31.2 C
Pare-Pare
Jumat, Oktober 23, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 12

Dipimpin Suwardi Thahir, Pengurus PWI Sulsel Masa Bakti 2026–2031 Bakal Dilantik Ketum PWI Pusat

0

MAKASSAR, RADIOMESRA. COM — Pengurus Harian Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan terus mematangkan persiapan menjelang pelantikan jajaran pengurus baru periode 2026–2031. Prosesi pengukuhan yang khidmat ini dijadwalkan berlangsung di Ballroom Sandeq, Hotel Claro, Makassar, pada Sabtu, (17/10/26)

Rapat koordinasi persiapan tersebut digelar di Sekretariat PWI Sulsel, Jalan Maccini Sawah, Makassar, dan dipimpin langsung oleh Ketua PWI Sulsel terpilih, Ir. Suwardi Thahir, M.I.Kom. Selain menyempurnakan teknis pelaksanaan acara, agenda rapat juga merumuskan penganugerahan PWI Sulsel Award sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh-tokoh daerah yang konsisten menunjukkan kepedulian, kontribusi nyata, serta inspirasi bagi perkembangan dunia pers.

Dalam momentum sakral mendatang, Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, dipastikan hadir secara langsung untuk melantik kepengurusan PWI Sulsel 2026–2031 di bawah kepemimpinan Suwardi Thahir. Di lokasi yang sama, Ketua Umum IKWI Pusat, Indah Kirana, turut mengukuhkan Siti Faridah Suwardi sebagai Ketua Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Sulsel.

Ketua PWI Sulsel, Suwardi Thahir, menjelaskan bahwa jajaran pengurus dan anggota IKWI Sulsel siap menyambut serta mendampingi penuh rombongan Pengurus Pusat PWI dari Jakarta—termasuk Sekjen PWI Pusat Marten Selamet Susanto—selama merangkai agenda kegiatan di Kota Daeng.

“Kami mengawal ketat seluruh persiapan agar prosesi pengukuhan dan penyerahan penghargaan dapat berjalan lancar serta berkesan. Pelantikan ini menandai langkah awal komitmen kami dalam mengemban amanah dan membawa PWI Sulsel ke arah yang lebih progresif,” ungkap Suwardi Thahir.

Sejumlah tokoh penting dan pemangku kepentingan industri media dijadwalkan turut memeriahkan helatan tersebut, mulai dari para pimpinan media massa se-Kota Makassar, jajaran pengurus organisasi pers (seperti AJI, IJTI, AMSI, dan PFI), hingga jajaran pengurus PWI Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan.

Sebagai informasi, Suwardi Thahir terpilih secara aklamasi memimpin PWI Sulsel pada Konferensi Provinsi (Konferprov) yang digelar di Gedung Graha Pena, Makassar, Selasa (2/6/2026) lalu. Kepercayaan ini diperoleh setelah calon lainnya, Amrullah Basri Gani, memilih mundur untuk berkolaborasi secara solid demi kemajuan organisasi bersama.

Mengemban amanah kepemimpinan untuk lima tahun ke depan, Suwardi Thahir menegaskan komitmennya dalam membangun PWI Sulsel sebagai organisasi yang inklusif, responsif terhadap dinamika lanskap media digital, merangkul jurnalis muda, serta memperkuat proses regenerasi di tubuh organisasi wartawan tertua di Indonesia ini.

*PENGURUS PWI SULSEL 2026-2031*

Ketua: Suwardi Thahir
Wakil Ketua Bidang Organisasi: Mappiar HS
Wakil Ketua Bidang Pembelaan dan Pembinaan Hukum: Abdul Razak Arsyad
Wakil Ketua Bidang Pendidikan: Faisal Syam
Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan: Ihsan Dj
Wakil Ketua Bidang Kerja Sama: Ramah Praeska
Wakil Ketua Bidang Multimedia & IT: Ardiansyah Bandoe
Wakil Ketua Bidang Pengelolaan Aset: Ade Cahyadi

SEKRETARIS: Amrullah Basri Gani
Wakil Sekretaris I: Muh. Akbar
Wakil Sekretaris II: Megawati Umar

BENDAHARA: James Wehantouw
Wakil Bendahara: Iga Kumarimurti Diwia
Anggota Bendahara: Titiek K

SEKSI-SEKSI

Seksi Bidang Organisasi
Ketua: M. Nurhadi
Anggota:
– Suhidin
– Herman Barrung

Seksi Bidang Pendidikan
Ketua: Lukman
Anggota:
– Nurdin Tappa
– Serly Oktaviani Manda
– Muhammad Sumardi

Seksi Bidang Kesejahteraan
Ketua: Ronald H. Kontessa
Anggota:
– Muh Amin
– Yukemi Koto

Seksi Bidang Kerja Sama
Ketua: Suparno
Anggota:
– Takdir Abduh
– Henokh Palungan

Seksi Bidang Multimedia & IT
Ketua: Muhammad Alif
Anggota:
– M. Nur Halim
– Fatmawati

Seksi Bidang Pengelolaan Aset
Ketua: Basri
Anggota:
– Djalaluddin
– Sukma Paramita

Seksi Bidang Hukum
Ketua: Dedy Arianto
Anggota:
– Samiruddin
– Abadi Tamrin

Seksi Wartawan Olahraga (SIWO)
Ketua: Abdullah Rattingan
Sekretaris: Ramli
Anggota:
– Fadil Sunarya
– Mukti Jumain
– Amastasha

Seksi Wartawan Pertahanan dan Keamanan (Hankam)
Ketua: Widyawan Setiadi
Anggota:
– Arfandi
– Aco M. Paranrangi

PWI PEDULI
Ketua: Masrul Umar
Anggota:
– Mursalim Thahir
– Daswar M. Rewo
– Hasanuddin
– Shafwan Harunar Rasyid
– Nasution Jarre
– Erwin Kontessa
– Ernawati
– Rusli Amrullah

*Susunan Dewan Kehormatan PWI Sulsel*

1. M Dahlan Abubakar — Ketua
2. FAS Rahmat — Sekretaris
3. Faisal Palapa — Anggota
4. Ismail Asnawi — Anggota
5. Herry Kontessa — Anggota.

Wisuda XXIII STAI DDI, Kopertais Dorong Penambahan Prodi dan Status IAI

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) DDI Parepare menggelar Rapat Senat Terbuka Luar Biasa sekaligus Wisuda Sarjana XXIII Tahun Akademik 2026–2027, (10/10/26). Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri tokoh-tokoh penting, mulai dari PB DDI, Kopertais, pimpinan pondok pesantren, perwakilan pemerintah kota, hingga para dosen, alumni, orang tua, dan masyarakat.

Hadir dalam kesempatan itu Wakil Ketua Umum PB DDI, Drs. KH. Hilmy Ali Yafie, Kopertais Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua, Dr. KH. Nur Taufiq Sanusi, Ketua STAI DDI Parepare, Dr. Muh. Djunaidi, serta Pimpinan Pontren DDI Ujung Lare, Prof. Dr. KH. Abdul Rahim Arsyad, Lc., MA. Pemerintah Kota Parepare turut diwakili oleh Kepala Dinas (Kadis) Perpustakaan, H. Ahmad Masdar, M.Si.

Tahun ini STAI DDI mewisuda 62 sarjana dari jurusan Tarbiyah atau Pendidikan Agama Islam (PAI). Dalam sambutannya, Ketua STAI DDI menegaskan bahwa kampus terus berbenah dan membuka jurusan baru, dengan tekad melahirkan generasi yang mampu bersaing dengan perguruan tinggi lain berlandaskan akhlak mulia. Ia juga menekankan kualitas dosen dan manajemen kampus yang semakin profesional.

Walikota Parepare melalui perwakilannya menyampaikan harapan agar para alumni dapat berkolaborasi dengan pemerintah, serta mengamalkan ilmu yang diperoleh demi kemaslahatan umat dan masyarakat Parepare. “Ilmu harus digunakan secara profesional dan berakhlak,” tegas Ahmad Masdar.

Sementara itu, KH. Hilmy Ali Yafie menegaskan bahwa Parepare layak disebut sebagai kota peradaban DDI. Menurutnya, jejak perjuangan Gurutta KH. Abd. Rahman Ambo Dalle yang menekankan pendidikan agama berakhlak mulia masih terasa kuat hingga kini. Ia menyebut tiga pilar DDI berada di Mangkoso, Ujung Lare, dan Kaballangang.

Kopertais Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua, KH. Nur Taufiq Sanusi, M.Ag, menitipkan harapan agar STAI DDI terus menambah jurusan dan program studi. Ia mendorong wisudawan untuk mempromosikan kampus kepada keluarga dan masyarakat, serta mendukung cita-cita menjadikan STAI DDI sebagai Institut Agama Islam (IAI) DDI di masa depan.

Wisuda kali ini juga menorehkan prestasi membanggakan. Dua wisudawati terbaik adalah Putri Rahayu Ningsih, S.Pd dengan IPK 3,91 dan Putri Rahayu Dewi Ambarwati, S.Pd dengan IPK 3,97. Selain itu, dilakukan penyerahan buku alumni kepada Tajuddin, S.Pd.I sebagai simbol pentingnya peran alumni dalam pengabdian untuk umat dan agama.

Dengan semangat kebersamaan, STAI DDI Parepare menegaskan komitmennya mewujudkan generasi yang Macca, Malebbi, na Mabbarakka yaitu cerdas, berakhlak, dan membawa keberkahan bagi masyarakat.

Tegas! Kapolres Parepare, Tidak Ada Tempat Bagi Pelaku Premanisme dan Kejahatan di Kota Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Kepolisian Resor (Polres) Parepare menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Hukum Kota Parepare. Kapolres Parepare menyatakan dengan tegas bahwa tidak ada ruang maupun tempat bagi para pelaku aksi premanisme, kejahatan jalanan, maupun tindak pidana lainnya di Kota Parepare.

Pernyataan tegas ini disampaikan sebagai bentuk komitmen jajaran Polres Parepare untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga masyarakat serta pelaku usaha.

“Kami tegaskan, tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan, jalanan, maupun premanisme yang berani mengganggu ketenteraman di Kota Parepare. Setiap potensi kejahatan yang meresahkan warga akan kami tindak tegas sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” ujar Kapolres Parepare.

Dalam penyampaiannya Kapolres Parepare melakukan beberapa langkah diantaranya memerintahkan personel jajaran untuk Patroli Rutin dan Operasi Preventif, Tim khusus bersama personel gabungan Polres dan Polsek jajaran mengintensifkan patroli malam hingga subuh di titik-titik rawan tindak kejahatan jalanan, permukiman, serta pusat keramaian.

“ Kami Pihak kepolisian tidak akan memberikan toleransi terhadap segala jenis bentuk premanisme, pemerasan, aksi pemajakan liar, hingga penjambretan dan kejahatan jalanan lainnya. Kepada masyarakat untuk segera melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas yang ditemukan di sekitarnya.”tegasnya

Lebih lanjut Kapolres Parepare mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak takut melaporkan segala bentuk kejahatan atau tindak pemerasan yang dialami. Pihak kepolisian menjamin kerahasiaan identitas dan perlindungan bagi warga yang memberikan informasi.

“Masyarakat Kota Parepare dapat melaporkan kejadian menonjol atau aksi premanisme melalui Layanan Call Center Kepolisian, 110 (Bebas Pulsa / 24 Jam) Layanan WhatsApp / Hotline Kareba’i Kapolres, Dumas** atau melapor ke petugas Bhabinkamtibmas terdekat.

Dengan kesiapsiagaan jajaran Kepolisian dan dukungan masyarakat, Polres Parepare berkomitmen mewujudkan Kota Parepare yang aman, tertib, serta bebas dari aksi premanisme dan tindak kejahatan.

Polsek Kpn intens Patroli Blue Light Antisipasi Gangguan Kamtibmas

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM- Personil Piket gabungan fungsi Sabhara, Reskrim dan Intelkam Polsek KPN melaksanakan giat Patroli Blue light yang dipimpin oleh Ka Jaga Regu III Polsek KPN Aipda Yakub Tammu,

Patroli blue light itu menyasar di tempat yang dianggap rawan terjadinya gangguan kamtibmas seperti penganiayaan, teror, pelanggaran lalulintas, balap liar, kebakaran dan pencurian di wilayah hukum Polsek KPN.

Sebelum Melaksanakan kegiatan Patroli terlebih dahulu diawali dengan apel kesiapan dan arahan cara bertindak di lapangan, kepada personil polsek Kpn.

Kapolsek Kpn IPTU Suardi mengatakan, Giat Patroli diawali di Lapangan Andi Makkasau sekitaranJl. Bau Massepe Kel. Malusetasi Kec. Ujung Kota Parepare. Selanjutnya tim patroli menuju Jl. Sultan Hasanuddin, Jl. Kalimantan, Pelabuhan Cappa Ujung, Pelabuhan Lontangnge, Jl. Lasinrang, Jl. Ganggawa, Jl. veteran, Jl. Agussalim, serta Jl. Bau Massepe.

“ Setelah berputar di sejumlah wilayah atau titik yang dilalui personel Alhamdulillah tidak ada kegiatan yang menonjol, namun sejumlah masyarakat yang masih melakukan aktivitas di luar rumah kami sambangi dan menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, sehingga situasi dalam keadaan aman dan kondusif, “ ujarnya

Sekitar pukul 21.30 wita lanjut Iptu Suardi giat patroli dilanjutkan dengan kontrol di SPBU ujung Bulu Kota Parepare serta melakukan pengaturan arus lalin di Jl. Karaeng Burane Kel. Mallusetasi Kec Ujung Kota Parepare.

“Tidak ada aktivitas yang menonjol selama kegiatan patroli dilaksanakan Selanjutnya sekitar pukul 22.00 wita, tim Patroli Blue Light 3.1 Polsek KPN melaksanakan stanby di Mako Polsek kpn, Situasi aman dan terkendali.” Pungkasnya

Polres Parepare Bekali Satlinmas Cappa Galung, Perkuat Peran Warga Jaga Keamanan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Polres Parepare mendorong penguatan peran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan melalui pembekalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bagi peserta pelatihan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Kelurahan Cappa Galung, Kecamatan Bacukiki Barat, Jumat (09/10/26).

Langkah ini menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mendukung upaya pencegahan gangguan keamanan, terutama melalui koordinasi antara Satlinmas, pemerintah kelurahan, kepolisian, dan unsur TNI di wilayah setempat.

Pembekalan yang berlangsung di Kantor Kelurahan Cappa Galung, Kasat Binmas Polres Parepare AKP Anwar, S.H. , bersama Ps. Kanit Bintibsos Satbinmas Aipda Mustarif K., S.H., memberikan materi pemahaman mengenai kamtibmas menjadi bekal untuk mendukung perlindungan masyarakat dan menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing. Peran tersebut perlu dijalankan melalui komunikasi yang baik serta koordinasi dengan aparat berwenang.

Kasat Binmas Polres Parepare AKP Anwar menekankan pentingnya keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Menurutnya, kepolisian membutuhkan dukungan dan kepedulian masyarakat agar upaya pemeliharaan kamtibmas dapat berjalan secara optimal.

“Menjaga keamanan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Diperlukan kepedulian dan kerja sama seluruh unsur masyarakat, termasuk Satlinmas, agar potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi melalui koordinasi yang baik,” ujar Anwar.

Kerja sama tersebut penting karena masyarakat memiliki kedekatan dengan kondisi lingkungan tempat tinggalnya. Informasi mengenai persoalan yang berpotensi mengganggu ketertiban dapat disampaikan kepada aparat terkait untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan.

Meski demikian, keterlibatan Satlinmas tetap perlu memperhatikan batas tugasnya. Penanganan persoalan yang membutuhkan tindakan kepolisian harus dikoordinasikan dengan petugas berwenang, sehingga upaya menjaga keamanan tidak justru menimbulkan persoalan baru.

Keamanan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan penanganan setelah gangguan terjadi. Kewaspadaan, komunikasi ant warga, dan penyampaian informasi sejak dini juga menjadi bagian dari upaya pencegahan.

Dalam konteks itu, Satlinmas dapat mendukung terciptanya lingkungan yang tertib melalui pelaksanaan tugas perlindungan masyarakat sesuai ketentuan. Koordinasi dengan pemerintah kelurahan, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa juga diperlukan agar persoalan di wilayah setempat dapat ditangani melalui jalur yang tepat.

Bagi Polres Parepare, pembekalan melalui Satuan Binmas menjadi salah satu cara membangun komunikasi dengan masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban.

Namun, dampak pembekalan tidak cukup diukur dari terlaksananya kegiatan. Pemahaman peserta, penerapan pengetahuan dalam tugas sehari-hari, dan keberlanjutan koordinasi di tingkat kelurahan menjadi aspek penting untuk mendukung hasil yang nyata.

Kegiatan di Kelurahan Cappa Galung tersebut melibatkan unsur kepolisian, pemerintah kelurahan, Babinsa, dan masyarakat. Berdasarkan laporan kegiatan, acara berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Ke depan, konsistensi kerja sama antara aparat dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan lingkungan di Kota Parepare. (*)

Kualitas Udara Memburuk, Dinkes Parepare Imbau Masyarakat Waspada Kabut Asap dan ISPA

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Parepare mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya kabut asap yang memicu penurunan kualitas udara di wilayah tersebut, Jumat (09/10/26). Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Parepare Muh. Idris meminta masyarakat untuk mengantisipasi potensi timbulnya gangguan kesehatan, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“Menyikapi kondisi kualitas udara yang memburuk akibat kabut asap, kami mengimbau warga Parepare untuk tetap waspada dan menerapkan langkah-langkah pencegahan guna menghindari risiko ISPA,” ujar Plt Kadinkes Parepare.

Pihak Dinkes Parepare mengingatkan masyarakat untuk memantau serta mengenali beberapa gejala awal ISPA yang sering muncul akibat paparan kabut asap, di antaranya:

Batuk

Pilek

Demam

Sakit tenggorokan

Sesak napas

Sebagai langkah preventif, Dinas Kesehatan Kota Parepare merilis lima panduan utama pencegahan yang wajib diterapkan oleh masyarakat saat beraktivitas sehari-hari:

Gunakan Masker: Selalu memakai masker saat berada di luar rumah, terutama ketika kondisi udara mulai terasa berasap.

Batasi Aktivitas Luar Ruangan: Kurangi kegiatan di luar rumah serta hindari olahraga berat di area terbuka saat kualitas udara buruk.

Tutup Akses Asap: Tutup rapat pintu dan jendela rumah atau bangunan ketika kabut asap mulai masuk ke lingkungan sekitar.

Jaga Kebersihan dan Hidrasi: Rutin mencuci tangan serta memastikan kecukupan konsumsi air putih untuk menjaga ketahanan tubuh.

Cegah Sumber Asap Tambahan: Hindari pembakaran sampah atau membuka lahan dengan api yang dapat memperburuk kondisi udara.

Plt Kadinkes menekankan agar masyarakat tidak menunda tindakan medis apabila mendapati gejala gangguan pernapasan. Warga disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami sesak napas, gejala yang semakin memburuk, atau jika keluhan dialami oleh kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit penyerta (komorbid).

Telkom Ungkap Strategi Percepat Adopsi AI Nasional di Road to DTIIF 2026

0

Melalui Telkom Solution, Telkom mempertemukan kapabilitas teknologi dan kolaborasi lintas sektor guna mendorong pemanfaatan AI yang berdampak bagi bisnis

JAKARTA, RADIOMESRA. COM – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui Telkom Solution terus memperkuat perannya dalam mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) Nasional melalui partisipasi pada rangkaian acara Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Kamis (08/10/26). Pada kesempatan tersebut, Direktur Enterprise & Business Service Telkom Veranita Yosephine, memberikan paparan terkait perkembangan dan peluang pemanfaatan AI bagi berbagai sektor, serta pentingnya membangun kolaborasi untuk menciptakan ekosistem AI yang mampu memberikan dampak lebih luas bagi Indonesia.

“Perkembangan Artificial Intelligence (AI) secara global telah memasuki fase implementasi nyata, bukan lagi sekadar teknologi masa depan. Berbagai perusahaan teknologi dan startup global bahkan telah menjalankan pemanfaatan agentic AI untuk mentransformasi bisnis, menciptakan nilai baru, serta melakukan redefinisi terhadap alur kerja dan proses bisnis,” ujar Veranita pada sesi panel bertajuk “The Future of AI in Indonesia”.

Perkembangan AI membuka ruang yang semakin luas bagi pelaku industri untuk meningkatkan produktivitas, mengoptimalkan proses bisnis, menghasilkan keputusan yang semakin akurat berbasis data, hingga menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih baik. Namun demikian, pemanfaatan teknologi tersebut membutuhkan fondasi yang memadai, tidak hanya dari sisi teknologi, tetapi juga kesiapan infrastruktur digital, data, talenta, serta sinergi antarpemangku kepentingan.

Dalam pengembangan ekosistem AI, Telkom melihat teknologi sebagai sebuah AI stack yang saling terintegrasi. Fondasinya dimulai dari konektivitas dan infrastruktur digital, kemudian cloud dan compute power, AI model dan agent lab, hingga aplikasi yang dapat digunakan pada berbagai sektor dan fungsi bisnis. Pendekatan ini memungkinkan berbagai komponen teknologi saling terhubung untuk mendukung kebutuhan bisnis dari hulu hingga hilir.

Lebih lanjut Veranita menambahkan, Karena itu, yang perlu membangun bukan hanya kemampuan teknologinya, tetapi juga ekosistem yang mendukung. Mulai dari infrastruktur digital, data, talenta, hingga kolaborasi lintas

“Sektor. Dengan fondasi tersebut, AI dapat memberikan dampak yang lebih luas dan menciptakan value creation bagi Indonesia.” Jelasnyab

Telkom Solution menghadirkan kapabilitas yang mencakup Artificial Intelligence, data, cloud, dan digital infrastructure untuk mendukung kebutuhan tersebut. Integrasi berbagai kapabilitas ini memungkinkan Telkom Solution menghadirkan solusi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pelanggan sekaligus membantu pelaku industri merespons perkembangan teknologi yang berlangsung semakin cepat.

Sebagai perusahaan telekomunikasi digital dengan cakupan infrastruktur yang ekstensif, mulai dari fiber optic, satelit, data center, hingga berbagai infrastruktur pendukung lainnya, TelkomGroup memiliki ekosistem yang mumpuni untuk mengembangkan pemanfaatan AI secara lebih luas. Kekuatan tersebut menjadi basis bagi Telkom Solution dalam mengintegrasikan berbagai kapabilitas digital untuk menjawab kebutuhan bisnis yang semakin beragam.

Selain Telkom Solution, TelkomGroup turut menghadirkan beragam kapabilitas dan inovasi digital dalam rangkaian Road to DTIIF 2026, mulai dari konektivitas, infrastruktur, data center, cloud, dan AI hingga solusi yang mendukung kebutuhan bisnis dan industri. Sejumlah layanan digital turut dihadirkan, termasuk PaDi UMKM yang merupakan ekosistem marketplace bagi BUMN dan pelaku UMKM, serta solusi pembayaran digital LinkAja. Kehadiran ini memperlihatkan spektrum kapabilitas TelkomGroup yang saling melengkapi dalam menjawab kebutuhan digital dari berbagai sisi, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan pelaku industri di berbagai segmen dan mitra strategis.

“Kami melihat Indonesia memiliki peluang besar untuk tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga turut membangun dan mengembangkan ekosistem AI yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia. Kolaborasi menjadi fondasi penting agar inovasi yang lahir dapat berkembang secara inklusif dan memberikan dampak yang berkelanjutan,” jelas Veranita.

DTIIF juga menjadi ruang untuk memperluas pertukaran gagasan bersama berbagai pemangku kepentingan mengenai perkembangan teknologi dan peluang investasi di sektor digital. Forum ini mempertemukan perspektif teknologi, kebutuhan industri, dan potensi investasi untuk mendorong lahirnya solusi yang relevan dengan tantangan dan peluang digital di Indonesia.

Ke depan, Telkom melalui Telkom Solution akan terus mengembangkan kapabilitas digital dan memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak guna mendukung akselerasi ekosistem AI di Indonesia. Upaya ini menjadi bagian dari langkah Telkom dalam menghadirkan teknologi yang tidak hanya mendorong transformasi digital, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan dan memperkuat daya saing Indonesia di era digital.

“Pengembangan AI juga perlu diiringi kesiapan seluruh elemen pendukung agar teknologi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal. Infrastruktur, data, talenta, serta kapabilitas digital yang dimiliki Indonesia perlu terus dikembangkan untuk memastikan AI dapat memberikan nilai nyata bagi masyarakat dan dunia usaha,” tutup Veranita.

*#ElevatingYourFuture*

Kabut Asap Kian Pekat, Warga Parepare Keluhkan Mata Perih dan Pertanyakan Sikap Pemkot

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Kondisi udara di Kota Parepare dalam beberapa hari terakhir dikeluhkan warga akibat munculnya kabut asap yang kian tebal. Selain mengganggu pandangan, fenomena ini mulai memicu gangguan kesehatan, khususnya iritasi mata.   Keluhan tersebut mengemuka dalam program interaktif Obrolan Santai (Obras), Jumat (09/10/2026).

Handayani, warga Kelurahan Lompoe, mengaku mengalami perih mata hingga meneteskan air mata usai terpapar asap di luar rumah. Menurut pemeriksaan dokter yang dikunjunginya, kondisi tersebut murni dipicu oleh paparan kabut asap.

“Mata saya perih sekali sampai meneteskan air mata. Kata dokter, ini akibat kabut asap. Kalau di Makassar sudah ada imbauan resmi dari Gubernur dan Wali Kota untuk pakai masker dan kacamata, tapi di Parepare Pemkot dan Dinas Kesehatan terkesan cuek,” ungkap Handayani.

Hal senada disampaikan Ahmad, warga Kelurahan Lumpue. Ia menilai kabut asap yang menyelimuti Kota Parepare sudah terlihat makin tebal secara kasat mata. Ahmad mendesak Dinas Kesehatan untuk segera menguji kualitas udara dan mengeluarkan panduan resmi bagi masyarakat.

“Kami berharap Dinas Kesehatan memantau dan menguji apakah kualitas udara saat ini masih aman untuk paru-paru. Jika kondisinya sudah tidak sehat, pemerintah harus segera mengimbau warga yang beraktivitas di luar rumah agar menggunakan masker,” tegas Ahmad.

Warga berharap Pemerintah Kota Parepare segera mengambil langkah konkret sebelum kabut asap ini memperburuk kondisi kesehatan masyarakat secara meluas.

Hasil Sidak SPBU KM 2 dan KM 3 Parepare: Satgas BBM Minta Pengelola Verifikasi Ketat Pembelian BBM

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Satuan Tugas (Satgas) Bahan Bakar Minyak (BBM) Kota Parepare memperketat pengawasan distribusi BBM di sejumlah tempat pengisian bahan bakar. Hal ini ditegaskan usai menggelar inspeksi mendadak (sidak) di SPBU Jalan Jenderal Ahmad Yani Kilometer 2 dan SPBU Kilometer 3 pada Kamis (08/10/26).

Asisten II (Perekonomian dan Pembangunan) Setdako Parepare yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Satgas BBM Parepare, A. Ardian Asyraq, menyampaikan bahwa Satgas menemukan setidaknya tujuh temuan indikasi pelanggaran saat melakukan verifikasi langsung terhadap antrean truk di lokasi.

“Tadi berdasarkan hasil verifikasi lapangan terhadap truk-truk yang antre, kurang lebih ada tujuh temuan. Pengendara akhirnya meninggalkan tempat karena sadar dokumen mereka tidak sesuai,” ujar Andi Ardian.

Ia menjelaskan, salah satu modus pelanggaran yang ditemukan adalah pengisian BBM secara berulang. Pelaku melakukan pengisian pada malam hari, menampung BBM ke dalam jeriken, lalu kembali antre untuk membeli BBM pada hari berikutnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Satgas BBM telah meminta pengelola SPBU menerapkan prosedur verifikasi berjenjang secara ketat. Petugas tidak hanya sekadar memindai barcode, tetapi wajib mencocokkan data barcode, STNK, dan plat nomor kendaraan yang terpasang.

“Kami sudah sampaikan ke pemilik SPBU untuk melakukan verifikasi ketat. Pencocokan antara barcode, STNK, dan plat yang terpasang wajib dilakukan. Kalau tidak sesuai, maka tidak akan dilayani,” tegasnya.

Soroti Aturan Jarak Retail Modern, Fraksi Gerindra DPRD Parepare Tegaskan Perlindungan Bagi Usaha UMKM

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Polemik pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) terkait pengawasan retail modern, pasar swalayan, dan pasar rakyat di DPRD Kota Parepare terus bergulir. Sejumlah fraksi, termasuk Fraksi Partai Gerindra, secara tegas menolak perubahan aturan batas jarak antar-retail modern dari 500 meter menjadi 100 meter.

Ketua Komisi I DPRD Kota Parepare dari Fraksi Gerindra, Dr. H. Kamaluddin Kadir, menyatakan bahwa sejak awal pihak fraksi telah memberikan masukan agar aturan jarak minimal 500 meter tetap dipertahankan demi melindungi keberlangsungan usaha UMKM dan toko kelontong milik masyarakat setempat.

“Pengurangan jarak tersebut tentu akan mengecilkan ruang usaha UMKM dan kelontong warga. Kalaupun ada alasan untuk mengikuti perkembangan kota, aturan regulasi seperti Perwalku sebelumnya sudah menetapkan batasan ketat. Usaha kecil dan rumah tangga mestinya tidak dikorbankan demi perkembangan retail modern,” tegas Kamaluddin.

Selain substansi jarak, Kamaluddin juga mempertanyakan keabsahan proses penetapan Ranperda tersebut. Menurutnya, berdasarkan aturan tata tertib DPRD, rapat paripurna penetapan keputusannya harus memenuhi syarat kuorum sekurang-kurangnya 17 anggota dewan. Namun, informasi di lapangan menunjukkan anggota yang hadir hanya 15 orang.

“Jika penetapan hanya dihadiri 15 orang, artinya syarat kuorum 17 orang tidak terpenuhi. Karena itu, kami dari fraksi penolak—seperti Gerindra, Demokrat, Gelora, dan fraksi gabungan—akan bersatu untuk menguji kembali apakah proses penetapan ini sudah sesuai dengan hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Pembahasan Ranperda Retail Modern Parepare Menuai Penolakan Karena Dinilai Mengancam UMKM dan Cacat Prosedur Kuorum

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare