31.1 C
Pare-Pare
Jumat, November 6, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 247

Ketua DPRD kota Parepare Berharap Penggunaan Dana Kelurahan Diarahkan Pada Kegiatan Yang Bisa Meningkatkan Taraf Kehidupan Masyarakat

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Pada program Obras Jumat (18/07/25) ketua DPRD kota Parepare Ir. H. Kaharuddin Kadir mengatakan Terkait dana kelurahan, APBD Parepare ada setiap tahun, bahkan ada 2 jenis. Ada dana kelurahan dari pusat dan Ada dana pagu wilayah.

“Berdasarkan Perda no 01, 2010 kalau kita di parepare double. Cuma kita sayangkan, kalau di kelurahan seperti kelurahan bang one, kita selalu imbau untuk penggunaan dana kelurahan ini diarahkan kepada kegiatan yang bisa meningkatkan taraf kehidupan masyarakat. Kalau misalkan ada yang tidak ada pekerjaan atau yang menganggur, bisa dibelikan mesin jahit perkelompok, atau kursus menjahit, biar begitu supaya ada kegiatan ibu-ibu juga bisa di kursus dan lain sebagainya,jangan hanya sosiliassi san lain sebgaianya bukan tidak ada manfaatnya tapi tidak terlalu menyentuh substansi kegiatan itu.” Kata H. Kaharuddin Kadir.

Dana Kelurahan adalah bantuan anggaran dari pemerintah pusat yang diberikan kepada kelurahan di seluruh Indonesia untuk mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat kelurahan. Dana Kelurahan bertujuan  bagaimana  Meningkatkan pelayanan publik di tingkat kelurahan, Mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah, Mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan lingkungan, Memberdayakan masyarakat agar lebih mandiri dan produktif.

Secara umum digunakan untuk dua bidang yakni Bidang pembangunan sarana dan prasarana, seperti Perbaikan jalan lingkungan, Saluran drainase, Penerangan jalan,  Pos kamling, fasilitas umum lainnya,  Bidang pemberdayaan masyarakat, seperti,  Pelatihan keterampilan, Kegiatan ekonomi produktif, Kegiatan sosial dan kebudayaan

Berbeda dengan Dana Desa diberikan kepada desa dan bersumber dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Dana Kelurahan juga berasal dari APBN, tetapi disalurkan ke kelurahan, yang merupakan wilayah administratif di kota atau kabupaten yang tidak memiliki desa.

Bappeda Parepare Kolaborasi Unhas Gelar Workshop dan Pendampingan Penyusunan Policy Brief Bagi ASN Fungsional

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Parepare kolaborasi bersama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan Workshop dan Pendampingan Penyusunan Policy Brief Bagi ASN Fungsional, Selasa, (22/07/25).

Workshop yang berlangsung di ruang rapat Kantor Bappeda Parepare itu, dibuka resmi oleh Kepala Bappeda Parepare Zulkarnaen Nasrun, dan dihadiri Dr Muh Tang Abdullah, ketua tim dari Unhas bersama para anggota tim.

Workshop tidak hanya diikuti oleh ASN fungsional lingkup Bappeda, tapi juga dihadiri BKPSDMD Parepare, Bagian Pemerintahan Setdako Parepare, dan Bagian Organisasi Setdako Parepare.

Kepala Bappeda Zulkarnaen Nasrun mengapresiasi kolaborasi dengan Unhas yang sudah terjalin baik di Parepare. “Kolaborasi kebijakan Pemkot Parepare dan Unhas sudah terjalin sangat baik. Sudah berbagai kegiatan yan dilakukan. Karena ada 27 tema pengabdian yang diturunkan di Parepare, salah satunya policy brief ini. Terima kasih atas dukungan dan kerja sama dari Unhas,” kata Zulkarnaen.

Dr Muh Tang Abdullah dari Unhas menekankan, bahwa dia hadir bukan membawakan materi tapi pendampingan dalam penyusunan policy brief maupun policy paper. “Ini bagian dari tugas Tri Darma yakni pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Policy brief adalah ringkasan kebijakan, sebuah dokumen singkat yang menyajikan analisis mendalam tentang isu kebijakan tertentu, bertujuan untuk memberikan informasi yang jelas dan ringkas kepada pengambil kebijakan agar mereka dapat membuat keputusan yang tepat. Dokumen ini biasanya didasarkan pada hasil penelitian dan dirancang untuk memengaruhi pengambilan keputusan, advokasi kebijakan, atau evaluasi kebijakan.

Alumni STIKES Fatimah Parepare Selain Di Dalam Negri, Kini Ada Juga Di Luar Negri

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Lewat Ruang Bincang Dialog Kesehatan Radio Mesra dan STIKES Fatimah, Dosen Pengampuh keperawatan Jiwa yang sekaligus Wakil Ketua I STIKES Fatimah Ns. Andreas Tena mengatakan STIKES Fatimah Sebagai institusi pendidikan keperawatan mempunyai beberapa keunggulan di banding institusi sejenis.

“Saat ini, yang menjadi keunggulan STIKES Fatimah, alumni kami itu adalah sudah bekerja di berbagai instansi, baik pemerintah, swasta, bahkan saat ini, Kami punya alumni itu sudah sampai ke Jepang, itu sudah 8 orang, kemudian satu orang di Arab Saudi, dan satu orang Uni Emirat Arab. Jadi kami, punya alumni itu bukan hanya bekerja dalam negeri, tapi sudah sampai ke luar negeri, itu menjadi kebanggaan bagi kami, bahwa alumni kami itu bisa berkarya di luar negeri untuk mencari pengalaman di sana tentunya itu adalah kebanggaan bagi kami.” Kata Andreas.

Lanjut Andreas, Karena tidak semua institusi kesehatan bisa mengirimkan alumninya keluar negeri. Mengenai bantuan secara material, tentunya STIKES Fatimah tidak ada, tapi Fatimah berusaha mencarikan tempat atau lokasi-lokasi di mana pelatihan-pelatihan yang bisa mereka ikuti di Makassar, juga yang memberikan pelatihan mengenai bahasa Inggris, sekaligus nanti mereka dikirim ke luar negeri.

“Baru-baru ini, kami juga akan kerjasama dengan sitkes bethesda Yogyakarta, ini juga dalam rangka untuk perawat ke Jepang. Kami ini sudah bekerja sama dengan STIKES Bethesda Yogyakarta, dan kami mendapat kuota itu 15 orang alumni kami, itu nanti mereka akan dididik disana, kemudian nanti setelah mereka dinyatakan lulus, mereka akan dikirim ke Jepang dan itu kami dapat kuota itu pengiriman ke Jepang, itu mereka tidak dipungut biaya, hanya mereka selama latihan di Jogja, mereka hanya membayar biaya makan saja biaya hidup saja, tapi untuk pelatihan. Tahun lalu, ada yang mereka sudah ikut pelatihan seperti itu, Dan mereka itu dibebankan biaya 10 juta itu sebagai tanda ikatan, mereka. Jadi uang 10 juta itu akan kembali ke mereka setelah mereka ditempatkan di Jepang.” Jelas Ns. Andreas

Gunakan Helikopter, Kapolres Parepare bersama Wali Kota Pantau Kondisi Kamtibmas dari Udara

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan memantau langsung kondisi wilayah dari udara, Wali Kota Parepare H. Tasming Hamid, SE bersama Kapolres Parepare AKBP Indra Waspada Yuda, SIK, MH melakukan patroli udara pada Ahad (20/07/25) siang.

Kegiatan patroli ini menggunakan helikopter Polri P-3302/AW 169, yang lepas landas dari Lapangan Andi Makkasau, Jalan Bau Massepe, Kelurahan Mallusetasi, Kecamatan Ujung, Kota Parepare sekitar pukul 11.07 wita. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Kabag Ops Polres Parepare Kompol Burhanuddin, SH, Iptu Burhanuddin, S.Sos., MM, serta Aipda Takbir dari Si Humas Polres Parepare.

Sementara dari unsur pengamanan dan pengaturan di helipad, hadir tim pemandu dari unsur TNI, yaitu Serma Akbar, Sertu Laode, dan Sertu Fadli. Pilot helipad adalah Kompol Eko Tri dan AKP Suparno, dengan dukungan kru udara Aipda Septo dan Bripka Kukuh.

Selama kurang lebih 30 menit mengudara, tim memantau sejumlah titik strategis di Kota Parepare, termasuk jalur lalu lintas utama, kawasan permukiman padat, serta wilayah yang rawan kemacetan dan pelanggaran. Patroli berakhir pada pukul 11.35 wita dan mendarat kembali dengan aman di Lapangan Andi Makkasau.

Kapolres Parepare AKBP. Indra Waspada Yuda yang di wawancarai seusai melaksanakan patroli mengatakan bahwa patrol yang dilaksanakannya bersama dengan Walikota Parepare bertujuan untuk melihat langsung kondisi Kota Parepare secara langsung dari udara.

“Pada hari ini, saya bersama Bapak Walikota parepare, saya melakukan patroli udara. Tentunya, patroli udara ini dilaksanakan, untuk melihat secara langsung kondisi dari atas udara, terkait dengan kota Parepare. Baik itu kondisi geografis, kondisi kamtibmas, dan saat ini juga berlangsung operasi patuh yang mana operasi patuh, operasi ini merupakan operasi terpusat kewilayahan. Tentunya kita melihat situasi dan perkembangan, dari kondisi yang ada di kota Parepare.” Kata Indra

Indra Waspada lebih lanjut mengatakan, bahwa dari hasil pantauan dari udara, ada banyak kegiatan masyarakat yang keduanya lihat, seperti aktifitas masyarakat di lokasi Pantai Ku, di lapangan stadion BJ Habibie, dan situasi arus kendaraan.

“Alhamdulillah kita melakukan pengecekan dari udara juga kondisi lalu lintas di kota Parepare aman, lancar, aktivitas masyarakat juga tadi kami lihat dari udara banyak kegiatan di pantaiku, merupakan salah satu program pak Walikota juga, dan juga lewat di atas stadion BJ Habibie “. Ungkap Indra Waspada membenarkan.

Terakhir Kapolres menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga situasi kamtibmas yang kondusif seperti saat ini. Seluruh rangkaian kegiatan selesai sekitar pukul 12.00 wia dalam kondisi aman dan terkendali.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Ujung AKP, AKP. Nur Parape, Kasat Lantas AKP Muhammad Arsyad, Kasat Sabhara Iptu Habir, dan beberapa perwira pertama Polres Parepare lainnya. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan aparat kepolisian dalam menciptakan kondisi kota yang aman, tertib, dan terkendali dari berbagai potensi gangguan.

Pengecer Tambahan Penyalur Beras SPHP Menunggu Verifikasi Bolug Pusat

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Lewat Program Obras Senin (21/07/25) Ketua DPRD kota Parepare Ir. H. Kaharuddin Kadir M.Si mengatakan untuk saat ini pengecer di pasar Lakessi yang belum mendapatkan beras SPHP dari Bulog masih menunggu verifikasi dari Bulog pusat untuk penyalurannya di Parepare.

“Sementara ditunggu konfirmasinya dari Bulog pusat. Jadi semua pengecer itu, kalau mengusul itu harus mendapatkan persetujuan dari pusat. kalao FDatang langsung do kasih, ada beberapa pengecer yang sementara diusul ke pusat, kenapa harus persetujuan pusat, karena ini juga tidak boleh dijual sembarang.” Kata H. Kaharuddin Kadir.

Lanjut H. Kaharuddin Kadir, Beras SPHP ini persoalan jatah beras orang kurang mampu, jangan sampai di jual mahal atau juga ke tempat lain atau ditampung. Beras SPHP ada harga dasarnya Dolog keluarkan harga 11.000 ke pengecer, jual pengecer jual maksimal 12.500 tidak boleh lebih dari itu.

“Jadi, kalau masyarakat ada menemukan menjual di atas 12.500 perkilo, langsung dilapor telponku ke mesra dan ada buktinya, langsung dilaporkan Dinas Ketahanan Pangan, dan langsung dihentikan kuotanya dan setiap hari itu diberi 2 ton kepengecer. Jadi 5 kg itu 60.000, atau maksimal 67 setengah. Jadi kalau ada sudah yang mendaftar belum dapat melalui dinas ketahanan pangan itu sementara pengusulan sisa ditunggu okenya dari pusat.” Jelas H. Kaharuddin Kadir.

Pemindahan Kas Daerah Dari Bank Sulselbar Ke Bank Lain, Boleh Dengan Ada Catatan 

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Merespon Keresahan Masyarakat terkait pemindahan uang kas daerah dari Bank Sulselbar ke bank lain, Ketua DPRD kota Parepare Ir. H. Kaharuddin Kadir di program Obras mengatakan, Boleh tapi tentu ada catatannya.

“Di aturan-aturan. Itu sebaiknya yang dipindahkan sisa lebih perhitungan, atau sisa kas daerah. Karena memang jangan sampai kas daerah cuma satu tempatnya di bank sulselbar. Kenapa di bank Sulbar karena pemerintah juga owner di situ. Jadi pemerintah daerah melalui Walikota, memindahkan 15 miliar ke dari kas daerah ke BTN (Bank Tabungan Negara). Kalau di ketentuannya boleh, tapi ada catatannya, sisa itu lebih kas daerah.” Kata H. Kaharuddin Kadir.

Lanjut H. Kaharuddin Kadir, Sudah berada di bulan 7 lagi sementara jalan, semua kegiatan pasti uang yang di anggarkan di APBD memang semua sudah punya peruntukan, sudah ada pos pos anggarannya, sekarang pemerintah daerah memindahkan ke BTN, memang tujuan memindahkan itu di dalam Permendagri ada juga PP 12 itu jangan sampai mengganggu likuiditas keuangan.

“Likuiditas keuangan keuangan Daerah yang bagus, kalau liquid. Itu artinya, kuat keuangannya, artinya setiap kegiatan yang mau dikerjakan itu ada keuangannya, itu namanya likuiditasnya tinggi., Minimal ada dua syarat yang dipenuhi. Setiap kegiatan yang dilakukan, yang pertama tercatat dalam APBD, yang kedua tersedia cukup anggaran. Biar tercatat di APBD, tapi kalau tidak tersedia cukup anggaran, tidak bisa dilakukan. APBD itu angka perkiraan, estimasi, sekarang dengan dipindahkannya ini, nanti kami akan undang Badan Keuangan Daerah, apa alasannya memindahkan jangan-jangan liquiditas keuangan kita terganggu, walaupun Kami yakin jasa bank yang ada disana mungkin ditawarkan lebih tinggi tetap masuk nanti dalam bagian pendapatan daerah.” Jelas H. Kaharuddin Kadir

Pemkot Parepare Hadiri Virtual Peluncuran Kelembagaan 80 Ribu Koperasi Merah Putih

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Wali Kota Parepare Tasming Hamid bersama Forkopimda, dan jajaran pejabat Pemerintah Kota Parepare menghadiri peluncuran kelembagaan 80.000 Koperasi Merah Putih oleh Presiden RI Prabowo Subianto, melalui zoom atau virtual dari Ruang Pola Kantor Wali Kota Parepare, Senin(21/07/25).

Peluncuran dipusatkan di Klaten, Jawa Tengah. Usai diluncurkan, seluruh koperasi yang tersebar se-Indonesia resmi beroperasi mulai hari ini. Peluncuran kelembagaan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi tonggak penting dalam mewujudkan kemandirian ekonomi rakyat, sebuah inisiatif besar yang diinisiasi langsung oleh Presiden Republik Indonesia.

Capaian ini tak lepas dari kerja serius dan kolaborasi solid Tim Satgas Koperasi Merah Putih yang terdiri dari unsur lintas kementerian, di antaranya Kementerian Koordinator Pangan, Kementerian Koperasi, Kementerian Desa, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, Kementerian Hukum, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Nasional, Kementerian Sosial, Kementerian BUMN, Kementerian Komunikasi dan Digital, Badan Pangan Nasional, Badan Gizi Nasional, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan, para gubernur, serta para bupati dan wali kota.

Selain itu, pelaksanaan program ini juga berkolaborasi dengan sejumlah BUMN, seperti PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pertamina (Persero), Bank Mandiri, Bank BRI, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., Bank Syariah Indonesia, Pos Indonesia, PT Telkom Indonesia, InJourney, ID FOOD, dan Bulog.

STIKES Fatimah Parepare Siap Program Studi S1 keperawatan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Wakil Ketua 1 STIKES Fatimah Ns. Andreas Tena, S. Kep.,M.Kes.,M.Kep lewat program ruang Bincang tayang Selasa (22/07/25) mengatakan Stikes Fatimah membuka dua program studi, yaitu program studi S1 administrasi kesehatan, yang kedua adalah program studi D3 keperawatan.

“Program studi D3 keperawatan ini sudah sangat lama, mulai dari 2001 berdiri sampai sekarang ini masih menjadi program studi D3 keperawatan. Namun nanti di akhir tahun ini, kami akan melaksanakan untuk akreditasi, program studi setelah selesai akreditasi, program studi, kami rencanakan mengusulkan untuk membuka program studi S1 keperawatan, sehingga kedepan nanti, mahasiswa yang mendaftar di STIKES Fatimah ini nanti akan langsung mengikuti atau mendaftar pada jurusan prodi S1 keperawatan. Cuma ini adalah merupakan upaya kami untuk bisa selalu meningkatkan institusi kami.” Ucap.”Ners Andreas.

Lanjut Dosen pengampu keperawatan jiwa STIKES Fatimah ini, saat ini Fatimah tahun ajaran 2025-2026, sudah membuka pendaftaran. Dan pendaftaran ini sudah berlangsung hingga bulan Agustus 2025, sehingga saat ini calon mahasiswa mulai dari bulan Desember 2024, sudah ada mendaftar, sampai sekarang dan ini jumlah mahasiswa yang sudah mendaftar itu sudah lebih dari 70 orang.

“Sehingga harapannya kami ke depan, untuk jumlah mahasiswa semakin banyak. Untuk itu, kami sangat mengharapkan dari masyarakat, apabila mendengar informasi mengenai institusi stikes Fatimah Parepare, disini kedepan semakin berkembang, dan semakin diminati masyarakat, sehingga institusi ini menjadi harapan bagi masyarakat, untuk bisa mendapatkan informasi tentang kesehatan, terutama pendidikan kesehatan.” Jelas Andreas.

Ia pun menambahkan, dalam pendidikan kesehatan ini fatimah sangat menyiapkan mahasiswa untuk bisa menjadi pelayan pada masyarakat, baik itu di lingkup rumah sakit, Puskesmas, maupun di tengah-tengah masyarakat itu sendiri.

“Karena untuk pelayanan kesehatan itu tidak cukup hanya dilayanan, tetapi juga harus di masyarakat. Di masyarakat itu akan memberikan pengetahuan kepada masyarakat, edukasi kepada masyarakat, cara memelihara kesehatan dengan baik, sehingga mereka mandiri dalam hal menemui kesehatannya.” Ungkap Ns. Andreas.

Dewan Minta Area Sekitar Pelabuhan Di Tata Untuk Parkir Kendaraan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Ketua DPRD kota Parepare Ir. H. Kaharuddin Kadir M.Si mengatakan lewat program Obras Jumat (18/07/25), Kewenangan pengembangan pelabuhan ada di pemerintah pusat, terutama Pelindo selaku operator yang ada di pelabuhan.

“Jadi, memang ada surat keputusan 3 menteri, menteri perhubungan, menteri dalam negeri, dan menteri keuangan, bagi pemerintah daerah tidak boleh ikut campur di dalam aktivitas ke pelabuhanan. Pemerintah boleh menyiapkan akses menuju ke pelabuhan, terkecuali, pemerintahan hanya boleh dapat kalau pemerintah punya kerjasama dengan pelabuhan. Contoh, pelabuhan penumpang. Kalau pemerintah Parepare bekerja sama membangunkan terminal di dalam penumpang, kita bisa dapat dana sharing penghasilannya. Kedua yang bisa kita dapatkan di situ, retribusi parkir yang ada di belakang pelabuhan ada lapangan.” Ucap H. Kaharuddin Kadir.

Lanjut Kaharuddin, Area dekat Pelabuhan kemarin waktu rapat pembahasan APBD 2024 baru-baru ini di minta supaya itu difungsikan, karena kapal kalau mau berangkat ke Kalimantan, mobil mobil truk dari Enrekang bawa sayur, semua nya parkir di situ tidak dipungut parkir. Padahal itu milik pemerintah daerah, yang bisa dapatkan. Kalau dulu masih dapatkan retribusi kebersihan waktu masuk tiketnya manual.

“Jadi setiap pembelian tiket manual itu, kita ikutkan retribusi kebersihan, sekarang semua online, jadi susah mendapatkannya. Kenapa kita dulu bekerja sama dengan pelindo untuk itu, dengan pelni, karena semua penumpang yang mau lewat di Parepare tidak menutup kemungkinan makan dan sebagainya, sampahnya yang pungut ini dinas kebersihan, sehingga kita kenakan masing-masing tiket manual, tiket kebersihan, pertama itu yang kita mau aktifkan, kita minta pemerintah daerah, dinas perhubungan aktifkan itu lapangan parkir yang ada di belakang pelabuhan itu aset kita, tapi kalau di dalam kawasan pelabuhan dekat gazas itu boleh, terkecuali kalau ada kerjasama pemerintah dengan pihak Pelindo karena Pelindo ini operator.” Ungkap H. Kaharuddin Kadir

Pemkot Edukasi Kepala Sekolah SD/SMP Terhadap Bahaya HIV/AIDS

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Dinas Pendidikan dan kebudayaan menggelar Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS di Aula Dinas pendidikan belum lama ini. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Walikota Parepare Tasming Hamid tentang bahaya HIV/ AIDS dengan mengundang kepala Sekolah SD dan SMP Sekota Parepare dan Di Hadiri juga ketua Komisi Penanggulan AIDS Daerah (KPAD) H. Hermanto dan Penanggung jawab HIV/AIDS kota Parepare Abd. Risal yang juga kepala SDM RS. Hasri Ainun Habibie Parepare

“Sehingga saya juga banyak belajar juga dari pak Risal, karena beliau ahlinya. Saya ini baru mau belajar, nanti pemaparan terkait Penanggulangan HIV itu nanti disampaikan tehnisnya oleh pak Risal. Saya cukup menyampaikan atas nama pemerintah kota Parepare, bagaimana cara atau inovasi kita memberantas atau menekan penyakit HIV ini.” Ucap H. Hermanto.

Sebelumnya pada pembagian seragam gratis untuk siswa SD dan SMP Negri pada Rabu (16/07/25) walikota Parepare H. Tasming Hamid menyampaikan jika Parepare untuk penyandang HIV Aids mengalami trend yang agak naik

“Bahayanya HIV bahwa kita tahu di kota Parepare ini, ternyata jadi HIV di parepare walaupun SD SMP perlu menjadi hal yang penting untuk disampaikan HIV dikota parepare trendnya agak naik, itu nyata karena ketidak pahaman anak-anak kita terkait HIV, oleh karena itu di momen ini kita sampaikan kepada seluruh kepala sekolah, kepala dinas untuk kira-kira minimal sebulan ada kegiatan yang mengedukasi anak anak kita terkait bahaya HIV.” Ungkap Tasming

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare