31.2 C
Pare-Pare
Jumat, Oktober 30, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 90

Nostalgia dan Kreativitas Warnai Celebes Creative Festival 2026 di Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Lapangan Andi Makkasau, Kota Parepare, disulap menjadi pusat kreativitas dan nostalgia melalui ajang Celebes Creative Festival (CCF) 2026. Berbagai komunitas kreatif, mulai dari kolektor mainan hingga pegiat barang vintage, berpartisipasi menampilkan karya serta koleksi langka mereka kepada masyarakat.

Aco, perwakilan dari Parepare Toys Community (PTC), komunitas kolektor mainan di Parepare, menjelaskan bahwa kehadiran mereka bertujuan untuk berbagi hobi sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai dunia pop culture.

“Kami menampilkan koleksi terbaik, mulai dari action figure, statue, hingga diecast. Tujuan kami ingin berbagi dengan orang-orang yang memiliki minat serupa. Selain itu, kami juga ingin mengedukasi masyarakat, misalnya bagi mereka yang belum tahu di mana bisa mendapatkan barang-barang koleksi ini,” ujar Aco.

Menurut Aco, komunitas yang berdiri sejak 2019 ini terbuka bagi siapa saja tanpa persyaratan khusus. Terkait koleksi mainan yang sering dianggap sebagai aset investasi, Aco mengingatkan bahwa nilai barang koleksi tidak selalu naik dan sangat dipengaruhi oleh pasar serta pedagang.

Di sisi lain, booth barang antik dan vintage yang dijaga oleh Muh. Iqbal juga tak kalah menarik perhatian. Iqbal memamerkan koleksi barang jadul yang dipadukan dengan sentuhan kreativitas modern, serta foto-foto dokumentasi Kota Parepare tempo dulu.

“Ini bukan sekadar barang bekas, tapi barang edukasi. Kami ingin menunjukkan estetika zaman dulu kepada anak-anak muda sekarang agar mereka tahu sejarah kotanya, seperti foto Pasar Lekesi, kantor pos tahun 1940-an, hingga angkutan kota tempo dulu,” jelas Iqbal.

Iqbal berharap, pemerintah dapat melirik potensi komunitas kreatif di Parepare dengan memberikan ruang atau gedung khusus, seperti rumah dinas yang tidak terpakai, untuk dijadikan museum edukasi barang bersejarah dan kreatif.

Gelaran Celebes Creative Festival 2026 ini diharapkan menjadi ruang bagi para pelaku kreatif di Parepare untuk unjuk gigi dan memperkuat jejaring komunitas di Sulawesi Selatan.

Salurkan Bakat Balap Resmi, Kejurda Bhayangkara Road Race Seri II Digelar di Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Kepolisian Resor (Polres) Parepare sukses menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) Bhayangkara Road Race Seri II. Ajang balap motor resmi ini berlangsung selama dua hari di Sirkuit Terminal Lumpue, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare.

Kapolres Parepare, AKBP Indra Waspada Yudha, menyampaikan bahwa selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini ditujukan untuk mencari bibit-bibit pembalap unggul yang diharapkan mampu berkiprah di tingkat nasional hingga internasional.

“Kegiatan ini tentunya untuk mencari bibit-bibit unggul pembalap yang nantinya bisa berkiprah di tingkat yang lebih tinggi lagi. Selain itu, ini juga sebagai bentuk edukasi dan kampanye tertib berlalu lintas demi mewujudkan kamseltibcarlantas di Kota Parepare. Remaja yang memiliki hobi balap bisa menyalurkan bakat dan kemampuannya di wahana resmi ini,” ujar AKBP Indra Waspada Yudha.

Ia juga menambahkan, pihak kepolisian membuka peluang untuk menjadikan ajang ini sebagai kalender event tahunan Polres Parepare. “Jika hasil evaluasi dari acara ini menunjukkan dampak yang baik, tentu bisa kita selenggarakan lagi di tahun-tahun berikutnya,” lanjutnya.

Menariknya, Kejurda kali ini tidak membatasi usia peserta. Bahkan, terdapat kelas khusus ‘Legend’ yang diperuntukkan bagi para mantan pembalap senior berusia 35 tahun ke atas.

Ketua Panitia Pelaksana, Syafruddin Sjam, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi. Kompetisi ini berhasil menarik minat para pembalap dari berbagai daerah di luar Sulawesi Selatan, seperti Kalimantan Timur dan Gorontalo.

“Pesertanya ada yang dari Kalimantan Timur, Gorontalo, hingga wilayah Sulawesi Selatan sendiri. Kelas yang dipertandingkan antara lain kelas MP4, MP2, dan kelas lokal Parepare. Yang luar biasa, kali ini ada 11 pembalap kategori expert yang hadir. Biasanya di tingkat Kejurnas saja hanya sekitar 7 atau 8 peserta expert,” jelas Pallumg.

Selama dua hari pelaksanaan, acara berlangsung dengan aman dan lancar. Panitia memberlakukan tarif masuk bagi penonton sebesar Rp30.000 untuk hari Sabtu dan Rp50.000 untuk hari MINGGUa. Melalui ajang ini, diharapkan aksi balapan liar di jalanan umum dapat ditekan secara signifikan.

Kerap Dicap Terlambat, Damkar Parepare Ungkap Kendala Minimnya Informasi Cepat dari Warga

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Parepare meluruskan persepsi miring publik yang kerap menganggap armada pemadam terlambat tiba di lokasi kebakaran. Faktanya, keterlambatan tersebut sering kali dipicu oleh lambatnya laporan atau informasi yang masuk dari masyarakat.

Hal tersebut ditegaskan oleh Analis Kebakaran Ahli Muda Damkar Parepare, Safruddin, S.H., M.H., saat hadir sebagai narasumber dalam dialog interaktif “Ngopi Berjamaah” yang disiarkan langsung melalui Radio Mesra, Jumat (26/06/26) lalu.

Safruddin menjelaskan bahwa Damkar Parepare bekerja secara profesional dan memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan response time (waktu tanggap) maksimal 15 menit.

“Pemadam itu dinilai terlambat karena informasinya yang terlambat sampai ke kami. Kasarnya, api sudah membesar baru petugas ditelepon. Padahal, response time kami masih di bawah standar nasional. Jarak terjauh seperti ke wilayah Bilalangi bisa kami tempuh dalam waktu 12 menit, sementara untuk wilayah kota bagian bawah maksimal hanya 10 menit,” jelas Safruddin.

Guna mempercepat mobilisasi, Damkar Parepare membagi titik siaga. Kawasan kota bagian atas diakomodasi oleh Posko Jenderal Sudirman yang terintegrasi dengan layanan kedaruratan Call Center 112. Sedangkan kawasan kota bagian bawah berpusat di Posko Induk Ganggawa.

Selain itu, kekuatan armada Damkar juga kini ditopang oleh keberadaan 164 personil Tim Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) yang tersebar di 4 kecamatan dan 22 kelurahan.

“Mereka ini garda terdepan di lingkungan warga yang membantu menghubungi kami, mengatur situasi awal, hingga mengarahkan armada pemadam tepat menuju titik api,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Safruddin mengingatkan pentingnya akurasi informasi saat melakukan pengaduan. Ia membeberkan salah satu contoh fatal akibat salah pengucapan nama lokasi yang pernah dialami petugas di lapangan.

“Pernah ada laporan kebakaran alang-alang terjadi di kawasan LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional), tetapi informasi yang masuk ke kantor kami justru terdengar LAPAS (Lembaga Pemasyarakatan). Hanya beda satu huruf, tapi lokasinya sangat berjauhan. Oleh karena itu, jika warga melapor, mohon berikan info yang cepat, tepat, dan jelas, sebutkan nama jalan dan nama lorongnya,” pungkasnya.

Berpenghasilan Dua Digit, 5 Mahasiswa Akhir STIKES Fatima Parepare Ikut Program Magang ke Jepang

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Fatima Parepare melepas lima orang mahasiswa tingkat akhir program studi D3 Keperawatan untuk mengikuti program magang ke Jepang. Kelima mahasiswa tersebut kini tengah berada di Makassar untuk menjalani bimbingan intensif serta pelatihan bahasa Jepang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dosen sekaligus Lektor STIKES Fatima Parepare, Ns. Yenny Djeny Randa, S.Kep., M.Kes., saat hadir dalam program *Ruang Bincang Kesehatan* di Radio Mesra Parepare, Selasa (23/06/2026) lalu

Yenny mengungkapkan, program magang ini merupakan bagian dari program resmi pemerintah. Selain mendapatkan pengalaman kerja berskala internasional, para mahasiswa keperawatan ini nantinya juga akan menerima uang saku atau insentif yang cukup menggiurkan selama berada di Negeri Sakura.

“Ini suatu kebanggaan bagi institusi kami. Anak-anak kami ada lima orang yang sementara di semester akhir mengikuti program dari pemerintah ini. Untuk insentif yang akan mereka terima nanti, yang penting angkanya mencapai dua digit. Mereka akan magang di sana kurang lebih selama satu tahun atau 12 bulan,” ujar Ns. Yenny Djeny Randa.

Meski demikian, sebelum diterbangkan ke Jepang, para mahasiswa harus melewati serangkaian prosedur dan tes kelulusan yang ketat selama masa bimbingan di Makassar.

Mengenai status akademik kelima mahasiswa tersebut, pihak STIKES Fatima memberikan fleksibilitas penuh. Mengingat mereka sudah berada di tingkat akhir, institusi memberikan kelonggaran agar mereka bisa mengikuti ujian hasil penelitian secara daring (online).

“Kami tetap memberikan kebebasan dan fasilitas. Kalaupun mereka tidak selesai (wisuda) pada semester ini karena harus berangkat, setelah pulang magang nanti institusi akan tetap membimbing mereka hingga menyelesaikan studi dan wisuda,” jelasnya.

Yenny menambahkan bahwa mahasiswa STIKES Fatima Parepare sejauh ini mendapatkan respons yang sangat positif dari pihak pengguna (user) di Jepang. Bahkan, pihak rumah sakit atau fasilitas kesehatan di sana menyatakan ketertarikannya untuk merekrut mereka kembali setelah lulus kuliah.

 “Puji Tuhan sekali, pihak di sana memberikan respons positif kepada anak-anak kami dan mau menerima mereka kembali kelak. Namun, institusi menegaskan agar mereka menyelesaikan dulu studinya di sini hingga meraih gelar. Setelah lulus, apakah mereka mau langsung bekerja kembali ke Jepang, institusi kami akan tetap memfasilitasi karena mereka adalah anak-anak kami,” pungkas Yenny.

Celebes Creative Festival 2026 Resmi Dibuka di Parepare, Jadi Magnet Ekonomi Kreatif Lintas Provinsi

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Gelaran akbar Celebes Creative Festival (CCF) 2026 resmi dibuka di Alun-Alun Kota Lapangan Andi Makkasau, Kota Parepare, Sabtu (04/07/26) malam. Acara yang mempertemukan ratusan pelaku UMKM dan komunitas kreatif ini menjadi momentum penting dalam menegaskan posisi Parepare sebagai pusat ekonomi kreatif di Kawasan Timur Indonesia.

Mewakili Wali Kota Parepare, Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadinaker) Parepare, Laode Arwah Rahman, secara resmi membuka kegiatan strategis ini. Dalam sambutan tertulis Wali Kota yang dibacakannya, Laode menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia dan menekankan bahwa kreativitas adalah modal utama pembangunan daerah di tengah persaingan global.

“Daerah yang mampu melahirkan inovasi dan memperkuat kolaborasi akan lebih siap menciptakan peluang ekonomi baru, meningkatkan daya saing, serta menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujar Laode Arwah Rahman saat membacakan sambutan Wali Kota Parepare.

Pemerintah Kota Parepare berharap CCF 2026 dapat menjadi ruang produktif yang mempertemukan gagasan, talenta, jejaring usaha, hingga peluang investasi yang berdampak langsung pada perekonomian masyarakat lokal.

Sementara itu, Koordinator Daerah (Korda) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Sulawesi Selatan, Andi Haswan Saddade, menjelaskan bahwa CCF 2026 tidak hanya sekadar festival hiburan, melainkan sebuah pergerakan kolektif lintas daerah.

Andi Haswan mengungkapkan, selain diikuti oleh kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, festival ini juga dihadiri oleh perwakilan dari 9 provinsi lain di Indonesia, mulai dari Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, hingga DKI Jakarta dan Jawa Timur.

“Mereka akan berkumpul di Parepare melalui Celebes Creative Forum untuk berdiskusi dan merumuskan rekomendasi besar bagi pertumbuhan ekonomi kreatif nasional,” jelas Andi Haswan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sebagai tuan rumah, spirit pemuda Parepare dalam event ini diangkat dari nilai-nilai sejarah lokal.

“Parepare tidak hanya identik dengan Pak Habibie. Kita punya tokoh besar lain seperti Andi Makkasau, Bau Massepe  hingga Gurutha Ambo Dalle. Nilai historis inilah yang kita angkat menjadi spirit anak muda hari ini,” tambahnya.

Terkait kehadiran tokoh nasional, Andi Haswan mengonfirmasi bahwa Wakil Ketua Umum ICCN, Raffi Ahmad, yang semula dijadwalkan hadir, menyampaikan permohonan maaf karena kendala teknis. Namun, pihak panitia tengah mengupayakan agar Raffi Ahmad dan Ketua Umum ICCN, Fiki Satari, dapat hadir pada malam penutupan nanti.

Dukung Celebes Creative Festival 2026, Bank Mandiri Parepare Dorong Kolaborasi Pentahelix dan Digitalisasi UMKM

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Assistant Vice President (AVP) Bank Mandiri Area Parepare, Muhammad Fadly Badawing, menegaskan pentingnya ruang kolaborasi “Pentahelix” dalam mendorong ekosistem kreatif di Kota Parepare. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam pembukaan Celebes Creative Festival (CCF) 2026 di Alun-Alun Kota Lapangan Andi Makkasau, Sabtu (04/07/2026) malam.

Menurut Fadly, CCF bukan sekadar ajang pameran biasa, melainkan wadah bertemunya lima unsur penting (pentahelix), yaitu pemerintah, akademisi, komunitas, pebisnis, dan media.

“CCF ini merupakan ruang pentahelix. Ruang kolaborasi tempat pemerintah, akademisi, komunitas, pebisnis, dan media duduk bersama di satu meja,” ujar Fadly di hadapan para undangan dan komunitas kreatif Celebes Creative Network (CCN).

Sebagai bentuk komitmen, Bank Mandiri turut mengawal jalannya festival kreatif ini hingga penutupan pada 12 Juli mendatang. Fadly mengibaratkan CCF sebagai sebuah jenjang yang mempertemukan berbagai sektor kreatif yang berbeda latar belakang.

“Di sinilah jenjangnya, di mana desainer bisa bertemu dengan pengusaha kopi, dan konten kreator bisa berinteraksi langsung dengan para pengrajin lokal,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fadly menitipkan tiga pesan utama bagi para kreator dan pelaku industri kreatif yang hadir, bahkan bagi mereka yang jauh-jauh datang dari Kabupaten Selayar:

1. **Networking (Jejaring):** Memanfaatkan momen untuk berkenalan sebanyak-banyaknya, bukan sekadar berswafoto.
2. **Kolaborasi:** Membangun kerja sama nyata, salah satunya dengan saling bertukar nomor kontak demi keberlanjutan usaha.
3. **Have Fun (Bersenang-senang):** Menjaga suasana hati agar tetap bahagia, karena pikiran yang stres akan menghambat lahirnya ide-ide kreatif.
Selain mendorong jejaring kreatif, Bank Mandiri juga fokus pada digitalisasi ekonomi daerah. Fadly mengajak para pengunjung untuk bertransaksi secara nontunai di lapak-lapak UMKM yang tersedia selama festival menggunakan aplikasi Livin’ Merchant Mandiri.

“Mari kita buktikan ekosistem di Parepare ini solid. Kami juga mengajak Bapak dan Ibu sekalian untuk memanfaatkan transaksi digital lewat *Livin’ Merchant* Mandiri demi mewujudkan digitalisasi transaksi tunai di Kota Parepare,” pungkasnya seraya menutup sambutan dengan sebuah pantun jenaka.

Sekda Parepare Terpilih Aklamasi Nakhodai PBSI, Pengda Sulsel Titip 3 Amanah Besar

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Musyawarah Kota (Muskot) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Parepare resmi menetapkan Amarun Agung Hamka sebagai Ketua Umum masa bakti 2026-2030 secara aklamasi. Kegiatan yang berlangsung di Karajae Kafe, Sabtu (04/07/26), turut dihadiri oleh perwakilan Pengurus Daerah (Pengda) PBSI Sulawesi Selatan.

Sekretaris Pengda PBSI Sulsel, Jamaluddin, menilai jalannya Muskot telah sesuai dengan Peraturan Organisasi (PO). Menanggapi terpilihnya Hamka yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Parepare sebagai calon tunggal, Jamaluddin melihat hal tersebut sebagai sebuah keuntungan strategis bagi kemajuan olahraga bulutangkis.

“Sangat baik sekali karena beliau jabatannya sebagai Sekda. Tentunya koordinasi dan pembinaan atlet akan lebih gampang mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah. Itu yang paling utama,” ujar Jamaluddin usai kegiatan.

Jamaluddin menambahkan, Pengda PBSI Sulsel menitipkan tiga amanah besar untuk kepengurusan baru di bawah komando Hamka.

“Amanah pertama adalah lakukan regenerasi pengurus yang sehat. Kedua, jaga maruah organisasi, dan yang ketiga, kuatkan basis pembinaan dari bawah atau usia dini agar anak-anak binaan kita lebih maju dan berprestasi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PBSI Parepare terpilih, Amarun Agung Hamka, langsung membeberkan target jangka pendeknya. Pria yang akrab disapa Pak Sekda ini berkomitmen memperbanyak pembentukan klub di tiap wilayah dengan memanfaatkan menjamurnya fasilitas lapangan di Parepare.

“Kita ingin dengan banyaknya fasilitas lapangan di Parepare, ada rutinitas klub di sana. Secara tidak langsung, ini menjadi wadah pembinaan bibit-bibit pebulutangkis usia dini,” ungkap Hamka.

Tantangan terdekat yang dihadapi kepengurusan baru ini adalah persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) pada November mendatang. Di tengah kondisi efisiensi anggaran daerah, Hamka mengaku telah menyiapkan kiat khusus agar atlet Parepare tetap bisa berlaga maksimal.

“Kita harus berlari kencang. Di tengah efisiensi, kita mencoba mencari sponsor dengan melibatkan BUMN dan perbankan yang ada di Kota Parepare untuk mendukung atlet potensial kita yang berpeluang meraih medali di Porprov nanti,” pungkas Hamka.

Amarun Agung Hamka Resmi Nakhodai PBSI Parepare 2026-2030, Fokus Perkuat Sinergi dan Persiapan PORPROV

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Amarun Agung Hamka resmi menerima amanah sebagai Ketua Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Parepare masa bakti 2026-2030. Prosesi ini berlangsung dalam Musyawarah Kota (Muskot) PBSI Parepare yang digelar di Karajae Kafe, Sabtu (04/07/26).

Dalam sambutannya, Hamka menegaskan bahwa jabatan ini bukanlah kemenangan pribadi, melainkan panggilan untuk bekerja kolaboratif. Ia menekankan bahwa pembangunan ekosistem bulutangkis di Parepare tidak bisa dilakukan sendirian.

“Bulu Tangkis tidak bisa dibangun oleh satu orang. Ini membutuhkan pengurus, pelatih, atlet, klub, orang tua, hingga pemerintah. Amanah ini akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab, keterbukaan, dan semangat kebersamaan,” ujar Hamka.

Hamka juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ketua PBSI sebelumnya, Haji Ruslang. Ia menyebut apa yang telah dibangun oleh pendahulunya akan menjadi pondasi kuat untuk melangkah ke depan. Pihaknya pun berharap Haji Husram terus memberikan arahan dan nasihat demi kesinambungan organisasi.

Menanggapi pertumbuhan minat bulutangkis di Parepare yang ditandai dengan menjamurnya lapangan-lapangan baru, Hamka berkomitmen menjadikan PBSI sebagai wadah perangkul semua potensi.

“Tugas PBSI ke depan adalah merangkul semua potensi, termasuk komunitas seperti Arsip Sport. Lapangan-lapangan yang ada harus menjadi mitra pembinaan. Semakin banyak yang bermain bulutangkis, semakin besar peluang kita melahirkan atlet berprestasi,” tambahnya.

Terkait agenda jangka pendek, Hamka menekankan pentingnya persiapan serius untuk menghadapi KORPROV di Bone dan Wajo pada November mendatang. Ia mengajak seluruh stakeholder untuk bersiap menghadapi tantangan tersebut demi membawa marwah Kota Parepare.

“PORPROV adalah panggung kehormatan. Kita membawa nama Kota Parepare dan doa masyarakat. Pertanyaannya, apakah kita siap bekerja lebih serius dan terarah? Kita harus buktikan itu,” pungkasnya.

Wakapolres Parepare Ajak Masyarakat “Mempolisikan Diri” demi Jaga Kamtibmas**

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Parepare, Kompol Saharuddin, S.H., M.H., M.Si., mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Imbauan ini disampaikan saat memberikan sambutan mewakili Kapolres Parepare dalam kegiatan keagamaan Ngopi Berjamaah selepas salat Magrib di Masjid Raya Kota Parepare, Jumat (03/07/26).

Kompol Saharuddin menegaskan bahwa keterbatasan jumlah personel kepolisian dibandingkan dengan jumlah penduduk menuntut adanya partisipasi aktif warga. Ia memperkenalkan konsep “mempolisikan diri” sebagai langkah preventif untuk meminimalisir tindak kejahatan di lingkungan tempat tinggal.

“Mempolisikan diri berarti kita sendiri yang menjadi polisi bagi diri kita dan lingkungan sekitar. Contoh kecilnya, memastikan kendaraan sudah terkunci ganda sebelum tidur, memastikan pagar rumah aman, hingga saling mengingatkan antar tetangga jika ada jendela atau pintu rumah yang masih terbuka,” ujar Kompol Saharuddin di hadapan jamaah.

Selain masalah keamanan fisik, ia juga mengingatkan warga agar selalu waspada terhadap potensi bencana rumah tangga, seperti memastikan kompor gas dalam keadaan mati sebelum meninggalkan rumah. Langkah-langkah preventif ini dinilai sangat krusial karena seringkali kelalaian kecil menjadi pemicu kerugian besar.

Terkait adanya laporan pengurus masjid mengenai gangguan keamanan di area Masjid Raya, Wakapolres menyatakan komitmen pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan.

“Jika ada bukti seperti rekaman CCTV, segera koordinasikan dengan kami. Kami akan perintahkan anggota untuk menindaklanjuti dan memperjelas pelakunya,” tegasnya.

Di akhir pesannya, Kompol Saharuddin menekankan bahwa menjaga keamanan adalah tanggung jawab bersama. Dengan menumbuhkan sifat kebaikan dan kepedulian antar sesama, ia optimis situasi Kota Parepare akan tetap aman dan kondusif.

Sebut Diskresi Bahlil ke IAS Sebagai Perintah Pusat, Golkar Parepare Siap Gelar Pleno Dukungan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kota Parepare menegaskan komitmennya untuk tunduk dan patuh terhadap sinyal politik yang dikeluarkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. Isyarat ini dinilai mempertegas arah dukungan partai berlambang pohon beringin tersebut untuk kepemimpinan di tingkat provinsi.

Ketua Harian DPD II Partai Golkar Kota Parepare, Ir. H. Kaharuddin Kadir, menyatakan bahwa pihaknya baru akan menggelar rapat pleno untuk menentukan arah dukungan resmi secara kelembagaan pada esok hari. Arah pleno tersebut diproyeksikan bakal berlabuh kepada Ilham Arief Sirajuddin (IAS).

“Jujur, Golkar Parepare belum pernah mengeluarkan sikap atau surat dukungan resmi sampai saat ini. Baru besok kami akan melakukan pleno untuk memberikan dukungan kepada Pak Ilham Arief Sirajuddin,” ungkap Kaharuddin

Ketua DPRD Parepare ini menambahkan, setiap pengurus daerah wajib memiliki insting politik yang tajam dalam membaca arah kebijakan pusat. Menurutnya, langkah Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia, yang mengeluarkan diskresi kepada IAS (yang akrab disapa “Aco”) adalah sebuah instruksi yang clear.

“Dengan keluarnya diskresi dari DPP, dari Ketua Umum, saya kira ini ‘jalan tol’ yang diberikan kepada Pak Ilham. Harus dibaca oleh semua daerah bahwa ini adalah persetujuan atau pengkhususan. Kalau bacaan saya secara pribadi sebagai kader, diskresi itu adalah perintah langsung yang tidak boleh dibantah. Tugas kader cuma satu; tunduk, patuh, dan laksanakan perintah,” tegas Kaharuddin.

Kaharuddin juga meluruskan anggapan jika ada daerah yang mengalihkan dukungan. Menurutnya, hal itu bukan karena daerah plin-plan, melainkan bentuk kepatuhan dalam membaca dan mengamankan keinginan DPP Golkar.

Dinamika diskresi ini, lanjut Kaharuddin, bukanlah hal baru di tubuh Golkar. Ia mencontohkan pelaksanaan Musda sebelumnya, di mana mantan Ketua Umum Airlangga Hartarto kala itu juga mengeluarkan diskresi pengkhususan serupa yang melancarkan jalan bagi Taufan Pawe (TP). *(Red)*

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare