31.1 C
Pare-Pare
Jumat, November 6, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 244

Komisi I RDP Keberadaan Satgas Kelurahan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Ketua Komisi 1 DPRD kota Parepare Dr. H. Kamaluddin Kadir di program Obras Senin (28/07/25) mengatakan walau kesannya tumpah tindah, namun tujuan pembentukan satgas kelurahan untuk meningkatkan PAD, dengan melakukan tugas diantaranya penarikan retribusi sampah yang sampai ke pelosok-pelosok rumah di kelurahan kelurahan RT/RW. Dan untuk memperjelas satgas tersebut, komisi I DPRD kota Parepare Menggelar RDP terkait keberadaan Satgas kelurahan tersebut

“Kita RDP, kita mengundang Kabag pemerintahan, Kabag hukum, asisten 1,pak sekda bahkan kita undang, kemudian camat, lurah, nanti RT/RW menyusul. Ada kemungkinan ada informasi menyampaikan bahwa,  Satgas kelurahan ini dibentuk oleh Bappeda, kita mau cari tahu dulu apa sebabnya, sehingga ada lagi satgas sampai jumlah insentif atau honor 700 sampai 750.000. kalau begitu kenapa bukan RT/RW diberi tugas karena ini leading sectornya yang berhubungan langsung ke bawah itu RT/RW.” Kata H. Kamaluddin.

Sedangkan anggota DPRD komisi III Andi Muh. Fudail menambahkan dirinya sudah mendapatkan informasi terkait satgas,  jika ternyata satgas itu adalah para kolektor PBB yang di perdayakan di kelurahan.

“Kemarin saya sudah dapatkan informasi terkait satgas itu tersendiri, ternyata satgas itu, adalah teman-teman yang ada di kelurahan, yang kerjanya itu, kolektor PBB. Oleh pemerintah, mereka ini diberikan tugas tambahan. Tugas tambahan itu, termasuk menagih iuran sampah, membagikan beras dan lain-lain. Jadi mereka diberikan tugas tambahan. Jadi bukan dibentuk lagi dan merekrut orang lagi. Itu yang saya dapatkan informasi, mudah-mudahan tidak keliru informasi dari orang yang berkompeten. Tentunya satgas itu adalah teman-teman kita yang kolektor PBB yang diberi tugas tambahan.” Ungkap Andi Fudail.

Ketua DPRD Parepare Akui Kecewa Layanan BPJS Kesehatan Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Ketua DPRD kota Parepare Ir. H. Kaharuddin Kadir M. Si mengaku kecewa dengan layanan BPJS kesehatan kota Parepare. Kekecewaan itu di sampaikan H. Kaharuddin Kadir pada program Obras Senin (28/07/25).

“Terkait BPJS, Saya ditelepon orang yang sementara ada di BPJS, tidak diaktifkan BPJSnya, anaknya sudah mau masuk rumah sakit, BPJS-nya tidak aktif, anak ini emergency anaknya, ibu mau dimasukkan di puskesmas. Saya bilang BPJS waktu presentasi di depan DPR pada saat mau dilakukan UHC, begitu tidak aktif dan dilaporkan maka menit itu juga diaktifkan.” Kata H. Kaharuddin Kadir.

Lanjut H. Kaharuddin Kadir, anggarannya untuk BPJS Kesehatan untuk mencapai UHC itu antara 24 sampai 26 miliar, anggaran tersebut di dapatkan dengan mengurangi anggaran dinas dinas dalam rangka mencukupkan supaya UHC.

“Betapa susahnya dicarikan anggaran, itu tapi timbal baliknya dari BPJS tidak begitu sesuai janjinya. Kami mau UHC, karena kami mau pelayanan dibidang kesehatan maksimal, tapi kalau begini caranya, kami kecewa, dan saya janji insya Allah dalam waktu dekat ini, saya akan menghadap ke BPJS pusat, protes ini. Apa kelebihannya, kalau kita UHC dibanding dengan daerah yang tidak pakai. Kalau begitu, tidak usah dianggarkan 26 miliar kembali kemanual saja seperti biasa.” ungkap H. Kaharuddin.

Wali Kota Parepare Terima Penghargaan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)

0

MAKASSAR, RADIOMESRA. COM – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menerima penghargaan istimewa dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Wihaji, S.Ag., M.Pd, dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Acara yang berlangsung meriah ini dipusatkan di Lapangan Karebosi, Kota Makassar, pada Sabtu,(26/07/25). Dengan mengusung tema “Dari Keluarga untuk Indonesia Maju”, peringatan Harganas menjadi momentum penting dalam menguatkan komitmen berbagai pihak terhadap pembangunan keluarga yang berkualitas di Indonesia.

Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah kepala daerah dan wakil kepala daerah se-Sulawesi Selatan, termasuk Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Shodiqin.

Dalam suasana yang penuh semangat kekeluargaan, penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Wihaji kepada para kepala daerah yang dinilai memiliki komitmen tinggi dalam mendukung program-program BKKBN.

Penghargaan tidak hanya diberikan kepada Wali Kota Parepare, tetapi juga kepada Wakil Wali Kota Parepare, Hermanto, serta Ketua Tim Penggerak PKK Kota Parepare, dr. Andi Arfiah Tasming.

Ketiganya dianggap telah menunjukkan kepedulian dan konsistensi dalam menggerakkan program kependudukan dan pembangunan keluarga di Kota Parepare.

Wali Kota Tasming Hamid menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan tersebut.

Mantan Wakil Ketua DPRD Parepare itu menilai penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras seluruh elemen masyarakat dan pemerintah Kota Parepare dalam mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

“Kami bangga dan sangat berterima kasih atas apresiasi yang kami terima ini. Ini adalah hasil kerja sama yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan semua mitra pembangunan,” ujar Tasming Hamid usai menerima penghargaan.

Tasming menegaskan komitmen Pemerintah Kota Parepare untuk terus mendukung program-program nasional yang berkaitan dengan pembangunan keluarga berencana dan kesejahteraan keluarga.

Menurutnya, keluarga adalah fondasi utama dalam membangun masyarakat yang berkualitas dan bangsa yang maju.

“Pembangunan keluarga berencana bukan hanya soal menekan angka kelahiran, tetapi bagaimana menciptakan keluarga yang tangguh, sehat, dan berdaya saing,” tegasnya. (*)

Lewat Ruang Bincang Literasi Relima Edukasi Pendengar Perlu Parenting

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Relawan Literasi Masyarakat Perpusnas RI (Relima) Ita Minarty lewat Spesial Program Ruang Bicara Literasi dengan tema Meningkatkan Minat Baca Melalui Program Literasi di Masjid Kamis (24/07/25) di radio mesra mengatakan Relima hadir bertujuan untuk lebih meningkatkan pelayanannya perpustakaan di daerah.

“Relawan literasi masyarakat yang kebetulan dipilih oleh perpusnas, setelah beberapa seleksi. Sebenarnya literasi itu luas, tidak hanya baca tulis, kalau yang anda maksud itu literasi digital. Cuman, kita itu memakan mentah-mentah. Jadi anak-anak tidak pegang ini, kalau tidak dibelikan orang tuanya, yang perlu ditekankan justru parentingnya. jadi literasi digital ke orang tua.” Kata Ita.

Lanjut Ms. Ita Sapaan Akrabnya, orang tua harus mengerti dulu membeli gadget ke anak untuk apa, biar lebih itu termasuk literasi digital.

“Jadi sebaiknya orang tua itu diajarkan dulu. Diberi pemahaman bahwa ini alat yang bisa sangat berbahaya, dan bisa sangat membantu. Literasi digital itu perlu, mengenai anak itu lebih tertarik ini, itu sudah dari awal manusia itu yang punya Indra, mata, otomatis lebih cepat pendengaran, mata lebih cepat menangkap, makanya di sekolah diajari menyentuh dan sebagainya.” Terang Miss Ita

Bullying Fisik Tidak Hanya Terjadi Di Lingkup Sekolah 

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Wakil Ketua I STIKES Fatimah Ns. Andreas Tena lewat program ruang Bincang Kesehatan beberapa waktu lalu mengatakan bullying biasanya yang pertama itu terkait dengan penampilan fisik di mana ada orang yang penampilan tidak sesuai misalnya ada orang gangguan fisik jadi perbedaan-perbedaan penampilan fisik ini yang membuat itu menyebabkan biasanya seseorang menjadi Bullying

“Kenapa tersampai terjadi bullying, biasanya yang pertama itu terkait dengan penampilan fisik Di mana ada orang yang penampilan fisik tidak sesuai, misalnya ada orang gangguan fisik. Jadi perbedaan-perbedaan dari penampilan fisik ini yang membuat biasanya itu menyebabkan biasanya seseorang menjadi mendapat Bullying, biasanya seringkali juga perbedaan ras, baik itu tidak hanya di sekolah, masyarakat tapi di lingkungan kerjaan pun sering kali terjadi akibat orientasi seksual.” Kata Andreas.

Tambah Ns. Andreas, Bullying juga karena  orientasi seksual, terutama perkembangan seksual seorang anak itu, nanti dia akan nampak itu adalah ketika menjalani usia remaja dia akan terjadi orientasi seksualnya itu menjadi perbedaan.

“Misalnya menjadi Lesbian, orientasi seksual yang tidak sesuai, itu bisa menjadi korban Bully. Bullying itu yang pertama adalah boleh secara fisik. Fisik itu perlakuan secara fisik baik itu kekerasan, kelebihan seksual, kemudian yang kedua adalah, jenis yang satu ini, yaitu Bullying sosial. Bullying. Sosial ini, seringkali itu menyebabkan seseorang misalnya pelaku bullying itu menutup, menutup hubungan dengan orang lain. Misalnya ada si B, kemudian dia sebagai pelaku boleh itu biasa menyampaikan kepada si C dan seterusnya,  namanya Bullying sosial. Di institusi pendidikan yang paling sering terjadi itu adalah biasanya bullying secara fisik dengan tindakan penganiayaan, bahkan akhir-akhir ini korban daripada bullying itu seringkali sampai terjadi kejadian sampai meninggal dunia.” Jelas Ns. Andreas

Mengubah Data Penerima Bantuan Di Lakukan Dengan Musyawarah Kelurahan

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Wakil Ketua DPRD kota Parepare Periode 2019-2024 yang juga ketua DPC Partai Demokrat kota Parepare M. Rahmat Sjamsu Alam melalui program Obras Jumat (25/07/25) menyatakan RT/RW yang ingin mengubah data penerima bantuan agar melaksanakan musyawarah kelurahan (Muskel) dengan bersurat ke DPRD sebagai tembusan dan juga pada BPS kota parepare serta Dinas Sosial.

“RT/RW lurah, Kami ingin melaksanakan muskel perubahan data, kalau menyurat itu kalau bisa tembuskan ke DPRD, supaya bisa diperhatikan komisi terkait, dan kalau ada tembusan, ada dasar ada backup. Jadi kita minta undang sosial dan statistik.” Kata Rahmat.

Anggota Dewan pakar bidang pemerintahan dan hukum ini lanjut menjelaskan, sekarang sumber data telah mengalami perubahan. Kalau zaman SBY namanya data basis terpadu, kemudian zaman Joko Widodo DTKS itu dikelola oleh dinas sosial, zaman Prabowo berubah menjadi DTSEN (Data Tunggal) berpusat di statistik.

“Dan itu belum mulai tahun ini. Mulai tahun ini, masih ditangani oleh statistik, nanti tentu yang namanya baru, ada kendala-kendala di lapangan jadi menentukan data sekarang itu statistik.” Terang Rahmat.

APBD Perubahan Sementara Di Godok Pemerintah Kota

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Melalui Program Obras Sabtu (26/07/25) Ketua DPRD kota Parepare Ir. H. Kaharuddin Kadir M.SI mengungkapkan APBD perubahan sementara digodok di pemerintah daerah, nanti selesai itu diserahkan dulu KUA PPS-nya.

“Menurut pak Sekda dipercepat, Ini sementara proses, dipanggil SKPD SKPD di depan pak wali untuk presentasekan APBD perubahannya. Mungkin saya perkirakan akhir Juli atau awal Agustus, biasanya, kelaziman itu serapan anggaran kalau semester 1 ini, kan sudah masuk semester semester 2 dibulan 7 biasanya masih di bawah 50%. Nanti kalau kencannya itu di bulan-bulan 10 atau 11, apalagi sekarang proyek fisik belum semuanya berjalan, itu  yang banyak menyerap anggaran pasti daya serap APBD kita masih rendah.” Kata H. Kaharuddin Kadir.

Lanjut H. Kaharuddin Kadir, Serapan anggaran itu artinya jumlah APBD yang di siapkan, banyak digunakan kegiatan-kegiatan di daerah cepat berlangsung, umpamanya APBD  disiapkan untuk PU 40 miliar, kalau jalan proyek fisik semua dari 40 miliar itu pasti terpakai 40% bisa terserap atau sekitar 30 miliar, artinya daya serapnya besar banyak uang terpakai daya serap APBD.

“Yang digunakan kencangnya itu di bulan 11 atau 12, karena biasanya pihak ketiga kontraktor sudah cair kan sampai 100%. Tetapi memang daya serap anggaran itu berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi, artinya kalau kurang itu sangat berpengaruh dengan jumlah uang yang beredar, artinya kalau uang tinggal di kas tidak terpakai, tentu daya beli masyarakat rendah. Saya juga tidak bisa memastikan apakah 90%, karena bukan cuma APBD di parepare itulah, sebabnya parepare kalau perumbuhan ekonominya mau bagus, di samping daya serap APBD harus cepat, ini juga kita buat kota ini semakin diminati oleh orang untuk datang, karena kalau orang datang tentu bawa uang untuk belanja.’ ungkap H. Kaharuddin Kadir

Parepare Persiapan Penilaian dan Verifikasi Lanjutan Penyelenggaraan Kota Sehat 2025

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Kota Parepare bersiap menjelang penilaian dan verifikasi lanjutan dokumen Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat Tahun 2025. Persiapan itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Kota Sehat Tahun 2025, di Ruang Rapat Bappeda Parepare, Jumat, (25/07/25).

Rapat dipimpin Kepala Bidang Perencanaan SDM dan Sosbud Bappeda Parepare Syarifullah mewakili Kepala Bappeda Zulkarnaen Nasrun selaku Tim Pembina Kota Sehat Parepare, dari diikuti oleh jajaran SKPD terkait, Kecamatan, Forum Kota Sehat Parepare, dan Forum Kecamatan Sehat se-Parepare.

Rapat menindaklanjuti surat penyampaian Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor
440/3699/Diskes Tanggal 22 Juli 2025 terkait penilaian dan verifikasi lanjutan dokumen Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat Tahun 2025 yang kemungkinan besar akan dilakukan secara Hybrid. Karena itu diperlukan kesiapan Tim Pembina/Forum Kota Sehat.

BPBD Gelar Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – pemerintah Kota Parepare melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana di pantai lumpue baru-baru ini. Puluhan peserta yang terdiri dari perwakilan sejumlah Instansi terkait, mahasiswa, komunitas pecinta alam, dan masyarakat, mendapatkan materi dan sesi praktik mitigasi bencana secara langsung Plt kepala BPBD Ilham Wiliem.

Pada Media Ilham ditemui setelah upacara pembukaan mengungkapkan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya strategis yang dilakukan pemerintah kota dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, dan meningkatkan kesiapan dalam menghadapi potensi bencana khususnya di wilayah perairan, seperti banjir bandang pada aliran sungai saat kondisi cuaca tertentu serta dalam penanganan kondisi membahayakan masyarakat di wilayah perairan atau laut Parepare dan sekitarnya.

“Bertujuan untuk memberi paham pemahaman, bagaimana melakukan penyelamatan terutama di perairan, kita ketahui bahwa Parepare termasuk daerah pesisir yang potensi bencana di bidang cuaca seperti, perairan itu cukup tinggi. Karena kita daerah selain transportasi darat, laut, kemudian banyak nelayan, terus sekarang menjadi trend adalah pariwisata air. Nah, itu harus menjadi pemahaman bagi masyarakat, agar punya minimal pengetahuan untuk penyelamatan pertama atau penanggulangan ke gawat daruratan di air pada saat awal.” Ucap Ilham

Melalui pelatihan ini, Ilham berharap seluruh peserta dapat meningkatkan pemahaman tentang keselamatan, dan teknik penyelamatan di air, serta mampu melakukan tindakan cepat dan aman saat terjadi keadaan darurat, sekaligus menjadi penggerak dan agen perubahan di lingkungan masing-masing, dalam membangun kesiapsiagaan bencana, sebagai upaya dalam mengurangi resiko bencana.

Disperpus Parepare Gelar Sosialisasi Pembudayaan Kegemaran Membaca

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Dinas Perpustakaan (Disperpus) Kota Parepare menggelar kegiatan sosialisasi pembudayaan kegemaran membaca untuk anak-anak di Taman Niaga Lakessi, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, Rabu (23/07/25).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca itu dikerjasamakan dengan Puspaga dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Parepare.

Kepala Disperpus Parepare, Drs. H. Ahmad, M.Si. hadir langsung berbagi pengetahuan, pengalaman, canda dan tawa kepada seluruh anak-anak yang hadir. pada media H. Ahmad mengatakan Kegiatan yang di laksanakan pada hari itu terkait dengan pembudayaan gemar membaca dan literasi

“Bagian daripada itu tindak lanjut, mari kita laksanakan di dinas perpustakaan adapun tujuan kegiatan ini bagaimana anak-anak kita bisa kita kiatkan membaca ,karena kita mungkin terlupakan, atau tidak ada waktu, tapi dalam kondisi seperti ini, kita datangi anak-anak, kita kumpulkan baru berikan pemahaman, ada beberapa materi yang telah disampaikan.” Ucap Ahmad.

Dirinya berharap selaku kepala dinas perpustakaan, tentunya mendorong anak-anak tetap giat belajar dengan kondisi apapun.

“Kami hadir untuk memberikan motivasi  kepada anak-anak kita, termasuk pada hari ini kita kumpulkan anak-anak jalanan, untuk kita lakukan pembinaan dan memupuk dia untuk bisa membaca.” Harap H. Ahmad.

Ia pun memberikan dukungan penuh untuk kegiatan tersebut. Apalagi, kegiatan ini bertepatan dengan momentum Hari Anak Nasional yang diperingati setiap tanggal 23 Juli. Kegiatan ini melibatkan sejumlah narasumber yang berkapabel di bidangnya. Ada perwakilan dari Puspaga, Puspa, dan Penyuluh Agama.

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare