25.1 C
Pare-Pare
Jumat, Oktober 30, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 85

Warga Soreang Lauleng Puji Kreativitas Anak Muda Parepare di Event ICCN, Minta Pemerintah Satukan Program

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Geliat kreativitas generasi muda di Kota Parepare mendapat apresiasi tinggi dari kalangan masyarakat. Kehadiran ruang-ruang kreatif, salah satunya melalui jejaring ICCN (Indonesia Creative Cities Network), dinilai sukses menggerakkan sektor ekonomi dan UMKM lokal melalui keterlibatan aktif anak muda.

Hal tersebut diutarakan oleh seorang warga Soreang Lauleng, yang menjadi pendengar setia dan narasumber interaktif dalam program talkshow OBRAS (Obrolan Santai) di Radio Mesra, Senin (13/07/26).

Dalam pandangannya, mayoritas pergerakan kegiatan kreatif di Parepare saat ini justru dimotori secara proaktif oleh generasi muda. Dampak positifnya tidak hanya terasa pada perputaran ekonomi mikro, tetapi juga menjadi wadah edukasi bisnis bagi anak muda di luar sektor kerja formal.

“Generasi muda kita sekarang sangat proaktif. Anak-anak saya sendiri sangat saya dukung untuk hadir di event kreatif seperti ini. Di sana yang mau berdagang ada ilmunya, yang hadir minimal membelanjakan uangnya untuk menggerakkan UMKM, sekaligus mendapatkan edukasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, konten edukasi dan motivasi yang dihadirkan di panggung kreatif mulai dari seni hingga pemanfaatan teknologi AI (Artificial Intelligence)—sangat penting agar generasi muda Parepare tidak kalah bersaing dengan daerah lain. Apalagi, Parepare memiliki sejarah panjang sebagai kota pencetak saudagar-saudagar hebat.

Namun, di balik apresiasi tersebut, pria berusia 50-an tahun ini juga memberikan catatan kritis kepada pemerintah daerah terkait keberlanjutan program kreatif ini.

“Pemahaman saya sebagai orang yang berumur 50-an, saya melihat program-program ini, baik dari pemerintah daerah maupun nasional, cenderung masih berjalan sendiri-sendiri. Saran saya, ke depan harus ada kolaborasi dan integrasi agar ruang kreatif untuk anak muda ini bisa lebih maksimal dan terarah,” tegasnya di akhir sesi interaksi. **(Red)**

Tasming Hamid Resmikan Cath Lab RSUD Andi Makkasau, Layanan Jantung Berjaminan BPJS Kini Hadir di Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA L. COM – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, bersama Wakil Wali Kota Parepare, Hermanto, meresmikan layanan kateterisasi jantung (Cath Lab) yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan di RSUD Andi Makkasau Parepare.

Hadirnya fasilitas medis canggih tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat Kota Parepare dan kawasan Ajatappareng. Pasien penyakit jantung kini dapat memperoleh penanganan lebih cepat tanpa harus dirujuk ke rumah sakit di Makassar.

Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, mengapresiasi beroperasinya layanan Cath Lab tersebut. Menurutnya, keberadaan fasilitas ini sangat penting karena penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

“Hari ini kita lihat alatnya sudah mendukung dan sangat canggih. Bahkan bisa dilihat secara detail jaringan yang dimasukkan ke dalam tubuh. Dengan hadirnya Cath Lab ini, tentu sangat membantu masyarakat, khususnya Kota Parepare dan daerah luar,” ujar Tasming kepada wartawan. (13/07/26).

Tasming juga menyampaikan rasa syukur karena layanan Cath Lab telah dijamin oleh BPJS Kesehatan. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi terbebani biaya tindakan yang secara umum dapat mencapai puluhan juta rupiah.

Ia mengungkapkan, meski baru diresmikan, layanan tersebut telah menerima pasien rujukan dari luar Sulawesi Selatan.

“Kemarin sore sudah ada laporan masuk, ada pasien dari Mamuju (Sulawesi Barat) yang datang ke sini. Kami berterima kasih kepada BPJS dan kerja keras Ibu Direktur RSUD beserta jajarannya,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Andi Makkasau Parepare, dr. Muliana, menjelaskan bahwa untuk tahap awal layanan Cath Lab yang dijamin BPJS Kesehatan masih diperuntukkan bagi pasien dengan kondisi darurat (emergency) sesuai kriteria yang telah ditetapkan.

“Masyarakat perlu ketahui, BPJS kali ini memberikan izin untuk kasus-kasus emergency saja dengan kriteria khusus. Keunggulannya adalah pelayanan yang mudah dan cepat. Dalam penanganan jantung, kita berpacu dengan waktu, bukan lagi hitung jam tapi menit bahkan detik,” jelas dr. Muliana.

Menurutnya, kecepatan penanganan menjadi faktor utama dalam menyelamatkan pasien penyakit jantung, sehingga keberadaan Cath Lab di Parepare akan memperbesar peluang pasien mendapatkan tindakan medis tepat waktu.

Dr. Muliana juga menyebut RSUD Andi Makkasau menjadi satu-satunya rumah sakit di wilayah Ajatappareng yang telah mengoperasikan layanan Cath Lab bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Sebagai langkah pengembangan layanan, manajemen rumah sakit juga telah mengusulkan pembangunan Pusat Pelayanan Jantung Terpadu kepada Pemerintah Kota Parepare.

Fasilitas tersebut diharapkan mampu mengakomodasi meningkatnya kebutuhan layanan jantung bagi masyarakat Parepare maupun daerah sekitar. (*)

Dinilai Diskriminatif dan Tabrak Aturan ASN, Komisi I DPRD Parepare Minta BKPSDM Revisi Surat Pernyataan P3K

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Komisi I DPRD Kota Parepare menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama tim ahli serta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) pada Senin (14/07/26). RDP ini menyoroti draf surat pernyataan bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang dinilai memuat poin krusial yang berisiko diskriminatif dan melanggar regulasi yang lebih tinggi.

Ketua Komisi I DPRD Kota Parepare Dr. H. Kamaluddin Kadir menegaskan bahwa poin ketiga dalam surat pernyataan tersebut—yang salah satunya menyangkut klausul kemampuan baca tulis Al-Qur’an serta batasan evaluasi 3 bulan dan kesediaan mengundurkan diri harus segera direvisi karena tidak memiliki dasar hukum di dalam regulasi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Poin nomor 1 dan 2 tidak ada masalah karena sesuai regulasi. Tetapi poin ketiga ini tidak diatur dalam semua regulasi terkait ASN, baik PNS maupun P3K. Aturan surat pernyataan ini, menurut pendapat ahli, agak memaksa dan berisiko diskriminatif,” ujar Ketua Komisi I.

Ia menambahkan, pihak DPRD mendukung penuh semangat peningkatan ketakwaan yang merujuk pada Surat Edaran (SE) Walikota sebagai bagian dari kearifan lokal. Namun, hal tersebut tidak boleh dijadikan dalil atau syarat mutlak yang memaksa pegawai untuk mundur dari jabatannya.

“Kalau mau buat surat pernyataan atau aturan tersendiri, harus merujuk pada undang-undang kepegawaian. Tidak boleh membuat dalil yang tidak berdasarkan undang-undang. Kami minta redaksi poin ketiga diperhalus dan frasa membatasi waktu 3 bulan diubah menjadi bersedia dievaluasi secara berkala, sementara kalimat bersedia mengundurkan diri harus dihilangkan,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Staf Ahli Hukum dan Pemerintahan DPRD Kota Parepare, M. Rahmat Sjam Alam, yang hadir memberikan pandangan hukum, menegaskan bahwa mekanisme pemberhentian ASN sudah baku dan diatur secara ketat oleh negara.

“Syarat pemberhentian P3K itu sudah jelas diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN yang telah diperbarui menjadi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023, serta Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 9 Tahun 2026,” urai M. Rahmat Sjam Alam.

Rahmat menjelaskan bahwa secara substansi niat dari draf tersebut sangat baik, namun diksi yang digunakan tidak boleh bertentangan dengan konstitusi.

“PNS maupun P3K, baik paruh waktu maupun penuh waktu, tidak boleh diberhentikan di luar syarat yang sudah diatur undang-undang, seperti meninggal dunia atau melanggar disiplin berat berat yang tercantum pada Pasal 21. Makanya, Komisi I memerintahkan BKPSDM untuk melakukan perbaikan diksi agar surat pernyataan tersebut tidak terkesan menjadi penyebab seseorang diberhentikan,” pungkasnya.

Sukses di Kejurprov Bone, 3 Atlet Catur Percasi Parepare Diproyeksikan Tembus Kejurnas Banten 2026

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Pengurus Cabang Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Parepare terus menunjukkan komitmennya dalam membina dan memperhatikan masa depan para atlet catur di daerahnya. Terbaru, tiga atlet andalan Parepare sukses menorehkan prestasi gemilang dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur Sulawesi Selatan yang digelar di Kabupaten Bone pada 10-12 Juli 2026.

Ketua Percasi Kota Parepare, Dr. H. Kamaluddin Kadir, saat hadir dalam program OBRAS (Obrolan Santai) pada Senin (13/07/26), mengungkapkan rasa bangganya atas capaian para atlet. Menurutnya, ajang Kejurprov ini menjadi pemanasan penting sebelum mereka melangkah ke Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Provinsi Banten pada Oktober mendatang, serta Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

“Kemarin kita mengutus atlet dalam kejuaraan provinsi di Kabupaten Bone. Hasilnya sangat positif sebagai ajang pemanasan menuju Kejurnas 2 Oktober 2026 di Banten dan juga proyeksi kompetisi Porprov mendatang,” ujar Dr. H. Kamaluddin Kadir.

Ketiga atlet yang sukses mencuri perhatian di tingkat Sulawesi Selatan tersebut adalah:

 Muh. Rayyan Fawwas (13 tahun): Atlet muda potensial yang sukses menembus peringkat 10 besar se-Sulawesi Selatan di usianya yang masih sangat muda.

Himairah Qurrata Aini (Kategori Umum Putri) Atlet berprestasi yang sejak usia dini sudah mencicipi kejurnas. Di Kejurprov Bone kali ini, ia sukses meraih peringkat kedua (runner-up) dan mengamankan tiket menuju Kejurnas di Banten.

Taufan Trisetiawan M (Kategori Umum Putra) Atlet berbakat yang telah memiliki rating FIDE dan berhasil keluar sebagai juara ke-4 di Sulawesi Selatan.

Dr. H. Kamaluddin Kadir menambahkan, dari total nomor yang diikuti, Percasi Parepare juga berhasil meloloskan 11 atletnya untuk bertanding di ajang Porprov yang akan digelar di Bone dan Wajo pada November mendatang.

“Melihat hasil ini, ketiga atlet berprestasi ini kemungkinan besar akan kita proyeksikan ke Kejurnas Banten. Harapan kita, lewat kompetisi yang rutin diikuti, ini bisa menjadi motivasi agar ke depan mereka tidak hanya menjadi aset daerah, tetapi juga aset provinsi dan nasional, bahkan menembus ajang PON,” kuncinya optimis.

Sukses Gelar Selebes Kreatif Festival 2026, ICCN Sulsel Apresiasi Partisipasi UMKM dan Dukungan Tokoh Nasional

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Perhelatan Celebes Creatif Festival (CCF) 2026 resmi berakhir pada Ahad (12/07/26) malam. Kegiatan yang berlangsung selama 10 hari, sejak 3 Juli lalu, dinilai sukses menjadi ajang unjuk gigi pelaku ekonomi kreatif di Parepare.

Koordinator Daerah ICCN Sulawesi Selatan, Andiz Petta Lolo, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran acara tersebut. Meski banyak tantangan teknis, mulai dari pengelolaan panggung, penataan UMKM, hingga akomodasi sponsor, seluruh rangkaian acara dapat berjalan maksimal.

“Alhamdulillah, 10 hari pelaksanaan penuh suka duka sudah kita lalui. Kami telah memaksimalkan seluruh kebutuhan demi kepuasan semua pihak yang terlibat,” ujar Andiz saat ditemui di sela penutupan acara.

Salah satu momen yang paling berkesan bagi panitia adalah kehadiran Direktur Utama TVRI. Menurut Andiz, kunjungan tersebut menjadi kebanggaan luar biasa bagi masyarakat Parepare.

“Ini kehormatan bagi kami. Mengingat kesibukan beliau yang luar biasa, beliau menyempatkan hadir. Beliau bahkan menjanjikan akan kembali ke Parepare untuk mendukung kegiatan yang lebih besar lagi ke depannya,” tambahnya.

Terkait keterlibatan UMKM, Andiz mencatat hasil yang sangat memuaskan dengan tingkat closing transaksi mencapai 80%. Ia menyoroti keberhasilan beberapa brand lokal yang mampu menarik perhatian pengunjung dengan angka transaksi yang fantastis melalui sistem pembayaran non-tunai (QRIS).

“Ada UMKM yang mencatatkan transaksi hingga Rp15 juta hanya melalui QRIS saja. Ini menjadi pelajaran penting bagi UMKM lain tentang pentingnya branding yang kuat agar produk menjadi top of mind di masyarakat,” jelasnya.

Mengenai masa depan festival ini, Andiz menjelaskan bahwa Selebes Kreatif adalah kegiatan berskala regional di bawah naungan ICCN Sulsel yang akan berpindah tuan rumah setiap tahunnya. Namun, ia memastikan semangat ekonomi kreatif di Parepare akan tetap berlanjut.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Parepare Creative Ecosystem. Semangat ini akan terus kita kawal, meskipun mungkin nantinya dengan format atau penamaan yang berbeda,” pungkasnya.

Ketua Umum ICCN Puji Ekosistem Kreatif Parepare dan Catatkan Transaksi UMKM Rp1,3 Miliar

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Penutupan gelaran Celebes Creative Festival yang berlangsung meriah di Lapangan Andi Makkasau, Kota Parepare, Sabtu (11/07/26), menyisakan optimisme besar bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia Timur. Perhelatan yang digelar selama tujuh hari ini sukses menjadi magnet bagi pelaku UMKM dan komunitas kreatif.

Ketua Umum Indonesia Creative Cities Network (ICCN), Tubagus Fiki Chikara Satari, yang hadir langsung dalam penutupan tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap ekosistem kreatif di Parepare. Ia menilai kesuksesan festival ini, yang dipadukan dengan momentum nonton bareng Piala Dunia, membuktikan bahwa geliat ekonomi kreatif tidak hanya terpusat di ibu kota provinsi.

“Ini adalah bukti nyata bahwa kreativitas bergerak dari Parepare untuk Sulawesi Selatan dan Indonesia. Luar biasa, selama 7 hari, ada perputaran transaksi UMKM mencapai lebih dari 1,3 miliar rupiah yang melibatkan 70 UMKM. Ini inspirasi bagi kabupaten/kota lain di Indonesia,” ujar Fiki.

Fiki menambahkan bahwa sinergi antara komunitas kreatif dan dukungan penuh pemerintah daerah menjadi kunci utama. Menurutnya, setelah festival berakhir, langkah yang harus ditempuh adalah kolaborasi nyata dalam bisnis, penggunaan digitalisasi, serta perluasan distribusi produk agar manfaatnya terasa dalam keseharian.

Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Parepare, H. Tasming Hamid, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung anak muda dan pelaku ekonomi kreatif di Parepare. Ia menekankan pentingnya ruang bagi generasi muda untuk berinovasi.

“Anak muda kita berikan ruang, kita berikan kemudahan, dan pemerintah daerah wajib membantu. Hari ini kami telah menandatangani MoU dengan ICCN. Ke depan, kami akan duduk bersama memikirkan langkah konkret agar teman-teman pemuda kreatif dan pemerintah kota bisa terus bersinergi,” ungkap Tasming Hamid.

Penutupan Celebes Creative Festival ini diharapkan tidak sekadar menjadi ajang show off atau pameran semata, melainkan menjadi titik awal kolaborasi jangka panjang yang berkelanjutan bagi kemajuan ekonomi kreatif di Sulawesi Selatan.

Sengketa Lahan Marak, Ketua Komisi I DPRD Parepare Ingatkan Tertib Administrasi dan Aturan Klaim Tanah Garapan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Masalah sengketa lahan di Kota Parepare masih menjadi salah satu aduan yang mendominasi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Mulai dari perselisihan antarwarga, konflik warga dengan lembaga atau pemerintah daerah, hingga konflik internal keluarga terkait harta warisan.

Ketua Komisi I DPRD Kota Parepare, Dr. H. Kamaluddin Kadir, mengungkapkan bahwa akar utama dari menjamurnya konflik pertanahan ini adalah kelalaian masyarakat dalam menjaga tertib administrasi kepemilikan lahan.

 “Banyak lahan yang sebelumnya dimiliki oleh orang tua, tetapi karena tidak tercatat atau tidak tersimpan dokumennya dengan baik, akhirnya dimanfaatkan oleh pihak lain untuk membuat dokumen kepemilikan baru. Ada juga lahan yang dibiarkan kosong begitu saja, sehingga ditempati orang lain yang kemudian mengurus dokumennya,” ujar Kamaluddin.

Mengenai konflik yang dipicu oleh pembagian harta warisan keluarga yang tidak tertib, Komisi I DPRD Parepare secara tegas memilih untuk mengembalikannya ke pihak keluarga agar diselesaikan secara internal. “Masa persoalan keluarga harus dibawa sampai ke DPRD? Kita dorong diselesaikan secara kekeluargaan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kamaluddin juga meluruskan pemahaman masyarakat mengenai aturan menggarap tanah negara atau lahan kosong agar bisa disertifikatkan. Menurutnya, berdasarkan regulasi yang ada, penguasaan fisik lahan secara terus-menerus selama minimal 10 hingga 20 tahun memang dapat menjadi langkah awal pengurusan hak.

Namun, ia menegaskan bahwa proses tersebut tidak terjadi secara otomatis dan harus melalui tahapan yang ketat di tingkat kelurahan hingga Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Langkah awalnya adalah mendapatkan surat keterangan penguasaan fisik lahan dari pemerintah kelurahan. Dari situ biasanya muncul kewajiban membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Namun perlu diingat, PBB itu bukan bukti kepemilikan, melainkan bukti bahwa yang bersangkutan menempati atau menggarap lahan tersebut,” jelas Kamaluddin.

Dokumen penguasaan lahan dan PBB inilah yang nantinya dibawa ke tingkat kecamatan atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), sebelum akhirnya diajukan ke BPN. Kamaluddin mengingatkan bahwa BPN tidak akan sembarangan menerbitkan sertifikat hak milik.

“BPN akan melakukan verifikasi, validasi, dan kajian yang sangat mendalam untuk meneliti siapa tahu sudah ada pemilik sah sebelumnya. Prosesnya memakan waktu lama karena butuh kecermatan agar tidak salah dalam penerbitannya,” tutup legislator Parepare tersebut sembari mengajak rekan media untuk terus mengawal isu pertanahan ini.

Tutup Celebes Creative Festival 2026, Walikota Parepare dan Ketum ICCN Sepakat Jadikan Kreativitas sebagai Motor Ekonomi Daerah

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Gelaran Celebes Creative Festival 2026 di Lapangan Andi Makkasau, Kota Parepare, resmi ditutup pada Sabtu (11/07/2026). Penutupan festival ini menandai komitmen bersama antara Pemerintah Kota Parepare dan Indonesia Creative Cities Network (ICCN) untuk terus menggerakkan potensi ekonomi kreatif di Sulawesi Selatan hingga ke level global.

Ketua Umum ICCN Pusat, Tubagus Fiki Chikara Satari, dalam sambutannya menegaskan bahwa festival ini bukanlah akhir, melainkan langkah awal. Ia memuji konsep human centered design yang diterapkan di Parepare, di mana ruang publik seperti lapangan berubah menjadi ruang sosial yang inspiratif bagi individu kreatif.

“Syarat menjadi kota kreatif adalah banyaknya individu kreatif, dan itu diciptakan dari ruang-ruang inspiratif. Saya sangat bangga, Parepare telah membuktikan bahwa dengan keberagaman tradisi dan etnis yang kita miliki, Indonesia punya potensi besar menjadi juara dunia kreatif,” ujar Fiki.

Senada dengan hal tersebut, Walikota Parepare, H. Tasming Hamid, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh panitia dan komunitas kreatif yang telah sukses menyelenggarakan acara. Ia menekankan bahwa di era yang berubah sangat cepat, generasi muda harus berani berinovasi dan tidak berpangku tangan.

“Jika tidak kreatif, kita pasti akan ketinggalan zaman. Kita ingin menjemput generasi emas 2045, dan itu harus dimulai dari pemuda-pemudi yang penuh kreativitas,” ungkap Tasming Hamid.

Lebih lanjut, Tasming Hamid menyoroti pentingnya keberpihakan pemerintah terhadap pelaku UMKM. Ia menekankan bahwa indikator keberhasilan sebuah *event* di Parepare adalah tingkat kesejahteraan pelaku usaha di dalamnya.

CZ NO “Kalau ingin membuat *event* di Parepare, pelaku UMKM harus tersenyum. Kalau tidak tersenyum, berarti ada yang perlu dievaluasi,” tegasnya.

Festival ini menjadi momentum penting bagi Parepare untuk memperkuat ekosistem kreatif lokal. Baik Fiki maupun Tasming Hamid menyatakan optimisme bahwa melalui kolaborasi pentahelix, Parepare akan semakin dikenal sebagai kota kreatif yang berdaya saing nasional bahkan global.

Kunjungi Parepare, Ketua Umum ICCN Tubagus Fiki Chikara Satari Tekankan Pentingnya Kolaborasi Komunitas Kreatif

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Ketua Umum Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Pusat, Tubagus Fiki Chikara Satari, mendorong penguatan kolaborasi antar-pemangku kepentingan dalam ekosistem ekonomi kreatif. Hal tersebut disampaikan Fiki saat menghadiri temu komunitas di Teras Empang, Parepare, Sabtu (11/07/26).

Dalam kesempatan tersebut, Fiki menekankan pentingnya peran hexahelixsebuah konsep kolaborasi yang melibatkan akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas, media, dan daerah. Menurutnya, perkembangan dari *triple helix* menuju *hexahelix* adalah kunci utama untuk menggerakkan potensi ekonomi kreatif di Indonesia.

“Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa, mulai dari lebih dari 17.000 pulau, 1.300 tradisi, hingga 700 bahasa. Namun, semua potensi itu akan maksimal jika komunitas di setiap daerah, termasuk Parepare, bergerak kreatif secara mandiri dan organik,” ujar Fiki di hadapan para penggerak kreatif yang hadir.

Fiki juga memperkenalkan rumus “3C” sebagai panduan bagi komunitas dalam menjalankan gerakan orkestrasi ekonomi kreatif. “Pertama adalah Connect (terkoneksi), kedua Collaborate (kolaborasi), dan selanjutnya adalah sinergi. Tanpa kolaborasi yang jelas—siapa melakukan apa dan kapan—potensi yang ada akan mubazir,” tambahnya.

Kunjungan Fiki ke Parepare ini merupakan kunjungan resmi pertamanya ke luar Jakarta sejak menjabat posisi strategis, sebagai bentuk apresiasi terhadap geliat komunitas kreatif di daerah yang dinilai luar biasa. Ia berharap forum di Parepare ini menjadi ruang untuk menyerap aspirasi sekaligus mengisi kembali energi bagi para penggerak kreatif lokal.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai elemen komunitas dari Parepare serta perwakilan dari sejumlah daerah seperti Palopo dan Kolaka Utara. Hadir pula pihak TVRI yang menyatakan komitmen untuk bersinergi dengan komunitas kreatif dalam mendukung ekosistem media dan ekonomi kreatif di daerah.

Kapolres Parepare Kerahkan Tim Senggol Tingkatkan Patroli di Wilayah Rawan Terjadi Tindak Kriminal dan Aksi Bali

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Berbagai upaya yang telah lakukan aparat kepolisian dalam menjaga memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman, Kondusif diwilayah.

Salah satunya adalah patroli rutin dimalam hari yang saat ini gencar dilakukan oleh Personel Tim Senggol Presisi Polres Parepare

Hal itu diungkapkan Kapolres Parepare AKBP Indra Waspada Yuda Sebelum melaksanakan kegiatan patroli terlebih dahulu dilakukan Apel kesiapan Memberikan APP dan arahan tentang sasaran patroli, rute patroli dan mengecek kekuatan Personil yang melaksanakan kegiatan Patroli malam,

“rute patroli malam ini antara lain sejumlah objek vital, niaga dan sejumlah pusat keramaian, serta titik titik rawan terjadinya gangguan Kamtibmas, “ ujarnya

Selain itu Kapolres Parepare menuturkan, tim Senggol Presisi ini melakukan patroli dimulai dari pukul 21.00 sampai dengan 07.00 wita dengan tujuan menciptakan rasa aman dan nyaman kepada warga masyarakat untuk melaksanakan aktifitasnya terlebih disaat jam istirahat.

“patroli terus kita lakukan dengan maksud dan tuan menjaga harkamtibmas dan meminimalisir terjadinya tindak kejahatan khususnya mencegah tindak pidana pencurian curat, curas dan curanmor yang saat ini sedang marak,” lanjutnya

Kapolres juga juga memberikan penekanan kepada anggota untuk selalau waspada terhadap situasi lingkungan sekitar.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini kita berharap bisa menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif serta masyarakat bisa merasa nyaman dengan adanya kehadiran polisi di tengah-tengah masyarakat,” Pungkasnya

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare