25.1 C
Pare-Pare
Jumat, Oktober 30, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 86

Gelar Bincang Komunitas Kreatif di Teras Empang, ICCN dan PCE Ajak Pegiat Kreatif Parepare Lakukan Retrospektif Kota

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Indonesia Creative Cities Network (ICCN) berkolaborasi dengan Parepare Creative Ecosystem (PCE) menggelar kegiatan “Bincang Komunitas Kreatif” yang bertempat di Teras Empang, Parepare, pada Sabtu (11/07/26). Pertemuan ini menjadi ruang diskusi dan retrospektif bagi para pelaku ekonomi kreatif lokal dari berbagai subsektor.

Berbagai pemangku kepentingan dan pegiat dari latar belakang musik, arsitektur, hingga beragam profesi kreatif lainnya tampak hadir berkumpul. Kehadiran mereka diharapkan mampu menyatukan visi dalam menghadapi dinamika ekosistem kreatif saat ini.

Exco ICCN, Rafiuddin Pali, yang hadir sebagai narasumber, mengungkapkan bahwa pasang surut dalam dunia komunitas adalah hal yang sangat lumrah. Menurutnya, tidak sedikit komunitas yang mengalami penurunan tren atau bahkan harus melakukan pergeseran bentuk (shifting) demi bisa bertahan.

“Banyak upaya yang terbangun dengan platform komunitas ini bertumbuh, namun secara tren kadang sampai ke titik terendahnya, lalu ada juga yang shifting dengan bentuk baru. Di momen inilah, melalui rangkaian acara di Parepare, ICCN dan PCE ingin mengajak kita sedikit retrospektif,” ujar Rafiuddin Pali dalam pemaparannya.

Rafiuddin menambahkan bahwa melalui metode retrospektif ini, seluruh elemen komunitas diharapkan bisa saling terhubung kembali. Target akhirnya adalah membawa komunitas di Parepare mencapai titik ideal, di mana mereka mampu memberikan kontribusi nyata yang mendetail bagi pembangunan dan pengembangan kota.

Setelah pemaparan dari Rafiuddin, acara dilanjutkan dengan sesi permainan interaktif (bonding) guna mencairkan suasana dan mempererat keakraban antar-peserta. Sesi bonding ini dipandu langsung oleh Nadi, seorang pegiat ekosistem kreatif asal Tangerang Selatan dari Tangsel Creative Forum (TCF).

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Pastikan Distribusi BBM Berjalan Aman dan Lancar di Seluruh Wilayah Sulawesi

0

MAKASSAR, RADIOMESRA. COM  – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus memastikan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh wilayah Sulawesi berjalan dengan aman, lancar, dan sesuai kebutuhan masyarakat. Melalui pengelolaan stok yang terencana serta pemantauan distribusi secara berkelanjutan, Pertamina berkomitmen menjaga keandalan pasokan energi hingga ke berbagai daerah.

Penyaluran BBM ke SPBU dan lembaga penyalur lainnya dilaksanakan secara rutin sesuai pola suplai yang telah ditetapkan. Pertamina juga terus melakukan evaluasi terhadap kondisi di lapangan agar distribusi dapat berlangsung optimal, termasuk mengantisipasi dinamika permintaan yang terjadi di sejumlah wilayah.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan bahwa kondisi stok BBM di wilayah Sulawesi saat ini berada dalam kondisi aman dan mampu mendukung kebutuhan masyarakat maupun sektor industri.

“Pertamina terus menjaga keandalan pasokan BBM melalui pengelolaan stok yang terukur dan distribusi yang dilakukan secara berkesinambungan. Kami memastikan setiap titik penyaluran memperoleh pasokan sesuai kebutuhan sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” ujar Lilik.

Selain menjaga ketersediaan stok, Pertamina juga berkomitmen memastikan penyaluran BBM bersubsidi dilaksanakan sesuai ketentuan pemerintah agar dapat diterima oleh masyarakat yang berhak.

“BBM bersubsidi merupakan energi yang disiapkan pemerintah untuk kelompok pengguna tertentu. Oleh karena itu, penyalurannya terus kami lakukan sesuai regulasi yang berlaku, didukung penerapan mekanisme Subsidi Tepat serta evaluasi secara berkala bersama lembaga penyalur,” tambahnya.

Dalam mendukung kelancaran distribusi energi, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, aparat penegak hukum, Hiswana Migas, serta mitra operasional di lapangan. Sinergi tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga kelancaran penyaluran, mengantisipasi berbagai dinamika distribusi, serta memastikan pelayanan energi kepada masyarakat tetap optimal.

Pertamina juga mengajak masyarakat untuk menggunakan BBM sesuai peruntukannya serta memperoleh informasi dari kanal resmi Pertamina. Apabila masyarakat menemukan kendala layanan maupun indikasi pelanggaran dalam penyaluran BBM, laporan dapat disampaikan melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135. Setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku sebagai bagian dari komitmen Pertamina dalam menghadirkan pelayanan energi yang andal, transparan, dan tepat sasaran.

Media Contact

Lilik Hardiyanto
Area Manager Communication, Relation, & CSR
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi

Mitigasi Banjir dan Ancaman Kebakaran Lahan di Parepare: BPBD dan Damkar Perketat Koordinasi

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Pemerintah Kota Parepare melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) terus memperkuat langkah mitigasi bencana di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota parepare Erik H, S.Sos., M.M., dalam program “Ngopi Berjamaah” bersama Ust. Dr. Khayadi di Radio Mesra 102.8 MHz, Jumat (10/07/26).

Erik menekankan pentingnya tiga fungsi utama dalam penanggulangan bencana, yakni komando, koordinasi, dan pelaksana. Menurutnya, berkat koordinasi yang solid antara instansi terkait dan upaya normalisasi sungai yang dilakukan Pemkot Parepare, banjir di wilayah rawan seperti Sungai Jawi-Jawi berhasil dimitigasi.

“Alhamdulillah, hasil dari normalisasi sungai di wilayah Beteng, Palem, hingga belakang Stadion Gelora Mandiri sangat terasa. Meskipun intensitas air sungai sempat naik dua kali pada 2025 lalu, kawasan tersebut tidak lagi mengalami banjir seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar Erik.

Selain ancaman banjir, Erik menyoroti fenomena peralihan musim (pancaroba) yang membawa risiko kekeringan dan kebakaran lahan. Ia mengimbau masyarakat agar tidak meninggalkan bekas pembakaran sampah sembarangan, karena potensi api menyala kembali akibat angin kencang sangat tinggi.

Terkait respon darurat, Erik mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan siaga 112 atau 119 yang terintegrasi antara BPBD, Damkar, dan layanan kesehatan darurat. Namun, ia menyayangkan masih adanya laporan palsu (hoaks) yang masuk ke petugas.

“Kecepatan adalah kunci kami di lapangan. Laporan hoaks sangat merugikan, tidak hanya dari segi waktu, tapi juga membahayakan petugas yang berpacu dengan waktu menuju titik lokasi,” tegasnya.

Masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan sedini mungkin melalui koordinasi dengan pihak kelurahan atau kecamatan setempat jika melihat potensi ancaman bencana di wilayahnya.

Mengenal Pasere Kolektif Indonesia: Gerakan Berdampak untuk Perekonomian dan Pendidikan di Sulawesi Selatan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Kehadiran Pasere Kolektif Indonesia dalam ajang Celebes Creative Festival (CCF) di Lapangan Andi Makkasau, Parepare, Jumat (10/07/26), mencuri perhatian pengunjung. Organisasi yang berdiri sejak tahun 2022 ini hadir membawa misi besar sebagai ruang gerak bagi masyarakat untuk menciptakan dampak positif di berbagai sektor.

Founder sekaligus Ketua Pasere, Riadi, menjelaskan bahwa nama “Pasere” diambil dari kata “Sere” yang berarti bergerak. “Pasere adalah ruang untuk teman-teman yang mau bergerak dan berdampak bersama. Fokus kami ada di bidang kesenian, sosial budaya, pendidikan, konservasi lingkungan, hingga pariwisata,” ujarnya saat ditemui di lokasi festival.

Riyadi memaparkan, salah satu aksi nyata yang dilakukan Pasere adalah pemberdayaan masyarakat pedalaman. Melalui pendekatan kreatif, Pasere mendampingi perajin lokal di desa-desa untuk mengelola produk mereka agar memiliki nilai jual tinggi. Selain itu, dalam bidang pendidikan, Pasere menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi, seperti Binus University Jakarta, untuk memberikan bantuan infrastruktur digital kepada kampung-kampung 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) di Sulawesi Selatan.

“Target kami dalam waktu dekat adalah membantu tiga kampung di Sulawesi Selatan dengan memberikan bantuan laptop agar masyarakat di sana bisa belajar lebih baik lagi,” tambah Riadi.

Terkait keterlibatan dalam Celebes Creative Festival, Riadi mengaku sangat antusias. Menurutnya, festival ini menjadi ruang strategis untuk berkolaborasi dengan komunitas lokal di Parepare. Selain itu, CCF dianggap sebagai sarana edukasi bagi masyarakat untuk lebih mencintai produk lokal guna mengurangi ketergantungan pada produk luar.

“Ada banyak potensi di Sulawesi yang sepatutnya kita lindungi dan kembangkan. Harapan kami, kegiatan seperti CCF ini bisa diselenggarakan secara rutin setiap tahun dengan menjaring lebih banyak komunitas,” pungkasnya.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai aksi dan program Pasere, dapat mengunjungi akun Instagram resmi di @Paserekolektifindonesia atau melihat dokumentasi kegiatan melalui platform Flickr dengan nama akun Pasere.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Tuntaskan Satgas Hajj Flight 2026 dengan Penyaluran Avtur Andal dan Operasi Tanpa Insiden

0

MAKASSAR, RADIOMESRA. COM  – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin sukses menuntaskan pelaksanaan Satuan Tugas (Satgas) Hajj Flight 2026 yang berlangsung sejak 2 April hingga 2 Juli 2026. Selama periode operasional tersebut, AFT Hasanuddin memastikan kebutuhan Avtur untuk seluruh penerbangan haji terpenuhi secara aman, tepat waktu, dan sesuai standar operasional guna mendukung kelancaran keberangkatan maupun kepulangan jemaah haji Indonesia.

Sepanjang masa Satgas, AFT Hasanuddin menyalurkan 4.204,181 Kiloliter (KL) Avtur untuk melayani 86 penerbangan atau 43 kelompok terbang (kloter) dengan estimasi 18.698 jemaah haji. Seluruh kegiatan operasional berlangsung dengan mengedepankan aspek keselamatan, keandalan layanan, serta ketepatan waktu sebagai prioritas utama dalam mendukung operasional penerbangan haji.

Keberhasilan tersebut turut tercermin dari capaian 50.752 Jam Kerja Selamat (JKS) dengan hasil zero accident, zero process safety incident, zero transportation accident, dan zero security incident. Capaian ini merupakan hasil dari disiplin penerapan prosedur operasional, budaya HSSE (Health, Safety, Security, and Environment), serta sinergi yang erat antara Pertamina Patra Niaga, otoritas bandara, maskapai penerbangan, regulator, dan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam penyelenggaraan penerbangan haji.

Aviation Fuel Terminal Manager Hasanuddin Group, Andreas Yanuar Arinawan, mengatakan seluruh personel Satgas telah bekerja secara optimal untuk memastikan setiap penerbangan memperoleh layanan pengisian Avtur yang aman, tepat waktu, dan sesuai standar keselamatan penerbangan.

“Keberhasilan pelaksanaan Satgas Hajj Flight 2026 merupakan hasil dari kesiapan personel, keandalan sarana dan fasilitas, serta koordinasi yang solid dengan seluruh stakeholder di lingkungan bandara. Setiap proses pengisian Avtur dilaksanakan sesuai prosedur operasional dengan mengutamakan aspek keselamatan sehingga seluruh rangkaian penerbangan haji dapat berjalan lancar hingga akhir masa operasional,” ujar Andreas.

Ia menambahkan bahwa pengalaman pelaksanaan Satgas Hajj Flight menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapan operasional Aviation Fuel Business dalam menghadapi berbagai momentum penerbangan dengan tingkat mobilisasi yang tinggi.

“Evaluasi dan pembelajaran dari pelaksanaan Satgas ini akan terus menjadi dasar peningkatan kualitas layanan kami. Pertamina berkomitmen menjaga keandalan pasokan Avtur sekaligus menghadirkan pelayanan yang profesional agar setiap kebutuhan energi penerbangan dapat terpenuhi secara optimal,” tambahnya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan keberhasilan Satgas Hajj Flight 2026 menunjukkan kesiapan Pertamina dalam mendukung sektor transportasi udara melalui penyediaan energi yang aman dan andal.

“Kelancaran operasional penerbangan haji menjadi hasil dari kolaborasi seluruh pihak yang terlibat. Pertamina Patra Niaga akan terus memperkuat keandalan infrastruktur, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menjaga pasokan energi penerbangan agar mampu mendukung berbagai agenda strategis nasional maupun kebutuhan transportasi udara di Indonesia,” ungkap Lilik.

Ke depan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi akan terus memperkuat budaya keselamatan, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta menjaga keandalan operasional Aviation Fuel Business agar mampu memberikan pelayanan terbaik bagi industri penerbangan dan masyarakat.

Media Contact

Lilik Hardiyanto
Area Manager Communication, Relation, & CSR
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi

Edukasi Pengelolaan Sampah di Celebes Creative Festival Tarik Perhatian Pengunjung dari Luar Daerah

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Antusiasme pengunjung Celebes Creative Festival (CCF) 2026 di Lapangan Andi Makkasau, Kota Parepare, terus meningkat hingga hari ketujuh penyelenggaraan, Kamis (09/07/26). Selain memanjakan pengunjung dengan berbagai kuliner tradisional dan modern, ajang ini menjadi wadah edukasi penting mengenai pengelolaan sampah bagi masyarakat.

Andi Lambogo, seorang kepala sekolah asal Kabupaten Enrekang, mengaku selalu menantikan event di Kota Parepare. Ia menjadikan kegiatan di lapangan Andi Makkasau sebagai agenda rutin saat menjenguk anaknya di Parepare.

“Saya sangat terkesan dengan *event* seperti ini. Malam ini edukasi mengenai masalah sampah sangat menarik. Sebagai kepala sekolah, saya merasa wajib membawa edukasi ini ke lingkungan sekolah dan keluarga di Enrekang,” ujar Andi.

Senada dengan Andi, Sukma, seorang dosen dari wilayah Suppa, Kabupaten Pinrang, yang kebetulan singgah di event tersebut, memberikan apresiasi atas materi edukasi yang disampaikan. Menurutnya, kesadaran memilah sampah harus dimulai dari diri sendiri, namun terkadang terkendala minimnya akses ke bank sampah.

“Saya risau dengan tumpukan sampah rumah tangga. Harapan saya, kegiatan edukasi seperti ini harus continue atau berkelanjutan. Tidak bisa sekali saja untuk mengubah *mindset* masyarakat. Penting bagi warga untuk tahu ke mana sampah harus dibawa setelah dipilah,” jelas Sukma.

Sukma juga menambahkan bahwa sebagai dosen, ia berkomitmen untuk membawa materi edukasi ini ke dalam kegiatan pengabdian masyarakat dan ke lingkungan mahasiswanya.

Kegiatan CCF 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi pelaku UMKM lokal, sembari menyisipkan pesan penting bagi lingkungan agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

CCF Hari Ke-7: Talk Show ‘Beyond the Waste’ Ajak Warga Parepare Ubah Sampah Jadi Rupiah Melalui Pemilahan Rumah Tangga

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Memasuki hari ketujuh pelaksanaan Celebes Creative Festival (CCF) di Lapangan Andi Makkasau, Kota Parepare, isu lingkungan menjadi salah satu topik hangat yang diangkat. Melalui talk show bertajuk “Beyond the Waste: Mengubah Sampah Menjadi Peluang”, masyarakat diedukasi untuk mengubah cara pandang dalam mengelola sampah rumah tangga.

Narasumber talk show, Arez Parawansyah, membeberkan fakta mencengangkan bahwa pada tahun 2024, Indonesia memproduksi hingga 56,3 juta ton sampah per tahun, di mana 85 persen di antaranya berakhir menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Bahkan, sekitar 39,14 persen sampah mengalami kebocoran dan mencemari ekosistem laut, sungai, serta danau.

Arez mengingatkan bahaya fatal dari tumpukan sampah yang tidak dipilah. Ia mencontohkan tragedi runtuhnya TPA Bantargebang di Bekasi pada Maret 2026 akibat ledakan gas metana dari sampah organik yang menewaskan sekitar 7 hingga 9 orang.

Oleh karena itu, Arez mendorong masyarakat Parepare meniru ketegasan regulasi di daerah lain, seperti Bali yang menerapkan denda penggunaan plastik, serta Makassar yang membatasi TPA Antang hanya untuk sampah residu.

“Masyarakat harus mulai memilah sampah dari rumah. Di Makassar, karena TPA Antang sudah 80 persen ditutup dan ditargetkan mencapai 90 persen pada Agustus ini, pemerintah memaksa warga untuk memilah. Kita di Parepare jangan lagi membakar sampah karena itu memicu polusi, padahal jika dipilah, sampah ini bernilai ekonomis,” ujar Arez Parawansyah.

Lebih lanjut, Arez menjelaskan bahwa kesalahan umum masyarakat saat bingung membuang sampah adalah dengan cara membakarnya. Padahal, sampah plastik yang dipilah berdasarkan jenisnya memiliki nilai jual yang cukup menjanjikan.

Di Kota Parepare, fasilitas pemilahan ini sudah tersebar di berbagai wilayah melalui jejaring Bank Sampah Unit (BSU).

“Bagi warga yang tinggal di sekitar Jalan Sawi, misalnya, di Lorong Mas Tul itu ada Bank Sampah Unit. Mereka membeli sampah plastik berkisar Rp3.000 per kilogram, tergantung pada jenis plastiknya, seperti memisahkan antara tutup botol dan botolnya,” jelas Arez memberikan contoh konkrit.

Melalui momentum CCF 2026 ini, Arez berharap terjadi perubahan perilaku (*behavior*) pada masyarakat Parepare agar tidak lagi membuang sampah sembarangan di jalanan maupun sungai, melainkan menjadikannya peluang ekonomi baru yang menguntungkan.

HUT Bhayangkara ke-80, Wakapolres Parepare Tegaskan Paradigm Baru: Laporkan Oknum Nakal, Polisi Hadir untuk Melayani

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Kepolisian Resor (Polres) Parepare menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi institusi yang transparan dan humanis.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakapolres Parepare, Kompol Saharuddin, S.H., M.H., M.Si., saat menghadiri kegiatan keagamaan “Ngopi Berjamaah” selepas salat Magrib di Masjid Raya Kota Parepare, Jumat (03/07/26).

Di hadapan para jemaah, Kompol Saharuddin menyatakan bahwa di usia Polri yang kini menginjak 80 tahun, kematangan institusi harus dibuktikan dengan pelayanan yang prima kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa era di mana polisi minta dilayani sudah sepenuhnya berakhir.

 “Bukan lagi zamannya polisi mau dilayani. Kita sekarang hadir untuk masyarakat, apalagi hari ulang tahun kita yang ke-80. Kalau dari segi kematangan manusia, itu sudah sangat matang. Jadi, kehadiran polisi betul-betul untuk melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat. Kalau ada polisi yang minta dilayani, laporkan! Itu paradigma lama,” tegas Kompol Saharuddin.

Guna memberantas tindakan oknum anggota yang nakal atau tidak sesuai aturan, Polres Parepare memanfaatkan keterbukaan informasi digital. Saat ini, masyarakat dapat melapor secara instan melalui sistem QR Code yang terhubung langsung dengan Propam Polda maupun Propam Mabes Polri.

“Sekarang sudah ada keterbukaan. Di mana-mana dipasang QR Code. Jika ada tindakan oknum yang merugikan, langsung pindai dan laporkan. Laporan itu akan langsung memetakan lokasi kejadian, dan anggota yang bersangkutan akan segera dihubungi untuk diperiksa. Jangan segan-segan melapor,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakapolres juga memberikan imbauan kamtibmas bagi pengendara yang melintasi jalur trans-Sulawesi, khususnya rute Makassar-Parepare.

Pengendara yang kelelahan atau mengantuk disarankan untuk beristirahat di kantor polisi terdekat atau SPBU yang dilengkapi CCTV dan memiliki tukang parkir demi menghindari aksi kejahatan.

Parepare membuka pintu bagi warga yang mengalami kesulitan di jalan, seperti kehabisan ongkos, untuk dibantu koordinasinya dengan pengemudi angkutan umum. Masyarakat yang membutuhkan bantuan darah darurat dipersilakan mendatangi Polres, Brimob, atau instansi TNI terdekat untuk mengecek ketersediaan donor dari personel aktif.

Di akhir arahannya, Kompol Saharuddin juga menitipkan personel Bhabinkamtibmas yang bertugas di tiap kelurahan agar aktif dilibatkan oleh warga dalam memecahkan permasalahan-permasalahan sosial skala kecil di lingkungan masing-masing.

Kritik Keras Kebijakan Pemkot, Anggota DPRD Parepare dari PKS Tolak Revisi Perda Demi Akomodasi Ritel Modern Pelanggar Aturan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Parepare dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melayangkan kritik tajam terhadap kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare yang dinilai tebang pilih dan tidak berpihak pada pedagang kecil. Kritik ini mencuat di tengah maraknya aksi protes pedagang musiman yang mencari nafkah di ruang publik.

Legislator PKS tersebut menyoroti ketegasan pemerintah yang mandul terhadap salah satu gerai ritel modern (Indomaret/Alfamart) di kawasan Nursamawati yang jelas-jelas telah terbukti melanggar Peraturan Daerah (Perda). Bukannya ditutup, Pemkot justru dinilai memaksakan untuk mengubah regulasi yang ada demi memayungi pelanggaran tersebut.

“Di mana wajah kita sebagai anggota DPR, sebagai lembaga pengawas? Ketika kita sudah memberikan surat resmi bahwa gerai Nursamawati itu melanggar perda dan harus ditutup, malah perdanya yang mau dirubah! Gimana kita berpikirnya ini pemerintah sekarang? Saya gagal paham dan saya tolak keras perubahan perda itu,” tegas Anggota DPRD Parepare dari PKS tersebut, Rabu (8/7/2026).

Ia menambahkan, ketidaktegasan Pemkot terhadap pengusaha besar berbanding terbalik dengan tekanan yang diterima oleh masyarakat kecil. Salah satunya adalah para pedagang musiman yang memanfaatkan musim buah (seperti durian) untuk sekadar mencari makan demi menyambung hidup.

Menurutnya, para pedagang kecil ini berjualan secara mandiri tanpa menutup akses jalan utama atau mengganggu pejalan kaki secara permanen.

“Mereka tidak akan pindah dari sana kecuali musim duriannya habis, atau sampai ritel modern di Nursamawati yang melanggar itu ditutup terlebih dahulu. Jangan masyarakat kecil terus yang dikorbankan,” ujarnya.

Tak hanya soal ritel, legislator PKS ini juga membongkar adanya dugaan komersialisasi fasilitas umum di Lapangan Andi Makkasau. Padahal, DPRD bersama pemerintah telah menetapkan Perda yang melarang area publik tersebut dijadikan tempat komersial seperti pasar malam atau stan jualan bakso bakar.

“Kenapa kegiatan Car free day, Car free day nigh itu dibiarkan terus-menerus sampai menutup jalan dan memicu kemacetan parah? Karena ada uangnya! Satu tenda di sana itu ditarif bayar mulai dari 2,5 juta, 3 juta, sampai 7 juta rupiah. Pengusaha dan pelaksana acaranya yang diuntungkan, sementara hak publik atas fasilitas umum dan kelancaran jalan dirampas,” ungkapnya dengan nada kesal.

Ia menegaskan akan terus menggalang dukungan di parlemen untuk menolak revisi Perda yang mencederai keadilan bagi masyarakat kecil dan meminta Pemkot segera mengembalikan fungsi fasilitas umum sebagaimana mestinya.

Lapas Parepare Panjatkan Doa Syukur atas Selesainya Renovasi Klinik Pratama

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Parepare melaksanakan kegiatan doa syukur atas selesainya renovasi Klinik Pratama Lapas Parepare. Kegiatan tersebut menjadi bentuk ungkapan rasa syukur sekaligus harapan agar fasilitas kesehatan yang telah diperbarui dapat memberikan manfaat dan pelayanan yang semakin baik bagi warga binaan maupun petugas.

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), kemudian dilanjutkan dengan doa keselamatan yang dipanjatkan untuk memohon keberkahan, kelancaran, serta perlindungan dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan di Klinik Pratama Lapas Parepare.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Parepare, Marten, Bc.IP., S.H., M.H., bersama jajaran Lapas Parepare. Suasana berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan sebagai wujud rasa syukur atas terselesaikannya salah satu sarana pendukung pelayanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan.

Kalapas Parepare, Marten, Bc.IP., S.H., M.H., menyampaikan bahwa renovasi Klinik Pratama merupakan bagian dari upaya Lapas Parepare dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga binaan dan petugas.

“Dengan selesainya renovasi Klinik Pratama ini, kami berharap fasilitas kesehatan ini dapat semakin optimal dalam memberikan pelayanan. Tentunya ini menjadi komitmen kami untuk terus meningkatkan pemenuhan hak warga binaan, khususnya dalam bidang kesehatan,” ujar Kalapas.

Lebih lanjut, Kalapas menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses renovasi hingga dapat diselesaikan dengan baik. Ia berharap fasilitas yang telah tersedia dapat dijaga dan dimanfaatkan secara maksimal.

Kegiatan doa syukur ini menjadi momentum untuk memperkuat rasa kebersamaan serta meningkatkan semangat dalam memberikan pelayanan terbaik di Lapas Parepare, sejalan dengan komitmen menghadirkan pemasyarakatan yang semakin humanis dan berkualitas.

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare