27.2 C
Pare-Pare
Jumat, Oktober 30, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 102

Hadiri Paripurna DPRD, Sekda Parepare Jawab Pandangan Fraksi Soal Digitalisasi Parkir hingga Evaluasi Serapan Anggaran

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Pemerintah Kota Parepare memberikan jawaban resmi atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kota Parepare terkait Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Jawaban tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Parepare, mewakili Wali Kota Parepare, H. Tasming Hamid, dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Parepare, Rabu (17/06/26).

Dalam penyampaiannya, Sekda Parepare mengapresiasi masukan konstruktif dari sejumlah fraksi, termasuk Fraksi Gemoi, Fraksi Nasdem, dan Fraksi Kerabat (Keadilan Rakyat Perjuangan Bangsa). Salah satu poin krusial yang direspons pemerintah daerah adalah urgensi kebocoran pendapatan sektor parkir yang disuarakan oleh Fraksi Gemoi.

“Kami sangat sependapat dengan Fraksi Gemoi mengenai perlunya meminimalkan kebocoran penerimaan daerah. Untuk itu, pemerintah daerah akan melakukan percepatan migrasi sistem retribusi parkir menuju platform digital yang terintegrasi. Digitalisasi ini bertujuan meningkatkan pendapatan daerah, mengurangi kebocoran, dan memastikan pengelolaan yang lebih tertib,” ujar Sekda Parepare.

Menanggapi catatan Fraksi Gemoi terkait penyaluran bantuan siswa miskin, beasiswa berprestasi, dan program seragam sekolah yang dinilai belum sesuai ketentuan, Sekda menegaskan proses evaluasi terus berjalan. Pemerintah juga mengoptimalkan satuan tugas terpadu di setiap kelurahan guna meminimalkan kesalahan pendataan di lapangan.

“Pencermatan atas program bantuan pendidikan tersebut tetap kami evaluasi pelaksanaannya melalui Inspektorat. Kami juga mendorong penguatan peran Inspektorat secara preventif sejak tahap perencanaan dan pengembangan sistem peringatan dini,” tambahnya.

Terkait sorotan terhadap realisasi fisik dan serapan anggaran belanja modal tahun 2025 yang tidak merata—seperti di Dinas PUPR, Dinas Perkimtan, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan—Pemkot Parepare memberikan klarifikasi bahwa pekerjaan-pekerjaan tersebut diselesaikan pada tahun anggaran 2026. Begitu pula dengan efisiensi anggaran, seperti sisa anggaran pembangunan 21 unit toilet sekolah yang ditemukan setelah melalui review volume oleh Inspektorat, akan dijelaskan secara rinci pada pembahasan tahap berikutnya.

Lebih lanjut, Sekda Parepare turut mengucapkan terima kasih kepada Fraksi Nasdem yang diwakili oleh Drs. Hj. Asmawati Zainuddin, serta Fraksi Kerabat yang diwakili oleh Sapto. Pemkot Parepare sependapat dengan pandangan kedua fraksi tersebut untuk mempertahankan capaian pendapatan daerah serta mengevaluasi program yang belum terserap maksimal agar pembangunan ke depan berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan mewujudkan visi Parepare yang sejahtera dan maju.

Belanja Pegawai Tembus 47%, Komisi I DPRD Parepare Beberkan Alasan Nihilnya Formasi ASN Tahun Ini

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Teka-teki mengenai tidak digelarnya penerimaan formasi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota Parepare untuk tahun ini akhirnya terjawab. Ketua Komisi I DPRD Kota Parepare, Dr. H. Kamaluddin Kadir, mengungkapkan bahwa kondisi fiskal daerah dan tingginya porsi belanja pegawai menjadi faktor utama kebijakan tersebut diambil.

Dalam keterangannya pada Rabu (17/06/26), Kamaluddin membeberkan bahwa dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Parepare yang mencapai Rp800 miliar lebih, hampir separuhnya tersedot untuk belanja pegawai.

“Secara total dalam proyeksi anggaran, belanja pegawai kita sebenarnya menyentuh angka 50,02%. Namun, berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022, setelah dikeluarkan komponen tunjangan guru, angka bersih belanja pegawai kita berada di porsi 47%,” jelas Kamaluddin.

Angka 47% tersebut dinilai masih sangat membebani fiskal daerah. Berdasarkan aturan, daerah sedianya diberi masa transisi selama 5 tahun hingga 2027 untuk mengevaluasi dan menurunkan porsi belanja pegawai. Namun, karena kondisi keuangan mayoritas daerah belum stabil, pemerintah pusat memberikan relaksasi berupa perpanjangan masa transisi hingga tahun 2028.

Kendati demikian, Kamaluddin membawa angin segar terkait adanya informasi bahwa tahun depan gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), baik paruh waktu maupun penuh waktu, akan dialihkan dan ditanggung oleh APBN. Jika kebijakan ini terealisasi, beban APBD Parepare akan berkurang drastis.

“Kurang lebih ada Rp80 miliar anggaran daerah yang tersedot untuk pembayaran P3K penuh waktu dan paruh waktu. Kami berharap pemerintah daerah proaktif berkomunikasi dengan pusat. Jika Rp80 miliar ini bisa ditanggung APBN, anggarannya bisa digeser untuk kegiatan prioritas, terutama prasarana umum di Kota Parepare,” tambahnya.

Guna mendalami kebijakan nihilnya formasi ASN ini, Komisi I DPRD Parepare telah bergerak cepat. Melalui rapat internal, legislatif menjadwalkan pemanggilan resmi terhadap sejumlah instansi terkait pada hari Selasa mendatang.

“Kami telah menjadwalkan rapat pada hari Selasa untuk mendengarkan keterangan resmi dari pemerintah melalui BKPSDM. Kami juga mengundang Inspektorat, Bagian Hukum, Bagian Organisasi, serta para Staf Ahli bidang pemerintahan, keuangan, dan hukum. Pencermatan ini harus dilakukan secara saksama agar hasilnya baik bagi daerah,” tegas politisi senior tersebut.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Hiswana Migas Salurkan Bantuan Tanggap Bencana untuk Masyarakat Terdampak Gempa di Kabupaten Sigi

0

SIGI, RADIOMESRA. COM – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Fungsi CSR dan Fungsi Retail Sales Area Sulawesi Tengah bersama Hiswana Migas DPC VII menyalurkan bantuan tanggap bencana kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Kamis (18/06/26). Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan respons cepat perusahaan dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar pasca bencana.

Gempa bumi dengan kekuatan 6,7 magnitudo yang terjadi pada Selasa (16/6) mengakibatkan masyarakat di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok dan energi untuk sehari-hari.

Sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama Hiswana Migas DPC VII menyalurkan sebanyak 1.000 paket sembako serta bantuan LPG beserta kompor yang diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa tanggap darurat.

Sales Branch Manager I Fuel Sulawesi Tengah Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Made Bilan Asasia Binov, mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya pada saat menghadapi kondisi darurat akibat bencana.

“Pertamina turut prihatin atas musibah gempa bumi yang dialami masyarakat Kabupaten Sigi. Melalui sinergi bersama Hiswana Migas DPC VII, kami berupaya memberikan bantuan yang dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat, baik berupa kebutuhan pokok maupun dukungan energi untuk aktivitas sehari-hari. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat selama masa pemulihan pascabencana,” ujar Made.

Selain menyalurkan bantuan kemanusiaan, Pertamina juga terus memantau kondisi penyaluran energi di wilayah terdampak guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi dengan baik.

Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan bahwa kehadiran Pertamina dalam situasi bencana merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Pada kondisi bencana, kebutuhan masyarakat terhadap pangan dan energi menjadi hal yang sangat penting. Karena itu, Pertamina berupaya hadir melalui bantuan yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat terdampak. Kami juga mengapresiasi kolaborasi yang terjalin bersama Hiswana Migas DPC VII sehingga bantuan dapat segera disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” jelas Lilik.

Program bantuan tanggap bencana ini merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya SDG 1 Tanpa Kemiskinan, SDG 2 Tanpa Kelaparan, dan SDG 11 Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan. Melalui bantuan kebutuhan pokok dan energi bagi masyarakat terdampak bencana, Pertamina berupaya mendukung pemulihan sosial masyarakat serta meningkatkan ketahanan komunitas dalam menghadapi situasi darurat.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat terkait, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang terdampak bencana.

*Media Contact:*

Lilik Hardiyanto
Area Manager Communication, Relations, & CSR
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi

Pura-Pura Jadi Pelanggan, Pria 25 Tahun Gagal Kabur Usai Curi Gelang Emas di Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Aksi nekat seorang pria muda yang berpura-pura menjadi pelanggan di sebuah toko emas berakhir apes. Pelaku berinisial HS (25), warga Kota Parepare, diamankan setelah diduga melakukan pencurian gelang emas di Toko Emas Mutiara yang berlokasi di Jalan Lasinrang, Kelurahan Kampung Pisang, Kecamatan Soreang, Kota Parepare.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu(17/06/26), sekitar pukul 13.30 wita. Korban diketahui merupakan pemilik Toko Emas Mutiara, seorang perempuan berinisial HT (46).

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Kasat Reskrim Polres Parepare AKP. Muh. Saleh saat di konfirmasi, jumat (19/06) siang, aksi pencurian itu bermula saat HS mendatangi toko emas tersebut dengan berpura-pura sebagai calon pembeli. Saat berada di dalam toko, pelaku meminta pemilik toko memperlihatkan sejumlah perhiasan emas yang dipajang.

Awalnya, pelaku menunjuk sebuah gelang emas seberat 5 gram yang kemudian diperlihatkan oleh korban. Tak berhenti sampai di situ, HS kembali meminta korban menunjukkan gelang emas lainnya yang berada di dalam etalase penyimpanan.

Ketika korban mengambil dan menimbang gelang emas yang diminta, pelaku diduga memanfaatkan kelengahan pemilik toko. Sesaat setelah mencoba gelang emas seberat 5 gram tersebut, HS tiba-tiba berlari keluar toko dengan membawa perhiasan yang bukan menjadi haknya.

Korban yang menyadari aksi dari HS langsung melakukan pengejaran. Beruntung, HS belum sempat melarikan diri menggunakan sepeda motor yang telah disiapkan di depan toko. Dengan bantuan sejumlah warga sekitar, pelaku berhasil diamankan tidak jauh dari lokasi kejadian.

Tak lama berselang, personel kepolisian tiba di lokasi dan segera mengamankan pelaku beserta barang bukti untuk dibawa ke Polres Parepare guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan satu buah gelang emas seberat 5 gram yang diduga merupakan hasil tindak pidana pencurian.

Dalam pemeriksaan awal, kata Kasat AKP. Muh. Saleh, terduga HS mengaku nekat melakukan aksi tersebut karena terdesak kebutuhan ekonomi.

“ Pelaku berdalih hendak menggadaikan gelang emas tersebut untuk menebus sepeda motor milik saudaranya yang sebelumnya telah digadaikan “. Ucapnya.

Atas perbuatannya, HS dipersangkakan melanggar Pasal 476 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

“ HS dipersangkakan pasal 476 KUHP, saat ini di tahan di rutan Polres Parepare untuk proses penyidikan lebih lanjut “. Terangnya.

Mewakili Kapolres Parepare, AKP. Muh. Saleh mengimbau masyarakat khususnya para pelaku usaha, agar tetap meningkatkan kewaspadaan saat melayani konsumen dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan tindakan yang mencurigakan guna mencegah terjadinya tindak kriminalitas.

Jumat Curhat Polsek Ujung Jadi Ruang Dialog Warga Lapadde, Berbagai Persoalan Kamtibmas Mengemuka

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Polsek Ujung Polres Parepare kembali membuka ruang komunikasi interaktif dengan warga melalui kegiatan rutin Jumat Curhat. Kegiatan kali ini dilaksanakan di Jalan Puskesmas Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Jumat (19/06/26).

Ruang dialog ini diikuti oleh puluhan warga RT 002/RW 004 di kediaman salah satu warga yang bernama Tambase, dan menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi, keluhan, maupun informasi terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan tempat tinggal mereka.

Jumat Curhat dipandu oleh Waka Polsek AKP. Achmad Rohim, didampingi oleh Aiptu Slamet Aji dan Bhabinkamtibmas AIPTU Mustamin Endang, serta mengundang Pj. Pelayanan Jasa Raharja Cabang Parepare Muhammad Fikri Fansuri.

Dalam dialog terbuka, warga yang bernama Ibu Haspiah, mengungkapkan keprihatinannya terhadap perilaku remaja di lingkungan tersebut yang gemar menghirup lem. Menurut, kebiasaan ini diluar perilaku normal bagi remaja, ia pun berharap aparat kepolisian memberikan perhatian terkait hal tersebut.

Informasi lain datang dari Bapak Sarmin, yang menyampaikan adanya aktivitas konsumsi minuman keras hingga larut malam yang dinilai meresahkan masyarakat sekitar. Selain itu, ia berharap patroli kepolisian di wilayah Jalan Puskesmas dapat lebih ditingkatkan.

AKP. Achmad Rohim selaku representase dari kepolisian memberikan pernyataan bahwa informasi yang dihimpun langsung dari masyarakat ini akan ditindak lanjuti segera.

“ Masukan – masukan yang kami terima hari ini akan kami tindak lanjuti segera, termasuk permintaan patroli, perhatian pada perilaku remaja, maupun penanganan perilaku gemar minum miras “. Ucapnya kepada warga.

Ia juga menyampaikan jika menemukan hal – hal yang membutuhkan bantuan segera, warga di harapkan untuk menghubungi layanan call center 110.

“ Hubungi segera layanan 110 jika butuh kehadiran polisi, layanan ini gratis, dan setiap laporan pengaduan akan ditindak lanjuti segera “. Imbaunya.

Jumat Curhat dari Polsek Ujung ini juga menjadi sarana bagi pihak Jasa Raharja untuk menyampaikan berbagai informasi – informasi layanan jasa raharja yang dibutuhkan oleh warga. Kehadiran dari pihak Jasa Raharja di wakili oleh Muhammad Fikri Fansuri yang memberikan penjelasan – penjelasan, sehingga diharapkan warga dapat mengetahui secara baik apa yang harus dilakukan jika membutuhkan layanan Jasa Raharja.

Melalui program Jumat Curhat, Polsek Ujung berharap manfaat kehadiran Polri semakin dirasakan masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Kota Parepare.

Gandeng TP PKK, Dinas Ketapang Parepare Gelar Lomba Kreasi Menu B2SA di Auditorium BJ Habibie

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kota Parepare berkolaborasi dengan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Parepare menggelar Lomba Kreasi Menu B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman). Acara yang berlangsung di Auditorium BJ Habibie pada Jumat (19/06/26) ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga, mengenai pentingnya konsumsi pangan lokal yang sehat dan bervariasi.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kota Parepare, Andi Rohana, SP, M.Si, mengungkapkan rasa syukurnya atas kolaborasi yang menyasar langsung kelompok keluarga di tingkat kelurahan ini. Menurutnya, kegiatan ini menjadi media edukasi yang efektif untuk menunjukkan bahwa kenyang tidak harus selalu bersumber dari nasi.

“Intinya adalah variasi makanan. Melalui kegiatan ini, kita mengedukasi masyarakat bagaimana pentingnya makanan sehat, bergizi, dan bervariasi. Sehingga anak-anak kita bisa merasakan bahwa ternyata tanpa nasi pun, kita bisa kenyang dan rasanya tetap enak dengan variasi pangan lokal tersebut,” ujar Andi Rohana saat ditemui di lokasi acara.

Ia juga menambahkan bahwa tagline B2SA yang digaungkan dalam kegiatan ini adalah Makan Enak!” untuk menarik minat masyarakat. Terkait mekanisme lomba, aturan dan kriteria penataan menu sebelumnya telah disampaikan secara jelas kepada para peserta saat sesi technical meeting.

Di sisi lain, tim juri memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kreativitas para peserta dari berbagai kelurahan. Aswar Ja’far, Owner Warung Bakarta yang bertindak sebagai salah satu juri, menyatakan bahwa seluruh menu yang disajikan sangat kompleks dan memenuhi unsur gizi yang lengkap.

“Kreasi dari ibu-ibu PKK ini sangat kreatif. Mereka memaksimalkan pangan lokal mulai dari umbi-umbian, jagung, hingga dipadukan dengan protein seperti udang, telur, dan ayam. Komponennya lengkap, ada karbohidrat, protein, hingga buah-buahan,” jelas Aswar.

Aswar menambahkan, proses penilaian tidak hanya menitikberatkan pada keindahan tampilan dan kreativitas pengolahan bahan lokal seperti ubi atau beras ketan, melainkan juga aspek rasa. Keserasian rasa antar-komponen menjadi poin krusial dalam menentukan pemenang.

Berdasarkan hasil diskusi tim juri, pengumuman pemenang lomba kreasi menu B2SA ini langsung diumumkan pada hari yang sama setelah seluruh rangkaian penilaian rampung dilaksanakan.

Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal Non-Beras, TP PKK Gelar Lomba Cipta Menu B2SA Tingkat Kelurahan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM– Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Bekerja Sama Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) kota Parepare menggelar Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA). Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (19/06/26) ini diikuti oleh perwakilan kader PKK dari 22 kelurahan.

Ketua TP PKK, Hj. Andi Arfiah Tasming, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas antusiasme serta kreativitas luar biasa yang ditunjukkan oleh para peserta dalam mengolah pangan lokal non-beras.

 “Alhamdulillah, luar biasa sekali. Saya sangat senang melihat antusiasme ibu-ibu dari 22 kelurahan. Mereka sangat bersemangat, dan setelah saya cicipi tadi, makanannya enak-enak semua,” ujar Hj. Andi Arfiah Tasming di sela-sela peninjauan stan lomba.

Ia menambahkan bahwa esensi utama dari lomba tahunan ini adalah mengedukasi dan mendorong masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, untuk lebih memanfaatkan pangan lokal yang sehat, bergizi tinggi, namun tetap terjangkau.

Dalam lomba kali ini, para peserta ditantang menyajikan menu karbohidrat pengganti nasi. Berbagai olahan kreatif berbahan dasar pisang, ubi, hingga jagung sukses disajikan dengan tampilan yang menarik.

Menurut Hj. Andi Arfiah Tasming, ada peningkatan kualitas yang signifikan pada penyelenggaraan tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.

“Menurut saya, tahun ini penyajiannya jauh lebih kreatif, tampilan makanannya lebih bagus, dan cita rasanya juga semakin mantap,” ungkapnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kreativitas para kader, TP PKK memberikan stimulus berupa bantuan dana untuk memfasilitasi pembelian bahan pokok dalam mempersiapkan perlombaan ini. Adapun indikator penilaian lomba berfokus pada aspek ketahanan pangan, sandang, dan pangan.

Semarak Tahun Baru Islam 1448 H, Lapas Parepare Gelar Tausiyah dan Penguatan Tugas Pemasyarakatan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  — Dalam rangka menyemarakkan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Parepare menggelar kegiatan tausiyah keagamaan yang diikuti oleh seluruh petugas Lapas Parepare di Tribun Lapas Parepare.

Kegiatan menghadirkan Dr. Abdul Latief Kadir, S.Pd.I., M.Pd., Dosen IAI DDI Mangkoso sekaligus Da’i KPK, sebagai penceramah yang memberikan tausiyah dan pencerahan kepada seluruh peserta.

Dalam ceramahnya, Dr. Abdul Latief Kadir mengajak seluruh petugas untuk menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai sarana muhasabah diri, mengevaluasi perjalanan hidup selama tahun 1447 H, meninggalkan berbagai keburukan dan kekurangan yang pernah dilakukan, serta memulai lembaran baru yang lebih baik pada tahun 1448 H.

“Hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan tempat, tetapi juga perpindahan menuju pribadi yang lebih baik. Tahun baru Islam menjadi momentum bagi kita semua untuk memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, memperkuat integritas, serta menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi sesama,” pesan Dr. Abdul Latief Kadir dalam tausiyahnya.

Usai kegiatan tausiyah, acara dilanjutkan dengan pengarahan tugas dan fungsi petugas pemasyarakatan oleh Kepala Lapas Kelas IIA Parepare, Marten, Bc.IP., S.H., M.H.

Dalam arahannya, Kalapas kembali menegaskan pentingnya pelaksanaan tugas sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), ketentuan yang berlaku, serta komitmen bersama yang telah disepakati oleh seluruh jajaran. Ia juga mengingatkan seluruh petugas untuk senantiasa menjaga integritas, profesionalisme, serta nama baik institusi dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Momentum Tahun Baru Islam ini hendaknya tidak hanya menjadi sarana refleksi pribadi, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian. Laksanakan tugas sesuai SOP, patuhi aturan yang berlaku, jaga kekompakan, dan yang paling penting adalah menjaga nama baik serta marwah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dan Lapas Parepare yang kita cintai bersama,” tegas Kalapas.

Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh makna. Melalui tausiyah dan penguatan tugas tersebut, diharapkan seluruh petugas Lapas Parepare semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas keimanan, integritas, serta profesionalisme dalam memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara.

Pemkot Parepare Instruksikan Tindak Tegas ASN Provokatif dan Indisipliner

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Pada Upacara Hari Kesadaran Nasional yang dirangkaikan dengan pengambilan sumpah dan penyerahan SK pengangkatan PNS Formasi 2024, Walikota Parepare H. Tasming Hamid menegaskan pentingnya menjaga disiplin, integritas, dan profesionalisme aparatur sipil negara (ASN).

Menurutnya, ASN harus menjadi teladan, penyejuk, serta penyampai informasi yang benar kepada masyarakat, baik di lingkungan kerja maupun di media sosial. Karena itu, kami menginstruksikan seluruh kepala OPD untuk menindak tegas setiap pelanggaran disiplin, termasuk tindakan provokatif yang dapat mengganggu kondusivitas pemerintahan dan pelayanan publik.

“Pemerintah Kota Parepare membutuhkan ASN yang loyal, berintegritas, dan mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Disiplin bukan sekedar kewajiban, melainkan bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.” Jelas Tasming

Komisi I DPRD Parepare Fasilitasi RDP Sengketa Lahan Lembah Harapan, Beri Pemkot Waktu Seminggu Lengkapi Data

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Parepare menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna memfasilitasi sengketa lahan yang terletak di Kelurahan Lembah Harapan, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, Rabu (17/06/26). RDP ini merespons surat dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) terkait kejelasan objek lahan yang disengketakan antara keluarga ahli waris Andi Takbu dan Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare.

Ketua Komisi I DPRD Kota Parepare, Dr. H. Kamaluddin Kadir, menjelaskan bahwa duduk perkara sengketa ini bermula ketika masa lalu pemerintah memberikan lahan pengganti kepada keluarga Andi Takbu di Kecamatan Soreang. Langkah tersebut diambil karena lahan asli milik mereka digunakan oleh pemerintah untuk lokasi pembangunan kawasan korban 40.000 jiwa. Seiring berjalannya waktu, lahan pengganti tersebut sempat dikuasai oleh Haji Adade seluas 10.000 meter persegi, dan belakangan juga dicatat sebagai aset daerah oleh Pemkot Parepare secara administratif, meski belum memiliki sertifikat hukum resmi.

“Berdasarkan hasil peninjauan lapangan yang dilakukan BPN bersama seluruh pihak terkait pada tanggal 3 Juni lalu, BPN kemudian bersurat ke DPRD untuk memberikan penjelasan. Hari ini kami undang kembali semua pihak, termasuk Pemkot yang diwakili oleh Kepala Bidang Aset,” ujar Kamaluddin Kadir usai memimpin rapat.

  1. Dalam RDP tersebut, pihak keluarga ahli waris menyerahkan sejumlah bukti dokumen penguat, di antaranya sertifikat hak pakai seluas 450 meter persegi, notulen rapat Dinas Perkintan tahun 2017, bukti pembayaran PBB, serta surat penyerahan lokasi dari pemerintah daerah tahun 1982 yang ditandatangani oleh Kepala Urusan Sempadan saat itu, Akhirrahman.

Menyikapi hal ini, Komisi I DPRD Parepare memberikan waktu satu minggu kepada jajaran Pemkot Parepare, khususnya Bidang Aset, untuk melakukan rapat internal dan memvalidasi keabsahan klaim aset tersebut.

“Kami meminta penjelasan dari pemerintah melalui bidang aset. Kami berikan waktu satu minggu dari sekarang untuk melakukan rapat di jajaran internal Pemkot. Nantinya, Pemkot harus mengundang BPN untuk melakukan *plotting* ulang guna menentukan batas-batas lokasi mana saja yang belum tersertifikat,” tegas Legislator Parepare ini.

Kamaluddin menambahkan, berdasarkan peta yang diserahkan oleh BPN dalam rapat, objek lahan yang dimaksud memang dikonfirmasi belum memiliki sertifikat hak milik secara hukum. Hal ini membuka ruang bagi pihak keluarga Andi Takbu yang memegang surat tahun 1982 untuk meningkatkan status tanah mereka.

“Dari peta BPN, lokasi tersebut memang belum bersertifikat (hak milik). Jadi, ada kesempatan bagi pemilik yang diberikan kuasa sejak tahun ’82 untuk meningkatkan statusnya dari hak pakai menjadi hak milik. Namun, kami berharap semua pihak dapat melengkapi data-data yang kami minta agar sengketa ini bisa diselesaikan dengan baik dan berkeadilan,” pungkasnya.

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare