29.4 C
Pare-Pare
Jumat, Oktober 23, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 17

Car Free Night Parepare, Polres Atur Arus Kendaraan di Bau Massepe-Mattirotasi

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Aktivitas Car Free Night di Kota Parepare mendapat pengawalan dari Satuan Lalu Lintas Polres Parepare. Pengaturan arus kendaraan dilakukan di kawasan Jalan Bau Massepe hingga Jalan Mattirotasi, tepatnya di sekitar Patung Kuda, Sabtu (03/10/26) .

Pengaturan tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan. Personel kepolisian juga menerapkan rekayasa lalu lintas dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.

Kawasan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat pada akhir pekan membutuhkan pengaturan agar pergerakan kendaraan tetap terkendali. Di sisi lain, pengguna jalan juga perlu memperhatikan arahan petugas ketika melintasi area Car Free Night.

Kasat Lantas Polres Parepare, AKP Dr. Rusdi Yunus, S.H., M.H., mengatakan pengaturan lalu lintas menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan masyarakat selama kegiatan berlangsung.

“Pengaturan lalu lintas kami lakukan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi Car Free Night. Rekayasa lalu lintas juga disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” ujar Rusdi.

Menurut dia, koordinasi dan pemantauan situasi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pengaturan lalu lintas, terutama ketika terjadi perubahan pergerakan kendaraan di sekitar kawasan kegiatan.

Personel Satlantas Polres Parepare memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan posko pengendalian untuk mendukung penanganan kondisi lalu lintas secara terarah.

Pengendara juga perlu menjaga kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi kawasan yang ramai aktivitas masyarakat. Kepatuhan terhadap pengaturan lalu lintas menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah gangguan perjalanan maupun risiko kecelakaan.

Pengaturan oleh Satlantas Polres Parepare ini menjadi bagian dari pengelolaan lalu lintas di tengah kegiatan masyarakat. Kelancaran di kawasan Car Free Night tidak hanya bergantung pada kehadiran petugas, tetapi juga pada kedisiplinan pengguna jalan dalam mematuhi aturan dan mengutamakan keselamatan bersama.

Sambut HUT ke-28, Bank Mandiri Parepare Gelar Donor Darah, Waka Polres Ikut Berdonor

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Perayaan ulang tahun tak selalu berlangsung dengan seremoni. Di Parepare, momentum HUT ke-28 Bank Mandiri diisi dengan aksi yang manfaatnya langsung menyentuh kebutuhan masyarakat: donor darah.

Kegiatan sosial tersebut digelar di Mess Bank Mandiri, Jalan Abdul Djalil Habibie, Kelurahan Ujung Sabbang, Kecamatan Ujung, Parepare, Jumat (02/10/26). Sejumlah elemen ikut ambil bagian, termasuk jajaran Polres Parepare.

Waka Polres Parepare Kompol Saharuddin menjadi salah satu peserta yang turut mendonorkan darah. Kehadirannya tidak hanya sebagai bentuk dukungan kelembagaan, tetapi juga sebagai partisipasi langsung dalam aksi kemanusiaan tersebut.

Menurut Saharuddin, donor darah memiliki manfaat yang jauh lebih besar dibanding sekadar menjadi bagian dari perayaan hari jadi sebuah perusahaan.

“Kami dari Polres Parepare sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan donor darah yang diselenggarakan oleh Bank Mandiri dalam rangka HUT ke-28 ini. Ini adalah kegiatan kemanusiaan yang luar biasa, karena setetes darah yang kita sumbangkan sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Saharuddin.

Ia menilai kegiatan sosial semacam ini juga membuka ruang kolaborasi antara berbagai unsur di Kota Parepare. Selain personel kepolisian, donor darah tersebut diikuti anggota Brimob, pegawai Lapas Kelas II Parepare, Pengadilan Negeri Parepare, Pelindo Multi Terminal Branch Parepare, karyawan Bank Mandiri serta nasabah.

“Polres Parepare siap bersinergi dalam setiap kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat. Donor darah ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara Polri, BUMN, instansi pemerintah dan masyarakat di Kota Parepare,” katanya.

Area Head Bank Mandiri Parepare Sazly Said Permana mengatakan donor darah tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-28 Bank Mandiri sekaligus bentuk kepedulian sosial.

“Semoga darah yang terkumpul dapat membantu stok darah di PMI dan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Sazly.

Bagi para peserta, aksi tersebut menjadi pengingat bahwa membantu orang lain tidak selalu membutuhkan langkah besar. Satu kantong darah yang didonorkan hari itu berpotensi menjadi bagian penting dalam menyelamatkan nyawa seseorang yang membutuhkan.

Momentum HUT Bank Mandiri ke-28 pun akhirnya tidak hanya dirayakan dengan bertambahnya usia perusahaan, tetapi juga melalui aksi sosial yang membawa manfaat bagi masyarakat.

Menelusuri Kekayaan Flora Sulawesi, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan UPT Kebun Raya Pucak Eksplorasi Tanaman di Kabupaten Bone

0

BONE, RADIOMESRA. COM – Kekayaan flora Sulawesi kembali menjadi perhatian melalui kegiatan Eksplorasi dan Konservasi Flora Sulawesi yang dilaksanakan oleh Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin bersama UPT Kebun Raya Pucak di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada 8–9 September 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Hutan Pertamina Hasanuddin, salah satu bentuk komitmen Pertamina dalam mendukung pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati. Eksplorasi dilakukan untuk mengenali potensi flora yang ada di Sulawesi, mendokumentasikan keberadaannya, serta mengidentifikasi jenis tanaman yang berpotensi dikembangkan sebagai bagian dari koleksi di Kebun Raya Pucak.

Sebelum melakukan eksplorasi, lima perwakilan Pertamina Patra Niaga AFT Hasanuddin bersama sebelas perwakilan UPT Kebun Raya Pucak terlebih dahulu melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Cenrana. Koordinasi ini dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai karakteristik kawasan serta menentukan lokasi yang sesuai untuk eksplorasi flora. Langkah tersebut juga menjadi bagian penting untuk memastikan kegiatan dilaksanakan secara terarah dengan tetap memperhatikan aspek konservasi, kondisi habitat, serta ketentuan pengelolaan kawasan hutan. Sinergi dengan KPH Cenrana turut memperkuat kolaborasi lintas pihak dalam mendukung kegiatan konservasi.

Selama kegiatan, tim melakukan penelusuran dan pengamatan langsung terhadap flora di sekitar permukiman penduduk dan lahan terbuka hijau. Pendampingan dari personel UPT Kebun Raya Pucak dilakukan untuk memastikan proses eksplorasi dan pengelolaan material tanaman tetap memperhatikan prinsip-prinsip konservasi.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyampaikan bahwa kegiatan eksplorasi merupakan langkah nyata untuk mendukung pelestarian keanekaragaman hayati sekaligus memperkuat kolaborasi dengan lembaga konservasi dan pengelola kawasan hutan.

“Melalui program Hutan Pertamina Hasanuddin, kami ingin turut menjaga kekayaan flora lokal agar dapat terus dipelajari, dikonservasi, dan dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat. Kolaborasi dengan UPT Kebun Raya Pucak dan KPH Cenrana menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan konservasi berjalan dengan memperhatikan kondisi habitat dan prinsip-prinsip pelestarian lingkungan,” ujar Lilik.

Lilik menambahkan, program ini juga sejalan dengan kontribusi Pertamina terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 15: Ekosistem Daratan, melalui dukungan terhadap konservasi keanekaragaman hayati dan pengembangan koleksi flora lokal. Kegiatan ini turut mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi antara dunia usaha, lembaga konservasi, dan pengelola kawasan hutan. Sementara itu, pengembangan Kebun Raya Pucak sebagai ruang pembelajaran mengenai tumbuhan lokal juga memiliki keterkaitan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam memperluas kesempatan edukasi lingkungan bagi masyarakat.

“Upaya menjaga keanekaragaman hayati membutuhkan kerja sama berbagai pihak dan kesinambungan program. Kami berharap eksplorasi flora di Bone ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan jumlah dan variasi koleksi tanaman di Kebun Raya Pucak, sekaligus mendukung peningkatan indeks keanekaragaman hayati,” lanjutnya.

Dari tiga titik lokasi eksplorasi, tim berhasil memperoleh enam jenis flora, yaitu Clitoria ternatea (Fabaceae) atau bunga telang; Artocarpus elasticus (Moraceae) atau tarro’; Artocarpus altilis (Moraceae) atau baka’ (sukun); Premna serratifolia (Lamiaceae) atau buas-buas; Aegle marmelos (Rutaceae) atau maja; serta Aleurites moluccanus (Euphorbiaceae) atau kemiri.

Tanaman tersebut dibawa ke UPT Kebun Raya Pucak untuk mendapatkan perawatan terlebih dahulu dan selanjutnya menjadi bagian dari proses pengembangan koleksi tanaman. Tanaman yang memenuhi kriteria dan ketentuan konservasi akan diarahkan untuk dikembangkan dan dipelihara sebagai tanaman koleksi maupun nonkoleksi.

Kepala UPT Kebun Raya Pucak, Thamrin, menyampaikan bahwa hasil eksplorasi merupakan salah satu tahapan penting dalam mendukung fungsi kebun raya sebagai lembaga konservasi tumbuhan secara ex-situ. Ia juga mengapresiasi kerja sama yang terjalin bersama Pertamina.

“Kami berterima kasih kepada Pertamina karena kegiatan eksplorasi singkat ini membangun sinergi dalam menjaga dan menggali potensi flora untuk kemudian dikembangkan di Kebun Raya Pucak. Harapan kami, ke depannya program Hutan Pertamina Hasanuddin ini berhasil mengonservasi lebih banyak tanaman koleksi dan nonkoleksi,” ungkap Thamrin.

Lebih dari sekadar menambah jumlah tanaman, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran Kebun Raya Pucak sebagai pusat konservasi, penelitian, pendidikan, dan wisata berbasis keanekaragaman hayati. Penambahan koleksi flora Sulawesi juga menjadi upaya untuk menghadirkan ruang pembelajaran mengenai kekayaan tumbuhan lokal kepada masyarakat.

Kolaborasi Pertamina, UPT Kebun Raya Pucak, dan KPH Cenrana menunjukkan bahwa upaya menjaga keanekaragaman hayati dapat dilakukan melalui langkah konkret di lapangan. Dari proses koordinasi, eksplorasi, hingga konservasi di kawasan kebun raya, setiap tahapan menjadi bagian dari upaya menjaga kekayaan flora Sulawesi agar tetap lestari dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

Melalui program Hutan Pertamina Hasanuddin, PT Pertamina Patra Niaga AFT Hasanuddin berkomitmen untuk terus memperkuat kontribusi dalam perlindungan lingkungan, khususnya melalui program konservasi keanekaragaman hayati di Kebun Raya Pucak.

Media Contact:
Lilik Hardiyanto
Area Manager Communication, Relations & CSR
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi

Sambut Ramadan, Warga Pertanyakan Promo Tambah Daya Masjid, Ini Penjelasan PLN ULP Mattirotasi

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Menjelang bulan suci Ramadan, fasilitas kenyamanan jemaah di masjid-masjid Kota Parepare mulai menjadi perhatian warga. Banyaknya sumbangan fasilitas listrik dari masyarakat seperti Air Conditioner (AC) dan kipas angin kerap tidak sebanding dengan kapasitas daya listrik masjid yang ada.

Hal tersebut disampaikan oleh Sultan, warga Ujung Bulu, dalam program Obrolan Santai (Obras) di Radio Mesra Parepare, Jumat (02/09/26). Sultan menyampaikan aspirasi masyarakat yang berharap PLN menyediakan program khusus atau potongan harga tambah daya untuk tempat ibadah.

“Banyak masjid mendapat sumbangan AC dan kipas angin, tetapi daya listriknya tidak memadai sehingga sering kali tidak bisa digunakan secara maksimal. Kami berharap ada program diskon atau bantuan tambah daya untuk masjid agar jemaah bisa beribadah dengan nyaman saat Ramadan nanti,” ujar Sultan.

Selain itu, Sultan juga menyoroti pentingnya kejelasan serta transparansi biaya tambah daya agar pengurus masjid dan jemaah memiliki pemahaman yang sama serta terhindar dari kesalahpahaman internal.

Menanggapi hal tersebut, Officer Transaksi Energi PLN UP3 ULP Mattirotasi Parepare, Muhammad Ulul Albab, menjelaskan bahwa PLN secara berkala memang menghadirkan promo tambah daya sebesar 50 persen untuk tempat ibadah, baik masjid, gereja, vihara, maupun rumah ibadah lainnya.

“Jika berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, PLN selalu menghadirkan promo diskon tambah daya menjelang momen-momen hari besar keagamaan, termasuk bulan Ramadan. Namun, untuk saat ini kami masih menunggu petunjuk teknis dan kebijakan resmi dari PLN Pusat,” jelas M. Ulul Al-Bab.

Ulul mengimbau pengurus masjid yang ingin menghemat biaya operasional untuk memantau pengumuman promo menjelang Ramadan. Meski demikian, bagi pengurus yang membutuhkan penambahan daya secara mendesak, pelayanan reguler tetap dapat diakses langsung melalui kantor PLN terdekat atau aplikasi layanan resmi PLN.

BPS Kota Parepare Imbau Warga Update Data Kesejahteraan Mandiri untuk Perubahan Status Desil

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Parepare menegaskan bahwa status kategori desil tingkat kesejahteraan masyarakat tidak bersifat permanen dan dapat berubah secara berkala. Perubahan posisi desil tersebut sangat bergantung pada pembaruan data secara mandiri yang dilakukan oleh masyarakat.

Kepala BPS Kota Parepare, Dian Ernawaty, SST., M.A.P., mempertegas bahwa warga yang ingin mengubah atau memperbarui informasi data kesejahteraannya dapat mengakses saluran resmi yang telah disediakan.

“Saya pertegas di sini bahwa desil itu bisa berubah. Bagaimana caranya? Caranya dengan melakukan update data. Pembaruan data bisa dilakukan langsung melalui kanal Cek DTKS, di mana warga dapat mengunggah sendiri perubahan datanya,” ujar Dian Ernawaty.

Dian menambahkan, proses pemeringkatan ulang atau ranking desil dilakukan secara berkala setiap tiga bulan sekali. Hal ini terjadi karena dalam satu kelompok desil, pembaruan data tidak hanya dilakukan oleh satu individu, melainkan juga oleh warga lainnya secara bersamaan.

“Perlu dipahami bahwa dalam satu kelompok desil, mungkin bukan cuma kita yang melakukan perubahan data. Tetangga atau warga lain juga mengunggah pembaruan data, sehingga pemeringkatan akan dihitung ulang setiap tiga bulan. Akibatnya, kondisi desil dapat berubah dari waktu ke waktu; bisa tetap berada di desil yang sama atau berpindah ke desil yang berbeda,” terangnya.

Melalui mekanisme ini, BPS mendorong masyarakat untuk aktif memastikan akurasi data kependudukan dan kesejahteraan keluarga agar bantuan sosial tepat sasaran.

Beda Peran dan Penggajian: Plt Kadisnaker Parepare Luruskan Polemik Manajer dan Pengurus KD-KMP

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Menanggapi adanya anggapan ketidakadilan terkait skema penggajian antara pengurus koperasi dan manajer pendamping Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KD-KMP), Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kota Parepare, Laode Arwah Rahman, memberikan klarifikasi mendalam mengenai perbedaan posisi dan mekanisme penggajian kedua pihak tersebut.

Laode Arwah Rahman menjelaskan bahwa pengurus koperasi dan manajer pendamping merupakan dua entitas yang berbeda secara fungsi, legalitas, maupun skema pengupahan. Manajer atau pendamping yang direkrut oleh pemerintah pusat merupakan tenaga kerja profesional yang dialokasikan khusus untuk bekerja full-time mengelola bisnis harian koperasi.

“Manajer pendamping ini adalah tenaga kerja profesional yang diangkat untuk mengelola bisnis koperasi dari jam ke jam. Karena sifat pekerjaannya yang full-time sebagai pegawai operasional, gaji mereka dialokasikan langsung dari anggaran pemerintah pusat melalui APBN untuk penguatan KD-KMP,” terang Laode.

Sementara itu, untuk pengurus koperasi, Laode menekankan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, pengurus adalah pemegang amanat tertinggi dari rapat anggota yang berfungsi sebagai pimpinan organisasi, bukan pegawai harian operasional.

“Pengurus itu adalah pimpinan organisasi pemegang amanat anggota, bukan pegawai harian. Oleh karena itu, skema pengupahannya berbeda. Pengurus memperoleh insentif atau honorarium dari persentase keuntungan operasional usaha koperasi serta pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU),” jelasnya.

Ia menambahkan, pengangkatan manajer profesional dari pusat dilakukan demi efisiensi, pengawasan, serta efektivitas pengelolaan modal negara dan barang subsidi yang dikelola koperasi. Diharapkan dengan pemahaman ini, tidak ada lagi salah paham terkait perbedaan peran serta hak keuangan antara pengurus dan manajer pendamping di lapangan.

40 Kg Sabu dan 157 Cartridge Etomidate, Satresnarkoba Parepare Limpahkan 4 Tersangka ke JPU

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Perkara dugaan penyalahgunaan narkotika dengan barang bukti 40 kilogram sabu dan 157 cartridge berisi liquid yang disebut mengandung etomidate memasuki tahap baru. Satresnarkoba Polres Parepare melimpahkan empat tersangka beserta barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Pelimpahan tahap II dilakukan di Kejaksaan Negeri Parepare pada Kamis (01/10/26), setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau P21.

Empat tersangka dalam perkara tersebut masing-masing berinisial N (39), F (35), SM (27), dan JWV (37). Keempatnya diproses dalam perkara dugaan penyalahgunaan narkotika sebagaimana sangkaan yang tercantum dalam berkas perkara.

Barang bukti utama yang diserahkan dalam perkara tersebut berupa 40 kilogram sabu dan 157 cartridge berisi liquid yang disebut mengandung etomidate.

Selain itu, terdapat tiga karung putih, enam dus karton, lima unit telepon seluler iPhone, serta uang tunai Rp2,2 juta yang turut dilimpahkan kepada JPU.

Kasat Narkoba Polres Parepare IPTU Jufri Pele, S.H., mengatakan kelengkapan berkas menjadi dasar bagi penyidik untuk melanjutkan perkara ke tahap penuntutan.

“Berkas perkaranya sudah cukup dan lengkap untuk kami serahkan kepada JPU,” ujar Jufri.

Dalam berkas perkara, para tersangka disangkakan melanggar Pasal 114 ayat (2), Pasal 132 ayat (1), dan Pasal 119 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, atau Pasal 609 ayat (2) huruf a dan b UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Setelah pelimpahan tahap II, proses perkara selanjutnya berada pada kewenangan jaksa untuk memasuki tahapan penuntutan. Barang bukti yang telah diserahkan akan menjadi bagian dari materi pembuktian dalam proses hukum berikutnya. (*)

Kembali Laksanakan Jumat Curhat di Pemukiman Warga, Kapolsek Ujung Ingatkan Bahaya Kebakaran

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Jumat Curhat, wadah pertemuan Polisi dan Masyarakat, kembali di laksanakan oleh Kapolsek Ujung Polres Parepare AKP. Sukri Abdullah.

Dengan metode seperti Tudang Sipulung, AKP. Sukri menemui warga RW 3 Lapadde yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Parepare.

Kegiatan ini di hadiri oleh sejumlah warga RW 3 dan mahasiswa KKN UNM, didampingi Bhabinkamtibmas Aiptu Mustaming Endang, dan Aiptu Erwin.

Di hadapan warga, Kapolsek mengingatkan agar bersikap waspada terhadap bahaya kebakaran lahan maupun kebakaran rumah. Kata dia, angin kencang yang berhembus kuat saat ini dapat menyebarkan api dengan cepat melahap semuanya dalam sekejap.

Kapolsek juga mengingatkan dampak dari fenomena El Nino yang akibatkan kemarau panjang, kekeringan, gagal panen dan kekurangan air bersih. Akibat dari El Nino menurut AKP. Sukri, dapat juga berpotensi meningkatnya gangguan Kamtibmas, seperti tindak pidana pencurian.

Pada sesi dialog, warga yang bernama Darwis yang tinggal di RT 2 RW 3 Lapadde, menyampaikan di lokasi tempat tinggalnya, terdapat lahan yang ditumbuhi pohon jati dimana setiap hari daunnya berguguran memenuhi rumah warga sekitar. Menurutnya, daun – daun yang kering itu menjadi sampah berserakan, dan juga dapat menjadi sarana menyebarkan api dengan cepat. Ia pun meminta kiranya polisi dapat menyampaikan kepada pemilik lahan untuk memperhatikan hak itu.

Permintaan itu di sanggupi oleh Kapolsek meminta Bhabinkamtibmas Aiptu Mustaming Endang menindak lanjuti untuk bertemu dengan pemilik lahan itu yang tinggal di Jalan Jend. Ahmad Yani.

Warga yang bernama Ali, warga RW 3, menyoroti soal pelanggaran lalu lintas yang kerap terjadi di Jalan Kasuari.

” Jalan kasuari itu pak larangan masuk, namun di terobos juga oleh pemotor yang ingin memintas tembus ke Ahmad Yani, ini kerap membuat pertemuan arus antara pemotor, dapat membuat kecelakaan lalu lintas “. Kata Ali.

Kejadian di Jalan Kasuari ini dikatakan Kapolsek juga disoroti oleh warga di beberapa kegiatan Jumat Curhat sebelumnya.

” Masukan soal di kasuari ini kami terima di beberapa Jumat Curhat sebelumnya, ini akan jadi perhatian kami, terimakasih atas masukan dan infonya “. Ucap AKP. Sukri.

Jumat Curhat yang berlangsung di rumah kediaman Ketua RW 3, Saharuddin, berjalan dengan baik, menjadi sarana bagi polisi untuk semakin dekat dengan warga. Bagi mahasiswa, kesempatan ini juga menjadi sarana lebih mengenal sosok polisi yang bertugas melayani dan mengayomi masyarakat.

Sekitar pukul 10.30 wita, Kapolsek meninggalkan lokasi Jumat Curhat, kegiatan berjalan selama 60 menit dengan baik dan lancar.

Satlantas Polres Parepare Sisir Jalan Rawan Balap Liar, Ini Lokasinya

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Sejumlah ruas jalan di Kota Parepare menjadi perhatian kepolisian dalam upaya mencegah balap liar yang berpotensi membahayakan pengguna jalan. Pengawasan menyasar kawasan Jalan Baumassepe hingga Jalan Mattirotasi yang menjadi bagian dari jalur patroli Satlantas Polres Parepare.

Langkah pencegahan ini dilakukan untuk mengantisipasi penggunaan jalan umum sebagai arena balapan sekaligus mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas. Kawasan depan SMP Negeri 9, Monumen Habibie-Ainun, Masjid Terapung, hingga Patung Kuda termasuk dalam titik yang dipantau.

Kasat Lantas Polres Parepare, AKP Dr. Rusdi Yunus, menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga keselamatan di jalan raya.

“Jalan umum bukan tempat untuk melakukan balap liar karena risikonya tidak hanya mengancam keselamatan pelaku, tetapi juga pengguna jalan lainnya. Kami mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga ketertiban dan tidak terlibat dalam aktivitas yang membahayakan,” ujar Rusdi.

Selain mengantisipasi balap liar, pengawasan lalu lintas juga diarahkan untuk mencegah pelanggaran dan meminimalkan potensi kecelakaan. Warga yang berada di lokasi yang diduga menjadi tempat berkumpulnya pelaku balap liar diimbau untuk meninggalkan area tersebut.

Upaya ini menjadi bagian dari langkah preventif kepolisian dalam menjaga keamanan berlalu lintas di Kota Parepare. Namun, pencegahan balap liar tidak cukup hanya mengandalkan patroli. Kesadaran pengendara dan kepedulian masyarakat turut menentukan keamanan jalan raya.

Masyarakat, khususnya kalangan muda, diharapkan tidak menjadikan jalan umum sebagai tempat menguji kecepatan kendaraan. Minat terhadap otomotif dan balap sebaiknya disalurkan melalui arena resmi yang memiliki standar keselamatan memadai.

Dengan demikian, jalan raya dapat tetap digunakan sesuai fungsinya sebagai ruang lalu lintas bersama, tanpa membahayakan pengendara maupun masyarakat di sekitarnya.

Kakanwil Ditjenpas Sulsel Resmikan Proyek Perubahan Kalapas Parepare, Hadirkan Inovasi Ketahanan Pangan Berbasis Smart Farming

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Hernowo, secara resmi meluncurkan proyek perubahan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Parepare pada Kamis, 1 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Lapas Parepare ini turut dihadiri Wali Kota Parepare beserta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Proyek perubahan yang diluncurkan mengusung judul “Transformasi Pembinaan Kemandirian WBP melalui Ekosistem Ketahanan Pangan Cerdas Berkelanjutan di Lapas Kelas IIA Parepare.” Inovasi ini merupakan upaya pengembangan program pembinaan kemandirian warga binaan melalui pemanfaatan teknologi pertanian modern yang berorientasi pada ketahanan pangan berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, Kakanwil Ditjenpas Sulsel, Hernowo, secara langsung meresmikan proyek perubahan yang digagas oleh Kepala Lapas Kelas IIA Parepare, Marten, Bc.IP., S.H., M.H. Peresmian ini menjadi bagian dari upaya mendorong inovasi pembinaan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta memiliki manfaat nyata bagi warga binaan.

Usai prosesi peresmian, Kakanwil Ditjenpas Sulsel bersama Wali Kota Parepare dan jajaran Forkopimda meninjau langsung sejumlah fasilitas pendukung proyek perubahan. Peninjauan tersebut meliputi greenhouse budidaya hidroponik dan kebun ketahanan pangan yang telah dikembangkan di lingkungan Lapas Parepare.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat penerapan sistem smart farming yang digunakan dalam pengelolaan area budidaya. Pemanfaatan teknologi ini menjadi bagian dari inovasi untuk mendukung pengelolaan pertanian yang lebih terencana, efisien, dan berkelanjutan sekaligus memperluas sarana praktik bagi warga binaan.

Melalui proyek perubahan ini, Lapas Parepare mengembangkan pendekatan pembinaan kemandirian yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga pada pemanfaatan teknologi dan penguatan ekosistem ketahanan pangan. Kehadiran Wali Kota Parepare dan unsur Forkopimda dalam kegiatan tersebut turut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dalam mendukung pengembangan program pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.

Peluncuran proyek perubahan ini menjadi langkah pengembangan inovasi pembinaan kemandirian di Lapas Kelas IIA Parepare. Dengan mengintegrasikan budidaya hidroponik, kebun ketahanan pangan, dan sistem smart farming, Lapas Parepare berupaya mewujudkan pembinaan yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat “Bergerak Prima, Pelayanan Luar Biasa.”

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare