PAREPARE, RADIOMESRA. COM –, kecamatan Watang Bacukiki, kota Parepare, Sabtu, (23/08/25) pagi. Peristiwa kebakaran itu diduga karena korsleting listrik, yang menghanguskan tiga rumah asrama santri putra milik Ponpes. Kapolsek Bacukiki AKP H. Muhammad Amin pada media mengatakan kejadiannya di subuh hari pada saat santri sedang melaksanakan kegiatan salat subuh, 3 unit pondok terbakar
“Perlu kami informasikan bahwa telah terjadi kebakaran di salah satu pondok pesantren Zubdatul Asrar di lappa anging pada hari sabtu 22 Agustus. Kejadiannya di subuh hari pada saat santri sedang melaksanakan kegiatan salat subuh, pondoknya sebanyak 3 unit pondok terbakar di lokasi. Informasi bahwa kebakaran ini di sinyalir, kemungkinan disebabkan oleh arus pendek listrik, sementara kami dari polsek maupun polres melakukan olah TKP dengan menurunkan tim inafis sementara melakukan olah TKP.” Akp. Muh Amin.
Pembina Asrama Ponpes, Nur Hidayat, mengungkapkan, api pertama kali muncul dari KWh listrik salah satu rumah asrama pondok putra, kemudian dengan cepat menjalar kedua rumah panggung lainnya.
Saat kejadian, para santri dan pembina berada di masjid mengikuti kegiatan pagi. Api terlihat berasal dari KWh listrik, pertama membakar rumah di bagian tengah lalu merembet ke dua rumah lainnya. Setiap asrama dihuni 8 hingga 9 santri, jadi sekitar 28 santri dan pembina kehilangan kitab, sarung, serta barang-barang lainnya. Ada juga tabungan santri sebesar Rp500 ribu ikut terbakar. Meski dilaporkan tidak korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun puluhan santri kehilangan tempat tinggal, pakaian serta alat tulis pembelajaran.
Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, bergerak cepat meninjau lokasi kebakaran. Ia datang membawa bantuan perlengkapan dasar bagi para santri, seperti pakaian, alas tidur, serta kebutuhan harian lainnya. Dalam kunjungannya, Tasming menyaksikan kondisi asrama yang hangus terbakar. Ia memastikan semua penghuni selamat dan menegaskan pentingnya kesabaran menghadapi cobaan.




















