29.4 C
Pare-Pare
Jumat, Oktober 23, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 16

Sinergitas TNI-Polri Kota Parepare: Kapolres Beri Kejutan Spesial di Hari Ulang Tahun TNI ke-81

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan tampak menyelimuti Markas Komando Distrik Militer (Mako Kodim) 1405/Parepare pada hari Senin(05/10/26). Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Parepare hadir secara khusus untuk memberikan kejutan meriah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-81.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Parepare, AKBP Phunky Mahendra Borniawan, yang didampingi Waka Polres Parepare Kompol Saharuddin, serta Ketua Bhayangkari Cabang Parepare Ny. Ndika Phunky beserta Wakil Ketua, serta para Pejabat Utama (PJU ) Para Kapolsek Jajaran dan sejumlah personel Polres Parepare.

Kedatangan rombongan orang nomor satu di kepolisian resor Parepare ini disambut hangat oleh Dandim 1405/Parepare, Letkol Inf Erwin Hidayat, beserta jajaran prajurit Kodim 1405/Parepare. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Parepare menyerahkan secara langsung potongan nasi tumpeng sebagai simbol ucapan selamat dan wujud sinergitas yang erat antara TNI dan Polri di wilayah Kota Parepare.

“Atas nama keluarga besar Polres Parepare dan Bhayangkari Cabang Parepare, kami mengucapkan Dirgahayu TNI ke-81. Semoga TNI semakin profesional, tangguh, dan senantiasa dicintai oleh rakyat dalam menjaga kedaulatan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.” Ucap Kapolres Parepare

Lebih lanjut, AKBP Phunky Mahendra Borniawan menegaskan bahwa momentum HUT TNI ini menjadi pengingat penting akan kuatnya solidaritas antara TNI dan Polri, khususnya dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan stabilitas keamanan di Kota Parepare.

Pasca Pergantian Kapolri dan Kapolda Sulsel, Kapolres Parepare Tekankan Polisi Bersama Masyarakat

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Pergantian pucuk pimpinan Polri menjadi perhatian Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan. Ia meminta seluruh personel segera menyesuaikan diri dengan arahan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dan Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. M. Awal Chairuddin.

Arahan tersebut disampaikan Kapolres saat apel pagi di Mapolres Parepare, Senin (05/10/26). Menurutnya, perubahan kepemimpinan harus diikuti dengan peningkatan kinerja personel, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi menjabat Kapolri sejak 1 Oktober 2026 menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Sementara di tingkat wilayah, Irjen Pol. M. Awal Chairuddin dipercaya memimpin Polda Sulsel menggantikan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro.

AKBP Phunky meminta jajaran Polres Parepare memahami arah kebijakan Kapolri dan Kapolda Sulsel yang baru.

“Dengan digantinya Kapolri kita juga bergantian Kapolda Sulsel, tolong dihapal namanya. Kita menyesuaikan diri terkait arahan dari pimpinan kita yakni Kapolri dan Kapolda,” kata Phunky.

Polisi Bersama Masyarakat

Kapolres menekankan bahwa ukuran keberhasilan polisi tidak hanya dilihat dari banyaknya kegiatan atau penindakan. Menurut dia, masyarakat merupakan orientasi utama dalamemjalanjakan tugas pokok kepolisian.

Karena itu, personel diminta memastikan setiap warga yang datang ke kantor polisi mendapatkan pelayanan yang membantu menyelesaikan persoalan, bukan justru menghadirkan masalah baru.

“Mulai hari ini kita terus tingkatkan bagaimana kinerja kita di lapangan. Saya minta jajaran Polres Parepare serius melayani masyarakat. Apabila masyarakat datang ke kantor polisi itu masalahnya bisa terpecahkan, jangan menjadi masalah,” tegasnya.

Arahan tersebut sejalan dengan semangat “Polisi Bersama Masyarakat” yang menjadi salah satu fokus awal Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, termasuk penguatan pelayanan publik dan kedekatan polisi dengan masyarakat.

Phunky juga mengingatkan personel agar mengedepankan pendekatan humanis dalam menjalankan tugas. Sikap arogan, kata dia, justru dapat memperlebar jarak antara polisi dan masyarakat.

 

“Tolong pahami dengan masyarakat. Jangan arogan kepada masyarakat, lakukan secara humanis setiap menghadapi masyarakat,” ujarnya.

Selain pelayanan publik, Kapolres Parepare mengingatkan seluruh anggota untuk menjaga integritas dan menjauhi pelanggaran, terutama yang berkaitan dengan narkoba.

Ia meminta setiap personel mempertimbangkan dampak pelanggaran terhadap diri sendiri, institusi, hingga keluarga.

“Banyak yang pengen jadi polisi, rekan-rekan semua sebagai pilihan. Tidak boleh ada yang melakukan pelanggaran utamanya narkoba. Sebelum melakukan pelanggaran agar berpikir atas keluarganya,” katanya.

Menurut Phunky, perubahan kepemimpinan di tubuh Polri harus menjadi momentum bagi personel untuk memperbaiki kualitas pelayanan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat.

Ia menegaskan, arahan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dan Kapolda Sulsel Irjen Pol. M. Awal Chairuddin perlu diterjemahkan hingga tingkat pelaksanaan di lapangan.

Dengan begitu, keberadaan polisi tidak hanya terlihat saat melakukan penindakan, tetapi juga dirasakan masyarakat melalui pelayanan yang cepat, humanis, dan mampu memberikan solusi. (*)

6 Personel Polres Parepare Digànjar Penghargaan, Prestasi ETLE hingga Publikasi Disorot

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Enam personel Polres Parepare mendapat penghargaan atas capaian mereka di bidang lalu lintas dan publikasi kepolisian. Salah satu penerima mencatat 3.245 penindakan pelanggaran lalu lintas melalui ETLE Handheld sepanjang Triwulan III 2026.

Penghargaan tersebut diberikan Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan dalam apel di Mapolres Parepare, Senin (05/10/26).

Dari enam penerima penghargaan, empat di antaranya merupakan personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) yang mencatat capaian dalam penindakan pelanggaran berbasis elektronik dan pelaporan E-Turjawali.

Aipda Haekhal Prasetiyo mendapat penghargaan setelah mencatat 3.245 penindakan pelanggaran lalu lintas menggunakan ETLE Handheld. Capaian tersebut menempatkannya sebagai personel dengan jumlah penindakan terbanyak kedua di tingkat Polres Parepare pada Triwulan III 2026.

Sementara Aipda Kaharuddin mencatat 3.067 penindakan pelanggaran lalu lintas menggunakan ETLE Handheld pada periode yang sama.

Dua penghargaan lainnya diberikan kepada personel yang mencatat capaian dalam pelaporan E-Turjawali. Bripka Andi Supriagus Djaelani menjadi peringkat pertama dengan 939 laporan kegiatan, sedangkan Bripka Harianto berada di posisi kedua dengan 375 laporan.

Capaian tersebut menggambarkan aktivitas personel Satlantas dalam penindakan pelanggaran sekaligus pelaksanaan tugas pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli lalu lintas yang dilaporkan melalui sistem elektronik.

Penghargaan tidak hanya diberikan kepada personel Satlantas. Dua personel dari Sihumas Polres Parepare juga mendapat apresiasi atas kontribusinya dalam publikasi informasi kepolisian.

Salah satunya adalah Aiptu Slamet Aji Wahyudi, PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Parepare. Ia bersama seorang PHL Sihumas mendapat penghargaan atas dedikasi dalam mendukung publikasi yang turut mengantarkan Polres Parepare meraih Terbaik Kedua Mitra Kerja Majalah Tribrata News.

Jika Satlantas menunjukkan kinerja melalui angka penindakan dan pelaporan, Sihumas menjalankan peran dari sisi komunikasi publik. Dua bidang tersebut memperlihatkan bentuk kontribusi yang berbeda dalam mendukung kinerja institusi.

Kapolres Parepare mengatakan penghargaan tersebut tidak semestinya dipandang hanya sebagai pencapaian individu. Menurutnya, capaian para penerima harus menjadi motivasi bagi personel lainnya.

“Bagi yang mendapatkan penghargaan jadikan contoh bagi rekan-rekan yang lain, bukan soal juaranya tetapi bagaimana kita mau bekerja untuk memberikan yang terbaik untuk institusi Polri khususnya Polres Parepare,” ujar AKBP Phunky Mahendra Borniawan.

Pesan tersebut membuat penghargaan tidak berhenti pada seremoni. Capaian enam personel diharapkan menjadi pemicu bagi anggota lain untuk meningkatkan kualitas kerja sesuai bidang tugas masing-masing.

Enam penghargaan itu sekaligus menunjukkan bahwa apresiasi diberikan pada beragam bentuk kinerja, mulai dari penindakan pelanggaran lalu lintas, patroli dan pelaporan, hingga pengelolaan publikasi kepolisian.

Polres Parepare Pasang Tagline “Polisi Bersama Masyarakat”, Arah Baru Kepemimpinan Kapolri Suyudi

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Polres Parepare mulai memasang sejumlah spanduk bertuliskan **“Polisi Bersama Masyarakat”** di berbagai titik Kota Parepare, Minggu (4/10/2026). Tagline tersebut menjadi bagian dari arah kepemimpinan baru Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang resmi dilantik pada 1 Oktober 2026.

Suyudi mengusung “Polisi Bersama Masyarakat” sebagai tema kepemimpinan sekaligus arah transformasi Polri. Konsep tersebut menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi pelaksanaan tugas kepolisian.

Di Parepare, pesan tersebut mulai terlihat di ruang publik melalui spanduk yang dipasang di depan Mako Polres Parepare, Kantor Satlantas, serta sejumlah markas kepolisian sektor.

Salah satu spanduk terpasang di depan Mako Polres Parepare, Jalan Andi Mappatola, Kelurahan Ujung Baru, Kecamatan Soreang. Pesan serupa juga dipasang di kawasan Pelabuhan Nusantara, wilayah Polsek Ujung, Polsek Bacukiki dan Polsek Soreang.

Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan mengatakan tagline tersebut bukan sekadar pesan visual, tetapi perlu diterjemahkan melalui pola pelayanan dan hubungan polisi dengan masyarakat.

“Polisi bersama masyarakat bukan hanya sebuah tagline. Semangatnya adalah bagaimana polisi semakin dekat, terbuka dalam berkomunikasi dan hadir ketika masyarakat membutuhkan,” kata Phunky.

Menurut dia, masyarakat memiliki posisi penting dalam menjaga keamanan lingkungan. Karena itu, komunikasi antara polisi dan warga perlu dibangun secara berkelanjutan, bukan hanya ketika terjadi gangguan keamanan.

Pesan tersebut sejalan dengan arah awal kepemimpinan Kapolri Suyudi yang setelah dilantik menyatakan fokus pada peningkatan pelayanan publik, penegakan hukum yang adil dan penguatan kedekatan Polri dengan masyarakat.

Di sejumlah titik yang sama, Polres Parepare juga memasang spanduk ucapan HUT TNI. Materi tersebut terlihat di depan Mako Polres Parepare, Kantor Satlantas, Mako Polsek KPN, Mako Polsek Ujung, Mako Polsek Bacukiki dan Mako Polsek Soreang.

Pemasangan ucapan HUT TNI tersebut membawa pesan berbeda tetapi masih berada dalam konteks hubungan antarlembaga. TNI dan Polri memiliki peran masing-masing dalam menjaga keamanan dan stabilitas di tengah masyarakat.

“Sinergi TNI dan Polri tetap penting, terutama dalam menjaga situasi keamanan di daerah. Yang paling utama adalah bagaimana masyarakat dapat merasakan keamanan dan pelayanan yang baik,” ujar Phunky.

Bagi Polres Parepare, hadirnya tagline “Polisi Bersama Masyarakat” di ruang publik menjadi bagian dari penerjemahan arah kepemimpinan baru Polri di tingkat kewilayahan.

Namun, efektivitas pesan tersebut pada akhirnya tidak ditentukan oleh banyaknya spanduk yang terpasang. Ukurannya justru berada pada bagaimana masyarakat merasakan perubahan dalam pelayanan, komunikasi dan kehadiran polisi di lingkungan mereka. (*)

Implementasikan Polri Bersama Masyarakat, Kapolsek Ujung dan Jajaran Hadir di Rumah Duka, Berikan Pengawalan Pengantaran Jenazah

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Turut merasakan kedukaan yang dialami warga yang anggota keluarganya meninggal dunia, Polsek Ujung Polres Parepare berikan pelayanan berupa pengawalan pengantaran jenazah ke pemakaman menggunakan kendaraan dinas Polri.

Pelayanan ini di wujudkan Polsek Ujung saat salah satu warga yang tinggal di Jalan Pancamarga kecamatan Ujung meninggal dunia. Ahad (04/20/26).

Pelayanan tersebut dipimpin oleh Kapolsek Ujung AKP. Sukri Abdullah, yang hadir langsung ditengah warga yang berduka dan yang melayat.

Selain memberikan dukungan Randis pengantaran jenazah secara gratis, Kapolsek AKP. Sukri juga menurunkan sejumlah personil jajarannya di rumah duka.

” Kita Bersama Masyarakat, kita turut merasakan kedukaan yang dialami warga, kita berikan dukungan baik secara moral dengan cara hadir dirumah duka, maupun dengan cara memberikan pelayanan kepolisian, yaitu menurunkan personil dinrumah duka dan memberikan dukungan pengantaran jenazah menggunakan kendaraan dinas Polri yang Polsek Ujung miliki secara cuma-cuma, dan sejatinya kami turut berbelasungkawa, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, dan bagi almarhum diberikan tempat yang layak di sisi Allah SWT “. Tutur AKP. Sukri.

Sejumlah personil Polsek Ujung nampak hadir dirumah duka di Jalan Pancamarga, termasuk Kanit Lantas AKP. Samsidi Baco, Ka SPKT Aiptu Ibrahim yang melakukan pengendalian arus kendaraan menjaga keselamatan warga yang melayat maupun pengendara, dan Bhabinkamtibmas Aipda Mustaming yang mendampingi warga binaan.

Di rumah duka, nampak pula hadir mengucapkan belasungkawa Kapolres Sidrap AKBP. Indra Waspada Yuda, yang juga merupakan mantan Kapolres Parepare tahun 2025-2026.

Diketahui, warga yang meninggal dunia ini bernama Siti Nurcaya Asape, direncanakan akan dimakamkan di pekuburan Pepabri kelurahan Lapadde Kecamatan Ujung Kota Parepare.

Kapolsek AkP. Sukri berharap, dukungan yang diberikan Polsek Ujung kepada keluarga yang berduka ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

” Harapan kami, Polsek Ujung akan berupa mewujudkan sosok polisi harapan masyarakat, yang bermoral, berintegritas, dan bermasyarakat, sebagaimana yang digariskan oleh Kapolri Bapak Jend. Suyudi Ario Seto melalui kebijakannya, yaitu Polri Bersama Masyarakat, inilah yang akan kami wujudkan ” pungkasnya di akhir keterangan tertulisnya .

Anggaran Minim Disiapkan Pemkot, KONI Parepare Pasrah dan Revisi Target Tiga Besar di Porprov

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Parepare menyuarakan keprihatinannya terkait minimnya alokasi anggaran yang disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare untuk ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Anggaran yang dialokasikan tercatat hanya sebesar Rp950 juta untuk operasional umum, serta Rp1 miliar jika digabungkan dengan kebutuhan Paralimpik.

Ketua KONI Parepare, Fadly Agus Mante, mengungkapkan bahwa keterbatasan dana tersebut berdampak signifikan terhadap pembiayaan kontingen. Selain tidak lagi mengakomodir kebutuhan official, manajer, hingga pengurus cabang olahraga (cabor), anggaran tersebut juga memicu defisit operasional dan transportasi bagi para atlet.

“Dari 36 cabor yang lolos, sekitar 34 cabor dipastikan berangkat. Namun, alokasi armada transportasi yang disiapkan hanya 24 kendaraan. Ini berarti kita mengalami defisit sekitar 10 kendaraan. Belum lagi kebutuhan BBM dan operasional dari penginapan ke lokasi pertandingan yang perlu diperjelas oleh Dinas Pendidikan dan Olahraga,” ujar Fadly saat ditemui Kamis (01/10/26).

Dampak dari minimnya alokasi dana ini bahkan memicu reaksi dari sejumlah cabor. Cabang olahraga Wushu, misalnya, telah menyatakan sikap tidak akan mengikuti Porprov jika skema anggaran tidak diubah. Padahal, Wushu merupakan salah satu cabor unggulan yang berhasil meraih predikat Juara 2 Umum dengan menyumbang 4 medali emas dan 3 perak pada Pra-Porprov lalu.

KONI Parepare menegaskan posisi mereka yang hanya bisa mengusulkan tanpa memiliki kewenangan mengeksekusi anggaran. Meski demikian, Fadly meminta agar hak-hak dasar atlet tidak dikorbankan demi efisiensi.

“Kami terus mendorong agar hak atlet tidak dikorbankan. Kalaupun ada hak atlet yang terpaksa dikorbankan, saya merekomendasikan sebaiknya cabor tersebut tidak usah ikut Porprov ketimbang berdampak buruk bagi atlet,” tegas Fadly.

Akibat pemangkasan dan tiadanya alokasi untuk Training Center (TC) pemanasan, KONI Parepare terpaksa merevisi target awal yang sebelumnya membidik posisi tiga besar. KONI kini memilih realistis dan fokus memberikan penampilan terbaik sesuai dengan ketersediaan dana yang ada. Sementara terkait bonus atlet, Pemkot melalui Asisten III dilaporkan baru akan menganggarkannya pada APBD Perubahan tahun depan yang disesuaikan dengan perolehan medali.

Kasus Kekerasan Seksual Anak Mendominasi, DP3A Parepare Imbau Masyarakat Tak Ragul Melapor

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Parepare terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya perlindungan terhadap perempuan dan anak. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DP3A Kota Parepare, Hj. Cica Jamaluddin, S.H., saat mewakili Plt. Kepala Dinas DP3A dalam kegiatan Ngopi Berjamaah di Masjid Raya Parepare, Jumat (02/10/26).

Dalam penjelasannya, Cica menegaskan batasan usia anak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, yakni mereka yang berusia 0 tahun atau sejak dalam kandungan hingga sebelum genap berusia 18 tahun.

Ia memaparkan berbagai bentuk kekerasan yang kerap ditangani oleh DP3A Parepare, mulai dari kekerasan fisik, kekerasan psikis (seperti KDRT), kekerasan berbasis online, perundungan (bullying) di lingkungan sekolah, penelantaran rumah tangga, hingga eksploitasi anak seperti anak yang dipekerjakan di lampu merah.

“Di Kota Parepare sendiri, angka kekerasan terhadap anak yang paling tinggi saat ini didominasi oleh kasus kekerasan seksual,” ujar Cica.

Guna menangani persoalan tersebut, DP3A Kota Parepare menyediakan dua jalur pelaporan bagi masyarakat, yaitu pelaporan langsung dengan mendatangi kantor DP3A di Sumpang Minangae, atau pelaporan tidak langsung melalui layanan telepon Call Centre / Calling peran

Cica menambahkan bahwa setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti dengan layanan pendampingan khusus secara komprehensif, mulai dari pendampingan hukum oleh paralegal, pendampingan kesehatan, hingga proses terminasi.

“Seluruh layanan pendampingan di DP3A diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya. Selain itu, kami menjamin penuh kerahasiaan identitas korban, terutama pada kasus kekerasan seksual dan KDRT,” tegasnya.

DPRD Parepare Tekankan Penyaluran Anggaran Daerah dan Bantuan Parpol Wajib Sesuai Aturan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Ketua Komisi I DPRD Kota Parepare yang juga politisi Partai Gerindra Dapil Ujung, Dr. H. Kamaluddin Kadir, menegaskan bahwa seluruh bentuk pengalokasian, pengajuan, hingga penyaluran bantuan keuangan yang bersumber dari APBD maupun APBN memiliki payung hukum yang jelas dan ketat.

Dalam penjelasannya, Kamaluddin menyampaikan bahwa regulasi tata kelola keuangan daerah mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2018 serta Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri). Aturan tersebut menjadi landasan teknis dalam menetapkan besaran bantuan, pengajuan, hingga pertanggungjawaban penggunaan anggaran.

“Setiap pengalokasian bantuan keuangan yang bersumber dari APBD atau APBN wajib memiliki landasan hukum. Dalam PP Nomor 1 Tahun 2018 dan Permendagri Nomor 78 Tahun 2020, sudah diatur secara teknis mulai dari tata cara pengajuan, penyaluran, hingga pertanggungjawabannya,” ujar Kamaluddin.

Ia menjelaskan, khusus untuk bantuan partai politik yang memperoleh kursi di DPRD, besaran bantuan dihitung berdasarkan perolehan suara sah hasil pemilu yang dikalikan dengan nilai per suara. Untuk Kota Parepare, nilai per satu suara sah ditetapkan sebesar Rp10.756.

“Secara aturan nasional, minimal 60 persen dari total bantuan keuangan tersebut dipergunakan untuk kegiatan pendidikan politik, sedangkan sisanya difokuskan pada operasional sekretariat. Hal ini agar seluruh pengerjaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah tetap sah dan akuntabel,” tambahnya.

Penjelasan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang komprehensif bagi masyarakat dan seluruh lembaga penerima bantuan terkait mekanisme serta batasan alokasi dana daerah.

Polres Parepare Ingatkan Pemancing di Pinggir Laut, Warga Diminta Waspada

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Polres Parepare mengingatkan masyarakat yang memancing di kawasan pinggir laut agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di sekitar Pelabuhan Nusantara. Imbauan tersebut disampaikan personel Polsek Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN) saat menyambangi dan berdialog dengan para pemancing, Sabtu (03/10/26).

Dalam dialog tersebut, polisi mengingatkan para pemancing untuk memperhatikan kondisi lingkungan selama beraktivitas. Mereka juga diminta segera melaporkan kepada kepolisian apabila menemukan kejadian mencurigakan atau gangguan keamanan.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Nusantara, IPTU Suardi, S.E, menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat dan komunikasi cepat dengan kepolisian ketika menemukan potensi gangguan keamanan.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di sekitar pelabuhan dan kawasan pinggir laut, agar tetap waspada. Jika menemukan gangguan keamanan atau hal yang mencurigakan, segera laporkan kepada kepolisian agar dapat ditindaklanjuti,” ujar IPTU Suardi, S.E.

Kawasan pelabuhan dan pesisir menjadi salah satu ruang aktivitas masyarakat yang membutuhkan perhatian, terutama ketika warga masih beraktivitas pada malam hari. Kehadiran polisi di tengah masyarakat sekaligus menjadi upaya membangun kepedulian bersama terhadap keamanan lingkungan.

Selain menyambangi pemancing, personel Polsek KPN melakukan pemantauan di sejumlah titik yang menjadi ruang aktivitas masyarakat.

Lokasi tersebut mencakup kawasan Pelabuhan Cappa Ujung, Pelabuhan Nusantara, kawasan pinggir laut, serta sejumlah titik di jalur perkotaan.

Pengawasan diarahkan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan, seperti pencurian, penganiayaan, balap liar, pelanggaran lalu lintas, maupun gangguan keamanan lainnya.

Di sejumlah lokasi tersebut, personel juga menyampaikan pesan kamtibmas secara langsung kepada masyarakat. Pendekatan seperti ini memungkinkan polisi berinteraksi dengan warga sekaligus menerima informasi mengenai kondisi lingkungan.

Polres Parepare mendorong masyarakat tidak bersikap pasif ketika menemukan kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan. Laporan dari warga dapat menjadi informasi awal bagi kepolisian untuk mengambil langkah yang diperlukan.

Bagi warga yang membutuhkan bantuan atau ingin melaporkan gangguan keamanan melalui sambungan telepon, pengaduan dapat disampaikan melalui Call Center Polri 110.

Layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan informasi maupun meminta bantuan kepolisian tanpa harus terlebih dahulu datang ke kantor polisi.

Bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir pada malam hari, kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar juga perlu menjadi perhatian. Selain menjaga barang pribadi, warga diharapkan segera mencari bantuan apabila menghadapi kondisi yang membahayakan.

Upaya menjaga keamanan di kawasan pelabuhan dan pesisir tidak hanya bergantung pada patroli kepolisian. Partisipasi masyarakat melalui kewaspadaan dan pelaporan cepat turut menjadi bagian penting dalam mencegah gangguan keamanan sejak dini.

Bhabinkamtibmas Polsek KPN Dekati Warga, dari Mallusetasi hingga Sekitar Pelabuhan Nusantara

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM -;Menjaga keamanan lingkungan tidak selalu harus dimulai ketika persoalan sudah terjadi. Komunikasi langsung dengan masyarakat menjadi salah satu cara Bhabinkamtibmas membaca situasi di lapangan sekaligus membangun kesadaran warga untuk ikut menjaga keamanan. Sabtu (3/10/2026), Bhabinkamtibmas Kelurahan Mallusetasi, Kecamatan Ujung, Aipda Muh. Nasir Cunnu, menyambangi warga di Jalan Karang Burane dan berdialog dengan masyarakat di sekitar Pelabuhan Nusantara Parepare.

Dialog tersebut menjadi ruang bagi polisi untuk mendengar kondisi yang berkembang di tengah masyarakat sekaligus menyampaikan pesan kamtibmas. Warga diajak tidak bersikap pasif ketika menemukan persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan.

Pendekatan semacam ini membuat peran Bhabinkamtibmas tidak berhenti pada penyampaian imbauan. Kehadiran langsung di tengah warga membuka komunikasi dua arah, baik dengan masyarakat di wilayah binaan maupun warga yang beraktivitas di sekitar kawasan pelabuhan.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN), IPTU Suardi, S.E., mengatakan kehadiran Bhabinkamtibmas tetap dibutuhkan meski kepolisian telah memasang berbagai imbauan di ruang publik.

Pemasangan spanduk imbauan tidak cukup untuk memaksimalkan situasi aman dan kondusif. Perlu juga peran Bhabinkamtibmas pada warga,” ujar Suardi.

Aktivitas masyarakat di sekitar Pelabuhan Nusantara menjadi salah satu perhatian karena arus penumpang tidak selalu berhenti di dalam area pelabuhan.

Ketika kapal tiba, penumpang kerap memenuhi kawasan di luar pelabuhan. Kondisi tersebut ikut memunculkan aktivitas warga maupun masyarakat dari luar kawasan yang berada di sekitar kerumunan penumpang.

Dalam situasi seperti itu, komunikasi langsung dengan masyarakat menjadi penting. Bhabinkamtibmas dapat menyampaikan pesan keamanan sekaligus mengingatkan warga agar tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan penumpang.

Polsek KPN sebelumnya juga memasang spanduk imbauan di sejumlah titik, termasuk area luar pelabuhan yang ramai ketika kapal tiba. Penumpang diingatkan untuk menghindari pungutan liar dan praktik percaloan serta memanfaatkan nomor pengaduan Polres Parepare jika menemukan persoalan.

Namun, pesan yang disampaikan melalui spanduk memiliki batas. Tidak semua kondisi di lapangan dapat dijelaskan melalui tulisan.

Karena itu, kehadiran Bhabinkamtibmas menjadi pelengkap. Dialog dengan warga memungkinkan informasi mengenai situasi di sekitar pelabuhan maupun lingkungan permukiman diketahui lebih cepat.

Bagi masyarakat, kehadiran Bhabinkamtibmas juga memberi jalur komunikasi yang lebih dekat ketika mereka menemukan persoalan keamanan.

Warga tidak hanya menerima pesan untuk menjaga kamtibmas, tetapi memiliki ruang untuk menyampaikan informasi mengenai kondisi yang mereka lihat atau alami.

Pendekatan tersebut juga membuat upaya menjaga keamanan tidak semata bergantung pada pengawasan petugas. Masyarakat dilibatkan untuk mengenali potensi gangguan sejak awal dan mengomunikasikannya kepada kepolisian.

Dari Mallusetasi hingga lingkungan sekitar Pelabuhan Nusantara, komunikasi dengan warga menjadi bagian penting dalam membaca dinamika masyarakat. **Spanduk memberikan pesan, tetapi dialog memungkinkan polisi memahami persoalan di balik keramaian.**

Di tengah tingginya mobilitas penumpang, kedekatan Bhabinkamtibmas dengan masyarakat menjadi salah satu jalur untuk menjaga komunikasi tetap terbuka dan persoalan keamanan dapat diketahui lebih dini.

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare