24.8 C
Pare-Pare
Minggu, Mei 31, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 7

Kawal Pembangunan, Ketua Fraksi Nasdem Sulsel Ajak Warga Parepare Laporkan Proyek yang Tak Sesuai Prosedur

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Ketua Fraksi Nasdem DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), H. Muh. Sadar, SE., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal jalannya pembangunan dan roda pemerintahan di Kota Parepare. Hal ini disampaikannya dalam kegiatan Pengawasan APBD Tahun 2026 yang berlangsung di Wattang Soreang, Selasa (19/05/26).

Dalam sambutannya, H. Muh. Sadar menekankan pentingnya transparansi dan kesesuaian prosedur dalam setiap program pembangunan yang dikucurkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Ia meminta warga tidak segan untuk melapor jika menemukan adanya kejanggalan di lapangan.

“Kalau Bapak dan Ibu datang ke sana dan ada yang tidak berkenan—maksudnya tidak sesuai prosedur yang ada—disampaikan kepada pihak terkait. Ada Ibu Hj. Asmawati bisa disampaikan, atau siapa, bahwa ini tidak sesuai. Itu kami akan tindak lanjuti,” tegas Sadar di hadapan warga yang hadir.

Ia menambahkan bahwa seluruh program yang diturunkan harus mengutamakan kepentingan masyarakat luas. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, legislatif, dan warga menjadi kunci utama.

Selain fokus pada pembangunan fisik, Sadar juga menggarisbawahi tantangan krusial yang dihadapi Kota Parepare ke depan, salah satunya adalah pemenuhan lapangan kerja.

“Bukan hanya pembangunan yang dilakukan, tetapi bagaimana caranya Parepare ke depan itu kita bisa mengurangi angka pengangguran yang ada,” lanjutnya.

Di akhir penyampaiannya, legislator Nasdem ini mengajak masyarakat untuk terus mendukung dan mengawal jalannya pemerintahan di bawah kepemimpinan Wali Kota Parepare, Taufan Pawe (atau pejabat terkait yang dimaksud/Asming Hamid), demi membawa kota ini ke arah yang jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Lapas Parepare Perkuat Sinergi dengan Polda Sulsel dan Polres Parepare Demi Meningkatkan Keamanan dan Ketertiban

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Parepare terus memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum dalam rangka meningkatkan keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.

Kegiatan koordinasi dan penguatan sinergitas ini dilaksanakan bersama jajaran Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Kepolisian Resor Parepare pada Senin, (18/05/2026).

Dalam kegiatan tersebut, H. Muhtar, S.E., selaku Kasubditbinsaroam/Polsus Ditbinmas bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan, sementara Yap Dewi Tirta, M.Si., selaku Paursibinlat Subditbinsatpam/Polsus memimpin langsung tim pelaksana.

Selain memperkuat koordinasi dan sinergi pengamanan, kegiatan juga dirangkaikan dengan pengecekan perlengkapan pengamanan yang dimiliki Lapas Parepare guna memastikan seluruh sarana pendukung keamanan dalam kondisi baik dan siap digunakan sesuai prosedur.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan petugas serta memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam Lapas.

Plh. Kepala Lapas Kelas IIA Parepare, Abdullah, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan sinergi yang terjalin dengan pihak kepolisian. “Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas. Sinergi dengan aparat kepolisian sangat penting untuk mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan yang aman dan kondusif,” ujarnya.

Jajaran Lapas Parepare menyambut baik kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan dan kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan, khususnya di bidang pengamanan. Melalui sinergi ini, diharapkan tercipta lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif.

Bawaslu RI Lantik PNS dan Pejabat Fungsional, Tiga Pegawai Sekretariat Bawaslu Parepare Resmi Diambil Sumpah

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia resmi melaksanakan pelantikan Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta pengangkatan pertama dalam jabatan fungsional di lingkungan Sekretariat Bawaslu se-Indonesia secara daring dan luring, Selasa (19/05/26).

Dalam kegiatan tersebut, tiga staf Sekretariat Bawaslu Kota Parepare turut mengikuti prosesi pengambilan sumpah dan janji jabatan yang dilaksanakan dari Kantor Sekretariat Bawaslu Kota Parepare.

Adapun tiga pegawai Sekretariat Bawaslu Kota Parepare yang resmi dilantik dan diangkat dalam jabatan fungsional yakni Devi, A.Md.A.B sebagai Penata Laksana Barang Terampil pada Subbag Administrasi, M. Panji Reforma, S.H sebagai Analis Hukum Ahli Pertama pada Subbag Penanganan Pelanggaran, serta Putri Safitri, S.E sebagai Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Pertama pada Subbag Keuangan.

Selain itu, pelaksanaan pelantikan di Sekretariat Bawaslu Kota Parepare juga diikuti oleh pegawai dari Bawaslu Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, yakni Iswandi, S.M yang dilantik sebagai Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Pertama. Kehadiran Iswandi mengikuti prosesi pelantikan di Parepare karena tengah mengunjungi istrinya yang merupakan warga Kota Parepare.

Pelantikan PNS dan pengangkatan jabatan fungsional tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas kelembagaan dan peningkatan profesionalitas sumber daya manusia di lingkungan Sekretariat Bawaslu dalam mendukung pelaksanaan tugas pengawasan pemilu dan tata kelola administrasi kelembagaan yang profesional, akuntabel, dan adaptif.

Ketua Bawaslu Kota Parepare, Muh. Zainal Asnun, menyampaikan apresiasi atas pelantikan dan pengangkatan jabatan fungsional tersebut. Menurutnya, penguatan SDM sekretariat menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung keberhasilan pengawasan pemilu ke depan.

“Pelantikan dan pengangkatan jabatan fungsional ini merupakan bentuk penguatan kapasitas kelembagaan Bawaslu, khususnya pada sektor sekretariat yang memiliki peran strategis dalam mendukung tugas-tugas pengawasan pemilu. Kami mengapresiasi seluruh pegawai yang hari ini resmi dilantik dan diangkat dalam jabatan fungsional,” ujarnya.

Zainal menambahkan, peningkatan kualitas SDM sekretariat menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi dinamika penyelenggaraan pemilu dan pemilihan yang semakin kompleks.

“Ke depan, tantangan pengawasan pemilu akan semakin dinamis. Karena itu, SDM sekretariat harus mampu meningkatkan kompetensi, profesionalitas, integritas, serta kapasitas kerja sesuai fungsi masing-masing, baik dalam pengelolaan keuangan negara, dukungan hukum, maupun pengelolaan pengawasan pemilu,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa keberadaan jabatan fungsional di lingkungan sekretariat memiliki peran strategis dalam memperkuat tata kelola organisasi.

“Dengan pelantikan ini, kita harapkan seluruh pejabat fungsional yang baru dilantik dapat menjalankan amanah jabatan dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, serta memberikan kontribusi terbaik bagi penguatan kelembagaan Badan Pengawas Pemilihan Umum khususnya di Kota Parepare,” pungkas Zainal.

Lepas 92 Calon Jamaah Haji Parepare, Tasming Hamid: Fokus Ibadah dan Jaga Fisik, Belanja Nanti Saja

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Walikota Parepare, H. Tasming Hamid, secara resmi melepas dan memberangkatkan sebanyak 92 orang jamaah calon haji asal Kota Parepare yang tergabung dalam Kloter 41 Embarkasi Makassar. Acara pelepasan ini berlangsung khidmat di Gedung Islamic Center Kota Parepare pada Senin (19/05/26).

Dalam sambutannya, Tasming Hamid menekankan bahwa kesempatan menunaikan ibadah haji adalah sebuah undangan istimewa dari Allah SWT, di mana para jamaah merupakan tamu prioritas. Oleh karena itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga perilaku (macca makkiaweng) serta meluruskan niat bahwa ibadah haji bukanlah persoalan kemampuan materi semata, melainkan panggilan jiwa.

“Banyak orang yang punya uang banyak, fisik masih muda, tetapi belum tentu mendapatkan undangan (kesempatan) untuk berangkat. Bapak dan Ibu yang ada di sini adalah orang-orang pilihan,” ujar Tasming.

Ia juga mengimbau agar seluruh jamaah Kloter 41 memanfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya, terutama karena jadwal keberangkatan kloter ini sudah mendekati waktu wukuf di Arafah. Tasming secara khusus mengingatkan jamaah—terutama kalangan ibu-ibu—untuk menahan diri dari aktivitas belanja (magala) sebelum seluruh rangkaian rukun haji selesai dilakukan.

“Fokus dulu kepada ibadah, jangan dulu hiraukan yang lain. Nanti kalau sudah selesai haji, sudah tahallul, barulah silakan kalau mau shopping. Kalau untuk oleh-oleh seperti bole-bole, di Pasar Butung (Makassar) atau di Jakarta juga banyak yang sama. Jadi tidak usah repot mengangkat barang berat yang bikin capek fisik,” candanya yang disambut tawa para jamaah.

Di akhir sambutan, Tasming berbagi pengalaman pribadinya saat pertama kali berkunjung ke Tanah Suci. Ia mengingatkan wejangan yang pernah diterimanya untuk memaksimalkan ibadah tawaf selama berada di Masjidil Haram, mengingat ibadah tawaf adalah satu-satunya ibadah yang tidak bisa dilakukan di Indonesia. Ia berharap seluruh jamaah calon haji asal Parepare dapat kembali ke tanah air dalam kondisi sehat dan meraih predikat haji yang mabrur.

Kawal Proyek APBD, Anggota DPRD Sulsel Muh. Sadar Pastikan Pembangunan di Parepare Tepat Sasaran

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan, Muh. Sadar, melakukan kunjungan pengawasan langsung terhadap sejumlah proyek pembangunan yang didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sulawesi Selatan di Kota Parepare.

Kunjungan yang dipusatkan di Kecamatan Bacukiki Barat ini bertujuan untuk memastikan seluruh program pemerintah provinsi berjalan sesuai dengan prosedur dan regulasi yang ada.

“Hari ini agenda kami adalah pengawasan dari anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Dapil kami meliputi empat daerah, yaitu Kota Parepare, Kabupaten Barru, Kabupaten Pangkep, dan Kabupaten Maros. Kami turun untuk memastikan apakah seluruh proyek Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dalam hal ini APBD I, sudah berjalan sesuai prosedur,” ujar Muh. Sadar saat ditemui di lokasi, Kecamatan Bacukiki Barat.

Dalam peninjauan tersebut, Bendahara Partai NasDem Provinsi Sulsel ini mengungkapkan bahwa sejumlah proyek keagamaan telah rampung dan sebagian lainnya sedang dalam tahap penyelesaian. Salah satunya adalah proyek perbaikan Masjid Terapung yang menggunakan bantuan keuangan Pemprov Sulsel tahun anggaran 2025.

“Tadi pagi saya sudah mengunjungi Masjid Terapung. Proyek tersebut sudah selesai. Ditambah lagi perbaikan Masjid Agung di Jalan Ahmad Yani yang saat ini progresnya sudah mencapai hampir 80 persen. Kita bisa lihat sendiri menaranya sudah berdiri sesuai gambar, pelataran, dan 60 titik lampu juga sudah diganti,” jelasnya.

Tidak hanya melakukan pengawasan, Muh. Sadar juga memanfaatkan momentum ini untuk menyerap aspirasi warga. Salah satu keluhan utama yang disampaikan masyarakat dan direspons cepat olehnya adalah terkait kerusakan infrastruktur jalan di Kecamatan Bacukiki Barat.

“Kami tetap menerima aspirasi warga, khususnya mengenai perbaikan jalan yang rusak parah di Kecamatan Bacukiki Barat. Hari ini saya sudah menelepon Kadis PU Bina Marga Kota Parepare, dan insyaallah dalam dua hingga tiga hari ke depan akan dilakukan peninjauan langsung ke lokasi jalan tersebut,” tambahnya.

Pada momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Parepare, Pemprov Sulsel juga kembali menggelontorkan bantuan keuangan sebesar Rp7 Miliar untuk kelanjutan pembangunan masjid. Muh. Sadar berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal demi kemajuan daerah.

Ia menekankan bahwa target utama ke depan bukan hanya sekadar pembangunan infrastruktur fisik, melainkan peningkatan kesejahteraan masyarakat Parepare secara merata.

Turut hadir mendampingi dalam kegiatan pengawasan tersebut Wakil Ketua I DPRD Kota Parepare, Camat Bacukiki Barat, serta Lurah Bumi Harapan.

Gandeng Dinas Kesehatan, Reses Sri Tanty Nasrah Diwarnai Pemeriksaan Kesehatan Gratis

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  — Anggota Komisi I DPRD Kota Parepare, Hj. Sri Tanty Nasrah, S.Pi., menghadirkan suasana berbeda dalam pelaksanaan Reses Masa Persidangan II Tahun Anggaran 2026 yang digelar pada Jumat (15/05/26). Berbeda dengan reses pada umumnya, legislator dari Partai Hanura ini menggandeng Dinas Kesehatan Kota Parepare untuk menggelar Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi para konstituennya

Kegiatan yang dipusatkan di Jalan Lanuang pada pukul 16.00 WITA tersebut menyediakan berbagai pemeriksaan kesehatan gratis, mulai dari pemeriksaan gula darah, asam urat, hingga kolesterol. Tidak hanya itu, warga yang telah diperiksa juga langsung mendapatkan obat secara gratis sesuai dengan hasil diagnosis medis.

“Perbedaan reses kali ini, kami meminta Dinas Kesehatan untuk melakukan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Jadi insyaallah diakomodir sebentar untuk reses di Jalan Lanuang jam 4 sore,” ujar Sri Tanty saat ditemui sebelum acara.

Ia menjelaskan bahwa layanan kesehatan gratis ini dikhususkan bagi warga yang mendapatkan undangan reses. Mengenai ketersediaan obat-obatan, Sri Tanty memastikan pihak Dinas Kesehatan telah menyiapkannya agar warga bisa langsung mengonsumsinya setelah pemeriksaan.

“Biasanya CKG itu pasti ada obatnya. Jadi setelah diperiksa dan diketahui hasilnya, pasti langsung diberikan obat,” tambahnya.

Karena program ini baru pertama kali dilaksanakan dalam resesnya, Sri Tanty mengaku belum menetapkan target atau kuota jumlah warga yang akan dilayani. Pihaknya akan melihat terlebih dahulu antusiasme dan kondisi di lapangan untuk evaluasi ke depan.

Kendala Alat Rusak, Disdukcapil Parepare Jemput Bola Rekam KTP-El Pemula di Sekolah

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Parepare terus mengejar target perekaman KTP Elektronik (KTP-el) bagi remaja usia 16–17 tahun. Meski demikian, proses perekaman di sekolah-sekolah sempat terhambat akibat kerusakan alat rekam mobile pada Selasa pekan lalu.

Kepala Disdukcapil Kota Parepare, Hj. Suryani, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyusun jadwal perekaman ke sekolah-sekolah dengan total target mencapai lebih dari 2.000 anak pada tahun 2026 ini. Hingga pertengahan Mei, total anak yang sudah berhasil melakukan perekaman mencapai 438 orang.

“Untuk semester pertama, kami menargetkan bisa rampung hingga 50 persen pada bulan Juni nanti. Namun, kami mendapati kendala alat rekam on-the-spot atau alat mobile kami mengalami kerusakan,” ujar Hj. Suryani saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (18/05/2026).

Suryani menjelaskan, capaian perekaman di beberapa sekolah saat ini bervariasi. Di SMAN 1 telah mencapai 60%, SMKN 3 sebanyak 40%, SMKN 2 hampir 60% (59 sekian persen). Sementara di SMKN 4, alat rekam justru mengalami kerusakan di hari pertama pelaksanaan. Beberapa sekolah dengan jumlah siswa besar seperti SMKN 1 dan SMAN 2 bahkan belum sempat tersentuh akibat kendala teknis tersebut.

Kendati anggaran perbaikan alat dari dinas saat ini masih nihil dan laporan ke pemerintah pusat belum membuahkan hasil, Disdukcapil enggan berdiam diri. Sebuah inovasi alternatif pun disiapkan agar target Juni tetap tercapai.

“Mulai besok, kami akan menjalankan skema jemput bola menggunakan mobil operasional dinas. Kami akan menjemput anak-anak langsung dari sekolah untuk diarahkan melakukan perekaman di Kantor Disdukcapil atau di Mal Pelayanan Publik (MPP),” tegas Suryani.

Pihak dinas memastikan proses mobilisasi siswa ini tidak akan mengganggu jam pelajaran. Perekaman akan memanfaatkan waktu istirahat sekolah atau setelah jam ujian sekolah selesai sekitar pukul 10.00 pagi. Walaupun kapasitas rekam mandiri di kantor (sekitar 20–30 orang per hari) lebih terbatas dibanding alat mobile sekolah (yang bisa mencapai 60 orang lebih per hari), Suryani mengaku tetap optimis target 50% di bulan Juni 2026 dapat terpenuhi.

Kakanwil Ditjenpas Sulsel Berikan Penguatan Tupoksi dan Program Akselerasi Menteri di Lapas Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan memberikan penguatan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) kepada jajaran petugas di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Parepare.

Sebelum memberikan arahan kepada petugas, Kakanwil Ditjenpas Sulsel terlebih dahulu melakukan kontrol dan monitoring di sejumlah area layanan dan fasilitas dalam Lapas, di antaranya dapur, ruang Karupam, koperasi, layanan wartelsuspas (yantel), serta area pembinaan warga binaan.

Dalam kunjungannya, Kakanwil juga memberikan arahan dan motivasi kepada warga binaan yang tergabung dalam program rehabilitasi sosial agar terus mengikuti program pembinaan dengan baik dan menjadikan masa pidana sebagai momentum memperbaiki diri.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengarahan kepada seluruh petugas pemasyarakatan. Dalam arahannya, Kakanwil menekankan pentingnya integritas, disiplin, profesionalisme, serta pelaksanaan tugas sesuai standar operasional prosedur dalam mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.

Selain itu, Kakanwil juga memberikan penguatan terkait Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang menjadi pedoman dalam meningkatkan kualitas pelayanan, pembinaan, pengamanan, serta penguatan reformasi birokrasi di lingkungan pemasyarakatan.

Plh. Kepala Lapas Kelas IIA Parepare, Abdullah, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan penguatan yang diberikan oleh Kakanwil Ditjenpas Sulsel kepada jajaran petugas maupun warga binaan. “Arahan dan penguatan ini menjadi motivasi bagi seluruh petugas untuk terus meningkatkan kualitas kinerja serta mendukung pelaksanaan program akselerasi kementerian secara optimal,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh semangat sebagai bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan di Lapas Parepare.

Laga PSM Makassar vs Persib Bandung di GBH Diwarnai Flare, Kapolres Parepare: Itu Tradisi Akhir Musim, Situasi Aman

0

PAREPARE, RASIOMESRA. COM – Pertandingan sengit antara PSM Makassar berhadapan dengan Persib Bandung di Stadion Gelora BJ Habibie (GBH), Parepare, pada Ahad (17/05/26) malam berakhir dengan aman dan kondusif. Meski sempat diwarnai penyalaan flare (suar) dan kembang api oleh para suporter di dalam stadion, aparat kepolisian memastikan tidak ada insiden yang membahayakan.

Kapolres Parepare, AKBP Indra Lesmana Waspada Yudha menyatakan bahwa secara prinsip keseluruhan jalannya laga berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

Terkait aksi penyalaan flare oleh penonton, pihaknya menilai hal tersebut merupakan bentuk ekspresi dan aspirasi suporter di penghujung musim kompetisi.

“Meskipun ada sedikit riak-riak, itu merupakan kegiatan penyampaian aspirasi yang biasa dilakukan pada saat akhir musim kompetisi. Rekan-rekan sendiri melihat ada penyalaan flare, kembang api, dan juga padatnya stadion. Itu merupakan salah satu bentuk kecintaan para suporter kepada klubnya, yaitu PSM Makassar,” ujar Kapolres saat ditemui usai pertandingan di Stadion GBH.

Ia tidak menampik bahwa jika merujuk pada aturan resmi FIFA maupun regulasi Liga Indonesia, penyalaan flare di dalam stadion jelas merupakan sebuah pelanggaran. Namun, dalam konteks laga ini, fenomena tersebut lebih dilihat sebagai bagian dari tradisi suporter di akhir musim.

Pihak kepolisian pun bergerak cepat melakukan langkah-langkah preventif sehingga situasi tetap terkendali. Hingga penonton membubarkan diri, dipastikan tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun cedera.

“Sampai saat ini kita belum menerima laporan adanya korban jiwa ataupun yang lain sebagainya. Kita lihat sendiri di dalam, para suporter sudah kosong dan berangsur-angsur meninggalkan stadion Gelora BJ Habibie dengan tertib,” pungkasnya.

Sekda Parepare Jelaskan Anggaran Makan dan Minum Rp7,2 Miliar: Terpusat untuk Jamuan Tamu dan Rapat Resmi Pemkot

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Anggaran makan dan minum yang dialokasikan pada Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Parepare sebesar Rp7,2 miliar sempat menjadi perhatian publik.

Sekretaris Daerah Kota Parepare, Amarun Agung Hamka, menjelaskan bahwa anggaran tersebut bukan untuk keperluan pribadi Wali Kota, melainkan merupakan alokasi makan dan minum untuk mendukung jamuan tamu resmi serta kegiatan rapat Pemerintah Kota Parepare yang pengelolaannya dipusatkan pada Bagian Umum Sekretariat Daerah.

Menurut Hamka, angka Rp7,2 miliar tersebut perlu dilihat secara utuh dalam konteks penataan dan pemusatan anggaran. Sebab, pada periode sebelumnya, belanja makan dan minum dianggarkan oleh masing-masing perangkat daerah, bahkan secara akumulatif nilainya lebih besar dibandingkan alokasi saat ini.

“Dulu masing-masing perangkat daerah menganggarkan sendiri untuk makan dan minum tamu maupun rapat. Jadi anggaran itu tersebar di banyak perangkat daerah. Sekarang, dalam rangka efisiensi dan penataan tata kelola, sebagian besar belanja makan dan minum untuk tamu resmi maupun rapat dipusatkan melalui Bagian Umum,” jelas Amarun, Ahad, (17/05/26)

Ia mengatakan, saat ini perangkat daerah tidak lagi menganggarkan sendiri makan dan minum rapat maupun penerimaan tamu. Apabila terdapat perangkat daerah yang akan melaksanakan rapat atau menerima tamu resmi, maka mekanismenya dilakukan melalui pengajuan permohonan kepada Sekretariat Daerah Kota Parepare.

“Jadi makan minum rapat di perangkat daerah sudah tidak lagi dianggarkan masing-masing. Semuanya dipusatkan di Bagian Umum. Kalau ada perangkat daerah yang ingin melaksanakan rapat atau menerima tamu resmi, maka diajukan permohonan ke Setdako untuk difasilitasi sesuai ketentuan,” ujarnya.

Hamka menjelaskan, pemusatan tersebut dilakukan agar pelayanan terhadap tamu resmi dan dukungan rapat pemerintahan lebih tertib, terkoordinasi, mudah dikendalikan, serta lebih jelas dari sisi administrasi dan pertanggungjawaban.

“Jadi anggaran ini bukan untuk keperluan pribadi Wali Kota. Ini untuk mendukung pelayanan tamu resmi dan rapat Pemerintah Kota Parepare, baik yang berkaitan dengan agenda Wali Kota, Wakil Wali Kota, Sekda, maupun perangkat daerah,” tegasnya.

Hamka menambahkan, besaran anggaran tersebut terlihat besar karena sebelumnya tersebar di beberapa perangkat daerah, lalu kini dikonsolidasikan dalam satu pintu di Bagian Umum.

“Yang sebelumnya tersebar di masing-masing perangkat daerah, sekarang dipusatkan. Karena itu angkanya terlihat besar pada satu mata anggaran. Padahal secara prinsip, ini adalah bentuk penataan agar belanja lebih tertib, efisien, dan terkendali,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa penggunaan anggaran tetap mengikuti mekanisme keuangan daerah, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban, hingga pengawasan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Prinsipnya, setiap rupiah anggaran daerah harus digunakan secara tertib, efisien, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tutupnya.

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare