PAREPARE, RADIOMESRA. COM β Kesulitan ekonomi, ketimpangan sosial, hingga kerumitan masalah krisis BBM yang dialami masyarakat saat ini dinilai bukan sekadar takdir yang harus diterima begitu saja, melainkan dampak langsung dari pilihan politik dan kebijakan nasional.
Hal tersebut ditegaskan oleh Koordinator Forum Peduli Ummat (FPU) Kota Parepare, H. Andi Abd. Rahman Saleh, saat menjadi narasumber dalam program dialog Obras di Radio Mesra Parepare, Senin (14/09/26).
Andi Rahman menepis pandangan bahwa kondisi krisis yang terjadi belakangan ini hanya perlu ditanggapi dengan kepasrahan. Menurutnya, takdir buruk terkait kondisi sosial-ekonomi sebenarnya dapat diubah melalui ikhtiar dan keberanian masyarakat dalam menentukan sosok pemimpin yang tepat.
“Apa yang kita rasakan saat iniβkesulitan BBM, ketimpangan, hingga tekanan ekonomiβakar masalahnya ada pada kesalahan dalam memilih pemimpin. Ketika yang terpilih hanya memikirkan kelompoknya, distribusi kekayaan dan kedaulatan negara jadi terbengkalai. Ini pelajaran besar bagi masyarakat,” ujar Andi Rahman.
Ia juga menyoroti kondisi keuangan negara yang dinilainya sedang mengalami krisis fiskal akibat beban pembiayaan dan utang yang lebih besar daripada pendapatan. Situasi tersebut ibarat rumah tangga yang mengalami “besar pasak daripada tiang.”
Andi Rahman menyerukan perlunya kesadaran bersama dan perbaikan tata kelola pemerintahan secara mendasar dari tingkat pusat hingga daerah guna mencegah keterpurukan ekonomi yang lebih dalam.
“DPR yang seharusnya mengawasi pergerakan pemerintah juga tidak berjalan optimal. Kalau kondisi anggaran terus defisit dan beban pembiayaan menumpuk, kita berada dalam ancaman krisis hebat. Jalan keluarnya adalah evaluasi total dan kepedulian bersama,” pungkasnya.




















