24.8 C
Pare-Pare
Minggu, Mei 31, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 6

Anggota DPRD Parepare Andi Fudail Angkat Bicara Soal Perbaikan Jalan dan Solusi Sampah di Soreang

0

PAREPARE, RASIOMESRA. COM – Anggota Komisi III DPRD Kota Parepare dari Fraksi PKB, Andi Muh. Fudail, memberikan penjelasan mendalam terkait sejumlah persoalan infrastruktur dan kebersihan yang tengah dihadapi masyarakat, khususnya di Daerah Pemilihan (Dapil) Soreang. Hal ini disampaikannya saat berbicara dalam program “Obras” di Radio Mesra pada Kamis (21/05/26).

Menanggapi keluhan warga mengenai jalan rusak dan berlubang, Andi Fudail menjelaskan bahwa dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebenarnya telah mendata titik-titik kerusakan tersebut, termasuk di wilayah Jenderal Sudirman. Namun, pengerjaannya baru bisa direalisasikan pada anggaran perubahan akibat keterbatasan dana saat ini.

Meski demikian, pihak pemerintah bergerak cepat melakukan penimbunan darurat di lokasi yang dinilai rawan atau urgensinya tinggi. Salah satunya di Jalan H. Muqqadas yang sempat memakan korban jiwa, di mana tindakan cepat langsung diambil setelah berkoordinasi dengan Kepala Dinas terkait. Andi Fudail juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan titik jalan rusak lainnya agar bisa segera didata oleh instansi terkait.

Selain infrastruktur jalan, masalah sampah yang berserakan juga menjadi sorotan tajam dalam diskusi tersebut. Andi Fudail menilai, selain kesadaran masyarakat yang perlu ditingkatkan, sarana fasilitas juga harus dibenahi. Ia mengusulkan kepada pihak kelurahan agar memanfaatkan anggaran kelurahan untuk membuat tempat sampah permanen berukuran 2 X3 meter di pinggir jalan guna mencegah sampah dihambur oleh hewan liar seperti anjing.

Di akhir penyampaiannya, politisi PKB ini memaparkan realisasi program bantuan masyarakat. Untuk tahun 2025, ia bersyukur program aspirasinya telah terealisasi dalam bentuk bantuan 2 unit perahu lengkap dengan mesin dan alat tangkap, etalase, gerobak jualan, serta alat pertukangan. Sementara untuk tahun 2026, direncanakan ada lebih dari 40 calon penerima program peningkatan kompetensi kerja dari Dinas Tenaga Kerja, serta realisasi program bedah rumah di 3 lokasi yang sudah disurvei.

Andi Fudail mengakui kondisi keuangan daerah saat ini cukup berat, namun ia meminta masyarakat untuk tetap bersabar dan percaya bahwa pemerintah daerah akan terus memikirkan solusi terbaik bagi masyarakatnya.

Disdukcapil Parepare Hj. Suryani: Kerja Keras dan Kerja Ikhlas Pertahankan Predikat Terbaik Nasional

0

PAREPARE, RASIOMESRA. COM – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Parepare, Hj. Suryani, berhasil meraih penghargaan dengan predikat “Sangat Baik” dalam penilaian kinerja Pejabat Tinggi Pratama Disdukcapil tingkat nasional. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Disdukcapil Parepare dalam melampaui berbagai target capaian indikator makro nasional.

Saat ditemui di Kantor Disdukcapil Kota Parepare pada Kamis (21/05/26), Hj. Suryani mengungkapkan bahwa penilaian ini dilakukan setiap semester oleh pemerintah pusat. Pada semester sebelumnya, ia juga sukses mempertahankan predikat yang sama.

“Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih kepada seluruh teman-teman di Disdukcapil karena atas berkat dukungan, kerja keras, dan kerja ikhlas mereka, capaian atau predikat ini dapat kami peroleh,” ujar Suryani dengan penuh rasa syukur.

Menurut Suryani, ada tiga indikator utama yang menjadi dasar penilaian, yaitu cakupan KTP, kepemilikan akta kelahiran, dan penerapan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Dalam ketiga indikator tersebut, Kota Parepare mencatatkan persentase memukau yang jauh di atas rata-rata target nasional.
Untuk cakupan KTP, Parepare telah mencapai 99,37% dari target nasional yang hanya 90%. Sementara untuk akta kelahiran anak, angkanya sudah menyentuh 100% alias zero anak tanpa akta. Prestasi ini didukung oleh inovasi “Lapor Hati”, di mana bayi yang lahir di rumah sakit bisa langsung mendapatkan akta kelahiran, Kartu Keluarga (KK) baru, dan Kartu Identitas Anak (KIA) sebelum pulang.

Selain itu, capaian KIA di Parepare telah mencapai 93%, melampaui target nasional yang berada di angka 60%. Hal ini dipicu oleh kebijakan pemerintah daerah yang mewajibkan KIA sebagai salah satu syarat pendaftaran masuk sekolah. Di sisi lain, target IKD juga berhasil digenjot hingga 36,48% melalui sistem integrasi pelayanan kependudukan.

“Langkah-langkah kami itu cepat. Kami bisa ‘berlari’ dengan inovasi-inovasi yang ada. Kami juga menerapkan jemput bola melalui mobile service, perekaman on the spot, hingga mengantarkan langsung KTP ke rumah warga yang sakit atau lansia melalui inovasi ‘Sapa Wargata’,” jelas Suryani.

Keberhasilan luar biasa ini menjadikan Disdukcapil Kota Parepare sebagai salah satu rujukan utama dan tempat studi tiru bagi berbagai daerah lain di Provinsi Sulawesi Selatan. Setelah penilaian individu ini, Disdukcapil Parepare kini tengah bersiap menyambut hasil penilaian kinerja untuk kategori institusi.

12 Pegawai Kemenag Kota Parepare Resmi Dilantik Jadi PNS

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar pelantikan pegawai secara serentak di seluruh Indonesia, yang dipusatkan di Auditorium HM. Rasyid Jakarta, baik secara daring maupun luring, Kamis (21/05/25).

Acara ini menjadi momentum penting bagi ribuan pegawai yang resmi menyandang status sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) formasi tahun 2024.

Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA didepan ribuan PNS serta para pejabat Kemenag. Dalam sambutannya, Menag menekankan pentingnya rasa syukur atas pencapaian ini, serta mengingatkan para pegawai untuk tidak melupakan jasa dan doa orang tua yang menjadi bagian dari kesuksesan mereka.

Dalam arahannya, Menteri Agama RI menyampaikan pesan menyentuh bahwa keberhasilan seseorang sering kali lahir dari doa tulus orang tua. “Mungkin kita tidak tahu, ada orang tua yang bangun tengah malam berdoa dengan air mata. Maka setelah dari sini, temui atau hubungi orang tua untuk berterima kasih,” ucap Menag.

Di lingkungan Kementerian Agama Sulawesi Selatan khususnya, tercatat sebanyak 670 pegawai telah resmi dilantik sebagai PNS. Jumlah ini menandai komitmen pemerintah dalam memperkuat jajaran aparatur sipil negara di setiap sektor Kemenag, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan.

Sementara itu, di Kota Parepare, sebanyak 12 pegawai lingkup Kementerian Agama Kota Parepare turut dilantik secara daring. Prosesi pelantikan berlangsung di Aula Kantor Kemenag Parepare, yang diikuti dengan penuh khidmat oleh para pegawai yang kini resmi berstatus ASN.

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulsel juga memberikan penegasan terkait integritas dan profesionalitas ASN. Ia menekankan bahwa kegiatan pelantikan ini dihadiri oleh para Kepala Kemenag Kabupaten/Kota, baik secara daring maupun luring. Ia menambahkan, jika ada pihak yang mencoba meminta uang dalam proses ini, agar segera dilaporkan untuk ditindaklanjuti.

Harapan besar disampaikan agar para ASN Kementerian Agama, khususnya di Sulawesi Selatan, dapat memegang teguh nilai integritas, profesionalitas, serta ketawadhu’an sebagaimana yang diamanahkan oleh Menteri Agama RI. Dengan demikian, kehadiran mereka di tengah masyarakat dapat menjadi teladan sekaligus penggerak pelayanan publik yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.

Program Obras Radio Mesra Jadi Wadah Efektif Penyaluran Aspirasi Warga Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Selain melalui jalur formal seperti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan Reses DPRD, program Obrolan Masyarakat (Obras) di Radio Mesra terbukti menjadi wadah alternatif yang efektif bagi warga Kota Parepare untuk menyalurkan aspirasi dan aduan mereka kepada pemerintah daerah.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang warga bernama Umar saat berinteraksi langsung dalam program Obras pada Senin (18/05/26). Menurutnya, kehadiran program Obras memberikan ruang bagi masyarakat yang tidak sempat terlibat dalam agenda formal seperti reses maupun musrenbang.

“Kita optimis ketika Obras tetap eksis. Ini menjadi salah satu pintu di luar dari pintu formal yang diakui oleh regulasi yang ada, sekaligus menjadi penyambung bagi warga yang tidak sempat mengikuti jalannya reses atau musrenbang,” ujar Umar.

Ia juga menambahkan bahwa berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat melalui program ini telah banyak yang terealisasi dan direspons dengan baik oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau instansi terkait. Beberapa penanganan yang telah ditindaklanjuti di antaranya adalah masalah kelangkaan minyak, pengerukan sungai, hingga perbaikan jalan di depan SMP 2 Parepare yang kini telah mendapatkan respons dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melalui Kabid Bina Marga.

Umar berharap program interaktif seperti ini terus dipertahankan. Menurutnya, jika pelayanan dan aduan masyarakat tidak terlayani dengan baik, hal itu justru dapat memberikan citra yang kurang baik bagi pelayanan publik di Kota Parepare.

Kawal Anggaran Masjid dan Infrastruktur Parepare, Ketua Fraksi Nasdem Sulsel Pantau Langsung Aspirasi Warga

0

PAREPARE, RADIOMESRA..COM  – Ketua Fraksi Nasdem DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), H. Muhammad Sadar, melakukan kunjungan kerja dan peninjauan langsung di Jalan Andi Cammi, Kelurahan Labukkang, Kota Parepare pada Rabu (20/05/26). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan realisasi anggaran pembangunan berjalan maksimal dan tepat sasaran.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Sadar menyampaikan bahwa fokus penganggaran dari provinsi untuk Kota Parepare saat ini menyasar pada sektor keagamaan, khususnya perbaikan sarana ibadah. Salah satu capaian yang krusial adalah rampungnya pembangunan Masjid Terapung Parepare.

“Untuk kepentingan pembangunan Masjid Terapung, penyelesaiannya hari ini kita sudah selesaikan 100 persen. Selebihnya itu, kita anggarkan untuk pembangunan atau perbaikan Masjid Agung yang ada di Jalan Ahmad Yani,” ujar Muhammad Sadar saat diwawancarai.

Ia menjelaskan bahwa anggaran perbaikan Masjid Agung tersebut telah dialokasikan pada anggaran tahun 2025 dan dilaksanakan hingga tahun 2026 ini. Ia juga memastikan akan ada tambahan alokasi anggaran lagi di tahun ini agar pengerjaan Masjid Agung bisa rampung sepenuhnya pada tahun 2026.

Selain masalah rumah ibadah, legislator Sulsel ini juga mengaku telah berkomunikasi secara intensif dengan  Walikota Parepare H. Tasming Hamid mengenai arah bantuan keuangan provinsi untuk tahun depan. Fokus ke depan akan diarahkan pada pembangunan infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

“Saya sudah komunikasi dengan Pak Walikota supaya pemberian bantuan keuangan yang akan datang ini mungkin berupa pembangunan infrastruktur seperti perbaikan jalan atau semacam reklamasi pantai yang ada di Kota Parepare,” tambahnya.

Terkait dengan fungsi pengawasan, Muhammad Sadar mengapresiasi antusiasme warga Kecamatan Ujung yang ikut aktif mengawal jalannya pembangunan. Dalam kunjungan tersebut, warga juga sempat mengusulkan perbaikan tanggul yang berada di pemukiman mereka. Menanggapi hal itu, ia berjanji akan menindaklanjuti dan memperjuangkan aspirasi tersebut di tingkat provinsi.

Tak hanya itu, Muhammad Sadar juga merespons positif komitmen Pemerintah Kota Parepare yang siap mengover pengadaan seragam sekolah gratis bagi siswa SMA/SMK pada tahun 2026, meskipun kewenangan pendidikan menengah atas berada di tingkat provinsi.

“Pemerintah Kota Parepare sudah berjanji akan menutupi hal tersebut (seragam sekolah). Bagus Walikotanya kan? Makanya saya selalu katakan bahwa Pemerintah Kota Parepare selalu bersinergi dengan kami yang ada di provinsi,” pungkasnya penuh apresiasi.

Konsolidasi Demokrasi Kian Solid, Bawaslu Parepare Gandeng Kejari Hadapi Pemilu 2029

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  — Bawaslu Kota Parepare terus masif memperkuat konsolidasi demokrasi melalui penguatan sinergitas antar lembaga. Kali ini, Bawaslu Kota Parepare melaksanakan audiensi bersama Kejaksaan Negeri Parepare pada Rabu, 20 Mei 2026, bertempat di Kantor Kejaksaan Negeri Parepare, Jalan Jenderal Sudirman No. 43, Kelurahan Cappa Galung, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Audiensi dihadiri langsung oleh Ketua Bawaslu Kota Parepare, Muh. Zainal Asnun bersama Anggota Bawaslu Kota Parepare Fadly Azis dan Susilawati, serta Koordinator Sekretariat Bawaslu Kota Parepare Handayani. Sementara dari pihak Kejaksaan Negeri Parepare hadir Kepala Kejaksaan Negeri Parepare Darfiah, Kasi Pidum Sukarno, Kasi Pidsus Abdurrahim, dan Kasi Datun Aswar.

Dalam pertemuan tersebut, kedua lembaga membahas sejumlah hal strategis terkait persiapan menghadapi Pemilu Tahun 2029, termasuk penguatan koordinasi antar lembaga penegak hukum, kesiapan kelembagaan Bawaslu Kota Parepare, serta evaluasi pelaksanaan pengawasan pada tahapan Pemilu dan Pilkada sebelumnya.

Selain itu, audiensi juga membahas penguatan koordinasi Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) sebagai wadah bersama antara Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan dalam penanganan tindak pidana pemilu. Pembahasan tersebut mencakup pentingnya membangun komunikasi dan koordinasi yang lebih efektif sejak masa non tahapan guna meningkatkan kesiapan dalam penanganan pelanggaran pidana pemilu pada Pemilu dan Pilkada mendatang.

Ketua Bawaslu Kota Parepare, Muh. Zainal Asnun, menyampaikan bahwa ketiga lembaga yang tergabung dalam Sentra Gakkumdu harus terus memperkuat soliditas dan koordinasi karena kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi berada pada lembaga penyelenggara dan penegak hukum pemilu.

“Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan harus tetap solid karena kepercayaan masyarakat dalam tahapan pemilu ada pada kita semua,” ujar Muh. Zainal Asnun.

Ia juga menjelaskan bahwa Bawaslu merupakan tempat awal masyarakat menyampaikan laporan dugaan pelanggaran pemilu sebelum diproses bersama Sentra Gakkumdu yang terdiri dari unsur Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan.

“Bawaslu menjadi tempat awal masyarakat melapor, kemudian ditindaklanjuti bersama Gakkumdu yang terdiri dari Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan,” tambahnya.

Selain itu, ia menuturkan bahwa kewenangan Bawaslu saat ini semakin kuat, termasuk dalam pelaksanaan sidang administrasi dan penerapan pasal tertentu yang dapat berujung pada diskualifikasi calon apabila terbukti melakukan pelanggaran.

“Kewenangan Bawaslu sekarang sudah dapat melaksanakan sidang administrasi dan ada pasal yang bisa mendiskualifikasi calon apabila terbukti melanggar,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Parepare, Darfiah, menyampaikan dukungannya terhadap penguatan sinergitas bersama Bawaslu Kota Parepare. Ia menuturkan bahwa Kejaksaan selama ini telah terbiasa berkoordinasi dan terlibat dalam penanganan pelanggaran pemilu bersama Bawaslu dan Kepolisian.

“Kami sudah akrab dengan Bawaslu dan biasa terlibat bersama, sehingga kami memahami kerja-kerja pengawasan dan penegakan hukum yang dilakukan bersama,” ungkap Darfiah.

Ia juga membagikan pengalamannya dalam proses penanganan pelanggaran pemilu guna menghindari potensi kericuhan maupun perusakan fasilitas negara.

“Kalau ada pelanggaran dan perlu dilakukan penindakan, saya biasanya langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar tidak terjadi kericuhan ataupun perusakan fasilitas negara,” ujarnya.

Dalam diskusi tersebut turut dibahas tantangan pengawasan pemilu di masa mendatang, seperti perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), penyebaran berita hoaks, black campaign, serta penggunaan akun palsu di media sosial yang masih menjadi kendala dalam proses pelacakan pelanggaran digital.

“Tantangan ke depan tentu semakin kompleks, mulai dari AI, hoaks, black campaign hingga akun palsu yang masih sulit dilacak,” kata Darfiah.

Melalui audiensi tersebut, diharapkan koordinasi dan kolaborasi antara Bawaslu Kota Parepare dan Kejaksaan Negeri Parepare dapat terus terjalin dengan baik guna mendukung pelaksanaan Pemilu dan Pilkada yang aman, tertib, demokratis, dan berintegritas di Kota Parepare.

Lapas Parepare Gelar Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-118

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Parepare melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 dengan mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.

Kegiatan upacara berlangsung khidmat di lapangan Lapas Parepare dan diikuti oleh seluruh jajaran pegawai. Upacara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Kantor Imigrasi Kelas II TPI Parepare serta Pos Balai Pemasyarakatan Parepare sebagai bentuk sinergi antarunit pelaksana teknis di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat persatuan, nasionalisme, dan pengabdian dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara. Melalui tema yang diusung, seluruh peserta upacara diajak untuk menjaga tunas bangsa demi mewujudkan kedaulatan negara yang kuat dan berdaya saing.

Kepala Lapas Kelas IIA Parepare, Marten, Bc.IP., S.H., M.H., menyampaikan bahwa semangat kebangkitan nasional harus menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan integritas, profesionalisme, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Momentum Hari Kebangkitan Nasional ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga semangat persatuan, meningkatkan kinerja, serta memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

Kegiatan upacara berlangsung tertib dan penuh khidmat sebagai wujud penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan serta penguatan semangat kebangsaan di lingkungan pemasyarakatan.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Distribusikan 1.000 Paket Sembako Bersubsidi untuk Warga Kendari

0

KENDARI, RADIOMESRA. COM  – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Integrated Terminal Kendari menggelar kegiatan pasar murah dengan menyediakan 1.000 paket sembako bersubsidi bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Kendari ini disambut antusias warga sejak pagi hari. Masyarakat datang untuk mendapatkan paket kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan dibanding harga pasar.

Setiap paket sembako berisi beras 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, gula pasir 2 kilogram, susu kental manis, kecap manis, dan sarden. Paket tersebut ditebus masyarakat dengan harga Rp30 ribu atau sekitar 15 persen dari nilai keseluruhan paket.

Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi bersama Kecamatan Kendari sebagai bagian dari sinergi antara perusahaan dan pemerintah daerah dalam mendukung masyarakat di wilayah sekitar operasional.

Selain pasar murah, Pertamina juga menyalurkan bantuan sosial kepada Masjid Raya Kota Lama Kendari serta Panti Asuhan Berkah Hidayah Kendari sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sosial perusahaan di wilayah operasional.

Dalam kegiatan tersebut, Pertamina turut menghadirkan layanan penukaran tabung LPG 3 Kg ke Bright Gas 5,5 Kg guna memberikan pilihan produk LPG non subsidi kepada masyarakat melalui mekanisme penukaran yang tersedia di lokasi kegiatan.

Warga yang hadir juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang dilaksanakan bersama Puskesmas Mata, Kendari untuk membantu masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan dasar secara langsung di lokasi kegiatan.

Pelaksanaan pasar murah dilakukan melalui koordinasi bersama pemerintah setempat dengan sistem kupon penerima manfaat yang telah diverifikasi sebelumnya agar distribusi bantuan berjalan tertib dan tepat sasaran.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus hadir mendukung kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah sekitar operasional perusahaan.

“Melalui program pasar murah ini, Pertamina ingin membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari sinergi sosial perusahaan bersama pemerintah daerah dalam mendukung kesejahteraan masyarakat,” jelas Lilik.

Program pasar murah yang dilaksanakan Pertamina turut mendukung pencapaian *Sustainable Development Goals* (SDGs), terutama poin 1 *Tanpa Kemiskinan*, poin 2 *Tanpa Kelaparan*, poin 3 *Kehidupan Sehat dan Sejahtera*, poin 10 *Berkurangnya Kesenjangan*, serta poin 17 *Kemitraan untuk Mencapai Tujuan* melalui kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan Pertamina dalam mendukung masyarakat melalui kegiatan pasar murah.

“Program seperti ini memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Kolaborasi antara perusahaan dan pemerintah daerah sangat penting untuk mendukung kebutuhan warga, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan akses bahan pokok dengan harga terjangkau,” ujar Abdul Rauf.

Selain membantu meringankan pengeluaran rumah tangga, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat akses pangan masyarakat sekaligus menjaga pemerataan distribusi kebutuhan pokok di wilayah Kota Kendari.

*Media Contact :*
Lilik Hardiyanto
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina
Patra Niaga Regional Sulawesi

Sinkronisasi Data Jadi Alasan Penyaluran Rastra di Depsos Menunggu CBP

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Dinas Sosial (Dinsos) melalui Bidang Rehabilitasi Sosial (Rehsos) menjelaskan alasan belum disalurkannya program Beras Sejahtera (Rastra). Penundaan ini sengaja dilakukan demi menunggu penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Hanise, SH, mengungkapkan bahwa pihaknya perlu melakukan sinkronisasi data penerima terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya tumpang tindih data antara penerima Rastra dengan penerima CBP.

“Rastra itu tidak kami lakukan penyaluran awal karena menunggu penyaluran CBP. Karena CBP itu kan kita mau sinkronkan datanya, jangan sampai ada tumpang tindih antara penerima Rastra dengan penerima CBP,” ujar Hanise.

Menurut Hanise, data penerima CBP sendiri bersumber langsung dari pihak Bulog. Saat ini, pihaknya telah berkoordinasi dan merampungkan pencocokan data tersebut.

“Kemarin itu sudah komunikasi dengan Bulog, datanya sudah kami deal-kan. Jadi Rastra untuk data, sementara pengajuan SK (Surat Keputusan),” tambahnya.

Mengenai jadwal pasti penyaluran Rastra, pihak Dinsos mengaku belum bisa memastikan tanggalnya karena masih menunggu kesiapan dari Bulog terkait penyediaan komoditas berasnya. Mengingat jenis beras untuk program Rastra dan CBP berbeda—di mana Rastra menggunakan beras kualitas premium—proses persiapannya pun berjalan secara bertahap.

Pihak Dinsos juga memperkirakan penyaluran Rastra kemungkinan kecil bisa terealisasi sebelum memasuki bulan Ramadan pada tanggal 27 Mei mendatang, dikarenakan Bulog saat ini masih berfokus pada penyaluran CBP.

Unit PPA Polres Parepare Tangani Perkelahian Pelajar Viral di Medsos, Tempuh Restorative Justice, Hadirkan Orang Tua Yang Terlibat

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Perkelahian antar pelajar yang sempat viral di media sosial beberapa hari yang lalu di Kota Parepare akhirnya diselesaikan secara damai melalui pendekatan restorative justice (RJ) di Unit PPA Sat Reskrim Polres Parepare. Proses perdamaian tersebut berlangsung pada Selasa, 19 Mei 2026 sekitar pukul 15.00 Wita di lantai II Polres Parepare dengan menghadirkan kedua belah pihak beserta orang tua masing-masing sebagai saksi.

Kasus ini bermula dari dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak di bawah umur yang terjadi pada Rabu, 13 Mei 2026 sekitar pukul 15.00 Wita di Jalan Bulu Batu, Kelurahan Bumi Harapan, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare.

Perkara tersebut melibatkan korban berinisial MF (16), seorang pelajar, serta terduga pelaku berinisial M (16), yang juga masih berstatus pelajar dan diketahui merupakan teman sekelas korban.

Penyelesaian perkara dilakukan oleh penyidik pembantu Unit PPA Sat Reskrim Polres Parepare dengan mengedepankan pendekatan restorative justice sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dalam proses mediasi tersebut, M mengakui kesalahannya dan menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada korban. Korban pun dengan ikhlas menerima permintaan maaf tersebut tanpa menyimpan rasa dendam. Suasana haru turut terlihat ketika orang tua korban menyampaikan bahwa dirinya tidak memiliki rasa sakit hati kepada M dan memilih menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

Sementara itu, orang tua terduga pelaku mengaku sangat menghormati sikap korban beserta keluarganya yang bersedia menempuh jalan damai. Bahkan keduanya tampak saling berpelukan sebagai bentuk berakhirnya persoalan tersebut secara baik-baik.

Proses restorative justice ini turut dihadiri Kepala UPT Perlindungan Perempuan dan Anak Parepare, Andi Asma, serta perwakilan guru SMAN 2 Parepare, Musdaningsih. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat pembinaan terhadap para pelajar agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Dari pihak sekolah, Musdaningsih menegaskan bahwa SMAN 2 Parepare akan memberikan tindakan tegas apabila masih terjadi perkelahian antar pelajar di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Parepare menjelaskan bahwa restorative justice merupakan penyelesaian perkara pidana dengan menekankan pemulihan keadaan, perdamaian antara pelaku dan korban, serta penyelesaian di luar proses peradilan formal apabila memenuhi syarat tertentu.

“Dalam pendekatan ini, fokusnya bukan semata-mata menghukum pelaku, tetapi bagaimana kerugian korban dipulihkan dan hubungan sosial dapat diperbaiki kembali. Langkah ini juga bertujuan mengurangi konflik berkepanjangan, memberi rasa keadilan bagi korban, membantu pelaku memperbaiki diri, serta menjaga keharmonisan sosial di masyarakat,” jelasnya.

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare