI Sulawesi Selatan Prof. Dr. Mustari Mustafa.

Muhlis menambahkan, pemilihan lokasi di Hotel Bugis diputuskan setelah beberapa alternatif tempat lain, seperti Auditorium IAIN Parepare, Gedung Ainun, Islam Center, hingga Universitas Muhammadiyah (UM) Parepare, tidak memungkinkan karena berbenturan dengan agenda lain.

Sementara itu, Sekretaris Panitia Dialog Kebangsaan, Gustam, mengungkapkan bahwa kesiapan teknis acara saat ini telah mencapai sekitar 70 persen, khususnya dari sisi administrasi.

“Dalam waktu dekat kami menyurat secara resmi kepada keempat narasumber, serta melayangkan surat pemberitahuan ke Polres Parepare dan Wali Kota Parepare untuk memberikan sambutan tunggal. Kami juga mengundang jajaran Forkopimda Plus,” terang Gustam.

Panitia menargetkan jumlah peserta yang hadir berkisar antara 250 hingga 300 orang, yang terdiri atas perwakilan lembaga, ormas, OKP, wartawan, dan elemen mahasiswa se-Kota Parepare.

“Kami ingin Parepare menjadi lokomotif perubahan dan percontohan gerakan kritis masyarakat sipil, mengingat kota ini memiliki rekam jejak melahirkan tokoh nasional seperti Presiden RI ke-3, B.J. Habibie,” pungkas Gustam.

Penyaluran BBM di Makassar dan Sekitarnya Berjalan Kondusif

0

MAKASSSAR, RADIOMESRA. COM – Kondisi penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar dan wilayah sekitar, yakni Kabupaten Gowa, Takalar, dan Maros, saat ini terpantau kondusif. Aktivitas pengisian BBM di SPBU berjalan dengan lebih tertib dan antrean kendaraan tidak lagi mengganggu arus lalu lintas di sekitar SPBU.

Kondisi tersebut merupakan hasil dari sinergi yang terus dilakukan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum (APH) setempat. Koordinasi di lapangan dilakukan untuk memantau kondisi penyaluran sekaligus memastikan pelayanan BBM kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik.

Di sisi lain, Pertamina terus menjaga keberlanjutan penyaluran BBM dengan mendistribusikan pasokan secara rutin ke lembaga penyalur. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap dapat dilayani dan distribusi BBM berjalan sesuai dengan kondisi kebutuhan di masing-masing wilayah.

Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya Wibowo, mengatakan kondisi SPBU di Makassar dan wilayah sekitar saat ini telah menunjukkan perkembangan yang lebih kondusif. Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari koordinasi bersama berbagai pihak di lapangan.

“Kondisi penyaluran BBM di Makassar, Gowa, Takalar, dan Maros saat ini sudah lebih kondusif. Ini tentu merupakan hasil kerja bersama antara Pertamina, pemerintah daerah, dan APH yang terus berkoordinasi dan melakukan pemantauan di lapangan,” ujar Okky.

Okky menambahkan, Pertamina tidak hanya melakukan pemantauan di SPBU, tetapi juga memastikan penyaluran BBM ke lembaga penyalur terus berjalan secara berkelanjutan. Distribusi dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi di lapangan.

“Dari sisi Pertamina, kami terus berupaya menjaga agar penyaluran BBM berjalan secara berkelanjutan. Distribusi ke lembaga penyalur terus kami lakukan dan kondisi di lapangan terus kami monitor. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan APH apabila terdapat dinamika dalam penyaluran,” tambah Okky.

Pertamina mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dan APH yang bersama-sama menjaga ketertiban di sekitar SPBU. Sinergi tersebut diharapkan dapat terus berjalan sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin baik dan aktivitas pengisian BBM dapat berlangsung secara tertib.

Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan mengikuti arahan petugas di SPBU. Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembelian secara berlebihan agar penyaluran BBM dapat berjalan dengan baik dan masyarakat lainnya tetap mendapatkan pelayanan.

Informasi maupun pengaduan terkait produk dan layanan Pertamina dapat disampaikan melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135 yang melayani pelanggan selama 24 jam.

Media Contact

Okky Aditya Wibowo
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi

Wakili Kapolres, Wakapolres Parepare Hadiri Tudang Sipulung Musim Tanam 2026/2027

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM.— Wakapolres Parepare menghadiri kegiatan Tudang Sipulung, Tudang Laongruma Musim Tanam 2026/2027 di Rumah Kembar Jalan Jenderal Muhammad Yusuf Kelurahan Wattang Bacukiki Kecamatan Bacukiki Kota Parepare, Rabu (16/09/26).

Kegiatan diselenggarakan oleh Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Parepare sebagai forum musyawarah tradisional menjelang musim tanam untuk menyatukan persepsi antara pemerintah, petani dan stakeholder dalam meningkatkan hasil pertanian.

Dihadiri Walikota Parepare H. Tasming Hamid, S.E., M.H, Wakapolres Parepare, yang mewakili Dandim 1405/Parepare Kapten Inf Nurhena, yang mewakili Kajari Parepare Ainun, S.H, yang mewakili Ketua PN Parepare, Kepala BPS Dian Ernawati, S.ST., M.AP, Pimpinan Bulog, BPJS Ketenagakerjaan, Bank Sulselbar, BRMP Umbi Parepare, para staf ahli Pemkot, para Kepala OPD, Direktur RSUD, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Camat, Lurah dan para penyuluh pertanian.

Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan penyerahan santunan Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp 42.000.000 kepada Ibu Hasnawati ahli waris Almarhum Abdul Rahman anggota Poktan Cemara Kel. Lemoe, penyerahan kartu aktif kepada Bapak Farman Tapa Ketua Poktan Masagenae, serta bantuan atensi kebutuhan dasar lansia kepada Bapak Lagimpe dan Ibu Saya Bundung.

Wakapolres Parepare Kompol Saharuddin, S.H., M.H., M.Si yang mewakili Kapolres Parepare mengatakan bahwa Polres Parepare sangat mendukung pelaksanaan Tudang Sipulung sebagai kearifan lokal yang memiliki nilai strategis dalam menjaga ketahanan pangan.

“Kami dari Polres Parepare sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan Tudang Sipulung, Tudang Laongruma ini. Ini bukan hanya sekedar tradisi, tetapi merupakan forum musyawarah yang sangat penting untuk menyatukan persepsi antara pemerintah, petani, dan seluruh stakeholder dalam menghadapi musim tanam 2026/2027,” ujarnya

Ia menambahkan, Polri melalui peran Bhabinkamtibmas dan Babinsa akan terus mengawal dan mendampingi para petani di lapangan.

“Kehadiran Polri di sini adalah bentuk komitmen kami untuk mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah. Kami akan mengawal mulai dari proses tanam hingga panen agar berjalan aman dan lancar. Bhabinkamtibmas kami yang ada di setiap kelurahan akan bersinergi dengan penyuluh pertanian untuk memberikan pendampingan kepada kelompok tani,” jelasnya.

Terkait bantuan jaminan sosial bagi petani, Wakapolres menilai hal tersebut sebagai bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap kesejahteraan petani.

“Kami turut berbahagia dengan adanya penyerahan santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris petani. Ini menunjukkan bahwa negara hadir untuk melindungi petani kita. Kami berharap program ini terus berlanjut sehingga petani merasa aman dan terlindungi saat bekerja,” tambahnya.

Wakapolres berharap musim tanam tahun ini dapat memberikan hasil yang maksimal dan situasi kamtibmas di wilayah Kota Parepare tetap kondusif.

“Semoga musim tanam 2026/2027 ini membawa berkah, hasil panen melimpah dan kesejahteraan petani di Kota Parepare semakin meningkat. Polres Parepare siap menjaga agar seluruh rangkaian pertanian berjalan dalam situasi yang aman dan kondusif,” tutup perwira berpangkat bunga melati

Soal Kontrak Menara Seluler Mitratel, Komisi I DPRD Parepare Fasilitasi RDP Aspirasi Warga Cappa Galung

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Parepare melalui Komisi I menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait keberadaan menara/tower seluler milik PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel), anak perusahaan PT Telkom Indonesia, pada Rabu (16/09/26).

RDP yang dipimpin oleh Ketua Komisi I DPRD Parepare, Dr. H. Kamaluddin Kadir, ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat serta peninjauan langsung (on the spot) di lapangan, khususnya di wilayah RT 02 / RW 04, Kelurahan Cappa Galung (belakang SMA Negeri 2 Parepare).

Kamaluddin menyampaikan bahwa terdapat sekitar 13 kepala keluarga yang bermukim tepat di bawah area menara tersebut. Permasalahan mengemuka setelah masa kontrak pertama berdurasi 15 tahun telah usai, namun kewajiban perusahaan kepada warga belum dipenuhi secara utuh.

“Pada perjanjian kontrak pertama 15 tahun lalu, ada beberapa poin kesepakatan kewajiban perusahaan, seperti pemeriksaan kesehatan gratis, perbaikan sarana umum, kompensasi, hingga dana Corporate Social Responsibility (CSR). Namun hingga masuknya perpanjangan kontrak kedua, kewajiban tersebut belum dipenuhi,” ujar Kamaluddin.

Lebih lanjut, Kamaluddin menyoroti perpanjangan kontrak kedua yang dilakukan secara sepihak antara pemilik lahan dan pihak Mitratel tanpa melibatkan masyarakat terdampak maupun pihak pemerintah setempat.

Selain persoalan kewajiban CSR, warga juga mengkhawatirkan kelaikan struktur bangunan menara. Sesuai regulasi, Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dan keandalan bangunan tower wajib diperiksa secara berkala setiap 5 tahun sekali guna memitigasi risiko kecelakaan.

“Warga juga mengeluhkan dampak gangguan teknis dan potensi radiasi, kebingisan, hingga kerusakan alat elektronik rumah tangga akibat posisi tower yang sangat berdekatan dengan permukiman,” tambahnya.

Meskipun pihak Mitratel menjamin bahwa kerusakan akibat faktor alam (cuaca maupun pergeseran tanah) serta insiden kecelakaan sudah dilindungi oleh asuransi, beberapa kewajiban mendasar masih belum disepakati. Antara lain penetapan nilai kompensasi rupiah, pemeriksaan kesehatan berkala, perbaikan sarana umum, CSR, hingga kejelasan ganti rugi kelebihan lahan seluas 40 cm x 15 cm yang dijanjikan sebesar Rp500 ribu namun belum dibayarkan.

Dari hasil pertemuan RDP tersebut, pihak Mitratel meminta waktu untuk berkoordinasi dan membicarakan usulan warga kepada pimpinan manajemen wilayah di Makassar.

“Kami dari Komisi I akan membuat notulensi dan meminta dokumen-dokumen pendukung, seperti izin operasional, perjanjian kontrak lahan, dokumen keandalan konstruksi, hingga komitmen CSR. Kami tegaskan jangan sampai ada dokumen perjanjian tetapi kewajiban di lapangan tidak dipenuhi,” tegas Kamaluddin.

Kamaluddin Kadir Target Pertahankan Tradisi Emas Percasi Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Anggota DPRD Kota Parepare dari Fraksi Gerindra, Kamaluddin Kadir, kembali dipercaya memimpin Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Parepare masa bakti 2026–2030. Kamaluddin terpilih secara aklamasi setelah didukung mayoritas klub catur se-Kota Parepare.

Pemilihan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Kota (Muskot) Percasi Parepare yang digelar di Lagota Cafe dan Resto, Selasa (15/09/26) malam. Usai penetapan rapat pleno, ia langsung menyiapkan dua program prioritas untuk memajukan olahraga catur di daerah tersebut.

Dua fokus utama yang disiapkan mencakup pembinaan atlet prestasi serta penguatan keorganisasian klub. Langkah ini diambil untuk memastikan regenerasi pecatur di Kota Parepare berjalan secara berkesinambungan.

“Berdasarkan rapat pleno yang dipimpin steering committee, program kita ada dua. Pertama pembinaan atlet dan prestasi, kemudian yang kedua adalah pengembangan organisasi,” ujar Kamaluddin.

Penguatan organisasi bakal dilakukan melalui pengaktifan kembali serta pembinaan legalitas klub-klub catur lokal. Strategi ini diharapkan mampu menjaring potensi atlet muda berbakat sejak dari tingkat dasar.

“Pengembangan organisasi ya kita aktifkan kembali klub-klub yang ada dan melegitimasi klub yang belum disahkan secara organisasi oleh Percasi. Kita mau libatkan agar pembinaan atlet usia dini dimulai dari klub, Percasi tinggal melihat potensi yang ada untuk diseleksi mewakili Parepare,” jelasnya.

Selain pembenahan internal, Percasi Parepare juga akan menggembleng para atlet untuk siap berlaga di berbagai ajang regional maupun nasional. Pembinaan bertahap ini diproyeksikan untuk menghadapi deretan kejuaraan resmi mendatang.

“Atlet-atlet yang ada sekarang kita latih, dikembangkan, dan diikutkan ke beberapa turnamen lokal maupun regional. Ini untuk persiapan menghadapi agenda kalender tetap seperti Pra-Porprov, Porprov, Kejurda, hingga Kejurnas secara berjenjang,” tambahnya.

Memasuki periode kepemimpinannya yang kedua, Kamaluddin menekankan pentingnya soliditas antarpengurus dan seluruh elemen klub catur. Hal tersebut menjadi kunci utama dalam merawat tradisi raihan medali emas bagi Kota Parepare.

“Tradisi kita di Percasi Parepare adalah tradisi emas, persembahan prestasi untuk kota harus kita jaga. Saya berharap kepada seluruh pengurus dan klub untuk saling membantu membawa Percasi lebih baik lagi ke depan,” pungkasnya.

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare