26.6 C
Pare-Pare
Jumat, Oktober 30, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 89

Jangan Sampai Rugi! Ketua Panitia Ajak Warga Parepare Ramaikan Celebes Creative Festival 2026

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Kemeriahan Celebes Creative Festival (CCF) 2026 di Lapangan Andi Makkasau, Kota Parepare, terus berlanjut. Memasuki rangkaian kegiatan pada Senin (06/07/26), festival kreatif terbesar ini menyuguhkan berbagai agenda menarik, mulai dari talk show komunitas hingga panggung seni di malam hari.

Ketua Panitia CCF 2026, Ayu Winda Lestari, membeberkan padatnya jadwal festival yang melibatkan berbagai elemen kreatif.

“Hari ini (Senin 06/07/26 red) kita ada talk show dengan komunitas Toys Kota Parepare. Kemudian malam hari di panggung utama, ada performa dari teman-teman Animasi IAIN serta malam puisi yang diisi oleh komunitas lokal,” jelas Ayu saat ditemui di lokasi acara.

Tak kalah seru, Ayu juga membocorkan agenda besar yang akan berlangsung esok hari. Salah satu agenda utamanya adalah Celebes Creative Forum yang akan digelar di Auditorium BJ Habibie mulai pukul 08.00 WITA. Acara tersebut menjadi ruang penting bagi para kepala daerah untuk memaparkan potensi daerah masing-masing.

“Meskipun ada forum di auditorium, acara di panggung utama Lapangan Andi Makkasau tetap running. Besok ada talk show edukatif bertajuk ‘Mengenal Kopi’ bersama pemilik Good Mood Coffee, serta penampilan tari dan band dari berbagai komunitas di malam harinya,” tambah Ayu.

Di akhir wawancara, Ayu Winda Lestari memberikan ajakan emosional kepada seluruh warga Parepare agar tidak melewatkan momentum berharga ini. Menurutnya, sangat disayangkan jika masyarakat lokal justru melewatkan panggung unjuk gigi bagi generasi muda kreatif.

“Kalau teman-teman tidak datang selama event ini berlangsung, kalian akan rugi melihat potensi-potensi terbaik generasi muda Parepare. Orang luar saja berbondong-bondong datang ke sini, masa kita sebagai tuan rumah tidak mau mendukung komunitas kreatif kita sendiri? Jadi, jangan lupa datang bersama keluarga dan teman-teman,” tegas Ayu.

Celebes Creative Festival di Parepare Jadi Wadah Kreatif bagi Milenial dan Gen Z

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Lapangan Andi Makkasau, Kota Parepare, kini menjadi pusat perhatian bagi para pegiat kreatif melalui gelaran Celebes Creative Festival (CCF). Selama sepuluh hari, ajang ini rutin menyelenggarakan diskusi sore yang menjadi ruang berbagi ide bagi berbagai komunitas kreatif di Kota Parepare.

Senin (06/07/26), kegiatan diskusi tersebut mengangkat topik menarik terkait dunia koleksi mainan bersama Toys Community Parepare. Sesi ini membahas sisi positif hobi mengoleksi mainan serta teknik perawatannya, yang ternyata menarik antusiasme generasi milenial dan Gen Z.

Ikbal, salah satu tim Humas Celebes Creative Festival, menjelaskan bahwa kegiatan diskusi ini memang dirancang terbuka untuk umum tanpa undangan formal.

“Kami tidak membatasi tema selama masih seputar ekonomi dan industri kreatif. Siapa saja yang sedang berolahraga atau sekadar melintas di sekitar lapangan bisa bergabung. Harapannya, festival ini menjadi ruang kolaborasi bagi anak muda di Parepare,” ujar Ikbal.

Kegiatan ini mendapatkan sambutan positif dari peserta. Andi Fitri Arfiani, seorang mahasiswi yang turut hadir, mengungkapkan bahwa diskusi semacam ini mengubah pandangannya mengenai hobi.

“Awalnya mungkin orang berpikir untuk apa mengoleksi mainan, tapi setelah mendengar penjelasan tadi, saya jadi sadar bahwa hobi adalah bentuk kepuasan diri yang perlu dihargai sebagai skala prioritas. Diskusi ini memberikan perspektif baru bagi saya,” tutur Fitri.

Fitri juga memberikan saran agar ke depannya panitia dapat memberikan apresiasi lebih bagi penanya kreatif guna memancing interaksi yang lebih hidup.

Hingga hari ini, Celebes Creative Festival terus menghadirkan beragam topik diskusi, mulai dari kerajinan tangan, pelatihan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), hingga pelatihan akting, menjadikannya magnet baru bagi masyarakat kreatif di Kota Parepare.

DPRD dan Pemkot Parepare Sepakati Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Wakil Wali Kota Apresiasi Sinergitas Legislatif

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Parepare resmi menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan persetujuan bersama dalam Rapat Paripurna yang digelar di Gedung DPRD Kota Parepare, Senin (06/07/25).

Wali Kota Parepare, H. Tasming Hamid, yang diwakili oleh Wakil Wali Kota, H. Hermanto, menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Wali Kota dikarenakan sedang menjalankan tugas kedinasan di Makassar. Dalam sambutannya, Hermanto menyampaikan apresiasi mendalam kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kota Parepare.

“Atas nama Pemerintah Kota, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada dewan yang terhormat. Kesepakatan ini menggambarkan pentingnya menyamakan persepsi tentang pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan demi memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kota Parepare,” ujar Hermanto.

Hermanto menanggapi positif masukan dari fraksi-fraksi DPRD, termasuk catatan dari Fraksi Golkar terkait pengelolaan keuangan daerah. Ia menegaskan bahwa segala permasalahan yang ditemukan selama pembahasan adalah dinamika yang harus dimaknai sebagai bahan evaluasi untuk penyempurnaan tata kelola pemerintahan ke depan.

“Permasalahan yang terungkap harus dimaknai sebagai dinamika yang memang harus terus dibenahi dan disempurnakan. Kami berkomitmen untuk mencari solusi yang tepat dan optimal,” tambahnya.

Rapat paripurna ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Parepare H. Ir. Kaharuddin Kadir M.Si., Wakil Ketua DPRD, serta jajaran pejabat lingkup Pemkot Parepare, tenaga ahli, dan tamu undangan lainnya. Dengan disetujuinya Ranperda ini, maka dokumen tersebut akan segera ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) Kota Parepare sebagai payung hukum pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran tahun 2025.

DPRD Parepare Rekomendasikan Penghentian Sementara Aktivitas MyRepublic, Buntut Pemasangan Tiang Tanpa Kejelasan Izin

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Komisi III DPRD Kota Parepare menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait keluhan warga atas maraknya pemasangan tiang internet baru di wilayah pemukiman. Berdasarkan hasil rapat, DPRD merekomendasikan penghentian sementara seluruh aktivitas perluasan jaringan provider MyRepublic di Kota Parepare.

Ketua Komisi III DPRD Kota Parepare, Hamran Hamdani, menjelaskan bahwa RDP ini digelar setelah adanya permohonan resmi dari Komunitas 588 yang mewakili laporan lisan masyarakat.

 “Menurut laporan, sudah ada enam kelurahan yang dipasangi tiang. Berkenaan dengan hal itu, kami langsung bertindak mengecek ke pemerintah kota mengenai izin operasionalnya, lalu menggelar RDP hari ini,” ujar Hamran, Senin (06/07/26).

Hanya Dihadiri Vendor, DPRD Layangkan Peringatan

Pihak DPRD sejatinya telah mengundang manajemen MyRepublic dan stakeholder terkait untuk memberikan klarifikasi. Namun, dalam RDP tersebut, pihak MyRepublic hanya diwakili oleh pihak ketiga atau vendor.

Karena pihak vendor mengaku tidak bisa memberikan jawaban menyeluruh dan tidak dapat mewakili manajemen pusat, Komisi III mengambil langkah tegas.

“Kami merekomendasikan untuk menghentikan sementara semua kegiatan internet MyRepublic di Kota Parepare sebelum ada kejelasan langsung dari manajemen mereka. Tidak boleh ada pemasangan tiang baru, dan tidak boleh menerima sambungan pelanggan baru dulu mulai sekarang,” tegas Hamran.

Nasib Layanan Pelanggan yang Sudah Terpasang

Meski ada instruksi penghentian aktivitas perluasan, Hamran memastikan bahwa jaringan internet bagi pelanggan yang sudah aktif terpasang saat ini tidak akan diputus.

“Untuk jaringan yang sudah berjalan dan terpasang, biar dulu untuk sementara. Kita tidak larang itu, yang kita stop adalah aktivitas pembangunan di lapangan dan penerimaan sambungan baru,” jelasnya.

Target Pemanggilan Ulang Manajemen Pusat

DPRD Kota Parepare memberikan tenggat waktu paling lambat satu minggu ke depan untuk menjadwalkan ulang RDP lanjutan. Mengingat MyRepublic belum memiliki kantor perwakilan di Parepare dan baru tersedia di Makassar untuk cakupan Sulawesi Selatan, DPRD akan melayangkan undangan langsung ke kantor wilayah tersebut.

“Kami ingin mendengar kejelasan langsung dari manajemennya, bukan dari vendor yang tidak bisa menjelaskan regulasi dan perizinan mereka,” pungkas Hamran.

Dievaluasi, DPRD Soroti Kelayakan hingga Perlu Adanya MoU Ketat

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu agenda nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus menuai dinamika di daerah. Di Kota Parepare, dua Satuan Pelayanan (STPJ/SPPG) dilaporkan sempat disuspensi sementara demi pembenahan tata kelola dan pemenuhan standar kelayakan.

Ketua Komisi I DPRD Kota Parepare sekaligus Politisi Partai Gerindra Dapil Ujung, Dr. H. Kamaluddin Kadir, mengungkapkan bahwa langkah suspensi tersebut diambil sebagai bagian dari proses evaluasi total secara nasional, di mana ada sekitar 8.000 satuan pelayanan yang dievaluasi.

“Di Parepare ada dua yang ditangguhkan sementara untuk melengkapi kelayakan dan tata kelola. Mulai dari Sertifikat Layak Higiene Sanitasi (SLHS), sertifikasi MUI (Halal), hingga sterilisasi lingkungan, air, dan makanan,” ujar Kamaluddin.

Kamaluddin menegaskan pentingnya pemenuhan standar B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) karena program ini menyasar pemenuhan gizi anak-anak sebagai investasi menuju Indonesia Emas. Ia juga menambahkan bahwa program ini membawa dampak positif bagi ekonomi lokal, termasuk pemberdayaan kaum perempuan dan pembukaan lapangan kerja baru.

Di sisi lain, program berskala masif ini tidak luput dari sorotan kritis. Anggota Komisi III DPRD Kota Parepare dari Fraksi PKB Dapil Soreang, **Andi Muhammad Fudail**, menilai bahwa meski program ini sangat baik untuk masa depan anak-anak, skema anggarannya yang sangat besar perlu dicermati agar tidak memicu kecemburuan sosial di sektor lain, seperti sektor pendidikan dan ketenagakerjaan.

“Secara pribadi saya melihat program ini bagus dan sudah sukses di beberapa negara. Namun, mekanismenya harus diperketat di tengah efisiensi anggaran daerah saat ini,” kata Andi Muhammad Fudail.

Politisi PKB ini juga menyoroti pentingnya kehadiran pemerintah daerah dalam mengawasi jalannya program di lapangan. Ia mendesak agar pemerintah daerah segera membuat Memorandum of Understanding (MoU) resmi dengan pihak ketiga atau penyedia makanan. Hal ini berkaca dari adanya laporan mengenai rendahnya kualitas makanan, seperti buah busuk atau temuan ulat/cacing pada makanan di beberapa tempat.

 “Harus ada MoU tegas antara pemerintah dengan penyedia. Jika ada temuan makanan tidak berkualitas, harus ada sanksi. Ini menjadi psikoterapi bagi penyedia agar tidak asal-asalan, karena kita ingin mencerdaskan anak bangsa dengan menu yang berkualitas,” tegas Fudail.

DPRD Kota Parepare berharap proses evaluasi yang sedang berjalan dapat menyempurnakan implementasi program MBG ke depan, sehingga dampak kesehatan bagi anak-anak dan dampak ekonomi bagi masyarakat dapat berjalan beriringan secara optimal.

Nostalgia dan Kreativitas Warnai Celebes Creative Festival 2026 di Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Lapangan Andi Makkasau, Kota Parepare, disulap menjadi pusat kreativitas dan nostalgia melalui ajang Celebes Creative Festival (CCF) 2026. Berbagai komunitas kreatif, mulai dari kolektor mainan hingga pegiat barang vintage, berpartisipasi menampilkan karya serta koleksi langka mereka kepada masyarakat.

Aco, perwakilan dari Parepare Toys Community (PTC), komunitas kolektor mainan di Parepare, menjelaskan bahwa kehadiran mereka bertujuan untuk berbagi hobi sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai dunia pop culture.

“Kami menampilkan koleksi terbaik, mulai dari action figure, statue, hingga diecast. Tujuan kami ingin berbagi dengan orang-orang yang memiliki minat serupa. Selain itu, kami juga ingin mengedukasi masyarakat, misalnya bagi mereka yang belum tahu di mana bisa mendapatkan barang-barang koleksi ini,” ujar Aco.

Menurut Aco, komunitas yang berdiri sejak 2019 ini terbuka bagi siapa saja tanpa persyaratan khusus. Terkait koleksi mainan yang sering dianggap sebagai aset investasi, Aco mengingatkan bahwa nilai barang koleksi tidak selalu naik dan sangat dipengaruhi oleh pasar serta pedagang.

Di sisi lain, booth barang antik dan vintage yang dijaga oleh Muh. Iqbal juga tak kalah menarik perhatian. Iqbal memamerkan koleksi barang jadul yang dipadukan dengan sentuhan kreativitas modern, serta foto-foto dokumentasi Kota Parepare tempo dulu.

“Ini bukan sekadar barang bekas, tapi barang edukasi. Kami ingin menunjukkan estetika zaman dulu kepada anak-anak muda sekarang agar mereka tahu sejarah kotanya, seperti foto Pasar Lekesi, kantor pos tahun 1940-an, hingga angkutan kota tempo dulu,” jelas Iqbal.

Iqbal berharap, pemerintah dapat melirik potensi komunitas kreatif di Parepare dengan memberikan ruang atau gedung khusus, seperti rumah dinas yang tidak terpakai, untuk dijadikan museum edukasi barang bersejarah dan kreatif.

Gelaran Celebes Creative Festival 2026 ini diharapkan menjadi ruang bagi para pelaku kreatif di Parepare untuk unjuk gigi dan memperkuat jejaring komunitas di Sulawesi Selatan.

Salurkan Bakat Balap Resmi, Kejurda Bhayangkara Road Race Seri II Digelar di Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Kepolisian Resor (Polres) Parepare sukses menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) Bhayangkara Road Race Seri II. Ajang balap motor resmi ini berlangsung selama dua hari di Sirkuit Terminal Lumpue, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare.

Kapolres Parepare, AKBP Indra Waspada Yudha, menyampaikan bahwa selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini ditujukan untuk mencari bibit-bibit pembalap unggul yang diharapkan mampu berkiprah di tingkat nasional hingga internasional.

“Kegiatan ini tentunya untuk mencari bibit-bibit unggul pembalap yang nantinya bisa berkiprah di tingkat yang lebih tinggi lagi. Selain itu, ini juga sebagai bentuk edukasi dan kampanye tertib berlalu lintas demi mewujudkan kamseltibcarlantas di Kota Parepare. Remaja yang memiliki hobi balap bisa menyalurkan bakat dan kemampuannya di wahana resmi ini,” ujar AKBP Indra Waspada Yudha.

Ia juga menambahkan, pihak kepolisian membuka peluang untuk menjadikan ajang ini sebagai kalender event tahunan Polres Parepare. “Jika hasil evaluasi dari acara ini menunjukkan dampak yang baik, tentu bisa kita selenggarakan lagi di tahun-tahun berikutnya,” lanjutnya.

Menariknya, Kejurda kali ini tidak membatasi usia peserta. Bahkan, terdapat kelas khusus ‘Legend’ yang diperuntukkan bagi para mantan pembalap senior berusia 35 tahun ke atas.

Ketua Panitia Pelaksana, Syafruddin Sjam, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi. Kompetisi ini berhasil menarik minat para pembalap dari berbagai daerah di luar Sulawesi Selatan, seperti Kalimantan Timur dan Gorontalo.

“Pesertanya ada yang dari Kalimantan Timur, Gorontalo, hingga wilayah Sulawesi Selatan sendiri. Kelas yang dipertandingkan antara lain kelas MP4, MP2, dan kelas lokal Parepare. Yang luar biasa, kali ini ada 11 pembalap kategori expert yang hadir. Biasanya di tingkat Kejurnas saja hanya sekitar 7 atau 8 peserta expert,” jelas Pallumg.

Selama dua hari pelaksanaan, acara berlangsung dengan aman dan lancar. Panitia memberlakukan tarif masuk bagi penonton sebesar Rp30.000 untuk hari Sabtu dan Rp50.000 untuk hari MINGGUa. Melalui ajang ini, diharapkan aksi balapan liar di jalanan umum dapat ditekan secara signifikan.

Kerap Dicap Terlambat, Damkar Parepare Ungkap Kendala Minimnya Informasi Cepat dari Warga

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Parepare meluruskan persepsi miring publik yang kerap menganggap armada pemadam terlambat tiba di lokasi kebakaran. Faktanya, keterlambatan tersebut sering kali dipicu oleh lambatnya laporan atau informasi yang masuk dari masyarakat.

Hal tersebut ditegaskan oleh Analis Kebakaran Ahli Muda Damkar Parepare, Safruddin, S.H., M.H., saat hadir sebagai narasumber dalam dialog interaktif “Ngopi Berjamaah” yang disiarkan langsung melalui Radio Mesra, Jumat (26/06/26) lalu.

Safruddin menjelaskan bahwa Damkar Parepare bekerja secara profesional dan memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan response time (waktu tanggap) maksimal 15 menit.

“Pemadam itu dinilai terlambat karena informasinya yang terlambat sampai ke kami. Kasarnya, api sudah membesar baru petugas ditelepon. Padahal, response time kami masih di bawah standar nasional. Jarak terjauh seperti ke wilayah Bilalangi bisa kami tempuh dalam waktu 12 menit, sementara untuk wilayah kota bagian bawah maksimal hanya 10 menit,” jelas Safruddin.

Guna mempercepat mobilisasi, Damkar Parepare membagi titik siaga. Kawasan kota bagian atas diakomodasi oleh Posko Jenderal Sudirman yang terintegrasi dengan layanan kedaruratan Call Center 112. Sedangkan kawasan kota bagian bawah berpusat di Posko Induk Ganggawa.

Selain itu, kekuatan armada Damkar juga kini ditopang oleh keberadaan 164 personil Tim Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) yang tersebar di 4 kecamatan dan 22 kelurahan.

“Mereka ini garda terdepan di lingkungan warga yang membantu menghubungi kami, mengatur situasi awal, hingga mengarahkan armada pemadam tepat menuju titik api,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Safruddin mengingatkan pentingnya akurasi informasi saat melakukan pengaduan. Ia membeberkan salah satu contoh fatal akibat salah pengucapan nama lokasi yang pernah dialami petugas di lapangan.

“Pernah ada laporan kebakaran alang-alang terjadi di kawasan LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional), tetapi informasi yang masuk ke kantor kami justru terdengar LAPAS (Lembaga Pemasyarakatan). Hanya beda satu huruf, tapi lokasinya sangat berjauhan. Oleh karena itu, jika warga melapor, mohon berikan info yang cepat, tepat, dan jelas, sebutkan nama jalan dan nama lorongnya,” pungkasnya.

Berpenghasilan Dua Digit, 5 Mahasiswa Akhir STIKES Fatima Parepare Ikut Program Magang ke Jepang

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Fatima Parepare melepas lima orang mahasiswa tingkat akhir program studi D3 Keperawatan untuk mengikuti program magang ke Jepang. Kelima mahasiswa tersebut kini tengah berada di Makassar untuk menjalani bimbingan intensif serta pelatihan bahasa Jepang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dosen sekaligus Lektor STIKES Fatima Parepare, Ns. Yenny Djeny Randa, S.Kep., M.Kes., saat hadir dalam program *Ruang Bincang Kesehatan* di Radio Mesra Parepare, Selasa (23/06/2026) lalu

Yenny mengungkapkan, program magang ini merupakan bagian dari program resmi pemerintah. Selain mendapatkan pengalaman kerja berskala internasional, para mahasiswa keperawatan ini nantinya juga akan menerima uang saku atau insentif yang cukup menggiurkan selama berada di Negeri Sakura.

“Ini suatu kebanggaan bagi institusi kami. Anak-anak kami ada lima orang yang sementara di semester akhir mengikuti program dari pemerintah ini. Untuk insentif yang akan mereka terima nanti, yang penting angkanya mencapai dua digit. Mereka akan magang di sana kurang lebih selama satu tahun atau 12 bulan,” ujar Ns. Yenny Djeny Randa.

Meski demikian, sebelum diterbangkan ke Jepang, para mahasiswa harus melewati serangkaian prosedur dan tes kelulusan yang ketat selama masa bimbingan di Makassar.

Mengenai status akademik kelima mahasiswa tersebut, pihak STIKES Fatima memberikan fleksibilitas penuh. Mengingat mereka sudah berada di tingkat akhir, institusi memberikan kelonggaran agar mereka bisa mengikuti ujian hasil penelitian secara daring (online).

“Kami tetap memberikan kebebasan dan fasilitas. Kalaupun mereka tidak selesai (wisuda) pada semester ini karena harus berangkat, setelah pulang magang nanti institusi akan tetap membimbing mereka hingga menyelesaikan studi dan wisuda,” jelasnya.

Yenny menambahkan bahwa mahasiswa STIKES Fatima Parepare sejauh ini mendapatkan respons yang sangat positif dari pihak pengguna (user) di Jepang. Bahkan, pihak rumah sakit atau fasilitas kesehatan di sana menyatakan ketertarikannya untuk merekrut mereka kembali setelah lulus kuliah.

 “Puji Tuhan sekali, pihak di sana memberikan respons positif kepada anak-anak kami dan mau menerima mereka kembali kelak. Namun, institusi menegaskan agar mereka menyelesaikan dulu studinya di sini hingga meraih gelar. Setelah lulus, apakah mereka mau langsung bekerja kembali ke Jepang, institusi kami akan tetap memfasilitasi karena mereka adalah anak-anak kami,” pungkas Yenny.

Celebes Creative Festival 2026 Resmi Dibuka di Parepare, Jadi Magnet Ekonomi Kreatif Lintas Provinsi

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Gelaran akbar Celebes Creative Festival (CCF) 2026 resmi dibuka di Alun-Alun Kota Lapangan Andi Makkasau, Kota Parepare, Sabtu (04/07/26) malam. Acara yang mempertemukan ratusan pelaku UMKM dan komunitas kreatif ini menjadi momentum penting dalam menegaskan posisi Parepare sebagai pusat ekonomi kreatif di Kawasan Timur Indonesia.

Mewakili Wali Kota Parepare, Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadinaker) Parepare, Laode Arwah Rahman, secara resmi membuka kegiatan strategis ini. Dalam sambutan tertulis Wali Kota yang dibacakannya, Laode menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia dan menekankan bahwa kreativitas adalah modal utama pembangunan daerah di tengah persaingan global.

“Daerah yang mampu melahirkan inovasi dan memperkuat kolaborasi akan lebih siap menciptakan peluang ekonomi baru, meningkatkan daya saing, serta menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujar Laode Arwah Rahman saat membacakan sambutan Wali Kota Parepare.

Pemerintah Kota Parepare berharap CCF 2026 dapat menjadi ruang produktif yang mempertemukan gagasan, talenta, jejaring usaha, hingga peluang investasi yang berdampak langsung pada perekonomian masyarakat lokal.

Sementara itu, Koordinator Daerah (Korda) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Sulawesi Selatan, Andi Haswan Saddade, menjelaskan bahwa CCF 2026 tidak hanya sekadar festival hiburan, melainkan sebuah pergerakan kolektif lintas daerah.

Andi Haswan mengungkapkan, selain diikuti oleh kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, festival ini juga dihadiri oleh perwakilan dari 9 provinsi lain di Indonesia, mulai dari Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, hingga DKI Jakarta dan Jawa Timur.

“Mereka akan berkumpul di Parepare melalui Celebes Creative Forum untuk berdiskusi dan merumuskan rekomendasi besar bagi pertumbuhan ekonomi kreatif nasional,” jelas Andi Haswan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sebagai tuan rumah, spirit pemuda Parepare dalam event ini diangkat dari nilai-nilai sejarah lokal.

“Parepare tidak hanya identik dengan Pak Habibie. Kita punya tokoh besar lain seperti Andi Makkasau, Bau Massepe  hingga Gurutha Ambo Dalle. Nilai historis inilah yang kita angkat menjadi spirit anak muda hari ini,” tambahnya.

Terkait kehadiran tokoh nasional, Andi Haswan mengonfirmasi bahwa Wakil Ketua Umum ICCN, Raffi Ahmad, yang semula dijadwalkan hadir, menyampaikan permohonan maaf karena kendala teknis. Namun, pihak panitia tengah mengupayakan agar Raffi Ahmad dan Ketua Umum ICCN, Fiki Satari, dapat hadir pada malam penutupan nanti.

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare