PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kota Parepare menegaskan komitmennya untuk tunduk dan patuh terhadap sinyal politik yang dikeluarkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. Isyarat ini dinilai mempertegas arah dukungan partai berlambang pohon beringin tersebut untuk kepemimpinan di tingkat provinsi.
Ketua Harian DPD II Partai Golkar Kota Parepare, Ir. H. Kaharuddin Kadir, menyatakan bahwa pihaknya baru akan menggelar rapat pleno untuk menentukan arah dukungan resmi secara kelembagaan pada esok hari. Arah pleno tersebut diproyeksikan bakal berlabuh kepada Ilham Arief Sirajuddin (IAS).
“Jujur, Golkar Parepare belum pernah mengeluarkan sikap atau surat dukungan resmi sampai saat ini. Baru besok kami akan melakukan pleno untuk memberikan dukungan kepada Pak Ilham Arief Sirajuddin,” ungkap Kaharuddin
Ketua DPRD Parepare ini menambahkan, setiap pengurus daerah wajib memiliki insting politik yang tajam dalam membaca arah kebijakan pusat. Menurutnya, langkah Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia, yang mengeluarkan diskresi kepada IAS (yang akrab disapa “Aco”) adalah sebuah instruksi yang clear.
“Dengan keluarnya diskresi dari DPP, dari Ketua Umum, saya kira ini ‘jalan tol’ yang diberikan kepada Pak Ilham. Harus dibaca oleh semua daerah bahwa ini adalah persetujuan atau pengkhususan. Kalau bacaan saya secara pribadi sebagai kader, diskresi itu adalah perintah langsung yang tidak boleh dibantah. Tugas kader cuma satu; tunduk, patuh, dan laksanakan perintah,” tegas Kaharuddin.
Kaharuddin juga meluruskan anggapan jika ada daerah yang mengalihkan dukungan. Menurutnya, hal itu bukan karena daerah plin-plan, melainkan bentuk kepatuhan dalam membaca dan mengamankan keinginan DPP Golkar.
Dinamika diskresi ini, lanjut Kaharuddin, bukanlah hal baru di tubuh Golkar. Ia mencontohkan pelaksanaan Musda sebelumnya, di mana mantan Ketua Umum Airlangga Hartarto kala itu juga mengeluarkan diskresi pengkhususan serupa yang melancarkan jalan bagi Taufan Pawe (TP). *(Red)*




















