31.1 C
Pare-Pare
Jumat, November 6, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 242

Balai Standardisasi Metrologi Legal Regional 4 Lakukan Pengawasan Pastikan Tertib Ukur di Berbagai Sektor Perdagangan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM –  Kementerian Perdagangan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Direktorat Metrologi Balai Standardisasi Metrologi Legal Regional 4 terus melakukan pengawasan untuk memastikan tertib ukur di berbagai sektor perdagangan. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen Pemerintah dalam melindungi konsumen dan menegakkan aturan ke metrologian di seluruh wilayah Indonesia.

Tim Pengawasan BSMI Regional 4 Julvadli purba pada media mengatakan Kementerian perdagangan melakukan pengawasan dibidang kemeteologian tujuannya sebagai edukasi dan pengawasan meter air dibeberapa pompa di kota Parepare.

“Kita melakukan pengawasan bersama PDAM kota Parepare, hari ini kita melakukan pengawasan BDKT (Barang Dalam Keadaan Terbungkus) pada komoditi beras. Dimana tujuan pelaksanaan ini untuk memberikan edukasi juga dan kepada pelaku beras, agar dalam menyembunyikan komoditi beras, ini para pelaku usaha jika sampai mereka memenuhi sentuhan kita edukasi aturan aturan yang berlaku apa, yang harus dipenuhi mereka baik itu pelabelan, nama perusahaan, dan kuantitas yang mereka cantumkan dan mereka harus memenuhi usaha kita mengedukasi bagaimana mereka agar bisa memenuhi peraturan tersebut dan menggunakan timbangan yang sudah ditetapkan ulang.” Kata Julvadli purba

Pada hari pertama pelaksanaan Selasa (29/07/25) tim pengawasan melakukan pengecekan terhadap kilometer air di sejumlah perumahan yang tersebar di kota Parepare. Selanjutnya pada Rabu (30/07/25) tim kembali melanjutkan kegiatan pengawasan dengan menyasar para pedagang beras di sejumlah titik di kota Parepare.

Fokus kegiatan ini adalah melakukan edukasi dan pembinaan kepada pelaku usaha khususnya pedagang peras agar dalam menjalankan usahanya tetap mematuhi aturan baik dari segi kuantitas, isi kemasan maupun pelan-pelan produk sesuai ketentuan barang dalam keadaan terbungkus (BDKT).

Melalui kegiatan ini, diharapkan pedagang memahami pentingnya kejujuran dalam timbangan, serta informasi yang jelas dan benar bagi konsumen. Untuk hasil dari pengawasan yang telah dilakukan selama 2 hari ini, saat ini masih dalam tahap pengelolaan dan analisa oleh tim pengawas dari direktorat metrologi. Hasil lengkapnya, akan diumumkan Setelah semua data terkumpul dan diverifikasi. Dengan pelaksanaan pengawasan ini pemerintah melalui Kementerian Perdagangan  dan memberikan perlindungan maksimal kepada konsumen.

Komisi I dan Pemkot membahas terkait perubahan perwali nomor 33 tahun 2020

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Lewat Program Obras Selasa (29/07/25) Usai Rapat kordinasi DPRD kota Parepare dan Pemerintah kota Parepare, Ketua Komisi I DPRD kota Parepare Dr. H. Kamaluddin Kadir M.Si mengatakan, Komisi I dan Pemkot membahas terkait perubahan perwali nomor 33 tahun 2020 dan juga revisi perwali no 40 terkait dengan pembentukan RT/RW menjadi perda setelah perubahan perda no 4 terkait dengan RT/RW dan LPMK.

“Kemarin kita bahas, Jadi memang di dalam undang-undang yang lebih di atas, undang-undang 23 2014 tentang pemerintahan daerah, yang ditindaklanjuti dengan dua PP. PP nomor 72 tahun 2005 tentang desa, dan PP nomor 723 2005 tentang kelurahan, jadi memang untuk penetapan umur dan syarat yang ada di situ memang tidak diarahkan, tapi diserahkan kepada pemerintah untuk diatur dalam Perda.” Kata H. Kamaluddin Kadir.

H. Kamaluddin Kadir, mengatakan di parepare ada Perda nomor 3 Tahun 2017 tentang pembentukan lembaga kemasyarakatan seperti LPMK, lembaga pemasyarakatan desa tentang pembentukan LPMK, RT dan RW. yang ada di Parepare. Jadi diperda itu sudah diatur terkait syarat-syarat, baik pemilihan RT/RW, kalau dikatakan ada syarat umur 65 itu batas akhir, batas yang sebenarnya adalah yang mempunyai umur 21 sampai 65 tahun, usia produktif baik di syarat untuk RT/RW dan LPMK.

“Jadi memang tidak dipersyaratkan, karena yang dibutuhkan itu pemilihan RT RW adalah diprioritaskan kepada warga negara Republik Indonesia, kemudian penduduk setempat, kemudian mempunyai kemauan, kemampuan, dan kepedulian, dan dipilih secara musyawarah dan mufakat mungkin pemilhanlah itu, dan memang juga itu tidak disyaratkan. Kita berharap, agar supaya pemilihan RT/RW dan LPMK kita mendapatkan tokoh. Jadi yang kita harapkan di sini ke tokohan yang ada di wilayah tertentu.” Ungkap H. Kamaluddin

Wali Kota Parepare, Serahkan SK pengangkatan 1.074 PPPK Formasi Tahun 2024

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid menyerahkan SK pengangkatan 1.074 pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak (PPPK) formasi tahun 2024. Ada dua yang batal dilantik dan terpaksa menyusul karena nomor induk pegawai (NIP) belum terbit. Kamis (31/07/25).

Penyerahan SK pengangkatan itu berlangsung di Anjungan Cempae Parepare, Rabu (30/7) sekitar pukul 20.00 Wita. Kepala BKPSDM Kota Parepare Eko W Ariyadi menjelaskan, sebanyak dua orang PPPK yang batal dilantik itu akan menyusul pada pelantikan selanjutnya. Wali Kota Parepare Tasming Hamid mengucapkan selamat kepada PPPK yang menerima SK. Dia berharap momen ini menjadi awal dari pengabdian yang maksimal untuk Kota Parepare.

“Selamat, dan semoga kabar baik ini, ini juga nantinya selaras dengan pengabdian ketika mengabdi untuk Parepare. Mudah-mudahan hari ini berkah untuk kita semua, sekali lagi jaga integritasta, maksimalkan pelayanan untuk masyarakat, karena kita ini adalah pengabdi masyarakat, tentu berikan yang terbaik untuk masyarakat kota Parepare.” Ucap Tasming.

Wakil Ketua komisi 1 DPRD kota Parepare Asyari Abdullah turut mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh P3K kota Parepare atas penyerahan SK formasi tahun 2024.

“Atas penyerahan SK formasi tahun 2024Tahap 1 sebanyak 1076 orang, semoga kehadiran teman-teman P3K, memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik, tetap jaga integritas, jangan hadir membawa masalah baru, tapi hadirlah membawa perubahan dan berdampak untuk kebaikan. Kita juga mengapresiasi langkah-langkah kongkrit pemerintah kota Parepare, dalam mengawal pengangkatan dan penertiban SK P3K. Semoga ke depan parepare lebih maju, dan sejahtera, melalui kerja kerja kolaborasi oleh semua pihak.” Harap Ary

Wali Kota Parepare Pimpin Rakor Forkopimda dan SKPD Bahas Persiapan HUT ke-80 Kemerdekaan RI

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Wali Kota Parepare, Tasming Hamid memimpin rapat koordinasi Forkopimda dan Kepala SKPD terkait membahas persiapan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.

Rapat berlangsung di ruang rapat Wali Kota Parepare, Kamis, (31/07/25) dihadiri Wakil Wali Kota Hermanto, Forkopimda lengkap, Pj Sekda Amarun Agung Hamka, para Asisten termasuk Plh Asisten I yang juga Kepala Bappeda Zulkarnaen Nasrun, dan para Kepala SKPD terkait.

Selain membahas persiapan peringatan HUT Kemerdekaan, rapat juga membahas beberapa hal yang penting dikoordinasikan.

ITH Gelar Pelatihan Teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) Untuk Para Guru di UPTD SMP Negeri 10 Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Sebagai bentuk kontribusi terhadap masyarakat, Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie (ITH) mengadakan pelatihan teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) untuk para guru di UPTD SMP Negeri 10 Parepare. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Program Kemitraan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PK) hibah internal ITH yang bertujuan membantu peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah melalui penggunaan teknologi. Selasa (29/07/25). Guru-guru SMPN 10 Parepare menjadi peserta pelatihan ini.

Wakil Kepala Sekolah UPTD SMP Negeri 10 Parepare, Sultan Efendi S.Pd. mengatakan mengapresiasi kegiatan yang di selenggaran Itu tersebut sebagai upaya meningkatkan potensi guru, karena di dalam pembelajaran virtual ini yang sifatnya reality itu sangat mendukung pembelajaran, apalagi dewasa ini murid murid pada umumnya dia masuk pada dunia digital sehingga guru juga harus punya kompetensi lebih giat meningkatkan kompetensinya di dunia digital termasuk dunia virtual reality.

“Oleh karena itu, apa yang saya terima hari ini, materi-materi yang disampaikan oleh pemateri dari ITH kota Parepare, itu sangat membantu kami para guru, sehingga nanti guru kita dapat mengimplementasikan di dunia maya, maupun di dunia nyata dalam hal pembelajaran dikelas. Harapan kami, mudah-mudahan ada kerjasama lagi ke depan supaya guru-guru di UPTD SMP negeri 10 dapat lebih meningkat kompetensi dalam hal pembelajaran virtual reality, oleh karena itu kami sangat berterima kasih atas adanya kerjasama ini, sehingga mutu pendidikan di SMP 10 dapat lebih meningkat kompetensi, lebih meningkat pembelajaran murid lebih meningkat, sehingga apa yang kita harapkan dapat lebih baik yang ada di kota Parepare maksudnya pendidikan di kota parepare kontribusi UPTD SMP negeri 10 Parepare dapat lebih meningkat di dunia pendidikan.” Ucap Sultan.

Salah satu peserta guru SMPN 10 Parepare Mirna, S.Pd, menambahkan Pelatihan yang dilaksanakan dari ITH sangat bagus, sangat membantu di kalangan guru terutama ini bisa sekali diterapkan dalam pembelajaran, makanya dirinya sangat membutuhkan.

“Sebenarnya hal ini meskipun ada beberapa pertimbangan yang mungkin belum kita bisa  penuhi di sekolah ini, tapi saya berterima kasih sekali kepada ITH, karena telah melaksanakan pelatihan ini, dan memberikan kami pengetahuan baru, terutama guru-guru di SMP 10. Untuk pelatihan ini sarannya yaitu, semoga kedepannya bukan hanya di SMP 10 yang diberikan pelatihan yang serupa, Mudah-mudahan pelatihan ini akan berlanjut kalau bisa di semua sekolah, SD, SMP yang ada di kota Parepare, supaya pengetahuan tentang AR dan VR itu menyeluruh, supaya siapa tahu nanti bisa di dinas dapat bantuan alat VR karena alatnya termasuk mahal, siapa tahu nanti bisa dianggarkan di dana BOS kalau misalnya ini bisa diterapkan dalam pembelajaran.” Ungkap.Mirna

Pelatihan ini diketuai oleh Mardhiyyah Rafrin S.T. M.Sc. dan turut serta dosen anggota yaitu Muh. Agus S.Kom. M.Kom., Muh. Ikhsan Amar S.Kom. M.Kom., Naili Suri Intizhami S.Kom. M.Kom., Putri Ayu Maharani S.T. M.Sc., dan Eka Qadri Nuranti B. S.Kom. M.Kom. bersama lima orang mahasiswa yang membantu kegiatan di SMP Negeri 10 Parepare

Pada kegiatan pelatihan ini, para guru dikenalkan dengan aplikasi Assemblr EDU, yaitu platform pembelajaran yang memanfaatkan teknologi 3D dan Augmented Reality untuk membuat media ajar yang lebih interaktif. Dan Selama sesi praktik yang dibimbing oleh dosen dan mahasiswa ITH, peserta mencoba merancang media pembelajaran berbasis AR sesuai dengan mata pelajaran yang mereka ajarkan.

Dinas Perdagangan Berikan Dukungan Kegiatan Pendampingan Pengawasan ke metrologian Kementerian perdagangan Republik Indonesia.

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Dinas perdagangan memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan pendampingan pengawasan ke metrologian yang dilaksanakan oleh Kementerian perdagangan Republik Indonesia. Kegiatan ini dilakukan oleh direktorat Jenderal perlindungan konsumen dan tertib Niaga direktorat metrologi melalui balai standardisasi metrologi legal Regional 4.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan tertib ukur di wilayah kota Parepare, guna melindungi hak konsumen, dan memastikan keadilan dalam transaksi perdagangan.

Dalam pelaksanaannya Dinas perdagangan kota Parepare turut mendampingi langsung tim pengawasan dari pusat, saat melakukan pemeriksaan terhadap alat Ukur Takar Timbang dan Perlengkapannya  (UTTP) serta Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) di lapangan. Kepala Dinas Perdagangan kota Parepare Hj. Andi  Wisna menyampaikan Kegiatan ini sudah berlangsung 2 hari, terkait dengan Pengawasan Alat Ukur timbangan dan perlengkapannya yang biasa disebut UTTP

“Terkait dengan alasan kita turun, untuk mengukur, Kita ini ambil sampel di usaha dagang beras, dengan dasar aturannya yaitu adanya undang-undang nomor 2 tahun 1981, terkait dengan meteorologi ilegal. Salah satunya itu. Terkait dengan permasalahan yang di pasar, yaitu adanya biasa di dapatkan kurangnya timbangan, namun hari ini, tidak ada kita dapatkan seperti itu. ” Kata Andi Wisnah.

Lanjut Andi Wisnah, tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengawasan ini antara lain adalah untuk memastikan keakuratan alat UTTP yang digunakan oleh pelaku usaha, memastikan produk beras BDKT sesuai dengan kuantitas dan label yang sah, serta memberikan perlindungan kepada konsumen dalam hal kebenaran ukuran.

“Dengan permasalahan yaitu meteorologi turun, ke usaha-usaha dagang ini, khususnya beras yaitu untuk meningkatkan perubahan harga komoditi beras di pasar, sehingga diduga terjadi potensi peredaran produk yaitu Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) di kota Parepare yang tidak cukup takarannya atau isi bersih. Sehingga dapat merugikan masyarakat, ini yang kita hindari, supaya masyarakat dalam membeli khususnya beras mendapatkan takaran yang sesuai tertera di kemasan.” Jelas Andi Wisnah

Wali Kota Parepare Paparkan Langkah Konkret Dalam Menjaga Lingkungan Hidup Saat Menjadi Narasumber pada Talk Show Green Leadership Forum II

0

MAKASSAR, RADIOMESRA. COM — Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, memaparkan berbagai langkah konkret yang telah dilakukan Pemerintah Kota Parepare dalam menjaga lingkungan hidup. Ia menyampaikan hal tersebut saat menjadi narasumber pada sesi talk show dalam Green Leadership Forum II, yang berlangsung di Hotel Four Points by Sheraton, Makassar, Selasa (29/07/2025).

Talk show ini mengangkat tema “Memperkuat Inovasi Fiskal dalam Mendukung Pembangunan Hijau di Sulawesi Selatan: Praktik dan Tantangan”. Tasming Hamid menjadi narasumber bersama Bupati Maros, Sinjai, Bulukumba, dan Jeneponto.

Walikota Parepare Tasmimg Hamid melalui kepala Bappeda Zulkarnaen Nasrun yang ikut mendampingi walikota di hubungi Tim liputan jelajah kota Kamis (31/07/25) mengatakan, pelaksanaan Green leadersip forum yang dilaksanakan oleh Asian foundation kerja sama dengan Pattiro dan Pilar Nusantara dan didukung penuh oleh gubernur Sulawesi Selatan yang dilaksanakan di hotel Four Points by Sheraton itu bertujuan untuk mendorong integrasi pembangunan hijau dalam perencanaan pemenuhan daerah melalui kepemimpinan hijau di Sulawesi Selatan.

“Salah satu pembicara adalah Bapak walikota Parepare Tasming Hamid membawa tema terkait dengan perkuatan inovasi fiskal dalam mendukung pembangunan hijau di Sulawesi Selatan, khususnya di kota Parepare. Praktik dan tantangan, beliau menyampaikan, dan membawa tema terkait dengan pelaksanaan ALAKE di Parepare. Jadi alake ini adalah, Alokasi Anggaran Kelurahan Berbasis Ekologi. Ini kita sudah laksanakan 4 tahun yang lalu mulai tahun 2022, tapi ini berdasarkan Perda Nomor 1 tahun 2010 terkait dengan perencanaan berbasis masyarakat di mana di dalam salah satu indikatornya itu kita tambahkan, kebutuhan alake, yang di mana di dalam indikator itu kita tambahkan ruang terbuka hijau dan persampahan.” Kata Zulkarnaen

Pelaksana Harian Asisten 1 Kota Parepare ini lanjut mengatakan, walikota menjelaskan  dalam pengelolaan sampah diantaranya menumbuh kembangkan kesadaran sampah ini sudah dilakukan secara simultan dan melakukan penelitian pengembangan teknologi pengurangan sampah dan salah satunya juga memfasilitasi pengembangan dan upaya pengurangan sampah khususnya dikelurahan.

“Dari hal tersebut, indeks kinerja pengelola sampah kota Parepare berdasarkan penilaian, tahun 2024. Parepare merupakan kota sedang dengan nilai tertinggi di IPSnya atau Indeks Pengelolaan Sampah, ini adalah berbentuk komitmen pemerintah Daerah dalam melaksanakan pengurangan sampah dan pengelola sampah di kota Parepare, sehingga kota Parepare melalui walikota berupaya terus untuk berkoordinasi antar lembaga pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, agar terdapat keterpaduan dalam mengelola kita sudah bekerjasama dengan pihak ketiga swasta untuk mengelola sampah dalam waktu dekat ini walikota juga akan kerjasama dengan pihak anak  perusahaan Bosowa.” Jelas Zulkarnaen

Legislator Demokrat Minta RPK Ada di Setiap Kelurahan 

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Komisi II DPRD kota Parepare Menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) Terkait Carut Marut penyaluran Beras Cadangan Pangan di Parepare Senin (28/07/25). Rapat di pimpinan wakil ketua DPRD Muh. Yusuf Lapanna yang juga kordinator komisi II Parepare di dampingi wakil ketua Komisi II Sappe, Anggota Komisi II Hj. Asmawati dari Nasdem serta H. Farida dari Partai Demokrat serta di hadiri Tim pakar DPRD kota Parepare Prof. Bahtiar Tijjang dan Iqbal Chaliq dengan mengundang Camat, Perwakilan Dinas Ketapang, Dinas Sosial, Pimpinan Bulog Parepare Serta dari BPS kota Parepare.

Pada kesempatan tersebut Anggota Fraksi Gemoi H. Farida mempertanyakan terkait di tiadakannya Rumah Pangan Kita (RPK) sebagai salah satu mitra Bulog dalam penyaluran beras SPHP

“Apa alasannya pak, sehingga RPK itu mau dihapus (Rumah Pangan Kita), sedangkan masyarakat susah sekali dapat beras SPHP, Apakah itu aturan dari Bulog pusat, atau Bulog setempat. Saya juga ingin menyampaikan sedikit kepada Bulog, mungkin kiranya bapak bisa turun langsung memeriksa berasnya. Karena beberapa pengaduan masyarakat beras yang dijual itu pasar sudah berbau, ada yang berkutu, percuma kita salurkan, jual beras kalau sudah berkutu.” Kata Srikandi Demokrat Parepare ini.

Hj. Farida juga meminta Pimpinan Bulog untuk bisa turun langsung memeriksa beras yang disalurkan. Dan ia juga menyatakan RPK jangan dihapus, mungkin bisa buka RPK perkelurahan saja untuk setiap kelurahan.

“Kasihan masyarakat susah dapat beras, dan Kalau beli di tempat kios kelontongan itu harga beras paling murah 78.500 per5 kilo, dan kebetulan ada Bapak kadis Ketapang, bisa kita bersama dinas perdagangan turun, melihat harga. Karena setiap satu hari bisa naik, mungkin tidak, ada dinas terkait untuk operasi pasar. jadi Saya minta tolong kepada dinas Ketapang dan Bulog agar RPK bisa dibuka.” Kata Hj. Farida.

Sekedar informasi Rumah Pangan Kita (RPK) adalah Outlet penjualan pangan pokok untuk masyarakat yang dibina oleh Perum BULOG untuk menumbuhkan jiwa entrepreneur dan meningkatkan ekonomi masyarakat sebagai kegiatan stabilisasi harga pangan nasional.

Pra Musrenbang Rembuk Stunting Tingkat Kota Parepare 2025

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Pemerintah Kota Parepare melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting melaksanakan pertemuan Rembuk Stunting atau Pra Musrenbang Aksi Konvergensi dalam Upaya Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Parepare.

Pertemuan berlangsung di Ruang Pola Kantor Wali Kota Parepare, Rabu (30/07/25), dipimpin langsung Wakil Wali Kota Parepare selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Hermanto, didampingi Pj Sekda Parepare Amarun Agung Hamka, Kepala Bappeda diwakili Sekretaris Bappeda Dede Alamsyah Wakkang.

Pertemuan dihadiri para Asisten, Kepala SKPD terkait, Kabag Setdako, Camat, Lurah, Kepala Puskesmas, dan para stakeholder.

Rembuk Stunting pelaksanaan intervensi penurunan stunting secara terintegrasi di Kabupaten Kota ini sesuai Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Rembuk Stunting adalah salah satu langkah penting yang harus dilaksanakan karena merupakan upaya Aksi 3 dari 8 Aksi Intervensi Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting.

Disnaker Provinsi Gelar Job Fair 2025

0

PAREPARE, RADIOMESRA, COM – Ribuan pencari kerja memadati Job Fair 2025 di Gedung Islamic Centre, Kota Parepare, Senin (28/7/2025). para pencari kerja tampak antusias mengunjungi stan-stan perusahaan. Mereka membawa berkas seperti ijazah, transkrip nilai, dan dokumen pendukung lainnya. Job Fair ini diselenggarakan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Sulsel.

Kabid Pengembangan Disnakertrans Sulsel, Nuryani Yahya, menjelaskan Pendaftar 1500 via online, ditambah yang offline kurang lebih 1500 juga.

“Ini karena ada teman yang berpikir hanya untuk di parepare saja, sedangkan ini semua bisa, termasuk Makassar bisa, itu yang menjadikan mereka berpikir hanya untuk parepare bisa mendapat seluruh Sulawesi Selatan, itu yang membuat saya bahagia, karena saya tidak pernah sangka itu sudah banyak.” Kata Nuryani

Lanjut Nuryani, sebelumnya sudah 30 orang dan hari ini memang petugasnya tidak ada lagi distand, karena ini wawancara yang 30 orang itu tadi. Juga banyak lagi mungkin kurang lebih 20, itu yang membuatnya luar biasa untuk job fair kali ini, banyak sekali difabel yang banyak.

“Saya tanya Alfamart berapa yang dibuat, ternyata banyak yang dibutuhkan karyawan, baik difabel maupun yang non difabel. Saya semakin PD, kalau kemarin saya boleh berkata, saya mencoba ini disaat penomena PHK luar biasa banyak, kemudian di Bekasi hanya muncul job fair hanya label, itu yang membuat saya terpanggil ke Parepare, dan antusias teman teman diparepare dan membuat saya bahagia, dan akan membuat lagi yang lebih bagus. Nanti, datang lagi di UIN job fair. Yang kedua, Saya berharap kalau di parepare ini memang belum sampai informasi nya itu bisa ke sana lagi.” Terang Nuryani

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare