PAREPARE, RADIOMESRA. COM β Pengurus Daerah Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Parepare menyelenggarakan kegiatan bakti sosial dalam rangka memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-118 tahun 2026. Bertempat di Kelurahan Lemoe pada Selasa (16/06/26), kegiatan ini menghadirkan berbagai layanan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Ketua IDI Cabang Parepare, dr. Hj. Nurhamidar Aslan, Sp.OG, menjelaskan bahwa meskipun hari bakti jatuh pada tanggal 20 Mei, Pengurus Besar IDI (PB IDI) pusat memberikan rentang waktu pelaksanaan kegiatan dari 20 Mei hingga 20 Oktober.
“Kegiatan hari ini meliputi Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang merupakan program strategis dari Bapak Presiden. Kami dibantu oleh Puskesmas Lemoe. Selain itu, ada penyuluhan dari tiga dokter spesialis, yaitu spesialis saraf, spesialis penyakit dalam, dan spesialis kandungan (obgyn), yang dilanjutkan dengan pemeriksaan serta pengobatan gratis,” ujar dr. Nurhamidar.
Ia menambahkan, sasaran utama penyuluhan ini adalah ibu-ibu kader PKK dari empat kelurahan di Kecamatan Bacukiki. Menurutnya, kader PKK merupakan mitra strategis dokter untuk bergerak di bidang promotif dan preventif (pencegahan). Melalui ilmu yang didapat, para kader yang aktif di Posyandu, Dasawisma, maupun Rumah Gizi diharapkan dapat menyebarkan informasi kesehatan tersebut ke lingkungan sekitar mereka.
Pihak panitia menargetkan 50 peserta untuk penyuluhan, serta target 50 hingga 100 warga untuk pengobatan gratis. Selain masyarakat, aksi donor darah juga dilakukan oleh para dokter yang memenuhi syarat. Kegiatan ini turut dihadiri dan diikuti oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Parepare beserta jajaran pengurus Pokja 4.
Antusiasme tinggi dari masyarakat juga diakui oleh HJ. Sri Tanti Nasrah, yang hadir selaku Ketua Pokja 1 PKK Parepare dan Anggota DPRD Kota Parepare. Ia memberikan apresiasi besar atas inisiatif yang dilakukan oleh IDI Parepare.
“Kegiatan bakti sosial yang diadakan IDI ini sangat-sangat bermanfaat. Masyarakat sangat antusias dalam memeriksakan kesehatan, memeriksakan anak, dan memeriksakan ibu hamil. Harapan saya, semoga kegiatan ini tidak hanya dilakukan satu kali saja, melainkan berkali-kali karena masyarakat sangat membutuhkan, apalagi pemeriksaan ini gratis,” tutur Sri Tanti Nasrah




















