29.1 C
Pare-Pare
Selasa, Juli 14, 2026
spot_img

Penunjukkan Plh Sekda Kewenangan Penuh Walikota

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Walikota Parepare H. Tasming Hamid menunjuk kepala Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Amarun Agung Hamka Sebagai pelaksana Harian (Plh) Sekertaris Daerah (Sekda) kota Parepare Jumat (20/06/25). Di mintai komentarnya di program Obras radio Mesra, Ketua DPRD kota Parepare Ir. H. Kaharuddin Kadir mengatakan Untuk menunjuk Plh itu kewenangan walikota.

“Tapi kalau diminta saran, saya menyarankan ke pak wali seharusnya yang menduduki Plh yang ditunjuk itu adalah pamon yang senior. Karena itu dalam manajemen kepemimpinan, senioritas itu menentukan. Coba lihat di organisasi lain, seperti TNI walaupun memang satu, dua prajurit yang cemerlang itu biasanya mendahului seniornya, tapi itu langka. Karena itu sekda sangat menentukan. Coba selain posisi selaku administrator pemerintahan, dia juga ketua tim anggaran pemerintah daerah.” Kata H. Kaharuddin.

Lanjut Politisi Senior Golkar ini, jika pembahasan anggaran di DPR Sekda itu adalah koordinator tim anggaran pemerintah daerah. Sekda harus menguasai aturan-aturan pemerintah. Walau dirinya tidak memandang sebelah mata yang ditunjuk oleh Walikota tetapi kalau pengalaman Plh sekarang belum terlalu cukup untuk itu, tapi mungkin ini pelaksana harian.

“Saya cuma kasih saran bahwa, ini adalah seharusnya ditunjuk itu, kalau saya boleh saran seharusnya pak Eko karena lebih senior. Sekda ini adalah penghubung antara eselon dua ke walikota. Contoh dalam sistem pemerintahan, asisten tidak boleh langsung melapor Walikota, kalau menyampaikan sesuatu harus melalui Sekda, paling tidak kalau ada hal penting Sekda menemani menghadap Tapi tidak boleh langsung.” Jelas H. Kaharuddin Kadir.

Ketua Harian Golkar parepare ini menambahkan, Beda kalau staf ahli dipanggil Walikota itu boleh, setiap saat. Jadi asisten 1,2,3 asisten sekda. Bukan asisten walikota, tapi kalau staff ahli, staf ahli walikota. Walikota itulah manajemen pemerintahan ini mesti dipahami.

“Jadi asisten 1,2,dan 3 ini sebenarnya pekerjaan di belakang meja, tidak boleh umpamanya pak wali turun ke sini, buat apa juga asisten ikut-ikut. Aasisten itu pekerjaan di belakang meja. Asisten itu makanya punya garis koordinasi ke bagian-bagian, ke dinas-dinas itu yang seharusnya dilakukan. Contoh sekarang asisten tertentu itu langsung langsung. Sebenarnya tidak boleh. Itulah pentingnya Sekda itu senior, dia penghubung. Ini dalam fisikologi kepemimpinan, itu dimana mana terjadi, kalau bawahan tiba-tiba jadi atasan tak tapi kalau senior jadi atasan tidak ada ruang.” Tambah H. Kaharuddin

Most Popular

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare