PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Kepolisian Resor (Polres) Parepare menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi institusi yang transparan dan humanis.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakapolres Parepare, Kompol Saharuddin, S.H., M.H., M.Si., saat menghadiri kegiatan keagamaan “Ngopi Berjamaah” selepas salat Magrib di Masjid Raya Kota Parepare, Jumat (03/07/26).
Di hadapan para jemaah, Kompol Saharuddin menyatakan bahwa di usia Polri yang kini menginjak 80 tahun, kematangan institusi harus dibuktikan dengan pelayanan yang prima kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa era di mana polisi minta dilayani sudah sepenuhnya berakhir.
“Bukan lagi zamannya polisi mau dilayani. Kita sekarang hadir untuk masyarakat, apalagi hari ulang tahun kita yang ke-80. Kalau dari segi kematangan manusia, itu sudah sangat matang. Jadi, kehadiran polisi betul-betul untuk melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat. Kalau ada polisi yang minta dilayani, laporkan! Itu paradigma lama,” tegas Kompol Saharuddin.
Guna memberantas tindakan oknum anggota yang nakal atau tidak sesuai aturan, Polres Parepare memanfaatkan keterbukaan informasi digital. Saat ini, masyarakat dapat melapor secara instan melalui sistem QR Code yang terhubung langsung dengan Propam Polda maupun Propam Mabes Polri.
“Sekarang sudah ada keterbukaan. Di mana-mana dipasang QR Code. Jika ada tindakan oknum yang merugikan, langsung pindai dan laporkan. Laporan itu akan langsung memetakan lokasi kejadian, dan anggota yang bersangkutan akan segera dihubungi untuk diperiksa. Jangan segan-segan melapor,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakapolres juga memberikan imbauan kamtibmas bagi pengendara yang melintasi jalur trans-Sulawesi, khususnya rute Makassar-Parepare.
Pengendara yang kelelahan atau mengantuk disarankan untuk beristirahat di kantor polisi terdekat atau SPBU yang dilengkapi CCTV dan memiliki tukang parkir demi menghindari aksi kejahatan.
Parepare membuka pintu bagi warga yang mengalami kesulitan di jalan, seperti kehabisan ongkos, untuk dibantu koordinasinya dengan pengemudi angkutan umum. Masyarakat yang membutuhkan bantuan darah darurat dipersilakan mendatangi Polres, Brimob, atau instansi TNI terdekat untuk mengecek ketersediaan donor dari personel aktif.
Di akhir arahannya, Kompol Saharuddin juga menitipkan personel Bhabinkamtibmas yang bertugas di tiap kelurahan agar aktif dilibatkan oleh warga dalam memecahkan permasalahan-permasalahan sosial skala kecil di lingkungan masing-masing.




















