PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Bulog parepare membantah adanya perbedaan kualitas beras SPHP yang di salurkan kepada masyarakat Parepare. Bantahan tersebut di sampaikan pimpinan cabang Bulog kota Parepare Muh. Junaedy menjawab pertanyaan pendengar radio mesra terkait perbedaan harga dan kualitas beras di penjual.
“Komposisi berasnya, biasa dalam pat kemasannya, ada yang brokennya cuma 20, ada yang 15, tapi tetap masuk di blok 25 Selama itu adalah CBP. Kenapa bisa terjadi beda-beda broken, karena penggilingan yang kami serap itu beda-beda, semua penggilingan itu jarang ada yang sama pasti beda-beda, otomatis yang dihasilkan juga berbeda-beda, tetapi ada standar maksimal, berarti dia ada di range angka tersebut, mungkin ada yang dapat 20, dapat 15, atau 24 selama itu tidak melewati 25.” Kata Junaedi.
Lanjut Junaedy, mengenai kualitas berasnya, kalau dikatakan sampai setengah kilo itu, dirinya mastikan tidak mungkin. Kalau memang, bisa sampaikan ke Bulog dan Bulog akan mengecek, jangan sampai ada penyelewengan atau di dioplos.
“Kami akan langsung kami tindak, ada yang sampai benihnya 1 kilo itu tidak mungkin, itu berarti sudah lebih dari 25%. Untuk poin selanjutnya, masalah harga harga HET beras SPHP medium itu adalah 12.500, dalam arti di angka 62.500 per kemasan 5 kg, kenapa ada menjalani 60 ada 57, itu memang tergantung pengecer, tapi selama di bawah harga HET. Yang menjadi masalah, kalau menjual diatas 62.500. tolong diinformasikan. Untuk masalah kualitas beras itu sama sekali tidak mempengaruhi harganya, kita ada standar beras 25 kualitasnya berbeda-beda karena sumber penggilingan yang ada di Pinrang, Sidrap beda-beda karakternya.” Jelas Junaedi




















