31.6 C
Pare-Pare
Jumat, November 6, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 269

Tim Ahli DPRD kota Parepare Minta Walikota Selektif Beri Ijin Penggunaan Lapangan Sebagai Tempat Event

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Anggota Tim Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD kota Parepare M. Rahmat Sjamsu Alam SH lewat program Obras Sabtu (24/05/25) mengatakan, Pada prinsipnya penggunaan lapangan Andi Makkasau sebagai tempat berbagai event sebetulnya menegaskan kalau Walikota Parepare mengatakan bahwa Parepare bisa menjadi kota event.

“Saya sendiri sangat merespon. Tetapi yang perlu kita pikirkan, skalanya. Event-event yang bersifat contoh event regional, event nasional, dan event internasional. Di samping, kalau konsumennya terbatas, pasti ada efeknya. Oleh karena itu, kalau skala lokal, pasti konsumennya terbatas, hanya itu-itu saja yang berputar, sehingga bisa merugikan UMKM lain. Makanya event yang dimaksud ini adalah event-event yang sifatnya mendatangkan orang dari luar, karena konsumennya akan bertambah, itu yang kita maksud. Yang kedua lapangan Andi Makassau ini sebetulnya dulu, peruntukannya bukan untuk event-event seperti saat ini.” Kata Rahmat.

Lanjut Rahmat, lapangan Andi makkasau dulu itu sifatnya hanya pameran nasional, karena memperingati hari-hari tertentu, karena membuat izin disitu harus ada kajian ekonomi, dan kajian sosial. Kajian sosial itu contohnya orang yang olahraga takraw, sampai berbulan-bulan tidak main itu mengganggu, orang yang lagi olahraga volly itu mengganggu, satu bulan tidak latihan. Ada petangqie ini semua harus pikirkan kajian sosialnya harus ada kajian.

“Maka dulu itu sifatnya sesaat, pameran pembangunan paling satu minggu, atau ada konser satu hari, dua hari, itu pun bukan skala lokal. Saya berharap pemerintah daerah bisa menangkap apa Yang dimaksud even yang disampaikan pak wali. Jadi dia harus berinovasi. Inovasinya itu skalanya regional, nasional, dan internasional. Seperti event salokarajae, ini levelnya sudah nasional. Kita mau seperti itu, di samping nama daerah kita juga terkenal. Kalau lokal tidak ada promosi luar, kalau seperti salokarajae masuk ke dalam daftar kalender nasional daerah kita juga secara tidak langsung akan terpromosi.” Harap Rahmat.

Reses Kedua Tahun 2025, Dr. Kamaluddin Siap Salurkan Bantuan Pada Kelompok Peternak

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Legislator Partai Gerindra Kota Parepare Dr. Kamaluddin Kadir melaksanakan kegiatan reses atau temu konstituen guna menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihan Kecamatan Ujung. Temu konstituen tersebut berlangsung selama 3 (tiga) hari, Jumat sampai Ahad (23-25 Mei 2025). Masyarakat Ujung terpantau antusias mengikuti serta menyampaikan banyak aspirasi dalam reses ini.

Pada program Obras Selasa (27/05/25) Dr. Kamaluddin Kadir menjelaskan, Kalau dirinya lebih banyak menjelaskan terkait dengan kebutuhan-kebutuhan pelayanan dasar, terkait dengan pendidik, kesehatan, layanan sosial, kemiskinan ekstrem, stunting, yang dianggap penting buat masyarakat.

“Selebihnya itu terkait dengan kebersihan lingkungan, terkait sampah. Sampah ini, bukan tanggung jawab pemerintah sebenarnya, ini tanggung jawab bersama. Meski banyak tempat sampah, tapi kalau perilaku kita semua masih tidak mengerti lingkungan, dan tetap membuang sampah di sembarang tempat, ini yang membuat sehingga sampah banyak berserakan. Bukan di masyarakat saja, tapi juga di dinas terkait.” Kata Dr. Kamaluddin.

Selain banyak menjelaskan terkait sampah, dirinya juga pemberian bantuan kepada warga, karena ada 28 di konsitituennya akan segera mendapatkan bantuan.

“Ada 5 kelompok peternak kambing akan menerima bantuan, dan kita proses. Inilah bantuan-bantuan kita ke warga, agar supaya bisa diberdayakan, dan pada akhirnya nanti masyarakat bisa berdaya dan berpenghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya minimal .” Ungkap Dr. Kamaluddin.

Wali Kota Parepare Tegaskan Komitmen Maksimalkan Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menegaskan komitmennya untuk terus memaksimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Hal itu disampaikan saat memimpin Rapat Forum Komunikasi dalam rangka implementasi strategis capaian Universal Health Coverage (UHC) tahap pertama tahun 2025, yang digelar di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Parepare, Selasa (27/05/25).

Tasming menekankan bahwa kesehatan masyarakat merupakan prioritas utama yang harus dilaksanakan secara serius dan berkesinambungan. Ia mengakui, mewujudkan pelayanan kesehatan yang ideal bukan perkara mudah dan membutuhkan kerja keras serta kesabaran dari semua pihak. “Kita ingin memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, hingga tidak ada lagi keluhan terkait layanan BPJS. Tentu ini bukan pekerjaan ringan. Sistem pendukungnya juga harus solid,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Tasming juga menyoroti pentingnya validitas data peserta BPJS. Ia mencontohkan masih ditemukannya kasus data warga yang iuran BPJS Kesehatannya masih dibayarkan, padahal yang bersangkutan telah meninggal dunia. Kita tidak ingin hal seperti ini terus berulang. Hal-hal yang selama ini menjadi kendala harus kita bahas secara terbuka dalam forum ini, agar tidak menjadi masalah yang berulang di kemudian hari. Tujuannya satu: pelayanan kesehatan untuk masyarakat bisa benar-benar maksimal,” tegasnya.

Ia berharap forum tersebut dapat menjadi ruang diskusi yang melahirkan solusi konkret atas berbagai persoalan teknis dan administratif di lapangan. “Jadikan forum ini sebagai wadah untuk menyatukan pemahaman dan menghasilkan solusi terbaik, agar implementasi UHC di Parepare berjalan optimal,” tutupnya.

Rapat tersebut dihadiri oleh Kepala Cabang BPJS Kesehatan Parepare, Sekretaris Daerah Kota Parepare, serta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.(*)

Lebih Dekat Dengan Konsituennya, Jusvari Bagikan Langsung Transport Warga

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Anggota Komisi III DPRD kota Parepare yang juga politisi PKS Jusvari Genda menggelar reses kedua tahun 2025 titik kedua di perumahan bukit Sahara Ahad (25/05/26). Di temui tim liputan jelajah kota radio mesra usai kegiatan, Jusvari Mengatakan dirinya melaksanakan reses ini 3 titik sesuai dengan aturan, bahwa bisa 3 kali meteka dibacukiki. Meski tidak ada fasilitas gedung yang bisa ditempati, jadi reses laksanakan memakai tenda untuk bisa dilaksanakan. Dalam.reses tersebut dirinya langsung menyerahkan uang tranport kepada undangan.

“Saya juga mengambil 3 titk Ini, karena ingin menyentuh dan bertemu langsung di lingkungan konstituen itu, bisa lebih mengenal lebih dekat warga setempat yang ada di situ dan bisa mengetahui kebutuhan apa yang diusulkan masyarakat, supaya hubungan saya pribadi dengan konstituen yang ada dilingkungan itu lebih terjalin komunikasi yang bagus begitu. Begitupun dengan pembagian uang transport, Saya tidak menyusahkan masyarakat dalam hal ini konstituen datang kepada saya, lebih baik saya mendatangi dia. Saya ini perwakilannya mereka apapun usulan yang disampaikan itu menjadi aspirasi bagi saya untuk dibawa ke DPR untuk diperjuangkan aga bisa terealisasi dilingkungan.” Kata Jusvari

Lanjut Jusvari yang paling banyak dikeluhkan masyarakat yaitu persampahan karena ada juga daerah yg tidak tersentuh mobil sampah atau ada sengaja selisih 1 atau 2 hari baru diangkut ini sudah menjadi keresahan masyarakat. Ini yang perlu dibenahi karena ini menjadi satu  permasalahan yang sangat krusial khususnya masyarakat bacukiki ada juga usulan dari tassiso masyarakat ingin mengadakan pengadaan bank sampah karena terkadang sampah mereka susah untuk diangkut ke pembuangan sampah.

“Saya pernah disampaikan Bu Kadis DLH bahwa, sekiranya kalau ada masyarakat ingin dibangunkan bak sampah disitu, dan memiliki tanah, nanti kita coba bak bangunkan, tapi itu perlu dikaji. Jangan sampai, kehadiran bak sampah mengganggu pencemaran lingkungan, sehingga menimbulkan lingkungan yang tidak sehat.’ ungkap Jusvari.

Jusvari menambahkan, kalau ada masyarakat yang memiliki tanah, jangan sampai dengan kehadiran bak sampah itu mengganggu pencemaran lingkungan, sehingga menimbulkan lingkungan.

“Kami juga sudah mengusulkan, waktu menyampaikan pembahasan anggaran pokok, bahwa sekiranya, untuk mengcover semua sampah warga itu, memang dibutuhkan kendaraan seperti roda tiga, untuk sampah rumah tangga khususnya di perumahan. Karena sampahnya juga setiap hari ada. Sekiranya, Dinas terkait mengusulkan pengadaan kendaraan roda 3. Selain dari pada itu ada beberapa juga daerah daerah menyampaikan diwilayah kami bacukiki butuh lampu jalan, warga membutuhkankan sekali peran pemerintah daerah untuk bagaimana memenuhi penerangan masyarakat yang belum tersentuh lampu jalan.” Tambah Jusvari

Mulai Dari Masalah Banjir, Perbaikan Jalan Serta Drainase Usulan Warga Reses Anggota Dewan H. Hasib Hasyim

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Legislator PKB dari Dapil Bacukiki Barat H. Hasib Hasyim  menggelar reses kedua tahun 2025 dengan membagi 2 titik, hari pertama di gelar di lumpue Sabtu (24/05/25) dan berlanjut hari kedua Ahad (25/05/25) di jalan Jati putih belakang RSUD Andi Makkasau Parepare.

Di temui Tim liputan jelajah kota radio mesra usai reses pada titik kedua H. Hasim mengatakan dirinya bersyukur atas kehadiran masyarakat dapilnya dari undangan yang di sebar melebihi target.

“Alhamdulillah, Reses hari ini undangan kami yang beredar hanya 200 sampai 243. Yang hadir,. hanya dua titik. Kemarin di lumpue undangan beredar 350, sampai membludak juga di situ, lebih dari target yang kita ditentukan DPR. Tapi alhamdulillah kami baik atasi dengan baik.” Kata H. Hasim.

Pensiunan ASN Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) lanjut mengatakan keluhan yang di terimanya pada penjaringan aspirasi masyarakat kali ini masih terkait keluhan masyarakat itu masalah banjir, masalah jalan dan drainase.

“Kemarin di kelurahan lumpue Keluhan masyarakat itu masalah banjir, sampai kepada usulan perahu untuk nelayan, Kalau di sini masalah jalan dan drainase, yang paling dominan. Tadi usulan masyarakat. Dan Insya Allah, kami akan menindaklanjuti ke OPD terkait.” Jelas Hasim

Ketua DPRD kota Parepare Harap Walikota Beri Ijin Penggunaan Lapangan Pada Moment Tertentu Saja

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Ketua DPRD kota Parepare Ir. H. Kaharuddin Kadir melalui program Obras Senin (26/05/25) mengakui Ini sudah banyak mendapat masukan terkait penggunaan lapangan Andi Makkasau untuk event yang di berikan ijin oleh pemerintah daerah.

“Kalau saya, sependapat dengan masyarakat ini, masyarakat senggol. Saya juga sudah sampaikan pada rapat forkopimda. Bahwa, seharusnya pemerintah daerah terutama Kesbangpol, jangan seenaknya saja memberikan rekomendasi untuk berkegiatan di lapangan Andi Makkasau. Karena lapangan Andi Makkasau itu ruang publik. Artinya kalau ada event sering di situ ada fungsi-fungsi yang digunakan oleh masyarakat banyak, pasti terganggu.” Ujar H. Kaharuddin Kadir.

H. Kaharuddin lanjut mengingatkan jika di lapangan Andi Makkasau di sana ada lapangan voli, lapangan takraw itu tempatnya atlet-atlet berlatihan dan saat ini mereka sekarang mengeluh sudah tidak bisa dilakukan lagi lapangan Andi makkasau. Apalagi ini menjelang Porprov. Kemudian para pecinta jogging, mereka jogging sudah di luar lapangan, jalan Raya jadi bisa berbahaya.

“Oleh karena itu, kita harapkan pemerintah daerah mempertimbangkan untuk kegiatan yang sifatnya intens sekali ini. Dan sekali bisanya, pemerintah daerah, memberikan izin itu pada momen-momen tertentu. Contoh Ramadan, atau ulang tahun kota, kalau ini ditutup ini hari, pasang lagi tenda malam. Saya dengar setelah ini, ada lagi. Ini keluhan masyarakat seperti masyarakat penjual disenggol, sudah mengirim keluhannya ke DPRD rekaman suara. Kami sudah menyuarakan, kami sudah menyampaikan langsung ke pak wali pada saat rapat forkopimda. Jadi Saya juga setuju, karena meski kegiatan di lapangan ini ada multiplayernya ada efek yang lainnya.” Terang H. Kaharuddin Kadir

DPD BKPRMI Kota Parepare menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke X

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM- Dewan Pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPD BKPRMI) Kota Parepare menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke X di Gedung Rumah Jabatan (Rujab) Walikota Parepare, Ahad (25/05/25).

Kegiatan tersebut berlangsung hikmat dengan dihadiri oleh Wali kota Parepare, H. Tasming Hamid, ia mengharapkan agar BKPRMI yang sebagai garda terdepan mengawal program keagamaan terus bersinergi dengan Pemerintah Kota.

“Beberapa kesempatan kami terbuka, kami tentu mengharapkan sinergitas antara pemerintah dan BKPRMI, karena selama ini memang selalu garda depan menback up pemerintah. Coba kita buat format baru, sekarang ini program baik. Tentu kita mau lanjutkan, tetapi kita ingin ada program yang fundamental, yang kira-kira betul-betul masyarakat bisa merasakan manfaatnya. Contoh misalnya kalau nanti kedepan seluruh masjid kita harus ada BKPRMInya nanti kita bisa MOU dengan Kemenag, pemerintah kota. Dan itu ada asas manfaatnya contoh asas manfaatnya bagaimana supaya masyarakat diberikan ruang untuk diajari bisa menggaji,” ungkap H. Tasming Hamid.

Tasming juga telah menjalankan program mengaji bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) serta memakmurkan masjid.

“Persoalan menurut saya serius, karena kenapa ya kita ini Islam semua, sehingga itulah yang menjadi ke depan, selaras dengan itu kami pemerintah kota sudah mendorong memberikan surat edaran kepada ASN baca tulis Quran, shalat memakmurkan masjid, bahkan saya sampaikan, nanti ketika kita mau tempatkan rotasi jabatan, maka persyaratan mutlak yang harus dipenuhi adalah, harus tahu mengaji. Kemarin ada 13 Plt calon kepala sekolah, sudah tes. Ada beberapa instansi sudah melakukan, selasa ngadji 1/2 jam. Kalau ada orang punya kompetensi, kita scorimg dulu secara intelektual lebih bagus, tapi yang diutamakan yang dulu bisa baca tulis Quran tidak dapat jabatan kalau tidak tahu mengaji,” tegas Tasming

Selain dihadiri oleh Wali Kota Parepare, juga dihadiri oleh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) BKPRMI Prov. Sulsel, Muhammad Anwar Cece, Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD), HM. Saleh, Ketua DPD BKPRMI Parepare, Amir Said, para Direktur Daerah Lembaga, serta Kepala Unit TKA-TPA seKota Parepare.

Wali Kota Parepare Hadiri Pelantikan BPC HIPMI Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, bersama Wakil Wali Kota Hermanto, menghadiri pelantikan pengurus Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Parepare di Auditorium BJ Habibie, Senin malam (26/05/25).

Dalam kegiatan tersebut, Hamka Hamid resmi dilantik sebagai Ketua BPC HIPMI Parepare periode 2025–2028 bersama jajaran pengurus lainnya. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua BPD HIPMI Sulawesi Selatan, Andi Amar Ma’ruf Sulaeman. Sejumlah mantan Ketua HIPMI Parepare juga turut hadir memeriahkan acara.

Dalam sambutannya, Wali Kota Tasming Hamid mengenang awal perjalanannya di dunia organisasi melalui HIPMI. Ia menyebut HIPMI sebagai organisasi pertamanya, yang menjadi titik tolak dirinya terjun ke dunia kewirausahaan dan kepemimpinan. “Organisasi pertama saya adalah HIPMI, dimulai pada tahun 2011 dengan semangat membangkitkan gairah pengusaha muda. Setelah berproses cukup panjang, pada tahun 2014 saya terpilih menjadi Ketua HIPMI Parepare hingga 2017,” ungkap Tasming.

Ia juga mengenang masa-masa awal kepemimpinannya di HIPMI yang penuh tantangan, termasuk harus mengikuti pelatihan intensif di barak militer di Pakkatto. “Waktu itu tidak mudah. Kami harus masuk barak, tiga hari dibina, tidak hanya fisik tapi juga mental. Pematerinya luar biasa, mulai dari Kapolda, Panglima, hingga Gubernur,” kenangnya.

Tasming menekankan peran besar HIPMI dalam membentuk jaringannya di dunia usaha dan pemerintahan. Ia pun mengajak para pengurus baru untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Parepare dalam mewujudkan program strategis, seperti Parepare Kota Event, Parepare Ramah Investasi, serta pencetakan 1.000 pengusaha baru melalui program Parepare Keren. “Jika ada teman-teman HIPMI atau jaringan Bapak-Ibu yang ingin berinvestasi di Parepare, kabari saya. Kita kolaborasi, agar cita-cita bersama bisa kita wujudkan,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Tasming memberikan apresiasi kepada pengurus HIPMI sebelumnya di bawah kepemimpinan Samsul Rijal Madani atas kontribusi dan dedikasi mereka selama menjabat. Ia juga memberi semangat kepada pengurus baru untuk langsung bekerja dan menunjukkan kinerja terbaik. “Untuk pengurus yang baru, tunjukkan bahwa kalian bisa lebih baik. Berikan kontribusi nyata. Pemerintah kota tentu akan mendukung penuh kegiatan HIPMI. Apalagi saya juga mantan Ketua HIPMI. Jadi, usai pelantikan, langsung tancap gas,” tegasnya.(*)

Pendaftaran Parepare keren Kecamatan interpreneur center Jaring 400 Peminat

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi Dan UMKM kota Parepare  Basuki Busra lewat program Obras Sabtu (24/05/25) mengatakan pendaftaran Parepare keren Kecamatan interpreneur center memang  sudah tutup di tanggal 10 Mei 2025, dan sudah ada kurang lebih 400 peminat atau pendaftar.

“Arahannya Bapak Walikota, kita usahakan ini yang betul-betul mulai dari nol. Jadi mereka yang memang belum punya usaha. Dan setelah kita filter itu dapat angkanya di sekitar 170-an, sisanya itu memang mereka sudah punya usaha. Jadi kita sebenarnya kita masih butuh sekitar 90 lebih yang memang belum punya usaha.” Ucap Basuki.

Lanjut Basuki, tapi mereka jalan dulu meskipun sudah 400, yang mendaftar setelah difilter itu sekitar 170 yang bisa di latih. Ada tiga tahapan, pertama terkait mindset, itu berupa pelatihan kemudian, ada proses inkubator. Di inkubator itu mereka nanti dilakukan pendampingan, di pendampingan ini selama sekitar 3 bulan, tapi pendampingan ini bukan di kelas tapi di lapangan dan terakhir itu di maxing.

“Maxing itu, kita lakukan pameran hasil produk yang bisa dibuat oleh para calon entertainersifp ini, setelah melalui pembahasan efisiensi dan arahan bapak walikota itu, outputnya itu memang kita mau langsung dia punya semacam outlet, Jadi di tahapan akhirnya itu hanya ada dua tahapan yang kita lakukan. Yang pertama pelatihan yang kedua kerjasama dengan retail modern, bagaimana teman-teman yang sudah dilatih ini bisa punya outlet di semua retail modern. Jadi saat ini dinas perdagangan, Itu diminta oleh Bapak Walikota untuk melakukan inventarisasi retail modern kemudian kita lakukan kerja sama, mereka yang sudah dilatih nanti ini bisa langsung masuk ke outlet outlet retail modern, yang ada di luar. Cuma pelaksanaannya ini kita tunda dulu, karena personil saya sangat terbatas, akhirnya kita tunda dulu karena ada desakan dari pemerintah pusat untuk penyelesaian pembentukan koperasi merah putih.” Jelas Basuki.

Reses Rudi Najamuddin, Warga Minta Evaluasi Event Di Lapangan Andi Makkasau 

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Anggota DPRD kota Parepare Dapil Bacukiki Barat Rudy Najamuddin menggelar Reses titik terakhir di jalan Bambu Runcing panroko kota Parepare Ahad (25/05/25). Pada tim liputan jelajah kota radio mesra Rudi mengatakan dirinya mendapatkan banyak sekali masukan dari masyarakat terkait masalah kebersihan.

“Reses Yang ketiga kalinya, kemudian yang terakhir untuk season ini. Kemarin di tiga reses ini, kami mendapatkan banyak sekali masukan dari masyarakat. Terkait masalah kebersihan. Kebersihan ini, diminta kepada pemerintah daerah untuk serius menangani kebersihan, utamanya sedimen-sedimen, kemudian sampah yang melimpah ke jalanan, termasuk juga yang disoroti masyarakat ini yang event-event yang ada di lapangan andi Makassau.” Ungkap Rudi.

Lanjut Rudi, dirinya paham semangatnya pemerintah untuk memberdayakan UMKM, kemudian untuk menciptakan lapangan kerja, dirinya setuju untuk itu. Persoalannya kata Rudi, banyak masyarakat juga yang inginkan seperti itu, Jadi dirinya mengimbau kepada pemerintah daerah, supaya melakukan pemerataan.

“Masyarakat meminta, jangan di lapangan andi Makassau, karena di situkan beda. Mungkin bisa pemerintah daerah untuk mencari tempat-tempat yang lain. Termasuk sebenarnya kinerja pak wali ini ada sorotan juga 100 hari kerja. Yang tadinya pemerintah ingin memberdayakan UMKM, ternyata UMKM yang di trotoar dibongkar. Ini juga jadi masalah kami himbau pemerintah lakukan kajian ulang untuk itu, tetapi kalau memang terjadi hal seperti itu silakan, tapi berikan solusi yang terbaik. Berikan tempat, dimana sebenarnya yang bagusnya karena kami memang paham, trotoar itu bukan peruntukannya untuk jualan, untuk pejalan kaki. Dan ini harus kita lakukan pemerataan tidak boleh ada di tindak, ada tidak kalau memang hal itu mau dilaksanakan jadi. kami dukung sebenarnya tapi kalau merugikan masyarakat harus kita sampaian.” Ungkap Rudi

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare