24.7 C
Pare-Pare
Minggu, Mei 31, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 10

Anggota DPRD Parepare, Jusvari Genda, Serap Aspirasi Warga Bacukiki di Tengah Efisiensi Anggaran

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Anggota DPRD Kota Parepare dari Fraksi PKS, Jusvari Genda, menggelar kegiatan Reses Kedua Tahun Sidang 2026 di wilayah Dapil Bacukiki, Kamis (14/05/26). Pertemuan yang berlangsung di Jalan Lasangga, Kelurahan Lompoe ini menjadi wadah bagi warga dari empat kelurahan untuk menyampaikan keluh kesah dan harapan mereka kepada wakil rakyat.

Dalam sambutannya, Jusvari mengungkapkan bahwa kondisi keuangan daerah tahun 2026 sedang mengalami tantangan besar akibat pemotongan anggaran dari Pemerintah Pusat sebesar 101 miliar Rupiah. Hal ini berdampak langsung pada kebijakan efisiensi di berbagai sektor, termasuk pengurangan volume kegiatan reses dan proyek pembangunan fisik.

“Kondisi keuangan seluruh daerah di Indonesia sedang mengalami efisiensi, termasuk kita di Parepare. Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat kami untuk tetap turun ke lapangan menjalankan tugas konstitusi dalam menampung aspirasi Bapak dan Ibu sekalian,” ujar anggota Komisi III DPRD tersebut.

Jusvari juga memberikan contoh konkret terkait efisiensi tersebut pada proyek perbaikan jalan di wilayah Lio Bulo. Meskipun awalnya direncanakan untuk pengaspalan penuh, keterbatasan anggaran membuat pengerjaan hanya bisa dilakukan sebagian. Ia menegaskan akan terus mengawal sisa pengerjaan tersebut agar bisa masuk dalam skema Anggaran Perubahan atau Anggaran Pokok tahun depan.

“Jangan berkecil hati jika usulan sebelumnya belum terealisasi penuh. Itu bukan berarti tidak dilaksanakan, melainkan tertunda. Kami di DPRD akan terus mengawal agar pemerintah tetap memprioritaskan apa yang menjadi kebutuhan mendasar masyarakat,” tutupnya di hadapan warga dari Kelurahan Lemoe, Lompoe, Galung Maluang, dan Watang Bacukiki.

Reses di Jompie, Andi Muh. Fudail Serap Keluhan Soal Intensitas Event hingga Masalah Banjir

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Anggota DPRD Kota Parepare dari Fraksi PKB, Andi Muh. Fudail (AFU), kembali menggelar reses titik kedua tahun sidang 2026 yang dipusatkan di wilayah Jompie, Kamis (14/05/26). Dalam pertemuan tersebut, sejumlah aspirasi krusial disampaikan warga, mulai dari keluhan penyelenggaraan event hingga masalah infrastruktur drainase.

Salah satu poin yang cukup menarik perhatian adalah keluhan warga Senggol terkait tingginya intensitas event di sekitar wilayah mereka. Warga merasa terganggu karena jadwal event yang terlalu padat setiap bulannya berdampak pada penurunan omzet penjualan pedagang lokal.

“Masyarakat berharap event jangan terlalu sering karena sangat mengganggu. Kalau bisa dalam sebulan itu satu atau dua kali saja. Karena selama sebulan ini terasa penuh (event), pedagang mengaku tidak mendapatkan penjualan maksimal,” ujar Andi Muh. Fudail usai menyerap aspirasi warga.

Selain masalah event, warga juga menyoroti masalah banjir di jalan Lahalede. Meskipun telah dilakukan pengerukan sedimen, warga menilai kapasitas debit air masih belum maksimal karena penyempitan arus air. Solusi yang ditawarkan warga adalah pembangunan decker besar menuju laut agar aliran air lebih lancar.

Terkait bantuan sosial, AFU memaparkan bahwa pada tahun 2026 ini terdapat lebih dari 40 calon penerima aspirasi, termasuk bantuan bedah rumah, etalase, hingga peralatan pertukangan. Ia juga melaporkan bahwa bantuan tahun 2025 seperti kapal nelayan dan alat tangkap telah terealisasi dengan baik.

“Semua masukan ini akan kami teruskan ke SKPD terkait dan Pemerintah Kota agar menjadi perhatian serius, terutama yang menyangkut hajat hidup orang banyak,” tutupnya.

Reses di Kawasan Lagota, Husain Muhammad Saud Soroti Masalah Drainase dan Lampu Jalan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Anggota DPRD Kota Parepare dari Fraksi Partai Gerindra, Husain Muhammad Saud, kembali menyerap aspirasi konstituennya dalam kegiatan reses yang berlangsung di kawasan Lagota, Kamis (14/05/2026). Dalam pertemuan tersebut, masalah infrastruktur dasar seperti drainase dan penerangan jalan menjadi keluhan utama warga.

Husain mengungkapkan bahwa warga di sekitar Jalan Andi Sinta mengeluhkan kondisi endapan selokan yang sudah cukup parah dan kerap memicu genangan air saat hujan deras. Menanggapi hal itu, ia mengaku telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan tindakan nyata.

“Saya sudah koordinasikan dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pemadam Kebakaran untuk bersama-sama dengan masyarakat mengangkat endapan yang ada di sana,” ujar Husain di hadapan warga.

Selain masalah drainase, warga di Jalan Tebe, tepatnya di sekitar rumah dinas Camat Soreang, mengusulkan penambahan lampu jalan melalui program “Lorong Peduli”. Warga meminta penambahan sekitar lima titik lampu baru karena kondisi jalan yang gelap dan dekat dengan area pemakaman.

Meski banyak aspirasi yang masuk, Husain memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah. Menurutnya, pemerintah saat ini lebih memprioritaskan program yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat banyak.

“Pemerintah memprioritaskan yang betul-betul dapat dinikmati oleh masyarakat banyak. Kalau hanya dinikmati satu-dua orang, mungkin belum bisa dilaksanakan sekarang karena skala prioritas,” tambahnya.

Politisi Gerindra ini menegaskan bahwa seluruh aspirasi, baik yang disampaikan langsung maupun secara tertulis melalui blangko reses, telah dikoleksi dan akan diinput ke dalam sistem data pemerintah untuk dikawal hingga tahap realisasi.

Reses di Kampung Baru, Suyuti Soroti Volume Sampah yang Membeludak dan Drainase Tersumbat

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Wakil Ketua I DPRD Kota Parepare, Suyuti, SE., kembali menyerap aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses yang berlangsung di Kelurahan Kampung Baru, tepatnya di Alya Cafe, Kamis (14/05/26). Dalam pertemuan tersebut, persoalan sampah dan infrastruktur drainase menjadi keluhan utama warga.

Suyuti mengungkapkan bahwa volume sampah di Kota Parepare mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dipicu oleh bergeliatnya sektor UMKM dan banyaknya event yang terselenggara di jalan-jalan protokol. Namun, lonjakan volume sampah ini tidak dibarengi dengan penambahan tenaga kebersihan.

“Volume sampah saat ini sangat membeludak karena UMKM kita semua sudah hidup kembali. Persoalannya, jumlah tenaga kebersihan kita masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Insyaallah, DPRD akan mengusulkan ke pemerintah untuk segera menambah tenaga lapangan agar sebanding dengan jumlah sampah yang ada,” ujar Suyuti.

Selain masalah sampah, warga juga mengeluhkan kondisi drainase yang memicu genangan saat hujan. Suyuti menyoroti proyek pengerjaan drainase di masa lalu yang hanya fokus pada penutupan dan estetika (dicor) tanpa melakukan pengerukan sedimen terlebih dahulu.

“Dulu drainase dicor tanpa dikeruk, hanya ditutup untuk dipercantik. Akibatnya, sekarang sedimen semakin tinggi. Kami mendorong pemerintah untuk melakukan pengerukan dan membuat ‘kantong sedimen’ di titik-titik tertentu agar air mengalir lancar dan sampah mudah dibersihkan,” tambahnya.

Menutup kegiatan tersebut, Legislator Partai NasDem ini mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam membuang sampah, terutama sampah plastik dari kemasan praktis yang sering digunakan UMKM. Kesadaran masyarakat dinilai sangat membantu tugas tenaga kebersihan di lapangan.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Salurkan 1.000 Paket Sembako melalui Program Pasar Murah di Makassar

0

MAKASSAR, RADIOMESRA. COM  – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Integrated Terminal Makassar menggelar program pasar murah bagi masyarakat prasejahtera di wilayah ring 1 operasi perusahaan yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Ujung Tanah, Makassar.

Melalui program ini, Pertamina menyediakan 1.000 paket sembako berisi beras 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, gula pasir 2 kilogram, susu kental manis, kecap manis, dan sarden. Paket tersebut dapat diperoleh masyarakat dengan harga Rp30 ribu atau sekitar 15 persen dari total nilai paket yang disediakan.

Program pasar murah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga akses pangan bagi keluarga yang membutuhkan di sekitar wilayah operasi perusahaan.

Selain pelaksanaan pasar murah, kegiatan ini juga diramaikan dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat, promo penggantian oli kendaraan, serta program penukaran tabung LPG 3 Kg ke Bright Gas 5,5 Kg sebagai bagian dari edukasi penggunaan produk LPG nonsubsidi yang lebih praktis bagi masyarakat.

Camat Ujung Tanah, Andi Unru, S.STP, SAP, M.A.P menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program pasar murah yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kegiatan pasar murah seperti ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau. Kami mengapresiasi dukungan Pertamina Patra Niaga yang terus hadir melalui program sosial bagi masyarakat di Kecamatan Ujung Tanah,” ujar Andi Unru.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto mengatakan kegiatan pasar murah merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus hadir memberikan manfaat sosial bagi masyarakat sekitar wilayah operasi.

“Pertamina terus mendorong program-program sosial yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, termasuk melalui penyediaan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” jelas Lilik.

Selain membantu masyarakat prasejahtera, kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 1 tanpa kemiskinan, poin 2 tanpa kelaparan, poin 3 kehidupan sehat dan sejahtera, serta poin 10 berkurangnya kesenjangan.

*Media Contact :*
Lilik Hardiyanto
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina
Patra Niaga Regional Sulawesi

Konferprov PWI Sulsel: Suwardi Tahir Daftar, Senior Ingatkan Marwah Organisasi

0

MAKASSAR, RADIOMESRA. COM – Gerimis tipis yang membasahi aspal Jalan Maccini Sawah seolah memberi nuansa syahdu saat rombongan besar bergerak menuju Kantor PWI Sulawesi Selatan, Rabu siang (13/05/26). Di bawah langit Makassar yang bergelayut mendung, sebuah babak baru dalam sejarah organisasi wartawan tertua di Indonesia ini resmi dipentaskan.

Membelah cuaca yang teduh, Ir. Suwardi Tahir tampil percaya diri dengan balutan kemeja putih bersih. Pilihan warna ini bukan sekadar gaya berpakaian, melainkan sebuah proklamasi visual tentang semangat persatuan, ketulusan hati, dan harapan besar akan lahirnya perubahan nyata di tubuh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel.

Siang itu, sosok yang akrab disapa ST ini secara formal menyerahkan berkas pendaftarannya sebagai bakal calon Ketua PWI Sulsel masa bakti 2026–2031. Sebagai jurnalis kawakan dengan jam terbang tinggi, langkah strategis ST langsung menjadi magnet perhatian di kalangan insan media se-Sulawesi Selatan.

Setia mendampingi di baris belakang, deretan tokoh kunci tampak mengawal ketat prosesi ini. Mulai dari Ketua Tim Pemenangan, H. Mappiar, hingga para loyalis seperti Ade Cahyadi, Ardhy M. Basir, James Wehantouw, Abdul Kadir, dan Abdullah Rattingan yang ikut memberi energi pada momen tersebut.

Meski hujan kecil masih turun membasuh pelataran kantor, kehangatan justru terasa saat rombongan “Gerakan Perubahan” ini disambut oleh jajaran Steering Committee (SC) Konferensi. Berkas pendaftaran diterima secara resmi oleh Muh. Arafah selaku Wakil Ketua SC, yang didampingi oleh Ketua Tim Verifikasi, H. Ismail Sellery.

Prosesi ini juga disaksikan langsung oleh para pemangku kepentingan organisasi, termasuk Koordinator SC Dr. H. Faisal Syam dan Sekretaris SC Manaf Rahman—yang secara menarik juga merupakan rival dalam bursa calon ketua—serta tim verifikasi lainnya seperti Fadil Sunarya, Sutati, dan Iwan Azis.

Namun, di balik formalitas administratif yang berjalan lancar, terselip pesan moral yang cukup mendalam bagi masa depan pers. Muh. Arafah menegaskan bahwa Kantor PWI adalah rumah bersama, sehingga tim verifikasi berkomitmen bekerja dengan menjunjung tinggi regulasi yang berlaku.

Hadir pula sosok senior yang cukup disegani, Anwar Sanusi. Mantan Sekretaris PWI Sulsel periode 2015–2020 ini sengaja datang untuk mengawal pendaftaran, namun alih-alih memanaskan suasana, ia justru membawa pesan yang menyejukkan bagi semua pihak.

Bagi Anwar, konferensi ini jangan sampai tereduksi menjadi sekadar arena perebutan kursi kekuasaan. Baginya, momentum ini adalah ruang suci untuk merawat marwah profesi dan menguatkan kembali tali persaudaraan di antara para juru warta.

“Profesi jurnalis kita memiliki panduan yang sakral, yakni PD/PRT, Kode Etik Jurnalistik, hingga Kode Perilaku Wartawan. Mari tunjukkan integritas kita sebagai pemilik sah organisasi ini agar semua proses berjalan elegan,” pesan Anwar Sanusi penuh penekanan.

Ketua SMSI Sulsel itu bahkan menukil pesan langit, Surah Al-Maidah ayat 8, sebagai kompas moral bagi para peserta Konferprov PWI Sulsel agar tetap berada di jalur yang benar.

“Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorongmu berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu jauh lebih dekat kepada takwa,” kutipnya, memberikan peringatan halus di tengah dinamika kompetisi.

Anwar sangat berharap agar demokrasi organisasi tetap dijaga dengan semangat sportivitas tinggi. Ia mendambakan sebuah konferensi yang tidak hanya demokratis dan bermartabat, tetapi juga tidak menyisakan luka hati bagi sesama rekan profesi.

Ia kembali mengingatkan bahwa memilih pemimpin bukanlah ajang kontes popularitas semata, melainkan mencari sosok yang benar-benar mampu memikul tanggung jawab besar organisasi ke pundaknya.

Kriteria pemimpin ideal menurutnya adalah mereka yang memiliki kejujuran, keberanian mengambil risiko, serta mampu menghadirkan solusi konkret atas berbagai persoalan. Seorang nakhoda harus berani mendahulukan kepentingan kolektif di atas ambisi pribadi atau kelompoknya.

“Pemimpin yang hebat itu tidak anti-kritik dan senantiasa terbuka pada masukan. Kepemimpinan itu bukan soal jabatan di atas kertas, tapi tentang teladan yang mampu menggerakkan orang lain,” imbuhnya lagi.

Saat gerimis mulai mereda di Jalan Maccini Sawah, prosesi pendaftaran pun usai dengan kesederhanaan yang bermakna. Namun, pesan yang tertinggal siang itu sangat jelas: bahwa kontestasi di dunia wartawan harus tetap berpijak pada etika, integritas, dan persaudaraan tanpa batas. (*)

Warga Lauleng Apresiasi Langkah Dinas PUPR Parepare Pantau Rencana Pengerukan Sungai

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Warga Lauleng, Kecamatan Soreang, memberikan apresiasi atas langkah responsif Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Parepare dalam menindaklanjuti keluhan terkait pendangkalan Sungai Lauleng.

Dalam program “Obras” di Radio Mesra pada Selasa (12/05/26), salah seorang warga bernama Umar mengungkapkan rasa terima kasihnya. Ia menyebutkan bahwa pihak Dinas PUPR telah turun langsung melakukan peninjauan lokasi (survei) serta sosialisasi kepada masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai.

“Kami sangat berterima kasih karena Dinas PUPR sudah melakukan peninjauan lokasi, khususnya di bagian hilir Sungai Lauleng. Kemarin juga sudah ada sosialisasi dengan warga yang terdampak maupun warga yang lahannya akan dilalui alat berat nantinya,” ujar Umar.

Umar menjelaskan bahwa sosialisasi ini sangat penting untuk mencegah terjadinya miskomunikasi saat alat berat (ekskavator) mulai bekerja. Menurutnya, meskipun jadwal pasti pengerukan belum ditetapkan, kehadiran petugas di lapangan telah memberikan harapan baru bagi warga yang selama ini khawatir akan potensi banjir akibat pendangkalan sungai.

“Kondisi sungai di bagian bawah memang sudah menyempit dan dangkal. Jadi kami sisa menunggu eksekusinya. Sebagai warga, kami siap mendukung, bahkan lahan pribadi saya pun kalau harus dilewati alat demi kepentingan orang banyak, saya rasa tidak ada masalah,” tambahnya.

Sebelumnya, pengerukan serupa dikabarkan telah dilakukan di area hulu dekat SMPN 6 Parepare. Warga berharap pengerukan di wilayah hilir dapat segera terealisasi sebelum memasuki musim penghujan ekstrem.

Jelang Idul Adha, Dinas PKP Parepare Perketat Pengawasan Hewan Kurban dari Luar Daerah

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (PKP) Kota Parepare mulai memasifkan pengawasan lalu lintas hewan kurban yang masuk ke wilayah Kota Parepare. Hal ini dilakukan guna memastikan seluruh hewan yang akan disembelih pada Idul Adha 1447 H mendatang dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat.

Kepala Dinas PKP Kota Parepare, Ir. Wildana, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memetakan tiga lokasi utama sebagai titik pengawasan lalu lintas ternak. Pengawasan ini akan diintensifkan mendekati hari pelaksanaan kurban.

“Kami ada kegiatan untuk pengawasan lalu lintas ternak di tiga lokasi pada waktu yang mendekati hari H,” ujar Ir. Wildana dalam program Ngopi Berjamaah, Jumat (08/05/26).

Wildana mengimbau kepada para pedagang atau masyarakat yang mendatangkan hewan kurban dari luar Parepare sebelum jadwal pemeriksaan di titik tersebut untuk segera melapor secara mandiri ke Dinas PKP. Hal ini penting agar petugas medis dapat segera melakukan pemeriksaan dan menerbitkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

Selain pengawasan di pintu masuk, Dinas PKP juga menyediakan layanan Callnac Center (Call Center Peternakan) bagi masyarakat. Layanan ini tetap siaga bahkan hingga hari Tasyrik.

“Jika ada sapi yang datang pada hari H atau tiga hari Tasyrik, silakan lapor ke Callnac Center. Petugas kami akan turun ke lokasi-lokasi pemotongan untuk memeriksa SKKH-nya,” tambahnya.

Meski saat ini Kota Parepare baru didukung oleh lima orang dokter hewan, Ir. Wildana memastikan pelayanan akan tetap maksimal demi menjamin kualitas daging kurban bagi masyarakat Parepare.

Peringati Hardiknas 2026, Wali Kota Parepare Tasming Hamid Tekankan Pendidikan Berbasis Kasih Sayang

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Pemerintah Kota Parepare menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 di Lapangan Andi Makkasau, Selasa (13/05/26). Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Parepare, H. Tasming Hamid, bertindak sebagai pembina upacara.

Dalam sambutannya, Tasming Hamid mengajak seluruh elemen pendidikan untuk melakukan refleksi mendalam mengenai spirit pendidikan nasional. Ia menekankan bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan proses memanusiakan manusia.

“Pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih dan sayang untuk memanusiakan manusia,” ujar Tasming di hadapan para peserta upacara.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa esensi pendidikan adalah menemukan dan menumbuhkembangkan fitrah alami manusia sebagai makhluk Tuhan yang mulia. Beliau juga mengingatkan kembali ajaran Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, mengenai sistem Asah, Asih, dan Asuh.

Prinsip tersebut, menurut Tasming, harus menjadi dasar dalam mendidik generasi muda, di mana kasih sayang (Asih) dan pendampingan serta pembinaan (Asuh) menjadi kunci utama dalam memuliakan peserta didik.

Upacara ini berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, pejabat lingkup Pemkot Parepare, serta perwakilan guru dan siswa se-Kota Parepare.

Warga Binaan Tetap Memilih: KPU Parepare Perkuat Validitas Data Pemilih di Lapas Kelas IIA Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Dalam upaya memastikan keakuratan data pemilih di lokasi khusus serta menjamin terpenuhinya hak pilih warga binaan, KPU Kota Parepare melaksanakan koordinasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kota Parepare, Rabu (13/05/26).

Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Kota Parepare, Kalmasyari, menyampaikan bahwa berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan, pihaknya terus melakukan sinkronisasi data warga binaan. Hal ini bertujuan agar mereka tetap terdaftar sebagai pemilih sesuai ketentuan yang berlaku.

“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen KPU untuk memastikan seluruh warga negara, tanpa terkecuali, tetap memiliki hak pilih yang terlindungi, termasuk warga binaan di lembaga pemasyarakatan,” ujarnya.

Koordinasi tersebut disambut baik oleh Pelaksana Harian Kepala Lapas Kelas IIA Parepare, Abdullah. Ia menyatakan kesiapan pihaknya untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan KPU, khususnya dalam penyediaan data dan informasi terkait status warga binaan.

Melalui koordinasi PDPB ini, KPU Kota Parepare menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama dalam demokrasi. Upaya ini menjadi bukti bahwa meskipun berada di balik jeruji, hak pilih warga binaan tetap diperhatikan, didata, dan dijaga keberlangsungannya.

Dalam rapat koordinasi ini, hadir pula Kasubag Perencanaan Data dan Informasi (Rendatin) Siti Kadriyah Kadir, Admin dan Operator Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih) KPU Parepare.

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare