30.4 C
Pare-Pare
Selasa, November 3, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 218

Bulog parepare Bantah Adanya Perbedaan Kualitas Beras SPHP

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Bulog parepare membantah adanya perbedaan kualitas beras SPHP yang di salurkan kepada masyarakat Parepare. Bantahan tersebut di sampaikan pimpinan cabang Bulog kota Parepare Muh. Junaedy menjawab pertanyaan pendengar radio mesra terkait perbedaan harga dan kualitas beras di penjual.

“Komposisi berasnya, biasa dalam pat kemasannya, ada yang brokennya cuma 20, ada yang 15, tapi tetap masuk di blok 25 Selama itu adalah CBP. Kenapa bisa terjadi beda-beda broken, karena penggilingan yang kami serap itu beda-beda, semua penggilingan itu jarang ada yang sama pasti beda-beda, otomatis yang dihasilkan juga berbeda-beda, tetapi ada standar maksimal, berarti dia ada di range angka tersebut, mungkin ada yang dapat 20, dapat 15, atau 24 selama itu tidak melewati 25.” Kata Junaedi.

Lanjut Junaedy, mengenai kualitas berasnya, kalau dikatakan sampai setengah kilo itu, dirinya mastikan tidak mungkin. Kalau memang, bisa sampaikan ke Bulog dan Bulog akan mengecek, jangan sampai ada penyelewengan atau di dioplos.

“Kami akan langsung kami tindak, ada yang sampai benihnya 1 kilo itu tidak mungkin, itu berarti sudah lebih dari 25%. Untuk poin selanjutnya, masalah harga harga HET beras SPHP medium itu adalah 12.500, dalam arti di angka 62.500 per kemasan 5 kg, kenapa ada menjalani 60 ada 57, itu memang tergantung pengecer, tapi selama di bawah harga HET. Yang menjadi masalah, kalau menjual diatas 62.500. tolong diinformasikan. Untuk masalah kualitas beras itu sama sekali tidak mempengaruhi harganya, kita ada standar beras 25 kualitasnya berbeda-beda karena sumber penggilingan yang ada di Pinrang, Sidrap beda-beda karakternya.” Jelas Junaedi

Disdukcapil Parepare Bergerak Cepat Data Administrasi Kependudukan Warga Korban Kebakaran Di Menara

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kota Parepare bergerak cepat mendata administrasi kependudukan warga korban kebakaran melahap 5 rumah di kawasan menara kota Parepare Ahad dini hari (23/09/25).

Kepala Dinas DukCapil di temui media di lokasi kebakaran Hj. Suryani mengatakan pihaknya melakukan wawancara kepada masyarakat yang terdampak, mereka semua kelengkapan administrasi kependudukan hilang sama sekali.

“Ke lokasi yang terdampak kebakaran yang terjadi di sekitar itu, kami melakukan wawancara kepada masyarakat yang terdampak, mereka semua kelengkapan administrasi kependudukan hilang sama sekali. Jadi Ada 11 KK yang terdampak kami sudah melakukan penelusuran sudah kita buat kan datanya, nanti akan kami serahkan. Begitu juga yang meninggal, kami langsung buatkan akte kematian hari itu juga. Kami serahkan sebelum mayatnya diberangkatkan. karena ini hal yang luar biasa, kami tidak melakukan olah data, yang jelas kami sudah mengetahui identitas dan menyesuaikan dengan dokumen foto yang bersangkutan itu sudah berkesesuaikan itu langsung kami terbitkan.” Terang Hj. Suryani.

Kebakaran tersebut mengakibatkan lima rumah dan tewaskan kakek beserta cucu pada kebakaran yang terjadi di Jalan Menara, Kelurahan Wattang Soreang, Kecamatan Soreang, Kota Parepare itu diakibatkan korsleting listrik.

Hampir Setengah APBD Digunakan Untuk Bayar Gaji Pegawai

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Ketua DPRD kota Parepare Ir. H. Kaharuddin Kadir lewat kegiatan Reses Beberapa waktu lalu di kedai okey Jl. Abu Bakar Lambogo mengatakan Dana transfer daerah yang bersumber dari pusat khusus untuk Parepare itu akan mengalami pengurangan kurang lebih 200 miliar

“Kalau ini yang terjadi, berarti APBD kita ke depan tahun 2026 hanya kurang lebih 700 miliar. 700 miliar ini betul-betul sangat menyiksa, karena belanja pegawai kita di Parepare itu diangka 47%. Jadi hampir setengah APBD itu hanya digunakan untuk membayar gaji pegawai, belanja pegawai itu 47%, padahal menurut peraturan perundang-undangan permendagri kita diberi kesempatan sampai 2027, untuk menekan jumlah belanja pegawai maksimal 30%. Justru kita mengalami peningkatan dari 41 naik menjadi 47% 325 miliar untuk gaji pegawai dan P3K.” Kata H. Kaharuddin Kadir.

Lanjut H. Kaharuddin Kadir, khusus P3K dan P3K paruh waktu, P3K itu di terima kurang lebih 1.132 P3K, paruh waktu 1020 total itu 2026. Kalau di total pegawai dan P3K, P3K per waktu itu akan memakan kurang lebih 62 miliar, belum gaji pegawai ASN yang resmi, jadi memang diperkirakan 325 APBD parepare hanya untuk membayar gaji pegawai.

“Kalau begitu, umpamanya cuma 750 M berarti hanya sekitar kurang lebih 400 miliar untuk digunakan, yang mesti dilakukan oleh pemerintah daerah adalah, bagaimana memperkuat pendapatan asli daerah kita ini, supaya bisa menyokong target. Parkir kita  1,9 miliar per tahun, hanya 1,1 miliar yang terealisasi, penerimaan pajak retribusi melalui Dispenda mungkin juga banyak bocor.’ ungkap H. Kaharuddin.

PAM Tirta Karajae parepare Siapkan Pompa Sumur Dalam Lanyer Layani Pelanggan

0

​PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Perumda Air Minum (PAM) Tirta Karajae Parepare menyiapkan pompa sumur dalam Lariang Nyareng (Lanyer) sebagai sumber cadangan air bersih untuk melayani pelanggan di wilayah Parepare bagian utara, terutama saat puncak musim kemarau.

​Manager Teknik dan Perencanaan PAM Tirta Karajae, Wahid, menjelaskan, langkah ini merupakan antisipasi terhadap penurunan debit air di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Karajae.

​”Pada puncak kemarau, diperkirakan produksi IPA Karajae hanya mencapai 80 liter per detik. Padahal, dalam kondisi normal bisa mencapai 140 liter per detik,” ujar Wahid di Parepare, Selasa (23/09/25).

​Menurut Wahid, penurunan ini dapat mengganggu pasokan air, terutama pada jam-jam puncak pemakaian. Berbeda dengan IPA Karajae, Wahid menyebut produksi pompa Lanyer tetap stabil meskipun saat puncak kemarau. Stabilitas ini bahkan kerap membuat penampungan atau reservoar pompa Lanyer mengalami kelebihan kapasitas

​”Air yang melimpah ini kemudian dialihkan untuk membantu suplai ke IPA 2, yang melayani wilayah Parepare bagian utara,” jelasnya.

​Wahid juga mengimbau masyarakat untuk menyiapkan penampungan air di rumah masing-masing dan menggunakan air secara bijak, Ia menambahkan, armada tangki air bersih PAM Tirta tetap bersiaga untuk melayani kebutuhan pelanggan.

​Dengan strategi menyeluruh ini, PAM Tirta Karajae berharap distribusi air kepada pelanggan tetap terjaga dan stabil, meskipun produksi utama dari IPA Karajae mengalami penurunan signifikan akibat dampak kemarau.

Lewat Sekolah Kader Perubahan, PKB Siapkan Generasi Pelanjut 

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai kebangkitan Bangsa (PKB) kota Parepare menggelar sekolah Kader Perubahan di Aula Gedung Pertemuan Aisyah Jl. Panti asuhan kota Parepare Ahad (21/09/25).

Sekretaris PKB Sulsel, M Haekal mengatakan Sekolah kader perubahan adalah  Salah satu kaderisasi yang dilaksanakan PKB, yang sifatnya yang dilakukan oleh anggota DPR PKB seluruh Indonesia.

“Kaderisasi yang sifatnya tematik, yang dilaksanakan oleh semua anggota DPRD PKB se Indonesia. Tujuannya memberikan pemahaman, pengetahuan, dan keterampilan kepada calon kader PKB, supaya mereka mengerti lebih mendalam tentang politik, kemudian bagaimana politik berdasarkan praktek politik yang dipraktekkan oleh partai kebangkitan bangsa, kita juga memberikan pengetahuan dan keterampilan bagaimana cara berpolitik yang baik dan benar.” Kata Haekal.

Anggota Legislatif DPRD kota Parepare Yang juga kader PKB Andi Muh. Fudail menambahkan kenapa dikatakan perubahan, karena perkembangan teknologi tentunya perkembangan, animo masyarakat, cara berfikir masyarakat, akan terus berjalan, kader kader muda inilah yang menjadi tumpuan PKB ke depan.

“Peserta ini punya syarat umur usia 17 sampai 35 tahun, ini usia produktif. Kami ini sudah usia 40 tahun ke atas, itu artinya harus ada regenerasi, merekalah generasi-generasi pelanjut PKB selanjutnya. Acara ini serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia. Di partai kebangkitan bangsa itu sendiri, syarat pelaksanaan ini, ada dua metode yang  diadakan oleh DPC itu sendiri dan diadakan oleh anggota DPR sendiri.” Ungkap Andi Fudail.

 

Penukaran Tabung Gas 12 Kilo ke 5,5 Belum Ada Aturan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Merespon Pertanyaan Pendengar Obras Radio mesra beberapa waktu lalu terkait penukaran Tabung Gas 12 kilo ke Tabung Bright Gas 5,5 kilo Supervisor Cormmrel Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya Wibowo di hubungi tim liputan jelajah kota radio mesra Senin (22/09/25) mengatakan penukaran gas 12 kilo LPG ke gas 5,5 saat ini belum bisa namun saat ini kami ada penukaran untuk gas tabung 3 kilo bisa ditukar dengan tabung bright gas ukuran 5,5 kg

“Terkait penukaran gas 12 kilo eLPG ke gas 5,5, saat ini belum bisa. Namun saat ini, kami ada penukaran untuk gas tabung 3 kilo, bisa ditukar dengan tabung brightgas ukuran 5,5 kg, dengan menukar 2 tabung gas 3 kilo ke 1 tabung  bright gas 5,5 kilo, atau dengan menukar tiga tabung gas 3 kilo yang subsidi ke 1 tabung gas bright gas ukuran 12 kilo.” Kata Okky.

Sedangkan untuk penggunaan Barcode di kendaraan bermotor roda dua Jelas Okky, juga belum di terapkan.

“Terkait dengan barcode motor, untuk saat ini belum ada karena aturan yang mengatur hal tersebut, belum ada namun untuk motor saat ini dibatasi pembelian di 10 liter per hari.” Terang Okky.

Ketua DPRD Soroti Kebijakan Pemerintah Kota Yang Kontradiktif

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Lewat kegiatan Reses atau temu konsituen, Ketua DPRD kota Parepare di kedai OK Rabu (17/09/25) lalu, Ketua DPRD kota Parepare Ir. H. Kaharuddin Kadir mengatakan Parepare ini mencatat rekor sedikit kurang bagus, karena parepare daerah yang mempunyai tingkat inflasi yang tertinggi, beda kalau pertumbuhan ekonomi tinggi itu artinya positif kalau inflasi yang tinggi, itu keadaanya harus melakukan penghematan.

“Bukan hanya pemerintah, bahwa salah satu cara untuk menekan angka inflasi supaya tidak melambung, basis masyarakat ini harus didorong, karena UMKM kita yang harus ditumbuhkan, penomena yang ada di parepare secara faktual, ada kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah daerah, yang kelihatannya agak kontradiktif dengan teori ekonomi ini. Kalau teori ekonomi mengatakan bahwa dalam rangka memperkuat pertumbuhan ekonomi, maka ekonomi yang berbasis masyarakat yang harus didorong.” Kata H. Kaharuddin.

Sementara Lanjut H. Kaharuddin, ada kebijakan, kalau dari catatan dinas perindag, ada 17000 UMKM yang ada di kota Parepare. Di katakan kontradiktif, karena seharusnya UMKM ini yang di akan dorong ke depan, harus didorong secara bersamaan, dan sustainable, maksudnya di semua harus berkelanjutan, jangka panjang.

“Yang kelihatan dilakukan pemerintah adalah mendorong UMKM. ini bisa kita lakukan penelitian, kalau ada ekonomi, justru event yang dilakukan dilapangan ini mematikan sektor UMKM yang ada di pasar senggol. Di daerah lain, seperti Cempae, ada pusat-pusat perekonomian yang dibentuk oleh pemerintah, tetapi spot yang memberi ruang bagi UMKM untuk bergerak maju itu ada spot-spot lain, yang merupakan ruang strategis bagi ekosistem UMKM itu yang tidak didorong, syaratnya semua lini harus bersamaan didorong ini yang kelihatan kontradiktif yang terjadi.” Ungkap H. Kaharuddin

Walikota Parepare, Tasming Hamid juga turut mengapresiasi langkah PLN Lewat Electric Colour Run by PLN and Expo

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Electric Colour Run by PLN and Expo sukses digelar di Lapangan Andi Makkasau, Kota Parepare, pada Sabtu (20/09/25). Selain acara lari, ajang yang digelar dari tanggal 14-22 September 2025 tersebut juga menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya dan turut menggaungkan semangat ramah lingkungan. Walikota Parepare, Tasming Hamid juga turut mengapresiasi langkah PLN yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga melibatkan dan memberdayakan UMKM lokal.

“Apa yang kita lakukan hari ini, senafas dengan semangat pemerintah kota Parepare, untuk membuat event, Parepare kota event, dan alhamdulillah PLN membuat event color run, tentu ini menambah deretan-deretan event di kota Parepare. Bagaimana pelaku UMKM bisa hidup di kota Parepare.” Kata Tasming

Expo ini melibatkan 164 tenant UMKM yang menghadirkan beragam produk kuliner, kerajinan, hingga produk kreatif lokal. Kehadiran masyarakat yang memadati area Lapangan Andi Makkasau setiap malam membuat para pelaku UMKM mendapat kesempatan besar memperluas pasar dan menambah pelanggan baru.

Selain mengampanyekan gaya hidup sehat dan ramah lingkungan, acara ini juga merupakan upaya PLN dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap layanan digital PLN Mobile.

Lima Rumah Terbakar, Mobil Tangki PAM Tirta Karajae Bantu Padamkan Api

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Mobil layanan tangki milik PAM Tirta Karajae diturunkan untuk membantu suplai air dalam penanganan kebakaran hebat yang terjadi di Jalan Manara, Kelurahan Watang Soreang, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, Selasa (23/09/25) dini hari.

Kebakaran yang mulai berkobar sekitar pukul 02.00 Wita itu melahap lima rumah warga. Dalam proses pemadaman, mobil damkar sempat kesulitan suplai air, sehingga kehadiran mobil tangki PAM Tirta Karajae sangat membantu mempercepat aliran air untuk memadamkan api. Api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 03.00 Wita.

Meski demikian, peristiwa ini menyisakan duka mendalam. Dua korban jiwa, seorang kakek bersama cucunya, ditemukan meninggal dunia di lokasi kebakaran.

Direktur PAM Tirta Karajae, Firdaus Djollong menegaskan penurunan mobil layanan tangki ke lokasi kebakaran merupakan bagian dari komitmen perusahaan daerah untuk sigap membantu masyarakat dalam kondisi darurat.

“Kami tidak hanya hadir dalam penyediaan air bersih sehari-hari, tapi juga siap dikerahkan kapan pun saat musibah, termasuk bencana kebakaran,”

STIKES Fatimah Parepare Sudah terakreditasi oleh BAN (Badan Akreditasi Nasional) 

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Kepala Bagian akademik STIKES Fatimah Parepare Ns. Martina Malla lewat program Ruang Bincang Kesehatan Edisi Tayang Selasa (23/09/25) mengatakan STIKES Fatimah Parepare Sudah terakreditasi oleh BAN (Badan Akreditasi Nasional) dan prodinya sendiri sudah mempersiapkan untuk akreditasi lanjutan.

“Sudah terakreditasi oleh BAN, Akreditasi Badan Akreditasi Nasional ini,, untuk prodinya sendiri, kami mempersiapkan untuk akreditasi lanjutan. Karena kita sudah akreditasi 5 tahun yang lalu, 2020. Dan statusnya akreditasi baik sekali, prodi D3 keperawatan dan berakhir di Desember ini 2025.” Ungkap Ns. Martina.

Lanjut Dosen Keperawatan Dasar ini,  saat ini  tim STIKES Fatimah sementara mempersiapkan pengajuan, sudah masuk untuk akreditasi kembali, jadi masyarakat tidak perlu khawatir, institusi STIKES Fatimah aman, dan mereka boleh bersaing dengan universitas.

“Apa yang mereka kerja, kita juga kerjakan. Boleh lihat di PD Diktinya pangkalan data perguruan tingginya itu, adalah pelaporan yang menggambarkan bahwa, apakah perguruan tinggi ini layak atau tidak, kami bisa bersaing dengan perguruan tinggi ternama, kami juga punya nilai A disitu. Sekarang tidak ada istilah ijazah palsu, dengan adanya PD Dikti. Karena mahasiswa termonitor dari awal sampai akhir, apa saja aktivitas mahasiswa itu, itu terbaca di namanya korlap Dikti, kapan tiba-tiba mahasiswa muncul, verifikasi ijazah tidak lagi sekarang, tinggal buka namanya orlap Dikti itu sudah terakreditasi semua.” Jelas Martina

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare