27.2 C
Pare-Pare
Jumat, Oktober 30, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 103

Wakili Walikota Tasming Hamid di Paripurna, Sekda Parepare Jawab Pandangan Umum Fraksi DPRD Terkait Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Pemerintah Kota Parepare secara resmi menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kota Parepare terkait Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Jawaban tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Parepare yang hadir mewakili Walikota Parepare, H. Tasming Hamid, dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Parepare, Rabu (17/06/26).

Dalam sambutan tertulis Walikota yang dibacakannya, Sekda Parepare menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh fraksi dewan yang telah menerima dan menyetujui Ranperda tersebut untuk dibahas ke tingkat selanjutnya.

Pemkot Parepare juga berterima kasih atas ucapan selamat dari para anggota dewan atas keberhasilan meraih kembali opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas LKPD Tahun Anggaran 2025.

 “Opini WTP ini diraih karena laporan keuangan daerah dianggap telah sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan, kecukupan pengungkapan yang patut, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta efektivitas sistem pengendalian intern yang berjalan baik,” ujar Sekda Parepare saat membacakan jawaban Walikota.

Respons Catatan Kritis Fraksi Partai Gerindra

Memasuki poin penjelasan teknis, Sekda secara khusus menjawab sejumlah catatan evaluasi yang dilayangkan oleh Fraksi Partai Gerindra melalui juru bicaranya, Dr. Kamaludin Kadir.

Menanggapi usulan Gerindra mengenai pemenuhan anggaran pengawasan (mandatory spending) sebesar 1% dari APBD untuk Inspektorat guna meminimalkan temuan berulang, Pemkot menyatakan sepakat. Namun, kondisi tersebut harus disesuaikan kembali dengan ritme dan keterbatasan kemampuan keuangan daerah saat ini yang juga diprioritaskan untuk kesejahteraan masyarakat.

Terkait sorotan Gerindra mengenai kelemahan kepatuhan pada Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Pemkot bergerak cepat mengambil langkah preventif.

“Kami telah memerintahkan pihak terkait untuk membenahi penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) BLUD sesuai ketentuan, membentuk Satuan Pengawasan Internal (SPI), serta menginstruksikan Dewan Pengawas BLUD untuk melakukan pemantauan ketat secara berkala,” tegasnya.

Optimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Selain masalah pengawasan internal, sorotan Fraksi Gerindra mengenai tata kelola Pendapatan Asli Daerah (PAD) ke kas daerah yang dinilai belum maksimal ikut dijawab. Sekda menegaskan, regulasi dan pengawasan di lapangan kini tengah diperketat.

“Pemerintah daerah telah membentuk tim penertiban dan saat ini tengah mengusulkan perubahan Peraturan Daerah tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah agar memiliki payung hukum rujukan yang lebih kuat,” pungkasnya.

Gencarkan Pencegahan Narkoba, Pelabuhan Nusantara Parepare Kini Dilengkapi Dua X-Ray Kedatangan dan Keberangkatan

0

PAREPARE, RADIOMESRA..COM  – Kepolisian Resor (Polres) Parepare terus memperketat pengawasan di wilayah Pelabuhan Nusantara Parepare guna mengantisipasi penyelundupan barang haram, khususnya narkotika. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, Polres Parepare mencatatkan rekor pengungkapan kasus narkoba terbesar di Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan total barang bukti mencapai 100 kilogram sabu-sabu.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kapolres Parepare, AKBP Indra Waspada Yudha, dalam acara *Coffee Morning* bersama awak media di Cafe RKS Sweetness, Cempae, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, Senin (15/06/2026).

“Kita menjadi Polres yang paling besar dalam pengungkapan narkoba sepanjang satu tahun terakhir ini. Kalau kita total, dalam kurun waktu satu tahun ini sudah 100 kg sabu-sabu yang diamankan, dan itu yang terbesar di Sulsel,” ujar AKBP Indra.

Sebagai langkah konkret pencegahan, Polres Parepare telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait, seperti Pelindo dan KSOP. Hasilnya, Pelabuhan Nusantara Parepare kini menjadi satu-satunya pelabuhan yang memiliki fasilitas dua unit X-ray, yang ditempatkan di jalur keberangkatan dan kedatangan.

“Bahkan sekelas Bandara Internasional Hasanuddin pun tidak ada X-ray kedatangan, cuma ada di keberangkatan. Bandara atau pelabuhan lain belum ada yang seperti Pelabuhan Parepare ini. Ini komitmen kita bersama setelah kami menyurat ke KSOP dan Pelindo berdasarkan data pengungkapan yang ada,” jelasnya.

Menanggapi adanya informasi terkait lolosnya narkoba seberat 20 kilogram beberapa waktu lalu, AKBP Indra tidak menampik hal tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, para tersangka mengaku membawa barang tersebut dari Samarinda melalui Pelabuhan Parepare dengan modus mengelabui petugas.

“Penjahat itu tugasnya mencari berbagai cara untuk mengelabui petugas. Itu memang di luar kemampuan (deteksi) kami saat itu, tetapi kami tetap berkomitmen penuh untuk terus memperbaiki sistem pengawasan dan mengungkap jaringan peredaran narkoba,” tegas Kapolres.

Di tempat yang sama, Kapolres juga mengklarifikasi isu miring mengenai adanya oknum Buruh yang dijadikan ‘tumbal’ dalam sebuah kasus. Ia menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap guru tersebut murni kapasitasnya sebagai saksi yang mengetahui, mendengar, atau melihat peristiwa, bukan sebagai tersangka.

“Semua tindakan kami berdasarkan data dan fakta hukum, jadi tidak ada istilah tumbal,” pungkasnya.

Mahasiswa Universitas Ciputra Makassar Latih UMKM Parepare Manfaatkan AI untuk Promosi Digital

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Mahasiswa Universitas Ciputra Makassar melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) berupa pelatihan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai media promosi digital bagi UMKM Teh Poci Arsi pada Rabu, (17/06/26) Kegiatan ini berlangsung di lokasi usaha UMKM yang beralamat di Jalan Bau Massepe, Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Program Abdimas ini menjadi wujud nyata komitmen kampus dan mahasiswa Universitas Ciputra Makassar dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Fokus utama kegiatan adalah mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.

Pelatihan ini dilaksanakan oleh Muhammad Rifqi Eridsyah Fachrozy, mahasiswa Universitas Ciputra Makassar, yang memberikan pendampingan langsung kepada UMKM Teh Poci Arsi. Pendampingan tersebut menitikberatkan pada optimalisasi pemanfaatan AI untuk mendukung kegiatan promosi usaha secara efisien dan kreatif.

Dengan mengusung tema “Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Kecerdasan Buatan (AI) sebagai Media Promosi Digital bagi Pelaku UMKM”, kegiatan ini mencakup edukasi penggunaan ChatGPT sebagai alat bantu. Materi yang diberikan meliputi pembuatan caption dan slogan menarik, pencarian ide konten promosi, hingga pembuatan poster usaha tanpa memakan waktu lama maupun biaya besar.

Pendampingan dilakukan secara bertahap, dimulai dari pengenalan dasar teknologi AI hingga praktik langsung penggunaannya untuk kebutuhan promosi sehari-hari. Pendekatan ini dirancang agar pelaku UMKM dapat memahami cara kerja AI secara sederhana, sekaligus mampu menerapkannya secara mandiri.

Pemilik UMKM Teh Poci Arsi menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dalam membuka wawasan baru mengenai pemanfaatan teknologi AI. Dengan adanya pendampingan mahasiswa, pelaku usaha merasa lebih percaya diri dalam membuat konten promosi yang menarik, cepat, dan hemat biaya.

Selain memberikan manfaat langsung bagi UMKM, kegiatan Abdimas ini juga menunjukkan peran aktif mahasiswa Universitas Ciputra Makassar dalam mendukung penguatan UMKM lokal. Kehadiran mahasiswa di lapangan menjadi bukti nyata sinergi antara dunia akademik dan pelaku usaha.

Program ini diharapkan dapat mendorong UMKM di Kota Parepare untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan. Dengan demikian, UMKM lokal dapat semakin kompetitif dalam menjalankan strategi promosi usaha di era digital.

Fokus Kritik Pengelolaan Sampah Daerah: Jangan Hanya Kejar Penghargaan dan Pencitraan Semu!

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  — Pengelolaan sampah di daerah dinilai masih jauh dari kata ideal dan cenderung berorientasi pada pencitraan semu demi meraih penghargaan atau insentif daerah (DID). Hal ini ditegaskan oleh Sekretaris Fokus, Muthasim, saat menjadi Penelpon dalam program siaran Obras, Kamis (18//06/26).

Muthasim menyoroti adanya kecenderungan manipulasi laporan agar kondisi kebersihan di daerah terlihat baik di mata tim penilai, padahal realita di lapangan justru berbanding terbalik.

“Kita maklum bahwa pemerintah mengejar penghargaan agar bisa mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID). Boleh-boleh saja, tapi jangan dimanipulasi. Jangan membuat laporan yang seindah yang tidak seindah dengan warna aslinya. Itu namanya pencitraan semu,” ujar Muthasim tegas.

Menurutnya, masalah mendasar yang saat ini dihadapi adalah kegagalan pemerintah dalam menetapkan titik-titik lokasi pembuangan sampah yang resmi dan jelas bagi masyarakat. Akibatnya, sering terjadi konflik sosial di tengah warga.

“Pemerintah ini tidak menentukan titik-titik lokasi yang ada untuk masyarakat membuang sampah. Contohnya di Jalan Lasinrang, sering orang bertengkar karena saling larang membuang sampah di wilayahnya. Ini kawasan yang banyak emasnya (warga berkecukupan) saja berantakan, apalagi wilayah lain,” tambahnya.

Selain masalah penentuan lokasi, Muthasim juga mendesak pemerintah untuk membenahi manajemen waktu pengangkutan sampah agar tidak terjadi penumpukan yang mengganggu estetika dan kesehatan lingkungan. Ia berharap penataan kota ke depan benar-benar didasari oleh kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar motivasi mengejar trofi penghargaan.

RDP Soal Sengkarut Retribusi Sampah, Komisi III DPRD Parepare Minta Satgas Jangan Asal Tagih

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Komisi III DPRD Kota Parepare menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna merespons banyaknya keluhan masyarakat terkait penagihan retribusi sampah yang dinilai bermasalah Senin (15/06/26) Rapat tersebut menghadirkan langsung empat camat se-Kota Parepare, jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta perwakilan Bagian Keuangan Pemkot Parepare.

Ketua Komisi III DPRD Kota Parepare, Hamran Hamdani, mengungkapkan adanya tumpang tindih waktu penagihan yang dilakukan oleh Satgas Kebersihan. Satgas yang baru di-SK-kan oleh Walikota pada bulan Maret 2026, kedapatan menarik iuran mundur hingga bulan Januari.

“Ini yang banyak dikeluhkan masyarakat. Begitu bekerja, Satgas langsung menagih mulai Januari. Kami sudah konfirmasi ke DLH, dan memang sejak Januari tahun ini DLH sudah tidak menagih karena dialihkan ke Satgas. Masalahnya, SK Satgas baru keluar Maret. Harusnya SK itu terbit sejak Januari agar tidak memicu polemik,” ujar Hamran Hamdani usai RDP, Rabu (17/06/26).

Selain masalah administrasi waktu, Hamran juga menyoroti keluhan warga yang tetap ditagih sesuai Perda, namun pelayanan pengangkutan sampahnya tidak berjalan optimal. Menanggapi hal itu, Komisi III meminta para camat untuk menginstruksikan para lurah dan koordinator Satgas di lapangan agar lebih selektif.

“Kami sarankan, khusus warga yang rumahnya di area gunung atau lorong mendalam yang tidak pernah tersentuh langsung oleh armada kebersihan, jangan ditagih dulu! Masyarakat pasti menagih janji, buat apa bayar iuran kalau sampahnya tidak diangkut? Kecuali untuk wilayah yang pelayanannya memang jalan sejak Januari, itu silakan,” tegas Hamran.

Ke depan, Komisi III DPRD Parepare mendorong adanya reformasi tata kelola sampah. Jalur protokol atau jalan poros disarankan tetap ditangani oleh DLH, sementara pengelolaan sampah di lorong-lorong dan kawasan perbukitan diserahkan sepenuhnya ke pihak kecamatan atau kelurahan.

DPRD juga mengakui adanya kendala teknis dari dinas terkait. Berdasarkan laporan DLH, armada pengangkut sampah di Kota Parepare saat ini jumlahnya sudah sangat kurang dan tidak ideal.

“Oleh sebab itu, untuk tahun anggaran 2027, kami di DPRD berkomitmen mengawal penuh penganggaran peremajaan armada sampah. Bagi kami, urusan kebersihan adalah prioritas utama karena menyentuh kepentingan langsung masyarakat sehari-hari,” pungkas Hamran

Kodim 1405/Parepare: Letkol Inf Erwin Hidayat Ajak Personel Melek Teknologi dan Jaga Kondusifitas Daerah

0

PAREPARE,  RADIOMESRA. COM – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kodim 1405/Parepare, Dandim 1405 Letkol Inf. Erwin Hidayat menggelar acara syukuran bersama prajurit, Persit, PNS, serta awak media di Markas Kodim 1405, Selasa (16/06/26).

Dalam sambutannya, Letkol Inf. Erwin Hidayat menekankan pentingnya evaluasi diri serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang didominasi lomba fisik, perayaan kali ini didorong untuk menguji kreativitas digital para personel.

“Karena pertimbangan kesiapan fisik dan usia, kita tidak melulu mengadakan lomba fisik seperti bola voli. Semangat kita harus tetap muda. Di era kemajuan teknologi ini, kita berupaya meng-upgrade skill melalui lomba pembuatan video atau konten kreatif yang bermanfaat,” ujar Letkol Inf. Erwin Hidayat.

Ia menambahkan, konten video tersebut nantinya dapat mengangkat berbagai program humanis TNI AD dan program nasional yang telah menyentuh masyarakat langsung, seperti karya bakti, bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), hingga program TNI AD Manunggal Air. Untuk menjaga objektivitas, Kodim 1405 akan menggandeng rekan-rekan media sebagai tim penilai.

Selain inovasi digital, Letkol Inf. Erwin Hidayat juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas keamanan di wilayah tugasnya, khususnya di wilayah Parepare. Di tengah dinamika politik dan berbagai aksi demonstrasi yang terjadi di ibu kota Jakarta, ia mengimbau seluruh komponen bangsa di daerah untuk tetap solid.

“Penyampaian aspirasi itu sah-sah saja. Namun, alangkah baiknya jika situasi di wilayah kita tetap kondusif. Mari kita bersama-sama saling bahu-membahu menciptakan kondisi yang harmonis di Parepare, agar tidak ada riak-riak yang mengganggu ketenteraman warga dalam mencari nafkah maupun menuntut ilmu,” tegasnya.

**Momentum Introspeksi Diri**

Acara syukuran ini, lanjut Dandim, menjadi momen introspeksi bagi seluruh prajurit, Persit, dan PNS Kodim 1405. Mengutip pesan nasionalisme yang mendalam, Erwin mengingatkan esensi pengabdian seorang prajurit.

“Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, tetapi tanyakan apa yang telah kamu berikan kepada negara,” pungkasnya menutup sambutan.

Peringati Hari Bakti Dokter Indonesia ke-118, IDI Parepare Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Penyuluhan di Lemoe

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Pengurus Daerah Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Parepare menyelenggarakan kegiatan bakti sosial dalam rangka memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-118 tahun 2026. Bertempat di Kelurahan Lemoe pada Selasa (16/06/26), kegiatan ini menghadirkan berbagai layanan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Ketua IDI Cabang Parepare, dr. Hj. Nurhamidar Aslan, Sp.OG, menjelaskan bahwa meskipun hari bakti jatuh pada tanggal 20 Mei, Pengurus Besar IDI (PB IDI) pusat memberikan rentang waktu pelaksanaan kegiatan dari 20 Mei hingga 20 Oktober.

“Kegiatan hari ini meliputi Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang merupakan program strategis dari Bapak Presiden. Kami dibantu oleh Puskesmas Lemoe. Selain itu, ada penyuluhan dari tiga dokter spesialis, yaitu spesialis saraf, spesialis penyakit dalam, dan spesialis kandungan (obgyn), yang dilanjutkan dengan pemeriksaan serta pengobatan gratis,” ujar dr. Nurhamidar.

Ia menambahkan, sasaran utama penyuluhan ini adalah ibu-ibu kader PKK dari empat kelurahan di Kecamatan Bacukiki. Menurutnya, kader PKK merupakan mitra strategis dokter untuk bergerak di bidang promotif dan preventif (pencegahan). Melalui ilmu yang didapat, para kader yang aktif di Posyandu, Dasawisma, maupun Rumah Gizi diharapkan dapat menyebarkan informasi kesehatan tersebut ke lingkungan sekitar mereka.
Pihak panitia menargetkan 50 peserta untuk penyuluhan, serta target 50 hingga 100 warga untuk pengobatan gratis. Selain masyarakat, aksi donor darah juga dilakukan oleh para dokter yang memenuhi syarat. Kegiatan ini turut dihadiri dan diikuti oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Parepare beserta jajaran pengurus Pokja 4.

Antusiasme tinggi dari masyarakat juga diakui oleh HJ. Sri Tanti Nasrah, yang hadir selaku Ketua Pokja 1 PKK Parepare dan Anggota DPRD Kota Parepare. Ia memberikan apresiasi besar atas inisiatif yang dilakukan oleh IDI Parepare.

“Kegiatan bakti sosial yang diadakan IDI ini sangat-sangat bermanfaat. Masyarakat sangat antusias dalam memeriksakan kesehatan, memeriksakan anak, dan memeriksakan ibu hamil. Harapan saya, semoga kegiatan ini tidak hanya dilakukan satu kali saja, melainkan berkali-kali karena masyarakat sangat membutuhkan, apalagi pemeriksaan ini gratis,” tutur Sri Tanti Nasrah

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Perkuat Pasokan Biosolar dan Pengaturan Layanan di SPBU Maros

0

MAKASSAR , RADIOMESRA. COM – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus melakukan langkah penguatan distribusi Biosolar subsidi untuk menjaga kelancaran pelayanan di sejumlah SPBU wilayah Kabupaten Maros yang menjadi jalur utama transportasi dan logistik Trans Sulawesi.

Dalam beberapa hari terakhir, terjadi peningkatan aktivitas pembelian Biosolar oleh kendaraan logistik dan truk angkutan barang di sejumlah SPBU wilayah Maros. Kondisi tersebut menyebabkan antrean kendaraan pada jam-jam tertentu, terutama di SPBU yang berada di jalur lintas Sulawesi.

Sales Branch Manager (SBM) Sulselbar I Fuel Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Muhammad Yoga Prabowo, menjelaskan bahwa Pertamina telah melakukan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga ketahanan stok dan memperlancar pelayanan kepada masyarakat.

“Selama tiga hari terakhir, penyaluran Biosolar ke wilayah Maros telah kami tingkatkan sekitar 14 persen dibandingkan rata-rata penyaluran harian normal yang berada pada kisaran 212 kiloliter per hari. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan kendaraan logistik dan angkutan barang yang melintas di jalur Trans Sulawesi,” ujar Yoga.

Ia menambahkan, hingga hari ini pengiriman Biosolar ke wilayah Maros terus berjalan dan telah dilakukan extradropping di luar pengiriman reguler sebanyak 48 kiloliter yang telah tiba di delapan SPBU. Kondisi stok Biosolar di SPBU terpantau tersedia dan dapat melayani kebutuhan masyarakat serta sektor transportasi.

“Memang terdapat peningkatan aktivitas kendaraan logistik yang melakukan pengisian di sejumlah SPBU. Untuk mendukung kelancaran layanan, Pertamina telah menyiagakan petugas marshal di lokasi-lokasi yang mengalami peningkatan antrean sehingga proses pengisian dapat berjalan lebih tertib dan lancar,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, Pertamina terus melakukan percepatan distribusi Biosolar ke SPBU-SPBU strategis, khususnya yang berada di jalur logistik dan lintas Sulawesi. Selain itu, selama lima hari ke depan akan dilakukan penguatan stok (build up stock) di sejumlah SPBU prioritas guna menjaga ketahanan pasokan dan mengantisipasi peningkatan konsumsi.

Pertamina juga berkoordinasi dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) untuk melakukan pemetaan titik pengisian BBM kendaraan logistik sehingga distribusi kendaraan ke SPBU dapat lebih merata dan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.

Pertamina turut menggandeng Aparat Penegak Hukum (APH) dan pemangku kepentingan terkait dalam pengawasan distribusi BBM subsidi di wilayah Sulawesi Selatan. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga penyaluran Biosolar tetap tepat sasaran, mendukung kebutuhan sektor produktif, serta memastikan manfaat subsidi energi dapat dirasakan oleh masyarakat yang berhak menerimanya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyampaikan bahwa Pertamina terus memantau perkembangan kebutuhan energi masyarakat dan sektor transportasi di Sulawesi Selatan.

“Pertamina memastikan stok Biosolar subsidi di wilayah Sulawesi Selatan dalam kondisi aman dan penyaluran terus berjalan. Kami melakukan monitoring secara berkala terhadap kondisi stok, distribusi, serta pelayanan di SPBU agar kebutuhan energi masyarakat dan sektor logistik tetap terpenuhi,” ujar Lilik.

Lilik juga mengimbau masyarakat dan pengguna Biosolar subsidi untuk tetap melakukan pembelian sesuai kebutuhan serta menggunakan energi secara bijak sesuai peruntukannya.

“Kami mengajak seluruh pengguna BBM subsidi untuk memanfaatkan energi secara bertanggung jawab dan sesuai ketentuan. Dengan penggunaan yang tepat, distribusi energi dapat berjalan lebih optimal dan menjangkau seluruh masyarakat yang berhak menerima,” tambahnya.

Apabila masyarakat menemukan kendala layanan, antrean yang tidak wajar, maupun indikasi pelanggaran dalam penyaluran BBM subsidi, masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135 yang siap melayani selama 24 jam.

Media Contact :

Lilik Hardiyanto
Area Manager Communication, Relation, & CSR
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi

Bukan Cuma Kantongi SLHS, Kapolres Parepare Sebut Dapur Kemala Bhayangkari Satu-satunya yang Terapkan Food Security Harian

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Setelah resmi mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) per Jumat, 12 Juni 2026, Satuan Pelayanan Program Bergizi (SPPG) Dapur Polres Parepare bentukan Yayasan Kemala Bhayangkari terungkap memiliki standar operasional yang jauh lebih ketat dibanding dapur program serupa lainnya di Kota Parepare.

Hal tersebut dibeberkan langsung oleh Kapolres Parepare, AKBP Indra Waspada Yudha, dalam acara *Coffee Morning* bersama awak media di Cafe RKS Sweetness, Cempae, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, Senin (15/06/26).

AKBP Indra menjelaskan bahwa proses penerbitan SLHS dari pihak eksternal memang membutuhkan waktu berkala karena sampel makanan dan air harus diuji secara mendalam di laboratorium klinis. Namun, di luar sertifikasi baku tersebut, Polres Parepare telah menerapkan sistem proteksi mandiri berlapis.

>”Dari seluruh SPPG yang ada di Kota Parepare, hanya SPPG Dapur Polres yang menerapkan pengecekan *food security* (keamanan pangan) ketat sebelum makanan tersebut didistribusikan keluar ke anak-anak sekolah,” ujar AKBP Indra Waspada Yudha sembari menunjukkan bukti dokumentasi parameter uji.

Lebih lanjut, Kapolres menjamin mutu makanan yang diproduksi terbebas dari zat kimia berbahaya. Pemeriksaan keamanan pangan ini dilakukan secara konsisten setiap hari oleh tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polres Parepare menggunakan peralatan khusus dukungan langsung dari Mabes Polri.

“Pengecekan parameter seperti kandungan merkuri, bahan pengawet, dan zat berbahaya lainnya itu dilakukan tiap hari, bukan cuma per minggu. Begitu tim Dokkes menyatakan lolos food security dan layak konsumsi, barulah paket makanan tersebut boleh disalurkan,” tambahnya.

Terkait teknis regulasi distribusi dan kuota pembagian penerima manfaat di setiap wilayah kecamatan, AKBP Indra menegaskan bahwa Polres Parepare bertindak sebagai pelaksana teknis di lapangan. Seluruh penentuan porsi data mutlak berada di bawah kendali pusat.

“Mengenai data pembagian penerima manfaat serta kuota per kecamatan untuk program ini, itu sepenuhnya merupakan domain dan kewenangan dari Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (Korwil BGN). Kami di jajaran kepolisian mengikuti seluruh petunjuk teknis serta arahan yang diturunkan oleh Korwil BGN,” pungkas Kapolres Parepare

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Pastikan Operasional Penyaluran Energi Tetap Berjalan Pasca Gempa di Sulawesi Tengah

0

PALU, RADIOMESRA. COM – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan operasional penyaluran energi di wilayah Sulawesi Tengah tetap berjalan normal pasca terjadinya gempa bumi berkekuatan 6,8 magnitudo yang berpusat di Kabupaten Sigi pada Selasa (16/6) pukul 11.27 WITA.

Berdasarkan informasi yang diterima, gempa berpusat di koordinat 1,05 LS dan 120,18 BT dengan kedalaman 10 kilometer. Hingga saat ini, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami dan belum terdapat laporan gempa susulan yang berdampak terhadap operasional lembaga penyalur energi di wilayah Sulawesi Tengah.

Sales Branch Manager (SBM) Sulteng I Fuel Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Made Bilan Asasia, menyampaikan bahwa Pertamina segera melakukan pengecekan dan monitoring terhadap seluruh lembaga penyalur setelah gempa terjadi.

“Hasil monitoring menunjukkan seluruh SPBU dan lembaga penyalur yang kami pantau masih beroperasi normal. Sejauh ini tidak terdapat laporan kerusakan maupun gangguan operasional yang berdampak pada penyaluran energi kepada masyarakat,” ujar Made.

Made menambahkan bahwa kondisi stok BBM dan LPG di wilayah Sulawesi Tengah dalam keadaan aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu, proses distribusi dari terminal BBM maupun fasilitas LPG juga berjalan lancar sehingga pasokan energi tetap terjaga di seluruh wilayah layanan.

Sebagai langkah antisipasi, Pertamina menginstruksikan seluruh lembaga penyalur untuk tetap menjalankan operasional sesuai standar keselamatan yang berlaku, melakukan pengecekan sarana dan fasilitas secara berkala, serta segera melaporkan apabila ditemukan kerusakan atau kondisi yang berpotensi mengganggu pelayanan.

Selain itu, koordinasi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, serta stakeholder lainnya terus dilakukan guna memastikan kondisi lapangan tetap aman dan kondusif serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyampaikan bahwa keselamatan masyarakat, pekerja, dan mitra kerja menjadi perhatian utama dalam setiap kondisi kedaruratan.

“Kami terus memantau perkembangan situasi bersama instansi terkait dan memastikan kesiapan operasional penyaluran energi di Sulawesi Tengah tetap terjaga. Pertamina juga mengingatkan seluruh lembaga penyalur untuk meningkatkan kewaspadaan serta menjalankan prosedur keselamatan secara disiplin,” kata Lilik.

Lilik turut mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM maupun LPG secara berlebihan (panic buying).

“Stok BBM dan LPG dalam kondisi aman serta distribusi berjalan lancar. Masyarakat tidak perlu khawatir dan diharapkan membeli produk energi sesuai kebutuhan agar pelayanan dan distribusi tetap optimal bagi seluruh masyarakat,” tambah Lilik.

Lilik turut menyampaikan doa dan harapan terbaik bagi seluruh masyarakat yang merasakan dampak gempa bumi tersebut.

“Semoga masyarakat yang terdampak diberikan keselamatan, kesehatan, dan kekuatan dalam menghadapi situasi ini. Kami berharap kondisi di Sulawesi Tengah tetap aman dan aktivitas masyarakat dapat berjalan seperti biasa,” tambahnya.

Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG dan instansi berwenang terkait perkembangan kondisi kegempaan serta tetap tenang dalam beraktivitas.

Apabila masyarakat membutuhkan informasi terkait layanan energi Pertamina atau menemukan kendala pada penyaluran BBM dan LPG, dapat menghubungi Pertamina Contact Center (PCC) 135 yang siap melayani selama 24 jam.

Media Contact :
Lilik Hardiyanto
Area Manager Communication, Relation, & CSR
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare