31.6 C
Pare-Pare
Jumat, November 6, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 258

Hadapi Kemarau PAM Tirta Karajae Imbau Warga Lebih Hemat 

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Menghadapi musim kemarau yang di perkirakan akan berlangsung awal Juli hingga November 2025, Direktur PAM Tirta Karajae melalui manager Teknik Wahid saat di temui tim liputan jelajah kota radio mesra Selasa (24/06/25) meminta pelanggan untuk lebih hemat dalam penggunaan Air di rumah.

“PAM Tirta karajae itu terbatas untuk air bersih, pada puncak kemarau. Sedangkan penggunaan air pelanggan, itu semakin meningkat, malah dua kali lipat. Persiapan untuk pendistribusian air, tapi penggunaan airnya meningkat di situlah puncak masalahnya.” Kata Wahid.

Lanjut Wahid, pada musim kemarau di perkirakan penggunaan air bisa meningkat. Dirinya pun menyinggung beberapa titik penggunaan seperti cuci kendaraan atau pada saat menyiram tanaman.

“Beda kalau musim hujan, memang tidak terlalu banyak pemakaian air. Tapi air selalu stand by. Jadi titik pelanggan itu yang punya kendaraan, cuci mobil, siram tanaman, padahal ini sudah kemarau, ini harus memang juga dimanfaatkan. Kapan tidak disiram tanaman mati. Jadi kebutuhan memang kalau kemarau itu dua kali lipat.” Ungkap Wahid

Satpol PP Parepare Gelar Razia Pekat di Sejumlah THM

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Parepare, menggelar razia penyakit masyarakat (Pekat) di sejumlah tempat hiburan malam (THM), Ahad malam (22/06/25). Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Kota Parepare, Sukardi, mengatakan razia ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga ketertiban umum dan menekan aktivitas yang mengganggu moral masyarakat.

“Pelaksanaan kita malam hari ini, adalah pertama itu Perda nomor 9 tahun 2001 tentang penertiban tempat hiburan malam. Selanjutnya Perda nomor 3 tahun 2007 tentang larangan minuman beralkohol, selanjutnya adalah Perda nomor 7 tentang ketertiban dan ketentraman umum. Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat khususnya di kota Parepare untuk tetap menjaga ketertiban dan ketentraman umum. Yang pertama yang kedua, untuk tidak mengkonsumsi dan meminum alkohol di luar ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Selanjutnya, kegiatan-kegiatan yang bertentangan dengan norma-norma keagamaan dan norma-norma pemasyarakatan untuk tidak dilakukan.” Jelas Sukardi

Ia menegaskan, razia semacam ini juga sebagai bentuk komitmen Pemkot Parepare dalam menegakkan Perda dan menciptakan suasana kondusif ditengah masyarakat. Dalam operasi ini, petugas mengamankan 10 wanita penghibur yang tidak dapat menunjukkan identitas resmi. Tak hanya itu, dalam penggeledahan petugas juga menemukan alat kontrasepsi di beberapa lokasi.

Selain wanita penghibur, puluhan botol minuman keras (Miras) berbagai merek serta puluhan liter miras tradisional jenis tuak turut diamankan dalam razia pekan kali ini. Seluruh wanita yang terjaring bersama barang bukti langsung digelandang ke Kantor Satpol PP Kota Parepare untuk didata dan diberikan pembinaan lebih lanjut.

Andi Fudail Kunjungi Pasar Lakessi, Pedagang Pasar Curhat Keresahannya 

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Anggota DPRD kota Parepare dapil Soreang yang juga duduk di komisi III Andi Muh. Fudail menyempatkan diri mendengar keluhan sejumlah pedagang Ayam pasar Lakessi saat mengunjungi pasar induk di kota Parepare tersebut. Lewat program Obras Senin (23/06/25) Andi Fudail mengatakan para pedagang mengeluhkan lokasi penjual ayam yang terisolir.

“Penjual ayam kampung, keluhan mereka itu, saya lihat lokasi itu mereka terisolir, betul-betul yang punya niat itu mau beli ayam kampung itu baru ke situ, tempatnya itu tersembunyi.” Kata Andi Fudail.

Andi Fudail mengakui dirinya juga sempat bingung ke situ harus lewat di mana. Merespon keluhan itu Legislator dapil Soreang ini meminta kadis perdagangan dan kepala UPTD pasar untuk mencari solusi untuk mereka.

“Saya juga bingung ke situ harus lewat di mana. Akhirnya saya coba-coba komunikasi dengan masyarakat, penjual di sana, mereka mengatakan semenjak seperti ini, susah ada pembeli. Sehingga saya pesan menelpon, ibu kadis datang dan kepala pasar UPTDnya hadir, dan kita insya Allah dapat solusinya. Keinginan penjual ayam itu di jebol itu bangunan. Jadi akses dari belakang bisa masuk ke situ. Terus dirapikan penjual yang kumuh ini, Penjual pra sejahtera. Karena sejahtera lihat gedung, di sebelahnya ini prasejarah itu kumuh sekali. Nanti dirapikan, di bersihkan, akan dijebol tembok pemisah antara penjual ayam dan bangunan besar, supaya Ada akses alternatif insya Allah secepatnya dilakukan pemerintah.” Kata Andi Fudail.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Parepare Dengar Keluhan Nelayan dan Pelaku UMKM Terkait Program Pemerintah

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Wakil ketua Komisi II DPRD kota Parepare sappe mengungkapkan sudah selayaknya memang Nelayan itu tidak boleh jauh sekali dari tempat tinggal perahunya, ada beberapa faktor yang harus dijaga dan memang pesisir pantai itu tambatan perahu bagi mereka yang memang notabene pekerjaan sebagai nelayan. Hal tersebut di sampaikan Sappe pada program Obras Rabu (25/06/25) menanggapi relokasi tambatan perahu nelayan yang dulunya di pesisir pantai Sumpang kini di pindahkan di depan Parebeach hotel.

 “Tidak ada solusi yang disampaikan kepada kami, tapi katanya nanti ada rapat pertemuan, yang diikuti beberapa yang berkompeten, dan itu kami sampaikan, bolehlah beri kami tambatan perahu tapi jangan terlalu jauh, 100 atau 200 meter dari situ. Ini perahu harus luas. dan mesin tempel tidak secara tiba-tiba melakukan satu hal terkait satu hal penertiban dan lain lain. Memang memerlukan pemikiran apa yang harus kita lakukan, kemudian bagaimana solusi terbaik.” kata Sappe.

Masalah lain yang di ungkapkan Sappe pada kesempatan tersebut, terkait penjual di trotoar dipindahkan kepasar kuliner. Ada keluhan dari pelaku UMKM untuk apa kalau hanya dibawa ke pasar seni, dikumpulkan disana, kalau mereka cari makan, cari uang hanya untuk makan kenapa harus dilarang.

“Mungkin saja mereka menjual untuk mencari makan, ini yang harus dipikirkan. Bagaimana perencanaan yang baik, yang matang, sehingga apa yang kita lakukan ini bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kita punya niat sama, jangan keluar dari rel nanti. Yang pasti rel tujuan utama kita, bagaimana parepare ini maju, sejahtera, dan terbaik.” Jelas Sappe.

Bappeda Parepare Gelar Rakor Verifikasi Pagu Indikatif Wilayah TA 2026 Bersama Kecamatan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Parepare melaksanakan Rapat Koordinasi Verifikasi Pagu Indikatif Wilayah Tahun Anggaran 2026 bersama Kecamatan se-Parepare.

Rakor dipimpin Kepala Bappeda Zulkarnaen Nasrun didampingi Sekretaris Bappeda Dede Alamsyah Wakkang, Kabid Perencanaan Praswilek Kadek Sroningsih beserta jajaran terkait, dan dihadiri oleh perwakilan setiap Kecamatan di ruang rapat mini Bappeda, Selasa, (24/06/25)

Dalam rakor, setiap Kecamatan diminta memverifikasi dan mengerucutkan masing-masing 10 usulan prioritas dari setiap Kelurahan, sehingga total hanya 220 usulan dari 22 Kelurahan yang masuk di Pagu Indikatif Wilayah (PIW) 2026.

Usulan-usulan diminta diprioritaskan pada pemberdayaan masyarakat, warga miskin, lansia, disabilitas, perempuan dan anak, lingkungan dan persampahan, infrastruktur, dan UMKM. Intinya perkuat usulan pada peningkatan kapasitas SDM masyarakat. Finalisasi 10 usulan prioritas dari setiap Kelurahan diharapkan masuk paling lambat akhir pekan ini, karena selanjutnya akan difasilitasi oleh Provinsi.

Karajae FC Kembali Juarai Turnamen Mini Soccer HUT Bayangkara ke-79

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Karajae FC kembali menorehkan prestasi gemilang dengan menjuarai turnamen mini soccer dalam rangka HUT Bayangkara ke-79 yang diselenggarakan oleh Polres Kota Parepare.

Pertandingan final yang digelar di Lapangan Mini Soccer Titik Kumpul berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Karajae FC atas Kalla FC. Selasa, (24/06/25) Malam

Satu-satunya gol kemenangan Karajae FC dicetak melalui eksekusi penalti oleh Azwar Suryandana, yang memastikan timnya keluar sebagai juara. Selain itu, Zulkarnain, pemain andalan Karaje FC, berhasil meraih gelar Top Score dengan total 4 gol selama turnamen.

Kekalahan Hadji Kalla FC dalam laga final tidak mengurangi ketatnya persaingan yang ditampilkan kedua tim. Turnamen ini tidak hanya memeriahkan HUT Bayangkara ke-79, tetapi juga mempererat solidaritas antarpecinta sepak bola di Kota Parepare.

“Kami bangga dengan prestasi tim dan dedikasi semua pemain. Ini adalah hasil kerja keras bersama,” ujar Zainuddin Official Karajae FC usai pertandingan.

Turnamen ini menjadi bukti antusiasme masyarakat terhadap mini soccer sekaligus mendukung semangat sportivitas di kalangan pemuda Parepare. Selamat kepada Karaje FC atas gelar juaranya!

Hadapi Kemarau PAM Tirta Karajae Benahi IPA Salokarajae

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM -Manager Teknik dan Operasii PAM Tirta Karajae Parepare Wahid mengatakan Sistem pendistribusian air sekarang ini di parepare masih tahap normal. Hal tersebut di sampaikan Wahid saat di temui di ruangnya di kantor PDAM Tirta Karajae Parepare Selasa (24/06/25).

“Di awal masuk di bulan kemarau ini, saya prediksikan awal Juli sampai November. kesiapannya, sekarang ada yang dilakukan di salo karajae sementara perbaikan bendungan sementara di Salo karajae, itu dengan menggunakan alat excavator, supaya nantinya memasuki kemarau ini, bisa maksimalkan air yang tertampung di tempat pengambilan air baku.” Kata Wahid.

Lanjut Wahid, sekarang ini untuk Salo karajae saja itu 140 meter kubik per detik, tambah beberapa sumur dalam 13 inci ini yang di operasikan dengan sekitar 342 liter perdetik, sesuai dengan pelanggan yang ada sekarang sekitar 25.000, itu cukup untuk distribusikan air ke pelanggan sekarang ini.

“Semua daerah hampir dilakukan dengan pompanisasi. Adapun yang sistem gravitasi itu tapi sebelumnya sistim pemompaan ke reservoar, nanti setelah reservoar, baru di grativasi ke pelanggan. Untuk Reservoar di belakang pengadilan dan reservoar jalan lasiming. Misalnya kalau kemarau itu ada dua Armada mobil tangki yang kita operasikan. Kalau memang sudah puncak kemarau, itu kita lakukan pengantaran air gratis. Walaupun Tapi sebenarnya air yang ada di Parepare sudah layak. Untuk biaya mobil tangki Di tanggung PDAM. Misalnya kalau ada pengaduan air keruh pelanggan, kita turun di lapangan tindaki itu, dilakukan pelepasan meter dulu, maksudnya pelepasan alat ukur untuk pelanggan tersebut supaya bisa dibuang air.” Jelas Wahid.

Dewan Minta Pembagian Kewenangan Kecamatan DLH dalam Pengelolaan Sampah 

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Anggota Komisi III DPRD kota Parepare dari Partai kebangkitan Bangsa (PKB) angkat bicara lewat program Obras Senin (23/06/25) menurut politisi dari dapil Soreang ini, Mengenai sampah di laut pinggir pantai di Soreang, disatu sisi sampah itu adalah kiriman dari luar tapi di muara, kiriman sampah tapi yang dominan itu sampah adalah buangan dari masyarakat yang keluar melalui got.

Menurut Sosok yang selalu merespon cepat berbagai problem ke masyarakat lewat program Obras ini, karena bisa dikata 70% sampah ini dari atas keluar dari got. Dirinya mencoba komunikasi dengan warga di sana, tapi mereka bilang bukan sampahnya, karena mereka ada tempat sampahnya. Sampah itu kiriman dari atas.

“Itu saya usulkan kemarin, itu pembagian kewenangan, antara kecamatan dan DLH. Sebelum itu dilakukan, harusnya kecamatan ini, koordinasi dengan kelurahannya, agar supaya itu penekanan supaya warga tidak membuang sampah di got, karena kita korban di pinggir pantai Sampah buangan dari got dan di sana masuk ke laut, sampah itu tidak bisa keluar lagi, karena ada cekungan yang bisa mengumpulkan sampah cekungan yang paling parah itu di anjungan Cempaka.” Jelas Andi Fudail.

Penunjukkan Plh Sekda Kewenangan Penuh Walikota

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Walikota Parepare H. Tasming Hamid menunjuk kepala Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Amarun Agung Hamka Sebagai pelaksana Harian (Plh) Sekertaris Daerah (Sekda) kota Parepare Jumat (20/06/25). Di mintai komentarnya di program Obras radio Mesra, Ketua DPRD kota Parepare Ir. H. Kaharuddin Kadir mengatakan Untuk menunjuk Plh itu kewenangan walikota.

“Tapi kalau diminta saran, saya menyarankan ke pak wali seharusnya yang menduduki Plh yang ditunjuk itu adalah pamon yang senior. Karena itu dalam manajemen kepemimpinan, senioritas itu menentukan. Coba lihat di organisasi lain, seperti TNI walaupun memang satu, dua prajurit yang cemerlang itu biasanya mendahului seniornya, tapi itu langka. Karena itu sekda sangat menentukan. Coba selain posisi selaku administrator pemerintahan, dia juga ketua tim anggaran pemerintah daerah.” Kata H. Kaharuddin.

Lanjut Politisi Senior Golkar ini, jika pembahasan anggaran di DPR Sekda itu adalah koordinator tim anggaran pemerintah daerah. Sekda harus menguasai aturan-aturan pemerintah. Walau dirinya tidak memandang sebelah mata yang ditunjuk oleh Walikota tetapi kalau pengalaman Plh sekarang belum terlalu cukup untuk itu, tapi mungkin ini pelaksana harian.

“Saya cuma kasih saran bahwa, ini adalah seharusnya ditunjuk itu, kalau saya boleh saran seharusnya pak Eko karena lebih senior. Sekda ini adalah penghubung antara eselon dua ke walikota. Contoh dalam sistem pemerintahan, asisten tidak boleh langsung melapor Walikota, kalau menyampaikan sesuatu harus melalui Sekda, paling tidak kalau ada hal penting Sekda menemani menghadap Tapi tidak boleh langsung.” Jelas H. Kaharuddin Kadir.

Ketua Harian Golkar parepare ini menambahkan, Beda kalau staf ahli dipanggil Walikota itu boleh, setiap saat. Jadi asisten 1,2,3 asisten sekda. Bukan asisten walikota, tapi kalau staff ahli, staf ahli walikota. Walikota itulah manajemen pemerintahan ini mesti dipahami.

“Jadi asisten 1,2,dan 3 ini sebenarnya pekerjaan di belakang meja, tidak boleh umpamanya pak wali turun ke sini, buat apa juga asisten ikut-ikut. Aasisten itu pekerjaan di belakang meja. Asisten itu makanya punya garis koordinasi ke bagian-bagian, ke dinas-dinas itu yang seharusnya dilakukan. Contoh sekarang asisten tertentu itu langsung langsung. Sebenarnya tidak boleh. Itulah pentingnya Sekda itu senior, dia penghubung. Ini dalam fisikologi kepemimpinan, itu dimana mana terjadi, kalau bawahan tiba-tiba jadi atasan tak tapi kalau senior jadi atasan tidak ada ruang.” Tambah H. Kaharuddin

BKPRMI Kota Parepare Wisudakan 647 Santri TKA-TPA

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Momentum penuh makna kembali hadir di Kota Parepare lewat pelaksanaan wisuda santri Taman Kanak-kanak Al-Qur’an dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TKA-TPA) di bawah naungan LPPTKA BKPRMI. Acara ini menjadi simbol keberhasilan pendidikan keagamaan yang dijalani oleh para santri, sekaligus menandai selesainya tahapan pembelajaran baca tulis Al-Qur’an.

Sebanyak 647 santri dan santriwati resmi diwisuda pada Minggu (22/06/25) di Aula Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare. Acara tersebut berlangsung khidmat dengan dihadiri berbagai pihak, termasuk tokoh daerah dan perwakilan lembaga keagamaan.

Wali Kota Parepare, H. Tasming Hamid, dalam sambutan, menegaskan bahwa Parepare adalah kota religius, dan semangat religiusitas itu harus terwujud dalam kebijakan serta kehidupan masyarakat sehari-hari.

Tasming juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menerbitkan surat edaran yang mengharuskan ASN di lingkungan Pemerintah Kota Parepare mampu membaca Al-Qur’an. Bahkan, kemampuan mengaji dijadikan sebagai syarat bagi ASN untuk menduduki jabatan tertentu.

Wali kota turut memberikan apresiasi tinggi kepada para ustadz dan ustadzah yang telah membina dan membimbing para santri dengan keikhlasan serta semangat pengabdian yang tinggi terhadap pendidikan agama.

“Saya juga berterima kasih kepada BKPRMI Kota Parepare yang telah aktif membangun dan mengembangkan lembaga pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat. Ini adalah kontribusi besar bagi generasi Qurani kita,” tutur Tasming.

Ketua DPD BKPRMI Kota Parepare, Hasanuddin, mengungkapkan bahwa ratusan wisudawan tersebut berasal dari empat kecamatan. Rinciannya yakni Kecamatan Ujung sebanyak 102 orang, Soreang 177 orang, Bacukiki 161 orang, dan Bacukiki Barat 207 orang.

Diketahui, di bawah naungan LPPTKA BKPRMI Kota Parepare terdapat lebih dari 650 ustadz dan ustadzah yang tersebar di berbagai TKA-TPA. Peran mereka sangat vital dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda.

Turut hadir dalam kegiatan ini Direktur Nasional LPPTKA BKPRMI, jajaran Dewan Pengurus Wilayah BKPRMI Provinsi Sulawesi Selatan, Kabag Kesra Setdako Parepare, dan Kasubbag TU Kemenag Kota Parepare.

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare