25.9 C
Pare-Pare
Sabtu, Oktober 24, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 28

Terpilih Kembali Pimpin Percasi Parepare 2026–2030, Kamaluddin Kadir Tegaskan Muskot Berlangsung Demokratis

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Parepare masa bakti 2026–2030, Dr. H. Kamaluddin Kadir, memberikan klarifikasi terkait pelaksanaan Musyawarah Kota (Muskot) Percasi Parepare. Kamaluddin menegaskan bahwa seluruh proses dan tahapan Muskot telah berjalan secara terbuka, transparan, dan sesuai aturan organisasi.

Kamaluddin menjelaskan bahwa proses Muskot telah diawali dengan komunikasi bersama KONI Kota Parepare, Percasi Provinsi Sulawesi Selatan, serta pengurus klub catur se-Kota Parepare. Ia juga telah membentuk panitia pelaksana (OC) dan panitia pengarah (SC) sejak diterbitkannya Surat Keputusan (SK) pada 10 September.

“Sejak SK panitia diterbitkan, saya menyerahkan sepenuhnya mekanisme Muskot kepada panitia. Tahapan pendaftaran dibuka mulai tanggal 10 hingga 13 September, dilanjutkan verifikasi berkas pada 14 September, dan pelaksanaan Muskot pada 15 September malam,” ujar Kamaluddin.

Ia mengungkapkan, dari dua pendaftar yang ada, hanya satu calon yang berhasil melengkapi seluruh persyaratan berkas yang telah ditetapkan panitia. Muskot yang dibuka oleh Pemerintah Kota Parepare tersebut turut dihadiri oleh perwakilan KONI Parepare, pengurus Percasi Provinsi, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), serta perwakilan dari 6 klub catur pemilik mandat dari total 9 klub.

Menanggapi adanya dinamika dan tanggapan di luar pelaksanaan Muskot, Kamaluddin menilai hal tersebut sebagai dinamika positif yang menunjukkan bahwa olahraga catur di Parepare semakin berkembang dan diminati.

“Dulu Percasi tidak ada yang melirik. Sekarang, karena organisasinya sudah tertib, profesional, dan berhasil menembus 10 cabang olahraga unggulan peraih tradisi emas di Porprov, Percasi jadi rebutan. Saya bersyukur karena ini membuktikan roda organisasi berjalan dengan baik,” tambahnya.

Ia menegaskan komitmennya untuk tetap terbuka mengayomi seluruh pihak dan fokus pada pengembangan organisasi, pembinaan atlet, serta transparansi pengelolaan anggaran demi kemajuan olahraga catur di Kota Parepare.

Soroti Pembahasan APBD, Anggota Banggar DPRD Parepare Kamaluddin Kadir Minta Pemda dan DPRD Tepat Waktu

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan difokuskan untuk rampung sebelum akhir September 2026. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi I sekaligus Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Parepare yang juga Politisi Partai Gerindra, Dr. H. Kamaluddin Kadir, dalam program Obras di Radio Mesra pada Jumat (17/09/26).

Kamaluddin menjelaskan bahwa saat ini fokus utama pembahasan anggaran berada pada APBD Perubahan yang melingkupi tahapan penyerahan Rencana Kerja Anggaran (RKA), pembahasan, hingga jawaban fraksi dan persetujuan bersama.

Sementara itu, terkait APBD Pokok Tahun Anggaran 2027, aturan menetapkan bahwa penetapannya memiliki batas waktu hingga akhir November 2026, atau sebelum bulan anggaran berjalan dimulai.

“Aturannya kalau pokok, satu bulan sebelum pelaksanaan anggaran berjalan selesai, maka pokok sudah harus ditetapkan. Jika tidak selesai tepat waktu, ada sanksi tegas,” tegas Politisi Partai Gerindra tersebut.

Ia menambahkan, jika proses tidak ditindaklanjuti maka akan dikenakan sanksi 6 bulan, bisa dikenakan kepada eksekutif, bisa juga legislatif, Penetapan aturan dan sanksi ini diharapkan dapat diketahui dan dipahami oleh seluruh pihak agar proses pembahasan anggaran berjalan tepat waktu demi kepentingan masyarakat Kota Parepare.

841 KK di Lapadde Terima Beras 10 Kg, Kapolsek Ujung: Polri Harus Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Penyaluran Beras Cadangan Pangan (BCP) di Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung, Kota Parepare mendapat pengawalan penuh dari aparat kepolisian. Bhabinkamtibmas Kelurahan Lapadde Polsek Ujung, Aiptu Mustaming Endang, turun langsung melakukan pemantauan dan pendampingan di Kantor Kelurahan Lapadde, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jumat (18/09/26) pukul 09.00 WITA hingga selesai.

Kegiatan yang melibatkan perangkat Kelurahan Lapadde dan ratusan warga penerima manfaat ini berjalan tertib dan kondusif. Kehadiran Polri di tengah masyarakat menjadi wujud nyata komitmen untuk memberikan rasa aman dan nyaman, sekaligus mendukung program pemerintah dalam penguatan ketahanan pangan nasional serta menjaga stabilitas Harkamtibmas di wilayah Kelurahan Lapadde.

Kapolsek Ujung, AKP Sukri Abdullah, SH., MH., menegaskan pihaknya berkomitmen penuh untuk mengawal setiap program bantuan pemerintah agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan gangguan Kamtibmas.

“Saya sudah perintahkan kepada seluruh Bhabinkamtibmas untuk hadir dan mengawal langsung penyaluran bantuan di wilayah binaannya masing-masing. Polri harus memastikan bantuan ini sampai kepada warga yang berhak, prosesnya transparan, tertib, dan aman. Ini adalah bagian dari tugas kami untuk mendukung ketahanan pangan dan menjaga kepercayaan masyarakat,” tegas AKP Sukri Abdullah.

Menurutnya, kehadiran Bhabinkamtibmas di lapangan juga menjadi sarana paling efektif untuk membangun komunikasi dan silaturahmi dengan warga.

“Dengan hadir langsung, anggota bisa mendengar keluhan warga, memberikan edukasi, dan memastikan situasi tetap kondusif. Itu yang kami tekankan,” tambahnya.

Sementara itu di lokasi penyaluran, Aiptu Mustaming Endang tidak hanya melakukan pengamanan, namun juga memberikan imbauan Kamtibmas kepada warga binaan. Ia mengajak warga untuk terus meningkatkan kewaspadaan bersama terhadap potensi tindak pidana maupun potensi bencana alam.

Mengingat saat ini memasuki musim kemarau panjang yang disertai angin kencang, ia secara khusus mengedukasi warga agar tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan yang dapat memicu kebakaran lahan dan permukiman.

Adapun jumlah penerima manfaat dalam penyaluran kali ini tercatat sebanyak 841 Kepala Keluarga (KK). Mereka merupakan warga yang masuk dalam kategori desil 1 hingga desil 4 sesuai data resmi dari Badan Pangan Nasional sebagai kelompok rentan yang berhak menerima intervensi bantuan pangan.

Beras yang disalurkan merupakan alokasi untuk periode Juli hingga September 2026. Setiap KK menerima 1 sak beras seberat 10 kilogram setiap bulannya, sehingga total yang diterima pada penyaluran kali ini sebanyak 30 kilogram per keluarga.

Program ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi warga kurang mampu dan menjadi bantalan sosial dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari di tengah fluktuasi harga bahan pokok.

*Humas polres Parepare *

Resmob Polres Parepare Ungkap Curanmor, 2 Tersangka Ditangkap di Samarinda

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Unit Resmob Polres Parepare mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di Jalan H.A.M. Arsyad, Kelurahan Wattang Soreang, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan dua tersangka berinisial R (29) dan RA (36). Keduanya kini telah ditahan di sel tahanan Polres Parepare untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kasus ini bermula saat sepeda motor Honda Beat Street warna hitam milik seorang warga berinisial H (47) hilang dari sekitar rumahnya pada Kamis dini hari (10/09/26).

Sebelumnya, korban memarkir sepeda motornya di lorong samping Masjid Nurul Yaqin. Namun, saat hendak digunakan pada pagi hari, kendaraan tersebut sudah tidak berada di lokasi.

Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp29,3 juta.

Hasil penyelidikan polisi mengungkap dugaan modus yang digunakan dalam pencurian tersebut.

Salah satu tersangka diduga masuk ke area rumah korban dan mengambil kunci sepeda motor yang berada di bagian bawah rumah. Kunci itu kemudian digunakan untuk membawa sepeda motor korban.

Kendaraan tersebut selanjutnya dibawa pergi dan diduga digadaikan dengan nilai sekitar Rp3 juta.

Kasat Reskrim Polres Parepare AKP Muhammad Saleh mengatakan pengungkapan kasus tersebut dilakukan setelah tim Resmob melakukan serangkaian penyelidikan untuk melacak keberadaan tersangka.

“Dari hasil penyelidikan, tim kemudian memperoleh informasi mengenai keberadaan tersangka hingga akhirnya berhasil diamankan,” ujar Muhammad Saleh.

Penyelidikan Unit Resmob Polres Parepare kemudian mengarah ke wilayah Samarinda, Kalimantan Timur.

Tim yang dipimpin Kanit Resmob Polres Parepare Ipda Paramudya Fitransyah bergerak menuju lokasi yang telah diketahui.

Pada Rabu sore (16/09/26) polisi berhasil mengamankan tersangka di kawasan Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Karang Murus, Samarinda.

Kedua tersangka kemudian dibawa untuk menjalani pemeriksaan dan pengembangan perkara.

Dari pemeriksaan awal, polisi memperoleh keterangan mengenai dugaan peran masing-masing tersangka dalam pencurian tersebut.

R diduga mengakui telah mengambil sepeda motor korban. Sementara RA diduga membantu proses pengalihan kendaraan tersebut setelah mengetahui motor itu berasal dari tindak pidana pencurian.

Dari pengungkapan tersebut, polisi turut mengamankan uang tunai sebesar Rp402 ribu yang disebut belum sempat digunakan.

Selain mengamankan dua tersangka, polisi juga berhasil menemukan sepeda motor Honda Beat Street warna hitam yang diduga merupakan kendaraan milik korban.

Sepeda motor tersebut kini diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyidikan.

Polisi juga mengamankan uang tunai Rp402 ribu dalam pengungkapan kasus tersebut.

Muhammad Saleh mengatakan proses hukum terhadap kedua tersangka terus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Untuk kepentingan penyidikan, kedua tersangka saat ini telah ditahan di Polres Parepare,” katanya.

Setelah menjalani pemeriksaan, kedua tersangka kini ditahan di sel tahanan Polres Parepare.

Penyidik masih melengkapi proses penyidikan, termasuk mendalami rangkaian kejadian dan peran masing-masing tersangka.

Polisi juga mencatat salah satu tersangka disebut pernah terlibat dalam perkara pencurian dengan kekerasan (curas).

Dengan diamankannya dua tersangka dan ditemukannya kendaraan milik korban, kasus curanmor tersebut kini memasuki proses hukum lebih lanjut di Polres Parepare.

Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan dan Jam Operasional SPBU, Antrean BBM di Makassar Mulai Landai 

0

MAKASSAR, RADIOMESRA. COM — Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus berupaya mengurai dan mengoptimalkan pelayanan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Kota Makassar dan sekitarnya. Sejumlah langkah strategis yang diterapkan kini mulai menunjukkan hasil positif dengan kondisi antrean di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang kian melandai.

Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya Wibowo, menyatakan bahwa pihak Pertamina secara aktif mendengarkan serta memahami aspirasi dan keluhan masyarakat terkait kondisi antrean pengisian BBM belakangan ini.

“Kami terus mendengar dan memahami aspirasi masyarakat terkait kondisi antrean BBM di Kota Makassar dan sekitarnya. Saat ini, kondisi antrean di sejumlah SPBU telah semakin landai dengan waktu antrean yang berlangsung lebih singkat,” ujar Okky dalam keterangan resminya, Rabu (16/09/26).

Untuk mengurai kepadatan di SPBU, Pertamina Patra Niaga melakukan berbagai langkah taktis. Di antaranya dengan memperkuat pasokan BBM ke SPBU, memperpanjang jam operasional, menambah jumlah nozzle (selang pengisian) dan operator, serta menempatkan marshal untuk mengatur alur kendaraan. Selain itu, titik pelayanan BBM juga diperbanyak demi mempercepat distribusi kepada masyarakat.

Okky menambahkan, kelancaran pelayanan ini tidak terlepas dari koordinasi intensif bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, serta pemangku kepentingan (stakeholder) terkait yang turut serta melakukan pemantauan dan pengaturan arus lalu lintas di lapangan.

“Berbagai langkah yang telah kami lakukan saat ini telah mendorong kondisi antrean yang semakin membaik. Kami akan terus mengawal serta memastikan kondisi ini tetap terjaga hingga pelayanan kembali normal sepenuhnya,” jelasnya.

Atas nama Manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang sempat terjadi.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Terima kasih atas kesabaran, pengertian, dan dukungan seluruh pihak. Kami berkomitmen untuk terus bekerja maksimal memastikan kebutuhan BBM dan pelayanan kepada masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” pungkas Okky.

Inovasi Tani Smart Market Dinas PKP Parepare: Pangkas Rantai Pasok dan Berdayakan UMKM

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (PKP) Kota Parepare kembali menggelar kegiatan Tani Smart Market pada Kamis (17/09/26). Program yang bermula dari konsep Pasar Tani ini hadir sebagai solusi untuk menyediakan kebutuhan bahan pangan pokok dan segar secara langsung kepada masyarakat.

Kepala Bidang Penyuluhan Dinas PKP Kota Parepare, Dr. Uli, menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah memangkas rantai pasok distribusi komoditas pangan. Dengan mempertemukan langsung kelompok tani dan produsen kepada konsumen, produk yang dijual dipastikan lebih segar dan harganya jauh lebih bersaing.

“Langkah ini dilakukan untuk memangkas rantai pasar. Hasilnya, produk yang dijual lebih segar dan harganya relatif lebih murah. Hal ini tentunya juga efektif dalam mendukung upaya pengendalian inflasi daerah,” ujar Dr. Uli di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan, Tani Smart Market merupakan bentuk pengembangan dari program Pasar Tani yang diperkaya dengan berbagai inovasi digital dan sosial. Di antaranya adalah Tani Berkah—program kepedulian sosial yang menampung sumbangan dari penjual, pengunjung, serta pegawai dinas untuk disalurkan ke panti asuhan dan sekolah tahfiz serta Tani Channel yang memfasilitasi edukasi via podcast secara berkala hingga pemesanan produk secara daring.

Komoditas yang disediakan sangat beragam, mulai dari sayuran segar, hasil perikanan, hingga produk peternakan beserta olahannya. Selain itu, Dinas PKP juga berkolaborasi dengan Bulog, Dinas Ketahanan Pangan, serta pelaku UMKM lokal untuk menyediakan bahan pangan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan tepung terigu.

Program yang telah berjalan sejak Juli 2024 ini kini telah memasuki pelaksanaan yang ke-92. Mengenai penyesuaian jadwal, Dr. Uli menyebutkan bahwa kegiatan yang semula rutin diadakan setiap hari Jumat kini dialihkan ke hari Kamis menyusul penyesuaian skema kerja pegawai (work from home).

Melalui Tani Smart Market, Dinas PKP Kota Parepare berharap keberagaman produk pangan makin meningkat sehingga kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi secara praktis dalam satu lokasi.

Banggar DPRD Parepare Soroti Kesenjangan APBD: Daerah Harus Berani Dongkrak PAD

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Parepare, Dr. H. Kamaluddin Kadir, menyoroti tantangan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Parepare yang kerap mengalami defisit akibat tingginya beban belanja ketimbang pendapatan.

Dalam program Obras, Rabu (16/09/26), Kamaluddin menjelaskan bahwa kondisi fiskal Kota Parepare berbeda dengan sejumlah daerah di Kalimantan atau Bali yang umumnya mencatatkan surplus APBD.

“Daerah seperti Kutai Kartanegara atau Badung rata-rata APBD-nya surplus karena pendapatannya jauh lebih besar dari belanja. Berbeda dengan Parepare dan sebagian besar daerah di Sulawesi Selatan, postur belanja kita cenderung lebih tinggi,” ungkap Kamaluddin.

Ia menegaskan, kendati Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara memperbolehkan batasan defisit anggaran di angka normal sekitar 3 persen, ketergantungan APBD pada dana transfer pusat dan provinsi masih sangat tinggi.

Menurutnya, angka-angka dalam APBD pada dasarnya merupakan asumsi atau perkiraan. Dari total anggaran daerah yang berkisar di angka Rp600 miliar, sebagian besar bersumber dari transfer pemerintah pusat maupun provinsi yang penyalurannya sering tidak menentu.

Ia mencontohkan alokasi Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Sulawesi Selatan.

“Kemarin disampaikan alokasi sekitar Rp10 miliar, namun realisasi yang turun ke daerah hanya Rp500 juta. Padahal, pemerintah daerah sudah menyusun rencana kegiatan untuk anggaran senilai Rp9,5 miliar sisanya. Kesenjangan asumsi inilah yang memicu kendala fiskal,” jelasnya.

Menyikapi hal tersebut, DPRD mendorong Pemerintah Kota Parepare untuk tidak sekadar bergantung pada transfer pusat dan melakukan efisiensi anggaran. Pemkot diminta lebih agresif menggali potensi pendapatan daerah sendiri.

“Pemerintah daerah harus bergeliat memulihkan ekonomi lokal. Manfaatkan BUMD dan optimalkan pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Jika tidak ada terobosan dan hanya mengandalkan transfer pusat, ruang gerak pembangunan daerah akan sangat terbatas,” pungkasnya.

Lepas Duta Genre ke Tingkat Nasional, Walikota Parepare Beri Dukungan Penuh

0

PAREPARE, RADIOMESRA..COM. — Walikota Parepare, H. Tasming Hamid, melepas secara resmi Duta Generasi Berencana (Genre) Sulawesi Selatan asal Kota Parepare, Anggi Desvita Sari, di Baruga Rumah Jabatan Walikota Parepare, Kamis (17/09/26).

Pelepasan ini dilakukan jelang keberangkatan Anggi ke Jakarta Timur untuk mengikuti Seleksi Duta Genre Tingkat Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 20–22 September 2026.

Dalam sambutannya, H. Tasming Hamid menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas pencapaian yang telah diraih oleh Anggi hingga mewakili Sulawesi Selatan di ajang nasional.

“Atas nama pemerintah kota, kami sangat bangga dan mengapresiasi setinggi-tingginya karena telah membawa nama baik Kota Parepare. Kita doakan mudah-mudahan beliau bisa menjadi yang terbaik di tingkat nasional nanti,” ujar H. Tasming Hamid.

Sementara itu, Duta Genre Sulawesi Selatan, Anggi Desvita Sari, memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kota Parepare agar dapat memberikan hasil maksimal pada ajang tersebut.

Anggi menjelaskan bahwa wadah Genre memiliki peran penting dalam mengedukasi serta mencegah berbagai permasalahan remaja, terutama yang berkaitan dengan isu triad KBR.

“Di Genre kita diajarkan tiga poin utama dalam Salam Genre, yaitu katakan tidak pada pernikahan dini, katakan tidak pada seks pra-nikah, dan katakan tidak pada napza. Mohon doanya agar saya bisa memberikan yang terbaik dan terus merangkul remaja di Parepare agar lebih baik ke depannya,” kata Anggi.

Penyaluran BBM di Kendari Mulai Kondusif, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Terus Optimalkan Penyaluran dan Layanan SPBU

0

KENDARI, RADIOMESR. COM – Dinamika penyaluran BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Kendari telah melandai. Kondisi tersebut terlihat setelah Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama Pemerintah Kota Kendari, Dinas Perhubungan, Forkopimda, dan aparat penegak hukum (APH) melakukan berbagai langkah untuk mengurai antrean sekaligus menjaga kelancaran penyaluran BBM kepada masyarakat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean di sejumlah SPBU yang sebelumnya cukup panjang mulai kembali kondusif, meski pada beberapa titik masih terlihat kepadatan yang didominasi kendaraan roda empat. Pertamina terus melakukan evaluasi dan penyesuaian pelayanan sesuai dengan kondisi di masing-masing SPBU. Dari sisi penyaluran, Pertamina juga terus mengoptimalkan pasokan Pertalite ke Kota Kendari.

Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya Wibowo, mengatakan kondisi antrean yang mulai melandai merupakan hasil dari berbagai langkah yang dilakukan secara bersama-sama dan terus dievaluasi di lapangan.

“Kami melihat kondisi antrean di sejumlah SPBU Kota Kendari mulai melandai. Pertamina terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga penyaluran tetap berjalan, mulai dari optimalisasi pasokan hingga penyesuaian jam operasional dan kapasitas pelayanan di SPBU. Langkah ini juga kami lakukan bersama pemerintah daerah dan APH agar kondisi di lapangan dapat semakin kondusif,” ujar Okky.

Menurut Okky, peningkatan kebutuhan Pertalite menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi antrean di sejumlah SPBU. Pertamina mencatat penyaluran Pertalite di Kendari pada September meningkat sekitar 19 persen dibandingkan rata-rata penyaluran Januari hingga Mei 2026.

Untuk merespons peningkatan kebutuhan tersebut, Pertamina melakukan sejumlah langkah di lapangan. Di antaranya menambah pasokan Pertalite di lembaga penyalur, melakukan penyesuaian jam operasional, serta menambah operator.

Pertamina juga menyiapkan rekonfigurasi SPBU melalui penambahan jalur pelayanan Pertalite di beberapa SPBU sebagai bagian dari upaya meningkatkan layanan. Selain itu, pemantauan dan pengawasan dilakukan bersama Forkopimda dan APH untuk memastikan penyaluran BBM Subsidi berjalan sesuai ketentuan.

“Kami terus memantau kondisi di lapangan secara dinamis. Jika ada SPBU yang membutuhkan penyesuaian pelayanan, kami segera koordinasikan bersama pihak terkait. Pengawasan juga kami perkuat agar BBM Subsidi dapat disalurkan kepada masyarakat yang berhak dan proses pengisian berlangsung tertib,” jelas Okky.

Di tengah kondisi tersebut, Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melakukan pembelian BBM secara bijak sesuai kebutuhan. Masyarakat juga diharapkan mengikuti arahan petugas dan tidak melakukan pengisian secara berlebihan agar pelayanan dapat diberikan secara merata.

Pertamina bersama Pemerintah Kota Kendari, Dinas Perhubungan, Forkopimda, dan APH akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi SPBU serta mengevaluasi langkah penanganan sesuai perkembangan di lapangan.

“Kami mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Kendari, Dishub, Forkopimda, dan APH yang bersama-sama membantu menjaga kondisi di lapangan. Kami akan terus memastikan distribusi BBM berjalan dan melakukan penyesuaian apabila diperlukan. Kami juga mengajak masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan bersama-sama menjaga ketertiban di SPBU,” tutup Okky.

Masyarakat dapat memperoleh informasi maupun menyampaikan pertanyaan dan pengaduan terkait produk dan layanan Pertamina melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135 yang melayani pelanggan selama 24 jam.

Media Contact

Okky Aditya Wibowo
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi

Sambut Tahapan Pemilu Mendatang, KPU Parepare Gelar Bedah Buku “Kerumitan Teknis Pemilu di Indonesia”

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Parepare menggelar kegiatan Bedah Buku Seri I pada Kamis (17/09/26). Kegiatan ini mengangkat buku berjudul “Kerumitan Teknis Pemilu di Indonesia” karya Rusdianto Sudirman, S.H., M.H.

Dalam sambutannya saat membuka acara, Ketua KPU Kota Parepare, Muh. Awal Yanto, menyoroti berbagai tantangan teknis serta dinamika regulasi pemilu yang terus berkembang menjelang tahapan pemilu selanjutnya.

Awal Yanto mengingatkan kembali kilas balik pengesahan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang disahkan pada 15 Agustus 2017 silam. Kala itu, tahapan pemilu langsung bergulir dua hari setelahnya, disusul pendaftaran dan verifikasi calon peserta pada awal September. Menurutnya, situasi hari ini memiliki kemiripan karena penyelenggara pemilu kembali berada di persimpangan jalan terkait kepastian regulasi.

“Kita saat ini sedang berada di persimpangan, menunggu apakah masih akan menggunakan UU No. 7 Tahun 2017 ataukah akan ada revisi seperti isu yang marak berkembang. Di tengah situasi ini, KPU terus berikhtiar meningkatkan kualitas dan literasi untuk mengantisipasi tahapan pemilu selanjutnya,” ujar Muh. Awal Yanto.

Ia menjelaskan bahwa wacana durasi tahapan pemilu.mulai dari opsi tetap 22 bulan, diperpanjang menjadi 30 bulan, hingga dipangkas menjadi 15 bulan akan berdampak langsung pada kesiapan penyelenggara maupun peserta pemilu.

Selain isu revisi undang-undang, Awal Yanto juga menggarisbawahi hadirnya sejumlah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terbaru, salah satunya Putusan MK Nomor 128/PUU-XXIV/2026. Putusan tersebut menegaskan bahwa partai politik dapat didiskualifikasi dari daerah pemilihan (dapil) jika tidak memenuhi kuota keterwakilan perempuan minimal 30 persen.

“Putusan ini mungkin belum menjadi persoalan saat ini, tetapi ketika tahapan pencalonan dimulai, ini akan menjadi kerumitan teknis tersendiri bagi penyelenggara maupun partai politik peserta pemilu,” tambahnya.

Melalui bedah buku karya Rusdianto Sudirman ini, KPU Parepare berharap seluruh pemangku kepentingan, pegiat demokrasi, serta masyarakat dapat membedah dan memahami berbagai kerumitan teknis pemilu, baik yang telah dilalui maupun yang akan dihadapi di masa mendatang.

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare