31.2 C
Pare-Pare
Jumat, Oktober 23, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 11

Polsek Ujung Gelorakan Shalat Subuh Berjamaah Sampaikan Pesan Kamtibmas

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Menindak lanjuti atensi Kapolres Parepare AKBP. Phunky Mahendra Borniawan terkait mewujudkan Polisi yang bermoral, Berintegritas dan Bermasyarakat, dalam bingkai Program Kapolri Jend. Suyudi Ario Seto yaitu Polisi Bersama Masyarakat, jajaran Polsek Ujung Polres Parepare menggelorakan Shalat Subuh Berjamaah di masjid – masjid yang ada di didalam wilayah Polsek Ujung.

Gelora Shalat Subuh Berjamaah ini di lakukan setiap hari oleh seluruh personil Polsek Ujung di masjid – masjid sesuai dengan floating yang telah ditetapkan. Uniknya, kehadiran polisi laksanakan shalat berjamaah menggunakan pakaian dinas polisi, yang di rangkaikan dengan penyampaian pesan – pesan Kamtibmas yang perlu di ketahui oleh jamaah masjid.

” Shalat subuh itu adalah wajib bagi setiap muslim, termasuk anggota Polri yang muslim, kali ini kita gelorakan Shalat Subuh Berjamaah di masjid – masjid sambil menyampaikan pesan Kamtibmas yang perlu diketahui jamaah, seperti kewaspadaan bahaya kebakaran, pencegahan tindak pidana atau pun gangguan Kamtibmas dan hal lainnya,.” Tutur Kapolsek Ujung AKP. Sukri Abdullah melalui keterangan tertulisnya saat di hubungi, senin (12/10/26)

Menurut Kapolsek, langkah menggelorakan Shalat Subuh Berjamaah ini adalah yang sangat positif.

” Banyak hal yang dapat di capai, termasuk menumbuh kembangkan moral dan spiritual kita, lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, kebersamaan dengan warga akan lebih sering, hal – hal yang perlu disampaikan kepada warga dapat terlaksana, baik itu dengan cara penyampaian singkat maupun penyampaian dari jamaah ke jamaah “. Jelasnya .

Pada dasarnya, lanjut Kapolsek AKP. Sukri, Polsek Ujung mendukung penuh setiap kebijakan Pimpinan Polri.

” Kita (Polsek Ujung) mendukung pemuh setiap atensi pimpinan Polri, dalam rangka mewujudkan Polri Bersama Masyarakat “. Tambahnya.

Ia pun mengajak segenap lapisan masyarakat untuk bersama – sama memakmurkan masjid, ” Mari kita Makmurkan masjid, kita gelorakan Shalat Subuh Berjamaah “. Pesan ajakan Kapolsek kepada segenap masyarakat.

Bhabinkamtibmas Lakessi Sosialisasikan Stop Kekerasan terhadap Perempuan, Warga Diimbau Berani Melapor

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Warga Kelurahan Lakessi, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, diimbau melaporkan kasus kekerasan terhadap perempuan melalui layanan Call Center Polri 110 atau Bhabinkamtibmas setempat. Imbauan tersebut disampaikan dalam sosialisasi dari rumah ke rumah di Jalan Lasinrang, Lorong Pertamina, ahad (11/10/26).

Sosialisasi dilakukan Bhabinkamtibmas Kelurahan Lakessi, Aiptu Nawir, melalui kegiatan sambang warga. Selain menyampaikan pesan pencegahan kekerasan terhadap perempuan, kegiatan itu menjadi sarana untuk menyerap informasi dan masukan dari masyarakat terkait keamanan lingkungan.

Warga yang mengetahui atau mengalami kekerasan terhadap perempuan diharapkan tidak mengabaikan kejadian tersebut. Pelaporan dapat dilakukan melalui Call Center Polri 110 maupun dengan menghubungi Bhabinkamtibmas setempat.

Pelaporan menjadi salah satu langkah awal agar dugaan kekerasan dapat ditindaklanjuti oleh pihak berwenang. Namun, efektivitas penanganan tetap bergantung pada tindak lanjut laporan, perlindungan terhadap korban, serta akses terhadap layanan pendampingan yang dibutuhkan.

Dalam kunjungan tersebut, Aiptu Nawir juga mengingatkan warga untuk menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Masyarakat turut diberi kesempatan menyampaikan saran maupun informasi yang berkaitan dengan situasi kamtibmas di wilayah mereka.

“Kami berharap kunjungan ini bisa membantu warga memahami langkah yang dapat dilakukan bila mengetahui atau mengalami kekerasan apalagi terhadap perempuan, termasuk melaporkannya melalui layanan 110”ujar Aiptu Nawir.

Kunjungan dan sosialisasi tersebut mendapat sambutan positif dari warga. Meski demikian, belum terdapat keterangan terperinci mengenai jumlah warga yang mengikuti kegiatan maupun bentuk tindak lanjut yang disiapkan untuk memastikan pesan pencegahan kekerasan menjangkau masyarakat secara luas.

Pencegahan kekerasan terhadap perempuan tidak hanya bergantung pada sosialisasi, tetapi juga pada keberanian korban atau saksi untuk melapor serta respons yang tepat dari pihak berwenang.

Karena itu, akses terhadap kanal pengaduan, kerahasiaan informasi korban, dan penanganan yang tidak menyalahkan korban menjadi aspek penting dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman.

Masyarakat yang mengetahui dugaan kekerasan dapat menghubungi Call Center Polri 110 atau melaporkannya kepada Bhabinkamtibmas setempat untuk memperoleh arahan lebih lanjut.(*)

Percasi Parepare Tetap Berlaga di Porprov 2026 Meski Anggaran Minim, Fokus Jaga Mental Atlet

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Pengurus Kota Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Parepare memastikan tetap berpartisipasi pada gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan 2026 di Bone dan Wajo. Keputusan ini diambil meski keterbatasan anggaran membayangi persiapan kontingen.

Ketua Percasi Kota Parepare, Dr. H. Kamaluddin Kadir, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen memenuhi kewajiban membawa atlet yang telah lolos kualifikasi. Pasalnya, seluruh atlet telah melalui tahapan seleksi ketat hingga berhasil meloloskan semua perwakilan pada Pra-Porprov di Jeneponto.

“Keputusan kita tetap akan mengikuti Porprov walau penyediaan anggaran sangat minim. Kami tetap memenuhi kewajiban karena ini terkait dengan psikologis atlet, official, serta pelatih yang sudah berjuang sejak awal,” ujar Kamaluddin.

Ia tidak memungkiri bahwa kondisi efisiensi anggaran dari pemerintah daerah memengaruhi mental bertanding para atlet. Akibat keterbatasan dana, rencana Training Center (TC) terpadu dengan mendatangkan pelatih nasional terpaksa dibatalkan. Saat ini para atlet terpaksa melakukan latihan mandiri dan sparing seadanya.

“Rencana awal kita ingin menyewa pelatih nasional, tetapi karena anggarannya tidak ada, program TC tersebut ditiadakan. Atlet kini latihan mandiri. Meski demikian, kami terus memotivasi mereka untuk tidak melihat keterbatasan dana, melainkan fokus mempersembahkan prestasi terbaik bagi daerah,” pangkasnya.

Bulog Parepare Tegaskan Beras SPHP Hanya untuk Konsumen, Bukan untuk Dijual Kembali

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Perum Bulog Cabang Parepare menegaskan bahwa beras SPHP ditujukan langsung untuk konsumsi masyarakat dan tidak diperbolehkan untuk diperjualbelikan kembali oleh pihak non-mitra. Teguran ini dikeluarkan menyusul ditemukannya indikasi toko non-RPK yang membeli beras SPHP dari pedagang lain untuk dijual ulang di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Pincab Bulog Parepare, Rahmi, menyatakan HET beras SPHP telah ditetapkan sebesar Rp62.500 per kemasan 5 kilogram (Rp12.500/kg). Namun di lapangan, mayoritas RPK menjual di kisaran Rp58.000 hingga Rp60.000 per sak.

“Beras SPHP ini dibeli untuk konsumsi langsung masyarakat, bukan untuk diperdagangkan lagi. Kami menemukan ada toko non-mitra RPK yang membeli dari RPK atau kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) lalu dijual kembali. Itu tidak diperbolehkan,” tegas Rahmi, Kamis (8/10/2026).

Guna mengantisipasi prapraktik spekulasi dan perantara, Bulog membatasi pembelian masyarakat maksimal 2 hingga 5 sak per konsumen di tingkat RPK. Selain itu, Bulog Parepare juga bekerja sama dengan Polres Parepare untuk memantau serta menindak tegas pihak yang menjual beras SPHP di atas ketentuan HET.

“Jika masyarakat menemukan ada yang menjual beras SPHP di atas HET, silakan laporkan kepada kami atau ke pihak Polres Parepare. Kami akan tindak lanjuti,” tambahnya.

 

Ngopi Berjamaah Bahas KUHP Baru: Mengedepankan Keadilan Bagi Korban dan Pelaku  

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Kejaksaan menggelar kegiatan “Ngopi Berjamaah” di Masjid Raya pada Jumat, (09/10/26), untuk mensosialisasikan pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Kasubsi 1 Intelijen, Nur Fajri, dan Kasubsi 2 Intelijen, Ainul Yasmin.

Dalam pemaparannya, Nur Fajri menjelaskan bahwa KUHP baru membawa paradigma yang jauh berbeda dibandingkan KUHP lama. Jika KUHP lama menganut sistem pembalasan (retributif) di mana pelaku langsung dihukum penjara, KUHP baru mengusung konsep pemulihan kembali atau keadilan restoratif (restorative justice).

“Dalam KUHP baru, tidak serta-merta orang yang melakukan tindak pidana ujung-ujungnya dipenjara. Jika ada perdamaian dan syarat-syarat terpenuhi, perkara dapat diselesaikan di luar pengadilan melalui mekanisme keadilan restoratif,” ujar Nur Fajri.

Meski demikian, penegдівan hukum restoratif tidak serta-merta berlaku untuk semua kasus, melainkan harus memenuhi syarat-syarat tertentu dan persetujuan dari korban. Selain itu, terdapat pula konsep pengakuan bersalah, di mana pelaku yang menyesali perbuatannya bisa mendapatkan keringanan hukuman.

Sementara itu, Kasubsi 2 Intelijen, Ainul Yasmin, menambahkan penjelasan terkait jenis-jenis pidana pokok yang diatur dalam KUHP baru. Jika dalam KUHP lama pidana mati menjadi salah satu pidana pokok utama, dalam KUHP baru pidana mati ditempatkan sebagai pidana yang bersifat khusus.

“Hakim wajib memberikan masa percobaan, misalnya selama 10 tahun bagi terpidana mati. Jika berkelakuan baik, hukuman mati tersebut bisa berubah menjadi seumur hidup atau 20 tahun penjara,” jelas Ainul Yasmin.

Selain itu, KUHP baru juga memperkenalkan jenis pidana baru berupa pengawasan dan kerja sosial, yang dapat diterapkan bagi tindak pidana tertentu dengan ancaman hukuman di bawah 5 tahun. Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat dapat memahami pembaruan hukum pidana yang tidak hanya melindungi hak-hak korban, tetapi juga memperhatikan aspek keadilan bagi pelaku.

Antisipasi Dampak Kabut Asap, Plt Kadis Kesehatan Parepare Imbau Warga Gunakan Masker dan Lindungi Kelompok Rentan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Menanggapi maraknya kabut asap di Kota Parepare, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Parepare, Muh. Idris, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit bawaan.

Hal ini disampaikan Muh. Idris saat menjadi narasumber dalam program Obrolan Santai (Obras) di Radio Mesra Parepare pada Sabtu (10/10/26).

“Kami meminta masyarakat untuk menjaga kelompok-kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, serta warga yang memiliki riwayat penyakit jantung dan paru-paru karena kandungan partikel pada asap dapat memperburuk kondisi kesehatan mereka,” jelas Muh. Idris.

Guna meminimalisir risiko, pihak Dinkes merekomendasikan penggunaan masker standar seperti jenis KN95 atau N95 bagi warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah, serta membatasi kegiatan di luar ruangan jika tidak mendesak.

 

Wawali H. Hermanto Pimpin Sidak ASN di Parepare: Pastikan Kantor Pemerintah Tidak Kosong Saat Jam Kerja

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Wakil Wali Kota (Wawali) Parepare, H. Hermanto, bersama sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan kedisiplinan para Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sidak yang dilaksanakan pada hari Jumat, (09/10/26) ini menyasar sejumlah kantor pemerintahan, termasuk Dinas Pendidikan dan Puskesmas Madising Na Mario.

H. Hermanto mengungkapkan bahwa dalam sidak tersebut ditemukan beberapa ASN yang dikabarkan absen atau “lempah” karena bertepatan dengan hari Jumat. Menanggapi hal tersebut, ia memberikan instruksi tegas agar tidak ada kantor pemerintahan yang dibiarkan kosong, khususnya di sektor pelayanan masyarakat seperti Dinas Pendidikan dan Puskesmas.

“Kenapa? Karena koordinasi dari sekolah-sekolah ketika ada yang dikoordinasikan, harusnya ada pelayanan di dinas pendidikan, begitu pun juga di puskesmas,” ujar H. Hermanto.

Kendati demikian, dari hasil peninjauan langsung secara keseluruhan, Wawali Parepare mengapresiasi tingkat kehadiran pegawai yang dinilai sudah cukup baik mencapai angka 90 hingga 95 persen hadir.

Bukan Sekadar Kunjungan, Bhabinkamtibmas Hadir di SMAN 4 Parepare saat LDKS

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Bhabinkamtibmas SMAN 4 Parepare, Aipda Mustaming, mendatangi UPT SMAN 4 Parepare pada Ahad (11/10/26), bertepatan dengan hari terakhir pelaksanaan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS). Kehadiran Bhabinkamtibmas Kelurahan Ujung Bulu tersebut menjadi bagian dari komunikasi kepolisian dengan lingkungan pendidikan.

LDKS merupakan salah satu kegiatan yang membantu siswa mengembangkan kemampuan memimpin, bekerja sama, serta memahami arti tanggung jawab. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu membangun kedisiplinan dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekolah.

Pelaksanaan kegiatan di lingkungan pendidikan juga memerlukan perhatian bersama agar berjalan tertib. Karena itu, komunikasi antara pihak sekolah dan kepolisian dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga hubungan yang baik sekaligus membangun kepedulian terhadap keamanan lingkungan belajar.

LDKS SMAN 4 Parepare berlangsung selama tiga hari dan berakhir pada Ahad,  (11/10/26). Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk memperoleh pengalaman di luar pembelajaran rutin, terutama dalam memahami kepemimpinan dan kerja sama.

Kunjungan Aipda Mustaming memperlihatkan pentingnya komunikasi antara kepolisian dan masyarakat, termasuk dengan pihak sekolah. Melalui interaksi langsung, Bhabinkamtibmas dapat menjalin hubungan dengan warga sekaligus memahami aktivitas yang berlangsung di wilayah tugasnya.

Lingkungan pendidikan menjadi salah satu ruang penting untuk membangun komunikasi tersebut. Sekolah tidak hanya menjadi tempat siswa menimba ilmu, tetapi juga lingkungan untuk membentuk karakter, menanamkan kedisiplinan, dan membiasakan perilaku bertanggung jawab.

Dalam konteks itu, hubungan yang baik antara sekolah dan kepolisian dapat membantu membuka jalur komunikasi ketika muncul persoalan yang berkaitan dengan keamanan maupun perilaku siswa. Komunikasi yang terjaga juga memungkinkan kedua pihak saling menyampaikan informasi sesuai kebutuhan.

Meski demikian, keterlibatan kepolisian di lingkungan sekolah tidak hanya berkaitan dengan pengawasan. Komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan dapat membantu sekolah dan kepolisian memahami persoalan sejak dini, sehingga langkah yang diperlukan dapat dibicarakan bersama sesuai kewenangan masing-masing.

Pendekatan tersebut penting karena persoalan di lingkungan pendidikan dapat melibatkan berbagai pihak. Dengan komunikasi yang baik, sekolah memiliki jalur untuk berkoordinasi apabila menghadapi situasi yang membutuhkan perhatian bersama.

Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa menjadi salah satu sarana untuk membekali pelajar dengan kemampuan yang berguna dalam kehidupan sekolah. Selain mengenalkan kepemimpinan, kegiatan ini mendorong peserta belajar mengambil tanggung jawab, menghargai pendapat orang lain, dan bekerja dalam kelompok.

Nilai-nilai tersebut tidak cukup dipahami selama pelatihan berlangsung. Siswa perlu menerapkannya dalam kegiatan sehari-hari, mulai dari menaati tata tertib, menghormati guru dan teman, hingga ikut menjaga ketertiban lingkungan sekolah.

Keberhasilan LDKS tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan pelatihan, tetapi juga oleh penerapan nilai-nilainya setelah kegiatan berakhir. Oleh sebab itu, dukungan sekolah dan lingkungan sekitar diperlukan agar pembelajaran yang diperoleh peserta dapat berlanjut dalam keseharian.

Kedisiplinan, misalnya, dapat dibangun melalui kebiasaan sederhana seperti datang tepat waktu, menyelesaikan tugas, dan mematuhi kesepakatan bersama. Sementara itu, tanggung jawab dapat tumbuh ketika siswa memahami peran masing-masing serta bersedia mempertanggungjawabkan tindakan yang dilakukan.

Kemampuan bekerja sama juga menjadi bekal penting bagi pelajar. Dalam kehidupan sekolah, siswa perlu berinteraksi dengan teman yang memiliki pandangan berbeda. Sikap saling menghargai dan kesediaan menyelesaikan persoalan melalui komunikasi dapat membantu menciptakan suasana belajar yang lebih baik.

Hubungan antara kepolisian dan sekolah dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperhatikan keamanan lingkungan pendidikan. Namun, komunikasi tersebut perlu berjalan secara proporsional dengan tetap menghormati peran sekolah dalam mendidik dan membimbing siswa.

Pihak sekolah memiliki tanggung jawab dalam membina peserta didik, sedangkan kepolisian menjalankan tugas sesuai kewenangannya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Koordinasi yang tepat dapat membantu kedua pihak bertukar informasi apabila menghadapi persoalan yang membutuhkan penanganan bersama.

Selain itu, komunikasi yang terjaga dapat mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif. Hubungan yang baik juga membuka ruang bagi penyelesaian masalah melalui dialog, dengan tetap mengutamakan kepentingan dan perkembangan siswa.

Kunjungan Bhabinkamtibmas Kelurahan Ujung Bulu ke SMAN 4 Parepare berlangsung saat sekolah menyelesaikan rangkaian LDKS selama tiga hari. Momentum tersebut menegaskan pentingnya hubungan antara lingkungan pendidikan dan masyarakat dalam mendukung pembentukan karakter pelajar.

Pada akhirnya, kegiatan kepemimpinan siswa diharapkan tidak berhenti pada berakhirnya pelatihan. Disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab perlu menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sekolah maupun pergaulan sehari-hari. Dengan dukungan lingkungan yang baik, siswa memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan karakter positif sekaligus berkontribusi terhadap terciptanya suasana pendidikan yang tertib dan nyaman.

Ngopi Bareng Warga, Cara Humanis Bhabinkamtibmas Polres Parepare Jaga Keamanan Lingkungan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tak selalu harus dilakukan melalui patroli atau pertemuan resmi. Terkadang, secangkir kopi dan obrolan santai di warung sederhana justru menjadi cara efektif untuk membangun kedekatan antara polisi dan masyarakat.

Suasana itulah yang terlihat dalam kegiatan Ngopi Kamtibmas yang dilakukan Aipda Nasir Cunnu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Mallusetasi, Polsek Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN) Polres Parepare.

Di sebuah warung kopi beratap tenda merah di pinggir jalan, Aipda Nasir duduk bersama sejumlah warga. Percakapan berlangsung santai, diselingi canda dan tawa. Tidak ada suasana kaku ataupun jarak yang membatasi komunikasi antara polisi dan masyarakat.

Melalui pendekatan sederhana tersebut, Aipda Nasir berupaya menjadikan warung kopi sebagai ruang terbuka bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban di lingkungan mereka.

Bangun Kepercayaan Lewat Obrolan Santai

Bagi seorang Bhabinkamtibmas, kedekatan dengan masyarakat menjadi salah satu modal penting dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Komunikasi yang terjalin secara langsung memungkinkan polisi memahami kondisi wilayah binaan sekaligus mendengar aspirasi warga.

Lewat kegiatan Ngopi Kamtibmas, masyarakat memiliki kesempatan untuk menyampaikan informasi, keluhan, maupun persoalan yang membutuhkan perhatian bersama tanpa harus menunggu adanya pertemuan formal.

Pendekatan ini juga diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Sebab, terciptanya situasi yang aman bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan kepedulian dan kerja sama seluruh elemen masyarakat.

Kapolsek KPN Polres Parepare, IPTU Suardi, S.E., menegaskan bahwa personel Bhabinkamtibmas diarahkan untuk aktif menyambangi warga dengan mengedepankan pendekatan humanis.

Menurutnya, kehadiran polisi di tengah masyarakat harus mampu menghadirkan rasa aman sekaligus membangun hubungan yang dilandasi kepercayaan.

“Ini wujud nyata Polisi Bersama Masyarakat. Melindungi, Mengayomi, Melayani. Bhabinkamtibmas harus hadir sebagai sahabat warga, mendengarkan keluh kesah warga, dan menjadi problem solver di wilayah binaannya,” jelas IPTU Suardi.

Polisi Hadir Bukan Sekadar Menjaga Keamanan

Kehadiran polisi dalam suasana informal seperti di warung kopi memberikan ruang komunikasi yang lebih terbuka. Warga dapat berinteraksi secara langsung, sementara petugas memperoleh kesempatan untuk mengenali persoalan yang berkembang di lingkungan binaannya.

Warga pun menyambut positif pendekatan tersebut. Mereka merasa lebih nyaman dan tidak canggung untuk menyampaikan permasalahan kepada polisi.

Interaksi sederhana ini menjadi bagian dari upaya membangun kemitraan antara kepolisian dan masyarakat. Dengan komunikasi yang terjaga, berbagai persoalan kamtibmas diharapkan dapat diketahui lebih dini dan ditangani melalui koordinasi yang tepat.

Melalui kegiatan Ngopi Kamtibmas, Polsek KPN Polres Parepare berupaya menegaskan bahwa pelayanan kepolisian tidak hanya hadir ketika terjadi gangguan keamanan. Polisi juga perlu berada di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi, serta membangun kebersamaan untuk menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif.

Sebab, di balik obrolan ringan dan secangkir kopi, ada pesan penting yang ingin dibangun: keamanan lingkungan akan semakin kuat ketika polisi dan masyarakat berjalan bersama.

Dekatkan Polisi dengan Masyarakat, Wakapolres Parepare Pimpin Safari Subuh

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Menguatkan sinergitas antara kepolisian dan masyarakat, Kepolisian Resor (Polres) Parepare kembali menggelar kegiatan Safari Subuh. Kali ini, Waka Polres Parepare, Kompol Saharuddin, S.H., M.H., M.Si. shalat Subuh berjamaah bersama warga di Masjid Al Fatihah, Jalan Mattiro Tasi Baru, Kelurahan Sumpang Minangae, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare.

Kegiatan ibadah sekaligus silaturahmi ini diikuti oleh, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah Masjid Al Fatihah.

Seusai pelaksanaan ibadah shalat Subuh berjamaah, Waka Polres Parepare berkesempatan memberikan arahan serta pesan-pesan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) secara langsung kepada para jamaah.

Dalam sambutannya, Kompol Saharuddin menyampaikan bahwa kegiatan Safari Subuh ini merupakan sarana efektif untuk mendekatkan Polisi Bersama masyarakat sekaligus mendengarkan langsung aspirasi serta keluhan warga terkait situasi keamanan di lingkungan sekitar.

“Melalui momentum shalat Subuh berjamaah ini, kami ingin memastikan kehadiran Polisi tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan Pelayan masyarakat. Kami mengimbau kepada seluruh warga untuk senantiasa bersama-sama menjaga kondusivitas lingkungan tempat tinggal masing-masing.”Ujarnya

Lebih lanjut Kompol Saharuddin Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan sekitar dan tidak ragu melaporkan potensi gangguan kamtibmas. Selain itu Peran Orang Tua terhadap Anak Penting

“Kami Mengimbau para orang tua agar lebih mengawasi pergaulan putra-putrinya guna mengantisipasi keterlibatan dalam aksi balap liar, tawuran, maupun penyalahgunaan narkoba.” Imbauannya

Selain itu Kabag log polres Parepare berpesan, Bijak Ber-Media Sosial Mengingatkan jamaah agar cerdas menyaring informasi serta tidak mudah terpengaruh oleh isu hoaks maupun provokasi yang dapat merusak kerukunan warga.

Waka Polres Parepare juga mengingatkan masyarakat, apabila membutuhkan bantuan kepolisian atau ingin melaporkan kejadian menonjol, dapat menghubungi layanan Call Center Kepolisian 110 (Bebas Pulsa / 24 Jam) Dumas, Kareba’i Kapolres serta Bhabinkamtibmas setempat atau Hotline Polres Parepare.

“Melalui kegiatan Safari Subuh ini, diharapkan keterbukaan dan kemitraan antara Polres Parepare dan masyarakat Kota Parepare terus terjalin erat demi mewujudkan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis”Pungkasnya

Pengurus dan jamaah Masjid Al Fatihah menyambut hangat kehadiran Waka Polres Parepare. Kehadiran pihak kepolisian di tengah-tengah jamaah memberikan rasa aman serta mempererat tali silaturahmi antara Polisi dan warga Sumpang Minangae.

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare