31.1 C
Pare-Pare
Jumat, November 6, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 233

Tim Pendamping Aksi Stop Starting (ASS) Melakukan Kunjungan Lapangan ke Sejumlah Rumah Gizi di Kota Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Tim Pendamping Aksi Stop Starting (ASS) Melakukan Kunjungan Lapangan ke Sejumlah Rumah Gizi di Kota PareparePemerintah provinsi Sulawesi Selatan melalui dalam rangka monitoring dan evaluasi pelaksanaan program pencegahan stunting. Kecamatan Soreang menjadi salah satu lokus utama yang dikunjungi tim, mengingat wilayah ini termasuk dalam fokus percepatan penurunan stunting di parepare.

Tim koordinasi provinsi program ASS Dr. dr.  Martira Madempunggeng SP.A didampingi sekretaris Dinas Kesehatan kota Parepare Kasna yang turut langsung pada kunjungan tersebut, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah dalam memastikan efektivitas pelaksanaan program gizi di tingkat kabupaten kota.

“Melihat bagaimana sih porsi makanan yang diberikan, kemudian penyediaan sesuai tidak dengan gizi dan kalorinya, ke tiga kami lihat ada beberapa ada yang mengalami perawakan sangat pendek, yang kondisi tersebut masih perlu evaluasi untuk memnurukan  stunting itu yang terpenting, karena itu berbeda penanganannya doa akan pendamping makanan khusus untuk terkait masalah ini kalau PMT hanya anak yang sehat tapi berat badan tidak naik ataukah dia berat badan turun saya lihat ada beberapa pengukuran diantara bervariasi ada naik ada turun orang tuanya sendiri bagaimana dirumah memberikan makanan PMT hanya merupakan satu untuk meningkatkan berat badan selanjutnya orang tua harus lebih care kepada anaknya karena biar bagaimana anak adalah masa depan orang tua masa depan negara kita harus tetap menjaga tumbuh kembangnya.” Kata Dr. Martira.

Selain itu tim juga mengevaluasi kelayakan sarana dan prasarana rumah gizi, termasuk kebersihan lingkungan, ketersediaan alat dan kualitas bahan makanan yang digunakan, ini menjadi bagian penting dalam upaya memastikan bahwa program penanggulangan stunting tidak hanya berjalan secara administratif tetapi juga berdampak nyata di lapangan.

Kebakaran Hebat Terjadi di Kawasan Pondok Pesantren (PONPES) Zubdatul Asrar Lappa Angin

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  –, kecamatan Watang Bacukiki, kota Parepare, Sabtu, (23/08/25) pagi. Peristiwa kebakaran itu diduga karena korsleting listrik, yang menghanguskan tiga rumah asrama santri putra milik Ponpes. Kapolsek Bacukiki AKP H. Muhammad Amin pada media mengatakan kejadiannya di subuh hari pada saat santri sedang melaksanakan kegiatan salat subuh, 3 unit pondok terbakar

“Perlu kami informasikan bahwa telah terjadi kebakaran di salah satu pondok pesantren Zubdatul Asrar di lappa anging pada hari sabtu 22 Agustus. Kejadiannya di subuh hari pada saat santri sedang melaksanakan kegiatan salat subuh, pondoknya sebanyak 3 unit pondok terbakar di lokasi. Informasi bahwa kebakaran ini di sinyalir, kemungkinan disebabkan oleh arus pendek listrik, sementara kami dari polsek maupun polres melakukan olah TKP dengan menurunkan tim inafis sementara melakukan olah TKP.” Akp. Muh Amin.

Pembina Asrama Ponpes, Nur Hidayat, mengungkapkan, api pertama kali muncul dari KWh listrik salah satu rumah asrama pondok putra, kemudian dengan cepat menjalar kedua rumah panggung lainnya.

Saat kejadian, para santri dan pembina berada di masjid mengikuti kegiatan pagi. Api terlihat berasal dari KWh listrik, pertama membakar rumah di bagian tengah lalu merembet ke dua rumah lainnya. Setiap asrama dihuni 8 hingga 9 santri, jadi sekitar 28 santri dan pembina kehilangan kitab, sarung, serta barang-barang lainnya. Ada juga tabungan santri sebesar Rp500 ribu ikut terbakar. Meski dilaporkan tidak korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun puluhan santri kehilangan tempat tinggal, pakaian serta alat tulis pembelajaran.

Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, bergerak cepat meninjau lokasi kebakaran. Ia datang membawa bantuan perlengkapan dasar bagi para santri, seperti pakaian, alas tidur, serta kebutuhan harian lainnya. Dalam kunjungannya, Tasming menyaksikan kondisi asrama yang hangus terbakar. Ia memastikan semua penghuni selamat dan menegaskan pentingnya kesabaran menghadapi cobaan.

Jalan Abdul Kadir Akan Dikerja Dalam Waktu Dekat

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Anggota Komisi III DPRD Andi Muh. Fudail mengakui kondisi Jalan Abdul Kadir Labukkan memang bermasalah sehingga jalan tersebut rawan rusak dan bisa menyebabkan kecelakaan. Ketua DPC PKB Parepare ini pada tim liputan jelajah kota radio mesra Jumat (22/08/25) mengatakan Untuk jalan ini itu memang blending parah.

“Blendingnya itu beresiko, dan insya Allah tahun ini akan dikerjakan dan secepatnya dikerjakan. Jadi tunggu beberapa hari atau bulan ini, insyaallah segera dibongkar jalan itu, dan akan diganti material yang tentunya tidak akan terjadi kayak blanding seperti yang sekarang ini, karena tekanan beban yang sangat berat dan kualitas jalan tersebut juga kurang. Mungkin awalnya kurang selektif.” Kata Fudail.

Lanjut Andi Fudail menambahkan, untuk persoalan jalanan ini, kapasitasnya tonasenya itu sangat tinggi yang melewati jalur itu, sehingga terjadi blending.

“Dan kembali lagi, Insyaallah tahun ini di kerja, dibongkar kembali, dan di kerja. dan kita sama-sama mau menyikapi dan turun serta dalam pelaksanaan agar supaya kita bisa melihat kualitas nantinya.” Tegas Andi Fudail.

Kepala bidang Binamarga Dinas PUPR kota Parepare Widin Wijaya di hubungi radio mesra mengatakan Jalan Abdul Kadir itu akan dikerja dalam waktu dekat kemungkinan bulan september dengan menggunakan dana DAU murni kota Parepare

“Kami infokan bahwa, untuk jalan delima yang dimaksud Bapak tadi itu, dinas PUPR tahun ini mendapatkan anggaran dari kementerian dalam bentuk dana hibah sawit itu sebesar 470 juta, sehingga pemerintah kota dalam hal ini dinas PUPR mengerjakan kemarin 2 ruas, yaitu jalan delima dengan jalan balana yang di patung pemuda. Terkait dengan jalan Abdul Kadir, itu insya Allah akan dilaksanakan dalam waktu dekat mungkin bulan 9 itu menggunakan dana DAU murni kota Parepare.” Ungkap Widin

Rapat Paripurna DPRD Parepare Sahkan  KUA-PPAS Perubahan, Tasming Sampaikan Terima Kasih

0

PAREPARE, RADIOMESRA .COM – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pimpinan serta seluruh anggota DPRD Kota Parepare atas sinergitas yang terjalin antara eksekutif dan legislatif.

Hal itu disampaikan Tasming saat memberikan sambutan pada Rapat Paripurna Penandatanganan Nota Kesepakatan Kebijakan Umum Perubahan APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan Tahun Anggaran 2025.

Acara yang berlangsung di Gedung DPRD Parepare tersebut dihadiri sejumlah pejabat Pemkot, di antaranya Penjabat Sekretaris Daerah, para staf ahli, asisten, dan kepala perangkat daerah. Paripurna dipimpin Ketua DPRD Parepare, Ir Kaharuddin Kadir.

“Kami tentu dari pemerintah kota menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Dewan yang terhormat, karena pada hari ini kita telah sampai pada tahapan akhir pembahasan Rancangan KUA-PPAS tahun anggaran 2025 dari berbagai tahapan pembahasan yang telah kita lakukan,” kata Tasming Hamid.

Menurut Tasming, kesepakatan ini menggambarkan pentingnya menyamakan persepsi mengenai prioritas pembangunan demi kepentingan masyarakat. Ia berharap hasil kesepakatan ini menjadi salah satu persembahan terbaik bagi warga Parepare.

Tasming menegaskan bahwa seluruh catatan, koreksi, rekomendasi, kritik, dan saran dari Badan Anggaran DPRD akan dicatat dan menjadi bahan Pemkot Parepare dalam penyusunan Rancangan Perubahan APBD 2025.

Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Pemkot segera menyusun Rencana Kerja dan Perubahan Anggaran (RKPA) tiap perangkat daerah sesuai pagu dan plafon anggaran sementara yang disepakati bersama. Selanjutnya, Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD akan disusun dan disampaikan.

Dalam kesempatan itu, Tasming juga memaparkan beberapa poin perubahan yang telah disepakati, di antaranya: Pendapatan Daerah direncanakan menjadi Rp960,59 miliar lebih atau berkurang sekitar Rp7 miliar (0,72%) dibandingkan anggaran pokok 2025.

Belanja Daerah menjadi Rp982,79 miliar lebih atau berkurang Rp6,22 miliar (0,63%) dibandingkan anggaran pokok. Penerimaan Pembiayaan naik menjadi Rp25,46 miliar lebih, bertambah Rp775,27 juta (3,14%), sedangkan pengeluaran pembiayaan tetap Rp3,26 miliar.

Di akhir sambutannya, Tasming mengingatkan seluruh kepala perangkat daerah untuk segera menindaklanjuti kesepakatan tersebut agar pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan berjalan optimal. “Kami menyadari bahwa pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan di Kota Parepare tidak akan berjalan baik tanpa dukungan semua pihak, termasuk Bapak Ibu Anggota Dewan yang terhormat serta masyarakat Parepare,” tegasnya. (*)

Camat Bacukiki Apresiasi Gebyar Merdeka RW 04 Bilalangge

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Masyarakat RW IV Bilalang Kelurahan Lemoe Kecamatan Bacukiki menggelar kegiatan Peringatan HUT RI Ke-80 tahun 2025 dengan tema “ Merdeka Bukan Sekadar Kata: Bebaskan Ide, Tumbuhkan Karya “

Kegiatan ini berlangsung di lapangan bilalang e disamping SDN 76 Bilalang Senin ( 18/08/25 ) dihadiri oleh Aparat Pemerintahan Kecamatan Bacukiki yakni camat Bacukiki dengan ibu camat, Lurah Lemoe, Ketua LPMK Lemoe, Bhabinkamtibmas Lemoe Tokoh Masyarakat RW IV Bilalang.

Kegiatan ini dibuka oleh Camat Bacukiki Muhammad Syakir M, S.STP.,MSi dalam sambutannya mengatakan mengapresiasi kegiatan 17 yang di laksanakan di RW IV Bilalang

“Saya mengapresiasi kegiatan 17-an yang dilaksanakan di RW 4 bilalangnge. Ini merupakan bentuk dari apresiasi kita sebagai warga negara dalam menyemarakkan 17 Agustus, di mana 80 tahun kemerdekaan kita sudah kita raih bersama, dan bagaimana kita mempertahankan kemerdekaan dengan hal-hal yang positif. Berharap kegiatan ini berjalan lancar tanpa ada gesekan, tetap mengutamakan persaudaraan gotong royong diantara warga khususnya di RW 4 bilalangnge.” Kata Syakir.

Syakir juga mengungkapkan, sejak diberi amanah menjadi camat Bacukiki pada tanggal 2 Juni 2025, ini pertama kali masuk di bilalang dan termasuk dareah yang lumayan jauh dari pusat Kota. Tetapi sepanjang perjalanan masuk di Bilalang ia menikmati pemandangan gunung dan sawah yang indah.

“Semenjak saya diberi amanah 2 Juni 2025, ini merupakan pertama kali saya menghadiri acara pertemuan warga di bilalangnge, antusias warga bilalange sangat meriah, Saya berharap ini berkelanjutan terus setiap saat maupun di luar 17 Agustusan. Perjalanan ke bilalangnge ini termasuk perjalanan indah, sepanjang jalan dikelilingi pemandangan yang indah, persawahan dan pemukiman jauh dari perkotaan, bacukiki termasuk kota atas. Mudah-mudahan kedepannya nanti bisa menjadi destinasi wisata untuk wilayah Bacukiki.” Ungkap Syakir.

Sementara Ketua Panitia Suharsih mengungkapkan kegiatan ini merupakan bentuk kesyukuran atas kemerdekaan Indonesia yang ke-80, dan bersyukur masyarakat RW IV khususnya anak-anak mudanya antusias bergerak untuk membantu kesuksesan acaranya ini dan tidak lupa mengucapkan Terima Kasih juga untuk teman-teman KKN UMPAR yang sudah membantu.

“Semarak Kemerdekaan di RW IV Bilalang Berlangsung selama 3 hari, dengan kegiatan lomba seperti lomba bernyanyi, lomba tiktok kreasi dan lomba-lomba seru lainnya sangat dinikmati, karena di ikuti semua kalangan baik anak-anak maupun orang dewasa.” Terang Suharsi

10 mahasiswa Mokpo National University mengakhiri kunjungan di kota Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – 10 mahasiswa Mokpo National University mengakhiri kunjungan di kota Parepare pada Rabu (20/08/25). Mahasiswa Mokpo National University Korea Selatan sudah beberapa hari berada di kota Parepare dalam rangkaian program kunjungan lintas budaya. Selama di Parepare para mahasiswa ini aktif mengikuti berbagai kegiatan sosial edukasi hingga budaya bersama masyarakat dan pelajar Parepare.

Kabag Ekonomi Setdako Parepare  Rudi Muradi mengungkapkan bahwa kehadiran mahasiswa asal Korea ini membawa dampak positif bagi kota Parepare, lebih menarik lagi mahasiswa Korea tersebut juga ikut serta dalam gerak jalan tingkat instansi umum yang digelar pemerintah kota Parepare dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-80.

“Kegiatan mereka mulai pagi itu mengajar di dua tempat yaitu SMP 1 dan SMA 5, kemudian sore harinya, melakukan aktivitas kampanye bersih-bersih di pantai. Ada dua pantai yang sempat dilakukan kegiatan bersih-bersih yaitu pantai lumpue dan pantaiKu. mahasiswa-mahasiswa balik  sebentar malam berangkat ke Makassar kemudian terbang menuju ke Korea Selatan.” Kata Rudi

Rudi pun berharap hari selanjutnya akan ada lagi kunjungan kunjungan dari berbagai negara dari seluruh dunia, karena kota Parepare sudah sangat terbuka untuk bisa beradaptasi pada hal-hal yang positif, yang bisa diserap dari berbagai negara

“Harapan dari pemerintah kota dari upaya yang sangat bagus ini, kemudian nanti di hari selanjutnya akan ada lagi kunjungan kunjungan, dari berbagai negara dari seluruh dunia, karena kota Parepare sudah sangat terbuka untuk bisa beradaptasi pada hal-hal yang positif yang bisa diserap dari berbagai negara, dan ini untuk kemajuan daerah kita, sebagaimana tagline yang dibangun pemerintah saat ini yaitu Terbaik Sejahtera dan Maju.” Ungkap Rudi.

Kehadiran mereka menambah warna tersendiri dalam kemeriahan bahkan menjadi perhatian warga yang antusias menyaksikan kegiatan para mahasiswa Korea di parepare. mereka memperkenalkan pakaian tradisional Korea, dan kaligrafi hangeul.

Menunggu Riak Terkait PBB Reda, DPRD Minta Pemerintah Tidak Ada Penarikan Pajak 

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – DPRD kota Parepare melalui komisi III Menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Badan Keuangan Daerah (BKD) kota Parepare dan Bag Hukum Kamis (21/08/25). RDP tersebut berlangsung di ruang rapat komisi III membahas tentang Dasar menginplementasikan Perda yang menyangkut dasar pengenaan PBB-P2. Anggota komisi III Dari PKB Andi Muh. Fudail yang di hubungi Tim liputan jelajah kota radio mesra Jumat (22/08/25) mengatakann Hasil RDP kemarin kesimpulannya adalah menghentikan penagihan dengan dasar yang digunakan sekarang ini dan kembali ke aturan lama.

“Selanjutnya, secepatnya pengajuan kembali untuk direvisi peraturan daerah, agar supaya berkesesuain dan sesuai dengan keinginan kondisi masyarakat kita. Jadi, sekali lagi, hasil RDP kita kemarin komisi III, BKD dan bagian hukum menghentikan transaksi pembayaran PBB ini kembali ke aturan lama, dan cuma ada pengecualian, ada poin yang memang kita sikapi kemarin, agar secepatnya yaitu mengenai lahan pertanian dan lahan peternakan. Itu memang secepatnya harus dicermati, karena itu memang seharusnya karena lahan masyarakat itu, yang produktif itu harus sesuai dengan kewajiban yang harus mereka lakukan. Hasil RDP kemarin menyimpulkan bahwa tidak ada penarikan pajak yang sementara menjadi riak, menjadi kontroversi di masyarakat, dan kita minta dihentikan dan kembali ke aturan lama.” Tegas Andi Fudail.

Menurut Data tagihan PBB di parepare, ada sekitar 65,5% tagihan PBB turun, ada 16,89% itu tetap, ada 17,61% naik. Kenaikan terbanyak tagihan PBB berada di Bacukiki yang mayoritasnya banyak lahan warga yang merupakan lahan produktif sepert, kebun, sawah dan Empang.

Posko Aduan PBB Ada di 22 Kelurahan 

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Ketua DPRD kota Parepare Ir. H. Kaharuddin Kadir lewat program Obras Kamis (21/08/25) mengatakan DPRD aktif memberikan saran untuk membuka posko pengaduan di kelurahan 22 kantor kelurahan, minta juga dibuatkan surat edaran untuk dibacakan, diumumkan di rumah ibadah supaya tersosialisasi langsung kepada masyarakat.

“Memang PBB ini sebenarnya awalnya, itu bagian dari pendapatan pemerintah pusat, dulu dipungut di parepare kemudian dikirim ke pusat, tapi sejak tahun 2014, ada UU yang mengatur terkait dengan pajak dan retribusi itu, itu dialihkan ke pemerintah daerah, tapi syaratnya waktu itu, kita harus buatkan Perda. Persiapannya sebenarnya 2009, kita di parepare beralih penuh ke pemerintah daerah itu tahun 2014. PBB ini menjadi pendapatan asli daerah.” Kata H. Kaharuddin.

Lanjut H. Kaharuddin,, target penerimaan PBB tahun lalu kurang lebih 6 miliar dari keseluruhan pembayaran PBB. tahun ini ditargetkan 6,1 miliar, sebenarnya tidak terlalu tinggi peningkatannya, cuma memang kalau ada kenaikan insedentil begini Itu bisa menimbulkan keresahan.

“Mudah-mudahan dengan penundaan ini, sambil dicermati, karena kemarin juga DPR memberikan saran untuk dilakukan pencermatan ulang, terkait dengan hitungannya, terutama lahan pertanian dan peternakan, supaya dikena hitungan  perkalian 0,02. Kami yakin kalau 0,02 maka masyarakat tidak ada yang mengeluh.” Ungkap H. Kaharuddin.

Wakil Wali Kota Parepare Apresiasi Langkah Pencegahan Peredaran Narkoba Polres Parepare

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Wakil Wali Kota Parepare, Hermanto mengapresiasi langkah pencegahan peredaran narkoba di kota Parepare. Hermanto menilai pemusnahan ini sebagai bukti transparansi aparat penegak hukum.

“Apresiasi langkah polres Parepare yang melakukan pemusnahan secara terbuka, sebagai bentuk transparansi penegakan hukum, dan komitmen polres Parepare dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya. Dan salah satu langkah penting dalam proses penegakan hukum, adalah pemusnahan barang bukti. Pemusnahan ini, adalah bentuk komitmen polres untuk memastikan, bahwa barang bukti narkotika hasil ungkap kasus tidak akan kembali beredar dan merusak generasi muda.” Ucap Hermanto.

Hermanto juga mengungkapkan pemerintah Parepare mendukung penuh langkah Polres Parepare dalam memerangi narkoba, Wali Kota  H. Tasming Hamid menyampaikan apresiasi yang setinggi – tingginya terhadap keberhasilan Kapolres Parepare bersama jajarannya dalam menggagalkan peredaran narkotika.

“Pemusnahan ini juga menjadi langkah kongkrit untuk memastikan bahwa barang bukti narkotika tidak disalah gunakan. Saya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba demi masa depan yang sehat dan aman.” Tambah H. Hermanto

Wali Kota Parepare Luncurkan Proyek Perubahan “Lapor Pak Satpol” dan Klinik Investasi PROAKTIF

0

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menghadiri acara Launching Proyek Perubahan bertajuk dengan pengenalan Klinik Investasi sebagai bagian dari inovasi pelayanan publik. Acara yang digelar pada Jumat (22/08/25) di Mall Pelayanan Publik Kantor Dinas PTSP itu dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah kota dan Ketua DPRD Parepare, Ir Kaharuddin Kadir, serta anggota DPRD lainnya.

Dalam sambutannya, Tasming Hamid menegaskan bahwa proyek perubahan ini merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap peningkatan kemudahan investasi dan perizinan berusaha di Kota Parepare.

“Jadi, Klinik Investasi ini sebagai jembatan strategis antara investor dan Pemerintah Daerah. Klinik ini merupakan bagian dari proyek perubahan PROAKTIF (Proyek Optimalisasi Akses Kinerja Terpadu Investasi Format Responsif) yang dilaksanakan oleh Dinas PMPTSP Kota Parepare,” ujar Tasming.

Tasming menjelaskan, investasi adalah salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah.

“Di tengah persaingan global dan dinamika ekonomi nasional, peningkatan investasi di daerah menjadi kunci untuk menciptakan lapangan kerja, mengurangi kesenjangan antarwilayah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Meski demikian, Tasming mengakui bahwa berbagai daerah, termasuk Parepare, masih menghadapi tantangan yang dapat menghambat arus investasi.

Kendala tersebut antara lain infrastruktur yang belum memadai, birokrasi yang rumit, serta persepsi risiko yang tinggi.

“Oleh karena itu, strategi peningkatan investasi di daerah harus dirancang secara komprehensif dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan guna menciptakan lingkungan usaha yang kondusif dan menarik bagi investor, baik lokal maupun asing,” jelasnya.

Ia juga menekankan peran penting Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) sebagai pintu masuk tunggal bagi pelaku usaha yang ingin memperoleh izin-izin investasi dari pemerintah.

Strategi pengelolaan investasi melalui Klinik Investasi ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mendukung kemudahan perizinan dan meningkatkan kepercayaan investor di Kota Parepare.

“Perlu pula diketahui bahwa Klinik Investasi ini harus didukung oleh regulasi, jumlah pegawai yang memadai, potensi sumber daya, infrastruktur, pengelolaan IT, dan yang terpenting, kita harus mengsosialisasikan kepada masyarakat,” tegas Tasming.

Dengan adanya Proyek Perubahan “Lapor Pak Satpol” dan hadirnya Klinik Investasi PROAKTIF, mantan anggota DPRD dua periode itu berharap dapat menciptakan iklim usaha yang lebih ramah, responsif, dan berdaya saing untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. (*)

  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare