PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Wakil ketua Komisi II DPRD kota Parepare sappe mengungkapkan sudah selayaknya memang Nelayan itu tidak boleh jauh sekali dari tempat tinggal perahunya, ada beberapa faktor yang harus dijaga dan memang pesisir pantai itu tambatan perahu bagi mereka yang memang notabene pekerjaan sebagai nelayan. Hal tersebut di sampaikan Sappe pada program Obras Rabu (25/06/25) menanggapi relokasi tambatan perahu nelayan yang dulunya di pesisir pantai Sumpang kini di pindahkan di depan Parebeach hotel.
 “Tidak ada solusi yang disampaikan kepada kami, tapi katanya nanti ada rapat pertemuan, yang diikuti beberapa yang berkompeten, dan itu kami sampaikan, bolehlah beri kami tambatan perahu tapi jangan terlalu jauh, 100 atau 200 meter dari situ. Ini perahu harus luas. dan mesin tempel tidak secara tiba-tiba melakukan satu hal terkait satu hal penertiban dan lain lain. Memang memerlukan pemikiran apa yang harus kita lakukan, kemudian bagaimana solusi terbaik.” kata Sappe.
Masalah lain yang di ungkapkan Sappe pada kesempatan tersebut, terkait penjual di trotoar dipindahkan kepasar kuliner. Ada keluhan dari pelaku UMKM untuk apa kalau hanya dibawa ke pasar seni, dikumpulkan disana, kalau mereka cari makan, cari uang hanya untuk makan kenapa harus dilarang.
“Mungkin saja mereka menjual untuk mencari makan, ini yang harus dipikirkan. Bagaimana perencanaan yang baik, yang matang, sehingga apa yang kita lakukan ini bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kita punya niat sama, jangan keluar dari rel nanti. Yang pasti rel tujuan utama kita, bagaimana parepare ini maju, sejahtera, dan terbaik.” Jelas Sappe.




















